SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Resty Wahyu Ramadhani; Putri Apria Ningsih; Victor Diwantara

Jurnal Penelitian Manajemen dan Inovasi Riset 2023 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

In managing family management, the one who acts as the manager is usually the housewife. To be able to manage family finances professionally. Research with the title: "Family Economic Management After the Increase in Prices of Basic Materials (Case Study of Housewives in Betung Bedarah Timur Village, Tebo Ilir District). This research uses qualitative research methods. The types and sources of data needed are primary data and secondary data. With 9 informants who were interviewed, namely housewives. The research results show that housewives' understanding of family economic management is very simple. The absence of a housewife regulates the family economy after the increase in prices of basic commodities. There are no income posts and expenditure posts, and expenses often exceed income. There is no influence of internalization on family financial management. And the impact of rising prices of basic commodities has a big impact on housewives' purchasing power.  

Alya Fadia; Yudhistira Arie Wijaya

JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI 2023 sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Putra Semarang

Housemart Cirebon is a trading company engaged in staple goods located on Jalan Cideng Indah, Cirebon Regency - West Java. Cirebon Housemart provides basic ingredients from national brands ranging from household needs, baby products, to body and beauty care products. At present the business activities carried out are somewhat less effective. Sales, promotions and orders are still done manually, this is less effective because there is no detailed information on what products are being sold to buyers. . Recording and checking of transaction data, customer data, goods data, is still done manually in written document archives, data loss is still very likely to occur. The development method used to design the system uses the prototype method. The results of this research are in the form of a web-based Housemart Cirebon Sales Information System that is capable of performing sales, ordering and data processing services at Cirebon Housemart so that it can increase the effectiveness and efficiency of performance and time. The hope is to be able to provide complete information regarding the ordering process, services and promotions so that it is even better at Housemart Cirebon.

Dewi Juliyati; Abdul Rahman

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan gambaran yang akurat tentang 1) Tinjauan proses pembuatan kerajinan tenun tembe nggoli di Desa Leu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, 2) Cara pengadaan bahan pokok yang digunakan pada kain tenun tembe nggoli Bima dan, 3) Strategi pemasaran produk kain tenun tembe nggoli Bima. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif desriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Adapun pengecekan keabsahan data triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara umum prosedur pembuatan kain tenun tembe nggoli melalui beberapa tahap yaitu, 1) Mengambil kapas (wunta na’e) di pohonnya, 2) Kapas dijemur pada sinar matahasi yang panas, 3) Melakukan wenti, yaitu pemisahan kapas dangan bijinya menggunakan tangan dan dibentuk menjadi tipis dan selebar yang diinginkan, 4) Kapas yang sudah di Wenti dan sudah kering, lalu diratakan menggunakan kayu papan berbentuk raket/dipukul, 5) Pemolesan, yaitu kapas diratakan dalam bentuk tipis dan dipoles dengan menggunakan tangan hingga menjadi bentuk benang setengah jadi, 6) Medi, yaitupengolahan benang setengah jadi dengan menggunakan alat tenun tradisional, yaitu Langgiri dan Janta (bentuknya mirip seperti alat kincer angin dan kincer air), 7) Setelah jadi benang, maka dilakukan penenunan dengan kisaran waktu sebulan untuk sehelai sarung. Cara pengadaan bahan pokok kain tenun tembe nggoli, yaitu 1) kapas (wunta na’e), 2) kepompong ulat sutera, 3) lilin sarang lebah dan akar serai wangi, bahan pewarna kain tenun terbuat dari bahan-bahan alami yang ada dialam dan warna yang digunakan pada kain tenun ini adalah warna merah, hijau, kuning, hitam, biru dan coklat. Strategi pemasaran produk kain tenun tembe nggoli Bima, yaitu 1) Para penenun melakukan penjualan produknya dengan cara menitipkan kepada toko-toko tradisional, 2) Mereka melalukan penjualan kain tenun tembe nggoli dengan memanfaatkan sosial media, seperi facebook, instagram, watsApp dan lain-lain, 3) Mereka mempromosikan produknya dari mulut-kemulut, mulai dari tetangga, keluarga dan kerabatnya.