Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1721-1740 of 2,073

Analytics

Mohammad Rudiyanto; Ria Kasanova

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Karakter dan akhlak mahasiswa harus dikembangkan secara maksimal agar tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berkembang di bidang non-akademik untuk mempertahankan rasa identitas diri mereka dalam menghadapi globalisasi. Oleh karena itu, penanaman budi pekerti luhur pada mahasiswa Indonesia merupakan hal yang paling mendesak yang perlu segera mendapat perhatian. Melalui investigasi ini, diyakini akan ditemukan taktik atau konsep untuk meningkatkan akhlak mulia di kalangan pelajar Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tinjauan literatur, yang memerlukan pengumpulan dan penilaian sumber dan fakta dari karya-karya yang diterbitkan seperti buku, jurnal, makalah, dan tesis. Teknik membaca semantik dan simbolik digunakan untuk memperoleh data. Berdasarkan temuan penelitian, pendidikan karakter harus terus dilaksanakan di lingkungan pendidikan tinggi guna meningkatkan dan menanamkan akhlak mulia pada mahasiswa. Guru besar bertanggung jawab untuk membina moralitas dan karakter mahasiswa. Melalui keteladanan yang diberikan oleh dosen dalam lingkungan akademik, mahasiswa akan melakukan peniruan dan cenderung memandang akademisi sebagai role model.

Nursyahdia Harahap

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kematangan karier siswa kelas X, upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kematangan karier siswa kelas X, pengembangan kematangan karier siswa kelas X di MAN 1 Padang Lawas Utara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data diperoleh dari guru BK,  koordinator BK/Wakasek Kesiswaan, dan 4 siswa kelas X. Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) Menunjukkan bahwa kondisi kematangan karier siswa kelas X berbeda – beda, adanya bukti 15 siswa (7 laki – laki dan 8 perempuan) mengalami masalah pada kematangan karier tidak mendapatkan dukungan dari orang tua, tidak mengetahui kemampuan yang dimilikinya, tidak peduli dengan karier dan kurang memahami informasi karier, (2)  Upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kematangan karier siswa kelas X dengan menerapkan layanan bimbingan kelompok, layanan konseling individu, (3) Mengembangkan kematangan karier siswa kelas X dengan bimbingan kelompok, memberikan dukungan kepada siswa, melengkapi failitas, memberikan pelatihan yang sesuai kebutuhan potensi yang dimilki siswa. Berdasarkan pada temuan penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kematangan karier siswa kelas X dapat ditingkatkan melalui bimbingan karier, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling individu yang dilakukan oleh guru BK MAN 1 Padang Lawas Utara.

Dea Rahma Damanik; Abdul Gani Jamora Nasution; Zakiyah Andiny Sihombing; Muhammad Fathoni; Tasya Fatiha +1 more

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Teori belajar adalah materi inti bagi seorang guru dalam praktik pembelajaran bagi siswa. Ini terkait dengan kemampuan profesional guru dalam melaksanakan tugas utamanya dalam mengajar. Jika dikaitkan dengan program pendidikan nasional, bahwa seorang guru harus memiliki keilmuan yang cukup dalam ilmu pedagogis, teori belajar merupakan hal yang mendasar. Oleh karena itu, makalah ini akan membahas beberapa teori tentang pengajaran dan pembelajaran yang secara luas dikenal di kalangan pakar pendidikan. Metodologi yang digunakan dalam karya ini adalah model analisis kualitatif deskriptif yang menguraikan teori secara rinci sehingga memungkinkan pembaca untuk memberikan analisis yang lebih mendalam. Oleh karena itu, isi teori mungkin sedikit sederhana, tetapi penjelasannya akan menjadi hal yang penting.

Sukatiah, Sukatiah

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

. Kita memahami bahwa media pembelajaran saat ini telah berkembang dengan pesat, namunkarena keterbatasan yang dimiliki SDN 22 Penjalaan maka guru kelas yang ada di sekolah tersebut harus pandai-pandai memanfaatkan sarana yang ada di sekitar sekolah untuk membuat pembelajaran lebih menarik. Namun belum semua guru mampu memanfaatkan sarana ynag ada disekitar sekolah untuk proses belajar mengajara bahkan cenderung tidak pernah digunakan dalam pembelajaran di kelas. Penulis merasakan dalam proses pembelajaran dengan mencoba beberapa metode yang ada. Pembelajaran kurang antusias dalam pembelajaran, ada yang ngobrol, melamun dan diam saja. Dari tes formatif yang dilakukan penulis pada akhir pembelajaran terlihat perolehan hasilnya. Sebagian besar (70%) siswa mendapatkan nilai dibawah KKM yang ditetapkan yaitu 70. Peneliti menawarkan alternatif pemencahan masalah dengan menerapkan pembelajaran mengguakan media lingkungan sekitar sekolah. Diharapkan dengan tidak selalu berada dikelas dan melihat lingkungan sekitar siswa jadi tidak merasa bosan dan jenuh akan media yang dipakai selama ini. Setelah melalui penelitian yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus tindakan kelas terjadi peningkatan perhatian belajar mengikuti perbaikan pembelajaran dengan mengunakan media lingkungan sekitar pada Mata Pelajaran IPA materi ciri-ciri dan kebutuhan mahluk hidup sebesar 42.5% yaitu sebelum penelitian sebanyak 50% dan sesudah siklus II Terjadi penelitian prestasi belajar setelah mengikuti penelitian tindakan perbaikan pembelajaran dengan mengunakan media lingkungan sekitar pada Mata Pelajaran IPA materi ciri-ciri dan kebutuhan mahluk hidup sebesar 67%. Sebelum penelitian sebanak 4 siswa (20% yang memperoleh nilai 65 dan setelah penelitian meningkatkan menjadi 19 siswa 95%)   Kata kunci: ,.

Pransiska; Mina Syafaati; Lilik Malihatin; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dikarenakan melalui pendidikan mampu membentuk kepribadian dari individu atau peserta didik. Pendidikan yakni salah satu kebutuhan manusia dalam mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang pada diri manusia tersebut. Melalui penggunaan model Discovery Learning proses pembelajaran akan berubah yang semulanya guru lebih aktif menjadi peserta didik yang mengendalikan pembelajaran agar peserta didik mandiri. Dalam menggunakan model pembelajaran ini, guru harus menjelaskan tugas yang harus peserta didik laksanakan, tujuan tugas, informasi yang harus di cari, diolah, dibahas pada kelompok masing-masing. Tujuan  penelitian  ini  adalah untuk   mendeskripsikan implementasi Discovery Learning terhadap pembelajaran agama Islam di MTs Salafiyah Lahar Tlogowungu Pati. Jenis dalam penelitian yakni menggunakan penelitian kualitatif yang menggunakan beberapa pendekatan yakni pendekatan yuridis, pedagogis dan psikologis. Temuan peneliti menunjukkan bahwa komponen input yang meliputi sejumlah indikator antara lain silabus pembelajaran, rencana  pelaksanaan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar sudah memadai untuk pelaksanaan rencana  pelaksanaan pembelajaran yang memenuhi standar kurikulum 2013. Yang kedua adalah elemen proses, yang mengikuti metodologi ilmiah dan memerlukan kegiatan seperti merangsang pengamatan, mengajukan pertanyaan melalui pernyataan masalah, penalaran melalui pengumpulan data, mengasosiasikan melalui pengolahan dan verifikasi data, dan berkomunikasi melalui generalisasi.  Pada  aspek pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ini sejalan dengan sintaks model pembelajaran discovery. Komponen ketiga adalah output, yaitu penilaian sikap, pengetahuan, dan kemampuan sesuai dengan pedoman yang dituangkan dalam Permendikbud No. 66 tahun 2013.

Zainal Arifin

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sudah bukan rahasia lagi dan seolah-olah sudah menajadi asumsi umum bahwa hasil pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah dari sekolah dasar sampai sekolah dasar kurang memuaskan.” Masalah yang dimaksud adalah dilihat dari hasil ujian sebagai salah satu barometer keberhasilan pengajaran bahasa Indonesia. Kenyataan tersebut juga pernah penulis jumpai dalam beberapa kali pengalaman mengoreksi hasi ujian cerita rakyat bahasa Indonesia pada siswa. Dari hasil karangan para siswa tersebut banyak sekali penulis jumpai kelemahan-kelemahan siswa dalam penguasaan unsur-unsur pembentuk karangan itu sendiri. Terlepas dari faktor-faktor lain dari kenyataan tersebut, kita dapat berasumsi bahwa pembelajaran bahasa Indonesia khususnya cerita rakyat masih perlu mendapatkan perhatian lebih serius dari para guru bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa SDN 15 Pulau Kumbang. Data yang diperoleh berupa hasil tes tanya jawab, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (70,73%), siklus II (80,50%), siklus III (90,24%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah merode pembelajaran imajinatif dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa SDN 15 Pulau Kumbang, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran cerita rakyat bahasa Indonesia.    

Elsa Kaniawati; Meisya Edlina Mardani; Shania Nada Lestari; Ulan Nurmilah; Usep Setiawan

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Evaluasi merupakan bagian penting dalam pengembangan media pembelajaran. Apapun jenis media yang dikembangkan perlu di evaluasi dan di nilai terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan secara luas. Jadi maksud dari pada evaluasi tersebut untuk mengetahui apakah media pembelajaran yang dikembangkan tersebut dapat mecapai tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan. Hal ini dikarena banyak orang yang berpendapat bahwa sekali mereka membuat media pembelajaran maka searatus persen ditangung baik. Oleh karena itu rumusan masalah secara singkat dari pada kajian ini adalah bagaiamana evaluasi media pembelajaran Mengacu pada permasalahn diatas, kajian ini di maksudkan untuk memperoleh gambaran tentang evaluasi media pembelajaran sebagai saran dan prasana pembelajaran yang berkualitas. Metode deskriptif di definisikan sebagai metode yang digunakan untuk menggambar atau menganalisis sesuatu mengenai situasi atau kejadian yang ada.(Sugiyono,2021) Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh mana perubahan tersebut mempengaruhi kehidupan peserta didik. Adapun dalam proses evaluasi media pembelajaran di ukur dari dua aspek, yaitu Sistem pembelajaran hasil peserta didik di buktikan secara empiris Keberhasilan dan kefektifan proses belajar menunjukan bukti banyaknya sumbangan media atau media program. Tujuan evaluasi media pembelajaran adalah untuk memilih media pembelajaran yang akan dipergunakan dikelas, untuk melihat prosedur penggunaan media, untuk memeriksa apakah tujuan penggunaan media tersebut telah tercapai, menilai kemampuan guru menggunakan media, memberikan informasi untuk kepentingan administrasi dan untuk memperbaiki media itu sendiri. ditentukanEvaluasi media pembelajaran adalah tahapan yang digunakan dalam proses pembelajaran sebagai bentuk komunikasi baik secara visual maupun audio visual. Dan upaya peningkatan pembelajaran yang efektif. Adapun dalam evaluasi pembelajaran ini memilik beberapa fungsi sebagaimana fungsi ini adalah bentuk peranan media dalam pembelajaran diantara nya yaitu : Selain memiliki fungsi media pembelajaran juga memiliki Tujuan evaluasi media pembelajaran adalah untuk memilih media pembelajaran yang akan dipergunakan dikelas, untuk melihat prosedur penggunaan media, untuk memeriksa apakah tujuan penggunaan media tersebut telah tercapai, menilai kemampuan guru menggunakan media, memberikan informasi untuk kepentingan administrasi dan untuk memperbaiki media itu sendiri. Prosedur evaluasi media pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan terhadap media pembelajaran berdasarkan tahapan-tahapan yang telah ditentukan dalam evaluasi sumatif dan formatif.

Kikip Pranata; Supratman Zakir; Muhiddinur Kamal; Yelfi Dewi S

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Kegiatan keagamaan merupakan kegiatan yang berada di luar program yang tertulis pada kurikulum, umumnya pihak sekolah menyediakan waktu untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Menyelenggarakan kegiatan keagamaan untuk menciptakan anak didik yang rajin, taat dan patuh dalam mengamalkan ajaran agamanya. Siswa di SDN 14 ATTS cenderung kurang memiliki dasar atau landasan yang kuat dalam beragama dan mengamalkan, menarik untuk dikaji lebih dalam dengan tujuan penguatan nilai-nilai keberagamaan siswa dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah model pendekatan evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1). Evaluasi Context, kegiatan keagamaan SDN 14 ATTS memberikan kontribusi dan manfaat yang sangat besar bagi stakeholders. Kegiatan ini berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2). Evaluasi Input kegiatan keagamaan yang telah dilakukan melibatkan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan yang ada. Strategi kegiatan keagamaan sudah termasuk dalam kategori baik. Pembiayaan juga lancar. Ruang lingkup kegiatan ini melibatkan seluruh siswa. 3). Evaluasi Procces bahwa penanggung jawab kegiatan keagamaan di SDN 14 ATTS adalah kepala sekolah dan majelis guru kegiatan yang ditujukan untuk kelas III, IV, V dan IV. 4). Evaluasi Product kegiatan keagamaan memberikan pengetahuan untuk mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.  

Atun Lestari; Rahma Sabila; Difa'ul Husna; Yuhan Anendi; Aries Anang Anshori

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian kami buat dengan kesesuaian tema yang disarankan pembimbing dosen kami yaitu peristiwa dimana anak tunadaksa bisa berkembang dengan baik dengan dukungan orang tuan dan guru disekolahnya. Dengan tujuan para orang tua dan guru bisa sadar bahwasanya anak adalah titipan tuhan yang akan dipertanggung jawabkan di akhirat. Pada penelitian ini menggunakan kualitatif metode diskriptif yakni suatu metode yang meneliti sekelompok manusia atau objek, suatu kondisi, atau gejala mengenai populasi atau daerah tertentu dengan mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan. Hasil yang di temukan tidak semua anak tunadaksa memiliki pikiran yang divabel juga tetapi berkat orang tua dan guru bisa berfikir seperti orang normal. Kesimpulannya adalah anak tunadaksa bisa menjalankan hidupnya dalam sehari-hari dengan kemampuan yang ada dan tingkat kecerdasanya normal seperti anak-anak umumnya.

Milda Rizki; Diani Syahfitri; Ahmad Zaki

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Inovasi Kepala Sekolah Dalam Pembinaan Karakter Religius Siswa Menuju Madrasah Juara di MTS Madinatul Ilmi Desa Lubuk Kertang. Jenis penelitian adalah penelitian kuatititatif dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian bahwa pelaksanaan kepemimpinan Kepala Sekolah MTS Madinatul Ilmi diwujudkan dalam pelaksanaan kurikulum, pengajaran, kesiswaan, guru dan tenaga administrasi, sarana dan prasarana, serta hubungan dengan orang tua murid dan masyarakat sekitar, cenderung dilakukan Kepala Sekolah dengan menerapkan sistem kepemimpinan demogratif. Pelaksanaan Inovasi Kepala MTs Madinatul Ilmi Dalam Pembinaan Karakter Religius Siswa Menuju Madrasah Juara adalah dilakukan dengan langkah-langkah meningkatkan sistem pengajaran, membuka dialog, memberikan penghargaan, melengkapi sarana prasarana dan fasilitas serta motivasi mengajar guru dan memonitoring siswa didalam dan diluar kelas. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengatasinya adalah meningkatkan sistem pengajaran, membuka dialog, memberikan penghargaan, melengkapi sarana prasarana dan fasilitas serta motivasi mengajar guru dan memonitoring siswa didalam dan diluar kelas.  

Khairummuna Indra; Marhan Hasibuan; Syarifah, Syarifah

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaktifan   siswa pada pembelajaran SKI setelah penerapan Metode Treasure Hunt  di kelas VIII MTsN 1 Langkat. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam Penelitian adalah siswa kelas VIII MTs dengan jumlah 31 siswa. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan tes,  yang sesuai dengan prosedur penelitian dengan mengamati siklus I dan siklus II. Hasil penelitian bahwa penerapan metode Treasure Hunt    dapat  dilaksanakan  dengan  baik melalui dua  siklus.  Hal  ini  dapat  diketahui melalui aktivitas  yang  dilakukan oleh  guru pada  siklus  I  dan  siklus  II  mengalami  peningkatan.  Hasil observasi  guru  pada  siklus  I  yaitu   (cukup)  kemudian  menjadi  87,6 (baik)  pada siklus  II.  Selain itu metode Treasure Hunt    dapat dikatakan berhasil diakrenakan hasil angket respon siswa terhhadap metode Treasure Hunt    menunjukan persentase 95% ( sangat Baik). Setelah pelaksanaan  metode Treasure Hunt keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan dari hasil observasi  pada pra siklus yaitu  57,41%. meningkat menjadi 72,90%pada siklus I dan terus mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 85,16%. Sehingga berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa metode Treasure Hunt  dapat meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran SKI  di Kelas VIII VIII MTsN 1 Langkat..  

Abdullah Syafi’i; Septi Gumiandari

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bahasa adalah alat komunikasi untuk menyampaikan maksud atau tujuan dalam hal ini kemajuan bangsa mungkin sangat penting dalam memimpin perkembangan yang lainnya khususnya untuk anak-anak usia dini yang memang masih perlu dilatih. Dalam penelitian ini bertujuan agar mengetahui media story telling ini dapat meningkatkan kecerdasan bahasa khusunya pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan mengumpulkan analisis data dan fakta lapangan dengan mewawancarai narasumber yang melibatkan guru taman kanak-kanak. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwasannya media story telling dapat meningkatkan kecerdasan bahasa pada anak usia dini, namun tidak luput dari kreatifitas guru itu sendiri dalam penyampaian pembelajaran dalam media ini.

Salsadilla Celina Rinaldi; Arbana Syamanta

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran guru dalam mengembangkan perilaku asertif pada peserta didik, metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode studi literatur dimana studi literatur merupakan serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data. Teknik pengumpulan data yang dipakai pada penelitian ini adalah kajian teoritis dimana informasi atau data yang diperoleh dari browsing internet, jurnal ilmiah dan juga sumber lainnya yang relevan. Sebagai guru atau pendidik yang professional harus berperan dalam membentuk karakteristik pada peserta didik , dimana guru terlebih dahulu memahami karakter pada peserta didik, guru juga harus bertugas mendisiplinkan, memberikan tanggung jawab, mengajari berbicara yang baik, dan memberi bebas dalam mengeluarkan pendapat pada peserta didik. Makna dari perilaku asertif adalah menerapkan keberanian untuk secara jujur, dan terbuka menyatakan perasaan seperti perasaan suka atau tidak suka, perasaan nyaman atau tidak nyaman, perasaan bahagia atau tidak bahagia, kebutuhan dan keberanian untuk mengemukakan pikiran- pikiran seperti ide-ide pendapat dan argumentasi apa adanya. Berdasarkan kajian tersebut hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dalam hal mengungkapkan pendapat para peserta didik tidak langsung dapat menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Peserta didik masih perlu diberikan pilihan untuk dapat menjawab. Guru dapat membuat kelompok-kelompok dalam pembelajaran agar peserta didik dapat berinteraksi satu sama lain, peserta didik bebas berpendapat dalam kelompok tersebut. Tetapi masih ada peserta didik yang hanya diam saja saat di dalam kelompok dan tidak mau mengeluarkan pendapat. berdasarkan data yang di diperoleh guru berperan banyak dalam membentuk afirmasi diri peserta didik.    

Fadilla Aini Nasution; Sarah Ramadhani; Muhammad Basri

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Metode Rasulullah dalam aktivitas pengajaran adalah bentuk Pertanyaan logis atau pasional metode Ini biasanya, beliau tempuh dalam rangka Menyadarkan Seseorang, tentang kebenaran Metode berdiskusi ini mengenai Pemecahan masalah Sebagai mana Pula Rasulullah berdiskus, Kepada Para Sahabatnya memberikan Pengabaran fentang perilalu melalui teladan yang baik dan Pengajaran oleh keesaan Allah.Ada banyak metode dalam pengajaran yang diterapkan Oleh guru di  Salah satunya metode diskusi metode ini menekankan pada Interaksi antara sesama Peserta didik dan juga guru dalam Membahas atau mencari solusi Pembelajaran materi. Rasulullah SAW merupakan salah satu contoh dari beberapa amalan pembelajaran yang baik. Sebelum mengajar, guru harus menjelaskan kepada siswa tentang keutamaan ilmu dan pencarian ilmu, sehingga siswa merasa membutuhkan ilmu. Kemudian menggabungkan pengajaran dan pendidikan, yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi menumbuhkan perilaku peserta didik menjadi manusia yang berakhlak baik. metode pembelajaran yang sesuai yaitu metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, kemudian evaluasi. Guru juga harus memperhatikan dan memuji siswa agar siswa merasa dihargai dalam meningkatkan pembelajarannya. Selain itu, guru harus mengetahui potensi dan kemampuan berpikir siswa sehingga dapat menilai tingkat belajar siswa.

Sri Wahyuni

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peningkatan kemampuan mengajar guru melalui pelaksanaan supervisi akademik tehnik perorangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan kajian literatur. Analisis data menggunakan analsiis kualitatif deskriptif. Dunia pendidikan di era New Normal mengalami  perubahan sebagai dampak dari pademi sertakemajuan tehnologi. Oleh karena itu, perlu adanya pelaksanaan superviisi untuk meningkatkan kemampuan mengajar guru. Beberapa kegiatan supervisi perorangan yang dilakukan oleh kepala sekolah seperti kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individual, kunjungan antarkelas, dan penilaian diri sendiri dilaksanakan olah kepala sekolah lebih terfokus pada penilaian yang komperhensif terhadap kualitas pelaksanaan tugas guru dan tidak hanya menyasar pada kelengkapan administrasi saja. Penggunaan instrumen penilaian dalam pelaksanaan supervisi akademik tehnik perorangan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.

Nur Hidayatun; Ranti Fadhila Simatupang; Shofiyatul af-idah

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat. Sama seperti adab akhlak sudah hilang karena terkikis oleh zaman banyak dari pelajar yang tidak punya akhlak sama sekali padahal imlu adalah diatas akhlak. Rasulullah shollallahuَ ‘alaihiَwaَsallamaَ bersabda,َ “Bukan termasuk umatku yang tidak menghormati yang lebih tua dari kami dan tidak menyayangi yang lebih kecil dari kami serta tidak mengetahuiَhak orangَberilmu dariَ kami”. Adab seserorang sudah dilatih saat anak–anak nanti dewasa tinggal memperhalus. Zaman sekarang adab itu mulai hilang baik adab kedapa orang tua, orang lain dan guru itu semu pudar tertelan zaman. Banyak dari kalangan pelajar tidak mempunyai adab terutama pembeljaran online ini adab murid seperti hilang total, saat ditai guru atau dosen semua orang terdiam dan biasanya hanya satu yang menjawab, bahakan salam salam saja lama sekali untuk menjawab padahal menjawab salam itu wajib. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dan merupakan jenis penelitian kualitatif. pengetahuan Islam tentang konsep akhlak dalam menuntut ilmu menurut hadis serta pengaruh zaman terhadap akhlak para peserta didik.      

Ani Satul Inajati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis tentang upaya meningkatkan pemahaman konsep  siswa melalui metode model pembelajaran Teams Games Tournament. Berdasarkan latar belakang masalah yaitu adanya kejenuhan atau kurang semangat belajar, hasil ulangan harian siswa masih di bawah standar KKM dan kurangnya media belajar dan metode yang kurang menarik dalam proses pembelajaran. Hasil analisis terhadap sejumlah artikel menunjukkan bahwa pembelajaran model Teams games Tournament ini dapat memberikan implikasi bagi guru untuk menjadikan metode ini sebagai alternatif pilihan dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa

Ruly Budiyanto

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran berbasis masalah  terdiri dari menyajikan kepada siswa situasi masalah yang autentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri Mereka diberi kebebasan dalam menyelesaikan berbagai tugas tersebut, namun harus bertanggung jawab akan kebersihan setiap anggota kelompoknya dalam memahami informasi yang diberikan.  Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: Untuk mengetahui  penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dalam meningkatkan Prestasi Belajar PAI  Pada Siswa di X IPS 1 Semester I di SMAN 1 Tulungagung  Tahun Pelajaran  2021/2022. Metode yang dipakai untuk melakukan penelitian adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK) pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.  Prosedur pengumpulan datanya adalah metode tes dan observasi. Dari metode observasi diperoleh data untuk mengamati sejauhmana penerapan model  pembelajaran berbasis masalah dan interaksi antara guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung sebagaimana ditetapkan selama penelitian.  Dari metode tes diperoleh data yang berupa nilai belajar siswa yang untuk selanjutnya digunakan untuk pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini adalah dapat dilihat dari hasil observasi bahwa aktifitas siswa pada siklus I sebesar 78%, sedangkan pada siklus II sebesar 81%. Dengan demikian, berarti pada siklus II minat belajar siswa sudah meningkat dibanding dengan siklus I. Peningkatan tersebut juga tampak pada prestasi belajar siswa dari hasil tes awal 49.2 menjadi meningkat menjadi 74.48 pada siklus I dan 92 pada siklus II.  Dengan demikian hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dapat meningkatkan prestasi belajar   khususnya analisis tentang kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzan), dan persaudaraan (ukhuwah)   sehingga penerapan pembelajaran ini dapat digunakan sebagai variasi dalam pembelajaran PAI.

Lulu Sopanda; Utin Desy Susiaty; Hartono Hartono

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain media e-booklet terintegrasi video pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis dalam materi relasi dan fungsi pada siswa kelas VIII di SMP Santo Fransiskus Asisi Pontianak. Metode penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang dalam prosedur penelitiannya menerapkan model pengembangan Thiagarajan yang dibatasi sampai pada tahap pengembangan produk (development). Subjek pengembangan dalam penelitian ini terdiri dari 3 orang dosen IKIP PGRI Pontianak dan 1 orang guru matematika SMP Santo Fransiskus Asisi Pontianak yang bertugas sebagai validator. Adapun yang dinilai oleh validator adalah kevalidan materi dalam media e-booklet, kevalidan media e-booklet, dan  kevalidan lembar instrumen yang akan digunakan dilapangan. Lembar instrumen tersebut adalah angket lembar validasi dan angket respon terhadap penggunaan media  e-booklet. Sedangkan subjek uji coba produk adalah siswa kelas VIIIA  SMP Santo Fransiskus Asisi Pontianak sebanyak 18 orang siswa. Indikator kemampuan berpikir kritis dalam penelitian ini terdiri dari 4 indikator, yaitu: Interpretasi, Analisis, Evaluasi, dan Inferensi. Berdasarkan hasil validasi oleh 3 orang validator materi dan media terhadap desain media e-booklet terintegrasi video pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis dalam materi relasi dan fungsi pada siswa kelas VIII di SMP Santo Fransiskus Asisi Pontianak, setelah diakumulasikan diperoleh tingkat kevalidan sebesar 92,86% dengan kriteria sangat valid sehingga media tersebut layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Kemudian hasil angket respon siswa dan angket respon guru setelah diakumulasikan diperoleh tingkat kepraktisan media  e-booklet sebesar 92,07% dengan kriteria sangat praktis. Selanjutnya hasil pengerjaan posttest siswa subjek penelitian dari 17 siswa diperoleh 11 orang tuntas dengan skor diatas KKM (≥70) dan tingkat keefektifan produk sebesar 64,71% dengan kriteria efektif.    

Anita Debora Simangunsong; Marthin Fransisco Manihuruk; Golda Novatrasio Sauduran; Sahat Taruli Siahaan; Lastri Lastri

Jurnal Nusantara Berbakti 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Guru- guru di SD Negeri 064020 Medan memiliki kendala kurangnya pengetahuan tentang penerapan kurikulum merdeka.  Solusi alternatif terhadap permasalahan yang dihadapi guru-guru di SD Negeri 064020 Medan, setelah dilakukannya sosialisasi pengetahuan tentang implementasi kurikulum merdeka berdasarkan pengenalan platform merdeka mengajar diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta dapat menerapkan kurikulum merdeka di sekolah tersebut dengan mensosialisasikan kepada guru-guru SD Negeri 064020 Medan. Setelah sosialisasi dilakukan kepada guru-guru SD Negeri 064020 Medan maka tim pengusul akan melakukan evaluasi dengan cara memberikan tugas dan angket kepada guru-guru di SD Negeri 064020 Medan untuk diisi apakah hasil dari sosialisasi sudah memenuhi solusi yang diharapkan dari masalah guru-guru SD negeri 064020 Medan.