Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Ani Qomariyah; Sinta Nuriyah Putri Ayu; Adhinda Fisabilla; Adisa Oktafiani; Okta Nata Kusuma +2 more

International Journal of Medicine and Health 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Mercury (Hg) is a metal that is commonly found in water and has toxic properties, so it is very dangerous for human health and the environment. Mercury in the environment can come from gold mining activities such as in Pesanggaran Village, Banyuwangi. Based on information from the surrounding community, the waste disposal flowed into the river and it was feared to affect the quality of river water in this area. This study aimed to analyze the mercury level in the river water using the UV-Visible Spectrophotometer method, where river water samples were taken from the upstream, middle, and downstream parts. Determination of mercury levels was carried out at the STIKES Banyuwangi Laboratory. The results showed that the Hg content in the river water around the gold mining area of Pesanggaran Village, Banyuwangi ranged from 0.031 to 0.033 mg/L. The Hg level of river water in this area was above the threshold and it was not recommended to use as drinking, bathing, cooking or washing. However, it is necessary to analyze Hg levels using other methods, such as the AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) method which is more expensive but more accurate results will be obtained.

Yasmina Amalia; Nirawaty Bethris Lumbantoruan; Bambang Kuncoro Prasongko

Jurnal Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Nikel merupakan logam transisi yang berwarna putih keperak-perakan dan memiliki sifat yang keras, ulet dan sedikit ferromagnetis. Pada penelitian ini dilakukan pelindian nikel laterit dengan H2SO4 untuk menganalisis kandungan unsur Ni, preparasi dilakukan dengan drying, grinding dan kemudian sizing. Hasil preparasi dilakukan uji ED-XRF untuk mengetahui unsur yang terdapat dalam bijih tersebut. Pelindian kemudian dilakukan dalam tabung reaktor dengan bijih nikel ukuran kurang dari 150 mesh sebanyak 60gram dan 300 ml larutan H2SO4 1,4 M, proses pelindian dilakukan selama 3 jam dengan kecepatan pengadukan 320 rpm dan pada suhu 80oC. Larutan kaya hasil pelindian dilakukan uji AAS untuk mengetahui kadar unsur Ni. Pada uji ED-XRF didapatkan Ni sebesar 8,892 % dan NiO sebesar 4,961 % sedangkan pada uji AAS diketahui kadar nikel dari hasil pelindian nikel laterit yaitu sebesar 3458,25 mg/L.

Ekosulis Ekosulis

Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Institute of Business and Informatics STIKOM Surabaya (STIKOM Surabaya) is one of the private universities in Surabaya. STIKOM Surabaya has two faculties namely Faculty of Technology and Informatics, and Faculty of Economics and Business. The Faculty of Technology and Informatics has six departments, while the Faculty of Economics and Business has three departments. The department handling academic administration of students from all departments is Academic Administration and Student Affairs Department (AASA). The problem arises is STIKOM Surabaya had a will to evaluate the service quality in AASA based on student’s perceptions which would be used as an input to improve the service quality of AASA

Aris Krisdiyanto; Kemmala Dewi; Moh .Arif Wijayanto

Jurnal Teknik Sipil 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Metode perhitungan merupakan salah satu faktor dalam mendesain tebal perkerasan lentur jalan baru. Ada beberapa metode mendesain tebal perkerasan lentur jalan, namun untuk penelitian ini digunakan dua metode mendesain tebal perkerasan lentur yaitu metode yang disediakan oleh American Association of State Highway Traffic Officials (AASHTO) dan metode untuk Indonesia sendiri ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jendral Bina Marga. Kedua metode tersebut memiliki parameter-parameter data yang sama yaitu beban lalu lintas, CBR tanah dasar, R, ZR, S0, IP0, IPt, ΔPsi, koefisien drainase dan material lapis perkerasan. Akan tetapi kedua metode ini memiliki perbedaan dalam teknis perhitungan tebal perkerasan lentur jalan. Hasil yang didapat berupa perbedaan tebal perkerasan lentur dimana metode AASHTO 1993 mendapatkan nilai tebal perkerasan yaitu: lapis permukaan (Laston MS 590) 5 cm, lapis pondasi atas (Agregat Kelas A) 15 cm, lapis pondasi bawah (Sirtu Kelas B) 15 cm. Sedangkan untuk metode Bina Marga 2017 mendapatkan nilai tebal perkerasan yaitu: AC-WC 5 cm, AC-BC 6 cm, AC Base 16 cm, CTB 15 cm dan lapis pondasi Agregat Kelas A 15 cm. Dengan hasil tebal perkerasan lentur yang berbeda, didapatkan juga perbedaan biaya Rencana Anggaran Biaya, dimana metode AASHTO 1993 mengeluarkan biaya sebesar Rp 23.796.382.000,00 sedangkan metode Bina Marga 2017 mengeluarkan biaya sebesar Rp 51.289.817.000,00. Selisih dari kedua metode tersebut adalah Rp 27.493.435.000,00.