SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

49,117 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Zella Navtalia; Hisni Rahmi; Muhammad Faisal Seprizal; Diah Wully Agustine; Dimas Agung Permadi +1 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Settlement of the ground floor of stockpile is caused by ground pressure of coal pile which is bigger than stockpile floor bearing capacity leads to bury under of some coal. So it is needed to do a study of optimum capacity by stockpile floor bearing capacity. Study of stockpile optimum capacity is started by calculating Californian Bearing Ratio (CBR) of stockpile subgrade using dynamic cone penetrometer in some location on each of the stockpile compartment. CBR value of stockpile subgrade converted into bearing ratio, so the maximum tonage of stockpile can be known. By considerating of pile height, angle of repose of  low grade coal, monthly production target, and the road geometry for mechanical equipment access purpose, the optimum capacity of PT Putra Muba Coal stockpile is 198.549,95 ton, which divided into seven coal piles.    

Faizal Mahmud; Hendra Masvika; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko; Fahrudin Ahmad

Jurnal Teknik Sipil 2024 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Stabilisasi tanah merupakan suatu langkah untuk meningkatkan sifat-sifat dan kekuatan pada tanah. Salah satu metode untuk meningkatkan daya dukung tanah adalah dengan menambah atau mencampur dengan material yang memiliki nilai daya dukung yang tinggi. Penelitian akan difokuskan pada daya dukung tanah dengan menambah atau mencampur pasir kasar menggunakan pengujian Atterberg Limits dan Proctor yang diharapkan dapat meningkatkan daya dukung tanah terhadap kepadatannya. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Univesitas Semarang dengan cara membuat sampel dari hasil pemadatan standar, kemudian sampel diberikan penambahan pasir kasar dengan persentase penambahan sebesar 0%, 10%, 30%, dan 50% untuk mendapatkan nilai Atterberg Limits dan Proctor maksimum setelah dilakukan penambahan pasir kasar. Pada masing-masing pengujian didapatkan hasil bahwa pada tanah tersebut mengalami peningkatan daya dukung setelah dilakukan stabilisasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa pasir kasardapat digunakan untuk bahan stabilisasi. Pada masing-masing pengujian didapatkan hasil bahwa proses stabilisasi tanah optimum berada pada campuran 50%, hal ini terjadi karena sifat dari pasir kasar yang befungsi sebagai bahan pengisi tetapi tidak memiliki sifat mengikat, sehingga ketika volume pasir kasar telah memenuhi rongga-rongga tanah dan memiliki sisa, maka sisa pasir kasar tersebut akan menumpuk dan memadat bersama tanah sehingga lebih menstabilkan ikatan tanah yang telah terbentuk.

Mindiastiwi, Tigo; Mustofa, Muhammad Afifassauqi

Jurnal Teknik Sipil 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Daya dukung tanah merupakan kemampuan tanah dalam menahan tekanan atau beban dari struktur atas bangunan dengan aman tanpa menimbulkan kegalalan ataupun penurunan. Beberapa metode digunakan untuk menganalisis daya dukung tanah, diantaranya yaitu dengan metode Terzaghi, Mayerhoff, Hasen, Vesic, Oshaki dan menggunakan software dengan parameter dan hasil yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan daya dukung tanah pondasi dangkal menggunakan metode Terzaghi, Mayerhoff dan software Plaxis 2D. Data sekunder yang digunakan berupa gambar perencanaan dan data tanah hasil uji labolatorium. Berdasarkan analisis menggunakan metode Terzaghi, Mayerhoff dan Software Plaxis 2D diperoleh nilai daya dukung tanah ijin (Qall) secara berurutan sebesar 20,322, 25,612 dan 16,827 t/m2. Berdasarkan hasil daya dukung tanah pondasi dangkal pada metode analitis dan software plaxsis 2D didapatkan bahwa perhitungan daya dukung tanah ijin (Qall) pondasi dangkal metode Meyerhoff lebih besar dari perhitungan metode Terzaghi dan Sofware Plaxis 2D.

Siswanto, Agus Bambang; Usman Wijaya; Widawati , Enny

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal merupakan jalan arteri primer yang terletak di koridor Pantai Utara Jawa (Pantura) Jawa Tengah yang melintasi Kabupaten Brebes (12,385 km) dan Kota Tegal (4,715 km), jalan ini dibangun dengan tujuan untuk memecah kepadatan lalu lintas yang terjadi di Pusat Kota Brebes dan Kota Tegal. Pada tahun 2010, pembangunan Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal mulai dilaksanakan. Namun pada tahun 2013 kegiatan pembangunan untuk sementara berhenti karena adanya beberapa permasalahan, salah satunya adalah kondisi tanah pada sebagian lokasi pembangunan berupa rawa-rawa dan tambak sehingga daya dukung tanah rendah yang mempengaruhi konsstruksi jalan diatasnya. Kondisi ini dimulai dari STA. 8+800 sampai dengan STA.17+377 dari arah Brebes ke arah Tegal. Oleh karena itu, pada desember 2019 proyek dilanjutkan kembali dengan perubahan design adanya perbaikan tanah dasar agar dapat menahan beban konstruksi jalan dan lalu lintas yang melintas. Perbaikan tanah yang dilakukan dengan menggunakan geotekstil, PVD dan PHD dalam proses pekerjaan timbunan tanah pilihan sehingga mampu meningkatkan  nilai CBR pada subgrade menjadi lebih baik (CBR lebih tinggi). Selain itu dalam pekerjaan konstruksi jembatan perlu menggunakan pile slab untuk mencegah kegagalan timbunan yang tinggi.