Publication Search

64,628 articles from 535 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-13 of 13

Analytics

Indra Maulana Sunarto; Ibrahim Tohar; Suko Istijanto

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Kompleks Makam Sunan Giri merupakan salah satu tujuan wisata religi yang cukup dikenal di Provinsi Jawa Timur. Destinasi ini masih menjadi favorit karena masyarakat di sekitarnya dikenal memiliki tingkat religiusitas yang  tinggi.  Kabupaten  Gresik  sendiri  sering  dijuluki  sebagai  Kota  Santri  atau  Kota  Wali,  sehingga  potensi pengembangan wisata religi di wilayah ini sebenarnya sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji daya  tarik  wisata  yang  dimiliki  Kompleks  Makam  Sunan  Giri  di  Gresik.  Pendekatan  yang  digunakan  adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Aksesbilitas menuju kompleks makam Sunan Giri perlu banyak  perbaikan dengan cara  pelebaran jalan  untuk akses menurunkan penumpang  dari  area parkiran utama wisata. Atraksi yang dilakukan yaitu Ziarah wali, berbelanja kuiner dan oleh – oleh khas Gresik dan berwisata edukasi sejarah. Amenitas tergolong cukup lengkap namun perlu untuk di kelolah dengan baik. Dalam pengelolahan destinasi perlu memikirkan tentang perencanaan, perorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. 

Heni Nurhayati; St. Rukaiyah; Nurmadhani Fitri Suyuthi

Journal of Management and Social Sciences (JIMAS) 2024 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This research focuses on four tourist destinations in North Penajam Paser Regency: Istana Amal Beach, Nipah-Nipah Beach, Tanjung Jumlai Beach, and D’Wish Gunung Mulia. Attractions, amenities, and accessibility are considered key factors influencing repeat visits. Based on data analysis, attractions, especially natural beauty and environmental cleanliness, have a significant influence on repeat visits by tourists. Thus, the hypothesis stating a positive influence between Attractions and repeat visits by tourists to the four tourist destinations in North Penajam Paser Regency is partially accepted. However, amenities such as accommodation and dining places do not significantly affect repeat visits. Therefore, the hypothesis stating a positive influence between amenities and repeat visits by tourists to the four tourist destinations in North Penajam Paser Regency is partially rejected. On the other hand, accessibility such as ease of road access and clear signage has a positive influence on repeat visits. Thus, the hypothesis stating a positive influence between Accessibility and repeat visits by tourists to the four tourist destinations in North Penajam Paser Regency is partially accepted.Overall, Attractions, Amenities, and Accessibility collectively influence tourist repeat visits. This indicates that the management and development of tourist destinations need to consider these factors. Although Amenities have less significant influence, it is important to continue improving and enhancing supporting facilities at tourist destinations. The findings of this research provide valuable insights for tourism managers and policymakers to improve the quality and attractiveness of destinations and strengthen the position of North Penajam Paser Regency as an appealing tourist destination for local tourists.

Octaviani Gita Putri; Denny Asmara

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Karanganyar adalah salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah, Indonesia, yang kaya akan potensi pariwisata yang mempesona bahkan dua diantaranya masuk dalam kategori Situs Warisan Dunia UNESCO serta kaya akan atraksi seni tradisional. Oleh karena itu Karanganyar sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata favorit yang bertaraf nasional maupun internasional. Berdasarkan metode analisis yang didasarkan pada survei obyek wisata, kajian pustaka, dan melakukan wawancara pada wisatawan, dan menggunakan teori Atraksi, Akses dan Amenitas (3A), maka didapatkan bahwa potensi pariwisata di Karanganyar yang sangat besar dan memiliki prospek yang sangat baik tersebut belum diikuti dengan pengembangan yang maksimal. Sehingga dengan mengembangkan potensi pariwisata dengan memperhatikan Atraksi, Akses dan Amenitas tersebut, maka potensi pariwisata di Karanganyar dapat semakin berkembang pesat, semakin meningkatnya kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara.    

Mohamad Bagus Chanif Muslim

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini dilakukan pada Taman Nusa Bali yang bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh atraksi, aktivitas, amenitas, dan aksesibilitas terhadap kepuasan wisatawan  yang mana mengalami kondisi kuranng baik meliputi adanya penurunan tingkat kunjungan wisatawan setiap tahunnya, disamping itu ada beberapa kondisi komponen pariwisata perlu ditingkatkan. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak pengelola maupun minat wisatawan berkunjung. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent, uji model, uji hipotesis, dan  namun sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa peningkatan atraksi, aktivitas, amenitas, dan aksesibilitas terhadap kepuasan wisatawan. Maka  hasil uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi determinasi adjusted R2 square sebesar 0,604. Hal ini menunjukkan bahwa semua atraksi, aktivitas, amenitas, dan aksesibilitas mempengaruhi secara nyata terhadap kepuasan wisatawan secara bersama-sama dengan keeratan hubungan sebesar 60,4%. Hal ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kepuasan wisatawan perlu adanya peningkatan seluruh komponen pariwisata guna meningkatkan kepuasan wisatawan pada periode berikutnya.

Dewi Ratna Sari

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif dan signifikan antara amenitas dan aksesibilitas terhadap kepuasan wisatawan di Taman Margasatwa Semarang, serta untuk mengetahui variabel mana yang paling dominan pengaruhnya terhadap kepuasan wisatawan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dengan analisis kuantitatif sedangkan desain penelitiannya adalah regresi dan korelasi yang terdiri dari satu faktor atau lebih. Data yang digunakan ada dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Alat dalam penelitian ini adalah kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Jumlah sampel dalam penelitian merupakan responden sebanyak 100 pengunjung Taman Margasatwa Semarang. Berdasarkan hasil SPSS, hipotesis (baik secara parsial maupun simultan) pada taraf teruji signifikan dan positif berpengaruh dengan persamaan regresi, Y = 0,395 X1 + 0,191 X2 serta terbukti bahwa variabel amenitas berpengaruh paling besar terhadap variabel Y (kepuasan wisatawan) dengan koefisien regresi sebesar 0,395. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dari dua variabel Amenitas dan Aksesibilitas, Amenitas yang paling berpengaruh positif terhadap kepuasan wisatawan di Taman Margasatwa Semarang. Jadi apabila amenitas baik, maka kepuasan wisatawan meningkat.

Mohamad Bagus Chanif Muslim

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini dilakukan pada Taman Nusa Bali yang bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh atraksi, aktivitas, amenitas, dan aksesibilitas terhadap kepuasan wisatawan  yang mana mengalami kondisi kuranng baik meliputi adanya penurunan tingkat kunjungan wisatawan setiap tahunnya, disamping itu ada beberapa kondisi komponen pariwisata perlu ditingkatkan. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak pengelola maupun minat wisatawan berkunjung. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent, uji model, uji hipotesis, dan  namun sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa peningkatan atraksi, aktivitas, amenitas, dan aksesibilitas terhadap kepuasan wisatawan. Maka  hasil uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi determinasi adjusted R2 square sebesar 0,604. Hal ini menunjukkan bahwa semua atraksi, aktivitas, amenitas, dan aksesibilitas mempengaruhi secara nyata terhadap kepuasan wisatawan secara bersama-sama dengan keeratan hubungan sebesar 60,4%. Hal ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kepuasan wisatawan perlu adanya peningkatan seluruh komponen pariwisata guna meningkatkan kepuasan wisatawan pada periode berikutnya.

Nandia Pelita Kusumadewi

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Daya Tarik Wisata terbagi menjadi beberapa jenis yaitu daya tarik wisata alam, buatan, dan budaya. Dalam penelitian ini Festival termasuk dalam daya tarik wisata buatan, yang harus memenuhi potensi wisata yaitu Something To Do, Something To See, Something To Buy, aksesbilitas, dan amenitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  pengelolaan dan mengembangkan potensi wisata di Festival Kota Lama Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan 10 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisi kualitatif menggunakan pengolahan data dari hasil temuan data, kemudian di analisis dan dikembangkan hingga mendapat kesimpulan. Hasil penelitian menujukan bahwa dalam Festival Kota Lama Semarang memenuhi potensi wisata, aksesbilitas, dan amenitas. Selain itu juga ditemukan bagaimana pengelolaan,  upaya pengembangan dan kesulitan dalam pengelolaan yang dapat dikembangkan serta diberikan saran untuk penyelesaian.

Idris Miftakhul Huda

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengembangan komponen daya tarik wisata yang terjadi di Semarang Zoo, serta kondisi saat ini dan hambatan dan peluang yang terjadi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan 10 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi,dan dokumentasi. Analisis kualitatif menggunakan pengolahan data dari hasil temuan data, kemudian di analisis dan dikembangkan hingga mendapat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Semarang Zoo sudah mengalami pengembangan komponen daya tarik wisata, dengan penambahan atraksi, perbaikan amenitas, dan pengembangan aksesbilitas.Selain itu ditemukan bagaimana upaya peluang dan hambatan dalam pengembangan komponen daya tarik wisata serta saran untuk lebih baik lagi dalam pengembangan komponen daya tarik wisata.

Ray Octafian; Amaniar Istiqomah

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini dilakukan di daya tarik wisata Curug Lawe Kalisidi Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan wisatawan berdasarkan komponen pariwisata yang ada seperti atraksi, aksesibilitas, amenitas dan ancillary di Curug Lawe Kalisidi, kondisi komponen pariwisata yang kurang memadai namun mampu menarik wisatawan untuk datang baik pribadi maupun berkelompok. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner, observasi dan dokumentasi. Sampel yang diambil dan dipilih dalam penelitian sebanyak 86 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak pengelola maupun kelompok sadar wisata yang ada di Curug Lawe Kalisidi. Data yang diperoleh, diolah dengan menggunakan program SPSS 16 For Windows. Hasil uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi determinasi R2 square sebesar 0,665. Hal ini menunjukkan bahwa semua komponen pariwisata mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan secara bersama-sama dengan keeratan hubungan sebesar 66,5%. Hal ini menunjukkan bahwa untuk kepuasan wisatawan perlu didukung dengan peningkatan seluruh komponen pariwisata yang ada.

Chandra Istiani

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang Untuk UNESCO World Heritage Site 2020 Dalam Upaya Meningkatkan Minat Kunjungan Wisatawan” ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui potensi internal kondisi Kawasan Kota Lama Semarang, 2) Mengetahui potensi eksternal berupa atraksi, aksesibilitas, amenitas, dan ancilliary di Kawasan Kota Lama Semarang, 3) Mengetahui upaya revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang dalam meningkatkan minat kunjungan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang ditujukan untuk menata Kawasan Kota Lama Semarang agar terlihat lebih tertata dari segi infrastruktur jalan, infrastruktur bangunan, dan infrastruktur sosial. Pembenahan dilakukan agar Kawasan Kota Lama Semarang menjadi daya tarik wisata yang nyaman bagi para wisatawan.

Dyan Triana Putra

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Pengembangan Wisata Alam lebih efektif dalam pengembangan, jika mengetahui karakteristik infrastruktur pendukung potensi daya tarik berdasarkan segmen wisatawan. Ambarawa Kabupaten Semarang memiliki potensi wisata yang perlu didukung, sehingga dapat memberikan pengaruh eksternal dalam kegiatan daya tarik wisata di kawasan Eling Bening. Salah satu bentuk dukungan yaitu penyediaan infrastruktur yang masih perlu untuk dilakukan pengembangan maupun peningkatan dalam mencapai tujuan, yaitu memberikan dukungan terhadap kegiatan wisata. Maka, di perlukan pengembangan infrastruktur pendukung wisata, dan segmen wisatawan. Penelitian ini menggunkan metode analisis deskriptif untuk mencari potensi daya tarik wisata, karakteristik infrastruktur pendukung dan segmen wisatawan. Peneliti ini menghasilkan potensi daya tarik wisata, karakteristik infrastruktur yang ada, Kondisi infrastrukur bermacam macam mulai dari kondisi tidak ada sampai ada, seperti infrastruktur yang sudah ada adalah kondisi jalan yang baik, namun belum adanya pengamanan di area jalan pendukung daya tarik wisata, tempat makan yang sudah baik, namun dalam kondisi tertentu tidak bisa memberikan pelayanan secara maksimal, tempat parkir yang luas, namun masih dijadikan satu dengan sarana parkir berkuda, rambu rambu petunjuk jalan dan arah sudah tersedia yang ada di pintu masuk Ambarawa, yang terakhir yaitu fasilitas amenitas yang berupa gazebo. tempat bermain, spot selfie dan wahana bkolam renang. Sedangkam untuk yang belum ada seperti pusat souvenir, kantor pusat informasi dan pelayanan, pos keamanan.

Ainul Yaqin

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini dilakukan pada Museum Jawa Tengah Ranggawarsita yang bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh kualitas pelayanan dan amenitas terhadap kepuasan pengunjung yang mana mengalami kondisi kurang baik fasilitas umum, sarana prasarana akomodasi yang memadai, serta tangible, reliability, responsiveness, assurance, serta emphaty yang mana dalam kondisi pelayanan yang diberikan oleh pelayanan oleh seorang pramuwisata masih kurang baik dalam meyakinkan wisatawan dalam melakukan kunjungan ulang pada daya tarik wisata.  Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 58 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak pengelola maupun kepuasan pengunjung. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent, uji model, uji hipotesis, dan namun sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan uji reliabilitas.  Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang baik serta peningkatan sarana dan prasarana yang memadai terhadap kepuasan pengunjung. Maka hasil uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi determinasi adjusted R2 square sebesar 0,636. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan amenitas mempengaruhi secara nyata terhadap kepuasan pengunjung secara bersama-sama dengan keeratan hubungan sebesar 63,6%. Hal ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kepuasan pengunjung pada Museum Jawa Tengah Ranggawarsita perlu adanya peningkatan kualitas pelayanan yang baik terhadap wisatawan, serta peningakatan sarana prasarana amenitas.

Dyah Palupiningtyas; Heru Yulianto

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2018 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

This study aims to analyze and explain the influence of Attractions, Activities, Amenities, and Accessibility (4A) on tourist satisfaction at Taman Nusa Bali which is experiencing unfavorable conditions including a decrease in the level of tourist visits every year, besides that there are several conditions of tourism components that need to be improved. The sample used in the study was 100 respondents. The research data was processed by quantitative statistical analysis using multiple regression analysis to determine the effect of the independent variable on the dependent variable. The results of the regression analysis show that an increase in variable 4A will increase tourist satisfaction. The results of the multiple regression analysis test show a significant F value, the adjusted R2 square coefficient value of 0.604 indicates that all 4A variables have a significant effect on tourist satisfaction together with a close relationship of 60.4%. This shows that to increase tourist satisfaction it is necessary to increase all tourism components in order to increase tourist satisfaction in the next period.