Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Nurul Sugiarti Syam; Syamsuryanita; Nurul Ikawati

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2021 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

  Perkembangan merupakan perubahan yang terjadi pada diri individu dengan bertambahnya kemampuan dan fungsi tubuh dari yang sederhana ke yang lebih kompleks, sebagai hasil dari proses pematangan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Motorik Kasar Pada Bayi Usia 3-6 Bulan di BPM Suriyanti, S.ST Makassar. Desain Penelitian ini adalah eksperimen metode Pre Test-Post Test Control Group Design, populasi penelitian ini berjumlah 100 bayi di BPM Suriyanti, S.ST Makassar dan sampel berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 orang (50%) yang mendapatkan pijat bayi, terdapat 14 bayi (93,3%) yang motorik kasanya meningkat dan 1 bayi (6,7 %) yang tidak meningkat. Sedangkan yang tidak di lakukan pijat bayi sebanyak 15 bayi (50%), terdapat 2 orang motorik kasarnya meningkat (13,3%) dan 13 bayi (86,7%) yang tidak meningkat. Dengan menggunakan uji Mann-Whitney dan wilcokxon, menunjukkan bahwa setelah diuji wilcoxon nilai ? Value pretest-posttest dari kelompok perlakuan adalah 0,000 (<0,05), sedangkan nilai ? Value pretes-posttest pada kelompok kontrol 0.039 (<0,05). Sedangkan setelah diuji Mann whitney didapatkan hasil ? = 0,000 (<0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa ?<?, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. yang artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan motoric kasar pada bayi usia 3-6 bulan

Nurdalifah Nurdalifah

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2021 Universitas Muhamadiyah Manado

The Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia in 2007 was 34 per 1000 live births, decreased in 2012 to 32 per 1000 live births. One of the causes of Infant Mortality Rate (IMR) is incomplete basic immunization. The role of parents, especially maternal knowledge, is one of the factors in achieving complete basic immunization coverage rates. The aim of this research is to determine the relationship between the level of maternal knowledge about immunization and the completeness of immunization in babies aged 0-14 months in Talaka Village, Kab. Ma'rang, using analytical observation methods with a cross sectional approach. The population of this study were mothers who had babies aged 0-14 months and . The sample was selected using a simple purpose sampling technique with a sample size of 62 respondents, data collection using a questionnaire. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis using the chi squere test. The results of the analysis show that there is a relationship between the mother's level of knowledge about immunization and the completeness of immunization in babies aged 0-14 months In Talaka Village, Kab. Ma'rang with p value = 0.002.

Riffa Ismanti; Fifi Musfirowati

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Air Susu Ibu (ASI) merupakan suatu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologis, sosial maupun spiritual. ASI mengandung nutrisi, hormone, unsur kekebalan pertumbuhan, anti alergi, serta anti inflamasi. Pijat oksitosin adalah suatu tindakan pemijatan tulang belakang dari nervus ke 5-6 scapula yang akan mempercepat kerja saraf parasimpatis untuk menyampaikan perintah ke otak bagian belakang sehinnga oksitosin keluar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI Pada Ibu Post Partum. Metode yang digunakan adalah Literature review menggunakan jurnal intervensi untuk mengatasi masalah pijat oksitosin dengan permasalahan terhadap produksi ASI yang dapat diakses full text. Tahun jurnal yang digunakan dibatasi 2012-2021. Berdasarkan telaah literature pada 5 jurnal didapatkan bahwa terapi pijat oksitosin dapat diberikan kepada ibu post partum dengan cara dipijat punggung ibu selama 10-15 menit dapat diberikan 2 sesi yaitu pagi dan sore. Hasil telaah literature review ini menunjukkan bahwa terapi pijat oksitosin dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum.  

Silvia Mona; Susanti Susanti

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kunjungan antenatal care ialah suatu kegiatan yang perlu dilakukan dimana tujuannya sebagai langkah pendeteksian secara dini terkait ada tidaknya komplikasi saat proses kehamilan. Kunjungan ini dapat dilaksanakan sebanyak 4 kali selama proses kehamilan, yang mana dilakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin guna menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini ialah guna mengetahui faktor apa saja yang memberikan pengaruh atas perilaku ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan kesehatannya. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini ialah deskriptif dimana dengan melakukan pendekatan cross sectional dimana dalam melakukan pengukuran variabel hanya dilakukan sekali saja pada suatu waktu. Dalam penelitian ini sebanyak 20 ibu hamil berperan menjadi sampel. Hasil penelitian didapatkan bahwasanya hal yang mempengaruhi perilaku ibu hamil dalam melakukan kesehatan ialah pengetahuan (p=0,001 < 0,005) dan dukungan suami (p=0,008 < 0,005).    

Nurul Sugiarti Syam; Syamsuryanita Syamsuryanita; Nurul Ikawati

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2021 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Perkembangan merupakan perubahan yang terjadi pada diri individu dengan bertambahnya kemampuan dan fungsi tubuh dari yang sederhana ke yang lebih kompleks, sebagai hasil dari proses pematangan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Motorik Kasar Pada Bayi Usia 3-6 Bulan di BPM Suriyanti, S.ST Makassar. Desain Penelitian ini adalah eksperimen metode Pre Test-Post Test Control Group Design, populasi penelitian ini berjumlah 100 bayi di BPM Suriyanti, S.ST Makassar dan sampel berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 orang (50%) yang mendapatkan pijat bayi, terdapat 14 bayi (93,3%) yang motorik kasanya meningkat dan 1 bayi (6,7 %) yang tidak meningkat. Sedangkan yang tidak di lakukan pijat bayi sebanyak 15 bayi (50%), terdapat 2 orang motorik kasarnya meningkat (13,3%) dan 13 bayi (86,7%) yang tidak meningkat. Dengan menggunakan uji Mann-Whitney dan wilcokxon, menunjukkan bahwa setelah diuji wilcoxon nilai ? Value pretest-posttest dari kelompok perlakuan adalah 0,000 (<0,05), sedangkan nilai ? Value pretes-posttest pada kelompok kontrol 0.039 (<0,05). Sedangkan setelah diuji Mann whitney didapatkan hasil ? = 0,000 (<0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa ?<?, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. yang artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan motoric kasar pada bayi usia 3-6 bulan