Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Wa Ode Fatmawati; Ardiansyah Ardiansyah

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

After the spread of Islam in the Buton islands brought by Sheikh Abdul Wahid for the second time in 1948 H. Then the intellectuals or Islamic intellectuals who came from Buton. Taking the initiative to develop teachings throughout the coastal areas of Buton, especially on the western coast of Siompu Island, where one of the teachings is teaching about tahlilan. The purpose of this study was to find out how the community understands the tahlilan tradition in West Siompu sub-district? And to find out the method of preaching Bil' wisdom in understanding the tahlilan tradition in Siompu Barat sub-district? Data collected using data collection methods, namely: observation, interviews and documentation methods. The results of this study can be recommended for further research on the history of Buton. In particular, the western Siompu area. As an effort to add a little reference and knowledge about the history of the arrival of Islam in the land of Buton.

Echi Amianu; Agnes Angi Dian Winei; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Kalimantan merupakan wilayah multikultur dengan integrasi alam, sehingga selalu berkoneksi dengan kosmos secara natural. Dengan naluri sebagai homo-religio , masyarakat Kalimantan menjadikan alam sebagai mediasi untuk menghadirkan suatu transenden secara khusus pada unsur metakosmis lokal yang secara peyoratif disebut Animisme. Salah satu Sample dari animisme ini ialah Keramat Abeh Desa Dayu dalam ritual miwit Abeh, dimana masyarakat dayak ma’anyan orisinal desa Dayu meyakini adikuasa dari leluhur ini secara historik maupun empirik. Namun kehadiran soteria kristiani juga menjamah Penduduk , sehingga banyak generasi yang lahir dengan budaya dan dibesarkan oleh agama. Kerap kali generasi baru yang masih memiliki perspektif yang picik dan tendensius ,mengangap bahwa ritual animisme merupakan hal yang tabu, begitu pula sebaliknya mereka yang dibesarkan oleh budaya juga mengangap kristiani hanya sarana yang sama tampa keistimewaan. Dari sini terjadilah ambivalensi dan kebimbangan dalam memandang Tradisi budaya dan tidak jarang terjadi ketimpangan dalam porsi kehidupan berbudaya dan beragama karena sempitnya wawasan lokal. Penelitian ini ditujukan untuk melihat (1) Bagaimana pandangan kristianitas terhadap ritual animisme lokal dan pandangan budaya ritual animisme terhadap agama kristianitas ,(2)  Bagaimana enkulturasi Gereja dalam memahami dan membawa diri secara tepat dalam ritual animisme tampa pergesekan. Data diperoleh melalui wawancara , observasi dan studi literatur. Hasil penilitian (1) perspektif  kristiani dan kultural menunjukan tidak ada deviasi antara kedua aspek ini mereka memiliki kesamaan rupa meskipun tersusun oleh perbedaan konseptis, ( 2 ) Jalan untuk saling memahami dan belajar ialah melalui kompleksitas dialektik yang ekstensif diiringi dengan implikasi moralitas dalam tindakan itulah kemasan dalam  Enkulturasi Iman terhadap animisme.