Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 158

Analytics

Pangestu, Zaki Kinanti; Nur Qudus

Jurnal Teknik Sipil 2026 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Bendungan Cabean direncanakan untuk mendukung kebutuhan air irigasi, penyediaan air baku, serta pengendalian banjir di wilayah hilir. Penelitian ini bertujuan menghitung debit banjir rencana pada Bendungan Cabean, Kabupaten Blora, sebagai dasar perencanaan infrastruktur pengendali banjir. Analisis dilakukan menggunakan data curah hujan maksimum 14 tahun dari tiga stasiun hujan, yang diolah melalui analisis hujan rata-rata, penentuan distribusi frekuensi, serta uji kesesuaian menggunakan Chi-Kuadrat dan Smirnov–Kolmogorov. Distribusi Log Pearson Tipe III terpilih sebagai metode paling sesuai untuk menentukan hujan rencana pada kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Hujan rencana kemudian dikonversi menjadi curah hujan efektif dengan memperhitungkan koefisien limpasan DAS, dan dihitung debit banjir rencana menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu. Hasil penelitian menunjukkan debit puncak meningkat seiring bertambahnya kala ulang, yaitu Q2 = 16.169  m³/s; Q5 =20.325 m³/s; Q10 =23.086 m³/s; Q25 =26.535 m³/s; Q50=29.106 m³/s; Q100 =31.666 m³/s.

Destriyani; Kusuma Anggraini, Nurti

Jurnal Teknik Sipil 2026 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Penggunaan fly ash sebagai bahan tambahan untuk menggantikan sebagian semen merupakan salah satu hal untuk mendorong penggunaan material alternatif. Penelitian ini mengkaji pengaruh persentase substitusi fly ash sebesar 10%, 30%, dan 50% dengan penambahan zat aditif superplasticizer sikament-NN (Tipe F) dengan dosis 1,2% terhadap kemudahan pengerjaan (workability) dan kekuatan tekan beton. Kinerja beton dianalisis berdasarkan kekuatan tekannya pada hari ke-28 dab kelancaran kerjanya berdasarkan slump. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kombinasi penggunaan fly ash dan superplasticizer sikament-NN (Tipe F) dapat meningkatkan kemudahan adukan, dengan nilai slump maksimum mencapai 14,3 cm pada presentase fly ash 50%. Namun, peningkatan kelacakan ini berbanding terbalik dengan kekuatan tekan yang konsisten menurun seiring dengan peningkatan penambahan fly ash. Nilai kuat tekan maksimum dicapai oleh campuran beton yang hanya menggunakan superplasticizer tanpa fly ash sebesar 320,50 kg/cm2, sementara nilai yang optimal ditemukan pada variasi persentase 10% dengan penambahan superplasticizer 1,2% menghasilkan kuat tekan sebesar 307,65 kg/cm2, sehingga penggunaan kombinasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi efisiensi bagi rekayasa sipil.

Yunita, Erna; Rahmi, Suci; Puteri, Nafisah Eka

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Sosis merupakan produk olahan populer di berbagai kalangan masyarakat yang sebagian besar menggunakan bahan baku daging sapi dan ayam yang harganya relatif mahal, hal tersebut  mendorong perlunya diversifikasi menggunakan sumber protein lain, seperti ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan pure kedelai terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori sosis ikan lumi-lumi (Harpodon nehereus). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan enam taraf perlakuan perbandingan ikan lumi-lumi dan pure kedelai, yaitu K0 (300g:0g), K1 (250g:50g), K2 (200g:100g), K3 (150g:150g), K4 (100g:200g), dan K5 (50g:250g). Parameter yang diuji meliputi kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, tekstur (penetrometer), dan uji organoleptik (hedonik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pure kedelai berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter. Seiring meningkatnya proporsi pure kedelai, kadar air menurun (72,60% hingga 66,66%), kadar lemak menurun (5,14% hingga 0,37%), dan kadar protein menurun (7,17% hingga 4,37%). Sebaliknya, kadar abu meningkat (1,27% hingga 1,86%), kadar karbohidrat meningkat (13,80% hingga 26,72%), dan nilai tekstur meningkat (17,39 N/s hingga 18,48 N/s) yang mengindikasikan sosis semakin kenyal. Berdasarkan uji sensori, perlakuan K3 (150g ikan : 150g kedelai) merupakan formulasi terbaik yang paling disukai panelis dengan skor tertinggi pada atribut warna (3,60), aroma (3,48), tekstur (3,44), rasa (3,28), dan penerimaan keseluruhan (3,62). Secara umum penambahan pure kedelai efektif meningkatkan karakteristik fisikokimia dan penerimaan sensori sosis ikan lumi-lumi.  

Haryanto; Febrianti Sahar, Salsabila; Norita; Rizky Aulia Fitri, Nur; Ayu Pratiwi, Nabila +4 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Batang prasman (Eupatorium triplinerve. Vahl) merupakan salah satu tanaman yang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas biologis, sehingga perlu dilakukan pengujian toksisitas sebagai langkah awal untuk mengetahui tingkat keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan kategori toksisitas ekstrak etanol batang prasman terhadap larva udang (Artemia salina Leach) menggunakan metode analisis probit. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorik dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak etanol batang prasman diuji pada konsentrasi 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Data mortalitas dihitung dalam bentuk persentase kematian, kemudian dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu sebesar 25%, 35%, 50%, 75%, dan 85%. Hasil analisis probit menunjukkan nilai LC₅₀ ekstrak etanol batang prasman sebesar 846 mg/L. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, nilai tersebut termasuk dalam kategori moderat atau racun sedang. Dengan demikian, ekstrak etanol batang prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina Leach dan termasuk dalam kategori toksisitas sedang

Haryanto; Amalia, Fitrah; Ramadhan, Ahmad; Kartika Ayu Ridwan, Maretta; Hatima, Husnul +3 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 90% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina melalui penentuan nilai LC₅₀ menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji dan dipaparkan pada berbagai konsentrasi ekstrak, yaitu 10 ppm, 100 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 5000 ppm, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons. Perhitungan nilai LC₅₀ dengan metode 823 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai LC₅₀ tersebut termasuk dalam kategori toksik moderat / sedang. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% daun trembesi memiliki aktivitas toksisitas sedang terhadap larva Artemia salina. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut namun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa aktif serta mengevaluasi keamanan pada sistem biologis yang lebih kompleks.

Haryanto; Yunasti, A. Audia; Ulfaidah, Novi; Ramadhani, Besse; Ratna Dewi Angraeni, Sri +4 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Daun prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) merupakan tanaman herbal yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan mengklasifikasikan tingkat toksisitas ekstrak metanol daun prasman menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina Leach. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji toksisitas dilakukan pada konsentrasi 10, 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm dengan masing-masing perlakuan diamati selama 24 jam. Data kematian larva dihitung dalam bentuk persentase mortalitas dan dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu 0% (10 ppm), 2,94% (100 ppm), 7,69% (500 ppm), 31,81% (1.000 ppm), 52,38% (5.000 ppm), dan 80,95% (10.000 ppm). Analisis probit menunjukkan bahwa nilai LC₅₀ ekstrak metanol daun prasman berada pada rentang 1.000–10.000 mg/L lebih tepatnya 2.103 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, ekstrak metanol daun prasman termasuk dalam kategori sedikit beracun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun prasman memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina serta berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian farmakologi dan toksikologi lanjutan.

Haryanto; Passalowongi, A. Alya; Hadira; Ramadhani, Salsabila; Rois, Adelia +2 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 60% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina melalui penentuan nilai LC₅₀ menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji dan dipaparkan pada berbagai konsentrasi ekstrak, yaitu 10 ppm, 100 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 5000 ppm, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons. Perhitungan nilai LC₅₀ dengan metode Reed-Muench diperoleh sebesar 351,07 ppm, sedangkan analisis probit menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 468,05 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai LC₅₀ tersebut termasuk dalam kategori toksik (30–1000 ppm). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 60% daun trembesi memiliki aktivitas toksisitas sedang terhadap larva Artemia salina. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut, namun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa aktif serta mengevaluasi keamanan pada sistem biologis yang lebih kompleks.

Naomi Agustina, Amelia

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pemurnian vitamin E dari berbagai sumber bahan alami dan limbah agroindustri terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan industri pangan, nutraseutikal, kosmetik, dan farmasi. Berbagai metode pemurnian telah diterapkan meliputi saponifikasi, ekstraksi menggunakan pelarut, dan distilasi molekuler. Studi ini mengkaji secara sistematis perkembangan metode pemurnian vitamin E dari berbagai sumber serta mengevaluasi keunggulan, keterbatasan, serta prospek penerapan teknologi yang lebih berkelanjutan. Penelusuran literatur dilakukan terhadap publikasi dalam 10 tahun terakhir yang diperoleh dari jurnal nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa sumber alami vitamin E banyak terdapat pada minyak nabati, sedangkan sumber dari limbah agroindustri dengan kandungan vitamin E tertinggi diperoleh pada Palm Fatty Acid Distillate (PFAD). Kandungan vitamin E yang bervariasi tergantung dari jenis bahan baku, kondisi proses, dan metode pemurnian yang digunakan. Studi komparatif terkait potensi kandungan vitamin E pada bahan alam dan limbah agroindustri lokal Indonesia masih terbatas, khususnya yang mempertimbangkan variasi varietas genetik. Dari aspek teknik pemurnian, metode ekstraksi konvensional memerlukan beberapa tahapan proses sehingga perlu ditinjau dari sisi efisiensi operasional dan keekonomian. Hasil kajian menunjukkan penggunaan green solvent seperti ekstraksi dengan scCO2 dan DES yang berpotensi meningkatkan keamanan proses dan keberlanjutan lingkungan. Pengembangan metode pemurnian yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan menjadi kunci dalam mendukung pemanfaatan berbagai sumber vitamin E secara berkelanjutan.

Moh. Bahruddin; Kurniawati

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk makanan yang berlabelisasi halal semakin meningkat seiring dengan pesatnya perkembangan industri halal dunia. Selain itu, Halal bukan sekadar totalitas hukum agama, tetapi juga menjadi strategi dalam memperluas segmentasi pemasaran suatu produk yang berlabelisasi halal di tingkat internasional. Namun, dari hasil observasi di lapangan ditemukan bahwa masyarakat muslim Bali, khusus Dusun Wanasari yang belum menyadari arti penting dari labelisasi halal. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kesadaran masyarakat muslim Bali terhadap labelisasi halal dalam produk makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; 1) kesadaran pelaku usaha muslim Bali terhadap labelisasi halal dalam produk makanan; dan 2) kesadaran masyarakat muslim Bali terhadap labelisasi halal dalam produk makanan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian akan dituangkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kesadaran pelaku usaha muslim Bali terhadap labelisasi halal masih rendah. Hanya dua produk yang bersertifikat halal, sementara sebagian besar masyarakat masih mengandalkan keyakinan agama sebagai tolok ukur kehalalan. 2) kesadaran masyarakat muslim Bali terhadap label halal tergolong cukup baik, namun label halal bukan menjadi faktor utama dalam keputuskan pembelian. Selama aman untuk dikonsumsi. hal ini, tidak lepas dari kenyataan tidak semua produk tanpa labelisasi halal dianggap haram.

Martina Rosmaulina Marbun; Selvianti Dakhi; Yohanes Jok Pendopo Laoli; Ester Fosumange Laia; Junita Hulu +2 more

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

This paper discusses the concept of global ethics put forward by Hans Küng as a universal moral framework in the face of the reality of a plural world. This study uses a qualitative approach with a literature study method to examine Küng's thoughts on global ethics, its basic principles, and its implications in social life and interreligious dialogue. The results of the study show that global ethics is a consensus of universal moral values that is not intended as a new religion, but as a common basis for all mankind in building a peaceful and just life. Principles such as humanity, non-violence, solidarity, honesty, and equality are the main cornerstones in building cross-cultural and religious relations. In addition, global ethics also encourages collective responsibility in maintaining social justice, human rights, and environmental sustainability. However, global ethics also faces criticism of its normative tendencies as well as the challenges of achieving universal consensus amid differences in values, cultures, and political interests. Therefore, the implementation of global ethics requires an inclusive, open, and sustainable dialogue. Thus, global ethics has strong relevance as the foundation of interreligious dialogue in creating sustainable global peace and harmony.

Wilsna Rupilu; Agusta Amanda Wulandari

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal (sumber daya manusia, modal usaha, dan kualitas produk) serta faktor eksternal (harga dan lokasi) terhadap keberhasilan usaha UMKM milik women Generasi Z di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh secara langsung melalui kuesioner yang diberikan kepada responden. Populasi penelitian terdiri dari seluruh UMKM di Kota Kupang, dengan sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling kuota, yang terdiri dari 10 responden dari masing-masing 6 kecamatan di Kota Kupang. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif dan inferensial menggunakan SPSS. Validasi dilakukan melalui uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia, modal usaha, dan kualitas produk memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kesuksesan usaha UMKM milik perempuan Generasi Z di Kota Kupang. Sementara itu, harga memiliki efek yang signifikan namun negatif, artinya ketidakakuratan dalam penetapan harga dapat mengurangi minat beli konsumen. Di sisi lain, lokasi usaha tidak memiliki efek yang signifikan, yang menunjukkan bahwa peran lokasi semakin berkurang seiring dengan perkembangan pemasaran digital.

Tri Seprianto; Viata Viriezky; Puan Jati Megawati; Ahmad Baqir Adrian

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Perkembangan kota-kota berkembang di Indonesia ditandai oleh dinamika pertumbuhan fisik, peningkatan mobilitas, serta intensifikasi aktivitas sosial dan ekonomi yang sering kali berdampak pada perubahan citra dan keterbacaan ruang kota. Kota Bandar Lampung, sebagai ibu kota Provinsi Lampung dan gerbang utama Pulau Sumatera, mengalami kondisi tersebut seiring pesatnya perkembangan kawasan pusat kota dan perluasan wilayah permukiman ke arah pinggiran. Ketimpangan penguatan elemen visual dan ruang publik antar kawasan berpotensi menimbulkan fragmentasi citra kota, sehingga persepsi masyarakat terhadap struktur dan identitas ruang cenderung terpusat pada area tertentu saja. Dalam konteks ini, pemahaman mengenai bagaimana pengguna kota memaknai, mengingat, dan merepresentasikan ruang perkotaan menjadi penting untuk mengungkap pembentukan citra Kota Bandar Lampung secara menyeluruh. Pendekatan cognitive mapping dipandang relevan karena mampu menangkap persepsi spasial, pengalaman visual, serta makna simbolik yang terbentuk melalui interaksisehari-hari masyarakat dengan lingkungannya. Melalui pendekatan tersebut, penelitian ini mengkaji citra Kota Bandar Lampung berdasarkan persepsi pengamat untuk mengidentifikasi elemen-elemen ruang yang dominan, sekaligus memahami hubungan antara struktur fisik kota, pengalaman sosial, dan pembentukan identitas perkotaan.

Anggresta Putri Pratama

ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri 2026 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The study analyzes the implementation of the 5S method (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) in improving shoe production quality at the Assembly section of PT X through observation, interviews, and documentation. Involving supervisors, production leaders, and operators, the study aimed to assess the impact of 5S on production processes. The results showed that the implementation of 5S successfully created a more organized, cleaner, and standardized work environment. These improvements led to a reduction in potential work errors, increased process efficiency, and the establishment of an employee disciplinary culture. Employees became more aware of maintaining cleanliness and orderliness, which contributed to a smoother workflow and better quality control. The findings align with theories of quality management, organizational behavior, and operations management, demonstrating the benefits of 5S in enhancing operational effectiveness. This study confirms that integrating the 5S method into industrial practices, particularly during internships, is an effective strategy to encourage continuous improvement and enhance production quality in the industry.

Luthfiah Nur Fatikha; Ary Kusmanto

ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri 2026 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The implementation of the 6S work culture (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke, and Safety) to improve neatness and work safety in the production environment of PT. Adonia Footwear Indonesia has challenges faced, namely a poorly organized work area, lack of attention to cleanliness, and minimal employee discipline in using personal protective equipment. This field experience practice aims to integrate the theory obtained during lectures with real practices in the industrial world, especially in the implementation of the 6S work culture. Using a qualitative descriptive method with a mentoring approach that includes initial observation, interviews, documentation and Literature Study. The results of the activity show that the implementation of 6S has a positive impact on the condition of the work environment. The production area becomes neater and cleaner, employee awareness of the importance of work discipline increases, and the risk of work accidents can be minimized. Therefore, mentoring for the 6S work culture has proven effective in supporting the creation of a productive, safe, and sustainable work environment in the shoe industry sector.

bombing, mychellianien arkam runa; Buna, Nafila; Hadira; Ramadhani, Salsabila; Hafifah, Nurul +3 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber fitofarmaka terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan agen terapeutik berbasis bahan alam yang aman. Salah satu tanaman yang berpotensi dikembangkan adalah daun soliti (Wrightia arborea), yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, terpenoid, dan glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun soliti terhadap respons fisiologis dan perilaku mencit sebagai model hewan uji. Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorik dengan rancangan post-test only. Ekstrak daun soliti diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol dan dibuat dalam konsentrasi 1%, 2%, dan 4%. Hewan uji berupa mencit putih jantan dibagi ke dalam kelompok perlakuan, kemudian diamati respons fisiologis dan perilakunya. Parameter yang diamati meliputi parasimpatomimetik, stimulasi dan depresi sistem saraf pusat, simpatolitik, relaksasi otot, parasimpatolitik, serta analeptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun soliti memberikan pengaruh yang bervariasi terhadap respons fisiologis dan perilaku mencit dengan pola dosis-respons yang tidak linier. Konsentrasi 1% menunjukkan efek tertinggi pada beberapa parameter, konsentrasi 2% menunjukkan penurunan respons, sedangkan konsentrasi 4% meningkatkan kembali respons tertentu, khususnya sistem saraf otonom. Temuan ini mengindikasikan adanya efek bifasik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak daun soliti berpotensi dikembangkan sebagai kandidat fitofarmaka, namun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengkaji mekanisme kerja dan aspek keamanannya.  

ardila, fachria; delia Rois, Adelia; Afni Nurul Aliyah T; Annisa Idris Tana, Mutiara; Munsir, Ana +4 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber agen neurofarmakologis alami semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya prevalensi gangguan sistem saraf dan keterbatasan penggunaan obat sintetis. Salah satu tanaman yang berpotensi namun masih terbatas kajian ilmiahnya adalah Kesambi (Schleichera oleosa), yang secara tradisional digunakan untuk berbagai keperluan pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun Kesambi terhadap efek neurofarmakologi, serta mengidentifikasi pola respons dosis dan konsentrasi paling efektif dalam memodulasi sistem saraf pusat dan otonom. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan hewan uji yang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Ekstrak daun Kesambi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut akuades dan diberikan secara per oral pada konsentrasi 1%, 2%, dan 4%. Evaluasi efek neurofarmakologis dilakukan melalui skrining perilaku terhadap delapan parameter, yaitu parasimpatomimetik, stimulasi sistem saraf pusat, depresi sistem saraf pusat, simpatolitik, relaksasi otot, simpatomimetik, parasimpatiolitik, dan analeptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Kesambi menimbulkan variasi respons neurofarmakologis yang dipengaruhi oleh konsentrasi. Konsentrasi 4% memberikan efek paling dominan pada sebagian besar parameter, khususnya depresi sistem saraf pusat, relaksasi otot, dan modulasi sistem saraf otonom, sedangkan konsentrasi 2% menunjukkan efek stimulasi sistem saraf pusat yang optimal. Temuan ini menunjukkan potensi ekstrak daun Kesambi sebagai neuromodulator.  

Emaputra, Andrean; Rusianto, Toto; Mawadati, Argaditia; Susetyo, Joko; Sodikin, Imam +2 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Erpat Leather is a manufacturer of leather bags, pouches, wallets, and belts, located in Tirto RT 05, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Some production materials are not arranged neatly, which can disrupt the smoothness of the production process. The business needs to improve the efficiency and smoothness of the production process. Then, community service activities were carried out by lecturers, educational staff, and students of the Industrial Engineering and Mechanical Engineering Study Programs of the University of AKPRIND Indonesia to increase the knowledge of Erpat Leather owners and workers about 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). Erpat Leather needed training to improve the smoothness of the production process, work efficiency, and work safety. This training began with a discussion between the service team and the business owner, followed by field observations by the service team, and continued with suggestions for improvement to the owner and workers, and ended with the delivery of conclusions and a group photo. The implementation of 5S at Erpat Leather is carried out through five stages, namely, first, sorting goods that are still in use and those that are no longer used; second, arranging goods in the production area in an orderly manner; third, cleaning the work environment regularly; fourth, maintaining the work area to keep it clean; fifth, disciplining good work habits, and providing slogans that cultivate 5S. This activity is expected to increase Erpat Leather's competitiveness in the leather product market by improving the smoothness of the production process.

Emaputra, Andrean; Rusianto, Toto; Mawadati, Argaditia; Susetyo, Joko; Sodikin, Imam +2 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Erpat Leather is a manufacturer of leather bags, pouches, wallets, and belts, located in Tirto RT 05, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Some production materials are not arranged neatly, which can disrupt the smoothness of the production process. The business needs to improve the efficiency and smoothness of the production process. Then, community service activities were carried out by lecturers, educational staff, and students of the Industrial Engineering and Mechanical Engineering Study Programs of the University of AKPRIND Indonesia to increase the knowledge of Erpat Leather owners and workers about 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). Erpat Leather needed training to improve the smoothness of the production process, work efficiency, and work safety. This training began with a discussion between the service team and the business owner, followed by field observations by the service team, and continued with suggestions for improvement to the owner and workers, and ended with the delivery of conclusions and a group photo. The implementation of 5S at Erpat Leather is carried out through five stages, namely, first, sorting goods that are still in use and those that are no longer used; second, arranging goods in the production area in an orderly manner; third, cleaning the work environment regularly; fourth, maintaining the work area to keep it clean; fifth, disciplining good work habits, and providing slogans that cultivate 5S. This activity is expected to increase Erpat Leather's competitiveness in the leather product market by improving the smoothness of the production process.

Rosyi Prabowo, Fatika Puteri; Suningdyastiningrum , Arin Oktaviani; Ferry Erwana , Agam

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Karies gigi termasuk penyakit infeksi kronis yang biasanya terjadi akibat bakteri kariogenik yang menempel pada gigi yang akan memetabolisme gula sehingga menghasilkan asam, yang seiring dengan waktu akan mendemineralisasi struktur gigi. Anak-anak usia sekolah sangat menyukai makanan dan minuman manis dengan kandungan glukosa tinggi, dan sering kali kurang memahami teknik menggosok gigi yang benar, serta jarang memeriksakan gigi mereka ke fasilitas kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar serta pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 8 Oktober 2025 mulai pukul 08.00 WIB di SD Negeri Bakalan 01, Kecamatan Polokarto dengan peserta sebanyak 25 siswa. Siswa diberikan soal pre-test dan post-test untuk mengetahui pengetahuannya terhadap kesehatan gigi dan rongga mulut sebelum dan setelah diberikan edukasi, serta dilakukan demonstrasi cara menggosok gigi yang benar. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang kesehatan gigi dan mulut.

Mukhlis Ainur Rahman; Nuru Aini; Nor Halimah; Siti Nur Khofifah; Devita Sari +3 more

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Perkembangan sistem informasi seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang signifikan, berperan dalam penyimpanan, pengelolaan, dan pendistribusian informasi. Salah satu contohnya adalah dalam pengelolaan data instalasi kabel serat optik. Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan, sebagai instansi pemerintah, menghadapi tantangan dalam pencatatan data serat optik yang masih dilakukan secara konvensional menggunakan perangkat lunak Excel. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti merancang dan mengembangkan "Sistem Informasi Instalasi Kabel Serat Optik di Kabupaten Bangkalan." Tujuan dari sistem ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan data, menyederhanakan proses pencatatan, dan mempercepat akses informasi kepada pihak terkait. Hasil pengelolaan data dalam sistem informasi ini mencakup empat proses utama: pengelolaan data titik instalasi, pengelolaan data lokasi, pengelolaan data pengguna, dan pengelolaan data kecepatan internet. Penerapan metode waterfall dalam perancangan sistem informasi ini memberikan solusi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan data. Perancangan sistem informasi ini terdiri dari lima (5) perancangan utama yaitu: 1) Menampilkan halaman pengunjung ketika aplikasi diakses, 2) Menerima dan mengolah data berdasarkan tindakan CRUD (create, read, update, delete), 3) Melakukan verifikasi data login dan menampilkan pesan error apabila data login salah, 4) Menyediakan fitur pencarian data, dan 5) Menghasilkan laporan data instalasi.