Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 161-180 of 232

Analytics

Alvina Widya Oktaviani; Fatchur Rozci; Hendra Maulana

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Budikdamber or fish farming in a bucket or commonly known as aquaponics Budikdamber is a business alternative that can be used for the cultivation of plants and fish in one container. This Budikdamber can be applied in narrow or wide yards because it does not take place. Budikdamber also does not require expensive costs. Budikdamber socialization activities are expected to provide knowledge to the community in Rejoso Village and can improve horticultural crops, especially vegetables in Rejoso Village.

Sofia Latifah Jasmine; Safira Huda; Nisa Hafi Idhoh Fitriana

Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Medokan Ayu Village is 3 km from the UPN "Veteran" East Java campus. The location of this service is located in Griya Amerta Housing RW 15, Medokan Ayu Village. Like housing in general, residential land area is usually relatively small, has relatively narrow yards and the distance between houses is also close to each other. So that the area of ​​the yard owned by the community for cultivating crops while developing agriculture is not very supportive. Verticulture or what can be called vertical farming is a system of cultivating plants vertically, so that the planting medium is put in a container that stands and rises up. This cultivation technique can be used in two ways, namely with water and soil as the planting medium. Pakcoy can be harvested when it is 40-50 days old, while curly lettuce can be harvested when it is 40-60 days old. This verticulture cultivation uses a mixture of several planting media such as soil, cocopeat, roasted husks, and kohe. The goal is for the plants to meet their nutritional needs and nutrients, so that the plants can grow optimally and have good quality.  

Indira Reva Labibah; Faiza Aulia Novadinastia; Marsha Amanda Fahrasyahda; Assyfaul Baity Zuraj; Putri Abidah Fauziyyah +3 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2023 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Along with the development of regions in Indonesia, followed by population growth, there will be an increase in development and settlements that affect the environment to become quite dense. This resulted in limited land and water so that cultivation activities were also limited. Banjaragung Village is a village located in Bareng District, Jombang Regency. The majority of the livelihoods of the residents of Banjaragung Village are farmers. The aquaponics technique is suitable for application in Banjaragung Village because it includes simple agricultural technology in the form of cultivating fish and plants in one bucket (Budikdamber). The aim of implementing the aquaponics program is to take advantage of narrow land by making minders so that the harvest is expected to generate creative economic opportunities in society. There are two implementation methods, namely the holding of the Budikdamber Appropriate Technology socialization which was attended by PKK mothers and the BPP (Agricultural Extension Agency) Bareng and direct demonstrations. The results obtained are an increase in public knowledge about Budikdamber, can meet family food needs, and improve the community's economy.    

Latifatul Qulub

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Pengembangan sektor pertanian di pedesaan seringkali menghadapi berbagai kendala dan tantangan. Kendala dalam pembangunan pertanian ini dapat berupa berbagai factor seperti factor manusia maupun lingkungan yang dapat terjadi di Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang. Desa Cupak memiliki potensi bidang pertanian dan peternakan yang cukup baik. Potensi yang ada di desa ini antara lain ketersediaan lahan pertanian, adanya sektor perkebunan, dan tanaman pangan, ketersediaan SDM pertanian, dan adanya kegiatan kelompok tani yang cukup aktif. Sayangnya, potensi ini tidak diimbangi dengan pengembangan kemampuan petani dalam meningkatkan kemampuan Bertani sehingga hanya terbatas pada pengelolaan umbi porang yang seharusnya bisa dijadikan produk tertentu. Dengan masalah tersebut perlu diadakan serangkaian pelatihan bagi petani porang desa cupak.  

Gideon Setyo Budi Witjaksono; Ahmad Saifulloh Yusuf; F. Tsara Nafisah Yuwono; Fitri Aulia Furuhita; Muhammad Ilham Putra Permana +2 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Gideon S. Budiwitjaksono, dkk. (2022). Pelatihan Kerajinan Batik Dalam Rangka Mewujudkan Kampung Batik sebagai Ikon Khas Kelurahan Pakal. Literasi : Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 2, Nomor 2. Hal. 675-683. Halim, L., & Yunita, I. (2019). Strategi Pelatihan Hidroponik Sebagai Pemberdayaan Masyarakat Yang Bernilai Ekonomis. Jurnal Patria, 1(2). Roidah, I. S. (2015). PEMANFAATAN LAHAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM HIDROPONIK. Jurnal BONOROWO, 1(2), 43-49–49. Sulistyawati, M. Maulana, F. Tentama, S. Asti, dan T.W. Sukesi. 2019. Pendampingan Pembuatan Sistem Hidroponik dan Pengolahan Sampah Organik. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. 3. No. 1. Hal: 77-82. Wibowo, S., & S, A. A. (2013). Aplikasi Hidroponik NFT pada Budidaya Pakcoy (Brassica rapa chinensis). Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 13(3), Article 3. https://doi.org/10.25181/jppt.v13i3.180  

Muhammad Fadhlillah Akbar; Diki Firmansyah

Jurnal Pelayanan Hubungan Masyarakat 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Teori ini menjelaskan tentang adanya tingkat pengangguran dalam terhadap relevansi tingkat tengan kerja yang mengalami sebuah wacana dalam pemberdayaan masyarakat yang menimbulkan jumlah penduduk miskin terbanyak dalam mengatasi adanya pemberataskan kemiskinan dalam relevasi tenaga kerja ini sebagai tingkat pertumbuhan dalam membangun manusia dalam makro ekonomi yang cukup kuat selama lebih dari satu dekade ini secara berlahan telah mampu menurunkan angka pengangguran di Indonesia. Namun, dengan kira-kira dua juta penduduk Indonesia yang tiap tahunnya terjun ke dunia kerja, adalah tantangan yang sangat besar buat pemerintah Indonesia untuk menstimulasi penciptaan lahan kerja baru supaya pasar kerja dapat menyerap para pencari kerja yang tiap tahunnya terus bertambah; pengangguran muda (kebanyakan adalah mereka yang baru lulus kuliah) adalah salah satu kekhawatiran utama dan butuh adanya tindakan yang cepat. Dengan jumlah total penduduk di Indonesia dalam terjadinya permasalahan   perekonomian     menjadi     salah     satu permasalahan yang sensitif dalam kehidupan masyarakat,   karena   dengan   adanya   gangguan   dalam perekonomian  secara  otomatis  masyarakat  merasakan kesulitan   dalam   menjalankan   kehidupan   serta   akan berdampak  atau  memicu  permasalahan  lainnya,  seperti kesehatan,    sosial    dan    lain    sebagainya.    Dengan demikian,    masyarakat    memprioritaskan    memenuhi kebutuhan    primer    kemudian    kebutuhan    sekunder dengan  menggunakan  prinsip  berbasis  ilmu  ekonomi. Isu-isu penting (yang merupakan tanggung jawab pemerintah) adalah penguatan sumber daya manusia Indonesia (sumber daya manusia mengacu pada pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan seorang karyawan). Ini berarti bahwa investor lebih suka berinvestasi di negara lain (di mana kualitas pekerja lebih tinggi), sehingga menyebabkan hilangnya peluang dalam hal penciptaan lapangan kerja di Indonesia.  

Dhian Satria Y. K; Dani Firmansyah Pradana; Novarezta Rexlin; Wahyuni Maulida

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2023 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

This study aims to determine the strategy for developing the natural tourism potential of Kebon Kopi tourism as a camping ground located in the Sumber Gogor area, Mangirejo Hamlet, Wonosalam Village, Jombang Regency. This research will use qualitative methods, observation, interviews, and literature study. The results of the study indicate that the supporting factors in the Kebon Kopi tourist attraction as a camping ground are very supportive for further development, while the deficiencies that exist need to be considered and handled seriously so as not to hinder the development of Kebon Kopi tourism as a camping ground. In addition, the strategy that needs to be carried out in developing Kebon Kopi tourism objects as camping grounds is the presence of new ideas and collaboration with the government, private sector, and academics.

Gideon Setyo Budi Witjaksono; Dhewintha Kusuma Fachrani; Intan Febriana Samodro; Salsabilla Prabawati Hariyono; Zanetta Najlaa Putri Arfi +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

One of the problems that existed at the Rembang Village Office was due to the vacant land which was one of the obstacles, the UPNVJ Thematic Community Service students decided to use hydroponics as a planting medium to be developed because it did not require large areas of land, as well as the tools and materials needed to make hydroponics. easy to get and how to make it easy. Mustard greens are one of the easiest plants to grow using hydroponic growing media, so we decided to plant mustard greens because of its ease of cultivation. Compared to existing planting media, hydroponic growing media has better possibilities. So that the planting medium only needs to be fertilized, watered, and occasionally cleaned. In order for the Rembang Village Office to become an example of hydroponic planting for Rembang Village residents, UPNVJ Thematic KKN students established and planted using hydroponic planting materials to optimize this.

Laura Elfina Karo Karo; Noni Rozaini

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

The volume of coffee exported from Indonesia between 2010 and 2020 will be reviewed in this study along with the influence of the variables coffee production, land area and exchange rate. In this study the influence of independent factors on dependent factors was assessed using multiple linear regression analysis techniques. The results of the multiple linear regression analysis of this study revealed that Indonesia's coffee exports were negatively affected but not significantly by variables related to coffee production. Indonesian coffee exports were negatively and insignificantly affected by changes in land area. Conversely, the exchange rate (exchange rate) has a positive but also insignificant impact on the volume of coffee exported from Indonesia.

Aini Yasih Darwin; Mardia; Desy Arum Sunarta

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Mukhabarah is a form of cooperation in agriculture, which is a form of cooperation between sharecroppers and landowners, where the land owner gives his land to the manager or sharecropper to be managed or planted and maintained based on an agreement (contract) in exchange for a certain part (percentage) of the land. yields. Mukhabarah also occurred in Bulisu Village, Pinrang Regency, where the community was more familiar with the term profit sharing. The profit-sharing collaboration that takes place in Bulisu Village, Pinrang Regency is generally a contract only orally based on trust without presenting witnesses, and the contract period is not clearly defined. The purpose of this research is to find out what the profit sharing system in Bulisu Village looks like and whether it is in accordance with the profit sharing system (mukhabarah). This study uses qualitative research with a perspective approach to data collection through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the cooperation system that occurs is a profit-sharing system. The implementation of the profit-sharing system in Bulisu Village is a mukhabarah contract in Islamic economics, but there are some things that are not quite right, namely the contract period that is not clearly defined, so that the practice is not fully in accordance with the Islamic concept. determined

Arenalda Nur Rizqita; Anna Hygia Fitrianti; Ateng Supriyatna

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Indonesia adalah negara beriklim tropis yang memiliki 2 musim yaitu kemarau dan hujan. Indonesia memiliki potensi hasil pertanian yang beragam karena daratan Indonesia terdiri dari lahan basah dan kering. Dalam taksonomi tumbuhan terdapat famili Anacardiaceae yang dikenal sebagai keluarga buah – buahan. Famili Anacardiaceae memiliki jumlah genus yang tergolong banyak dengan morfologi yang berbeda – beda. Di kawasan Cisitu RT 04 RW 05 Cileunyi Jawa Barat ditemukan banyak sekali pohon buah - buahan salah satunya adalah Mangifera indica. Mangifera Indica merupakan kategori tumbuhan tingkat tinggi dari kelompok arboreus dengan struktur batang kelompok arboreus yang merupakan tumbuhan berkayu, berbatang tegak, bercabang banyak, serta memiliki tajuk yang lebat. Pohon mangga ini memiliki banyak manfaat salah satunya untuk kesehatan yaitu sebagai antikanker.

M. Bahrus Syakirin; Fahrurrozi, Ashari; Tri Yusufi Mardiana; Linayati Linayati; Nauval Rabbani +2 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Global warming causes one of the impacts in the form of tidal floods which harm the community because the rice fields for planting rice become unusable. An alternative land use used in community service is the aquaculture of saline tilapia in floating cages in the rice field area of Puso. The purpose of this activity is to provide knowledge to the public regarding tilapia fish farming with fixed cages and can be applied for the welfare of their income. The method used is in the form of counseling and direct observation to determine areas that will be used for piloting. The results of the service showed an increase in community knowledge with questionnaires from 38% to 92%. As well as the enthusiasm of the questions asked indicates that community service is running as it should.

Slamet, Ahmad Haris Hasanuddin; Dini Nafisatul Mutmainah; Sekar Ayu Wulandari; Agustia Dwi Pamujiati; Siska Elvani

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI (JITI) 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Kabupaten Sidoarjo merupakan yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ternak ruminansia, salah satunya adalah kambing. Jumlah ternak kambing di Kabupaten Sidoarjo tahun 2020 mencapai 41.190 yang tersebar di seluruh kecamatan yaitu 16 kecamatan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pemetaan sebaran populasi ternak kambing di Kabupaten Sidoarjo menggunakan SIG. Informasi sebaran ternak kambing bermanfaat untuk mempercepat pengelolaan informasi sebaran ternak di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan data deskriptif kuantitatif yaitu data spasial berupa peta administrasi, peta kedalaman laut, dan data sebaran ternak di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menghasilakan output berupa peta sebaran ternak di Kabupaten Sidoarjo, dimana dapat memberikan informasi sebaran ternak kambing per kecamatan pada tahun 2018 dan 2020. Data sebaran ternak kambing di seluruh kecamatan menunjukkan fluktuatif. Terdapat tiga kecamatan yang selalu konsisten dalam jumlah sebaran ternaknya yang tinggi yaitu Kecamatan Tarik, Krian, dan Balongbendo. Ketiga kecamatan tersebut jauh dari pusat kota dan memiliki kepadatan penduduk di bawah 2500 penduduk/km2. Tingkat kepadatan penduduk kurang memungkinkan tersedianya lahan yang lebih luas. Faktor lain yang menjadi pendukung dalam pengembangan ternak adalah ketersediaan aliran sungai yang cukup banyak, karena akan menunjang ketersediaan hijauan sebagai bahan pakan ternak.

Slamet, Ahmad Haris Hasanuddin; Dini Nafisatul Mutmainah; Sekar Ayu Wulandari; Agustia Dwi Pamujiati; Siska Elvani

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI (JITI) 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Kabupaten Sidoarjo merupakan yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ternak ruminansia, salah satunya adalah kambing. Jumlah ternak kambing di Kabupaten Sidoarjo tahun 2020 mencapai 41.190 yang tersebar di seluruh kecamatan yaitu 16 kecamatan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pemetaan sebaran populasi ternak kambing di Kabupaten Sidoarjo menggunakan SIG. Informasi sebaran ternak kambing bermanfaat untuk mempercepat pengelolaan informasi sebaran ternak di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan data deskriptif kuantitatif yaitu data spasial berupa peta administrasi, peta kedalaman laut, dan data sebaran ternak di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menghasilakan output berupa peta sebaran ternak di Kabupaten Sidoarjo, dimana dapat memberikan informasi sebaran ternak kambing per kecamatan pada tahun 2018 dan 2020. Data sebaran ternak kambing di seluruh kecamatan menunjukkan fluktuatif. Terdapat tiga kecamatan yang selalu konsisten dalam jumlah sebaran ternaknya yang tinggi yaitu Kecamatan Tarik, Krian, dan Balongbendo. Ketiga kecamatan tersebut jauh dari pusat kota dan memiliki kepadatan penduduk di bawah 2500 penduduk/km2. Tingkat kepadatan penduduk kurang memungkinkan tersedianya lahan yang lebih luas. Faktor lain yang menjadi pendukung dalam pengembangan ternak adalah ketersediaan aliran sungai yang cukup banyak, karena akan menunjang ketersediaan hijauan sebagai bahan pakan ternak.

Soegiastuti, Janti; Jaluanto Sunu Punjul Tyoso; Heru Eko Prasetyo

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Masyarakat di lingkungan Kampung Jahe yang berada di RW 14 Kel.Sendangmulyo Kec.Tembalang, yang sebagian  pegawai dan wirausaha  ,  namun lahan pekarangan rumah yang dimiliki belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini merupakan peluang untuk pengembangan ekonomi diwilayah tersebut, dengan cara budi daya tanaman jahe merah, hingga mengolahnya menjadi hasil olahan yang kreatif dan inovatif, yang bermanfaat untuk kesehatan dan laku dijual dengan harga yang tinggi. Peluang tersebut bisa diciptakan dengan memberdayakan ibu rumah tangga yang tidak bekerja beserta kelompok UMKM yang ada diwilayah RW14 dengan nama Sekar Taji, Metode pengabdian ini dengan memberikan edukasi kewirausahaan dan pengenalan tekhnologi informasi sebagai media pemasaran secara  online dilengkapi dengan pelatihan memasak aneka makanan tradisionil. Kegiatan tersebut dapat terlaksana juga didukung dengan kerjasama dengan perusahaan bahan pembuat makanan yaitu Rose Brand dan diikuti oleh 20 peserta Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menambah pengetahuan, ketrampilan,dan  berpartisipasi aktif untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Miranti, Indira Pipit; Cahyani, Arinda Nur; Yuliana, Rini Dwi

jurnal ABDIMAS Indonesia 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Desa Jatisaba memiliki geografis berupa pegunungan dan termasuk Desa yang memiliki lahan hutan yang cukup luas. Wilayah yang termasuk ke dataran tinggi ini sebenarnya memiliki potensial yang tinggi sebagai tempat wisata reiligi tetapi pada dasarnya kualitas promosi dari Desa Jatisaba masih kurang gencar sehingga hal tersebut belum terealisasikan. Hal ini membuktikan bahwa sampai pada saat ini belum ada perkembangan terkait dengan pembangunan tempat wisata religi karena kurangnya sosialisasi. Selain itu potensi yang dimiliki Desa Jatisaba yaitu adanya usaha UMKM berupa Home Made keripik pisang kelompok masyarakat. Kelompok masyarakat yang ada di Desa Jatisaba memiliki peranan yang sangat penting dalam membantu berjalannya proses pemanfaatan dan pembuatan baik keripik pisang. Sehingga mampu mengubah atau membentuk wawasan, pengertian, pemikiran minat, tekad dan kemampuan perilaku berinovasi menjadikan sistem usaha yang maju. Pemilihan desa ditentukan karena adanya permintaan dari perwakilan guru-guru TK dan Paud untuk penyuluhan tentang permasalahan yang belum terselesaikan.

Maulidizen, Ahmad; Mariah Mariah; Raskya Khairunnisa Tojib, Hannah; Fahri Satyanto, Muhamad; Albaqi Adrianantama, Rofiano +3 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tanaman hidroponik merupakan tanaman yang ditanam menggunakan sistem hidroponik tanpa media tanam dan menggunakan lahan rumah sebagai tempatnya tanpa menggunakan lahan luas. Memilih kangkung sebagai tanaman hidroponik yang akan diedukasikan kepada walisantri Rumah Tahfidz Qur’an Bojong Koneng Bogor. Dengan metode pelaksanaannya ada dua (2) yaitu input dengan mengidentifikasi masalah, kemudian melakukan observasi kepada para walisantri untuk menyusun materi serta stretegi keberlangsungan program. Dan output yaitu isi materi edukasinya seperti memahami faktor-faktor yang mempengaruhi tanaman hidroponik terhambat pertumbuhannya. Sehingga hasil dari kegiatan ini dapat diketahui sebagai mestinya bahwa tanaman hidroponik (kangkung hidroponik) dapat dilakukan diwaktu luang sesuai dengan jadwalnya. Hasil panen dapat dinikmati bersama keluarga. Dapat disimpulkan edukasi yang tim Pengabdian Masyarakat lakukan bermanfaat bagi walisantri Rumah Tahfidz Qur’an Bojong Koneng Bogor dikarenakan setelah kegiatan berakhir para walisantri tetap ingin menanam tanaman hidroponik di rumah mereka. Juga program ini berakhir sesuai dengan waktu yang ditetapkan

Shafa Yuniar Yasmin; Hafidz Jauhari; Ahmad Rayhan

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Pemanfaatan energi terbaharukan  dalam pertanian ialah matahari yang merupakan energi yang tidak ada habisnya dan dapat dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat khususnya dalam lingkup pertanian, Salah satu bentuk pemanfaatan energi terbaharukan di Desa Pontang Legon ialah dalam teknologi yang dapat mengatasi permasalahan para petani konvensional yang sangat bergantung pada cuaca dan iklim disebut juga dengan agrivoltaic namun pemanfaatan energi terbaharukan untuk petani masih belum optimal sebab saat ini masih bersifat sporadis atau  hanya dilakukan oleh beberapa orang atau kelompok masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam pengabdian di Desa Pontang Legon ini ialah observasi, studi Pustaka dan evaluasi. Hasil dari uji pemanfaatan energi terbaharukan melalui agrivoltaic ini sangat baik berdasarkan hasil evaluasi sebab agrivoltaic ini efektif untuk hidroponik   dan meningkatkan efesiensi lahan.

Dicky Satria Elsaputra

Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Satuan ruang parkir merupakan ukuran luas efektif untuk meletakkan satu buah kendaraan (mobil penumpang, bus/truk, atau sepeda motor). Di dalamnya sudah termasuk ruang bebas di kiri dan kanan kendaraan dengan pengertian pintu bisa dibuka untuk turun naik penumpang serta hal-hal tertentu seperti ruang gerak untuk kursi roda khusus untuk parkir kendaraan bagi penderita cacat serta ruang bebas depan dan belakang. Palang Pintu Parkir, atau dengan nama lain barrier gate, adalah suatu alat pembatas keluar masuk kendaraan, fungsi dari palang pintu parkir atau palang parkir ini adalah sebagai tanda diperbolehkanya sebuah kendaraan memasuki atau keluar dari lahan parkir, setelah melalui pos penjaga parkir. Palang pintu parkir biasa dioperasikan dengan mempergunakan listrik searah DC atau AC, tergantung dari kebutuhan dan tingkat harga yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, Kecepatan palang pintu parkir membuka, adalah salah satu point yang menjadikan sebuah harga untuk barang tersebut, sebab kecepatan membuka akan mempengaruhi siklus layanan parkir secara keseluruhan, apabila palang parkir membuka lebih cepat, maka akan lebih banyak kendaraan yang dilayani, baik itu keluar atau masuk area parkir, dan akhirnya para pelanggan parkir akan lebih puas, apabila memang kecepatan tersebut mengurangi waktu tunggu dari pelanggan parkir.

Endang Swastuti; Emiliana Sri Pudjiarti; Honorata Ratnawati Dwi Putranti

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembelajaran di Kampus Merdeka menawarkan tantangan dan peluang untuk pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian dan kebutuhan baik mahasiswa maupun dosen, dengan menuntut kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan baru melalui kenyataan dan dinamika lapangan. Sebagai perwujudan dari Kriteria IKU ke 2 dan IKU ke 3 adalah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan antara dosen, mahasiswa dan mitra (masyarakat). Pengabdian masyarakat ini dilakukan di desa Susukan Kabupaten Semarang, yang penduduknya mayoritas sebagai petani. Sasaran Mitra adalah perempuan dan remaja Putri. Metode yang diberikan adalah dengan memanfaatkan pekarangan sempit menjadi lahan produktif dengan penanaman jahe merah. Pengabdian masyarakat dilakukan mulai proses dengan menyiapkan lahan dengan menggunakan polybag yang di dalamnya diberikan tanah yang telah diberikan pupuk. Proses pemeliharaan dengan memberikan pupuk non kimia (ramah lingkungan), dan selanjutnya pengolahan hasil panen jahe dengan diolah menjadi aneka produk. Pengabdian ini dilakukan secara bertahap selama tiga kali setiap hari minggu dari tanggal 7-21 Januari 2022. Melibatkan sepuluh dosen dan lima mahasiswa. Hasil penelitian ini dapat memberikan tambahan penghasilan dan memanfaatkan pekarangan yang sempit menjadi lahan produktif, sehingga para perempuan tidak perlu bekerja di ladang Perempuan bisa bekerja di rumah dengan hasil tambahan.