SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

18,135 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-16 of 16

Analytics

Putri Amelia; Yanto Haryanto; Bhakti Aryani; Fitria Dewi Rahmawati

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health problem in Indonesia, particularly in densely populated areas. Control efforts require accurate data and spatial analysis to understand disease distribution patterns. Geographic Information System (GIS) is an effective tool for visualizing case distribution and supporting surveillance and planning of control programs at the primary healthcare level. This study aims to describe the spatial distribution of Dengue cases based on medical record data and produce a geographic distribution map to support Dengue control efforts at the Puskesmas level. This study used a quantitative descriptive design with secondary data from medical records at Karangsari Health Center. The sample consisted of 255 DHF patients in 2025, selected using a total sampling technique. Data were processed through editing, geocoding patient addresses, and spatial analysis using QGIS software.The results showed 255 Dengue  cases in 2025 with fluctuating monthly trends, peaking in April and lowest in December. Case distribution was uneven and tended to cluster. High-risk areas accounted for 15.7%–21.2%, moderate-risk areas 9.8%–15.7%, and low-risk areas 7.1%–9.8%. Megu Cilik Village had the highest proportion of cases, while other villages were categorized as moderate and low risk. This pattern indicates that Dengue incidence is influenced by environmental conditions, vector density, host factors, rainfall, and Aedes aegypti presence. GIS provides clearer spatial visualization, helping identify high-risk areas and supporting targeted public health interventions.

Roni, Yunisman; Ari Rahmat Aziz; Masrina Munawarah Tampubolon; Nurhanifa Rizky Tampubolon; Niken Yuniar Sari +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Lahan basah merupakan ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati, namun juga menjadi habitat yang ideal bagi berbagai vektor penyakit, terutama nyamuk. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Masyarakat Kelurahan Pebatuan sepakat bahwa jumlah nyamuk di daerah kelolaan sangat mengganggu dan kondisi got yang sangat kotor perlu ditangani. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menghindari gigitan nyamuk dan penyakit DBD Metode: Penyuluhan dan demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami yakni kulit jeruk nipis, serai, cengkeh, dan campuran minyak zaitun. Hasil: Meningkatnya pengetahuan warga mengenai DBD perihal pemanfaatan spray anti nyamuk berbahan alami dengan adanya peningkatan sebesar 31,4 poin. Dan warga aktif melakukan pencegahan DBD dengan membersihkan lingkungan sekitar, penyuluhan yang dilakukan memperoleh respon positif dari masyarakat Kesimpulan: Pada kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD melalui pemanfaatan spray anti nyamuk berbahan alami serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya berkelanjutan dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit

Maulina, Dina

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk betina spesies aedes aegypti yang membawa virus dengue. Anak usia sekolah rentan terhadap penularan DBD sehingga sangat penting diberikan edukasi tentang penyakit ini. Metode edukasi yang tepat untuk anak usia sekolah salah satunya yaitu dengan permainan edukatif seperti permainan ular tangga. Metode permainan ini bisa memudahkan anak sekolah untuk menambahkan pengetahuan tentang penyakit DBD pada anak sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi permainan ular tangga tentang penyakit DBD terhadap tingkat pengetahuan pada anak sekolah. Jenis penelitian ini yaitu pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi adalah seluruh siswa-siswi sebanyak 193 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling yang ditetapkan berdasarkan rumus Slovin sehingga jumlah sampel sebanyak 66 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji wilcoxon sampel t-test. Hasil penelitian pengaruh sebelum dan sesudah pemberian edukasi permainan ular tangga tentang penyakit DBD didapatkan p-value 0,000 (< 0.05). Kesimpulan penelitian ada pengaruh sebelum dan sesudah pemberian edukasi permainan ular tangga tentang penyakit DBD pada anak sekolah.

Marva Razita Ramelan

Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain 2025 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

In early 2024, deaths from Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) increased again in Indonesia, with the number of cases higher than the previous year. This condition raises concerns because DHF remains a serious public health problem. The World Health Organization (WHO) emphasized that the key to reducing mortality lies not only in early detection but also in public access to fast, effective, and equitable health services. This statement aligns with the second point in the document "National Dengue Control Strategy 2021–2025" issued by the Ministry of Health, in which the government is committed to strengthening health security. In efforts to ensure this strengthening, public participation plays a crucial role, particularly through the public oversight function channeled through the media. The media acts as a bridge of information and a tool of social control over government performance, including in monitoring the provision of health services by BPJS Kesehatan. This study aims to analyze how news about health security reaches the public, using Brand24 media monitoring as an analytical tool. The research method used was descriptive qualitative, focusing on mapping issues, sentiments, and narratives developing in the digital space. The analysis showed that news containing the keyword "BPJS Kesehatan" was dominated by positive news, with several minor topics discussing aspects of public service. This finding indicates a media tendency to project a positive image of the institution, although further study is needed regarding media bias in the context of health security reporting in Indonesia. Future research is expected to explore the relationship between media framing, public interest, and the effectiveness of national health programs.  

Yulian Sari

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Gangguan Psikotik Akut merupakan timbulnya gangguan psikotik secara tiba-tiba yang berlangsung kurang dari satu bulan yang ditandai dengan munculnya satu atau lebih dari gejala psikotik yaitu delusi,halusinasi,berbicara tidak teratur serta prilaku yang sangat tidak tertatur atau prilaku katatonik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian Gangguan Psikotik Akut di Rumah Sakit Jiwa dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah keluarga dengan orang gangguan psikotik akut dan orang dengan ganggua psikotik yang terdaftar berkunjung di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 78 orang. Analisa data menggunakan uji chisquare dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menyimpulkan faktor-faktor yang berhubungan dengan ganguan psiktoik akut adalah dukungan keluarga (p=0,000), pengalaman traumatis (p=0,001), penyalahgunaan napza (p=0,000 dan POR=323.000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa dukungan keluarga, pengalaman traumatis dan penyalahgunaan napza memiliki hubungan kejadian Gangguan Psikotik Akut di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2024. Saran dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan edukasi kepada keluarga untuk orang dengan gangguan jiwa agar dapat mengelola stress dengan baik serta menjauhkan obat-obatan terlarang. Meningkatkan literasi serta referensi pembelajaran dengan media edukasi lainnya mengenai gangguan jiwa terutama terkait pada gangguan psikotik akut.

Clara Dwi Jayantika; Mutia Ariska; Merita Auli

Ekspresi : Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia 2025 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Dengue fever, malaria, and other mosquito-borne diseases remain significant health problems and challenges in various regions, especially in rural areas. Dengue fever (DBD) is caused by the dengue virus types 1-4, which are transmitted through the bites of Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. The majority of the residents of Karya Mukti Village work as rubber tappers. They usually start their activities early in the morning or even before dawn. However, mosquitoes are most active in the morning and late afternoon, making the local community highly vulnerable to mosquito bites. To address this issue, the people of Karya Mukti Village still widely use mosquito repellents available on the market, which contain harmful chemicals that pose risks to both health and the environment if used over the long term. Therefore, this community service initiative aims to conduct outreach and hands-on training on the use of citronella (Cymbopogon nardus) as a natural mosquito repellent alternative. This program is carried out using a socialization and product-making approach through participatory engagement, where Dasawisma (women's community groups) are encouraged to identify their needs and challenges, as well as appropriate solutions to address them. By involving Dasawisma members in the learning and production process of natural mosquito repellents, it is hoped that they will gain better knowledge and skills in making natural mosquito repellents.

Ari Andrean; Ketut Suryani; Maria Tarisia Rini

Jurnal ilmu Kesehatan Umum 2024 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

The process of installing an IV will cause pain which can disturb the child. Pain is an unpleasant event in individuals that can cause sufferers to feel sick. Apart from that, there will be changes in vital signs such as increased pulse rate, blood pressure and breathing, so it will be an unpleasant experience for the child. Pain from installing IV fluids in children can be minimized with non-pharmacological measures which aim to manage pain, namely with relaxation therapy, playing blowing propellers. To determine the effectiveness of blowing propeller play therapy on reducing pain in children when installing an IV. This research uses a descriptive case study with a nursing process approach with a case study design of 3 respondents, with a paper propeller game and the Wong Baker pain scale. The data collection process was carried out on respondents by blowing a propeller for 5 minutes on each respondent. The research results showed that play therapy blowing propellers was effective in reducing the intensity of pain in children after installing an IV as proven in An. B from scale 7 to scale 4, An. Z from scale 8 to scale 6, and An. R from scale 7 to scale 5. The results of the research are that it is hoped that propeller blowing therapy can reduce the intensity of pain in children after infusion.

Fajrina Hidayati; Andree Aulia Rahmat; Adila Solida; Evy Wisudariani; Fitria Eka Putri

International Journal of Health and Social Behavior 2024 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease that is influenced by the environment and people's behavior. In Jambi City, Dengue Fever is still a public health problem. This research aims to distribute dengue hemorrhagic fever (DBD) incidence in Jambi City. This research uses Global Moran's analysis and Local Indicator of Spatial Association (LISA) to determine the Hot Spot and Cold Spot areas for dengue cases in Jambi City in 2018 -2022 with a sub-district analysis unit of 62 sub-districts. During 5 years of observation, the results showed that the distribution pattern of dengue fever cases was in the form of a clustered pattern (I>E[I]) in 2018-2022. The research results on the distribution of dengue fever cases from 2018-2022 showed that the lowest cases were in 2021, namely 132 cases, while the highest cases were in 2019, 698 cases. The results of this study are expected to provide an overview of the distribution of dengue fever incidence in Jambi City in 2018 - 2022 so that it becomes a recommendation material for the Jambi City Health Office or the Jambi City Government in an overview of environmental factors related to dengue fever incidence in Jambi City to prevent various diseases due to poor environmental sanitation in Jambi City. Knowing the distribution pattern of dengue fever can determine regional priorities in implementing dengue fever prevention and control intervention programs in Jambi City.

Zulham Aliwardana Ritonga; Tri Niswati Utami; Asriwati Asriwati

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2024 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Dengue Fever (DBD) is an infectious disease caused by dengue virus of the genus Flavivirus, family Flaviviridae which can be transmitted through the bite of Aedesaegypti mosquitoes infected with dengue virus to humans. The purpose of the study was to determine the factors that influence the prevention of dengue fever in the Working Area of Puskesmas Aekkota Batu, North Labuhanbatu Regency. The research design used quantitative methods carried out analytical surveys with a Cross Sectional Study approach. The population in this study were all people in the Aekkota Batu Health Center Working Area consisting of 9 villages, namely 19,271 family heads. The sample used a Stratified Random Sampling system of 99 family heads. Data analysis used univariate, bivariate and multivariate analysis with logistic regressionThe results showed that there was an influence of knowledge, attitudes, the role of health workers, water reservoirs and the presence of garbage on the prevention of dengue fever in the Working Area of Puskesmas Aekkota Batu, North Labuhanbatu Regency. While the most dominant factor is knowledge p = 0.000 < 0.025 and 95% CI = 7,270-385,013 with OR = 52,907. This means that knowledge has 52 times the risk compared to other variables.The conclusion of this study is that knowledge, attitudes, the role of health workers, water reservoirs and the presence of garbage affect the prevention of dengue fever in the Aekkota Batu Health Center Working Area, North Labuhanbatu Regency. It is recommended to the Puskesmas Aekkota Batu to conduct routine flick checks every 3 months, carry out fogging and increase health promotion to the community on how to prevent DBD by implementing 3M plus in order to reduce the incidence of DBD.

Lastini Asmar; Yulis Marita; Eka Joni Yansyah

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Background: World Health Organization (WHO) stated that the number of reported cases of dengue fever has increased more than 8-fold over the last 4 years, from 505,000 cases increasing to 4.2 million in 2022. The number of reported deaths has also increased from 403 to 960. Not only is the number of cases increasing as the disease spread to new regions including Asia, but explosive outbreaks also occurred. The threat of a possible dengue fever outbreak now exists in Asia.Objective: Know the factors related to preventive measures for dengue fever dengue (DBD) in Pulau Panggang Village, Tanjung Agung Community Health Center, Muara Enim Regency in 2023 Method: This research has an analytical approach cross sectional use chi square. This research sample uses probability sampling totaling 91 respondents. This research uses univariate and bivariate analysis. Results: The results of bivariate analysis showed a significant relationship between knowledge and prevention of dengue fever range  p-value 0.003, there is a significant relationship between attitude and prevention of dengue fever range p-value 0.002, there is a significant relationship between education and the prevention of dengue fever range p-value 0.003, there is a significant relationship between knowledge and prevention of dengue fever range p-value 0,004. Conclusion: There is a significant relationship between knowledge, attitudes, education and family support and the prevention of dengue fever.

Kumala Puluhulawa; Nuraina Sari; Dewi Puspitasari; Dyah Lestari

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Data Nasional Kasus Demam Berdarah Dengue di Indonesia pada tahun 2019 berjumlah 110.921 kasus dengan incedence rate DBD tertinggi di Jawa dan Bali sebesar 61.071 kasus, Pulau Sumatera sebesar 21.896 kasus, Jawa Barat sebesar 19.240 kasus, Jawa Timur sebesar 16.699 kasus. Kemudian untuk Incendence Rate terendah yaitu Jawa Tengah sebesar 8.501, Jakarta 8.408, Sumatera Utara sebesar 5.721, dan Lampung sebesar 5.369 kasus. Pada tahun 2020 total kasus DBD yaitu sebesar 95.893 kasus. Kasus DBD terbesar di 472 Kabupaten di 34 Provinsi terdapat 51 penambahan kasus DBD dan 1 kasus kematian sebanyak 73.35 persen atau 377 Kabupaten telah mencapai Incedence Rate kurang dari 49 per 100.000 penduduk. Kemenkes melaporkan terdapat 5 Kabupaten dengan kasus DBD tertinggi Buleleng sebesar 3.313 kasus, Bandung sebesar 2.547 kasus, Kota Bandung sebesar 2.363 kasus, Sikka sebesar 1.786 kasus, dan Gianyar sebesar 1.717 kasus

Mohamad Nuralfitriansyah Amu; Haslinda Damansyah; Andi Akifa Sudirman

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Demam Berdarah Dengue atau sering disingkat sebagai DBD yang dalam bahasa medisnya lebih dikenal dengan istilah Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti, yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 79 responden dan sampel pada penelitian ini berjumlah 79 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru Kabupaten Gorontalo sebanyak 58 responden (73,4%) dengan tingkat pengetahuan kurang dan sebanyak 21 responden (26,6%) dengan tingkat pengetahuan baik. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru Kabupaten Gorontalo sebanyak 58 responden (73,4%) dengan tingkat pengetahuan kurang.  

Mujiburrahman Mujiburrahman; Nini Niatullah Aliyati

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penanganan penyakit demam berdarah dan Pasien yang berkunjung tahun 2021 yaitu 104 pasien. Adapun pasien yang kasus DBD berkunjung tahun 2022 yaitu sebanyak 70 orang pasien, dengan rentang waktu yaitu pada bulan februari-juni sebanyak 32 pasien. Akselerasi Pelayanan penting untuk mendapat atensi dan mengalami penurunan dengan jumlah kasus DBD. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui akselerasi penanganan penyakit demam berdarah di puskesmas Lambu. Kemudian metoede penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif  Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien Demam berdarah di Puskesmas lambu Kabupaten Bima dengan jumlah pasien 32 orang. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien demam berdarah di Puskesmas Lambu Kabupaten Bima pada Bulan februari-juni tahun 2022 jumlah pasien sebanyak 32 Dengan menggunakan teknik Total Sampling. Adapun hasil penelitian yaitu akselerasi penanganan penyakit dan signifikan antara kualitas pelayanan petugas kesehatan dengan kehandalan dalam menangani penyakit demam berdarah dengue di Puskesmas Lambu Kabupaten Bima.    

Nini Niatullah Aliyati; Mujiburrahman Mujiburrahman

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pasien yang berkunjung pada tahun 2020 sebanyak 134 pasien. Dan data pasien kasus DBD yang berkunjung pada tahun 2021 yaitu sebanyak 120 pasien, sedangkan yang berkunjung pada tahun 2022 yaitu pada bulan januari-mei sebanyak 32 pasien. Pelayanan yang berkualitas pun penting untuk mendapat perhatian mengalami penurunan dengan jumlah kasus DBD. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penanganan penyakit demam berdarah di puskesmas plus sape. Kemudian metoede penelitian ini adalah Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif  Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien Demam berdarah di Puskesmas Plus Sape Kabupaten Bima pada bulan Januari-Mei Tahun 2022 dengan jumlah pasien 72 orang. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien demam berdarah di Puskesmas Plus Sape Kabupaten Bima pada Bulan Januari-Mei tahun 2022 jumlah pasien sebanyak 32 Dengan menggunakan teknik Total Sampling. Adapun hasil penelitian yaitu Hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan petugas kesehatan dengan kehandalan dalam menangani penyakit demam berdarah dengue di Puskesmas Plus Sape Kabupaten Bima Tahun 2022.  

Momen Amalia; Nursapriani Nursapriani

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ditemukan hampir di seluruh belahan dunia terutama di negara-negara tropik dan subtropik. Masalah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan yang cenderung meningkat jumlah penderita serta semakin luas penyebarannya sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Metode yang digunakan pada penyuluhan ini yaitu metode ceramah dengan media yang telah  disediakan yaitu leaflet yang akan kami bagikan kepada peserta penyuluhan. Untuk melihat pemahaman peserta terkait tema yang kami bawakan kelak maka kami akan memberikan kuesioner sebelum penyuluhan (pre) dan sesudah penyuluhan (post). Dari hasil kegiatan penyuluhan kepada masyarakat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil pengetahuan dan sikap menunjukkan hasil yang berbeda dimana untuk pengetahuan ada perbedaan sebelum dan sesudah penyuluhan sedangkan sikapnya tidak ada perbedaan sebelum dan sesudah penyuluhan.

Nikmawaty Puluhulawa; Andi Nuraina Sudirman; Puspa A. Mustapa; Devy Lestari

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh  virus dengue  melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Cara paling efektif  memberantas vektor penularan DBD adalah dengan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan pelaksanaan  3M. Salah satu faktor yang mempengaruhi pelaksanaan 3M adalah dengan adanya dukungan keluarga dengan bentuk dukungan informasi, dukungan instrumental, dukungan penilaian dan dukungan emosional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pelaksanaan 3M dalam upaya pencegahan demam berdarah dengue. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini 97 kepala keluarga menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan observasi. Hasil yang diperoleh adalah ada hubungan dukungan informasi keluarga didapatkan nilai P-value 0,003, Dukungan instumental didapatkan nilai P-value 0,001, Dukungan penilaian keluarga didapatkan nilai P-value 0,001, Dukungan emosional keluarga didapatkan nilai P-value 0,001 dengan pelaksanaan 3M di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto.