SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

18,135 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Antonius Bere; Clotilde Seran

Jurnal Media Administrasi 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

This paper aims to explore the charismatic leadership model of Abdurrahman Wahid (Gus Dur) from the perspective of Pancasila Education, with an emphasis on the internalization of human values, tolerance, and democracy embedded in the national and cultural praxis. Using a approach based on literature study, this article shows how Gus Dur became a transformative leader who consistently realized the second, third, and fourth principles of Pancasila. His leadership not only defended the nation's plurality but also created interreligious dialogue spaces and protected minority groups as concrete manifestations of humanity and tolerance values. Furthermore, the deliberative democracy he pioneered remains a significant legacy for political education and national character development.

Bella Ayu Anzalia; Deo Agung Haganta Barus; Limra GM Nababan; Nur Hidayah Hasibuan; Julia Ivanna

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2023 Universitas 17 Agustus 1945

This research is to understand the concept of power in political and democratic theory. This research uses the method, In political theory, the concept of power refers to the ability of a person or group to influence the actions, decisions and behavior of other people. This concept is important in understanding how power is used and distributed in a political system. In political theory, power is understood as the ability to influence the actions and decisions of others, with various approaches, including as a resource or as a social relationship.

Karmanis Karmanis

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Indonesia sebagai negara demokrasi sudah menggunakan metode E-Voting sebagai sarana demokrasi,  walaupun  baru  diterapkan  di  tingkat  pemilihan  kepala  dusun  dan  kepala  desa. Sistem pemungutan suara elektronik (e-voting) harus diseriusi dan menjamin transparansi, kepastian, keamanan akuntabilitas, dan akurasi. Selain kesiapan teknologi, tentunya harus didukung dengan kesiapan masyarakat dalam melaksanakan sistem e-voting ini ke depannya. Ketidaksiapan  dan  kurangnya  sosialisasi  pemerintah  terhadap  e-voting  juga  dapat  menjadi faktor pemicu kegagalan dalam penerapan sistem ini. Sejak pandemi Covid-19 yang menyebar diseluruh  dunia,  melumpuhkan  kegiatan  manusia  khusus  di  Indonesia.  Pemilihan  Kepala Daerah  di  Indonesia  yang  diselenggarakan  pada  9  Desember  2020  mengalami  polemik physical  distancing  ditengah pandemi Covid-19.  Penerapan sistem E-Voting telah dilakukan oleh beberapa negara misalkan di Brajil, India, Swiss dan Australia mendapatkan respon positif dalam masyarakat, namun juga terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya. Metode penelitian diskriptif kwalitatif  dengan pendekatan perbandingan data sekunder. Hasil penelitian ini, sistem E-Voting dalam Pemilihan Umum dapat meningkatkan nilai demokrasi khusus peningkatan partisipasi masyarakat dan memberikan keefektivan serta keefesienan dalam proses pemilihan berlangsung.  Namun,  penerapan  sistem  E-Voting  masih  terkendala  dengan  adanya  hacker yang bisa membobol sistem serta kesiapan pemerintah dalam penggunaan E-Voting.

Admojo, Wisnu Sri; Trisiana, Anita; Susilo, Sony Hermawan

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Kematangan mahasiswa dan sarjana di Surabaya kurang tinggi. Beberapa siswa tidak dapat dan tidak dapat menerima perbedaan politik atau mengekspresikan kemauan politik mereka dengan baik. Mereka terkadang mengkomunikasikan niat politik mereka dengan mengambil tindakan anarkis. Pada saat yang sama, hal ini akan membahayakan persatuan negara kita, karena pelajar adalah bagian dari masa depan negara kita. Mengenai situasi ini, perlu dilakukan pembinaan terhadap mahasiswa yang memiliki kematangan politik yang memadai. Masalah pendidikan demokrasi dalam pendidikan kewarganegaraan merupakan solusi yang memungkinkan peserta didik untuk melakukan tindakan politik yang santun. Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pembangunan di segala bidang kehidupan bangsa, baik di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, politik dan demokrasi, hal ini benar adanya, karena semua warga negara berada di bidang hukum. Punya posisi yang sama pemerintah. Penerapan nilai-nilai demokrasi dapat membantu siswa memperoleh kedewasaan politik dan demokrasi. Oleh karena itu demokrasi merupakan informasi terpenting dalam negara dan kehidupan bernegara, serta merupakan upaya untuk menjaga keadilan.

Karmanis Karmanis

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Indonesia sebagai negara demokrasi sudah menggunakan metode E-Voting sebagai sarana demokrasi,  walaupun  baru  diterapkan  di  tingkat  pemilihan  kepala  dusun  dan  kepala  desa. Sistem pemungutan suara elektronik (e-voting) harus diseriusi dan menjamin transparansi, kepastian, keamanan akuntabilitas, dan akurasi. Selain kesiapan teknologi, tentunya harus didukung dengan kesiapan masyarakat dalam melaksanakan sistem e-voting ini ke depannya. Ketidaksiapan  dan  kurangnya  sosialisasi  pemerintah  terhadap  e-voting  juga  dapat  menjadi faktor pemicu kegagalan dalam penerapan sistem ini. Sejak pandemi Covid-19 yang menyebar diseluruh  dunia,  melumpuhkan  kegiatan  manusia  khusus  di  Indonesia.  Pemilihan  Kepala Daerah  di  Indonesia  yang  diselenggarakan  pada  9  Desember  2020  mengalami  polemik physical  distancing  ditengah pandemi Covid-19.  Penerapan sistem E-Voting telah dilakukan oleh beberapa negara misalkan di Brajil, India, Swiss dan Australia mendapatkan respon positif dalam masyarakat, namun juga terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya. Metode penelitian diskriptif kwalitatif  dengan pendekatan perbandingan data sekunder. Hasil penelitian ini, sistem E-Voting dalam Pemilihan Umum dapat meningkatkan nilai demokrasi khusus peningkatan partisipasi masyarakat dan memberikan keefektivan serta keefesienan dalam proses pemilihan berlangsung.  Namun,  penerapan  sistem  E-Voting  masih  terkendala  dengan  adanya  hacker yang bisa membobol sistem serta kesiapan pemerintah dalam penggunaan E-Voting.

Anita trisiana, Indah Nuri Lestari, Fadila Damayanti &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara politik danmahasiswa pada era moderenisasi terhadap ideologi politik, di era ini gerakanmahasiswa terhadap politik bisa dikatakan terbatas atau kurang, karena hal tersebut bisadilihat dari keikutsertaaan para mahasiswa dalam pemilu dan demokrasi lainnya. Selainitu, kurangnya pemahaman terhadap pentingnya politik dan anggapan dari setiapindividu terhadap politik bahwa politik tidak akan merubah kehidupannya.Padahalpartisipasi mahasiswa juga dibutuhkan apalagi sebagai penerus bangsa yang harusmempertahankan dan menjunjung tinggi ideologi negara. Metode yang digunakanadalah metode Deskriptif. Di dalam negara kita salah satu istilah yang palingkontroversial dalam setiap perkembangan pemikiran adalah ideologi politik. Dalammasyarakat luas bahkan sampai berbagai negara. Moderenisasi merupakan hasilkomersialisasi dan indusrialisasi, namun proses ini berlangsung melalui dukunganbirokrasi (politik). Dengan demikian variabel politik bisa dikatakan lebih penting dibandingkan ekonomi, seperti halnya di indonesia saat ini yang sedang marak kasuspolitik dari pada ekonomi masyarakat indonesia. Jika dibandingkan dengan negara lainyang sibuk memikirkan kemajuan dan kemakmuran ekonomi negaranya. Maka dari ituperlu diadakan sosialisasi politik terhadap seluruh mahasiswa tentang pentingnyapolitik dalam suatu negara.Kata kunci : Ideologi politik, Era modernisasi, Mahasiswa.