Publication Search

66,773 articles from 556 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Stefani Nurul Husna; Eceh Trisna Ayuh

Federalisme : Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi komunikasi publik yang diterapkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu dalam upaya meningkatkan literasi digital masyarakat di tengah proses transformasi digital. Latar belakang penelitian ini berangkat dari urgensi literasi digital sebagai salah satu kompetensi penting di era teknologi informasi, khususnya dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi palsu (hoaks), perlindungan data pribadi, serta etika bermedia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat Diskominfo, staf pelaksana program, serta anggota masyarakat yang terlibat dalam kegiatan edukasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diskominfo Kota Bengkulu menerapkan strategi komunikasi publik yang terencana dengan memadukan pendekatan informatif, persuasif, dan partisipatif. Media yang digunakan meliputi saluran daring seperti media sosial, website resmi, dan aplikasi pesan instan, serta saluran luring berupa pelatihan tatap muka, sosialisasi di tingkat kelurahan, dan kolaborasi dengan komunitas lokal. Penyusunan pesan literasi digital dilakukan dengan mempertimbangkan isu-isu terkini, di antaranya pencegahan hoaks, keamanan data pribadi, dan etika penggunaan media digital. Strategi ini dinilai cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, namun penelitian juga mengidentifikasi sejumlah kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, ketimpangan infrastruktur teknologi, dan kesenjangan tingkat literasi digital antar kelompok sosial. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan strategi komunikasi publik sangat bergantung pada kemampuan beradaptasi dengan karakteristik dan kebutuhan audiens. Selain itu, studi ini menggarisbawahi relevansi teori Difusi Inovasi dalam memahami pola adopsi literasi digital di masyarakat. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan strategi komunikasi publik yang lebih inklusif, kolaboratif, dan adaptif dalam mendorong literasi digital di era transformasi digital yang terus berkembang.

Rino Andreas; Adimas Maditra Permana; Priyanto Priyanto

Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Tujuan artikel ini untuk mengelaborasi peningkatan literasi informasi pustakawan, guru, dan pegiat literasi melalui Bimbingan Teknis yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari melibatkan narasumber dari berbagai institusi seperti D3-Komunikasi Terapan UNS, D3-Perpustakaan UNS, UPT Perpustakaan UNS, UMUKA, dan Kominfo, serta difokuskan pada materi kebutuhan informasi, penelusuran, evaluasi, analisis, sintesis, dan diseminasi informasi, yang sejajar dengan capaian literasi sebagaimana digariskan dalam literatur pelatihan literasi informasi.  Metode yang digunakan adalah program pelatihan interaktif terpadu, terdiri dari ceramah, studi kasus, simulasi praktik, diskusi kelompok, dan tanya jawab. Tiap narasumber memberikan sesi spesifik sesuai keahlian. Evaluasi dilakukan melalui pre‑test dan post‑test, observasi partisipatif, serta refleksi individu. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi literasi informasi para peserta: rata‑rata skor post‑test naik dibanding pre‑test; peserta melaporkan peningkatan kemampuan merumuskan kebutuhan informasi, memilih sumber yang relevan, mengevaluasi kredibilitas, melakukan analisis dan sintesis, serta menyebarkan informasi secara sistematis. Selain itu, partisipasi aktif dan sangat tingginya antusiasme peserta mencerminkan keberhasilan metode interaktif. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pelatihan literasi informasi efektif meningkatkan kemampuan praktis pustakawan dan tenaga perpustakaan. Secara keseluruhan, Bimtek ini efektif meningkatkan literasi informasi secara sistematis, dan direkomendasikan sebagai model pelatihan berkelanjutan untuk penguatan layanan perpustakaan daerah.

Siti Anisyah; Ayu Puspita Indah Sari

Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The correct writing of official letters in accordance with the rules is an important element in official communication within government agencies. However, various writing errors that can disrupt understanding and negatively impact the agency's image are often encountered. This study aims to identify and analyze the writing errors that occur in official letters at the Communication and Information Office of South Sumatra Province. The method used in this research is descriptive analysis with a qualitative approach, where data collection is obtained through observation and documentation. The results of the study indicate that common writing errors include mistakes in grammar, spelling, and the use of inappropriate terms. Additionally, a lack of understanding regarding the rules of writing official letters among employees is also one of the contributing factors. It is hoped that this research can provide recommendations to improve the quality of official letter writing through training and socialization regarding proper writing rules, so that official communication in the Communication and Information Office of South Sumatra Province can be conducted more effectively and professionally. Kata Kunci: Kualitatif, Dokumentasi, Kesalahan Penulisan, Tata Bahasa

Siti Anisyah; Ayu Puspita Indah Sari

Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The correct writing of official letters in accordance with the rules is an important element in official communication within government agencies. However, various writing errors that can disrupt understanding and negatively impact the agency's image are often encountered. This study aims to identify and analyze the writing errors that occur in official letters at the Communication and Information Office of South Sumatra Province. The method used in this research is descriptive analysis with a qualitative approach, where data collection is obtained through observation and documentation. The results of the study indicate that common writing errors include mistakes in grammar, spelling, and the use of inappropriate terms. Additionally, a lack of understanding regarding the rules of writing official letters among employees is also one of the contributing factors. It is hoped that this research can provide recommendations to improve the quality of official letter writing through training and socialization regarding proper writing rules, so that official communication in the Communication and Information Office of South Sumatra Province can be conducted more effectively and professionally. Kata Kunci: Kualitatif, Dokumentasi, Kesalahan Penulisan, Tata Bahasa

Deva Vanola; Muhammad Ridwan Na’im; Wafiqah Nur Azizah; Wasis Haryono

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2024 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Tangerang City has the highest number of applications in Indonesia, with a total of 222 public service and government management applications supported by an ISO 27001:2013-certified data center. This data center is managed by the ICT Infrastructure and Cryptography Division of the Tangerang City Communication and Informatics Office. However, the process of managing data center assets and infrastructure still relies on OnlyOffice Nextcloud. This approach creates challenges in reading and processing data into meaningful information, data inconsistency, and the inability to track data changes effectively. Moreover, policymakers face difficulties in identifying devices that have reached their end of life (EOL) or are over five years old. This method limits strategic data analysis needed to support decision-making. Therefore, a digital system is required to manage data in a structured and consistent manner, track data changes, and provide relevant information for policymakers. Such a system is expected to enhance operational efficiency and support high-quality digital transformation.

Agus Bahrudin; Christine Diah Wahyuningsih

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2023 Universitas 17 Agustus 1945

The smart city action plan for the city of Denpasar Bali includes: 1) human resources 2) nfrastructure, 3) applications, and 4) smart city literacy. Meanwhile, in building a smart city there are six pillars, namely smart governance, smart society, smart living, smart economy, smart environment, and smart branding. In 2020 Denpasar City ranks 1st Smart City with Surakarta in the framework of the movement program towards 100 Smart Cities Indonesia.The 2021 Electronic-Based Government System Index is 3.19 which is in the good category and is in the Top 5 RKCI that year.  The Denpasar Bali City Communication, Information and Statistics Service (Kominfos) has taken several steps to implement e-government in realizing a smart city. Some of these steps include building an e-gov portal, increasing accessibility, using the right technology, establishing partnerships with the private sector, developing mobile applications. By implementing e-gov and developing a smart city, the Denpasar-Bali City Communication and Informatics Agency is able to improve the quality of public services, facilitate public access to information and public services, and increase the efficiency and effectiveness of the performance of the Denpasar city government.  

Yuni Kartika; Tomi Hendra

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin maju memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi. Salah satu bukti kemajuan teknologi yaitu munculnya media informasi populer seperti Instagram. kehadiran Instagram sangat membantu penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikan.tentunya hal ini di manfaatkan oleh Dinas Kominfo Dharmasraya dalam Memberikan informasi kepada masyarakat.Namun peneliti melihat adanya permasalahan yang ditemukan dilapangan yaitu pengelolaan Instagram dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat Dharmasraya. semenjak Instagram dinas kominfo dibuat pada tahun 2018, Instagram mengalami fakum/ mati suri pada tahun tersebut sampai akhir  tahun 2019,non aktif nya instagram dinas kominfo  cukup lama kemudian aktif  kembali pada awal tahun 2020 dengan dikelola oleh admin Instagram baru. Dikelola nya  Instagram oleh admin baru yang sesuai dengan bidangnya Instagram dinas kominfo mengalami kemajuan yang cukup pesat dilihat dari naiknya jumlah followers Instagram, postingan setiap hari update, tampilan postingan yang menarik, serta pengambilan gambar dan caption yang tepat dan jelas. Hal ini lah yang membuat ketertarikan tersendiri bagi peneliti untuk mengkaji bagaimana model pengelolaan yang diterapkan oleh dinas kominfo melalui instagram untuk menyebarkan informasi seputar Dharmasraya kepada masyarakat untuk mencuri perhatian masyarakat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Dharmasraya. Model penelitian yang digunakan adalah  penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dapat disimpulkan bahwa model pengelolaan yang dilakukan oleh bidang informasi dan komunikasi publik melalui Instagram @diskominfodharmasraya, ada tiga model diantaranya, model komunikasi Harold Laswell,dimana asumsi dasar teori ini Who(siapa), says what ( berkata apa ), in which channel(melalui saluran apa), to whom(kepada siapa), dan with what effect(dengan efek apa ).  model satu tahap yaitu pesan yang disampaikan melalui media, langsung ditujukan tanpa perantara dan model Komunikasi DeFleur menggambarkan proses komunikasi melalui media massa. Admin Instagram dinas kominfo serta tim pengelolaan Instagram lainnya memberikan informasi yang baik dan teliti kepada masyarakat agar mendapatkan respond citra yang positif.

Yudianto, Suwah; Sulistyo, Wiwin

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2022 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Abstrak – Kebutuhan informasi yang semakin cepat. Menjadi alasan dibangun e-government web portal ini. Metode yang digunakan dalam pembuatan Website ini adalah dengan metode Web Development Life Cycle (WDLC). (WDLC) adalah metode yang digunakan dalam membangun sebuah website. Dimana WDLC merupakan sebuah proses pengembangan sebuah website akan disampaikan kepada pengguna. Dalam pembuatannya, dilakukan proses menganalisis data dan informasi yang ada pada dinas komunikasi dan informatika agar dapat di masukan ke proses implementasi perancangan sistem dengan menggunakan metode WDLC dan diterapkan dengan Framework Laravel V7. Disimpulkan bahwa Penerapan Metode ini berhasil dan akan mempermudah pengelola Web dalam mengelola informasi responsif dan compatible. Dengan terciptanya web portal ini akan mempermudah kinerja admin dalam menyebarluaskan informasi yang secara otomatis juga akan mengurangi beban tenaga IT di Dinas Komunikasi dan informatika yang minim tenaga IT.   Kata Kunci – E-Government, WDLC, Website, Internet   Abstract – The need for information is getting faster.Be the reasonbuilt e-government webportalthis. The method used in making this website is the Web Development Life Cycle (WDLC) method. (WDLC) is a method used in building a website. Where WDLC is a process of developing a website that will be delivered to users. In its manufacture, the process of analyzing data and information available at the communication and information technology office is carried out so that it can be input into the system design implementation process using the WDLC method and applied to the Laravel V7 Framework. Conclu ded that the application of this method is successful and will make it easier for Web managers to manage responsive and compatible information.   Keywords – E-Government, WDLC, Website, Internet