SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

35,279 articles from 390 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Gavin Berylian Josepto; Marvin Donald Richardo Aronggear; Rafif Dhia Yusrana; Jadiaman Parhusip

Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika 2024 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Penelitian ini menganalisis distribusi dan variasi alokasi anggaran APBN 2024 di tingkat provinsi di Indonesia menggunakan pendekatan statistik deskriptif. Data diolah untuk menghitung rata-rata dan simpangan baku anggaran setiap provinsi guna mengidentifikasi ketimpangan alokasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya ketimpangan signifikan, dengan DKI Jakarta memiliki rata-rata anggaran tertinggi sebesar Rp. 2,4 triliun, sedangkan provinsi lain seperti Gorontalo dan Maluku Utara berada jauh di bawahnya. Selain itu juga, ketimpangan internal juga ditemukan, terutama di wilayah Papua. Temuan ini mengindikasikan perlunya kebijakan redistribusi anggaran yang lebih merata untuk mendukung pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Anida Nurlatifah; Khuzaimah Fadillah Rachman; Nazwa Arani; Muhammad Arif Rahmatullah; Raihan Dzakwan

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah membandingkan pemahaman siswa terhadap media pembelajaran yang digunakan serta mengetahui kelebihan dan keunggulan dari masing-masing media dalam proses pembelajaran di SMAN 1 Cisarua. Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah metode eksperimen, yang berbentuk intact group comparison. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA di SMAN 1 Cisarua sebanyak 30 orang di kelas berbeda dengan materi ajar yang sama. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif atau analisis statistik.. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan metode yang disampaikan adalah metode pembelajaran menggunakan media bacaan dan media video animasi. Pada saat eksperimen metode pembelajaran yang menggunakan media video animasi lebih unggul dibandingkan menggunakan media bacaan. Penggunaan metode yang menggunakan video animasi menghasilkan nilai rata-rata kelas yang memenuhi standar ketuntasan sekolah. Sedangkan penggunaan metode video bacaan menghasilkan nilai rata-rata kelas yang tidak memenuhi standar ketuntasan sekolah.