Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1661-1680 of 1,905

Analytics

B Hamzah; St. Rahmawati Hamzah

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Premarital sexual behavior is one of the result of promiscuity. This problem tends to be carried out by middle adolescent groups (15-18 years). Around 63% of junior high school, high school and university-age adolescents in Indonesia claimed to have had premarital sex. Some permissive dating behaviors performed by adolescents include holding hands when dating (92%), kissing (82%), and petting (63%). Purpose: This purpose ostudy aims to determine the relationship of parental supervision and information media with premarital sexual behavior in adolescents at State High School No 1 Kotamobagu. Method: This study applied an analytic cross-sectional design with a sample of 299 school-age adolescents aged 14-18 years. The sampling technique used was stratified random sampling. Data were collected by direct interviews with respondents and analyzed univariately and bivariately using the chi square test. Results: The results of the study based on the chi square test showed that there was a relationship between parental supervision (p=0.006) and information media (p=0.001) with premarital sexual behavior in adolescents. Conclusion: There was a relationship between parental supervision and information media with sexual behavior in adolescents at State High School No 1 Kotamobagu. It is recommended to the relevant parties to play an active role in conducting supervision and providing sexual education early on so that students avoid premarital sexual behavior.Keywords: Information Media; Parental Supervision; Premarital Sexual Behavior

Sugianto, Made Agus

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

ABSTRACTBackground: The report of the Covid-19 Task Force in Badung Regency shows an increasing trend of Covid-19 cases in Badung Regency from March to August 2020.Purpose: the purpose of this study is to obtain a map of the Covid-19 risk areas in the Badung Regency. Methods: the method in this study is a descriptive-analytic with a cross-sectional study design. This research was conducted in Badung Regency for two months from 15 July to 15 September 2020 using secondary data from the daily reports of the Covid-19 Task Force in Badung Regency from 23 August 2020 to 23 September 2020. Results: the results of the zoning mapping from the Epidemiological aspect showed that 4 sub-districts (66.6%) of the 6 sub-districts were the Covid-19 red zones. From the aspect of Regional Capability in Handling Cases of Covid-19 Infection, it shows that all districts are included in the High Response category in handling Covid-19, and from the aspect of Regional Ability to Trace the History of Close Contact of People Infected with Covid-19 it appears that 3 districts (50%) are included in the category of areas with moderate ability, while the other 3 sub-districts are included in the category of regions with low ability. Conclusion: Based on the results of this study, it is concluded that the level of the spread of Covid-19 in the Badung Regency is very high, even though the level of readiness of the Government in handling Covid-19 cases is very good. The geography of the area bordering other districts/ cities and high population mobility are suspected to be the triggers for the high number of Covid-19 cases.Keywords: Mapping; Covid-19; Badung Regency ABSTRAKLatar belakang: laporan Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Badung menunjukan tren peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Badung dari bulan Maret hingga Agustus 2020. Tujuan: tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran peta daerah risiko Covid-19 di Kabupaten Badung. Metode: metode dalam penelitian ini adalah descriptive analytic dengan desain crosssectional Study. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Badung selama dua bulan dari tanggal 15 Juli sampai dengan 15 September 2020 dengan menggunakan data sekunder laporan harian Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Badung dari tanggal 23 Agustus 2020 sampai dengan 23 September 2020. Hasil: hasil pemetaan daerah dari aspek Epidemiologi menunjukan sebanyak 4 kecamatan (66,6%) dari 6 kecamatan merupakan zona merah Covid-19. Dari aspek Kemampuan Daerah Dalam Menangani Kasus Infeksi Covid-19 menunjukan bahwa semua kecamatan masuk dalam kategori Respon Tinggi dalam penanganan Covid-19 dan dari aspek Kemampuan Daerah Dalam Melakukan Penelusuran Riwayat Kontak Dekat Orang Yang Terinfeksi Covid-19 nampak bahwa 3 kecamatan (50%) masuk dalam kategori Daerah Dengan Kemampuan Sedang, sedangkan 3 kecamatan lainnya masuk dalam kategori Daerah Dengan Kemampuan Rendah. Simpulan: berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa tingkat persebaran Covid-19 di Kabupaten Badung sangat tinggi, meskipun tingkat kesiapan Pemerintah dalam menangani kasus Covid-19 sangat bagus. Geografis daerah yang berbatasan dengan kabupaten/kota lain serta tingginya mobilitas penduduk di duga sebagai pemicu tingginya kasus Covid-19.Keywords: Pemetaan; Covid-19; Kabupaten Badung

Luh Kadek Suteri Bawantari; Kadek Agus Dwija Putra; I Made Sukma Wijaya; Desak Made Srinadi

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Tuberculosis is a major public health problem and Indonesia's future threat. The World Health Organization (WHO) states that Asia is one of the regions with the highest spread of TB in the world. And Indonesia is the third largest contributor in the world with 539,000 cases and 101,000 deaths per year. This study aims to describe the level of knowledge of tuberculosis patients about preventing tuberculosis transmission. Methods: This study uses descriptive analytical design with Cross Sectional approach. The sample in this study were patients who underwent tuberculosis examination and treatment at the Blahbatuh Health Center II in Gianyar Regency, amounting to 30 people, using the Nonprobability sampling sampling technique namely Total sampling. Data collection was carried out by interview using questionnaire guidelines which included prevention of tuberculosis transmission. The data obtained then carried out descriptive statistical analysis using the SPSS program. Results: Based on the analysis of the characteristics of respondents obtained that of the 30 respondents studied, as many as 12 people (40%) respondents aged 41-50 years, 15 people (50%) respondents attended education up to high school (SMA), and as many as 11 people (37%) respondents work in the private sector. Descriptive analysis on the level of knowledge about prevention of tuberculosis transmission found that, as many as 16 people (54%) had a good level of knowledge, 10 people (33%) respondents had sufficient level of knowledge, and 4 people (13%) had less knowledge. Conclusion: Most respondents (54%) had a good level of knowledge, 33% had sufficient level of knowledge and only 13% of respondents had insufficient knowledge about preventing tuberculosis transmission. It is expected that the related parties will be more aggressive in promoting tuberculosis, especially for sufferers and their family members.Keywords: Level of Knowledge; Tuberculosis; Prevention of Transmission   ABSTRAKLatar belakang: Penyakit tuberkulosis merupakan masalah utama kesehatan masyarakat dan ancaman masa depan Indonesia. World Health Organization (WHO), menyatakan Asia termasuk kawasan dengan penyebaran TBC tertinggi di dunia. Dan Indonesia merupakan penyumbang terbesar ke-3 di dunia dengan 539.000 kasus dan 101.000 kematian pertahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien tuberkulosis tentang pencegahan penularan tuberculosis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pasien yang menjalani pemeriksaan dan pengobatan TBC di Puskesmas II Blahbatuh Kabupaten Gianyar yang berjumlah 30 orang, dengan menggunakan teknik sampling Nonprobability sampling yaitu Total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan pedoman kuesioner yang meliputi tentang pencegahan penularan tuberkulosis. Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis statistic deskriptif menggunakan program spss. Hasil: Berdasarkan analisis pada karakteristik responden diperoleh bahwa dari 30 responden yang diteliti, sebanyak 12 orang (40%) responden berumur 41-50 tahun, 15 orang (50%) responden mengenyam pendidikan hingga sekolah menengah atas (SMA), dan sebanyak 11 orang (37%) responden bekerja di bidang swasta. Analisis deskriptif pada tingkat pengetahuan tentang pencegahan penularan tuberculosis diperoleh bahwa, sebanyak 16 orang (54%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 10 orang (33%) responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 4 orang (13%) memiliki pengetahuan kurang. Simpulan: Sebagian besar responden (54%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 33% memiliki tingkat pengetahuan cukup dan hanya 13% responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang pencegahan penularan tuberkulosis. Diharapkan pihak terkait lebih gencar dalam mempromosikan tentang penyakit tuberculosis khususnya pada penderita dan anggota keluarganya.Kata kunci: Tingkat Pengetahuan; Tuberkulosis; Pencegahan Penularan

I Putu Arya Wijayantha; I Gede Yudiana Putra; I Gusti Ayu Ari Rasdini; I Nengah Sukanti

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Backgroud: Elderly is a most vulnerable to disease. Most elderly people have psychological disturbances due to the tension because it is not able to adapt to the changes experienced. One of the impacts caused by stress or emotional tension is sleep disturbance. To solve the emotional stress is needed relax condition or action that is pharmacologic and non-pharmacologic assisting elderly to fall a sleep. This study aims to determine the efforts made in meeting the needs of the elderly sleep. Methods: The method used in this study is structured interviews. Of 60 samples obtained through purposive sampling technique. The data was collected through questionnaires and interviews with the guidelines made by direct questioning of respondents and researchers have known for sure about what information will be obtained.Results: The results obtained after research are most forms of sleep problem in insomnia elderly (53,33%), most of the pharmacologic efforts in meeting the needs of the elderly sleep is taking the herbs (48,33%) and most of the effort in meeting the needs sleep non-pharmacologic elderly is a lifestyle change (48.33%). Conslusion: Based on these results, it is recommended to nurses or nursing staff to be able to make this research as a basis for thinking in meeting the needs of elderly and bed use and the pharmacological action suit non-pharmacologic sleep problems experienced by elderly.Keywords: Requirement of Sleep; Efforts; Elderly;   ABSTRAKLatar Belakang: Lansia merupakan suatu individu yang sangat rentan terkena penyakit. Sebagian besar lansia mengalami gangguan psikologis akibat ketegangan karena tidak mampu beradaptasi dengan perubahan yang dialami. Salah satu dampak yang ditimbulkan akibat stress atau ketegangan emosional adalah gangguan tidur. Untuk mengatasi ketegangan emosional dibutuhkan suatu terapi atau tindakan yaitu farmakologi dan nonfarmakologi yang membantu lansia untuk tertidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan tidur lansia. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kegiatan wawancara terstruktur. Sampel berjumlah 60 orang yang didapatkan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pedoman kuesioner dan dilakukan dengan tanya jawab langsung pada responden dan peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Hasil: Hasil yang didapatkan setelah melakukan penelitian adalah sebagian besar bentuk masalah tidur lansia adalah insomnia (53,33%), sebagian besar upaya farmakologi dalam memenuhi kebutuhan tidur lansia adalah mengkonsumsi obat herbal (48,33%) dan sebagian besar upaya nonfarmakologi dalam memenuhi kebutuhan tidur lansia adalah merubah gaya hidup (48,33%). Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada perawat ataupun petugas panti untuk dapat menjadikan penelitian ini sebagai dasar pemikiran dalam memenuhi kebutuhan tidur lansia dan menggunakan tindakan farmakologi maupun nonfarmakologi sesuai masalah tidur yang dialami lansia.Kata Kunci: Kebutuhan Tidur; Upaya; Lansia.

Sudarsono, Sudarsono

Komunikasi efektif bagi kiai penting dimiliki. Ada pelbagai dasar yang mendukung pentingnya komunikasi egektif bagi kiai. Pertama, komunikasi adalah proses pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan dan pengendalian manajemen yang cukup banyak dilakukan oleh kiai di pesantren, kiai terus berupaya untuk menempatkan setiap orang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Kedua, komunikasi sebuah aktifitas yang cukup banyak menyita waktu pemimpin, kiai sebagai sosok sentral di pesantren tidak hanya melakukan komunikasi dengan santri dan pengurus pesantren akan tetapi dengan masyarakat luas. Saat terjadi komunikasi pemimpin bisa melakukan segala hal yang terkait dengan tugas yang menjadi tanggungjawabnya. Semua informasi harus disampaikan melalui pelbagai bentuk media atau saluran komunikasi terhadap pemimpin. Supaya pemimpin memiliki dasar untuk membuat sebuah perencanaan dan kebijakan. Rencana oleh kiai dikomunikasikan dan disosialisakan bagi orang lain untuk kemudian dilaksanakan. Sebagaimana kiai dalam melakukan kebijakan yang menyangkut upaya menjaga komitmen dan kompetensi SDM yang dimiliki Pondok Pesantren Bali Bina Insani tanpa melihat perbedaan latar belakang.

Agrosamdhyo, Raden

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas Bauran Pemasaran produk tabungan pada PT. BPRS FAJAR SEJAHTERA. Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui implementasi bauran pemasaran terhadap produk tabungan di PT. BPRS Fajar Sejahtera. Metode penelitian yang akan digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan deskriptif. Hasil Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: strategi marketing mix dapat meningkatkan minat nasabah dalam menggunakan produk tabungan di PT. BPRS FAJAR SEJAHTERA dengan menggunakan indikator-indikator 7P yaitu : a) produk, b) harga, c) tempat, d) promosi, e) orang, f) bukti fisik, g) proses.

Iswahyuni, Iswahyuni

Pemasaran mempunyai peran penting bagi keberlanjutan perusahaan. Melalui pemasaran, hasil produksi dapat diperkenalkan, dan dibeli oleh konsumen. Apabila hasil produksinya baik, dapat menimbulkan kepuasan di hati konsumen maka mereka akan tertarik dan menjadi langganan di suatu produk yang kita kenalkan.Rumusan masalah penelitian ini adalah 1. Apakah ada pengaruh iklan zakat secara signifikan terhadap loyalitas muzaki di Baznas Provinsi Bali? 2. Apakah ada pengaruh signifikan antara media online terhadap loyalitas muzakki di Baznas Provinsi Bali?. 3. Apakah ada pengaruh iklan zakat melalui media online secara simultan terhadap loyalitas muzaki di Baznas Provinsi Bali?.Tujuan Penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui pengaruh signifikan antara variabel iklan terhadap loyalitas muzaki di Baznas Provinsi Bali 2. Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan dari variabel media online terhadap variabel loyalitas muzaki di Baznas Provinsi Bali 3. Untuk mengetahui pengaruh iklan zakat melalui media online.Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan melakukan survei. Populasi pada penelitian ini adalah muzakki di Baznas Provinsi Bali. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 43 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis adalah uji regresi berganda dan uji asumsi klasik dengan menggunakan SPSS for windows 7 versi 25. Dari hasil pengolahan data menggunakan SPSS ditemukan hasil penelitian bahwa uji regresi berganda adalah 1,425 0.221 dan 0.223 serta hasil uji koefisien determinasi R2 sebesar 0,555 dengan nilai signifikan 0,00 < 0,05 dengan secara simultan sebesar 24,934 > 3,23 dengan signifikan 0,00 besarnya nilai loyalita muzaki tersebut menunjukkan adanya pengaruh antara iklan zakat melalui media online terhadap loyalitas muzaki di Baznas Provinsi Bali baik secara parsial atau terpisah maupun secara simultan.

Ni Kadek Win Oktaviari; Ni Luh Made Asri Dewi; Putu Susy N.A Astini; Kurniasih Widayati

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Toilet training is an attempt to train children to be able to control bowel movements. In Indonesia, it was found that 16% of children aged 6 years were still unable to do toilet training independently. One of the important factors in the success of children in doing toilet training is the parenting style applied by parents in educating children at home. Objective: to find out the relationship between parenting style and toilet training ability in pre-school aged children in Kutuh Kelod Banjar Ubud. Method: This study used an observational analysis design with a cross sectional approach. The study population was pre-school age children in Banjar Kutuh Kelod Ubud with sampling techniques using purposive samling. The instrument of this study used the observation sheet toilet training ability and parenting questionnaire. Analysis of toilet training capabilities with parenting using the Spearmans Rho test. Results: The study showed that most of the parents' parenting styles were democratic as many as 24 people (40%). The results of the Spearmans Rho test were parenting and toilet training abilities with a value of p = 0,000. Conclusion: This study found that there was a significant relationship between parenting care and toilet training abilities of preschoolers.Keywords: Parenting; toilet training; pre-school children

Komang Agus Jerry Widyanata; Putu Intan Daryaswanti; Ni Made Diah Pusparini Pendet

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar belakang: Timbulnya komplikasi dan berujung kematian pada pasien DM (Diabetes Mellitus) ini dikarenakan rendahnya self efficacy dan perilaku perawatan diri pasien DM itu sendiri. Perilaku perawatan diri pasien DM masih rendah dikarenakan kurangnya paparan informasi dan media yang tepat yang dapat dijadikan acuan dalam melakukan perawatan mandiri dirumah. Tujuan: Memberikan pendidikan kesehatan dengan media kalender DM kepada pasien DM agar dapat melakukan perawatan mandiri dirumah dengan tepat. Metode: Pendidikan kesehatan diberikan kepada pasien DM diwilayah kerja puskesmas Sukawati I sebanyak 48 orang dengan pemilihan sampel secara accidental menggunakan metode ceramah diskusi disertai demonstrasian dengan media kalender DM dan dinilai gula darah sewaktu sebelum dan sesudah penerapan kalender DM dalam perawatan diri dirumah. Hasil: . Hasil evaluasi menunjukan hasil 100% peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Nilai gula darah sewaktu peserta sebelum kegiatan menunjukan hasil lebih dari normal dan ada yang masuk dalam kategori gula darah tidak terkontrol (Mean: 183) sedangkan setelah menjalankan program manajemen DM dengan media kalender DM nilai gula darah sewaktu peserta rata-rata masuk dalam kategori terkontrol (Mean:146). Simpulan: penerapan kalender DM sebagai media dalam manajemen DM secara mandiri dapat membantu pasien mempertahankan guladarahnya tetap terkontrol. Program pengabdian ini juga berdampak positif dalam meningkatkan kemampuan pasien DM dalam manajemen DM secara mandiri.

Amalia Nuruul Azizah; Alwi Sofyan; Muflihatul Khofifah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan oleh pengabdi berupa pelatihan pemrograman aktivitas fisik melalui outbound dan braingym sebagai implementasi pembentukan karakter dan kedisiplinan bagi guru Sekolah Dasar di Kecamatan Patimuan. Kegiatan ini bertujuan untuk diantaranya: (1) saling memahami dan saling pengertian/peduli dengan orang lain dan belajar membangun kepercayaan diri dan mempercayai kepada yang lain, (2) belajar membangun tim kerja yang cakap dan handal dan memahami arti penting kerjasama kelompok dalam lingkungan kerja, (3) membangun individu dalam kelompok secara lebih energik dan mendorong individu dalam menghadapi tantangan kelompok yang ada, (4) memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan kreativitas dalam penyusunan pembelajaran olahraga rekreasi bagi siswa agar memiliki kompetensi yang kreatif dalam mengembangkan pembelajaran penjas di tingkat sekolah. Metode Pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi dan praktik/latihan. Metode Ceramah ceramah digunakan untuk menyampaikan informasi kepada para guru Sekolah Dasar di Kecamatan Patimuan tentang pemrograman aktivitas fisik melalui outbound dan brain gym. Metode demonstrasi sangat penting keberadaanya dalam kegiatan pelatihan ini, karena dalam pelatihan suatu proses kerja akan lebih mudah diikuti oleh peserta pelatihan manakala ketrampilan yang akan ditransformasikan bisa dieksplisitkan secara konkrit melalui demonstrasi. Metode Praktik dilakukan oleh para guru untuk mencoba menguasai gerakan braingym dan outbound yang dapat di implementasikan pada setiap pembelajaran penjas disekolah. Dalam evaluasi, Tim Pengabdi melakukan pengamatan langsung kepada para peserta dengan kriteria antusiasme, perhatian, dan kesungguhan dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Hasil Pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik sesuai dengan program yang telah dibuat. Hal ini ditunjukkan oleh animo peserta yang cukup tinggi. Pemrograman aktivitas fisik dan praktik yang terdiri dari penguasaan teknik dasar outbond training dan brain gym yang dapat membentuk karakter bagi siswa seperti: nilai-nilai kerjasama, kepercayaan, kemampuan memecahkan suatu masalah, proses pendewasaan diri, kebersamaan, leadership (kepemimpinan), kedisiplinan, kemampuan akselerasi untuk mencapai suatu tujuan, melatih mental dan keberanian serta kesenangan batiniah. Indikator keberhasilan ditandai dengan tingginya motivasi peserta dalam mengikuti kegiatan ini serta dimilikinya pengetahuan dan keterampilan baru tentang outbond dan brain gym.

Kusjuniati, Kusjuniati

Baznas Kota Denpasar memiliki berbagai upaya dalam melakukan penghimpunan dananya seperti penghimpunan dana melalui system transfer bank, penerimaan secara langsung tunai ke kantor Baznas dan berbagai UPZ yang yang telah dibentuk oleh Baznas kota Denpasar juga dengan menggunakan sistem kencleng yang didistribusikan ke sekolah-sekolah islam di kota Denpasar seperti MI, MTS, MA dan SMK Islam dan TPQ lainnya. Program sistem kencleng diutamakan untuk anak-anak yang bersekolah di sekolah-sekolah islam tersebut dalam rangka untuk mendidik anak-anak berinfak dan bersedekah untuk sesamanya yang membutuhkan.Program kencleng ini bertujuan untuk mendidik anak-anak belajar berinfaq dan sedekah sejak usia dini. Selain itu, dengan adanya program ini mengajarkan anak-anak agar memiliki rasa peduli terhadap orang lain, belajar ikhlas dan bisa mengatur keuangannya.

Maryamin, Sofian; Mansur, Ely; Gunawan, Agus Hendra

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui : 1) Pendayagunaan ZIS di BMH Denpasar Bali.2) Program rintisan sebar da’i membangun negeri di BMH Denpasar Bali. 3) Kendala yang dihadapi oleh BMH Denpasar Bali dalam pendayagunaan ZIS melalui program rintisan sebar da’i membangun negeri. Metode penelitian ini deskriptif-kualitatif. Informan 6 orang yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dalam pendayagunaan ZIS di Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Denpasar Bali memiliki 3 nilai, yaitu : pengalokasian, sasaran dan pendistribusian. Sedangkan untuk program sebar da’i membangun negeri memiliki 3 nilai yaitu : sosial, pendidikan dan dakwah. faktor penghambat dalam pendayagunaan ZIS melalui program rintisan sebar da’i adalah : perolehan dana ZIS yang menurun diakibatkan pandemi covid-19, kurangnya SDM baik yang ada di Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Denpasar Bali dan kurangnya SDM di pondok sebagai tenaga pendidik, lingkungan yang masih dimayoritasi masyarakat hindu sehingga proses pendidikan melalui program ini kurang maksimal, jauhnya dari pusat perkotaan sehingga mempersulit layanan kesehatan dan kurangnya sarana dan prasarana yang ada di pondok.

Adniyah, Azizaturrohmi; Agrosamdhyo, Raden; Iswahyuni, Iswahyuni

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui:1. Prestasi akademik mahasiswa sebelum dan setelah pemberian beasiswa SKSS Baznas Provinsi Bali, 2. Efektivitas program beasiswa SKSS Baznas Provinsi Bali dalam meningkatkan prestasi akademik mahasiswa, 3. Usaha mahasiswa dalam meningkatkan prestasi akademik dan hambatan yang dihadapi. Metode penelitian ini deskriptif-kualitatif. Informan 8 orang yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, Efektivitas program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) dalam meningkatkan prestasi akademik mahasiswa dapat dikatakan efektif. Karena sudah sesuai dengan tahapan yang meliputi pemahaman program, tepat waktu, tepat sasaran, tercapainya tujuan dan perubahan nyata untuk mengukur ke efektivitasan suatu program. Selama pemberian beasiswa nilai akademis mahasiswa menunjukkan kenaikan dan juga penurunan nilai yang masih memenuhi batas minimum. Usaha yang dilakukan dalam meningkatkan nilai yaitu mau belajar, mengerjakan dan mengumpulkan tugas tepat waktu, manajemen waktu yang baik, berdoa. Sedangkan hambatannya dikarenakan rasa malas, permasalahan dalam keuangan, atau bahkan bekerja sehingga fokus menjadi terbagi.

Adha, Muhammad Mona; Ulpa, Eska Prawisudawati

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pendidikan merupakan suatu hal yang paling penting untuk membentuk kepribadian seseorang. Penanaman dan penguatan karakter peserta didik era modern saat ini memiliki tantangan tersendiri khususnya bagi para guru di Indonesia. Tantangan juga dihadapi oleh diri siswa itu sendiri ditengah perkembangan teknologi dan informasi yang super cepat dan dapat dijangkau dengan mudah. Guru harus menyesuaikan keadaan perubahan situasi modern saat ini dengan perkembangan diri siswa, agar nilai positif menjadi transformasi diri untuk memiliki karakter yang baik selaras dengan budaya atau adat istiadat yang melekat kuat di Indonesia. Sebagai bangsa yang kuat di era modern ini haruslah mempunyai prinsip-prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Implementasi pendidikan karakter di sekolah diperlukan kompetensi guru yang mampu turut berkompetisi di era modernisasi ini. Di era modern saat ini penanaman dan pengembangan nilai-nilai karakter menemui hambatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan berpuluh-puluh tahun yang lalu, hal tersebut turut dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di sekitar siswa maka dari itu kreativitas dan inovasi antara orang tua dan pendidik harus terus dikembangkan. Intensitas komunikasi antara siswa, orang tua, dan guru dilakukan dua arah dan memposisikan diri sebagai pendengar yang baik bagi siswa saat berada di rumah dan di sekolah.

suargana, lisnawati; Anggraeni Dewi, Dinie

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Bangsa Indonesia selaku negara yang tidak dapat menjauhi tantangan globalisasi, namun dengan berpegang pada Pancasila selaku panduannya, prinsip Indonesia hendaknya bisa mempertahankan jati diri serta eksistensinya. Riset ini berisi tentang apabila memelihara semangat nasionalisme dalam benak generasi muda semenjak masa anak- anak akan membuat mereka lebih tangguh terhadap pengaruh negatif serta pergantian moral yang menjadi- jadi di masa globalisasi. Jadi, dengan memantapkan moralitas serta etika lewat pembelajaran Pancasila, generasi muda Indonesia bakal lebih siap buat hadapi globalisasi serta mempertahankan fakta diri Indonesia dikala yang bersamaan. Nilai kebudayaan yang jadi ciri bangsa Indonesia, semacam gotong royong, silahturahmi, ramah tamah dalam warga jadi keistimewaan dasar yang bisa menjadikan masing- masing orang warga Indonesia untuk mencintai serta melestarikan kebudayaan bangsa sendiri. Tetapi ciri masyarakat Indonesia yang diketahui selaku masyarakat yang ramah serta sopan santun disaat ini mulai pudar semenjak masuknya budaya asing ke Indonesia yang tidak bisa dipilih dengan baik oleh warga Indonesia. Hingga, dalam Mengenai ini pemerintah mempunyai peranan berarti buat mempertahankan nilai- nilai kebudayaan Indonesia dalam kehidupan masyarakatnya. ABSTRACT Indonesia as a country that cannot resist the challenges of globalization, but by adhering to the pancasila as its guidelines, its principles should be able to defend itself and existence. The research is about keeping a nationalistic spirit in the minds of youth since childhood will make them more resilient to the negative influences and the demoralizations of globalization. So, by reinforcing morality and ethics through pancasila study, the Indonesian younger generation will be better equipped to face globalization and maintain Indonesian fact at the same time. The cultural value of the Indonesian people, such as cooperation, silahturahmi, isa basic privilege that can make indonesians love and preserve their own culture. But the Indonesian people known as a friendly and civilised society have begun to wane since the influx of foreign cultures into Indonesia that Indonesia has not been able to choose well. Until then, governments have a meaningful role to maintain Indonesian cultural values in their societies

Afifah, Imroatul; Kurniawati, Kurniawati; Gunawan, Agus Hendra

Jurnal Maisyatuna 2021 STAI Denpasar Bali

Dalam meningkatkan minat muzaki berzakat melalui Baznas Provinsi Bali tentu ada faktor-faktor yang dapat menimbulkan minat diantaranya faktor dorongan dari dalam diri, faktor motif sosial, dan faktor emosional. Fokus penelitian ini adalah: 1. apa saja faktor-faktor dalam meningkatkan minat muzaki berzakat melalui Baznas Provinsi Bali, 2. bagaimana cara Baznas Provinsi Bali dalam meningkatkan minat muzaki berzakat melalui Baznas Provinsi Bali. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui faktor-faktor dalam meningkatkan minat muzaki berzakat melalui Baznas Provinsi Bali, 2. Untuk mengetahui cara Baznas Provinsi Bali meningkatkan minat muzaki berzakat melalui Baznas Provinsi Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai fakta atau informasi yang diperoleh dari informan , aktivitas, dan tempat yang menjadi subjek penelitian, informan dalam penelitian ini adalah 5 orang muzaki dan 3 karyawan Baznas Provinsi Bali, karena adanya social distancing dalam menanganan COVID-19 maka informat yang diambil hanya 8 orang. Serta teknik pengumpulan data berupa: wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian: 1. Faktor-faktor dalam meningkatkan minat muzaki berzakat melalui Baznas Provinsi Bali yakni karena faktor dorongan dari dalam diri, faktor motif sosial, dan faktor emosional yang dapat menimbulkan minat. 2. Cara Baznas Provinsi Bali dalam meningkatkan minat muzaki yakni adanya sosialisasi terhadap masyarakat umum dan lembaga zakat, juga meningkatkan pelayanan dan plattform-plattform yang disediakan agar dapat menarik minat para muzaki untuk berzakat langsung melalui Baznas Provinsi Bali.

Savitri, Indah Erwina; Kusjuniati, Kusjuniati; Iswahyuni, Iswahyuni

Jurnal Maisyatuna 2021 STAI Denpasar Bali

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui : 1) Strategi model kencleng dalam meningkatkan jumlah munfiq di Baznas Kota Denpasar. 2) Kendala yang dihadapi Baznas Kota Denpasar dalam melaksanakan strategi model kencleng untuk meningkatkan jumlah munfiq. Metodepenelitian ini deskriptif-kualitatif. Informan 12 orang yang dipilih secara purposive.Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, strategi model kencleng yang dilakukan Baznas Kota Denpasar berasaskan agama, amanah dan kemanfaatan, dapat meningkatkan jumlah munfiq yang meliputi agama dan kemanusiaan. Faktor penghambat yaitu : kurangnya SDM dalam mengelola kencleng sehingga terjadi tumpang tindih pekerjaan, kurangnya antusiasme dan semangat dalam mensosialisasikan program kencleng, kurangnya fasilitas yang memadai termasuk pengadaan kaleng kencleng, kurangnya kesadaran masyarakat akan wajib bersedekah jika seseorang telah dikatakan mampu, kurangnya kepercayaan UPZ, kurangnya pemahaman orang tua mengenai maksud dan tujuan program kencleng, adanya badan amil lain selain Baznas Kota Denpasar sehingga jumlah munfiq mengalami peningkatan yang kurang maksimal, Pandemi Covid-19 sehingga menghambat proses sosialisasi, pendistribusian dan pengumpulan kencleng.

Joelyismianto, Aamdea Cahyana; Kusjuniati, Kusjuniati; Iswahyuni, Iswahyuni

Jurnal Maisyatuna 2021 STAI Denpasar Bali

Pada saat ini banyak masyarakat mulai melihat produk makanan berdasarkan kehalalannya, perhatian masyarakat pada kosmetik dan tempat-tempat yang berbasis syari’ah. Dari berbagai macam merek kosmetik dan perawatan kulit Oriflame menjadi salah satu pilihan masyarakat.Dari latar belakang tersebut maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut,1)Apakah ada pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian produk Oriflame?.2)Apakah ada pengaruh sertifikasi halal terhadap keputusan pembelian produk Oriflame?.3)Apakah ada pengaruh promosi dans ertifikasi halal secara simultan terhadap keputusan pembelian produk Oriflame?.Penelitian ini bertujuan 1)Untuk mengetahui pengaruh Promosi terhadap keputusan pembelian produk Oriflame.2)Untuk mengetahui pengaruh Sertifikasi Halal terhadap keputusan pembelian produk Oriflame.3)Untuk mengetahui pengaruh Promosi dan Sertifikasi Halal secara simultan terhadap keputusan pembelian produk Oriflame di Denpasar.Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis deskriptif. Populasi penelitian ini adalah member Oriflame yang melakukan order pada consultant Ayu Samira 5377073. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang. Teknik yang digunakan untuk menjawab hipotesis adalah uji regresi berganda dan uji asumsi klasik dengan menggunakan SPSS for windows 10 versi 25.Dari hasil pengolahan data ditemukan hasil penelitian bahwa uji regresi beganda adalah 7.324, 0893 dan 0.331, kemudian di dapatkan hasil uji Parsial untuk pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian sebesar 3.728 dan pengaruh sertifikasi halal terhadap keputusan pembelian sebesar 3.147 dengan hasil Uji F yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh antar variabel independent terhadap variabel dependent. Serta hasil dari uji koefisien determinasi R² sebesar 0,318 yang artinya besarnya nilai koefisien determinasi tersebut menunjukkan bahwa variabel independen yang terdiri dari promosi dan sertifikasi halal memiliki pengaruh cukup hingga mencapai 31.8% terhadap Keputusan Pembelian Produk Oriflame pada Kalangan Mahasiswa di Denpasar.

Euis Kusumarini; Andi Aslindah

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Alat  Permainan  Edukatif  (APE)  diharapkan  agar  proses  pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan sehingga anak betah,tidak merasa bosan dan fokus dalam belajar. Walaupun telah diketahui bahwa Alat Permainan Edukatif (APE) sangat menunjang bagi terlaksananya proses belajar yang efektif namun perlu mengkreatifitaskan lebih banyak variasi di sekolah dalam menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) secara maksimal dalam proses pembelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan  minat  belajar  anak, pengabdi akan menerapkan suatu tindakan dalam bentuk penggunaan media Alat Permainan Edukatif (APE) disiapkan oleh guru sesuai dengan kebutuhan pokok bahasan yang akan diajarkan pada anak dan didapat dengan mudah bisa gunakan bahan dari tersedia dibeli, barang bekas ataupun dalam bentuk kreatifitas lain yang bisa dibentuk, dibuat, digunakan dan dimanfaatkan terutama guru memiliki keahlian  keterampilan untuk hal tersebut perlu membekali diri dari sosialisai, pelatihan dan seminar  untuk belajar lagi dan memuntut hal baru dari ilmu pengetahuan dan keterampilan. Berdasarkan hasil dari sosialisai tersebut adalah berjalan dengan lancar dan tercapainya salah satu cara pilihan  untuk  dapat  membantu  dan  saling memberikan kebermanfaatan bersama dalam kemajuan dibidang pendidikan anak usia TK terutama usia 5 sampai 6 tahun dalam memotivasi mereka selain guru, peserta didik juga pihak lain yang berkepentingan dalam memajukan dunia pendidikan agar anak anak yang merupakan bagian dari nantinya sebagai penerus bangsa merupakan anak anak yang cerdas selain kognitifnya, keterampilannya juga prilaku serta wawasan dan pengembangan dirinya yang dimiliki berguna dan bermanfaat kelak nantiya baik bagi dirinya orang lain lingkungan dan negara tentunya.  

Rudyanto Simanjuntak

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Peneliti menilai bahwa penurunan prestasi kerja karyawan dapat disebabkan kurangnya kerjasama antar tim dan setiap individu cenderung menjatuhkan. Hal ini mungkin dapat disebabkan oleh penempatan kerja yang dilakukan oleh perusahaan saat ini yang tidak tepat dikarenakan perusahaan menerima orang-orang yang tidak berpengalaman untuk mengisi beberapa posisi. Akibatnya karyawan lama sering mengeluh karena karyawan baru tersebut sering bertanya kepada mereka. Dan juga pada hal kinerja, pimpinan sering memberikan instruksi yang tidak jelas serta penilaian kinerja yang tidak sesuai harapan karyawan. Penelitian ini dilaksanakan di PT Harini Mandiri Medan dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, studi dokumentasi, dan hasil kuesioner yang telah dibagikan. Sedangkan untuk analisis data, peneliti menggunakan analisis regresi linear berganda. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penempatan kerja dan kinerja tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan PT Harini Mandiri Medan. Secara parsial penempatan kerja tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja PT Harini Mandiri Medan. Secara parsial kinerja tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja PT Harini Mandiri Medan.