Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Herianani; Sarmauli; Swinarti

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Gereja dimulai dari kelahiran Kekristenan pada abad pertama Masehi di Timur Tengah, khususnya di wilayah Palestina. Gereja mula-mula berkembang pesat setelah kebangkitan Yesus Kristus dan penyebaran Injil oleh para rasul. Pada abad ke-4, Kekristenan menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi di bawah pemerintahan Kaisar Konstantinus. Seiring berjalannya waktu, Gereja mengalami berbagai perpecahan dan reformasi, seperti skisma besar pada abad ke-11 yang membagi Gereja menjadi Katolik Roma dan Ortodoks Timur, serta Reformasi Protestan pada abad ke-16 yang melahirkan berbagai denominasi Protestan. Peraturan gereja merujuk pada aturan-aturan dan pedoman yang ditetapkan oleh Gereja untuk mengatur kehidupan berjemaat dan kegiatan-kegiatan keagamaan. Beberapa peraturan umum dalam Gereja meliputi.Sakramen tata cara pelaksanaan sakramen seperti baptisan dan perjamuan Kudus. Panduan untuk ibadah dan doa bersama. Disiplin Gereja aturan mengenai kehidupan moral dan etika para anggotanya, serta prosedur penanganan pelanggaran. Organisasi struktur hierarki dan tanggung jawab para pemimpin Gereja, seperti pastor, pendeta, dan uskup.Eklesiologi, atau doktrin Gereja, adalah cabang teologi yang membahas tentang sifat, struktur, fungsi, dan tujuan Gereja. Fokus utamanya adalah memahami peran Gereja dalam rencana keselamatan Allah, identitasnya sebagai komunitas iman, serta otoritas dan misi yang diembannya. Eklesiologi sangat penting karena membantu umat Kristen memahami identitas dan panggilan mereka sebagai bagian dari Gereja, serta bagaimana mereka harus hidup dan berfungsi sebagai komunitas yang mencerminkan kasih dan kebenaran Kristus kepada dunia.

Cheterine Charoline; Malita Ariana

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Artikel ini membahas konsep Soteriologi (Doktrin Keselamatan) dalam konteks teologi Kristen, dengan penekanan pada pemahaman yang benar tentang keselamatan yang bersumber dari Alkitab dan peran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat. Konsep-konsep teologis seperti Pertobatan, Iman, Regenerasi, Perpalingan, Pembenaran, Penebusan, Pendamaian, Pengudusan, dan Pengangkatan diperinci sebagai bagian integral dari keyakinan dan praktik keagamaan Kristen. Perdebatan antara Calvinisme dan Arminianisme mengenai kekekalan keselamatan juga disorot, dengan Calvinisme menekankan ketidakhilangan keselamatan dan Arminianisme sebaliknya. Saran disampaikan untuk memperjelas argumen, memahami perbedaan pandangan, dan terus belajar dalam pemahaman doktrin keselamatan. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang konsep keselamatan rohani dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari serta memperkaya pemahaman teologis dan kemanusiaan yang mendasar.