SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

18,135 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-20 of 51

Analytics

Hasanah, Yulia Rachmawati; Widhiyanto, Alwin

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa menuju dewasa dan selama perubahan tersebut akan ada terjadi perubahan baik secara hormonal, fisik, perilaku serta hubungan sosial. Kekerasan verbal dapat terjadi dimana saja, baik di lingkungan kerja, lingkungan rumah, sesama teman, maupun kedua orangtua terhadap anaknya. Kekerasan verbal tentu bukanlah hal yang dapat dinormalisasi dalam kehidupan. Kekerasan verbal merupakan kekerasan yang dilakukan dengan kata-kata kasar, hinaan, umpatan, olok kan, dan perkataan lain yang membuat lawan bicara marah, tersinggung, atau emosi. Studi pendahuluan pada remaja usia 12-15 tahun dari 5 anak (100%) tersebut semuanya sering menggunakan kata tidak baik, seperti anjay, resek, brengsek, kimey. Tujuan: peningkatan pengetahuan dan penerapan komunikasi verbal dan non verbal yang digunakan kelompok remaja usia 12-15 tahun Metode: Pengabdian masayarakt ini menggunakan motode ceramah dengan bentuk penyuluhan kesehatan Hasil: Penyuluhan yang dilakukan pada remaja yang awalnya sekitar 87% mereka kurang faham jenis komunikasi verbal dan non verbal yang baik dan benar untuk komunikasi sehari-hari, selama ini komunikasi yang digunakan dengan teman merupakan kata-kata umum dikalangan remaja sehingga menganggap kata-kata tersebut hal biasa menjadi 95% mengerti, bisa menerapkan komunikasi verbal dan non verbal yang baik, remaja mengerti bahwa kata-kata selama ini yang mereka ucapkan termasuk tindakan bullying. Kesimpulan: Komunikasi merupakan hal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak remaja dalam menjalani kehidupan menuju dewasa nanti. Komunikasi yang baik akan memberikan dampak yang baik pula demikian sebaliknya jika komunikasi tidak baik maka akan terbawa hingga dewasa

Nurul Laili; Ro’isah; Ainul Yaqin Salam

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Permasalahan yang menimpa remaja dikatakan kompleks yang berkaitan dengan pergaulan, perilaku pacaran, prestasi yang bermasalah di sekolah, dan lain-lain. Berdasarkan hasil survei didapatkan data bahwa seperempat remaja menyatakan mulai berpacaran pada usia 15 tahun dan gaya pacaran yang dilakukan seperti berpegangan tangan, ciuman, dan ada beberapa remaja yang pernah meraba bagian tubuh yang sensitif pada pasangannya. Faktor dominan perilaku seksual di pedesaan adalah teman sebaya sedangkan di perkotaan dipengaruhi oleh pengetahuan. Kurangnya bimbingan dan konseling dari orang tua menyebabkan remaja melakukan perilaku seksual yang berakibat pada kehamilan, akibat yang lain seperti remaja tertular peyakit mematikan, dan tingginya kasus kriminalitas. Berdasarkan analisa tersebut maka dukungan keluarga berbasis family centered care yang melibatkan orang tua dalam mengatasi permasalahan remaja. Tujuan dari PKM ini adalah meningkatkan dukungan kelurga berbasis family centered care dalam mencegah perilaku seksual beresiko pada remaja. Metode yang digunakan adalah ceramah dan konseling tentang dukungan keluarga berupa emosional, informasional, penghargaan dan instrumental. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta baru mengetahui bentuk-bentuk dukungan yang harus diberikan kepada anak remaja, selain itu ada beberapa peserta yang membiarkan anaknya pacaran tanpa dibekali pengetahuan yang cukup, selama pelaksanaan peserta antusias sehingga banyak pertanyaan yang muncul tentang perilaku seksual beresiko pada remaja. Hasil kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam mencegah dan menguarangi perilaku seksual beresiko pada remaja.

Endah Pujiastuti; Suwandi, Dedy; Tamba, Tumanda; Muryati, Dewi Tuti

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Bendera dan lambang Negara, Bahasa Indonesia, serta Lagu Kebangsaan merupakan cerminan kedaulatan, kemandirian, dan eksistensi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, sekaligus sebagai jati diri bangsa dan identitas negara. Pada umumnya masyarakat mengetahui tentang bendera, bahasa, lambang negara, dan juga lagu kebangsaan serta menggunakannya dalam aktivitas bermasyarakat namun kurang memahami aspek yuridisnya secara baik dan benar. Hal ini dialami pula oleh para siswa di SMA Kesatrian 2 Semarang. Kegiatan PkM ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman para siswa SMA Kesatrian 2 Semarang tentang aspek yuridis penggunaan bendera, bahasa, lambang negara, dan lagu kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari berdasar UU Nomor 24 Tahun 2009. Kegiatan dilaksanakan melalui teknis penyuluhan hukum dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan bantuan hukum. Evaluasi kegiatan penyuluhan dilakukan dengan metode tanya jawab langsung serta kuesioner. Hasil pelaksanaan kegiatan PkM, para siswa menjadi lebih memahami aspek yuridis penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Demikian pula dengan sanksi administratif dan pidananya. Ada peningkatan pemahaman siswa saat sebelum dan setelah dilaksanakan kegiatan.

Jaroh

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

TOGA (Tanaman Obat Keluarga) adalah tanaman yang ditanam di sekitar tempat tinggal oleh keluarga karena memiliki manfaat sebagai obat. Tanaman ini juga sering disebut sebagai apotek hidup. Beberapa jenis TOGA yang umum dibudidayakan meliputi empon-empon, rempah-rempah, belimbing, delima, kangkung, dan daun pepaya. Budidaya TOGA dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama dalam aspek pangan. Namun, masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya tanaman ini bagi kehidupan mereka. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kesadaran melalui penyuluhan dan pelatihan budidaya TOGA. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola tanaman obat keluarga. Program ini dilaksanakan di Desa Wonodadi, Kabupaten Blitar, dengan pendekatan berupa ceramah dan demonstrasi.

Trismanto

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman anggota Karang Taruna RW 04 Kelurahan Krobokan, Semarang Barat, mengenai etika berbahasa di media sosial sebagai upaya pencegahan ujaran kebencian. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 22 dan 23 Maret 2024 ini melibatkan berbagai metode seperti ceramah, diskusi interaktif, workshop, simulasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan literasi digital, kampanye media sosial, role-playing, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta dalam berkomunikasi secara bijak dan sopan di media sosial. Evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa pelatihan ini sangat bermanfaat dan mengubah cara mereka berinteraksi di media sosial. Pelatihan ini berhasil menciptakan lingkungan media sosial yang lebih positif dan konstruktif, serta mengurangi potensi penyebaran ujaran kebencian.

Dhony Priyo Suseno; Achmad Kurniawan

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembangunan rumah sekarang ini baik secara fisik maupun nonfisik, banyak yang tidak sesuai dengan konsep Islam sehingga jauh dari “Rumahku Syurgaku” dan berpotensi membuat kondisi keluarga tidak sehat secara jasmani dan rohani. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang membangun rumah sesuai dengan konsep Islam. Sasaran pengabdian ini adalah masyarakat khususnya jamaah Masjid At Taqwa, Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Metode yang dipakai adalah ceramah dan tanya jawab. Menurut konsep Islam, membangun secara fisik diantaranya lokasi rumah yang bertetangga dengan masjid, fungsi rumah mendukung kesehatan ditinjau dari sistem pencahayaan dan tata udara, menyediakan mihrab dan banyak kamar, dan memperhatikan letak KM/WC terhadap kiblat. Sedangkan membangun secara non fisik diantaranya proses pembangunan tidak mendukung unsur riba, haram, maksiat dan syirik, menjauhkan rumah dari hiasan non islami dan lingkungan yang buruk. Setelah kegiatan ini diharapkan masyarakat lebih paham tentang membangun rumah  yang sesuai dengan konsep Islam.

Cica Puspaningstya Putri Riyanto; Dita Hendriani

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The success of learning can be seen from student learning outcomes. Student learning outcomes can be said to be good if an educator is able to achieve learning goals by creating an active learning atmosphere, students are able to develop their potential starting from religious spirituality, knowledge, personality, intelligence, skills and noble morals that are useful for society, the nation and country. Education can be said to be good if the process, educators, methods and knowledge conveyed can be accepted and absorbed by students which can later be applied again by those students. If you look more carefully, the in learning, the most important method used by the teacher is, because even though the material presented is very interesting, if it is not accompanied by appropriate and adequate methods, the very interesting material will not be conveyed well to the participants. educate. The aims of this research are 1) to find out the application of the lecture method to the learning outcomes of class VII students in Social Sciences subjects at Mts Al Huda Bandung, to find out the advantages and disadvantages of applying lecture method learning to social studies subjects for class VII students at MTs Al Huda Bandung, to find out to what extent are the learning outcomes of class VII students in Social Sciences subjects at Mts Al Huda Bandung. The data collection techniques used are interview techniques, object-related observation techniques and documentation techniques. At the same time, data analysis techniques are used to reduce, present and draw conclusions. The results of the study are as follows: 1) The lecture method can be interpreted as the teacher explaining verbally in front of the students directly with a review of the material presented. 2) Each learning method has its own advantages and disadvantages. 3) The planned learning method is a factor that influence student learning outcomes

Sari, Indah Purnama; Susanti Sundari

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Digitalisasi siswa Sekolah Dasar penting untuk memberikan pelatihan membuat poster dengan menggunakan aplikasi dalam pemanfaatan teknologi di pembelajaran. Kegiatan pengabdian pada siswa SD Negeri 5 Talang, Kelas 6 di Bandar Lampung bertujuan mengajarkan siswa melalui menggunakan PixelLab dalam bereksperimen di pelajaran Matematika pada praktik Market Day yang diadakan sekolah. Hal ini bertujuan untuk mendekatkan dunia pembelajaran kepada anak-anak melalui pemanfaatan aplikasi PixelLab dengan cara yang menarik dan interaktif, dapat mengakses bantuan teknologi dan mengembangkan kreativitas siswa. Metode yang digunakan melalui pendekatan partisipatif dan komunikasi   individual, dengan tahapan sosialisasi berupa ceramah, demonstrasi, pelatihan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan secara umum menghasilkan keberhasilan berupa ouput bagi peserta pelatihan; keberhasilan    dalam    partisipasi    peserta dengan   keaktifan    siswa    dalam   diskusi, sangat responsif dan bersemangat, tersampaikannya materi  sesuai dengan rencana  dan    target, dan terjadi peningkatan  pengetahuan  jumlah siswa yang sebelumnya mengetahui aplikasi PixelLab hanya 5%, dan setelah sosialisasi meningkat menjadi 95%. Dan hasil pelatihan penggunaan disimpulkan bahwa tujuan pelatihan tercapai dengan baik dimana jumlah siswa yang awalnya bisa menggunakan aplikasi hanya sebesar 2%,  dan setelah pelatihan meningkat menjadi 98% mampu menggunakan aplikasi untuk menghasilkan poster. Hasil akhir adalah siswa mampu membuat poster-poster yang menarik dengan menggunakan aplikasi PixelLab.

Supeni, Siti

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2024 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah pertama: Untuk memberikan penjelasan kepada para stakeholder pendidikan tentang: “Kebijakan Program Pendidikan Gratis dan Berkualitas Pada Stakeholder Dan Dewan Riset Daerah/ Litbang Bappeda Kabupaten Wonogiri”, agar lebih memahami dan mengaplikasikannya. Metode yang digunakan adalah dengan ceramah, paparan, diskusi dan tanya jawab. Yang menjadi sasaran adalah Stakeholder Dan Dewan Riset Daerah/ Litbang Bappeda Kabupaten Wonogiri”. Hasil dan target yang diharapkan adalah agar para Stakeholder pendidikan dan Dewan Riset Daerah/ Litbang Bappeda Kabupaten Wonogiri” mampu melakukan inovasi tentang konsep pendidikan gratis di Kabupaten Wonogiri. Hasil yang diharapkan oleh para Stakeholder Dan Dewan Riset Daerah/ Litbang Bappeda Kabupaten Wonogiri adalah mampu menerima, memahami dan bersedia akan mengembangkannya kualitas pendidikan di Wonogiri. Sebagai tindak lanjut dan hasil dari pengabdian ini adalah akan dilakukan kajian sesuai dengan kebutuhan dan minat para pemerhati pendidikan untuk mewujudkan pendidikan gratis, tanpa mengurangi nilai kualitas dan pelayanan pendidikan.Kata Kunci: Kebijakan Program Pendidikan Gratis, Berkualitas.

Saiful Bahri, Efrain Patola &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2024 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemahaman tentang pekarangan, sayuran organik dan teknik budidayanya; serta (2) meningkatkan keterampilan teknik membudidayakan sayuran secara organik. Sedangkan target khusus yang ingin dicapai adalah PKK Rt 05/RW 08 dapat memproduksi sendiri berbagai sayuran organik sehingga mnereka dapat merasakan manfaat dari nutrisi sayur yang belum memudar, rasanya yang masih segar, serta menghemat pengeluaran rumah tangga. Kegiatan ini telah dilaksanakan di kelurahan Banyuanyar kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, yang diikuti 30 orang peserta dari PKK Rt 05/RW 08. Metode kegiatan yang digunakan adalah “pemberian pengetahuan dan pembentukan sikap melalui ceramah, diskusi, dan praktek budidaya sayuran organik. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa Ibu-Ibu PKK Rt 05 RW 08 sudah dapat memahami dan membudidayakan sayuran organik secara benar.Kata Kunci : Pekarangan, sayuran organik, teknik budidaya

Endah K, Anggraeni; Siti Mariam; RR Widyorini Indrasti W; Sri Mulyani; Retno Mawarini Sukmariningsih +6 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pemerintah saat ini sudah berupaya untuk memperhatikan Kesehatan para lansia, yaitu melalui program- programnya  dari Puskesmas seperti posyandu lansia, namun hal ini masih kurang luas dapat menjangkau para lansia. Hal itu disebabkan karena dengan intensitas kegiatan posyandu yang hanya dilakukan satu kali dalam beberapa minggu oleh karena banyaknya lingkungan dalam cakupan wilayah kerja yang harus dijangkau Puskesmas yang ada di Ds Besani Kec Blado Kab. Batang. Akibatnya para lansia yang mengalami keluhan kembali akan sulit memeriksakan diri ke puskesmas karena masalah kemampuan fisik dan transportasi. Guna mengatasi hal tersebut maka kebutuhan para lansia dalam peningkatan kesehatan diri mereka utamanya melalui Pola Hidup bersih dan sehat (PHBS) sangatlah penting disampaikan, agar para lansia senantiasa sehat dan tidak mudah terserang penyakit.  Dalam mendukung kegiatan ini menggunakan media visual berupa tayangan Power Point dilayar proyektor. Sebelum program ini dimulai peneliti melakukan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS). Metode yang digunakan antara lain: Pengisian pre-test, Ceramah dan presentasi,Pengisian post-test. Pengisian pre-test lansia yang datang ke posyandu setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan langsung dipersilakan duduk kemudian diarahkan mengisi kuesioner yang sudah diberikan. Ceramah dan presentasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para lansia mengenai PHBS dan gizi seimbang. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Hukum Program Magister  Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

Diyah Ayu Rizqiani; Ause Labellapansa; Sri Yuliani; Diah Puspa Kumala

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Siswa sekolah menengah pertama adalah para remaja dengan rentang usia 12-15 tahun yang merupakan kelompok pengguna aktif media sosial. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa mereka rata-rata menghabiskan antara 3-4 jam setiap hari untuk mengakses media sosial seperti Youtube, Facebook, Instagram, TikTok, dan Whatsapp. Sehingga dapat dikatakan jika media sosial telah menjadi bagian penting kehidupan mereka sehari-hari. Namun sayangnya, tingginya frekuensi pemakaian media sosial belum diimbangi dengan kecakapan literasi digital. Akibatnya, mereka menjadi tidak dapat menggunakan media sosial secara bijaksana dan menjadi korban peredaran berita bohong (hoax). Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kecakapan literasi digital siswa SMP Negeri 37 Pekanbaru melalui program pemerintah yang bertajuk #BijakBersosmed. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan menggunakan dua yakni metode ceramah, metode ini bertujuan untuk membekali siswa dengan wawasan cara pemanfaatan media sosial secara bijaksana. Metode yang kedua adalah praktik yang bertujuan untuk melatih siswa agar mampu mengidentifikasi informasi yang didapatkan dari media sosial. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu membangkitkan kesadaran kritis siswa, selain itu siswa juga mengetahui tentang etika bermedia sosial. Setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini, para siswa diharapkan mampu menapis berita bohong (hoax), ujaran kebencian (hate speech), dan menghentikan fenomena oversharing bagi para pengguna media sosial.

-, ro'isah; Laili, Nurul

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Masa remaja merupakan masa periode transisi yang rentan terhadap munculnya masalah kenakalan pada remaja. Memerlukan pemahaman keluarga yang baik serta penanganan yang tepat terhadap remaja, mengingat masa transisi remaja adalah masa yang paling menentukan. Kerjasama dari remaja itu sendiri, orang tua, dan guru untuk mengurangi kenakalan remaja dan remaja dapat mengembangkan dirinya secara optimal Tujuan Pengabdian masyarakat ini  adalah meningkatkan  pemahaman keluarga dalam penanganan kenakalan remaja sebagai upaya keikutsertaan keluarga untuk mengurangi kenakalan remaja.Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pendidikan keluarga, Sasaran aadalah keluarga (orang tua remaja ) .Metode menggunakan ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi dilanjutkan evaluasi, materi terdiri dari : Peran keluarga dan upaya penanganan kenakalan remaja melalui metode Transcultural Nursing Model .Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan orang tua sangat antusias ketika diberikan informasi tentang kenakalan remaja,jumlah yang hadir adalah 25 keluarga remaja , setelah dilakukan tanya jawab (post test )25 (83.3 %) orang tua mampu menjawab pengertian kenakalan remaja, faktor dan dampaknya bagi remaja dengan baik dan  benar. Para orang tua akan menjaga putra putrinya dengan mengingatkan dan memantau langsung pergaulan remaja di masyarakat karea faktor lingkungan sangat besar pengaruhnya bagi kenakalan remaja. Perlu ditingkatkan edukasi dampak kenakalan remaka serta pentingnya keterlibatan langsung orang tua mendampingi remaja dalam pergaulan sehari-hari.

Sandi Prasetyo Putra Ariyanto

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2023 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Abstrak – Pendidikan agama Islam adalah yang wajib dikenal, dipelajari, dan diajarkan oleh setiap umat Islam. Pendidikan agama Islam sudah diajarkan ketika balita hingga perguruan tinggi. Sejak dini anak perlu diajarkan tentang ajaran agama Islam. Jaman sekarang masih banyak siswa-siswi sekolah dasar (SD) belum paham tentang ajaran agama Islam, karena di jaman sekarang ini buku-buku ajaran agama Islam kurang diminati dan membosankan jika dibaca atau dipelajari karena kurang menarik dan juga pengajar di TPQ Immamul Muttaqin masih menggunakan metode pembelajaran dengan menggunakan papan tulis dan ceramah yang membuat anak-anak mudah bosan. Walaupun sudah diajarkan tentang ajaran agama Islam di sekolahan atau di TPQ belom tentu anak itu akan mengingat pelajaran agama yang diberikan oleh pengajar. Maka perlu melakukan penggantian media papan tulis dialihkan ke media  pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis mobile supaya pengguna terkhususnya anak-anak lebih bersemangat dalam mempelajari ajaran agama Islam sejak dini dalam pantauan orang tua. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran pendidikan agama Islam terkhususnya untuk anak-anak dan memfasilitasi pemahaman yang lebih baik tentang ajaran agama Islam.

Sulistyaningrum, Danny Putri; Noer’aini, I’ien; Al Farizi, Gilang Rizki; Rusmiyati

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal bagi pasien chronic kidney disease stage v. Meskipun hemodialisis mampu membuang kelebihan cairan dan sisa metabolisme, namun banyak pasien hemodialisis tidak patuh terhadap dietnya. Hal ini ditandai tingginya keluhan hipervolemi karena pasien maupun caregiver khususnya keluarga tidak paham dan kesulitan dalam manajemen cairan maupun nutrisi. Sementara upaya pelayanan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan caregiver belum maksimal. Keberhasilan manajemen cairan maupun nutrisi sangat dipengaruhi oleh peran caregiver. Baik pelayanan kesehatan maupun keluarga merupakan caregiver yang mampu mendukung pasien hemodialisis dalam memahami manajemen diet ginjal dan strategi pembatasan cairan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan berupa edukasi cairan dan nutrisi kepada caregiver pasien hemodialisis. Strategi kegiatan ini melalui pemberian pelatihan sebanyak 2 kali dengan pre – posttest. Pelatihan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat diperoleh bahwa terdapat peningkatan rerata tingkat pengetahuan caregiver terhadap edukasi C-Nut (Cairan dan Nutrisi) untuk mencegah kegawatan pada pasien hemodialisis.                     

mariyati; Arifianto; Menik; Nur, Dwi

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Masa remaja sering disebut masa terlabil, di mana seorang anak berusaha mencari jati dirinya. Posyandu remaja diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan mental remaja dan optimalisasi psychological first aid (PFA). Posyandu kesehatan jiwa remaja merupakan salah satu kegiatan berbasis kesehatan masyarakat khusus remaja, untuk memantau dan melibatkan mereka demi peningkatan kesehatan dan keterampilan hidup sehat secara berkesinambungan. Tujuan program kemitraan masyarakat ini meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan karangtaruna dalam melakukan pemantauan kesehatan jiwa khususnya remaja. Metode pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat melalui ceramah, diskusi dan demonstrasi tentang pelaksanaan sistem 5 meja posyandu kesehatan jiwa remaja. Kegiatan lima meja posyandu kesehatan jiwa antara lain meja satu: pendaftaran dan pemantauan kesehatan fisik, meja dua: pemantauan gejala, pemberian terapi psikofarmaka, vitamin, dan penambahan nutrisi, meja tiga: pengendalian gejala oleh perawat, meja empat: peningkatan ketrampilan perawatan diri, meja lima: peningkatan ketrampilan hidup sehari- hari dan produktivitas). Program Kemitraan Masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahap: sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Sasaran sosialisasi adalah pengurus karangtaruna kelurahan tambakharjo yang diikuti oleh 7 orang, pelaksanaan posyandu melibatkan pengurus karangtaruna dan dihadiri oleh 18 remaja. Hasil pelaksanaan Posyandu deteksi kesehatan mental dengan SRQ sebelum Posyandu 9 mengalami gangguan mental emosional menjadi 4 remaja setelah posyandu. Selanjutnya dilaksanakan Pendidikan Kesehatan tentang kesehatan mental remaja dan praktik cara mengatasi stres.

Mahmud Basuki; Sofiyanurriyanti, Sofiyanurriyanti; Nissa Prasanti; Abdiel Khaleil Akmal; Kasmawati Kasmawati +4 more

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mahasiswa merupakan salah satu komponen penting dalam proses belajar mengajar di dalam sebuah perguruan tinggi. Selain melaksanakan proses belajar, aktivitas lain mahasiswa juga sangat penting dalam berkontribusi untuk meningkatkan mutu akreditasi program studi. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang dapat dijadikan point-point kontribusi mahasiswa dalam akreditasi program studi. Metode yang digunakan dalam artikel ini berupa ceramah. Dari hasil ceramah tersebut didapatkan hasil yang sangat berpengaruh terhadap mahasiswa yang langsung merealisasikannya berupa kegiatan sosialisasi promosi program studi ke sekolah menengah atas, dan minat mahasiswa dalam mengikuti kompetisi di luar kampus. Maka dari itu, penyampaian sosialisasi kotribusi apa saja yang perlu dilakukan mahasiswa dalam meningkatkan mutu akreditasi program studi merupakan hal yang sangat penting. Hal-hal yang perlu dilakukan mahasiswa yaitu (1) meningkatkan prestasi mahasiswa dalam bidang apapun, (2) memahami visi misi program studi, CPL, CPMK, fasilitas kampus, aturan kampus, (3) Profil lulusan yang bekerja sesuai bidang dan masa tunggu yang tidak lama, (4) Meningkatkan peminat program studi, dan (5) Adanya ikatan keluarga alumnni yang mendukung kinerja program studi.

Arif Rahman Hakim; Yolandaru Septiana; Merinda Noorma Novida Siregar

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Permasalahan utama yang dihadapi guru-guru di SMK Negeri 7 Yogyakarta ialah belum pernah mengikuti pelatihan pengembangan media pembelajaran menggunakan Canva. Media pembelajaran yang sering digunakan oleh guru adalah Powerpoint, sehingga perlu adanya pelatihan untuk memberikan alternatif media pembelajaran interaktif dengan menggunakan Canva. Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan guru terampil dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif menggunakan Canva. Pelatihan diselenggarakan dengan ceramah, tanya jawab, dan praktik. Ketercapaian dari kegiatan pelatihan ini meliputi: (1) 90% peserta pelatihan memahami konsep media pembelajaran interaktif, (2) 90% peserta memahami pengembangan media pembelajaran interaktif, (3) 90% peserta menguasai materi pelatihan dnegan baik, (4) peserta mengumpulkan hasil media pembelajaran interaktif menggunakan Canva yakni terdapat 21 media pembelajaran interaktif berupa presentasi dengan Canva yang dibuat oleh peserta.

Hadi Karyono

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Salah satu unsur dalam konstitusi modern adalah adanya perlindungan masyarakat atau dalam bahasa sekarang perlindungan HAM, salah satu HAM yang diatur dalam konstitusi yaitu hak kebebasan berserikat berkumpul mengeluarkan pendapat dijamin UUD. Penggunakan hak kebebasan berpendapat ini secara obyektif akan berkontribusi positif terhadap dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sepanjang penggunakan hak kebebasan berpendapat tersebut banding lurus dengan kewajibannya untuk menghargai pula hak kebebasan orang lain. Namun kenyataan masih banyak masyarakat yang menggunakan hak ini secara sempit. Penyuluhan hukum ini dimaksudkan untuk menberikan pemahaman dalam penggunakan hak kebebasan berpendapat secara arif bijaksana dalam kehidupan. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah ceramah dan diskusi tanya jawab. Hasil dalam pengabdian ini adalah adanya pemahaman tentang berbagai hak asasi manusia yang diatur dalam Konstitusi Negara Republik Indonesia yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 28A-28J.

V. Nonot Yuliantoro; Juliana; Indriany Sartjie Tanakotta; Jennifer Aurelia Tanuwihardja; Rut Susanto

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Pelatihan pembuatan dessert untuk masyarakat Desa Curug Wetan dilandasi oleh motivasi pengembangan kewirausahaan masyarakat desa. Dessert merupakan sesuatu yang terbilang baru sehingga dapat membuka peluang yang baru pula untuk dipasarkan. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk membantu masyarakat dan pemerintah desa menyambut rencana perealisasian kawasan wisata di desa itu dengan membekali keterampilan kuliner. Metode yang sedianya akan digunakan dalam penelitian sekaligus pelatihan ini adalah metode ceramah, dialog interaktif atau tanya jawab. Selain tanya jawab para fasilitator pelatihan mendemonstrasikan secara langsung bahan yang akan dibuat. Metode lain yang dapat diterapkan dalam pelatihan adalah pembentukan kelompok dalam forum pelatihan. Hasil dari pelatihan dan penelitian ini adalah 1) peserta merasa proses pembuatan menu dessert yang diajarkan dalam pelatihan mudah untuk dikuasai. Hal ini menujukkan bahwa materi pelatihan dapat diterima dengan baik oleh peserta; 2) peserta memiliki ketertarikan terhadap ciri khas menu dan proses pembuatannya; 3) peserta telah menemukan sesuatu yang baru proses pelatihan yang didapatnya. merasakan manfaat dari proses pelatihan yang dilakukan oleh tim pelaksana; 4) materi yang diajarkan menarik dan mudah untuk dibuat bagi peserta; 5) peserta merasa tertarik untuk menjadikan menu dessert sebagai salah satu menu unggulan dalam bisnis kulinernya, peserta merasa tertarik untuk menjadikan menu dessert sebagai salah satu menu unggulan dalam bisnis kulinernya.