Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Zubair, Zubair; Wa Ode Dian Purnamasari; Suardin, Suardin; Irman Matje; Tarno, Tarno

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Kegiatan Kuliah Kerja Amaliyah, mahasiswa akan menjumpai berbagai pola interaksi sosial, yang secara umum dapat dibagi menjadi tiga kategori: (1) interaksi antar individu; (2) interaksi antara individu dengan kelompoknya, dan (3) interaksi antar kelompok. Adapun tujuan pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) adalah memacu percepatan pelaksanaan roda pembangunan Desa dengan menerapkan Ilmu pengetahuan teknologi dan seni (IPTEKS) yang sesuai dengan budaya masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu: metode sosialisasi dengan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat, agar program kerja KKA dapat terlaksana dengan baik. Hasil pengbadian menghasilkan program kerja nonfisik, diantaranya:1) Jum’at bersih, 2) Melaksanakan Program Pengajian, 3) Senam pagi setiap hari minggu, 4) pengajaran bagi mahasiswa FKIP telah mencapai kinerja yang terealisasi sebesar 100%, serta program kerja fisik, diantaranya:1) Pembuatan papan nama untuk Desa Walando, 2) Pembuatan papan nama posyandu Desa Walando, 3) Pembuatan papan struktur, dan papan 10 program pokok PKK, 4) Pembuatan tugu di simpang 4 Desa Walando telah teralisasi 100%.  

Ahmad Daholu; Abdul Rahim; Muhamad Nur Intan Ode

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Pengembangan budidaya rumput laut di Desa Lakambau Kabupaten Buton Selatan merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat pesisir. Keunggulannya adalah memiliki produk akhir dengan kegunaan yang beragam, tersedianya lahan yang luas untuk budidaya, dan kebutuhan akan peralatan yang sederhana. Desa Lakambau memiliki perekonomian yang cukup beragam. Hal ini dapat dilihat dari mata pencaharian masyarakat yang tinggal di Desa Lakambau yang berprofesi sebagai nelayan, pegawai pemerintah, petani, pemilik usaha, pembudidaya rumput laut, dan pekerjaan lainnya. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan menggunakan persuasif kepada masyarakat. Kegiatan ini akan dilakukan melalui ceramah dan bincang-bincang dengan tokoh desa dan masyarakat pesisir tentang cara mengubah rumput laut menjadi barang baru dengan nilai ekonomi lebih tinggi yang tidak hanya dipasarkan sebagai rumput laut basah atau kering. Hasil pengebdian ini menunjukan bahwa terdapat permasalahan pemanfaatan sumber daya, khususnya rumput laut, yang belum dikelola secara optimal. Rumput laut dipanen, kemudian dijual mentah. Penyelesaian solusi tersebut yaitu pelatihan pengolahan rumput laut sehingga dapat diolah oleh masyarakat.    

Dariyadi Dariyadi

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2022 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Penelitian ini bertujuan menemukan nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi masyarakat Buton. Tradisi tersebut adalah posuo yang diberlakukan bagi remaja perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam peneitian ini adalah observasi dan wawancara yang dilakukan secara bertahap. Setelah pengumpulan data, kemudian melakukan analisis menggunakan pendekatan Miles dan Haberman. Pendekatan tersebut meliputi pengumpulan data, pemilihan data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Simpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi posuo masyarakat Buton adalah nilai pendidikan i’tiqodiyah. Nilai i’tiqodiyah dalam ritual posuo perempuan Buton terlihat pada setiap prosesi yang dilakukan. Mengawali dan mengakhiri prosesi posuo dengan memohonkan doa kepada Allah SWT agar diberikan kelancaran, perlindungan, dan keselamatan terhadap para gadis yang di-suo; nilai amaliyah, dalam rtiual posuo, mengajarkan para gadis untuk taat beribadah kepada Allah SWT, mendidik mereka untuk menjadi perempuan yang mampu menjaga tingkah laku, ucapan, dan membekali mereka ilmu dalam berumah tangga; nilai khulukiyah, merupakan nilai yang mengajarkan etika yang baik bagi perempuan-perempuan dalam prosesi posuo. Pengetahuan tentang khulukiyah bertujuan untuk membersihkan diri para gadis dari perbuatan yang dinilai rendah, lalu menuntun mereka untuk menghiasi diri dengan akhlak baik; nilai duwaliyah, pada puncak acara posuo, pihak keluarga menyajikan aneka hidangan untuk dinikmati para undangan. Undangan yang hadir dari berbagai kalangan, keluarga, kerabat, dan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial. Penyelenggara acara posuo akan berbagi rezeki dengan menajikan aneka hidangan makanan dan minuman kepada para tamu undangan yang hadir.  

Ade Putra Ode Amane; Sri Ayu Laali; Freshdy Nia; Maria Ulfa; Rifat Hakim +2 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

The research method in data collection uses primary data and secondary data and the technical model of data analysis uses an inductive model. The Week of Admission of New Members (PPAB) for the GMNI Luwuk-Banggai Branch Leadership Council will be held on 24-26 September 2022 at the General Assembly Hall (BPU) of Luwuk Village, Luwuk District, Banggai Regency with the theme "Forming Progressive Marhaenis Members Towards a Golden Indonesia 2045". The participants of the activity were students from Luwuk Muhammadiyah University, Luwuk Tompotika University and Luwuk Banggai Computer and Informatics Management Academy. There were 13 participants who passed the PPAB, namely Aprianto Dukalang, Gita Hi Musa, Moh. Nabil Saputra Samali, Aurel Juliana Sambuhak, Afriani Hamzah, Ronal Nang, Awaludin Mulayo, Wandrik Ndilaman, Rizki amaliyah, Yosua Arifin Wakim Avenda Gultom, Matias A. Pompana, Arbia Bidilah and Sarbia Sapae.

Herlina, Lenny

Muhammadiyah merupakan gerakan kebangkitan Islam tanah air yang bergerak dibidang sosial, dakwah dan pendidikan, dengan motto amar ma’ruf nahi mungkar. Namun tulisan ini menitikberatkan pada Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan Islam dibidang pendidikan, sebagai bagian dari Tujuan Muhammadiyah, yakni menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang berkemajuan.  Maka menjadi penting bagi penulis menyoroti Islam berkemajuan Muhammadiyah dalam konteks pendidikan, penggagas, gagasan, rumusan serta implementasinya . Dengan Mengambil metode penelitian kepustakaan, pada tiga buku utama, penulis menyimpulkan Muhammadiyah melalui sang pendirinya KHA. Dahlan semenjak awal telah memberikan pondasi bagi rumah besar Islam berkemajuan sebagai dasar bagi berdirinya pilar-pilar utama berupa puritanisme, nasionalisme dan humanisme yang tampak dengan lahirnya lembaga pendidikan Kristen Muhammadiyah melalui tangan para penerus khittah dan amaliyah Muhammadiyah pada akhir abad XX.