Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 39

Analytics

Robby Kayame; Emanuela Nirmala; Christine P.A. Korwa; Meidy Johana Imbiri; Hardiyanti Hardiyanti +2 more

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Malaria remains a major public health challenge in eastern Indonesia, particularly in the remote highland areas Papua, where access to health services is very limited. In early 2008, a suspected malaria outbreak with several deaths was reported in Agisiga District, a remote highland area in Papua. This study aimed to investigate the epidemiological characteristics, diagnostic results, and mortality patterns of the malaria outbreak as a basis for formulating future control strategies. The outbreak investigation was conducted using a cross-sectional design in Agisiga District from January to March 2008. Capillary blood samples were examined using Rapid Diagnostic Tests (RDTs) and thin blood smear microscopy. Malaria-related deaths were traced through verbal autopsy methods and interviews with families and community leaders. Descriptive analysis was performed to describe the demographic, clinical, and parasitological characteristics the cases. A total of 92 suspected malaria cases were identified, with the highest proportion coming from Tomosiga Village (52.2%), followed by Bigasiga Village (40.2%) and Agisiga Village (7.6%). Women accounted for 58.7% of all cases, and the most affected age group was 15–35 years (34.8%). Microscopic examination confirmed malaria infection in 55.0% of samples examined, with Plasmodium vivax predominating (45.0%), while the RDT positivity rate was much lower. The malaria outbreak in Agisiga District was characterized by high mortality, delayed diagnosis, and significant gaps in diagnostic capacity, particularly in remote villages. Strengthening the surveillance system, increasing diagnostic capacity, and improving access to timely treatment are crucial steps prevent similar outbreaks and reduce malaria mortality in the Papuan highlands.

Pulo, Miltiades Dewifortuna; Suciptawati, Ni Luh Putu; Susilawati, Made

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study aims to model the Infant Mortality Rate (IMR) in East Nusa Tenggara Province using truncated spline nonparametric regression. In this study, IMR is associated with four predictor variables: the percentage of poor people, the percentage of pregnant women under 19 years of age, low birth weight, and life expectancy. These four variables have an unpatterned relationship, indicating the presence of a nonparametric component in the model. The truncated spline regression method was chosen because of its ability to handle nonlinear relationships between variables. The results showed that the best model was obtained using three knot points, which produced a coefficient of determination (R²) of 97.47%. This indicates that the truncated spline regression model is able to explain 97.47% of the variation in IMR in East Nusa Tenggara Province. In addition, the four predictor variables have a significant influence on the model, making a significant contribution in explaining the factors that influence IMR in the region.

Septianingtyas, Maya; Jona, Resa Nirmala; Sulistyaningrum, Danny Putri; Juwariyah, Siti; Noer’aini, I’ien +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berdampak pada meningkatnya angka kesakitan dan kematian, terutama pada kelompok lansia. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dan gaya hidup sehat menjadi faktor yang memperburuk kondisi ini. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengendalian tekanan darah melalui Program SEHATI (Sehat Bersama Hipertensi Terkendali). Metode: Kegiatan dilaksanakan di Posbindu lansia dengan melibatkan 45 peserta. Metode kegiatan meliputi skrining tekanan darah dan status kesehatan, edukasi tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi, serta pelatihan senam hipertensi. Evaluasi dilakukan melalui pre dan post-test pengetahuan serta observasi partisipasi senam. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang hipertensi sebesar 35%, partisipasi aktif dalam senam mencapai 90%, dan sebagian besar peserta menunjukkan penurunan tekanan darah setelah mengikuti kegiatan. Kesimpulan: Program SEHATI efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku sehat masyarakat dalam pengendalian tekanan darah, serta dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis promotif dan preventif di komunitas lansia.

Gani, Nurul Fadhilah; Hasnah, Hasnah; Nurhidayah, Nurhidayah; Sumarmi, Sumarmi

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, salah satunya dipicu oleh komplikasi kehamilan akibat kekurangan gizi. Rendahnya literasi nutrisi pada ibu hamil berkontribusi terhadap meningkatnya risiko preeklamsia, anemia, dan bayi berat lahir rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi nutrisi ibu hamil melalui pendampingan berbasis media kalender makanan sebagai alat bantu edukasi sederhana dan aplikatif. Pengabdian dilaksanakan di Kantor Desa Bungaejaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dengan melibatkan 10 orang ibu hamil. Kegiatan ini juga dihadiri oleh kepala desa, bidan desa, kader kesehatan, dan mitra Dompet Dhuafa. Metode kegiatan mencakup penyuluhan nutrisi kehamilan, pelatihan penggunaan kalender makanan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu hamil mengenai kebutuhan gizi selama kehamilan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi visual berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran nutrisi pada ibu hamil serta meningkatkan kemampuan ibu dalam mengidentifikasi nutrisi tepat sehari-hari selama hamil.

Dianita, Rike; Bambang Budi Raharjo; Nuke Prasetyani Nurhayati

Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi 2025 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Maternal and child mortality remains a major public health challenge in Indonesia, with Brebes Regency identified as one of the regions with a relatively high burden. This study aims to provide a narrative review of strategies implemented to reduce maternal and child mortality in Brebes, while highlighting their relevance within the broader Indonesian health policy framework. Literature from peer-reviewed journals indexed in Scopus and Web of Science, published between 2019 and 2024, was reviewed. The findings indicate that strategic planning at the district level emphasizes strengthening the role of midwives, improving access to primary health services, and integrating local programs with national policies. Behavioral nutrition interventions, such as the Baduta Program, and community-based innovations, such as “Buaian Services,” have shown potential in improving maternal and child health outcomes. However, challenges persist in the form of limited resources, disparities in service quality, and cultural barriers to health-seeking behavior. This review underscores the importance of combining top-down policy approaches with bottom-up community-driven initiatives. Future research is recommended to adopt mixed-method designs for a more comprehensive evaluation of program effectiveness.

Eka Ristin Tarigan; Adriana Bangun; Putri Nadila; Vera Liliani Hutagalung; Revina Untari

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, Dari data WHO tahun 2019 memperkirakan 85,5% bayi per 1000 kelahiran hidup (Under Five Mortality), ibu yang mempunyai bayi tidak melakukan pijat pada bayinya tiap tahunnya, sedangkan bayi yang dipijat tiap tahunnya hanya 14,5%. Pijat bayi adalah memberikan sentuhan pada tubuh bayi yang bermanfaat untuk menstimulasi tumbuh kembang bayi dan sebagai salah satu cara untuk mengungkapkan kasih sayang orangtua terhadap bayinya. Jenis penelitian ini bersifat deskritif dengan menggunakan kuesinior yang bertujuan untuk mengetahui Gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan tentang pijat bayi dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bayi yang ada di Dusun IV Desa Serbajadi  Tahun 2022 dengan menggunakan Total sampling sebanyak 40 orang. Dengan menggunakan 20 pertanyaan hasil penelitian didapatkan 40 responden, bahwa responden dengan kategori baik hasil penelitian yang ditemukan bahwa gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan tentang pijat bayi berpengetahuan kurang, penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan ibu tentang pijat bayi sebanyak 93% sedangkan ibu yang pengetahuan baik sebanyak 7%. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan di Dusun IV desa Serbajadi agar lebih lagi ditingkatkan pengetahuan tentang Pijat bayi sehingga bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan terampil.

Aritonang, Madhani Gokma Hot; Parangin angin, Reynaldi Valentino; Tambunan, Raymond Hosea; Simatupang, Ronauli; Siregar, Saut Dohot

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit dengan angka kematian tertinggi di negara maju bahkan dunia. Penyakit jantung dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan serius. Jumlah penderita penyakit jantung meningkat setiap tahunnya. Penyakit jantung dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yang utama adalah konsumsi alkohol berlebihan, kebiasaan merokok, dan faktor keturunan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi dan mencegah penyakit jantung sejak dini menggunakan algoritma pembelajaran mesin, yaitu regresi logistik. Data yang digunakan untuk pelatihan dan pengujian algoritma regresi logistik sebanyak 1.190 data, yang terbagi menjadi 80% data pelatihan dan 20% data pengujian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model dapat memprediksi dengan akurasi sebesar 86%. Setelah model dibuat, model tersebut diimplementasikan ke dalam situs web. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada diagnostik yang dapat membantu deteksi dini penyakit jantung.

Eka Ristin Tarigan; Adriana Bangun; Adelina Fitri Tanjung; Siti Khodijah; Revina Untari

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Menurut WHO (Word Health Organization), kembali merencanakan strategi untuk menurunkan angka kematian ibu melalui program Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu dimana target ratio kematian ibu secara global diharapkan dapat turun hingga mencapai kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup (WHO, 2016). Mola hidatidosa adalah kehamilan dimana setelah terjadi fertilisasi tidak berkembang menjadi embrio, tetapi terjadi proliferasi tropoblast, dan ditemukan villi korialis yang mengalami perubahan degenerasi hidropik. Prevelansi Mola hidatidosa lebih tinggi di Asia, Afrika, Amerika, latin di bandingkan dengan Negara – Negara barat insiden Mola hidatidosa sebanyak 15 kali lebih tinggi dari pada Amerika serikat, Jepang telah melaporkan bahwa terjadi 2 kali kejadian kehamilan Mola hidatidosa dari 1000 kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “ bagaimanakah gambaran kasus Mola hidatidosa di RSUP. H. Adam Malik Medan Periode JANUARI 2020 – DESEMBER 2022, penelitian ini bersifat deskriftif dengan menggunakan data sekunder dari Medical Record yang ada di RSUP H. Adam Malik Medan maka di peroleh jumlah populasi sebanyak 75 kasus yang menderita Mola hidatidosa dan yang menjadi sampel adalah seluruh populasi sebanyak 75 kasus. Pada penelitian ini yang menjadi variabel independent yaitu umur, paritas dan riwayat kehamilan sebelumnya, sedangkan yang menjadi variabel dependent yaitu Mola hidatidosa. Dari hasil penelitian di peroleh bahwa Mola hidatidosa berdasarkan umur mayoritas terjadi pada umur 20 – 35 tahun sebanyak 42 kasus (56%), berdasarkan paritas mayoritas terjadi pada multipara sebanyak 42 kasus (56%), berdasarkan riwayat kehamilan sebelumnya terjadi pada tidak pernah mengalami kehamilan mola sebelumnya sebanyak 57 kasus (76%). Berdasarkan penelitian ini di harapkan kepada petugas kessehatan untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui program kesehatan, khususnya penyuluhan tentang Mola hidatidosa.

Eka Ristin Tarigan; Adriana Bangun; Putri Nadila; Vera Liliani Hutagalung; Revina Untari

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, Dari data WHO tahun 2019 memperkirakan 85,5% bayi per 1000 kelahiran hidup (Under Five Mortality), ibu yang mempunyai bayi tidak melakukan pijat pada bayinya tiap tahunnya, sedangkan bayi yang dipijat tiap tahunnya hanya 14,5%. Pijat bayi adalah memberikan sentuhan pada tubuh bayi yang bermanfaat untuk menstimulasi tumbuh kembang bayi dan sebagai salah satu cara untuk mengungkapkan kasih sayang orangtua terhadap bayinya. Jenis penelitian ini bersifat deskritif dengan menggunakan kuesinior yang bertujuan untuk mengetahui Gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan tentang pijat bayi dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bayi yang ada di Dusun IV Desa Serbajadi  Tahun 2022 dengan menggunakan Total sampling sebanyak 40 orang. Dengan menggunakan 20 pertanyaan hasil penelitian didapatkan 40 responden, bahwa responden dengan kategori baik hasil penelitian yang ditemukan bahwa gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan tentang pijat bayi berpengetahuan kurang, penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan ibu tentang pijat bayi sebanyak 93% sedangkan ibu yang pengetahuan baik sebanyak 7%. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan di Dusun IV desa Serbajadi agar lebih lagi ditingkatkan pengetahuan tentang Pijat bayi sehingga bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan terampil.

M. Ryono Hariadi; Muhaji, Muhaji

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini menyoroti tingginya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular di Indonesia, terutama karena henti jantung mendadak yang sering terjadi di luar rumah sakit dan minimnya pertolongan pertama yang tepat. Dengan melibatkan 30 siswa kelas X MA Sunan Pandanaran Yogyakarta sebagai sampel, penelitian pre-eksperimental ini menggunakan desain one group pretest-posttest untuk menilai pengaruh simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap sikap kesiapsiagaan siswa. Setelah diberikan edukasi dan praktik simulasi BHD selama 30 menit, hasil menunjukkan peningkatan signifikan sikap kesiapsiagaan siswa dari kategori “cukup” menjadi “baik”, dengan uji Wilcoxon menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah simulasi BHD efektif meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat medis, sehingga disarankan agar metode ini diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan kesehatan di sekolah menengah dan diperluas ke kelompok remaja di berbagai institusi pendidikan.

Putri Tasya Najla; Elda Zianyu Safani; Marniati Marniati

Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi 2025 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Abstract. Work accidents are a serious problem that can result in injury, disability, even death for employees, as well as financial losses for the company. In Indonesia, the number of work accidents still shows a questionable number, so that prevention of work accidents must be a top priority in occupational safety and health (K3) management. This study aims to explore and develop effective work accident prevention strategies. Methods: used in this study is a literature review, by collecting and analyzing information from various journals and scientific articles related to work accidents and their prevention strategies. The population in this study were various studies that discussed work accidents, while samples were taken from relevant articles. The research variables include risk factors for work accidents and prevention strategies applied. Results: nshowed that the implementation of safety training programs, building a strong safety culture, and implementing the 5R principle (Ringkas, Neat, Resik, Rawat, Rajin) can significantly reduce the risk of work accidents. Conclusion: from this study is that investment in a holistic and sustainable safety strategy is essential to creating a safe and productive work environment, as well as protecting employee health and safety. With these steps, companies are expected to be able to improve overall operational performance and efficiency. Keywords: work accidents, safety, strategies. Abstrak. Kecelakaan kerja merupakan masalah serius yang dapat mengakibatkan cedera, cacat, bahkan kematian bagi karyawan, serta kerugian finansial bagi perusahaan. Di Indonesia, angka kecelakaan kerja masih menunjukkan angka yang mengkhawatirkan, sehingga pencegahan kecelakaan kerja harus menjadi prioritas utama dalam manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan strategi pencegahan kecelakaan kerja yang efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka, dengan mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai jurnal dan artikel ilmiah terkait kecelakaan kerja dan strategi pencegahannya. Populasi dalam penelitian ini adalah berbagai studi yang membahas kecelakaan kerja, sedangkan sampel diambil dari artikel-artikel yang relevan. Variabel penelitian meliputi faktor risiko kecelakaan kerja dan strategi pencegahan yang diterapkan. Hasil menunjukkan bahwa penerapan program pelatihan keselamatan, pembangunan budaya keselamatan yang kuat, dan penerapan prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa investasi dalam strategi keselamatan yang holistik dan berkelanjutan sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif, serta melindungi kesehatan dan keselamatan karyawan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan perusahaan dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi operasional secara keseluruhan. Kata kunci: kecelakaan lingkungan kerja, keselamatan, strategi.

Lia Ulvi Miranata Putri; Afrizal Afrizal; Eki Darmawan

Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The maternal mortality is an obstacle in efforts to develop human resources because it can reduce the level of maternal health and community welfare. Cases of maternal deaths in Tanjungpinang City in 2023 have increased compared to 2022, bringing the total to six deaths. Problem in the health sector cannot be separated from the affairs of the regional government, in this case through the Tanjungpinang City Health, Population Control, and Family Planning Service. This research aims to analyse the strategies carried out by the Tanjungpinang City Government in efforts to reduce maternal mortality using Strategy Theory by Geoff Mulgan. The research method used was a qualitative research method with a case study approach was and a total of 11 informants. Data collection techniques were carried out using interviews and documentation and analysed by data collection, data reduction, and data presentation. The research results show that the Tanjungpinang City Government in 2023 has carried out activities related to efforts to reduce maternal mortality in accordance with its vision and mission. This activity involves the Community Health Centre and parties in the field to ensure that pregnant women are monitored and follow the directions given. The challenges faced by the Tanjungpinang City Government with the high maternal mortality in 2023 are the lack of knowledge of pregnant women regarding pregnancy, the low level of delivery which is not carried put in health facilities, and the lack of empowerment of families and communities regarding the KIA Book. Overall, the strategy implemented by the government must be supported by the role of the community as the recipient of the strategy so that the high maternal mortality rate in Tanjungpinang City in 2023 means that the reduction has not been optimal due to a lack of knowledge and community awareness.

Sri Tanjung Rejeki; Yuni Fitriani; Natiqotul Fatkhiyah; Sania Alifatimah

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang sangat penting dalam kehidupan seorang wanita, namun kehamilan juga dapat menimbulkan berbagai risiko dan komplikasi, baik bagi ibu hamil maupun janin. Setiap tahun, sejumlah wanita meninggal dunia akibat masalah yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, atau komplikasi selama masa kehamilan. Komplikasi-komplikasi ini, baik yang bersifat fisiologis maupun patologis, dapat berpotensi meningkatkan AKI dan AKB. Oleh karena itu, deteksi dini terhadap faktor-faktor risiko kehamilan dan pemantauan kondisi ibu hamil sangat penting untuk menurunkan angka kematian tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendeteksi potensi risiko pada ibu hamil adalah dengan menggunakan Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR).. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya deteksi dini faktor risiko selama kehamilan. Metode yang digunakan adalah pengisian KSPR pada 31 ibu hamil. Dari 31 ibu hamil yang mengikuti kegiatan ini, sebagian besar (58%) dalam kategori Kehamilan Risiko Tinggi (KRT), jumlah 18 orang.

Febrian Evan Rafael; Marsianina Mega Cahaya; Zefanya Jopa Aurelius; Jadiaman Parhusip

Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika 2024 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Penelitian ini menganalisis distribusi dan perubahan Total Fertility Rate (TFR) dan Infant Mortality Rate (IMR) di Kalimantan Tengah selama 2020-2025 berdasarkan data proyeksi SP2020. Hasilnya menunjukkan penurunan rata-rata TFR dari 2.29 menjadi 2.23, dan IMR dari 18.02 menjadi 15.91, mencerminkan keberhasilan program keluarga berencana dan layanan kesehatan. Variasi TFR antar kabupaten/kota relatif kecil, sementara IMR menunjukkan ketimpangan yang lebih besar, dengan beberapa wilayah seperti Kotawaringin Timur dan Barito Timur mencatat penurunan signifikan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan layanan kesehatan di wilayah dengan IMR tinggi, penguatan program keluarga berencana, dan monitoring berbasis data untuk memastikan pemerataan pembangunan kesehatan.

Metasari, Des; Berlian Kando, Sianipar; Rahmawati, Dyah Tepi

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

ABSTRAK Latar Belakang: Tindakan episiotomi pada ibu postpartum akan menimbulkan luka yang menjadi resiko terjadi infeksi dan perdarahan postpartum yang dapat menjadi fakor penyebab peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI), sehingga proses penyembuhan luka menjadi hal penting untuk mengurangi resiko tersebut. Senam kegel dapat membantu proses penyembuhan luka karena melancarkan sirkulasi darah dan oksigen ke dalam otot dan jaringan disekitar, seperti perineum sehingga mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis (hubungan) senam kegel terhadap proses penyembuhan luka episotomi pada ibu postpartum di kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan analisis crossectional, sampel dalam penelitian ini ibu postpartum normal yang mengalami luka episiotomi di kota Bengkulu tahun 2022 yang berjumlah 40 orang, diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, lama senam 20 menit selama 7 hari dengan frekuensi 1 kali/hari. Hasil: Sebagian besar ibu postpartum dengan episiotomy tidak melakukan senam kegel, Sebagian besar mengalami proses penyembuhan luka > 7 hari. Ada hubungan anatara senam kegel dengan penyembuhan luka episiotomy pada ibu postpartum normal yang terjadi episiotomy dengan Pvalue 0,013. Simpulan: Terdapat percepatan proses penyembuhan luka episiotomi pada ibu posprtum yang emlakukan senam kegel, sehingga dapat disarankan pada ibu postpartum untuk melakukan senam kegel untuk membantu perbaikan jaringan yang luka akibat tindakan episiotomi.

Andrian Andrian; Henny Putri Wahyuni

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Perdarahan intrakranial sebagai akumulasi darah patologis yang terjadi di otak dan diklasifikasi berdasarkan lokasi perdarahan yaitu perdarahan epidural, subdural, subaraknoid, intraventrikular dan intraserebral (intraparenkim). Perdarahan intrakranial merupakan masalah klinis penting karena berkaitan dengan tingginya angka kejadian, yang seringkali disertai dengan gejala sisa neurologis serius atau bahkan kematian.Perdarahan Intrakranial merupakan perdarahan di dalam tulang tengkorak. Perdarahan bisa terjadi di dalam otak atau di sekeliling otak. Setiap perdarahan akan menimbulkan kerusakan pada sel-sel otak. Ruang di dalam tulang tengkorak sangat terbatas, sehingga perdarahan dengan cepat akan menyebabkan bertambahnya tekanan dan hal ini sangat berbahaya. Penyebab perdarahan intrakranial ini bisa karena cedera kepala merupakan penyebab yang paling sering ditemukan pada penderita perdarahan intrakranial yang berusia dibawah 50 tahun.CT-Scan merupakan modalitas alat pencitraan utama yang digunakan dalam keadaan akut dan sangat bermanfaat dalam menegakkan serta menentukan tipe trauma kapitis karena kemampuannya memberikan gambaran fraktur, hematoma dan edema yang jelas baik bentuk maupun ukurannya.

Garida Zuarisa; DetyMulyanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Tujuan ketiga dari Sustained Development Goals (SDG) yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) adalah untuk mengakhiri kematian yang dapat dicegah pada neonatus dan balita pada tahun 2030 salah satunya sepsis neonatorum. Sepsis neonatorum biasa diartikan sebagai gejala sistematik infeksi oleh bakteri, virus, dan jamur pada periode neonatal dengan gejala awal yang bervariasi, dari hanya malas minum, hingga syok septik. Sepsis neonatorum masih menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas pada neonatus terutama di negara berkembang seperti Indonesia.  The risk factors of developing neonatal sepsis could be caused by maternal and neonatal risk factors. Faktor risiko ibu antara lain ketuban pecah dini membran (PROM) terutama lebih dari 18 jam, infeksi dan demam ibu selama persalinan, cairan ketuban meconial. Faktor risiko neonatal antaralain prematuritas, berat badan lahir rendah, asfiksia, resusitasi selama persalinan. Dengan mengetahui faktor-faktor resiko yang berperan dalam terjadinya sepsis neonatorum maka kejadian sepsis neonatorum diharapkan dapat dicegah dan dapat diberikan intervensi segera pada bayi yang mengalami sepsis sehingga mngurangi angka mortalitas dan morbiditas.

Ilvy Rahmi Auliya; Afrinaldi Afrinaldi; Zulfani Sesmiarni; Linda Yarni

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Latar Belakang penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang di temui dilokasi penelitian yaitu lansia yang tinggal sendiri dirumah, hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Lansia juga merasa terisolasi dari lingkungan sosial karena lansia sulit menyesuikan diri dengan cara berfikir dan gaya-gaya baru dari generasi yang lebih muda. Tujuannnya untuk mengetahui Ego Integrity pada lansia di Korong Punco Ruyung, Nagari Batu Kalang Kecamata Padang Sago. Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode deskriptif kualitatif kerena permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini berupa kata-kata baik tertulis maupun lisan, tidak berkenaan dengan angka-angka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menguraikan dan menggambarkan bagaimana Ego Integrity pada lansia di Korong Punco Ruyung. Penelitian ini penulis lakukan pada lansia yang tinggal di Korong Punco Ruyung. Informan dalam penelitian ini adalah Lansia yang tinggal sendiri dirumah jauh dari orang tua dan Keluarga serta orang terdekat dari lansia, dengan jumlah informan kunci 7 orang dan informan pendukung 4 orang. Penulis menggunakan teknik observasi dan wawancara.  Sedangkan di dalam pembahasannya di gunakan metode deskriptif yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi di lapangan secara sistematis. Dari Hasil penelitian yang penulis lakukan tentang bagaiamana Ego Integrity pada lansia yang hidup sendiri di Korong Punco Ruyung menunjukan sebagian dari lansia memiliki Ego Integrity yaitu lansia mampu menerima siklus kehidupan yang akan menyebab kepuasan terhadap hidup. hal ini terlihat dari bagaiaman lansia menerima keadaan saat ini dan di masa lalu. Sedangakan ada beberapa lansia di anatara nya mengalami Despair yaitu kesulitan dalam untuk mengintegritaskan masa lalu dan menerimanya sehingga menyesali hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan. Dilihat dari ada sebagian lansia mampu beradaptasi dengan lingkungan dan penyesuaian diri, spiritual, bebas dari perasaan takut akan kematian, integritas emosi, kepuasan hidup, menerima keadaan keluarga di masa lalu dan dimasa sekarang.

Rahmelia Rauf; Harismayanti; Ani Retni

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tingginya angka kematian ibu akibat preeklampsia menekankan pentingnya dilakukan penatalaksanaan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, sehingga perlu adanya pengkajian terlebih dahulu terhadap faktor apa saja yang dapat menyebabkan preeklampsia pada ibu hamil. Ibu hamil yang mengalami preeklampsia memerlukan pengelolaan dan pemantauan yang ketat terhadap kondisinya dan janinnya sehingga penyakit tidak berkembang lebih berat agar tidak membahayakan jiwa ibu dan janin yang dikandungnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor resiko terjadi preeklampsia pada ibu hamil di Puskesmas Tolangohula Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Tolangohula. Jumlah sampel sebanyak 27 orang. Hasil penelitian uji analisis chi-square didapatkan nilai p-value < α 0,05, maka dapat disimpulkan ada hubungan antara usia ibu, paritas, riwayat hipertensi, kunjungan ANC dan usia kehamilan dengan preeklampsia pada ibu hamil. Adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya menjaga kesehatan ibu dan bayi selama kehamilan.  

Mohammad Aswin

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Keracunan merupakan keadaan gawat darurat yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan rusaknya sel serta sebagian fungsi tubuh bahkan mengakibatkan kematian akibat masuknya bahan beracun berupa zat atau makanan yang mengandung  bakteri dan pembusukan makanan. Keracunan dapat terjadi karena berbagai macam penyebab yang mengandung bahan berbahaya dan potensial dapat menjadi racun, Desain dan Sampel: Penelitian ini untuk menganalisis sejauh mana pengetahuan masyarakat tentang penanganan keracunan di Desa Tayadun Kabupaten Buol. Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sampel penduduk berjumlah 88 responden diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data melalui 2 tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Hasil: Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa masyarakat berpengetahuan penanganan baik sebanyak 72 responden (81,8%). Sedangkan responden yang memiliki pengetahuan penanganan yang kurang berjumlah 16 responden (18,2%). Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan penanganan keracunan masyarakat di Desa Tayadun Kabupaten Buol tergolong dalam kategori baik.  Pembahasan dan Kesimpulan: Dari perspektif peneliti, masyarakat sudah berpengalaman melakukan tindakan pertama dalam menghadapi keracunan, sehingga kedepannya dapat meminimalisir angka kejadian keracunan di Desa Tayadun Kabupaten Buol.