Publication Search

68,793 articles from 593 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Erni Suprapti; Diana Dayaningsih; Febri Santosa; Mimin Indah Lestari; Kistia Rita Santi +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Balita adalah masa yang membutuhkan perhatian ekstra baik bagi orang tua maupun bagi kesehatan. Perhatian harus diberikan pada pertumbuhan atau perkembangan, status gizi sampai pada kebutuhan akan imunisasi. Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua, perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini bersifat irreversibel atau tidak bisa pulih kembali (Marimbi, 2010). Gizi kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurngan atau ketidakseimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, aktivitas berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. Kurang gizi masih merupakan permasalahan serius bagi anak-anak di Indonesia tidak terkecuali anak yang berasal dari perkotaan. Hampir seluruh daerah di Indonesia melaporkan adanya kasus gizi kurang bahkan gizi buruk di wilayahnya. Masyarakat RW 5 kelurahan Rowosari kecamatan Tembalang kota Semarang merupakan Sebagian besar ibu rumah tangga memiliki anak yang berusia antara bayi hingga remaja. Dari 90 balita yang ada di RW 5 Kelurahan Rowosari   Kecamatan Tembalang Semarang Kota, 7 balita beresiko tinggi mengalami gizi kurang. Berdasarkan data bulan November 2019, 7 balita tersebut mengalami penurunan berat atau berat badan yang menetap tiap bulannya. Sebanyak 14% ibu balita di RW 5 tidak mengetahui makanan sehat untuk balita di atas tiga tahun. Sebanyak 17% ibu balita membiarkan anaknya jika tidak mau makan.Kader Posyandu tidak pernah memberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu yang mempunyai balita yang pengalami penurunan Berat Badan maupun Balita yang masuk dalam kategori status gizi kurang.Berdasarkan permasalahan serta peluang yang telah dijelaskan diatas, TIM Pengabdian masyarakat ingin melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Revitalisasi Posyandu Balita Nusa Indah dalam upaya peningkatan pengetahuan kader tentang gisi Balita , dengan tujuan mengoptimalkan peran kader dalam upaya meningkatkan pengetahuan tentang gizi Balita di Posyandu Nusa Indah RW 5 Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang    

NLP Yunianti Suntari; A. A Sri Wahyuni

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background : Tourism in Bali is also followed by positive and negative impacts on the Balinese people. The positive impact is such as the large number of jobs that are able to absorb labor, while the negative impact is the emergence of social issues such as human trafficking which can threaten the young generation of Bali. Method : Activities by providing education about human trafficking. And provide life skills training. Target adolescents, both those who attend school and drop out of school. Result : Lentera Anak Bali (LAB) is an independent non-profit organization engaged in child protection to obtain their rights. LAB sees the importance of these children’s problems by involving the local government, social services, education offices, health offices and community leaders. In an effort to build awareness of the vulnerability of these children and make preventive education efforts against the possibility of being caught in human trafficking,by conducting outreach to officials, the caring community, and the youth themselves.These adolescents are given education on safe life skills (free of prostitution),understanding of human trafficking, education on health and welfare, and examination of reproductive organs. With this facilitation, it is hoped that they can protect themselves and become counselors for their teenage friends. Conclusion : this activity can increase public understanding of the danger of human trafficking. (1) There is a group of young urban workers who receive assistance from the human trafficking prevention team. (2) Youth groups who received training on safe life skills (prostitution free), understanding of human trafficking, health education, and examination of reproductive organs.

Jane Leo Mangi

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Masalah gizi terbagi menjadi masalah makro dan mikro.  Masalah gizi makro adalah masalah yang utamanya disebabkan oleh kekurangan atau ketidakseimbangan asupan energi dan protein. Manifestasi masalah gizi makro bila terjadi pada wanita subur dan ibu hamil yang kekurangan energi kronis (KEK) adalah berat badan bayi baru lahir yang rendah (BBLR). Keadaan tersebut bila terjadi pada anak balita akan mengakibatkan marasmus dengan kwashiorkor atau marasmic kwashiorkor dan selanjutnya akan terjadi gangguan pertumbuhan pada anak usia sekolah. Masalah gizi terbagi menjadi masalah makro dan mikro.  Masalah gizi makro adalah masalah yang utamanya disebabkan oleh kekurangan atau ketidakseimbangan asupan energi dan protein. Manifestasi masalah gizi makro bila terjadi pada wanita subur dan ibu hamil yang kekurangan energi kronis (KEK) adalah berat badan bayi baru lahir yang rendah (BBLR). Keadaan tersebut bila terjadi pada anak balita akan mengakibatkan marasmus dengan kwashiorkor atau marasmic kwashiorkor dan selanjutnya akan terjadi gangguan pertumbuhan pada anak usia sekolah. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh pemberdayaan keluarga  terhadap  pengetahuan pengelolaan  makanan lokal Bagi Balita di Desa Noepesu. . Besar sampel 120 ibu yang mempunyai balita untuk kelompok eksperimen dan 60  orang ibu balita sebagai kelompok control 60 orang.Hasil penelitian  variable pengetahuan gizi (X1) mempunyai pengaruh positif terhadap perilaku gizi ibu dengan koefisien regresi sebesar 0,333. artinya bahwa apabila pengetahuan gizi meningkat sebesar 1 persen maka perilaku gizi akan meningkat sebesar 0,333 persen. Simpulan dari penelitian ini pemberdayaan keluarga berpengaruh terhadap pengetahuan  ibu dalam memanfaatkan makanan local untuk balita  

Hasibuan, Henny Triyana

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

This study aims to analyze application of zakat accounting in Baznas Bali Province in increasing transparency and accountability in management of zakat, infak and sedekah (zis) funds. This research is a qualitative research. The results of this study indicate that Bali Provincial Baznas have complied with PSAK No. 109. Receipts of zakat, donations and alms are assessed when cash or other assets are received. Accepted zakat, recognized as amil and non amil funds,  determination of the percentage of zakat funds received for each mustahiq based on sharia principles is 12.5%. Distribution of zakat, infak and  sedekah  funds as a deduction from zakat, alms and alms funds. The components Baznas Bali's financial statements are statement of financial position, report on changes in funds, reporting on cash flows and notes to  financial statements. The absence an asset management report in accordance with PSAK 109 is due to Baznas Bali Province not having fixed assets, all assets are in  form of current assets. Accountability is reflected in  financial statements that have been audited by independent auditors, while transparency of financial statements is contained in reports in the form of bulletins that are published periodically. The implication results of research is expected to be financial statements  Baznas of  Province of Bali which can be an example in management of infaq and alms funds throughout Indonesia. It is recommended for further research to be able to broaden scope of regional research throughout Indonesia, so that research results can be generalized nationally.