Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 33

Analytics

Umi Kalsum; Dwi Ghita

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan alami yang kaya akan nutrisi lengkap sesuai kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan komposisi yang seimbang. Menurut WHO (World Health Organization) dan UNICEF ASI adalah kebutuhan nutrisi yang diberikan kepada bayi usia 0-6 bulan pertama tanpa ada makanan tambahan baik itu berbentuk cairan maupun lainnya. Manfaat ASI untuk ibu adalah mencegah risiko kanker payudara. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberi informasi atau pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi dan ibu. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Flamboyan VI dengan menggunakan metode Ceramah dan Tanya jawab seputar tentang ASI kepada Kelompok sasaran. Sebanyak 25 responden (100%), diperoleh 90% responden memiliki pengetahuan dengan kategori baik. Sosialisasi tentang ASI Eksklusif merupakan wujud dalam pemberian informasi kepada setiap ibu yang memiki bayi maupun calon ibu.    

Nirwana, Nirwana; Nurul fitrahminarsih; Husnul Hatimah

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) segera setelah lahir atau biasa disebut inisiasi menyusu dini (IMD) serta pemberian ASI Eksklusif adalah salah satu tindakan yang relatif murah dan mudah diterapkan pemeritah untuk meningkatkan kesehatan dan kelangsungan hidup bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan inisiasi menyusu dini dengan kejadian ikterus neonatorum fisiologis pada bayi baru lahir. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan menggunakan desain penelitian kasus kontrol (case control), Penelitian ini dilaksanakan di RSKDIA Pertiwi Makassar pada bulan April s/d Mei. Sampel dalam penelitian ini adalah kelompok kasus dan kelompok kontrol dengan perbandingan 1 : 1 yaitu kelompok kasus (bayi baru lahir yang terdiagnosa ikterus neonatorum)  sebanyak 17 orang dan kelompok kontrol (bayi baru lahir yang tidak terdiagnosa ikterus neonatorum) sebanyak 17 orang, sehingga keseluruhan sampel yang di gunakan berjumlah 34 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Tekhnik pengumpulan data adalah pengumpulan data sekunder. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisa univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan software SPSS for windows versi 24. Hasil penelitia pengujian menggunakan teknik chi-square didapatkan ρ = 0,037 lebih kecil dari α = 0,05, Dengan demikian ada hubungan antara Inisiasi Menyusu Dini dengan Kejadian Ikterus Neonatorum Fisiologis  pada Bayi Baru Lahir di RSKDIA Pertiwi Makassar.    

Satriadi Satriadi; Imran Ilyas; Novita Kristiani Waruwu; Sasrya Eksana; Sindy Fransisca +1 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Salah satu untuk menurunkan angka stunting yaitu penerapan DASHAT (Dapur Sehat) dengan memberikan makanan sehat dan bergizi, sosialisasi kepada ibu hamil, ibu menyusui, calon pengantin dan keluarga yang memiliki anak usia dibawah dua tahun (baduta). Tujuan program dapur sehat ini untuk memberikan kesadaran terhadap masyarakat untuk mengurangi serta mencegah bayi stunting dimana dapur sehat mencakup edukasi zat gizi yang diperlukan bayi dan konsumsi ibu hamil dan menyusui serta calon pengantin di Kelurahan Melayu Kota Piring. Kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi kepada kader posyandu, didampingi oleh kepala puskesmas dimana kegiatan tersebut berlangsung selama 40 hari, terhitung sejak tanggal 9 Oktober 2022 hingga 18 November 2022. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan gizi untuk baduta stunting memang dipengaruhi dari pola asupan yang diberikan.

Mariani, Mariani

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Kondisi kehamilan yang disertai dengan kecemasan akan berdampak terhadap menurunnya imunitas tubuh ibu hamil. Masa new normal  merupakan salah satu factor yang dapat menimbulkan stress pada ibu hamil, hal ini disebabkan karena ibu hamil dan janinnya merupakan populasi yang memiliki beresiko tinggi terhadap penularan Covid-19 di masyarakat. Kesehatan psikososial Ibu saat hamil sangat menentukan kesehatannya saat persalinan, bayi baru lahir, dan masa nifas. Ibu yang mengalami stres saat kehamilan dapat berakibat pada janin yang dikandungnya, dimana janin akan mengalami keterhambatan perkembangan atau gangguan emosi saat lahir dan bisa meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur. Sehingga, identifikasi ibu hamil yang berisiko tinggi terhadap kecemasan yang terjadi pada saat masa new normal menjadi penting agar tenaga kesehatan dapat menyarankan intervensi psikologis dini dan pencegahan beberapa komplikasi terkait stres pada kehamilan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu menurunkan kecemasan dan stress ibu hamil melalui penerapan manajemen Stres Non Farmakologis Pada Ibu Hamil di Desa Wangkal Wilayah Puskesmas Wangkal Probolinggo. Metode yang digunakan yaitu berupa pendidikan kesehatan yang laksanakan dengan 1 mitra yaitu Desa Wangkal wilayah Puskesmas Wangkal Kecematan Gading Kabupaten Probolinggo. Indikator keberhasilan program kemitraan masyarakat ini yaitu adanya peningkatan pemahaman dan peran serta masyarakat (ibu hamil) dalam penerapan manajemen non farmakologis sehingga ibu hamil dapat menjaga Kesehatan psikososialnya dengan baik agar ibu dan janinnya dapat tumbuh dan perkembang dengan baik serta lahir  sehat dan selamat. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu sebelum diberikan Pendidikan kesehatan 51% peserta belum memahami tentang penerapan manajemen non farmakologis pada ibu hamil. Setelah diberikan pendidikan kesehatan 97% peserta mengerti dan memahami tentang pentingnya penerapan manajemen non farmakologis pada ibu hamil. Diharapakan ibu hamil dapat melakukan manajemen stress secara mandiri sehingga dapat membantu mengurangi tingkat stress yang dialami ibu selama kehamilan.   Kata Kunci : Manajemen Stres non Farmakologis, Ibu Hamil

Mona Rian Manik; Tetty Lumbantoruan; Hotma Bugis; Sara Widora Purba; Salda May Tantri +1 more

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

Neonatus adalah Bayi Baru Lahir yang berusia 0 sampai dengan 28 hari WHO (Word Health Organization, 2015).Ciri-ciri bayi baru lahir yang sehat yaitu bayinya bergerak aktif, berat lahir sekitar 2.500 – 4000 gram, memiliki warna kulit yang mencerahkan, segera menangis ketika lahir, memiliki suhu tubuh normal yaitu 36,5-37,5C. Tali pusat merupakan tali penghubung yang memanjang dari umbilicus sampai ke permukaan fetal plasenta. Pada tali pusat terdapat funikulus umbilicalis yang terbentang dari permukaan fetal plasenta sampai daerah umbilikus fetus dan berlanjut sebagai kulit fetus. Dalam sister kerjanya tali pusat berfungsi sebagai penghubung antara plasenta dan bagian tubuh janin supaya mendapatkan asupan oksigen, makanan, dan antibody dari ibu. Pada umumnya umbilicus atau tali pusat saat satu minggu setelah bayi lahir dan luka sembuh dalam lima belas hari (Baety, 2011). Tujuan: penelitian untuk memberikan Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny M Tentang Cara Perawatan Tali Pusat Di Poliklinik Pt Serdang Tengah Kec. galang Kab. Deli Serdang tahun 2020.  Metode: Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan data dengan cara pengambilan primer menggunakan pedoman wawancara terstruktur dan pemeriksaan langsung kepada Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny M Tentang Cara Perawatan Tali Pusat Di Poliklinik Pt Serdang Tengah Kec. galang Kab. Deli Serdang tahun 2020. Data disajikan dalam bentuk management helen varney. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny M Tentang Cara Perawatan Tali Pusat Di Poliklinik Pt Serdang Tengah Kec. galang Kab. Deli Serdang tahun 2020. Asuhann yang tepat diberikan pada by Ny M yaitu memberikan asuhan kebidanan dengan Memberikan ibu penkes PerawatanTali Pusat. Saran:  kepada petugas kesehatan harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan asuhan yang tepat Bayi Baru Lahir tentang Perawatan tali pusat.  

Linda Elfianora Harahap; Parningotan Simanjuntak; Enjelina Sihotang

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kualitas pelayanan dapat diukur dengan membandingkan persepsi antara pelayanan yang diharapkan dengan pelayanan yang diterima dan dirasakan oleh pasien. Kepuasan pasien adalah tingkat perasaan pasien setelah membandingkan dengan harapannya. Seorang pasien jika merasa puas dengan nilai yang diberikan oleh produk atau jasa maka sangat besar kemungkinannya untuk menjadi pelanggan dalam waktu yang lama. Kualitas pelayanan imunsasi yang kurang optimal tentunya akan membuat sia-sia sumber daya yang telah dikeluarkan seperti biaya operasional, vaksin, logistik, tenaga, dan waktu. Bahkan yang paling memprihatinkan untuk kita semua adalah kegagalan imunisasi akan mengancam terjadinya kesakitan, kecacatan, atau kematian pada anak diakibatkan PD3I (Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi) karenanya untuk mendukung pelayananimunsasi diperlukan peningkatan kualitas sumber daya tenaga yang handal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pelayanan Imunisasi Dasar Dengan Kepuasan Ibu Bayi Di Puskesmas Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur Mandailing Natal Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah populasi adalah semua ibu balita di Puskesmas Gunung Baringin Kecamatan Penyabungan Timur Mandailing Natal yaitu sebanyak 171 Orang dengan sampel 64 orang menggunakan metode simple random sampling pada bulan April- Juni 2022. Analisis menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian uji statistik Chi Square diperoleh hubungan pengetahuan dengan kunjungan ibu balita nilai p=0,019. Hubungan antara Tangibles, Realibility, Responsivenes, Assurance, Eempaty dengan kepuasan ibu bayi dengan pelayanan imunisasi dasar dengan masing masing variable nilai p=0,000. Terdapat Hubungan Pelayanan Imunisasi Dasar Dengan Kepuasan Ibu Bayi Di Puskesmas Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur Mandailing Natal Tahun 2022. Diharapkan dapat tenaga kesehatan tetap menjaga dan mempertahankan kualitas layanan imunisasi dasar agar ibu bayi tetap merasa puas atas layanan yang diberikan dan tentu akan tetap kembali membawa bayinya untuk imunisasi.

Devi Sartika; Nopalina Suyanti Damanik

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bayi memiliki tiga kebutuhan yang harus dipenuhi oleh orang tua, yaitu kebutuhan fisik-biologis yang berguna untuk pertumbuhan otak, sistem sensorik, serta motorik. Kecerdasan emosi interpersonal dan intrapersonal melalui kebutuhan kasih sayang, serta kebutuhan stimulus atau rangsangan untuk meningkatkan mekanisme kerja system sensorik dan motoric. Hal terpenting dalam tumbuh kembang anak adalah adanya rangsangan atau stimulus. (Maharani, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Umur 3-6 bulan Di Puskesmas Perawatan Lawe Parbunga Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan non equivalen kontrol group, jumlah Populasi  dan sampel yaitu semua bayi umur 3-6 bulan di Puskesmas Perawatan Lawe Parbunga Kabupaten Aceh Tenggara yaitu sebanyak 34 Orang menggunakan metode total sampling pada bulan Februari-Mei 2022. Analisis menggunakan Microsoft excel dan Paired Test tingkat signifikasi adalah 0,05 dengan confidence interval (CI) 95%. Berdasarkan hasil uji statistic dengan menggunakan paired t test didapatkan  t = 6.610. Oleh karena t hitung (6.610)  > t tabel (2.0345) maka HO ditolak dan Ha diterima. Terdapat pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi di Puskesmas Perawatan Lawe Parbunga Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2022. Diharapkan dapat sebagai informasi tetang simulasi pijat bayi dalam membantu meningkatkan berat badan pada bayi.

Agustina Mahardika Samosir; Nopalina Suyanti Damanik

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Menurut data Kemenkes RI tahun 2021 mencatat presentasi pemberian ASI ekslusif pada bayi menunjukan perbaikan dari tahun sebelumnya yaitu dari 69,62% menjadi 71,58%. Namun sebagain besar propinsi memiliki presentase dibawah nilai rata rata nasional antara lain Gorontalo (52,75%), Kalimantan Tengah (55,98%), Papua Barat (58,77%), Kepulauan Riau (58,84%), DKI Jakarta 65,63%, Aceh (66,66%) dan Sumatera Utara (57,83%). (Monavia, 2021). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pijat Oksitosin Dengan Pengeluaran ASI Pada Ibu Postpartum Di Bidan Praktek Mandiri Agustina Kabupaten Batubara Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental  dengan dengan tipe one group pretest-posttest design. Dengan jumlah Populasi adalah semua postpartum di Bidan Praktek Mandiri Agustina Kabupaten Batubara yaitu sebanyak 32 Orang menggunakan metode total sampling dengan analisis menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan data diatas dan menurut uji statistic Chi-Square dengan bantuan program SPSS 16 pada taraf kesalahan 5 % dilakukan perhitungan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variable yaitu variable bebas dan variable terikat. Hasil dari perhitungan p Value adalah 0,002<α(0,05). Hal ini menunjukkan Ha diterima. Terdapat pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu postpartum di Bidan Praktek Mandiri Agustina Kabupaten Batubara tahun 2022. Diharapkan dapat sebagai salah satu informasi tetang pelaksanaan pijat oksitosin pada ibu pospartum dalam memperlancar pengeluaran ASI.

Khamydah Nasution; Ninsah Mandala Putri Br Sembiring

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Imunisasi merupakan salah satu langkah bagi orang tua untuk menjamin kesehatan anaknya karena dapat melindungi anak-anak dari beberapa penyakit yang dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesadaran ibu dengan kepatuhan jadwal imunisasi dasar pada bayi usia 0-9 di masa pandemi di Dusun III Desa Telaga Sari Kecamatan Tanjung Morawa tahun 2022. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian dengan survei analitik dengan pendekatan metode cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan adalah 43 orang. Teknik analisis data menggunakan uji Chi Square.  didapatkan hasil nilai p = 0,0021 (P > 0,05) hal ini berarti ada hubungan antara kesadaran ibu dengan kepatuhan jadwal imunisasi dasar pada bayi usia 0-9.    

Nur Susilahayati; Lisa P U. Damanik; Juliana Munthe; Plora Sinaga

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Latar Belakang :  Saat ini status kesehatan ibu dan anak di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan, ditandai dengan masih tingginya angka kematian bayi (AKB). Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menunjukkan AKN sebesar 15 per 1.000 kelahiran hidup, AKB 24 per 1.000 kelahiran hidup, dan AKABA 32 per 1.000 kelahiran hidup. Pada masa neonatal (0-28 hari) terjadi perubahan yang sangat besar dari kehidupan di dalam rahim dan terjadi pematangan organ hampir pada semua sistem. Ikterus yang ditemukan pada bayi baru lahir dapat merupakan suatu gejala fisiologis (terdapat 25-50% neonatus cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada neonatus kurang bulan). bayi yang mendapat ASI penyebab terjadinya ikterus berhubungan dengan proses pemberian minum ASI yang tidak adekuat dan buruknya pemasukan cairan yang menyebabkan tertundanya pengeluaran mekonium pada neonatus, hal tersebut akan meningkatkan sirkulasi enterohepatik Metode : Jenis penelitian yang  dilakukan adalah survei analitik. desain penelitian cross sectional.  Dengan menggunakanan analisa dara chi square. Hasil :  Hasil analisa statistik menggunakan uji chi-square menghasilkan nilai p value = 0,000. Sehingga didapatkan bahwa p < 0,05 Kesimpulan :  artinya Ha diterima atau terdapat hubungan antara pemberian ASI dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir 0-7 hari di Desa Baru Titi Besi Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2021.

Dewi Kurnia Putri; Fera Yuli Setiyaningsih; Nining Mustika Ningrum

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Latar Belakang: Kehamilan merupakan suatu kondisi yang akan dialami oleh setiap perempuan yang sudah menikah, namun pada masa kehamilan tidak selalu bisa dilalui dengan kondisi tubuh yang fit. Permasalahan yang biasanya muncul adalah ketidaknyamanan selama kehamilan misalnya mual muntah, sakit kepala, sering kencing, keputihan, nyeri punggung dank ram pada kaki. Tujuan: laporan tugas akhir ini ditujukan untuk member asuhan kebidanan secara komprehensif terhadap ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan KB. Metode: penelitian deskriptif dengan metode studi kasus. Asuhan kebidanan menggunakan  Continuity of Care serta data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, serta penatalaksanaan asuhan. Subyek yang digunakan yaitu Ny. H G2 P1A0 usia kehamilan 32 minggu dengan kehamilan normal keluhan sering kencing di PMB Lilis Suryawati, M.Kes. tempat penelilitian Desa Sambong Dukuh Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. Hasil : asuhan kebidanan terhadap Ny H G2 P1A0 dengan kehamilan normal keluhan sering kencing, asuhan persalinan dengan persalinan normal spontan belakang kepala tidak ada penyulit maupun komplikasi, asuhan nifas dengan nifas normal tanpa penyulit dan komplikasi, asuhan keluarga berencana dengan metode kontrasepsi MAL, asuhan bayi baru lahir dengan bayi baru lahir normal. Kesimpulan: Asuhan kebidanan komprehensif ini mencakup pemberian asuhan dan penatalksanaan secara mandiri dan kolaborasi, tidak ada penyulit selama pemberian asuhan pada masa kehamilan, persalinan, nifas, keluarga berencana dan bayi baru lahir.Kata Kunci: isi, format, artikel.

Nolifhera Hudayati Manurung; Tetti Seriati Situmorang; Indra Agussamad

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Background: Nutritional problems that occur in early life have serious consequences. Underweight in children under five accounts for 4.7% of deaths or two million deaths from all deaths of children under five in the world. Mother's Milk Breast milk is the best food because it contains balanced and perfect nutrition for baby's growth and development. However, considering that when mothers are unable to breastfeed or can only breastfeed partially, there is a legitimate market for breast milk replacement products (PASI) for infants as an effort to fulfill infant nutrition. Methods: This research is a quantitative research with a correlational approach using a cross sectional design. This study aims to determine the relationship between the provision of breast milk substitutes with the nutritional status of infants at the UPT Puskesmas Aek Natolu, Lumban Julu District, Toba Regency in 2021. The population in this study were all infants aged 6 months in the working area of the UPT Puskesmas Aek Natolu as many as 32 babies. The sampling technique in this study was total sampling so that the number of samples was 32 infants. Data analysis was carried out by statistical tests using chi-square with a significance degree of = 0.05. Results: Most babies were not given PASI, as many as 22 people (68.7%) and a small portion were given PASI, namely 10 people (31.3%). Most of the reasons why babies were given PASI were recommended by family/friends as many as 5 people (50%), because 3 people did not get breast milk (30%) and a small part because the mother worked as much as 2 people (20%). Most of the baby's nutritional status is normal, as many as 25 people (78.1%.) and a small portion of the abnormal status is as many as 7 people (21.9%). The results of the chi square test obtained a p-value = 0.019, this value < 0.005, this means that there is a significant relationship between the provision of Breast Milk Substitutes (PASI) and the nutritional status of infants.  

Nur Hamimah; Marliani Marliani; Astaria Br Ginting; Zulkarnain Zulkarnain

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Latar Belakang: Data Susenas menunjukkan bahwa satu diantara dua bayi usia 0-5 bulan diberi ASI eksklusif. Persentase bayi yang diberi ASI eksklusif relatif lebih tinggi di pedesaan dibandingkan dengan di perkotaan, yaitu 57,22% berbanding 54,77%. Kendala ibu dalam menyusui ada dua faktor yaitu faktor internal kurangnya pengetahuan ibu tentang manajemen laktasi dan faktor eksternal ASI belum keluar pada hari-hari pertama sehingga ibu berpikir perlu tambahan susu formula, ketidakmengertian ibu tentang kolostrum, banyak ibu yang masih beranggapan bahwa ASI ibu kurang gizi dan kualitasnya tidak baik. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki bayi 7-12 bulan di Praktek Bidan Nurhamimah. Jumlah sample yang digunakan sebanyak 38 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Metode analisa data dengan menggunakan chi square test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Ekslusif dengan hasil uji chi-square di dapat hasil nilai p value 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan tingkat pengetahuan dan pekerjaan ibu tehadap pemberian ASI ekslusif di Praktek Bidan Nur Hamimah Kecamatan Deli Tua Tahun 2020, hipotesis penelitian terbukti atau dapat di terima. Di harapkan kepada Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini lebih baik dengan menggunakan varibel-varibel lain.

Retno Wahyuni; Marliani; Isyos Sari Sembiring

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Kangaroo Mother Care (KMC) or Kangaroo Method Care (FMC) is a treatment for premature and low birth weight (LBW) infants with direct skin-to-skin contact, where the mother uses her body temperature to warm the baby. This method of care has also been shown to facilitate breastfeeding, increasing the length and duration of breastfeeding. The goal after the activity is that mothers who have babies and toddlers are exposed to material about Kangaroo Mother Care. IEC community service activities have been carried out in the form of counselling, providing information and education about the benefits of KMC and how to do KMC. This activity is expected not to end in community service activities, but with the leaflet media it can be used as a policy for related villages to develop in the form of applications as a course method for cadres in the health sector so that child health in the area can utilise the application in the implementation of courses for cadres, especially in the health sector.

Shella Dhika Rahmawati; Ni Kadek Krisna Dwi Patrisia; Almita Ratu Rifanda; Sofia Mardiana; Friesca Persityara Agatha +1 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Complementary breast milk food (MP ASI) is food that is easy for babies to consume and digest. MP ASI given must provide additional nutrition to meet the nutritional needs of a growing baby. Even though breast milk is the best food for babies, babies aged > 6 months need more vitamins, minerals, protein and carbohydrates. This high nutritional need cannot only be obtained from breast milk, but also requires additional complementary foods from breast milk. So, what are the benefits of giving MP ASI to babies? MP ASI makes babies have a more complete source of nutrition. Even though breast milk is the best food for babies, after the age of >6 years babies need more vitamins, minerals, proteins and carbohydrates. This high nutritional need cannot only be obtained from breast milk, but also requires additional complementary foods from breast milk. However, MP ASI ~ does not mean stopping breastfeeding because during the first year MP ASI is only a means to supplement breast milk. MP ASI makes the baby less dependent on consuming excess breast milk. Giving MP ASI aims to train and get the baby used to consuming food that contains nutrients. that his body needs as he ages. Apart from that, MP ASI also helps develop the baby's ability to chew and swallow food.

Dian Roshanti; Eriton , Eriton

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Abstrak. Angka kematian ibu dan Bayi di Kabupaten Banyuwangi cukup memprihatinkan. Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi mencatat tahun 2021 angka kematian Ibu dan Bayi melonjak cukup tinggi sebanyak 47 kasus dikarenakan banyaknya ibu hamil yang meninggal karena terpapar virus covid-19, tahun 2020 berhasil ditekan menjadi 19 kasus, sebelumnya tahun 2019 berada pada angka 33 kasus per 1000 kelahiran hidup. Masalah ini menjadi perhatian penting Pemerintah Kabupaten Banyuwangi namun program OSOC ini menghilang begitu saja. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab hilangnya program OSOC ini di Banyuwangi. Dengan membangun pola pikir bernalar kritis milik Jurgen Habermas  agar mampu menyampaikan argumentasi secara komunikatif untuk menyajikan kesepakatan bersama atas fakta yang terjadi. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data dengan wawancara dan studi literatur. Didapatkan hasil analisis yaitu Pertama pembatasan berskala besar membuat setiap aktivitas masyarakat termasuk proses pendampingan Ibu Hamil yang selama ini menggunakan metode tatap muka harus juga di batasi. Kedua, pendampingan menjadi tidak maksimal karena ketidakjelasan pembagian wilayah sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pendamping dan ibu hamil. Ketiga tidak adanya anggaran yang jelas dari pemerintah untuk proses pendampingan sehingga dirasa sangat memberatkan mahasiswa. Keempat, yang terpenting lagi yaitu program OSOC ini belum memiliki kebijakan publik yang jelas dan tertulis serta terarah.

Alwi Sofyan; M Ilham Rahmani Riyadi; Gladis Wahyu Raydinata

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV02) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus corona ukurannya sangat kecil tidak kelihatan mata, penularannya bisa melalui udara/airbone, bukan hanya melalui droplet/percikan batuk saja. Corona itu makhluk ciptaan Allah SWT berupa virus. Virus itu bisa dikatakan setengah makhluk hidup dan setengah makhluk mati, jika sudah masuk ke tubuh maka akan bermutasi secara genetik.Virus Corona disebut juga Covid-19 telah menjadi perbincangan di segala media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Google, dll. Virus ini bisa menyerang siapa saja mulai dari kalangan bayi hingga lansia dan banyak sekali faktor penyebab terus bertambahnya pasien Covid-19 salah satunya dari ketidaksadaran masyarakat tentang Covid-19 membuat pemerintah dengan mudah mengidentifikasi kasus. Dalam hal ini program pertama yang telah saya laksanakan adalah mengajak para lansia untuk melakukan kegiatan senam sehingga sistem pada tubuh manusia bisa bekerja sebaik mungkin dengan bantuan paparan sinar matahari. Berdasarkan pertumbuhan year on year, sumber pertumbuhan ekonomi indonesia pada triwulan pertama 2020 terbesar pada sektor informasi dan komunikasi sebesar 0,53%. Hal ini wajar mengingat dengan adanya anjuran untuk tidak keluar rumah maka banyak orang mengakses pekerjaan, hiburan dan pendidikan melalui teknologi informasi. Jadi untuk program kedua yang telah saya laksanakan adalah pemberian sembako kepada lansia dan masyarakat yang kurang mampu, mengingat di desa yang saya tempati mayoritas mata pencahariannya adalah petani. Dimana sebagian dari mereka ada yang tidak bisa pergi ke sawah dikarenakan karantina mandiri.

Anwar, Rezky Izzatul Yazidah

JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Jaminan Persalinan (Jampersal) adalah jaminan pembiayaan pelayanan persalinan yang meliputi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk pelayanan KB pasca persalinan dan pelayanan bayi baru lahir yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan . Jaminan Persalinan dimaksudkan untuk mengurangi hambatan finansial bagi ibu hamil di Indonesia khususnya masyarakat menengah ke bawah yang tidak memiliki jaminan pembiayaan persalinan. Dengan demikian, kehadiran Jaminan Persalinan diharapkan dapat mengurangi angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Indonesia. Dalam  aktifitas pengelolaan data bantuan sosial Jaminan persalinan belum menerapkan komputerisasi secara optimal. Dalam pengolahan data tersebut penggunaan  computer hanya sebatas pengetikan di aplikasi MS. Excel  sehingga dalam pengelolaan data dan hasil laporan relative lama. Sehingga diperlukannya sebuah sistem yang dapat mempermudah serta mempercepat dalam proses pengelolaan data jampersal agar terlaksananya jaminan persalinan bagi masyarakat miskin.

Sofiyati Sofiyati

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Campak merupakan suatu infeksi virus yang sangat menular dan tidak bisa  disembuhkan. Virusnya menyerang seluruh tubuh (termasuk otot dan saraf) dan  bisa menyebabkan kelemahan otot yang sifatnya permanen serta kelumpuhan  pada salah satu tungkai. Menurut argumentasi kesehatan dunia (WHO) Campak  telah melumpuhkan sekitar seribu anak setiap harinya dihampir tiap negara di dunia.  Penting bagi orang tua untuk mengetahui mengapa, kapan, dimana, dan  berapa kali anak harus diimunisasi, termasuk daintaranya imunisasi Campak. Pemberian imunisasi pada bayi dan anak tidak hanya memberi pencegahan penyakit pada anak tersebut tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas karena dapat mencegah penularan penyakit untuk anak lain, oleh karena itu  pengetahuan dan sikap orang tua terutama ibu sangat penting untuk memahami tentang manfaat imunisasi bagi anak Indonesia.  Imunisasi Campak adalah tindakan memberi vaksin Campak ( dalam bentuk  oral ) atau dikenal dengan nama oral Campak vaccine ( OPV ) yang bertujuan  memberi kekebalan dari penyakit Campak . Imunisasi Campak ini  diharapkan dapat menekan angka kasus Campak di Indonesia, sehingga  masyarakat perlu dibekali dengan informasi agar pengetahuan mereka tentang  imunisasi Campak ini dapat diimplementasikan khususnya bagi ibu yang mempunyai anak balita.Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan ibu yang mempunyai anak balita  tentang imunisasi Campak di Desa Sutawinangun   Wilayah Kerja Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon       

Sulastri; Heni Purwaningsih; Nurul Fajriyah

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Menyusui adalah proses pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayi sejak lahir sampai berusia 2 tahun. Jika bayi diberikan ASI saja sampai usia 6 bulan tanpa menambahkan dan mengganti dengan makanan atau minuman lainnya merupakan proses menyusui   eksklusif. Teknik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar. Untuk mencapai keberhasilan menyusui diperlukan pengetahuan mengenai teknik- teknik menyusui yang benar. Pendidikan kesehatan tentang cara menyusui dapat   diberikan melalui media salah satunya adalah media video. Beberapa keuntungan penggunaan media video untuk menyampaikan pesan   atau informasi antara lain: pesan yang di sampaikan lebih realistik, memiliki beberapa features yang sangat bermanfaat untuk digunakan dalam proses penyampaian pesan. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang cara menyusui bayi terhadap pengetahuan ibu nifas di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Dalam penelitian ini pemberian perlakuan berupa pemberian pendidikan kesehatan. Desain penelitian yang digunakan Pre Eksperimental design dengan pendekatan One Group Pretest Posttest, Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu melahirkan spontan dan primipara yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar sebanyak 15 responden Prosedur pengambilan sampel  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  non-probability dengan Menyusui adalah proses pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayi sejak lahir sampai berusia 2 tahun. Jika bayi diberikan ASI saja sampai usia 6 bulan tanpa menambahkan dan mengganti dengan makanan atau minuman lainnya merupakan proses menyusui   eksklusif. Teknik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar. Untuk mencapai keberhasilan menyusui diperlukan pengetahuan mengenai teknik- teknik menyusui yang benar. Pendidikan kesehatan tentang cara menyusui dapat   diberikan melalui media salah satunya adalah media video. Beberapa keuntungan penggunaan media video untuk menyampaikan pesan   atau informasi antara lain: pesan yang di sampaikan lebih realistik, memiliki beberapa features yang sangat bermanfaat untuk digunakan dalam proses penyampaian pesan. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang cara menyusui bayi terhadap pengetahuan ibu nifas di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Dalam penelitian ini pemberian perlakuan berupa pemberian pendidikan kesehatan.