Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Rayanti, Rosiana Eva; Natalia, Theresia Destin; Noya, Wilda Pascalia; Natawirarindry, Catherine; Yanto, Oliviani +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang berdampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pedesaan. Upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin menjadi strategi dalam menurunkan risiko PTM pada berbagai kelompok usia. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan guna mendeteksi faktor risiko PTM melalui pengukuran kadar asam urat, kolesterol, glukosa darah, tekanan darah, serta pengukuran antropometrik (berat badan dan tinggi badan). Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi antara kampus dan Posbindu di Desa Ngrawan, Jawa Tengah pada bulan Juli-September 2024. Pemeriksaan dilakukan terhadap tekanan darah, kadar glukosa, asam urat, kolesterol, berat, dan tinggi badan. Data dianalisis secara deskriptif untuk memetakan risiko PTM pada kelompok usia produktif dan lanjut usia. Hasil: Sebanyak 70 warga mengikuti pemeriksaan, terdiri atas 59% usia lanjut dan 41% usia produktif, dengan mayoritas perempuan (90%). Sebagian besar kadar asam urat dan glukosa normal, namun ditemukan kolesterol tinggi pada usia produktif (45%) dan lanjut usia (67%), serta hipertensi pada kedua kelompok (66% dan 59%). Kesimpulan: Kegiatan kolaboratif antara kampus dan Posbindu di Desa Ngrawan menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi serta mengungkap potensi risiko hipertensi dan kolesterol tinggi. Sinergi ini menegaskan kebutuhan penguatan kader dan keberlanjutan Posbindu dalam deteksi dini dan pencegahan PTM di pedesaan.

Mujiburrahman Mujiburrahman

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Non-Communicable Diseases (NCDs) are the leading cause of death globally. The Posbindu PTM program serves as an initiative for early detection and prevention of NCDs through community empowerment. This study aims to analyze the factors influencing the utilization of the Posbindu PTM program in the working area of Palibelo Health Center, Bima Regency. This quantitative research used a cross-sectional approach, involving 100 purposively selected respondents. Data were analyzed using the chi-square test. The results showed that education level and knowledge significantly affected the utilization of Posbindu services (p < 0.05). Respondents with higher education and better knowledge were more likely to use Posbindu services actively. However, lack of information and inadequate socialization were identified as major barriers to optimal utilization. Strengthening public health education and promotion is essential to enhance community participation in the Posbindu PTM program.

Nelly Masna Barus; Khalikul Fadli; Mutiara Hikmah

Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Penyakit tidak menular (PTM), termasuk diabetes mellitus, menjadi masalah kesehatan utama yang membutuhkan deteksi dini. Pemeriksaan kadar gula darah merupakan metode screening yang efektif untuk mendeteksi risiko diabetes. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Lapangan Pemuda Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Mei 2025. Sebanyak 102 orang yang aktif berolahraga diperiksa kadar gula darahnya menggunakan glucometer standar. Hasilnya menunjukkan 17 orang (16,7%) memiliki kadar gula darah > 200 mg/dL, mengindikasikan risiko diabetes, sementara 85 orang (83,3%) dalam batas normal. Edukasi tentang gaya hidup sehat juga diberikan. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya screening dan edukasi berkelanjutan untuk mencegah PTM.

Ainnur Rahmanti; Syurrahmi Syurrahmi; Lu’Luah Feby Purwanti

Ekspresi : Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia 2024 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Non-Communicable Diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes mellitus and heart disease are the main causes of morbidity and mortality in the elderly (elderly). The elderly need early detection and health promotion to reduce the risk of NCD complications and improve quality of life. This activity aims to increase awareness and understanding of elderly people in Barusari Village regarding the importance of early detection and control of NCDs, as well as providing health education through community-based health promotion. Implementation Method: Free Health Check: Carry out a health check to detect early signs of NCDs, such as measuring blood pressure, blood sugar levels, and checking cholesterol. Community-Based Health Promotion: Holding a health promotion campaign involving community leaders, elderly families, and health workers to create an environment that supports a healthy lifestyle for the elderly. Results: Increased public awareness about the importance of early detection and prevention of NCD complications. Elderly people who take part in health checks gain knowledge about their health conditions and are given referrals to health facilities if necessary. Conclusion: This activity was successful in increasing elderly participation in early detection and health promotion, as well as forming a community that is more concerned about controlling NCDs in the elderly group.

Rahmanti, Ainnur; Mimin Indah L

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Background The Healthy Living Community Movement (GERMAS) is a program launched by the Ministry of Health to reduce the main risks of communicable and non-communicable diseases (PTM), especially through nutritional interventions for the first 1000 days of life, improving balanced nutrition consumption patterns for the whole family, increasing regular and measurable physical activity. , improve a healthy lifestyle, improve a healthy environment and reduce cigarette and alcohol consumption. Purpose is to improve the health status of the community through early detection of non-communicable diseases (DD-PTM), especially those with diabetes mellitus. Method begins with interviews with health cadres in the Bulustalan village area, followed by early detection programs and fitness exercises. Results:. Result The health checks carried out were anthropometric measurements in the form of height, weight, abdominal circumference, blood pressure measurements and temporary blood sugar measurements. Of the 50 residents who participated in the DD-PTM implementation, as many as 24% of the residents (12 people) just found out that they had pre-diabetes mellitus, 16% (8 people) already knew that they had hypertension and diabetes mellitus, as many as 6% (3 people) ) had an abdominal circumference of more than 100 cm, 54% (27 people) were in good health. Conclusion: Early detection of non-communicable diseases is very important to prevent further complications. Keywords: 

Rahmanti, Ainnur; Novita Wulan; Atika Febri D; Indriana Safitri; Mimin Indah L +4 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan program yang dicanangkan oleh kementrian kesehatan untuk menurunkan resiko utama penyakit menular dan penyakit tidak menular (PTM) terutama melalui intervensi gizi 1000 hari pertama kehidupan, memperbaiki pola konsumsi gizi seimbang seluruh keluarga, meningkatkan aktiftas fisik teratur dan terukur, meningkatkan pola hidup sehat, meningkatkan lingkungan sehat serta mengurangi konsumsi rokok dan alkohol. Data wawancara didapatkan hasil bahwa sebagian besar masyarakat sebanyak 48 % jarang memeriksakan kesehatan sedini mungkin, warga akan pergi kepusat kesehatan terdekat jika sudah mulai muncul tanda dan gejala penyakitnya. Pelaksanaan DD- PTM dilaksanakan dalam sehari, warga dikumpulkan dalam aula Kelurahan Bulustalan, Kegiatan diawali dengan senam kebugaran secara serentak, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan yaitu pengukuran antopometri berupa tinggi badan, berat badan, lingkar perut, pengukuran tekanan  darah  dan  pengukuran  gula  darah  sewaktu.  Dari  50  orang  warga  yang mengikuti pelaksanaan DD-PTM, sebanyak 24 % warga (12 orang ) baru mengetahui bahwa mengidap pra diabetes mellitus, , sebanyak 16 % ( 8 orang) sudah mengetahui bahwa menderita hipertensi dan diabetes mellitus, sebanyak 6 % ( 3 orang) memiliki lingkar perut lebih dari 100 cm, sebanyak 54% (27 orang) dalam kondisi sehat.Warga cukup antusias terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Data yang didapat dalam kegiatan DD- PTM ini diserahkan kepada pihak Puskesmas Pandanaran sebagai rekap data status kesehatan wilayah binaan. Data yang didapat akan ditindaklanjuti dengan memotivasi warga untuk memeriksakan kesehatannya di Puskesmas Pandanaran.    

Margiyati Margiyati; Novita Wulan Sari; Andre Dwi Susilo; Hanifah Heppy Findiasari; Jihan Rifi Marwiriyanti +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Indonesia sedang mengalami transisi menuju struktur penduduk tua (ageing population)   sebagai   dampak       peningkatan   Usia   Harapan   Hidup   (UHH). Peningkatan jumlah lansia ini diikuti dengan peningkatan ragam penyakit degeneratif, seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan penyakit jantung koroner. Data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan terjadi transisi epidemiologi dari penyakit menular ke peningkatan penyakit tidak menular (PTM) sehingga kaum lansia cenderung mempunyai penyakit yang multipatologis. Kementerian Kesehatan mencatat, angka sakit pada kaum lansia terhitung cukup besar, mencapai 25,05 persen pada 2014. Permasalahan meningkatnya populasi lansia memerlukan bentuk pelayanan kesehatan tersendiri salah satunya penyelenggaraan Pos Pelayanan Terpadu Lanjut Usia (posyandu lansia). Hasil pengkajian di Posyandu Lansia Sabar Narimo terdapat sekitar 100 lansia yang terdaftar di dusun Lempuyangan, namun karena  keterbatasan  kader  pelaksanaan  posyandu  hanya  sebatas  pengukuran tekanan darah dengan metode kunjungan rumah. Mayoritas kader tidak mengetahui pelayanan posyandu dengan sistem 5 meja. Beberapa lansia mengalami stroke karena   hipertensi   kronis   yang   baru   diketahui   saat   masuk   RS.   Intervensi keperawatan yang disusun untuk mengatasi masalah defisiensi kesehatan komunitas karena tingginya angka kejadian PTM pada lansia disertai kurang optimalnya program pelayanan kesehatan melalui posyandu lansia setempat adalah dilaksanakannya revitalisasi posyandu lansia sebagai upaya pengendalian PTM berbasis pemberdayaan masyarakat. Analisis fenomena tersebut menjadi latar belakang tim pengabdian masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro bekerjasama dengan Puskesmas Bergas untuk melaksanakan kegiatan bertema, “Revitalisasi Kader Posyandu Lansia Sabar Narimo Sebagai Upaya Pengendalian PTM Pada Lansia Di Dusun Lempuyangan Desa Gebugan Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang”. Hasi kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu lansia dalam pelaksanaan pelayanan posyandu 5 meja.    

Kodir, Kodir; Margiyati Margiyati

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pola penyakit mengalami transisi epidemilogi yang awalnya didominasi oleh penyakit menular berubah menjadi penyakit tidak menular (PTM). WHO melaporkan tahun 2013 PTM merupakan penyebab utama kematian di dunia. Data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah tahun 2017 juga menyebutkan 55,76 % PTM didominasi penyakit hipertensi, peringkat ke dua diduduki Diabetes Melitus sebesar 20,57% dan sisanya PTM lainnya. Tingginya kejadian PTM ini disebabkan oleh pola hidup masyarakat yang kurang sehat, sehingga pemerintah melaksanakan tindakan pengendalian PTM dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan  paradigma  sehat  melalui  GERMAS.     GERMAS  merupakan gerakan nasional yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, dengan cara 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin. Deteksi dini PTM melalui pemeriksaan kesehatan rutin merupakan salah satu upaya pengendalian PTM yang perlu digencarkan  untuk  mencegah  timbulnya  penyakit  yang  lebih  lanjut  karena  tidak semua penyakit mempunyai gejala yang jelas dan baru diketahui setelah pemeriksaan kesehatan. Kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan dan tempat pemeriksaan kesehatan yang kurang strategis menjadikan masyarakat   enggan   memeriksakan   diri   sehingga   memicu   peningkatan   PTM. Intervensi keperawatan yang disusun untuk mengatasi masalah pemeliharaan kesehatan  tidak  efektif  di  atas  antara  lain  melalui  pelaksaaan  “Pemeriksaan Kesehatan   untuk   Deteksi   Dini   PTM   sebagai   Upaya   Mewujudkan   Program GERMAS” oleh Tim Pengabdian Masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro.