SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

37,136 articles from 395 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-9 of 9

Analytics

Nusantara, Ana Fitria; Achmad Kusyairi

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Diabetes mellitus adalah penyakit gangguan metabolisme yang disebabkan oleh defisiensi sekresi insulin, kerusakan sel Beta pankreas, atau resistensi insulin sebagai akibat insulin yang tidak digunakan. DM secara progresif menyebabkan terjadinya komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler, dan neuropatik kronis yang mengancam jiwa. Selain berdampak pada masalah kesehatan, DM juga memiliki konsekuensi ekonomi yang besar. Biaya pengobatan meningkat khususnya apabila terjadi komplikasi jangka panjang dan pilihan pengobatan modern. Perubahan gaya hidup dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup sehingga penderita tidak mengalami komplikasi. Modifikasi gaya hidup dilakukan dengan mengurangi asupan energi, meningkatkan aktivitas fisik sebagai terapi utama untuk pasien DM yang obesitas. Penurunan berat badan dikombinasikan dengan peningkatan aktivitas dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol glikemik serta mencegah perkembangan DM tipe 2 terhadap risiko tinggi gangguan toleransi glukosa. Target pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan, dan kemampuan penderita diabetes mellitus tipe 2 dalam melakukan modifikasi gaya hidup guna mencegah komplikasi diabetes. Kegiatan  ini dilakukan di layanan kesehatan praktik mandiri bidan (LKPMB) dengan melibatkan mitra dari lahan yaitu bidan dan tim kesehatan terkait dalam bentuk pemberian edukasi dan pelatihan keterampilan mengenai cara melakukan menejemen gaya hidup. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman peserta menjadi lebih baik tentang modifikasi gaya hidup dan memiliki motivasi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Setiawati, Estriana Murni; Kirana, Lakshita Nindya

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Prevelensi penderita DM sebanyak 10.3 juta jiwa dari 90% total tersebut merupakan diabates tipe 2. Kadar glukosa tidak terkendali memicu komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Kunci keberhasilan pengendalian diabates melitus adalah self-management, agar mencapai perilaku self -management yang baik dukungan keluarga sangat berperan penting pada manajemen penatalaksanaan DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga dengan self-management pada Pasien Diabetes melitus Tipe 2 di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 93 penderita DM tipe 2. Analisis data menggunakan uji statistik Kendal Tau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga dengan kategori sedang yaitu 57 orang (61.3%). Self mnagement dengan  kategori sedang sebanyak 62 orang (66.7%). Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan self-management p= 0,000 (nilai p<0,05). Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan self-management pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan manajemen mandiri diabetes melitus. Oleh karena itu, melibatkan keluarga dalam setiap aspek penatalaksanaan dan perawatan diabetes melitus sangat penting untuk meningkatkan hasil pengobatan dan memastikan kepatuhan jangka panjang terhadap rencana terapi.

Erni Wally

Jurnal ilmu Kesehatan Umum 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Prolanis merupakan program pengelolaan penyakit kronis seperti hipertensi dan DM tipe 2 untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya kesehatan yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien peserta program prolanis di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Kota Makassar. Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan kajian potong lintang (cross sectional study). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah peserta Hipertensi dan Diabetes Mellitus yang mengikuti kegiatan Prolanis di wilayah kerja RSUD Haji Kota Makassar dengan sampel sebanyak 106 peserta. Teknik penentuan sampelnya adalah dengan menggunakan metode accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah chi square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keterjangkauan (p=0,000), keamanan (p=0,008), informasi (p=0,018), ketepatan waktu (p=0,002) berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Sedangkan kenyamanan (p=0,089) tidak berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Hasil uji regresi logistik berganda secara bersamaan diperoleh bahwa keterjangkauan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien peserta prolanis di RSUD haji Kota Makassar. Kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah Haji Kota Makassar agar membenahi dan mengevaluasi hal apa saja yang menjadi keluhan pasien terutama dalam kenyaman pasien yang menggunakan fasilitas kesehatan di RSUD Haji Kota Makassar.

Yurega Tri Adista Prahardini; Sasmiyanto Sasmiyanto; Ginanjar Sasmito Adi

Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan 2024 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Diabetic neuropathy is a complication of type 2 diabetes mellitus which is caused by lesions or nerve dysfunction in the lower extremities due to chronic hyperglycemia through peripheral and central mechanisms which can cause symptoms of tingling, numbness, numbness, pain, burning sensation, etc. sleep, thus affecting the sleep quality of people with type 2 diabetes mellitus. This aim is to analyze the relationship between diabetic neuropathy and sleep quality in people with type 2 diabetes mellitus at the Baladhika Husada Hospital, Jember. This research uses a correlation research design with a Cross-Sectional Study approach with a sample size of 43 respondents taken using the Pusposive Sampling technique. The statistical test results for diabetic neuropathy with sleep quality using the Spearman Rho test showed that the p value was 0.002 and r = 0.456, which means that diabetic neuropathy has a sufficient relationship with sleep quality. There is a negative relationship between diabetic neuropathy and the sleep quality of type 2 diabetes mellitus patients, so it can be said that increasing the severity of diabetic neuropathy will also affect the sleep quality of sufferers. The results of this research can be used as a guide for sufferers of type 2 diabetes mellitus with diabetic neuropathy to increase self-awareness in paying attention to lifestyle, maintaining diet, and routinely controlling medication in health services, in order to reduce the symptoms of diabetic neuropathy so as to improve the quality of sleep of sufferers.

Mareta Herdiyani; Erna Safariyah; Arfatul Makiyah

Jurnal ilmu Kesehatan Umum 2024 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Diabetes Mellitus is a chronic, progressive disease characterized by the body's inability to metabolize carbohydrates, fats and proteins, leading to hyperglycemia. DM can be associated with serious complications such as kidney damage, eye problems, cardiovascular disease, nerve damage and skin and foot problems, so DM sufferers need to take precautions to avoid complications. Foot exercise is a type of foot exercise performed by diabetics which can increase peripheral perfusion and thus prevent worsening of diabetic neuropathy. Foot exercise can also reduce the risk and progression of peripheral neuropathy because it can improve blood flow to the periphery, increase muscle strength and improve motor function. Objective: to determine the effect of foot exercise on motor neuropathy in type 2 DM patients. Method: The design in this study used a quasi-experimental approach using a one group pretest posttest design. The sample for this research was 18 respondents. Data analysis used the paired sample t-test. Results: based on the results of statistical tests using the Paired Samples t Test, the resulting P value is 0.000 < 0.05, where it can be concluded that there is an influence of foot exercise on Motor Neuropathy in type 2 DM patients. Conclusion: It can be concluded that there is an influence of foot exercise on Motor Neuropathy in type 2 DM patients in the working area of Benteng Sukabumi City Health Center.

Rizkan H. Djafar; Sarwan Sarwan

Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Foot sensitivity is very important for people with Diabetes Mellitus because of the risk causing trauma, because there is a decrease in sensitivity, the feet of people with diabetes mellitus often do not feel stimulation, and wounds often occur so that they can make the wound bigger and smelly or diabetic ulcers occur and make sufferers experience a decrease in self-confidence.The purpose of this research is to know the effects of diabetic foot exercise on foot sensitivity of patients for Diabetes mellitus Type 2 at Talawaan Health Centre. This research is quantitative study through using experimental research. Involving the sample of 15 respondents and  used the sampling technique with total sampling. Collecting and processing using the Wilcoxon test with P Value of 0.001 with value (? = 0.05). The result of this study indicates that Ha is accepted, and Ho is rejected. The conclusion of study that can be drawn is that there is an effect that foot exercise therapy on has patients with Diabetes Mellitus Type 2 in the Talawaan Health Centre.

Mamay Mamay; Lia Mar’atiningsih; Aceng Ali Awaludin; Regawati Rizkina

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Diabetes mellitus yang tidak dikontrol dengan baik akan menghasilkan berbagai komplikasi penyakit salah satunya yaitu dislipidemia. Dislipidemia adalah suatu kelainan metabolisme pada lipid yang ditandai dengan tingginya kolesterol total dan trigliserida. Jika tubuh kelebihan kadar trigliserida akan mengakibatkan resistensi insulin sehingga metabolisme gula darah akan terganggu. Pada penelitian ini bertujuan untukk mengetahui korelasi kadar trigliserida dan GDP pada Penderita DM tipe 2 di RSUD dr Slamet Garut. Sampel dalam penelitian ini adalah 28 orang penderita DM tipe 2 telah berpuasa 8-12 jam. Pemeriksaan glukosa darah puasa dengan metode GOD – PAP dan trigliserida dengan metode GPO -PAP. Dari hasil penelitian terdapat 5 orang (17,9%) responden mempunyai kadar GDP normal dan 23 (82,%) responden mempunyai kadar GDP tinggi dan 11 (39,3%) responden mempunyai kadar trigliserida normal dan 17 responden (60,7) mempunyai kadar trigliserida tinggi. GDP dan Trigliserida menunjukan pola positif, artinya semakin tinggi GDP, maka kadar trigliserida pada penderita DM tipe 2 semakin tinggi. Hubungan tersebut sedang dengan Pearson’s correlation sebesar 0.427. Hasil statistic menunjukan p=0.024 yang berarti p<0.05 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara kadar GDP dan trigliserida pada pasien DM tipe 2 di RSUD dr Slamet

Sintya Mokodongan; Nelfa F. Takahepis; Sarwan Sarwan

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Diabetes Mellitus is known as a silent killer disease because it is often not known by the sufferer and when it is known that complications have occurred to the eye (Diabetic Retinopathy), heart (diabetic chediomyopathy), repeated infections can occur, ulcers that do not heal and even amputation of fingers/toes. The design of this research is descriptive analytical with a cross sectional approach. The sample in this study were 30 people using accidental sampling. Data was collected by distributing questionnaires. Furthermore, the data were collected and tested using the chi-square test with a significance level of Asymp.ig.(p-value) = 0.000, where the p-value is smaller than the value of = 0.05. The results of the study where there was good family support with good management of 4 pillars as many as 17 respondents and good family support with poor management of 4 pillars as many as 1 respondent. While for poor family support with good management as many as 1 respondent and poor family support with poor management of 4 pillars as many as 11 respondents. The conclusion in this study is that there is a description of family support for type 2 DM patients in carrying out the 4 pillars of managing DM in the poly room at Bhayangkara Hospital, Manado

Utami Cahyaningtyas; Rini Werdiningsih

Jurnal Media Administrasi 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis faktor lama penyembuhan kaki diabetes/ulkus diabetikum pada pasien DM Tipe 2. Ulkus kaki sebagai komplikasi dari diabetes melitus tipe 2 memberikan prevalensi pasien ulkus kaki diabetik (UKD) berkisar 41% dari populasi umumnya, dengan prevalensi yang lebih tinggi pada manula. Sekitar 14-24% pasien UKD memerlukan amputasi dengan rekurensi 50% setelah tiga tahun. Sekitar 15% pasien diabetes mengalami tukak kaki dan 15-20% dari ini memerlukan amputasi. Amputasi kaki diabetik cenderung terjadi seiring dengan kenaikan tingkat kematian atau morbiditas dari waktu ke waktu. Untuk mengurangi tingkat amputasi pada pasien diabetes melitus tipe 2, perlu adanya penyembuhan dengan mengetahui faktor yang mempengaruhi lama penyembuhan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dari beberapa buku dan jurnal. Didapatkan hasil bahwa penggunanaan antibiotik, faktor kebersihan ulkus kaki, faktor tingkat keparahan infeksi saat datang, dan faktor kondisi imunitas dan gizi pasien mempengaruhi lama penyembuhan pada pasien DM Tipe 2.