Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,760 citations tracked

Showing 141-160 of 172

Analytics

Maspawati Maspawati; Bakri Bakri; Afdal Afdal

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aims to determine how big the Influence of Direct Village Fund Cash Assistance (BLT DD) on the Welfare of the People of Parenring Village, Lilirilau District, Soppeng Regency, using survey research, namely only a portion of the population is used as a sample. The population in this study were 71 people, then to determine the sample used the Yamane taro formula and produced a sample of 42 people, the sample used was random sampling (random sample). Data collection techniques using observation, questionnaires and documentation. For data analysis techniques used are quantitative descriptive analysis techniques and quantitative associative analysis techniques. The results showed that there was a fairly strong influence between BLT DD on community welfare in Parenring Village, Lilirilau District, Soppeng Regency with a correlation value (R) of 0.511. This shows that the percentage contribution of the BLT DD variable to community welfare is 26.1%, while the remainder is 100% - 26.1% = 73.9% which is influenced or explained by other variables.

Nilna Syifa Zahro; Yolanda Afri Liyani; Herlina Manurung

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pemerintahan desa telah mendapatkan alokasi dana desa. Salah satu sumber pendapatan desa adalah alokasi dana desa yang merupakan bagian dari dana perimbangan kabupaten/kota. Oleh karena itu, pengelolaan dana desa harus mengikuti prinsip pengelolaan keuangan negara, yaitu harus transparan dan akuntabel. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak kualitas sumber daya manusia, pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan partisipasi masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi studi kepustakaan untuk memperoleh pemahaman tentang interpretasi nilai transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, data sekunder juga digunakan dalam penelitian ini, yang diperoleh dalam bentuk olahan dari pemerintah desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di desa sebenarnya tidak memaknai transparansi dan akuntabilitas dengan standar yang tinggi. Mereka lebih menekankan pada nilai gotong royong dalam mewujudkan transparansi melalui partisipasi dari seluruh unsur desa dalam pengelolaan dana desa. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk mencapai pengelolaan keuangan desa yang akuntabel, diperlukan SDM yang berkualitas, Badan Permusyawaratan Desa yang melakukan pengawasan dengan baik, serta melibatkan masyarakat dalam rapat perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa secara transparan dan akuntabel.

Shella Bunga Slamet Lantini; Diffa Ayu Nindyatami Savitrri; Risma Wira Bharata

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Analisis kinerja keuangan desa dengan menggunakan rasio keuangan daerah menjadi sangat relevan dalam mengidentifikasi masalah keuangan, melihat kinerja desa, serta langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kinerja keuangan Desa Sarimekar menggunakan rasio keuangan daerah yang telah terstandarisasi. Dengan menggunakan rasio keuangan daerah, peneliti akan mengevaluasi tingkat kemandirian keuangan desa, efisiensi pengelolaan anggaran, dan efektivitas dana desa.Dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan kualitatif dan kuantitatif. Sumber data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Sarimekar tahun anggaran 2020-2022. Rasio keuangan daerah yang digunakan adalah Rasio Kemandirian Keuangan, Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Rasio Belanja, dan Rasio Pertumbuhan.Dari hasil tabel perhitungan dapat dilihat bahwa rasio kemandirian Desa Sarimekar masih tergolong sangat rendah, Desa Sarimekar pada tahun 2020 sebesar 56,74% dalam hal ini efektivitas Desa Sarimekar tergolong tidak efektif dan pada tahun 2021-2022 rasio efektivitas sebesar 100% dengan kategori efektif, efisiensi Desa Sarimekar tergolong kurang efisien, belanja Desa Sarimekar tergolong kurang maksimal, dan rasio pertumbuhan tergolong kurang maksimal.Rasio Kemandirian sangat rendah dikarenakan belum maksimalnya pendapatan asli desa yang diterima terdapat beberapa sumber pendapatan yang pengelolaannya belum dilaksanakan secara maksimal dan pada tahun 2020 tidak efektif dan pada tahun 2021-2020 efektif karena telah mencapai target, pada setiap tahunnya tidak signifikan karena tidak ada pertumbuhan, pada tahun 2021 mengalami penurunan yang drastis sehingga tidak terjadi pertumbuhan di Desa Sarimekar.

putra, Aper prima; Srimindarti, Ceacilia; Lestar, Etty Puji

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

The aims of this study are to analyze the effect of competence of human resources, internal control, use of technology and community participation on village fund accountability. The Kota Intan village community sees a lack of transparency from the village government, causing a sense of community apathy, that the authority for village development is the task of the village government. The population of this study consisted of village heads, village secretaries, BPD, section heads, heads of affairs, and heads of sub-villages and the criteria of research sample worked for at least 1 year with a minimum education of high school or equivalent. There was 83 respondents from 5 villages. The results of this study show that the competence of human resources had a positive but not significant effect on village fund accountability, there was a negative but not significant internal control effect on village fund accountability, there was a positive and significant influence on the use of technology on village fund accountability, and there was a positive but not significant effect community participation variable on accountability of village funds. The result of this study are expected to contribute to development of village fund accountability. While the urgency of this study relate information for the district government and the community so they know the principles of village fund accountability.   Keywords: Village Fund, human resource competency, internal control, community participation, accountability.  

Elsa Wirda Yanti; As’ad Isma; Eja Armaz Hardi

Jurnal Riset dan Inovasi Manajemen 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

In managing village funds, the government in Tantan Village has limited human resources that have a role in managing them. Based on its type, this research is a qualitative research with primary and secondary data sources. The methods used for data collection in this study are observation, interviews, and documentation. The steps in the analysis are collecting data, summarizing the data, presenting the data, and then drawing conclusions. Based on the results of this study, it shows that the management of village funds under development in 2021 at the planning, implementing, organizing, implementing and also reporting stages has been carried out quite well. In an Islamic perspective, the management of village funds in Tantan village has not yet implemented the principle of justice in its implementation. And for the impact arising from the management of village fund management in the village of Tantan, it is felt that it has had a positive impact in the field of development.

Burhan Sesa; Kodrat R

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2023 CV. Aksara Global Akademia

           Salah satu strategi percepatan dan pemerataan  pembangunan sebagaimana yang tertuang dalam Nawacita ketiga, ditekankan  membangun Indonesia yang dimulai dari Pingggiran Desa untuk  memperkuat daerah 3 T (Terluar, Tertinggal dan Terdepan) dalam memperkuat bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembangunan infrastruktur desa merupakan aktivitas kegiatan pembangunan yang dilaksanakan ditingkat desa, yang meliputi beberapa aspek yang menunjang percepatan proses kehidupan masyarakat harmonis yang dilaksanakan secara terpadu dengan mengembangkan swadaya gotong royong masyarakat. Pembiayaan Alokasi Dana Desa, melaui pendekatan kearifan local, dalam mendukung percepatan seperti pembangunan jalan tani, embung desa, irigasi desa, sanitasi, jalan desa  dll. Ketersediaan dan akses pemanfaatan terhadap sarana prasarana Infrastruktur perdesaan yang masih sangat terbatas dan ditambah masih rendahnya kualitas tingkat pelayanan yang dapat dinikmati seperti jalan, irigasi, listrik, air minum, telematika, fasilitas pendidikan, kesehatan, Desa sebagai ujung tombak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.  diberikan kewenangan dan sumber dana yang memadai agar dapat mengelola potensi yang dimilikinya guna meningkatkan pendapatan  dan kesejahtaraan masyarakat.                         Pembangunan Infrastuktur khususnya jalan, jembatan, merupakan wadah transformasi  layanan public untuk mengakselerasi dan  memudahkan kelancaran arus barang dan jasa, membuka lapangan usaha dan lapangan kerja  seta membuka kesempatan /peluang masyarakat yang berdomisili dilembah pegunungan nan jauh dari akses jalan .untuk mengangkut dan memasarkan hasil produksi pertanian, perkebunan, hanya  menggunakan transportasi seadanya, seperti sepeda, dan  motor (ojek) untuk angkutan pedesaan berupa pete pete /roda empat belum seluruhnya tersedia/ terjangkau, sarana jalan dapat dilalui karena kondisi berlubang dan berlumpur.                Pembangunan Infrastruktur merupakan katalisator dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pengelolaan sumberdaya sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas yang dibutuhkan untuk dapat memenuhi berbagai macam kebutuhan dasar manusia baik itu kebutuhan sosial maupun kebutuhan ekonomi.

Rika Susanti; Arsa Arsa; Ahsan Putra Hafiz; Rohana

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

This research was conducted to find out whether the new Sengki village government was economical, and to develop community economic empowerment infrastructure. This research method uses a qualitative method which originates from the Sengkatan Baru village office, sub-district. Mersam District. Batanghari. The results of the research conducted by the researchers concluded: 1. The planning stage of Village Fund Allocation in the village of Rambahan is in accordance with what was planned by the village government and in accordance with the needs of the community to improve the standard of living of the community. However, the lack of participation of the Sengkuti Baru village community in the deliberations on the Determination of the Use of the Village Fund Budget resulted in several parties having different opinions. 2. The implementation of the Village Fund Allocation (ADD) for the empowerment of rural communities is appropriate from an Islamic economic viewpoint, because it has applied the ta'awun principle and the shura principle quite well according to the Islamic perspective. 3. The use of the village fund budget in Seangkati Baru Village, Mersam District, can be seen from the success of the financial performance of village funds in Rambahan Village for 2019-2021 in the like category, based on the category and proportion of each statistical statement, the average is in the good category and the percentage above 60% until it reaches below 80% success.

Iin Puspita Sari; Moh Ali Murad; Harnida Wahyuni Adda

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Stunting merupakan satu masalah kesehatan yang masih dihadapi bangsa indonesia. Stunting dapat berdampak pada kualitas generasi penerus bangsa di masa depan. Anak-anak yang mengalami stunting akan terhambat pertumbuhan otaknya sehingga kurang cakap dalam belajar. Ini akan menurunkan produktivitas dan kualitas hidupnya dimasa depan. Oleh karena itu percepatan penurunan stunting menjadi prioritas nasional Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran aparat desa dalam penyaluran dana stunting serta bagaimana peran aparat desa dalam penagulangan stunting di Desa Sibalaya Barat Kecamatan Tanmbulava Kabupaten Sigi, metode yang digunakan adalah kualitatif sedangkan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam penyaluran dana desa untuk penanggulangan stunting terealisasikan secara keseluruhan, namun dalam pencegahan stunting masih terdapat hambatan, karna kurangnya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan bersih. Hal hal yang harus di perbaiki agar program kegiatan yang dilakukan bisa lebih efektif menurunkan stunting

Zerli Anita Dewi; Addiarrahman; Muhammad Subhan

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2023 FEB Universitas Maritim Semarang

Pembangunan pedesaan yang dikerjakan haruslah sinkron dengan masalah yang dihadapi, serta partisipasi masyarakatnya dengan menggunakan sumber daya yang di perlukan untuk merancang dan membangun perekonomian yang dimiliki, serta memanfaatkan potensi ekonomi yang ada sehingga bisa lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Fenomena yang ada pada desa jatimulyo kecamatan dendang kabupaten tanjung jabung timur yaitu masih banyak program kerja desa yang masih belum terealisasi. Sama sepeti dengan Desa – desa yang lain, Proses Pengelolaan Dana Desa pada Kantor Desa Jati Mulyo terdiri dari 3 Tahap Yaitu Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan/Pertanggungjawaban. Program desa yang masih belum terealisasi sebagaimana yang telah dijelaskan diatas, dikarenakan proses pegelolaan manajemen dana desa yang belum maksimal sehingga berdampak dalam proses perencanaan pembangunan desa. Manajemen Pengelolaan Dana Desa dari tahun 2018-2021 sudah menunjukan beberpa  peningkatan di banding dengan tahun sebelumnya akan tetapi masih saja ada program yang belum terealisai. Hal ini dibuktikan masih ada program pembangunan yang belum di laksanakan. Dalam proses pengelolaan Dana Desa pada kantor Desa Jati Mulyo terdir dari tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan/pertanggungjawaban. Tidak terealisasi nya program tersebut dikarenakan proses pengelolaan manajemen dana desa yang belum maksimal. Desa Jati Mulyo belum mencapai indicator diantaranya belum cukup baik akses masyarakat dalam kegiatan ekonomi, akses yang dimaksud ini adalah perkerasan jalan yang belum maksimal sehingga masyarakat masih kesulitan dalam mengeluarkan hasil bertani. Dalam tinjaun manajemen syariah terhadap pengelolaan Dana Desa sendiri bahwasannya pelaksanaan Dana Desa masih belum cukup memenuhi standar nilai-nilai dasar ekonomi islam, disini manajemen pengelolaan Dana Desa masih mengarah ke konvensional. Akan tetapi kalau dilihat dari sifat dari nilai syariah yang rabbani dimana pengawasan internal yang dilakukan dari hati nurani yang bergerak untuk menunjukkan ataupun mewujudkan sesuai tujuan, sudah dilakukan olehaparatur dan masyarakat dalam hal mengawasi pengelolaan Dana Desa baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Aniqotunnafiah Aniqotunnafiah; Y. Sutomo; Nanik Qosidah; Praditya Dewi Arumsari; Bambang Widjanarko

Jurnal DIKMAS 2023 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan oleh STIE AKA Semarang yang bekerja sama dengan desa-desa Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang dengan sasaran perangkat pemerintahan desa adalah bentuk bentuk ceramah dengan media visual. Hasil ceramah pengabdian kepada masyarakat mengungkapkan bahwa desa di Kecamatan Bancak masih memiliki pengetahuan yang minim tentang pengalokasian dana desa.    

Y. Sutomo; Praditya Dewi Arumsari; Nanik Qosidah; Aniqotunnafiah Aniqotunnafiah; Bambang Widjanarko

Jurnal DIKMAS 2023 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang telah dilaksanakan oleh STIE AKA Semarang yang bekerja sama dengan Desa Duren Kecamatan Bandungan Ungaran dengan sasaran perangkat pemerintahan desa adalah bentuk ceramah dengan media visual. Hasil ceramah pengabdian pada masyarakat mengungkapkan bahwa Desa Duren masih memiliki pengetahuan yang minim tentang pengalokasian dana desa.    

Omar Saddam Bhamakerti; Ahmad Saifudin Mutaqi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari segala sisi yaitu program corporate social responsibility (CSR). Program CSR merupakan program wajib pemerintah yang diatur dalam salah satu Undang-Undang yaitu UU No 40 tahun 2007 mengenai perseroan terbatas. Tujuan program CSR yaitu memunculkan potensi masyarakat yang dimiliki serta dapat dikembangkan supaya masyarakat dapat mencapai kehidupan yang mandiri dan sejahera secara kontinus melalui kewirausahaan sosial. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, yaitu menjelaskan gambaran suatu data dan informasi yang diperoleh. Berdasarkan hasil laporan CSR PT Bank Mandiri Persero Tbk mengalokasikan dana untuk pembangunan Balai Ekonomi Desa di Desa Kenalan, Borobudur sebesar 1 miliar rupiah. Balai Ekonomi Desa tersebut dikelola secara professional yang dilengkapi dengan homestay dan dipamerkan produk souvenir, makanan, dan produk lainnya hasil kreasi masyarakat desa. Balai ini juga memiliki tempat pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas masyarakat desa. Oleh karena itu, masyarakat sekitar telah mengembangkan potensi yang ada di daerah tersebut melalui Balai Ekonomi Desa Kenalan, Borobudur sehingga masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Ikhlasul Amal; Saifudin Mutaqi

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

CSR telah diatur secara tegas di Indonesia yaitu pada Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal, dan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor Per-5/MBU/2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan, khusus untuk perusahaan - perusahaan BUMN. Setelah itu tanggung jawab sosial perusahaan dicantumkan lagi dalam Undang-Undang (pemerintah indonesia, 2007) tentang Perseroan Terbatas. Dengan demikian, penulis akan mengevaluasi tentang program dana CSR oleh PT Bukit Asam Tbk mengenai pemberian pompa sebagai irigasi petani di Desa Tanjung Raja Kecamatan Muara Enim. Dengan membahas konsep dasar CSR, dasar pemahaman CSR bagi setiap perusahaan, pengembangan masyarakat terhadap CSR, dan dampak yang dihasilkan dari program pompa irigasi dari PT Bukit Asam Tbk. Dari hasil pencarian informasi mengenai dampak pemberian pompa irigasi dari PT Bukit Asam Tbk, Desa Tanjung Raja mengalami perbedaan yang sangat baik, yang sebelumnya petani pada saat masa hampir panen pasti merasakan hal yang sangat takut dikarenakan asupan air yang mengaliri sawah mereka sangat minim dan hampir gagal panen. Metode dalam penulisan penelitian digunakan metode analisis deskriptif. Dengan adanya bantuan pompa tenaga surya untuk mengaliri persawahan sangat membantu dan 525 petani merasakan dampak positif dari hasil panen sesuai dengan rencana dari PT Bukit Asam yang panen 3 kali per tahun, bahkan dari petani perasakan dapat panen lebih dari 3 kali pertahun dan mendapatkan hasil mencapai 567 ton per tahun.

Deffi Haryani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

metropolis, and village improvement to gain stability and fairness in development. Allocation of Vilthe large price range is the right of the village as district/metropolis governments have the proper to reap trendy Allocation funds (DAU) and unique Allocation price range (DAK). The expected effects of the Village Fund Allocation are the advent beta the village budget to finance village government packages, both village operations, and village community empowerment to improve village authorities services, improvement, governance, and network empowerment. Goal to determine the effectiveness of the Village Fund Allocation policy in Marga Sungsang Village, Banyuasin II District, Banyuasin Regency, South Sumatra visible from the context, input, manner, and product and evaluation of the extent of Village Fund Allocation in the control category technique: this is quantitative research with a cross-sectional method drawing near. Result: typical, this size has a big move-sectional scale, particularly: the overall context is 79.05 the general input is 76.10, the overall process is eighty one.45 and the overall product is seventy six.88. limitations: based on the researcher's direct theel in the research process, there are numerous barriers, along with the range of respondents is simplest 33 people, direction, twhichiswhichetheless not enough to describe the state of aff, airs and the item of studies which specializes in the effectiveness of the add program in terms of context, input, method, and product and level of control of Village Allocation within the class of Sungsang Marga Village, Bnayausin II District, Banyuasin Regency, South Sumatra. Contribution: For Sungsang Marga Village, Banyuasin II place, South Sumatra Banyuasin, to take advantage of extra village subsidies and increase similarly development of network development and empowerment. F, or the aTher this research to boom knowledge and expand peproperlyon andregardingal inregardinghe problem of coping with the allocation of village budget to solidarity improvement and empowerment. For the Alma mater, the outcomes of this lexpecteddexpectedato dd new references from the analysis of add management in improving network improvement and empowerment.

Saifullah

Journal of Management and Social Sciences (JIMAS) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aims to determine whether the village government of Rambahan is economical, and to build infrastructure for community economic empowerment. This research method uses a qualitative method which is sourced from the village office of the Rambahan village government, Muara Bulian District, Batanghari Regency, Jambi. The results of the research carried out concluded that (1) The planning stage of the Village Fund Allocation in the village of Rambahan was in accordance with what was planned by the village government and in accordance with the needs of the community to improve the standard of living of the community. However, the lack of participation of the Rambahan village community in the deliberations on the Determination of the Use of the Village Fund Budget so that there are some parties who have different opinions. (2) The application of the Village Fund Allocation (ADD) for the empowerment of rural communities is appropriate in the view of Islamic economics, because it has implemented quite well the principles of ta'awun and the principle of shura according to the principles of an Islamic perspective. (3) The use of the village fund budget in Rambahan Village, Muara Bulian District can be seen from the success of the financial performance of the village fund budget in Rambahan Village in 2019-2021 in the category like this based on the category and percentage of each statement on average being in the good category andpercentage above 60% until it reaches below 80% success.

Ledis Izzah Harahap; Silvia Fransiska; Dini Lestari

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami program pendidikan yang dilaksanakan oleh masjid. Masjid Nurul Huda yang terletak di desa Simpang Mandepo merupakan contoh masjid yang produktif dengan program-program aktif yang dilaksanakan setiap hari. Masjid ini dijalankan oleh pengurus masjid yang disiplin dan jujur. Penelitian ini dikaji secara kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program pendidikan dilakukan dengan cara aman dan menyeluruh, serta dana dikelola dengan baik dan benar. Pengelolaan masjid ini dilakukan secara profesional, dengan mambayar gaji para pengurus masjid. Tiap jumat dilakukan pelaporan untuk semua kegiatan dan berapa zakat, infaq maupun wakaf yang diterima, serta biaya pengeluaran masjid. Penelitian ini menggambarkan bagaimana pendidikan itu tidak hanya dilakukan di sekolah tetapi juga dilingkungan masyarakat dan keluarga. Namun kebanyakan masyarakat mengartikan bahwa pendidikan itu hanya formal yang  dilakukan di sekolah. Jarang yang beranggapan bahwa pendidikan secara luas mencakup seluruh tatanan yang ada di dalam kehidupan tak terkecuali pendidikan nonformal yang ada di dalam masyarakat itu sendiri. Seperti halnya di masjid Nurul huda sudah melakukan kegiatan, seperti pengajian rutin setiap malam bagi anak sd, smp dan sma dimulai setelah sholat magrib sampai dengan setelah sholat isya, pengajian tersebut mengajak anak-anak untuk ikut dalam sholat magrib dan isya secara jamaah.    

Sunyoto Sunyoto; Sudarman; Septian Yudha Kusuma; Hani Krisnawati; Yetti Iswahyuni

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pelaksanaan kegiatan mengajukan pendanaan untuk melaksanakan kegiatan harus disertai dangan dokumen antara lain Rencana Anggaran Biaya Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) merupakan perkalian antara volume dengan Analisa Harga Satuan (AHS) Perhitungan volume memerlukan proses yang relatif lebih lama dan memerlukan ketelitian yang akurat. Upaya untuk mempersingkat proses perhitungan Rencana Angguran Biaya adalah dengan manfaatkan teknologi yang ada, maka tidak menutup kemungkinan para penyusun anggaran biaya memanfaatkan teknologi yang berkembang cukup pesat ini. Tekhnologi yang berkembang dewasa ini tidak hanya pada komputer desktop ataupun laptop tetapi gadget yang semakin canggih dan dapat mengeksekusi beberapa aplikasi maupun program yang biasanya dieksekusi pada komputer. Desa Bandungrejo Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak mendapat dana dan Pemerintah Pusat sebesar Rp 1.000.000.000. Dalam mengalokasikan pengunaan dana desa meminta bantuan pada STIE AKA Semarang untuk memberikan panduan pernyusunan rencana anggaran biaya untuk pembangunan infrastuktur Desa Bandungrejo Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak STIE AKA Semarang memiliki pemahaman bahwa rencana anggaran belanja bisa disusun secara sederhana oleh warga dan perangkat desa dengan bantuan tenaga ahli (tukang dan mandor).  Penyusunan secara sederhana ini untuk menghemat biaya jasa konstruksi dan untuk informasi harga bisa dicari lewat Google sesuai spesifikasi bahan yang dibutuhkan untuk infrastuktur yang bersangkutan Untuk bentuk format baku yang disyaratkan dalam pelaporan alokasi dana desa disajikan beberapa contoh penyajian laporannya

Siti Nurul Fajar; Mayarni , Mayarni

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pengelolaan pemberdayaan masyarakat di Desa Sido Mukti Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan merupakan lembaga usaha desa  untuk masyarakat guna meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengembangkan potensi masyarakt sehingga dapat meningkatkan kemampuan untuk mengaktualisasikan diri atau berartisipasi melalui berbagai aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan pemberdayaan masyarakat di desa sido mukti kecamatan pangakalan kuras kabupaten pelalawan. Metode penelitian yang digunakan  adalah penelitian deskriptif kualitatif. Kemudian analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penasikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis diperoleh hasil dan kesimpulan penelitian sebagai berikut: pertama, dalam pelaksanaan pengelolaan pemberdayaan masyarakat sudah di bentuk perencanaan oleh pengelola namun tidak berjalan dengan efektif, pengorganisasian telah menunjuk pengelola yang merupakan  masyarakat desa, penggerakan tidak mengerakkan kerja anggota untuk ikut bergabung dan menonitoring agar tercapai keberhasilan dalam mengelola pemberdayaan masyarakat, dan pengawasan mengadakan dan mengevaluasi tiap 3 bulan sekali. Kedua, adapun faktor-faktor penghambat yaitu sumber daya manusia dan kurangnya intensita sosialisasi alokasi dana desa pada masyarakat.  

Nuriyah Nuriyah; Karlina Karlina; Ainun Ainun; Istiqomah Istiqomah; Maulidia Setio Ningsih +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Desa merupakan organisasi pemerintahan yang memiliki hak istimewa dalam mengurus sendiri urusan daerahnya termasuk urusan masyarakatnya. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang menyebutkan bahwa desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan, dan kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat. Sebagai garda terdepan dalam menyelenggarakan tugas-tugas pemerintahan umum di desa, Desa Senaken memiliki masalah SDM, aparat Desa Senaken masih belum sepenuhnya profesional. Latar belakang pendidikan yang sebagian besar hanya berada pada level menengah menjadi kendala utama dalam membaca kebutuhan publik yang wajib dilayani. Metode dalam proses edukasi ini adalah pemberian materi dan diskusi terkait dengan hal-hal yang menjadi tugas, fungsi dan pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap perangkat desa. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirasa memiliki banyak manfaat bagi perangkat Desa Senaken, dilihat dari bobot pertanyaan mereka yang memang sangat mendasar. Bagi perangkat desa edukasi ini sangat berguna dan berharap kedepannya akan terus diadakan sehingga mereka bisa terus menambah ilmu dan wawasan mengingat waktu dan dana mereka sangat terbatas untuk rutin mengkuti pelatihan pengembangan SDM. Edukasi yang didapatkan dalam pengabdian masyarakat ini akan diimplementasikan dalam prose pelayanan di Kantor Desa Senaken, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser.

suseno, Dhony Priyo Suseno; Nicko Fadhil Muhammad; Achmad Kurniawan

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Desa Curug mendapatkan bantuan dana untuk melaksanakan program ODF. Program ODF (Open Defecation Free) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Membangun kesehatan keluarga mandiri bukan hanya melalui program fisik, tetapi kegiatan setelah program tersebut berakhir yang lebih diutamakan supaya berkelanjutan dan berkesinambungan. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya sanitasi sebagai salah satu syarat kelengkapan dalam rumah tapak sederhana dan memberikan informasi tentang tata cara membuat sanitasi yang sesuai standar kesehatan. Metode kegiatan yang akan dilakukan untuk tercapainya tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah metode penyuluhan. Sanitasi yang sesuai standar kesehatan adalah jamban keluarga lengkap dengan konstruksi septictank dan resapannya yang berjarak 10-11 m dari air bersih. Penyuluhan sanitasi berstandar kesehatan membuka wawasan masyarakat bahwa anak-anak akan terhindar dari stunting, sehingga dapat menjadi sumber daya manusia unggul sesuai dengan visi misi presiden terpilih periode 2019-2024. Untuk keberlanjutan jamban keluarga mandiri sebaiknya dibentuk tim untuk mengawasi pada saat pembuatan dan pemeliharaan.