Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-16 of 16

Analytics

Herkel Lahose, Geri; Muliku, Efron; S. Maniwu, Dohana; Wailan Leonard Wanget, Samuel

Jurnal DA'AT 2026 Institut Agama Kristen Negeri Manado

ABSTRACT This article examines how the doctrine of soteriology serves as the primary theological foundation underpinning the practice of pastoral counseling, particularly within the context of individual spiritual restoration. This research aims to comprehend the relationship between soteriological doctrine and the practice of pastoral counseling, as well as how this doctrine itself can be established as the theological basis for the counseling process. The findings indicate that soteriology's central focus on the grace of salvation through faith in Jesus Christ provides a robust foundation and hope for the ministry of pastoral counseling. Through this framework, pastoral counseling transcends mere psychological rehabilitation; it guides the counselee in experiencing and comprehending God's love, forgiveness, and genuine spiritual restoration. This study employs a qualitative research methodology utilizing a literature review approach. Data collection involved examining pre-existing literature relevant to the research objectives; specifically, the researcher drew upon books, journal articles, academic papers, and theses to ensure the validity and reliability of the data required for this study. Keywords: Doctrine of Soteriology, Pastoral Counseling, Spiritual Recovery.   ABSTRAK Artikel ini membahas bagaimana doktrin soteriologi berfungsi sebagai fondasi utama dalam landasan teologi yang menopang praktik pastoral konseling, khususnya dalam konteks pemulihan spiritual individu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengerti bagaimana hubungan antar doktrin soteriologi dengan praktik pastoral konseling dan bagaimana doktrin soteriologi itu sendiri bisa dijadikan landasan teologi dalam proses pastoral konseling. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa fokus utama doktrin soteriologi pada anugerah keselamatan melalui iman kepada Yesus Kristus memberikan dasar yang kokoh dan harapan bagi proses pelayanan pastoral konseling. Melalui kerangka ini,  pastoral konseling tidak sekadar memulihkan kondisi psikologis, tetapi juga menuntun konseli untuk mengalami dan memahami kasih Allah, pengampunan, serta pemulihan yang sejati, dan pemulihan secara rohani. Kajian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dimana pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan melihat tulisan-tulisan yang sudah ada sebelumnya yang mana mendukung kebutuhan data dari penelitian ini, secara praktik peneliti menggunakan tulisan dari sumber buku, artikel, makalah, skripsi, tesis yang mana mendukung akan keabsahan data yang diperlukan dalam penelitian ini.

Alfons Seran; Yohanes Anjar Donobakti

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to explore and deepen the understanding of the doctrine of the Holy Trinity through the approach of Hindu–Christian meditative dialogue. The doctrine of the Holy Trinity constitutes the central foundation of the Christian faith, understood as the unity and equality of the essence of the one God in three persons, namely the Father, the Son, and the Holy Spirit. However, explanations and interpretations of the Trinitarian doctrine are often regarded as complex and difficult to comprehend, not only by the general public but also by many Christians, particularly lay believers. Therefore, an alternative approach that is more communicative and contextual is needed so that this doctrine can be understood in a simpler and more reflective manner. One approach proposed in this study is the concept of Hindu–Christian meditative dialogue, which emphasizes the contemplative dimension and inner spiritual experience as means of theological understanding. This study employs a qualitative method using a literature-based approach, drawing on theological documents, books, scholarly journals, and other relevant literature as the primary data sources. The collected data and information are then systematically analyzed and elaborated to formulate a more accessible conceptual understanding of the doctrine of the Holy Trinity through Hindu–Christian meditative dialogue. The findings indicate that Hindu–Christian meditative dialogue can serve as an effective medium for explaining and understanding the doctrine of the Holy Trinity in a clearer, deeper, and more contextual manner.

Sambow, Windy; Palempung, Rivay Bobby

Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen 2025 Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa J

Perkembangan teknologi digital telah membentuk kehidupan generasi Z yang tumbuh dalam lingkungan serba terhubung dan didominasi oleh interaksi daring. Dunia digital memberi ruang bagi generasi Z untuk mengekspresikan diri, membangun relasi, serta mencari makna hidup. Namun, di sisi lain, ruang digital juga berpotensi membentuk identitas semu yang bergantung pada popularitas, citra diri, dan pengakuan publik, sehingga menjauhkan mereka dari kesadaran diri yang autentik sebagai ciptaan Allah (Imago Dei). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis teologis terhadap sumber-sumber teologi Indonesia serta pemikiran teolog kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji peran teologi digital dalam menolong generasi Z membangun aktualisasi diri yang autentik dan berakar pada relasi dengan Allah. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemahaman teologi digital sebagai kerangka reflektif untuk menafsirkan pengalaman digital generasi Z dalam terang doktrin Imago Dei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi digital dapat membantu generasi Z mengintegrasikan iman dengan kehidupan daring, mengolah pengalaman digital secara rohani, serta membangun identitas spiritual yang autentik dan bertanggung jawab.

Anton Sitorus; Rencan C. Marbun

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

This article aims to explore how the relationship between God and humans (Creator and creation) in relation to their responsibilities as humans to try to keep the earth free from damage that will certainly harm humans themselves. Humans as God's partners on earth are also given a mandate to keep the earth good as in the creation narrative that everything created by God is truly very good. It turns out that the narrative was ignored and turned bad. Humans who were given reason by God, turned out not to use their reason well. Humans who were given a mandate to protect nature well, instead exploited nature arbitrarily. So, nature cannot be friendly with humans, so that lately we have felt the very high heat of the sun and it stings the skin sharply. It is very clear that the heat of the sun that shines is not like the heat that was some time ago not as hot as recently. Perhaps this is the cause of global warming. The world is getting hotter because the ozone layer can no longer withstand the hot and dangerous ultraviolet rays (sun). There is no doubt, global warming will be a universal disaster that will slowly but surely destroy this "very good" world. But whether we realize it or not, this is the result of human actions: deforestation and illegal logging, the greenhouse effect, the use of air conditioning are the causes. Will the world return to chaos because of human activities? In fact, God created this world which was originally chaotic to be good, even very good, in accordance with His purpose to proclaim His glory. Therefore, let's be colleagues with Allah who has been given the mandate in this world to maintain the goodness of this world.

Rossan Kurnia; Mirna Widianti; Prita Aura Eklesia; Sarmauli Sarmauli

Jurnal Magistra 2024 STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

The doctrine of God consists of five main topics, namely theological guidance, the existence of Allah, the attributes of God, the names of God and the works of God. The aim of understanding the doctrine of God is to recognize God from a Christian perspective, as well as the nature and identity of God, understanding the Triune God, and also the attributes of God. The method used is a qualitative method using a literature review containing books containing the doctrine of God, as well as several supporting journals in discussing this doctrine. From this research, there were findings regarding the view of God in Christianity in the form of a different understanding of how God manifests Himself as well as the qualities or things found in God based on the contents of the Bible. Even though God cannot truly be understood in its entirety through understanding the human mind, we can understand God's existence through the truth contained in the Bible.

Mareta, Adhis; Kurniawan, Martha Mulyani

Jurnal Silih Asah 2024 LPPM - STT Kadesi Bogor

Tulisan ini membahas tentang konsep kelahiran baru dan kedewasaan rohani dalam pandangan pendidikan agama Kristen, dengan fokus pada ayat-ayat Alkitab seperti 1 Yohanes 3:9 dan 1 Timotius 4:12-14. Kelahiran baru dalam Kristus menandai transformasi spiritual yang mendalam, yang menciptakan identitas baru sebagai anak-anak Allah. Konsep ini memiliki implikasi signifikan dalam pendidikan agama Kristen, di mana transformasi ini harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari seorang Kristen, termasuk dalam cara mereka bertindak dan berbicara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegesis untuk memahami makna mendalam dari ayat-ayat Alkitab terkait. Analisis eksegetis menunjukkan bahwa kelahiran baru menuntut perubahan etis dan hidup yang mencerminkan sifat Allah yang kudus. Selain itu, kedewasaan rohani diartikan sebagai kemampuan untuk menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian, seperti yang diajarkan Paulus kepada Timotius. Hasil dari penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan agama Kristen dalam membentuk individu yang tidak hanya memahami doktrin, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Pendidikan ini diharapkan dapat menghasilkan generasi muda Kristen yang dewasa secara rohani, mampu menghadapi tantangan dunia dengan dasar iman yang kuat, dan berperan aktif dalam transformasi spiritual komunitas mereka.

Herianani; Sarmauli; Swinarti

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Gereja dimulai dari kelahiran Kekristenan pada abad pertama Masehi di Timur Tengah, khususnya di wilayah Palestina. Gereja mula-mula berkembang pesat setelah kebangkitan Yesus Kristus dan penyebaran Injil oleh para rasul. Pada abad ke-4, Kekristenan menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi di bawah pemerintahan Kaisar Konstantinus. Seiring berjalannya waktu, Gereja mengalami berbagai perpecahan dan reformasi, seperti skisma besar pada abad ke-11 yang membagi Gereja menjadi Katolik Roma dan Ortodoks Timur, serta Reformasi Protestan pada abad ke-16 yang melahirkan berbagai denominasi Protestan. Peraturan gereja merujuk pada aturan-aturan dan pedoman yang ditetapkan oleh Gereja untuk mengatur kehidupan berjemaat dan kegiatan-kegiatan keagamaan. Beberapa peraturan umum dalam Gereja meliputi.Sakramen tata cara pelaksanaan sakramen seperti baptisan dan perjamuan Kudus. Panduan untuk ibadah dan doa bersama. Disiplin Gereja aturan mengenai kehidupan moral dan etika para anggotanya, serta prosedur penanganan pelanggaran. Organisasi struktur hierarki dan tanggung jawab para pemimpin Gereja, seperti pastor, pendeta, dan uskup.Eklesiologi, atau doktrin Gereja, adalah cabang teologi yang membahas tentang sifat, struktur, fungsi, dan tujuan Gereja. Fokus utamanya adalah memahami peran Gereja dalam rencana keselamatan Allah, identitasnya sebagai komunitas iman, serta otoritas dan misi yang diembannya. Eklesiologi sangat penting karena membantu umat Kristen memahami identitas dan panggilan mereka sebagai bagian dari Gereja, serta bagaimana mereka harus hidup dan berfungsi sebagai komunitas yang mencerminkan kasih dan kebenaran Kristus kepada dunia.

Alexsya Gavina; Malla Sinha Dora br Ginting

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Jurnal ini membahas tentang Doktrin Allah atau teologi Proper yang mencakup pemahaman tentang keberadaan, pengenalan, kepribadian, sifat-sifat, nama-nama, ketetapan, dan karya Allah dalam kehidupan manusia. Metode penelitian menggunakan sumber data dari Alkitab, buku-buku referensi Teologi Reformed, dan jurnal-jurnal terbaru. Hasil dan pembahasan mencakup pandangan Doktrin Allah dari berbagai sudut pandang agama, hakikat dan sifat Allah, serta pembagian sifat-sifat Allah menjadi nonmoral dan moral. Penelitian ini juga membahas sifat-sifat moral Allah, ketetapan-ketetapan Allah, konsep karya Allah, dan tujuan Allah dalam penciptaan. Pemahaman tentang doktrin Allah penting dalam agama Kristen dan dapat membantu memperluas pengetahuan dan pemahaman tentang Sang Pencipta. Saran untuk pembaca adalah terus memperluas pengetahuan dan terbuka terhadap keragaman pandangan tentang Allah.

Maria Angelina; Fitriani; Oktaria Esteremia Putri Yore

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Jurnal ini membahas tentang Pneumatologi atau Roh Kudus yang mencakup tentang peranan Roh Kudus dalam gereja. Hubungan antara Roh Kudus dan Yesus Kristus, Mengaplikasikan Roh Kudus dalam Kehidupan sehari-hari. Metode penelitian menggunakan sumber data Alkitab, buku - buku referensi Pneumatologi  dan jurnal – jurnal terbaru. Hasil dan pembahasan Doktrin Tritunggal merupakan paradoks (pernyataan yang seolah- olah berlawanan dengan pendapat umum atau kebenaran tetapi kenyataannya mengandung kebenaran) dan sukar dipahami. Roh Kudus merupakan satu Pribadi dalam ketritunggalan Allah yaitu: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Saran untuk pembaca adalah terus memperluas pengetahuan dan membaca tentang pemahaman Roh Kudus.

Latuni, Glenn Jonathan Jerome; Latuni, Glenie

Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik 2024 Institut Agama Kristen Negeri Manado

Nyanyian memainkan peran penting dalam ibadah sebagai salah satu tindakan penyembahan dalam sejarah perkembangan gereja Kristen. Pada dasarnya Nyanyian rohani menyampaikan 3 hal yaitu: pujian kepada Allah, kepercayaan gereja atau doktrin, dan pengalaman rohani. Oleh karena Nyanyian rohani digunakan dalam berbagai ibadah maka perlunya kehati-hatian dalam memilih dan nyanyian rohani, agar secara efektif menyampaikan iman dan sikap gereja yang selaras dengan firman Tuhan. Salah satunya adalah karya Fanny J. Crosby berjudul “Ingat hari Sabat” yang diapresiasi oleh Gereja Advent sebagai lagu yang menyampaikan kebenaran doktrin. Penelitian ini dibuat untuk melihat bagaimana nyanyian ini mengkomunikasikan pesan-pesan teologis dengan melihat signifikansi dari latar belakang penulis, faktor-faktor yang mendorong dan juga menganalisis teologi yang terkandung dalam syair lagu. Hasilnya, lagu ini menunjukkan pemahaman alkitabiah tentang Sabat sebagai hari suci yang diberkati yang ditetapkan oleh Tuhan, hari suci yang berbeda dari hari-hari biasa lainnya, hari istirahat dan ibadah, hari Yesus memberikan teladan untuk diikuti, dan hari sukacita dalam hubungan dengan Allah. Melalui Penelitian ini, diharapkan akan ada penelitian-penelitian berikutnya yang akan menganalisis setiap lagu rohani yang kita apresiasi saat ini.

Wanget, Samuel Wailan Leonard; Lumentah, Henokh Alexander Ferdinan

Jurnal DA'AT 2024 Institut Agama Kristen Negeri Manado

Artikel ini menyoroti tentang doktrin Kristologi, khususnya tentang dua natur Yesus Kristus itu sendiri, yakni natur kemanusiaan dan natur keilahian dalam satu pribadi. Kedua hal ini tentunya menjadi perdebatan di segala zaman. Apalagi pada era postmodern ini, relativisme, pluralisme dan sekularisme menambah tantangan tersendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas dua poin. Yang pertama, melihat identitas Yesus lewat pandangan humanistik dan pandangan kristologis. Yang kedua melihat titik temu antara enigma sejarah dan inkarnasi Ilahi. Pembahasan ini dimaksudkan untuk merumuskan implikasinya dalam pemahaman kekristenan bagi masyarakat di era postmodern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Adapun analisis data yang digunakan adalah dengan mengkaji secara kepustakaan soal doktrin Kristologi tentang Yesus Kristus dalam hasil dan pembahasan. Berdasarkan kajian ini, peneliti menganalisis dan merumuskan implikasinya. Hasil penelitian yang ditemukan dalam penelitian ini adalah soal rumusan Allah yang menjadi manusia, dan pandangan ini adalah pandangan yang paling diterima oleh umat Kristen. Doktrin ini memiliki implikasi yang penting bagi kekristenan di era postmodern. Karya dan ajaran Yesus Kristus mengungkapkan dua natur-Nya: Allah yang menjadi manusia. Misteri ini menjadi dasar iman Kristen dan sumber pengharapan bagi umat manusia. doktrin inkarnasi ilahi dapat menjadi dasar bagi orang Kristen untuk mempertahankan iman mereka. Doktrin ini menunjukkan bahwa Allah memahami dan berempati dengan penderitaan manusia.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Junus Arril Metson Rindengan

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Artikel ini membahas tentang pandangan teologis predestinasi yang ditinjau dalam teologi Perjanjian Baru. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, disertai studi literatur sebagai alat penggumpulan datanya akan disajikan analisis yang komprehensif. Hasil kajian tersebut didapati bahwa secara alkitabiah khususnya dalam tataran perjanjian baru tidak benar kalau ada yang berpendapat bahwa Allah telah memilih sebagian orang untuk diselamatkan dan menolak yang lainnya. Begitu juga dengan pernyataan “sekali selamat tetap selamat”, merupakan ajaran yang tidak Alkitabiah.

Didaskalia: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 2022 Institut Agama Kristen Negeri Manado

Tulisan ini merupakan kajian terhadap model pembelajaran konstruktivisme sebagai alternatif dalam mengembangkan pembelajaran PAK yang selama ini bersifat monoton yang cendrung indoktrinatif dimana siswa menjadi pasif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskristif dengan pendekatan studi kepustakaan. Dalam hal ini peneliti mengumpulkan data yang relevan dengan topik yang sedang dibahas. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa; (1) peserta didik dapat mengkonstruksi serta mengintegrasikan PAK dalam pengalaman mereka; (2) PAK menjadi lebih relevan dan bermakna dalam kehidupan peserta didik; (3) siswa dapat saling berdiskusi; (4) siswa menjadi peserta didik yang aktif; (5) siswa datang kesekolah dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan dimana siswa menjadi umat Allah yang beriman bukan hanya hasil doktrinasi semata, malainkan menjadi umat Allah memahami apa yang mereka imani serta dapat mengaplikasikannya.

Masinambow, Yornan

Didaskalia: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 2021 Institut Agama Kristen Negeri Manado

Abstrak : Artikel ini mendeskripsikan serta mengkaji secara teoretis analitis Pendidikan Agama Kristen secara kritis sekaligus reflektif. Dengan begitu tujuan penelitian ini adalah menghadirkan suatu kerangka berpikir melalui pemahaman mengenai PAK yang bersifat kritis namun tetap memberikan tanggungjawab iman yang rasional di hadapan Allah dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari baik dalam lingkungan sekolah, gereja maupun masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif menggunakan telaah pustaka yang relevan dengan pendekatan critical-theory. Hasil pembahasan memerlihatkan bahwa PAK yang kritis sekaligus reflektif mampu untuk mempertanyakan serta menggumuli doktrin Kristen atau indoktrinasi agama secara dialektis untuk kemajuan nilai-nilai Kristiani yang relevan saat ini. Kemudian PAK juga sekiranya melepaskan diri dari mental jajahan yang tidak mengedepankan kemampuan kritis-analitis dalam menghadapi suatu persoalan, dan hanya berfokus pada profit pendidikan itu sendiri. Penelitian ini hendaknya mampu untuk menghadirkan suatu upaya PAK dalam meningkatkan karakter moralitas berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dengan keterbukaan literasi dipadu dengan sikap Kristiani yang reflektif di dalamnya. Penelitian lanjut sangat diperlukan terkait PAK yang juga menelusuri aspek-aspek terdalam dalam sikap reflektif yang bisa mempertajam spiritualitas pembelajar PAK untuk terus menghidupi Kristus dan nilai-nilai kemanusiaan di dalamnya. Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen, Kritis, Reflektif

Batubuaja, Alfa Kurnia

MAGENANG: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2020 Institut Agama Kristen Negeri Manado

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis salah satu doktrin akhir jaman yaitu ajaran Parousia atau kedatangan Yesus yang kedua. Dalam Perjanjian Lama dikatakan sebagai hari Tuhan atau kedatangan anak manusia. Di Perjanjian Baru lebih diperjelas mengenai kedatangan Yesus Kristus yang kedua, dalam kedatanganNya yang kedua, digambarkan dalam tiga bentuk  penjelasan yaitu Apokalipsis yang merupakan hal-hal yang telah di nubuatkan oleh Alkitab, serta Epifani yang merujuk pada pernyataan akan kedatanganNya yang penuh kemuliaan, dan Parousia berarti kehadiran atau kedatanganNya kembali. Parousia merupakan bagian dari ajaran Eskatologi, mengenai kedatangan Yesus yang kedua, Ia akan membuka misteri dalam kedatanganNya yang pertama tentang kerajaan Allah, serta mengakhiri kedatanganNya yang pertama. Lewat kedatangan Yesus yang kedua, Ia akan menjadi raja dan hakim yang adil untuk memisahkan orang percaya dan durhaka, melalui ini Yesus akan mengakhiri penderitaan orang percaya lewat mengangkat umat pilihan untuk bersama-sama dalam kerajaan seribu tahun yang penuh kekekalan. Dengan penulisan artikel ini kiranya jemaat Kristen sebagai Gereja mampu mengembangkan paradigma atau kerangka berpikir yang tepat mengenai konsep kedatangan Yesus kedua atau Parousia dalam tinjauan Teologis Alkitabiah