SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

29,653 articles from 386 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Nurinnisa Shiddiqiyah; Tin Utami

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sectio is a surgical operation to help pregnant women give birth by making an incision in the abdominal wall (laparotomy) and uterus (hysterectomy). Compared with regular births, which only cause about 9% more suffering, births by cesarean section cause about 27.3% more pain. Pharmacology and non-pharmacology can be used together to treat pain. Within 24 hours after a caesarean section, patients can experience a five times greater reduction in pain thanks to lavender aromatherapy. There are no risks associated with using the main active components of lavender oil, linalyl acetate, and linalool, which may provide a calming effect. When lavender aromatherapy is inhaled, the compounds it contains trigger the hypothalamus to produce endorphins which can calm and soothe. Lavender aromatherapy also has properties that make it antibacterial, analgesic, antidepressant and antispasmodic. By offering and using lavender aromatherapy, this research approach is descriptive and takes the form of a case report. The aim of this research is to determine whether the use of lavender aromatherapy can help patients after giving birth by caesarean section reduce their discomfort. After receiving lavender aromatherapy, the research findings changed from a scale of 7 to 3. Research findings show that the use of lavender aromatherapy can help postpartum patients undergoing cesarean section reduce their discomfort.

Rahmanti, Ainnur; haksara, endro

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Hemodialisa merupakan tindakan yang digunakan untuk menangani pasien CKD. Tindakan ini dapat mempengaruhi psikologis pasien CKD karena harus dilakukan suumur hidup, pasien menjadi ketergantungan pada mesin yang pelaksanaannya rumit dan membutuhkan waktu yang lama serta memerlukan biaya yang relative besar. Sehingga pasien menjadi bosan, malas menjalani hemodialisa, kualitas hidup menurun dan bisa berakibat kematian. Kecemasan ini salah satu hal yang dikeluhkan oleh pasien-pasien hemodialisa. Penerapan aromatherapy lavender sebanyak 0.6 ml selama 1 x 30 menit merupakan salah satu terapi nonfarmakologi yang aman untuk mengurangi tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani hemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan aromatherapy lavender dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien CKD yang akan menjalani hemodialisa di Rumkit Tk. II dr. Soedjono Magelang. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus. Subjek yang digunakan sebanyak 2 orang dengan kriteria pasien hemodialisa, pasien yang tidak mempunyai riwayat alergi terhadap aromatherapy lavender, pasien sadar dan dapat berkomunikasi, pasien yang bersedia menjadi responden, pasien yang menjalani tingkat kecemasan sedang dengan lembar penilaian HRS-A (score 21-27). Berdasarkan analisa data didapatkan hasil bahwa subyek I mengalami penurunan dari score kecemasan 27 (sedang) menjadi 19 (ringan) dan subyek II dari score kecemasan 24 (sedang) menjadi 17 (ringan). Kesimpulan penerapan aromatherapy lavender efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani hemodialis. Penerapan aromatherapy lavender direkomendasikan untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien yang menjalani hemodialisa.