Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Ahmad Akmal Muhyiddin; Tommy Trides; Shalaho Dina Devi; Revia Oktaviani; Albertus Juvensius Pontus

Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan 2026 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

This study aims to determine the soil classification of rock disintegration products based on the Unified Soil Classification System (USCS) and analyze its relation to sample depth variations on the lowwall slope of Pit North, PT Karya Putra Borneo, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan. Soil samples were obtained through the Slake Durability test, simulating rock weathering from wetting and drying cycles, producing fine particles classified as weathered soil. These samples were analyzed for physical properties using Atterberg Limits tests and Grain Size Analysis. Observation point coordinates were X 508523.011 m, Y 9922791.186 m, at an elevation of 87.548 m. Drilling indicated soil material at 0–1.5 m depth; claystone with coal fragments at 2.97–4.44 m; siltstone with coal fragments at 4.44–10.55 m; and claystone at 12.05–29.36 m. USCS classification showed the materials were dominated by fine-grained soils: clay (CL) and silt (ML), with minor silty sand (SM). Correlation with borehole depth revealed no significant changes in soil classification, indicating that depth variations primarily affect soil physical properties rather than its classification type.  

Faizal Mahmud; Hendra Masvika; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko; Fahrudin Ahmad

Jurnal Teknik Sipil 2024 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Stabilisasi tanah merupakan suatu langkah untuk meningkatkan sifat-sifat dan kekuatan pada tanah. Salah satu metode untuk meningkatkan daya dukung tanah adalah dengan menambah atau mencampur dengan material yang memiliki nilai daya dukung yang tinggi. Penelitian akan difokuskan pada daya dukung tanah dengan menambah atau mencampur pasir kasar menggunakan pengujian Atterberg Limits dan Proctor yang diharapkan dapat meningkatkan daya dukung tanah terhadap kepadatannya. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Univesitas Semarang dengan cara membuat sampel dari hasil pemadatan standar, kemudian sampel diberikan penambahan pasir kasar dengan persentase penambahan sebesar 0%, 10%, 30%, dan 50% untuk mendapatkan nilai Atterberg Limits dan Proctor maksimum setelah dilakukan penambahan pasir kasar. Pada masing-masing pengujian didapatkan hasil bahwa pada tanah tersebut mengalami peningkatan daya dukung setelah dilakukan stabilisasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa pasir kasardapat digunakan untuk bahan stabilisasi. Pada masing-masing pengujian didapatkan hasil bahwa proses stabilisasi tanah optimum berada pada campuran 50%, hal ini terjadi karena sifat dari pasir kasar yang befungsi sebagai bahan pengisi tetapi tidak memiliki sifat mengikat, sehingga ketika volume pasir kasar telah memenuhi rongga-rongga tanah dan memiliki sisa, maka sisa pasir kasar tersebut akan menumpuk dan memadat bersama tanah sehingga lebih menstabilkan ikatan tanah yang telah terbentuk.