Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 20

Analytics

Sudarsono, Sudarsono

Komunikasi efektif bagi kiai penting dimiliki. Ada pelbagai dasar yang mendukung pentingnya komunikasi egektif bagi kiai. Pertama, komunikasi adalah proses pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan dan pengendalian manajemen yang cukup banyak dilakukan oleh kiai di pesantren, kiai terus berupaya untuk menempatkan setiap orang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Kedua, komunikasi sebuah aktifitas yang cukup banyak menyita waktu pemimpin, kiai sebagai sosok sentral di pesantren tidak hanya melakukan komunikasi dengan santri dan pengurus pesantren akan tetapi dengan masyarakat luas. Saat terjadi komunikasi pemimpin bisa melakukan segala hal yang terkait dengan tugas yang menjadi tanggungjawabnya. Semua informasi harus disampaikan melalui pelbagai bentuk media atau saluran komunikasi terhadap pemimpin. Supaya pemimpin memiliki dasar untuk membuat sebuah perencanaan dan kebijakan. Rencana oleh kiai dikomunikasikan dan disosialisakan bagi orang lain untuk kemudian dilaksanakan. Sebagaimana kiai dalam melakukan kebijakan yang menyangkut upaya menjaga komitmen dan kompetensi SDM yang dimiliki Pondok Pesantren Bali Bina Insani tanpa melihat perbedaan latar belakang.

Savitri, Indah Erwina; Kusjuniati, Kusjuniati; Iswahyuni, Iswahyuni

Jurnal Maisyatuna 2021 STAI Denpasar Bali

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui : 1) Strategi model kencleng dalam meningkatkan jumlah munfiq di Baznas Kota Denpasar. 2) Kendala yang dihadapi Baznas Kota Denpasar dalam melaksanakan strategi model kencleng untuk meningkatkan jumlah munfiq. Metodepenelitian ini deskriptif-kualitatif. Informan 12 orang yang dipilih secara purposive.Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, strategi model kencleng yang dilakukan Baznas Kota Denpasar berasaskan agama, amanah dan kemanfaatan, dapat meningkatkan jumlah munfiq yang meliputi agama dan kemanusiaan. Faktor penghambat yaitu : kurangnya SDM dalam mengelola kencleng sehingga terjadi tumpang tindih pekerjaan, kurangnya antusiasme dan semangat dalam mensosialisasikan program kencleng, kurangnya fasilitas yang memadai termasuk pengadaan kaleng kencleng, kurangnya kesadaran masyarakat akan wajib bersedekah jika seseorang telah dikatakan mampu, kurangnya kepercayaan UPZ, kurangnya pemahaman orang tua mengenai maksud dan tujuan program kencleng, adanya badan amil lain selain Baznas Kota Denpasar sehingga jumlah munfiq mengalami peningkatan yang kurang maksimal, Pandemi Covid-19 sehingga menghambat proses sosialisasi, pendistribusian dan pengumpulan kencleng.

Dominggus Umbu Dingu; Prihadi Kristiyan; Yublina Tefa

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Development to achieve educational goals certainly leads to instruments that are responsible for the implementation. The teacher is the instrument, which is required to bring out all the potential possessed, both knowledge and review of self-aspects as a reflection that should be imitated. Thus, it is absolutely necessary to have a complete personality professionalism and role model points that are certainly inherent in every teacher. Teachers are required to maintain stability in speaking and acting as a reaction to the practice of integrity values that do not know place, time and situation. The personality in question does not create a chasm to limit oneself in interacting with others, but how the whole existence can be a role model. School is a place of interaction in the daily life of a teacher, here the teacher does what is his responsibility and obligation in fostering students (towards the desired goal). The implementation pattern certainly requires good performance starting from personality, discipline and how a teacher can be relied on and become a role model for students. The moral integrity of students is the expectation of a teacher, of course. In relation to this review, a teacher, especially a PAK teacher, is required and of course has a very strategic and core role in the implementation of the process of forming moral integrity as a role model for students.

Mariana Rita; Marthen Mau

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Penelitian ini membahas tentang pentingnya peran guru pendidikan agama Kristen dalam mengatasi kenakalan peserta didik  di SMP Kristen Setia Bakti Empaong. Guru PAK adalah seorang yang berperan untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, membina, dan mengembangkan potensi peserta didik, serta berperan  penting untuk mengatasi kenakalan peserta didik.

Dellis Dellis; Ina Martha

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Penelitian ini membahas tentang “Peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam memotivasi Peserta Didik agar memiliki semangat belajar di SMA Negeri 2 Mandor. Penelitian ini dapat tersusun dengan baik karena peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode pengumpulan data penelitian yaitu observasi, wawancara, dan dukumen dilapangan tentang realita yang terjadi di kalangan para peserta didik dan guru.

Beriana Simorangkir; Meryantje Anabokay; Joni Sirenden

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Pergaulan bebas merupakan suatu tindakan yang bertolak belakang dengan tindakan moral, karakter, dan spiritual. Mengantisipasi pergaulan bebas di kalangan peserta didik di Sekolah Menengah Atas (SMA) Shalom Bengkayang sangat penting untuk dilakukan oleh guru pendidikan agama Kristen.

Yusulli Yusulli; Fatimatus Sahro

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2021 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Tamanan sub district is a developed sub district, always keeping up with the times. Especially with today's socialization, parents must also participate in monitoring the socialization of their children, because one of the factors causing underage marriage is uncontrolled socialization so they are afraid of causing accidents. The above fact is an interesting phenomenon to study. Therefore, it provides an opportunity for writing to analyze the factors that cause early marriage in Tamanan District. In addition, the opinions and solutions of religious leaders regarding early marriage.In this study, the research used by the compiler is a type of field research (field research), to the Tamanan KUA and several Tamanan religious leaders regarding their views on early marriage. The nature of the research used is descriptive, analytical, primary data, namely the original source without previous intermediaries, which is the source of data on the words or actions of a person who is observed or interviewed. In this study, the authors used Law No. 16 of 2019 concerning marriage, especially articles related to the discussion in this thesis. Based on the methods used above, it was revealed that the factors causing early marriage in the District itself, namely: environmental factors, economic factors and also factors regarding understanding of religion. these factors are what cause many early marriages in Tamanan District. Then the opinion of the figures is that there are some who agree with the existence of early marriage or in the legal language of marriage dispensation. Because there are dasrnya that allow marriage dispensation. Some religious leaders disagree with early marriage. Because a marriage needs readiness from various aspects. One of the figures agreed with early marriage, as long as the marriage was carried out in accordance with the terms and conditions.

Maria Eupaharasia Sena Bha; Paulina Maria. E.W; Romanus Roman

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

This study aims to determine the effect of social media on learning outcomes in PAK (Catholic religious education) learning at Santa Maria Palangka Raya Middle School, especially for class VIII students. Through this research, the researcher wants to see further whether there is an influence of social media on the learning outcomes of Catholic Religious Education. This study uses a quantitative approach. The research location is at St. Catholic Junior High School. Maria Palangka Raya. The research population is all students in class VIII. The research sample is class VIII B and C taken by cluster random sampling technique. Data collection techniques used questionnaires distributed via google form and additional interviews with Catholic religious education teachers. The data analysis technique used Pearson's product moment correlation technique.

Padja, Anita Pa; Tari, Ezra; Lao, Hendrik A.E

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2021 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Tujuan dari riset ini ialah mengevaluasi proses belajar dengan menggunakan pendekatan Model Context, Input, Process, Product pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Dalam pra penelitian di SMP Negeri 12 Kupang, peneliti menemukan guru belum mengetahui kebutuhan dasar siswa. Guru belum mengetahui latar belakang siswa serta kurangnya penggunaan media pembelajaran. Tipe riset ini menggunakan pendekatan context, input, process, product. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pertama, pelaksanaan proses belajar dilihat dari segi konteks tergolong baik. Kedua, perencanaan program, ditemukan tidak terdapat analisis kebutuhan. Pelaksanaan program pembelajaran ditinjau dari segi input masuk dalam kategori baik. ketiga, pelaksanaan pembelajaran masih dalam kategori kurang efektif ditinjau dari segi proses. Keempat, guru melaksanakan pendahuluan dengan baik dan benar sesuai dengan rancangan yang ada di dalam RPP. Kelima, program pembelajaran perlu dirancang terstruktur sesuai dengan alokasi waktu karena menjadi faktor penentu dalam proses pembelajaran, keluasan dan kedalam materi pelajaran.

Adhe Lisna Gayuh Sasiwi; Nelawati Radjamuda

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2021 Universitas Muhamadiyah Manado

Salah satu penyebab kematian ibu antara lain masih rendahnya pemahaman tentang kontrasepsi dan kesehatan reproduksi, rendahnya akses terhadap pelayanan kontrasepsi dan banyaknya pasangan usia subur (PUS) tidak mendapat pelayanan kontrasepsi, pada hal itu beresiko meningkatkan jumlah kematian ibu karena aborsi yang tidak aman (Budijanto, 2013).      Berdasarkan data wilayah kerja puskesmas Kombos pada tahun 2017 diketahui bahwa Jumlah peserta KB aktif berjumlah 3.711 (68,6%) dari total 5.408 Pasangan Usia Subur (PUS). Ini berarti masih ada 1.697 (31,4 %) PUS yang bukan merupakan peserta KB aktif. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan masih tingginya PUS yang tidak menggunakan alat kontrasepsi di wilayah kerja puskesmas Kombos tahun 2017.       Desain penelitian dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Penelitian ini telah dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas Kombos Kota Manado pada  bulan Mei 2019. Variabel dalam penelitian ini adalah mono variable yaitu Faktor PUS tidak menggunakan alat kontrasepsi. Populasi dalam hal ini adalah semua PUS yang bukan peserta KB aktif di puskesmas Kombos yaitu berjumlah 1697 peserta. Sampel dalam hal ini adalah sebagian PUS yang bukan peserta KB aktif di puskesmas Kombos yaitu berjumlah 94 peserta. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan aksidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Analisa data ada penelitian ini menggunakan tabel distribusi frekwensi. Faktor penyebab Pasangan Usia Subur (PUS) tidak menggunakan alat kontrasepsi di wilayah kerja puskesmas Kombos Kota Manado menunjukkan 19,1% ingin punya anak, 16,4 % takut efek samping, 15,3% tidak nyaman, 14,5% fertilitas (ingin banyak anak0, 14,5% tidak ingin, 9,2% masalah akses alat KB, 6,5% masalah kepercayaan/agama..    

Maria Lidya Agustina; Fransiskus Janu Hamu; Timotius Tote Jelahu; Widya Ariyani

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa penting bagi seorang guru agama Katolik memiliki kompetensi profesional dalam dirinya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pengajar dan sebagai seorang pendidik. Diharapkan seorang guru agama Katolik bertanggung jawab atas tugas mulia yang dipercayakan kepadanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif.  Teknik pengumpulan data menggunakan  tiga cara  yaitu,  observasi,  wawancara,  dan  dokumentasi.  Untuk teknik analisis data diperoleh menggunakan model interaktifdengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Ada 10  informan  dalam  penelitian  ini,  kesepuluh  informan  dibagi  menjadi  empat bagian yaitu, guru agama Katolik, kepala sekolah, murid dan pastor paroki. Langkah-langkah penelitian meliputi   percakapan dengan informan, profil informan, penentuan tema, refleksi, implikasi, sintesis, dan prospek atau kemungkinan yang terjadi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa guru agama Katolik   memahami tugas dan kewajiban mereka sebagai seorang guru. Namun,  mereka tidak begitu menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan dalam diri mereka sebagai seorang guru. Adapun upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sebagai seorang guru yaitu dengan mengikuti berbagai macam kegiatan dan pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan.

Theresia Leda Mama; Paulina Maria; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis media audio visual yang dapat  memengaruhi  motivasi  belajar  peserta  didik  serta  manfaat  media  audio visual dalam pembelajaran. Hal ini didasarkan pada kurangnya motivasi belajar peserta didik  dalam  mengikuti  pembelajaran  yang ditandai  dengan  kurangnya perhatian atau konsentrasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, peserta didik yang kurang aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan studi  pustaka  dengan  mengumpulkan  sumber-sumber  yang  berkaitan  dengan media audio visual dan motivasi belajar, serta mengumpulkan beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini. Untuk meningkatkan motivasi motivasi belajar peserta didik dapat dilakukan  dengan  penggunaan  media  belajar  dalam  pembelajaran.  Salah  satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran ialah media audio visual. Media audio visual merupakan media yang dapat menarik perhatian peserta didik sehingga dapat mengikuti  pembelajaran  dengan  baik,  dengan  minat  tersebut peserta didik dapat termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Media audio visual yang digunakan dalam pembelajaran agama Katolik dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk terus belajar, serta dengan menggunakan media audio visual dalam pelajaran agama Katolik dapat membantu peserta didik untuk mengenal nilai-nilai rohani Katolik dan dapat membantu peserta didik untuk lebih menghayati serta dapat bertindak sesuai dengan nilai tersebut, selain itu dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Agustinus Jimi Baga; Fransiskus Janu Hamu; Timotius Tote Jelahu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa penting peran para katekis dalam berkatekese tentang ibadat sabda di Paroki Ampah, sebagai sarana yang dapat membantu  umat  untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang agama Katolik di Paroki Santo  Petrus  dan  Paulus  Ampah.  Melalui studi  ini  diharapkan  agar  para ketekis semakin semangat dan aktif dalam membantu umat untuk mengembangkan pengetahuan iman mereka. Hasil yang didapat melalui penelitian yang telah dilaksanakan oleh penulis, ditemukan bahwa  Katekis  yang berada  di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah, memberikan   katekese   tentang ibadat sabda kepada umat. Melalui penelitian ini, penulis juga melihat bahwa  katekis yang berada di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah menggunakan menggunakan metode.

Mikha Arya Dhana; Timotius Tote Jelahu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi  ini  memiliki  tujuan  untuk  menjelaskan  tanggung  jawab  Gereja sebagai   organisasi   cinta   kasih   dalam   mengentaskan   kemiskinan.   Kemiskinan perlu  dituntaskan  sebab  kemiskinan  memiliki  dampak  negatif  terhadap  kualitas hidup  dan  perkembangan  sumber  daya  umat.  Jika  kemiskinan  dituntaskan  maka akan  sangat   membantu   masyarakat   miskin   yang  terkait.  Namun,  kemiskinan sulit   untuk   diselesaikan.   Karena   itu,   Gereja   perlu   membantu   menyelesaikan masalah  kemiskinan  masyarakat,  sekalian  juga  mewartakan  kerajaan  Allah. Penelitian  ini  menggunakan  studi  Pustaka.   Penelitian  ini  dilaksanakan dengan  mengumpulkan  sumber-sumber  yang  berkatian  dengan  tanggung  jawab Gereja  dan  masalah  kesejahteraan,  serta  mengumpulkan  beberapa  teori   yang relevan untuk penelitian ini. Setiap teori yang dipilih adalah relevan dan dapat menjawab   persoalan-persoalan   berkaitan   dengan   tanggung   jawab   Gereja   dan masalah   kesejahteraan.   Dari   semua   teori   yang   dikumpulkan   lalu   penulis mengambil  simpulan. Gereja memang memiliki dasar-dasar tanggung jawab untuk membantu mengentaskan  kemiskinan  tanpa  memandang  etnis  ataupun  agama.  Dasar-dasar untuk  membantu  mengentaskan  kemiskinan  dapat  ditemukan  baik  dalam  Kitab Suci,     Dokumen     Gereja     maupun     Katekismus     Gereja     Katolik.     Gereja mengentaskan  masalah  kemiskinan  agar  masyarakat  memiliki  hidup  yang  lebih baik.   Jika   masyarakat   sejahtera,   maka   sumber   daya   manusia   yang   dimiliki masyarakat  akan  turut  meningkat,  menyebabkan  daya  saing  ekonomi  maysarakat juga   turut   meningkat.   Selain   pengentasan   kemiskinan   ini   menguntungkan masyarakat  yang  dibantu,  juga  menguntungkan  Gereja  selaku  organisasi  cinta kasih   yang  ingin  menghadirkan  kerajaan  Allah  dan  mewartakan  cinta  kasih Allah  di  tengah  dunia.

Maria Sihombing; Brigita Pesik

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Keperibadian sangat penting dalam kehidupan manusia, termasuk seorang guru yang memiliki tanggung jawab dengan keperibadian tersebut dapat memberikan hal yang positif dalam kehidupan siswa. Titus 2:7 memberikan gambaran yang cukup jelas bagaimana seorang guru dapat bertanggung jawab dalam pekerjaannya sebagai pendidik dan pada akhirnya dapat mempengaruhi prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survel, yaitu penelitian yang digunakan pada populasi skala besar maupun kecil. Hasil penelitian kepribadian guru pendidikan agama Kristen dengan prestasi belajar siswa berdasarkan Titus 2:7 dipengaruhi dan bisa diterapkan karena memiliki pengaruh yang baik. Terdapat pengaruh yang signifikan antara keperibadian guru berdasarkan Titus 2:7 dengan prestasi belajar siswa di pusat pengembangan anak 10 432 Merpati, dan berdasarkan hermenutik yang Titus 2:7 diketahui bahwa seorang guru harus bersungguh-sungguh dan berperan aktif dalam menjadikan dirinya contoh dan teladan bagi siswa, jujur dalam perkataan dan berintegritas dan dilakukan secara terhormat dan konsisten serta berkesinambungan

Pelipus Letde; Saenom Saenom

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Penelitian ini dapat tersusun dengan baik karena peneliti melakukan penelitian, dengan menggunakan  metode penelitian observasi, wawancara, dan dokumentasi di lapangan tentang realita yang terjadi di kalangan para peserta didik dan guru. Penelitian ini membahas tentang “Keteladanan Guru Pendidikan Agama Kristen terhadap Kepribadian Peserta Didik di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Parindu Kabupaten Sanggau.”

Betseba Mau; Simai Simai; Henni Somantik

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Penelitian ini membahas tentang “Pentingnya Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Membina Kerohanian Peserta Didik di Sekolah Dasar Negeri 21 Nala Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau. Penelitian ini dapat tersusun dengan baik karena peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode pengumpulan data penelitian yaitu observasi, wawancara, dan dukumen dilapangan tentang realita yang terjadi di kalangan para peserta didik dan guru.

Sheilla Susanti; Marthen Mau

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Penelitian ini membahas tentang “Pentingnya Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Mengatasi Pernikahan Dini Peserta Didik  di Sekolah Menengah Pertama Kristen Setia Bakti empaong. Guru PAK adalah seorang p-endidik, pengajar, pembimbing, penmgarah, penilai, dan pengevaluasi dalam mengembangkan potensi peserta didik. Guru PAK sangatlah berperan  penting untuk mengatasi pernikahan dini peserta didik.

Ferry Hartono

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Pembacaan Dekonstruktif Derrida, sebagai salah satu kritikan atas tawaran kemapanan strukturalisme, menawarkan pendekatan yang berbeda dalam menganalisis data riset kualitatif. Ketika berbicara tentang riset keagamaan, pembacaan dekonstruktif tidak dapat begitu saja meniadakan banalitas diskusi mengenai sifat apofatis realitas ilahi. Namun, ketika diskusi ditarik ke arah fenomena keagamaan, pembacaan dekonstruktif seperti ikan menemukan kolam yang tenang, tempat ia dapat berenang dengan bebas. Metodologi- metodologi studi keagamaan umum, seperti Fenomenologi, Fungsionalisme, dan Agama Terhayati menekankan kemungkinan untuk menarik dunia metafisis kepada realitas fenomenologis yang dapat diamati dan dipahami. Fenomena-fenomena tersebut, ketika dikaitkan dengan kaidah ruang dan waktu, akan selalu menghasilkan anomali. Keasingan dan penyimpangan dalam fenomena tidak perlu dimusuhi. Dalam pembacaan dekonstruktif, justru unsur pengejut dan pengesan unik dalam fenomena sering menjadi agen kuat untuk memahami suatu obyek pembacaan. Artikel ini bertujuan menunjukkan kedigjayaan pembacaan dekonstruktif sebagai sarana analisis data dalam suatu riset keagamaan. Pembacaan dekonstruktif ini dapat dipakai baik dalam riset kuantitatif maupun riset kualitatif, meskipun harus segera ditambahkan, bahwa riset kuantitatif memiliki handicap-nya tersendiri dalam riset keagamaan. Dalam fenomena keagamaan, jumlah tidak menentukan kebenaran. Justru lebih sering terjadi, fenomena yang unik atau menyimpang, entah itu dalam arti pribadi atau barang mati atau kejadian atau prediksi sekalipun, lebih ‘berkualitas’ dan lebih benar. Di sinilah ada konformasi antara riset kualitatif dan pembacaan dekonstruktif.

Herwindo Chandra

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Ada manusia di dunia sifatnya sementara. Memahami kesementaraan ada manusia di dunia menjadi proyek filsafat Martin Heidegger. Fokus tulisan ini ialah filsafat ada Heideggerian namun dalam terang iman Katolik. Heidegger mencoba memikirkan hidup manusia tanpa ada bias oleh anggapan atau konsep apapun termasuk ajaran agama. Dalam tulisan ini akan ditunjukkan, bahwa filsafat Heideggerian dapat memberi makna bagi hidup manusia dalam dunia, hanya terbatas. Keterbatasannya pada ambiguitasnya kepenuhan makna manusia yang sekaligus tak terpenuhinya ketika berhadapan dengan kematian. Sementara murid Heidegger yaitu Karl Rahner, menggunakan metode transendental Heidegger untuk mengonstruksi teologinya. Dalam terang teologi Rahner, orang Katolik justru dapat sampai pada kepenuhan adanya bahkan sudah di dunia asalkan dirinya menerima dimensi adikoratinya.