Publication Search

70,860 articles from 625 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Siti Maisarah

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini berjudul “Kajian Nilai dalam Tradisi sunatan Masyarakat Suku Sakai kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis”. Bagi masyarakat suku Sakai, sunatan merupakan kewajiban bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan, tanpa disunat masyarakat Sakai menganggap keislaman seseorang tidak sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi khitan pada masyarakat Sakai dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi sunatan bagi kehidupan sosial masyarakat Sakai. Penelitian ini menggunakan metode etnografi. Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan beberapa hal di bawah ini: Pertama, proses pelaksanaan tradisi sunatan pada masyarakat suku Sakai dilakukan dalam tiga prosesi yaitu persiapan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan. Kedua, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi sunat suku Sakai meliputi aspek: religi, identitas sosial, solidaritas sosial dan harmonisasi tradisi leluhur dengan ajaran Islam, nilai keimanan, nilai kesehatan, nilai turun temurun. Ketiga, tradisi khitanan sudah mulai jarang dilakukan untuk mengiringi praktik sunatan. Pasalnya, ada cara baru yang lebih mudah dan nyaman untuk menyunat anak laki-laki, yaitu orang tua hanya perlu membawa anaknya ke dokter atau rumah sakit untuk disunat.  

Siti Nurhalizah Takdir

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penyelundupan manusia secara umum dapat diartikan sebagai upaya warga negara asing masuk ke negara lainnya menggunakan cara dan metode yang melanggar dan tidak sesuai dengan norma imigrasi yang ditetapkan. Di era globalisasi saat ini, menggunakan perkembangan dan kemajuan teknologi, penyelundupan manusia semakin mudah dilakukan oleh oknum-oknum, dimana prosesnya semakin terorganizir dan tertutup, sehingga kejahatan tersebut sukar untuk dilacak. Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai penyelundupan manusia yang merupakan salah satu ancaman yang sudah dialami Indonesia sejak dulu. Kondisi geografis yang menjadikannya sebagai negara maritim, membuat Indonesia sebagai sasaran empuk untuk dijadikan rute penyelundupan manusia. Kasus penyelundupan di Pulau Bengkalis, Riau, tidak hanya terjadi satu-dua kali saja. Hal ini dikarenakan jaraknya yang sangat dekat dengan Malaysia––negara tujuan, dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit. Kejahatan penyelundupan ini sulit diselesaikan karena tingginya persentase lapangan kerja yang terbuka di Malaysia, dibanding di Indonesia. Banyak dari penyelundup yang merasa akan mendapatkan hidup yang lebih baik di negara tetangga dengan pekerjaan yang lebih terjamin, akibatnya segala cara pun dihalalkan. Selain itu, kemiskinan juga merupakan faktor besar dalam terjadinya penyelundupan manusia, baik sebagai pelaku maupun korban.