SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

54,413 articles from 425 journals · 1,456 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Sintiya Sintiya; Kurnia Wijayanti; Indra Tri Astuti

Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Asphyxia nonatorum contributed 30.3% to the cause of neonatal death in Central Java Province in 2019, in the case of LBW the percentage was greater than asphyxia neonatoum in cases of neonatal death in Central Java in 2019, namely 46.4%. This research design is quantitative research, with a cross-sectional approach. The sampling technique used the chi-square formula and obtained a sample of 40 respondents. The data collection method used data from medical records. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis using the chi-square test. The characteristics of the respondents were mostly male with a total of 26 babies (65.0%), the majority of the gestational age of the babies in the premature category was 25 people (62.5%). The majority of the babies' mothers had a high school education of 29 people (72.5%), the majority were born by CS procedure of 33 babies (82.5%), with normal amniotic fluid characteristics of 25 people (62.5%). The majority of babies had a weight in There were 22 babies (55.0%) in the LBW category, and the majority of respondents had LBW and moderate asphyxia, 12 babies (54.5%). Based on the analysis results, the d value was 0.518, indicating a moderate positive correlation with a p value (0.000 < 0.05), indicating a relationship between low birth weight and asphyxia at Roemani Muhammadiyah Hospital, Semarang. There is a relationship between low birth weight and asphyxia at Roemani Muhammadiyah Hospital, Semarang.

Ais Izza Fadhilah; Falasifah Ani Yuniarti; Rina Prawati

Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan 2024 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Background: LBW babies face difficulties adapting to life outside the womb because their organs, such as the lungs, heart, kidneys, liver and digestive system, are not fully mature. The neonatal period is the most vulnerable period for a baby's survival, and one of the causes of newborn deaths is asphyxia. One of the complementary therapy techniques that can be used to increase saturation and hemodynamics in LBW babies is music therapy and murrotal therapy. Research method: The research method used in the intervention is a case report using the intervention method. The research was carried out in the NICU room at Tjitrowardojo Regional Hospital, Purworejo, when the research was carried out on 01-05 May 2024. The research participants were one neonate patient with a diagnosis of LBW accompanied by asphyxia. Oxygen saturation measurements were carried out before and after Murottal Surat Ar-Rahman Therapy was given. Results: After being given the Murotal Al-Qur'an Surah Ar-rahman therapy intervention within 30 minutes for five days, there was an increase in oxygen saturation in LBW babies with asphyxia on the first day from 88% to 93%, and on the fifth day there was an increase in oxygen saturation from 99 % becomes 100%.Conclusion: Murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman therapy has a positive effect on oxygen saturation in patients with LBW accompanied by asphyxia

Garida Zuarisa; DetyMulyanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Tujuan ketiga dari Sustained Development Goals (SDG) yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) adalah untuk mengakhiri kematian yang dapat dicegah pada neonatus dan balita pada tahun 2030 salah satunya sepsis neonatorum. Sepsis neonatorum biasa diartikan sebagai gejala sistematik infeksi oleh bakteri, virus, dan jamur pada periode neonatal dengan gejala awal yang bervariasi, dari hanya malas minum, hingga syok septik. Sepsis neonatorum masih menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas pada neonatus terutama di negara berkembang seperti Indonesia.  The risk factors of developing neonatal sepsis could be caused by maternal and neonatal risk factors. Faktor risiko ibu antara lain ketuban pecah dini membran (PROM) terutama lebih dari 18 jam, infeksi dan demam ibu selama persalinan, cairan ketuban meconial. Faktor risiko neonatal antaralain prematuritas, berat badan lahir rendah, asfiksia, resusitasi selama persalinan. Dengan mengetahui faktor-faktor resiko yang berperan dalam terjadinya sepsis neonatorum maka kejadian sepsis neonatorum diharapkan dapat dicegah dan dapat diberikan intervensi segera pada bayi yang mengalami sepsis sehingga mngurangi angka mortalitas dan morbiditas.

Dinda Ango; Harismayanti Harismayanti; Andi Nur Aina Sudirman

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram yang bisa menyebabkan Asfiksia Neonatorum. Bayi dengan BBLR memiliki banyak risiko mengalami permasalahan pada sisrtem tubuh, karena kondisi tubuh yang tidak stabil. Kematian perinatal pada bayi BBLR adalah 8 kali lebih besar dari bayi normal. Prognosis bayi dengan BBLR akan lebih buruk bila berat badan semakin rendah. Kematian sering disebabkan karena komplikasi neonatal seperti asfiksia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan berat badan lahir rendah (BBLR) dengan kejadian asfiksia. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi rujukan dan yang lahir di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe pada tiga bulan terakhir sebanyak 54 bayi dengan tehnik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian ini ada 30 orang. Hasil penelitian uji analisis chi-square didapatkan nilai p-value < α 0,05, maka dapat disimpulkan hubungan berat badan lahir rendah (BBLR) dengan kejadian asfiksia ini diharapkan dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan.          

Thania Sumanta; Hariamayanti Hariamayanti; Ani Retni

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Asfiksia adalah keadaan dimana bayi baru lahir tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir sehingga bayi tidak mampu memasukkan oksigen dan tidak mampu mengelurkan zat asam arang dari tubuhnya, sehingga dapat menurunkan O² (oksigen) . Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi Faktor Risiko Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir di RSIA Kasih Fatimah Kotamobagu. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif pendekatan cross sectional dengan jumlah responden 52 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan Uji Chi-square pada setiap variabel. Hasil penelitian ini didapatkan faktor Risiko Kejadian Asfiksia Pada Bayi Brau lahir antara lain usia ibu (p=0.001), usia kehamilan (p=0.002), berat badan lahir (p=0.000), air ketuban (p=0.002), lilitan tali pusa (p=0.001). Usia ibu (RR : 1.98), usia kehamilan (RR :1.80), berat badan lahir (RR :1.69), air ketuban (RR : 180), lilitan tali pusat (RR : 1.84). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan usia ibu, usia kehamilan, berat badan lahir, air ketuban, lilitan tali pusat dengan Faktor Risiko Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir. Diharapkan terutama pada bu hamil agar melakukan antenatal care secara teratur agar mudah dideteksi adanya kelainan.    

Lince Karlina Wati; Putri Malini Sibarani; Marantika Marantika; Maya Sari Sargih; Roy Saputra Berutu +1 more

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Asfiksia neonatorum merupakan suatu keadaan pada bayi baru lahir yang mengalami gagal bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir, sehingga bayi tidak dapat memasukkan oksigen dan tidak dapat mengeluarkan zat asam arang dari tubuhnya. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa angka kematian bayi sebagian besar disebabkan oleh asfiksia (20-60%), infeksi (25-30%), bayi dengan berat lahir rendah (25-30%), dan trauma persalinan (5-10%). Indonesia merupakan negara dengan AKB dengan asfiksia tertinggi kelima untuk negara ASEAN pada tahun 2011 yaitu 35 kematian per 1000 kelahiran. angka kematian bayi (AKB) di indonesia adalah 32/1000 kelahiran hidup dan kematian neonatal 19/1000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian adalah Memberikan Asuhan kebidanan Bayi Baru Lahir pada By. S Dengan Asfiksia sedang Di Rumah Sakit Mitra Sejati kota Medan Tahun 2020 dengan menggunakan 7 langkah varney. Jenis penelitian ini adalah penelitan deskriptif. Subjek penelitian adalah By Ny. S dengan Asfiksia Sedang. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Mitra Sejati dilakukan dari bulan Maret pada tanggal 27 maret- 29 maret 2020. Hasil penelitian ini adalah tidak terdapat kesenjangan teori dan praktek. Setelah di berikan KIE dan tindakan yang benar masalah asfiksia sedang pada bayi yang di alami dapat teratasi dan keadaan pasien menjadi lebih baik. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk dapat meningkatkan mutu pelayan bayi baru lahir dengan asfiksia sedang yang komprehensip untuk mencegah komplikasi ataupun kelainan pada bayi.                                                                                  

Eka Afrilia Barkah; Ingati Ndruru; Feradvent Sitanggang; Mirna Aprilia; Cici Framita Lbn Gaol +1 more

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penyebab kematian bayi baru lahir menunjukkan bahwa proporsi penyebab kematian neonatal kelompok umur 0-7 hari tertinggi adalah premature dan berat badan lahir rendah / LBW (35%), kemungkinan asfiksia lahir (33%). Penyakit penyebab kematian neonatal kelompok umur 8-28 hari tertinggi adalah infeksi sebesar (57,1%), (termasuk sepsis, pneumoni, diare), kemudian feeding problem (24,3%). Tujuan: untuk melaksanakan Asuhan Kebidanan Berat Badan Lahir Rendah pada By,Ny.M Di Klinik Bersalin Roslena Medan Tahun 2019 dengan menggunakan metode SOAP. Metode studi kasus: studi kasus ini menggunakan metode deskrtiptif. Kesimpulan: Asuhan kebidanan  dilaksanakan menggunakan pendekatan dengan pendokumentasian SOAP (Subjektif, Objektif, Assasment, Planning). Tidak ditemukan kesenjangan pada  hasil data Subjektif dan Objektif. Sehingga setelah semua data terkumpul dapat disimpulkan Analisa dan melakukan Penatalaksanaan sesuai dengan teori.  

Yenni Yenni; Andi Tenri Angka

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2019 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Asphyxia is the failure to initiate and continue breathing spontaneously and regularly when the baby is born or some time after birth. The aim of the research is to determine the description of midwives' knowledge of the meaning of asphyxia, etiology and treatment of asphyxia at the Special Regional Hospital for Women and Children in Pertiwi Makassar. The research was carried out at the Special Regional Hospital for Women and Children in Pertiwi Makassar. The method in this research uses descriptive analytics by taking a sample of 45 midwives with a total sampling technique, namely all midwives who work at the Pertiwi Makassar Regional Special Hospital for Women and Children in 2016. The data used in this research is primary data with the variable studied being knowledge midwives about the meaning of asphyxia, the etiology of asphyxia and the treatment of asphyxia. The results of the research from 45 midwives who were willing to be respondents found 42 respondents (93.33%) who had good knowledge about the meaning of asphyxia, 42 respondents (93.33%) who had good knowledge about the etiology of asphyxia and 40 respondents (88.89%) who had good knowledge about the etiology of asphyxia. good about treating asphyxia. In conclusion, most of the midwives' knowledge is good about the meaning of asphyxia, the etiology of asphyxia and the treatment of asphyxia. It is hoped that midwives will further increase their knowledge, especially in handling asphyxia in newborns to reduce the neonatal mortality rate.