SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 141-147 of 147

Analytics

Zulfirly Kurniawan; Mohammad Zeylo Auriza; Maskuri Sutomo

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2023 FEB Universitas Maritim Semarang

Desa Balaroa Pewunu memiliki potensi dan Produk UMKM yang bersumber dari sektor pertanian dan perkebunan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi masalah yang dihadapi serta menyusun strategi dalam pengembangan pemasaran Produk keripik pisang tanduk sebagai upaya peningkatan UMKM yang ada didesa Balaroa Pewunu,Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi. Metode yang dilakukan menggunakan metode deskriptif observasional, Metode deskriptif ini dilakukan bertujuan untuk mendekripsikan secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta yang menggambarkan fenomena secara detail agar mendapatkan analisis permasalahan yang lebih dalam dan menyajikan solusi penyelesaian yang tepat. kemudian analisa pengembangan dengan  metode STP (segmentation, targeting, dan positioning) agar mendapatkan strategi pengembangan secara valid dan ilmiah dengan sistem pemasaran dan promosi menggunakan konsep reseller dan direct selling atau secara lansung.  Selain itu kegiatan pengabdian ini pula dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku usaha keripik pisang tanduk. Berdasarkan seluruh penerapan strategi dalam pengembangan pemasaran pada keripik pisang tanduk menghasilkan dampak yang cukup positif, dibeberapa bulan terakhir dimulai dari pendampingan pada bulan September hingga desember 2022 tercatat produk keripik pisang telah tersebar di 100 outlet pedagang kecil yang berada di wilayah kecamtan marawola, kecamatan dolo barat, kecamatan dolo selatan dan sekitaran kecamatan terdekat di kabupaten Sigi

Nina Sulistyowati; Nur Fitriyani; Febrianus Rio Sasuwang; Gary Darmawan; Risnawati Puji Lestari

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Desa Bedono yang terletak di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak memiliki potensi wisata yang unik, yaitu makam terapung Syekh Mudzakir, desa tenggelam, mangrove, pulau burung, dan kuliner brayo. Namun, potensi wisata tersebut akan sia-sia jika tidak disertai dengan usaha untuk mengembangkannya menjadi desa wisata berkelanjutan berbasis masyarakat yang mampu mengangkat perekonomian masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di Desa Bedono. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari obeservasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis SWOT diaplikasikan untuk mengetahui kelemahan, kekuatan, kesempatan dan tantangan pengembangan desa wisata Bedono sehingga dapat digunakan untuk menentukan strategi yang tepat dalam pengembangan desa wisata berbasis masyaakat di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Dalam penelitian ini, proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dilakukan secara bersamaan. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan dalam pengembangan desa wisata di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Desa wisata yang merupakan salah satu produk wisata yang diharapkan dapat memberikan dorongan bagi pembangunan Desa Bedono secara berkelanjutan. Selain itu, pengembangan desa wisata juga diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat lokal di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak dari segi ekonomi, sosial budaya, religi, dan lingkungan.  

Tika Riyanto; Dadang Mashur

Jurnal Media Administrasi 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Salah satu upaya pemanfaatan sumber daya lokal yang ada di Desa Rantau Langsat yang optimal adalah dengan mengembangkan pariwisata dengan konsep ekowisata dalam hal ini wisata yang dilakukan memiliki bagian yang tidak terpisa kan dengan upaya – upaya konservasi, pemberdayaan ekonomi local dan mendorong rasa peduli yang lebih tinggi terhadap kultur atau budaya. Hal tersebut yang mendasari perbedaan antara konsep ekowisata dengan model wisata konvensional yang telah ada sebelumnya. Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana strategi pengembangan yang dilakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Indargiri Hulu dalam mengembangkan ekowisata di Desa Rantau Langsat dan factor – factor apa saja yang mempengaruhi strategi pengembangan yang dilakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Indargiri Hulu dalam mengembangkan ekowisata di Desa Rantau Langsat. Penelitian ini berlokasi di Desa Rantau Langsat dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data nya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu membuktikan bahwa dalam mengembangan ekowisata di Desa Rantau Langsat masih memiliki banyak kendala, serta factor penghambat dalam mengembangkan ekowisata yaitu sumber daya (anggaran), sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta partisipasi masyarakat.  

Saidah Khairiyah Hasibuan; Sri Sudiarti; Nursantri Yanti

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan, strategi pengembangan wakaf produktif dan peran wakaf terhadap pengembangan kemandirian ekonomi di pesantren. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dan wawancara semi terstruktur kepada Pimpinan Yayasan Syekh Mashudi Pondok Pesantren Darul Aman, bendahara yayasan dan bendahara pesantren. Yayasan Syekh Mashudi Pondok Pesantren Darul Aman yang memiliki nomor SK Izin Operasional B.844/Kd.02.01/3/PP.07/01/2020 yang berlaku sejak tanggal 11 Februari 2020 dengan total luas tanah 258.820 m2. Penelitian ini menyimpuilkan bahwa, 1) Pengelolaan wakaf produkif pada Yayasan Syekh Mashudi Pondok Pesantren Darul Aman ini dikelola oleh perseorangan yakni Ustadz Gita Prima Dihati, M.Pd selaku Pimpinan Yayasan, belum kepada tahap nadzir perseorangan atau organisasi yang resmi. Aadapun wakaf tanah ini diperoleh dari beberapa wakif dengan total luas 250.020 m2, kemudian diatas lahan tersebut 40.000 m2 digunakan sebagai lahan perkebunan karet yang memperoleh keuntungan Rp. 6.500.000,00 per bulan, selebihnya dikelola sebagai tempat perternakan atau tempat penggemukan lembu dengan keuntungan Rp. 50.000.000 – Rp. 250.000.000 per tahunnya (tergantung dengan pesanan), dan menanam sayuran untuk pangan pesantren. 2) YSMPP Darul Aman belum menerapkan strategi pengembangan wakaf produktif sebagaimana akad-akad dalam fiqh muamalah. 3) Peran wakaf terhadap pengembangan kemandirian ekonomi pesantren masih dalam skala kecil, karena belum memenuhi standarisasi yang dikemukakan oleh Bank Indonesia. Akan tetapi wakaf tersebut sudah menjadi salah satu sumber pendaan yang menyokong operasional, gaji, memberikan gratis uang sekolah atau SPP, serta gratis uang makan untuk para santri.

Omirais Lawolo; Beriman Agape Waruwu; Kalva Fernando Pelawi; Boboy Gusri Saragih

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, dengan kondisi tanah dan musim yang cocok untuk sektor pertanian. Indonesia juga dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar mata pencaharian masyarakat Indonesia berasal dari sektor pertanian yang memegang peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Sektor pertanian berkontribusi besar bagi perekonomian indonesia. Hal ini dilihat dari pertumbuhan domestik bruto (PDB), pertanian merupakan tiga besar penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang tumbuh bersama industri dan pertambangan yaitu sebesar 12,98 persen dengan pertumbuhannya sebesar 1,37 persen. Penentuan daerah penelitian ini dilakukan secara sengaja (Purposive Method) yakni di Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara. Adapun pengambilan sampelnya adalah petani sebanyak 30 responden yang berada di Kecamatan Somolo-molo dari populasi seluruh petani yang berada di Kabupaten Nias. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa Kabupaten Nias memiliki potensi besar dibidang pertanian yaitu dibidang SDA, iklim, luas lahan pertanian dan Sumber daya manusia (SDM) yang mayoritas bekerja sebagai petani. Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pertanian di Kabupaten Nias adalah ketersediaan bibit, pupuk, dan pestisida, rendahnya pengetahuan petani akan teknologi, teknik budidaya yang masih konvensional, kurangnya perhatian pemerintah, pertanian dipandang sebelah mata, rendahnya minat regenerasi muda untuk terjun ke dunia pertanian dan rantai niaga yang merugikan petani. Strategi yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan pertanian di Kabupaten Nias adalah pengembangan bibit unggul dari tanaman sendiri, pertanian berbasis teknologi, digitalisasi informasi dan pemasaran produk pertanian, pembangunan infrastruktur pendukung pertanian, kebijakan pemerintah yang pro dengan petani dan pertanian.    

Meza Yolanda; Dodi Aprianto; Fitri Lestari

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Research on Strategy Development of Rejang Lebong Agribusiness Sub Terminal, aims to analyze internal and external factors of Agribusiness Sub Terminal in Rejang Lebong Regency in order to keep growing and formulate alternative strategies for Agribusiness Sub Terminal development in Rejang Lebong Regency. This research was conducted in March 2022 in Simpang Nangka Village, Selupu Rejang District, Rejang Lebong Regency. The data analysis method used in this research is strategy formulation analysis consisting of internal and external factor analysis, internal external matrix analysis, Strength, Weakness, Opportunity, And Threat (SWOT) analysis, and analytic hierarchy process (AHP). The results of this study indicate that the internal factors consisting of strengths and weaknesses that have the highest value are relatively large agricultural/plantation lands. External factors consisting of opportunities and threats that have the highest score are the availability of superior and potential commodities (vegetables, fruit, coffee, grain/rice, and corn) which are very large both nationally, regionally and internationally. This can be strengthened by the AHP decision-making method where the level of the factor that becomes the main priority in achieving the strategic focus of developing the Rejang Lebong agribusiness sub-terminal is the HR factor.

Yopit Oktavia; Febri Nurpramudya; Gracia Gabrienda

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini untuk (1) Menentukan faktor internal (IFE) dan faktor eksternal (EFE) usahatani jamur tiram putih di Kecamatan Curup Tengah Kabupaten Rejang Lebong selama pandemi covid-19. (2) Merumuskan strategi yang  tepat  dalam pengembangan usahatani jamur tiram putih di Kecamatan Curup Tengah Kabupaten Rejang Lebong selama pandemi covid-19. Metode penelitian ini di lakukan secara kuantitatif dan menggunakan kuesioner. penentuan lokasi dilakukan secara (purposive) di usahatani jamur tiram putih Ibu Utami Asih di Kelurahan Air Bang. Analisis yang digunakan adalah IFE, EFE, MATRIKS SWOT. Hasil dari penelitian ini faktor internal yang menjadi kekuatan utama usahatani Ibu Utami Asih adalah lokasi usaha strategis, keadaan keuangan yang dimiliki perusahaan stabil, mampu membuat baglog sendiri. Faktor kelemahan adalah banyaknya stok (apabila adanya panen raya), tingginya tingkat kegagalan dalam produksi, jamur tiram tidak bisa bertahan lama. Faktor eksternal yang menjadi peluang terbesar pada usahatani Ibu Utami Asih adalah luasnya pangsa pasar, memiliki nilai jual yang tinggi, cepatnya balik modal. Faktor ancaman adalah adanya pesaing baru, adanya petani jamur baru yang menurunkan harga, tingginya biaya di tingkat pembuatan baglog. alternatif strategi yang dapat dimanfaatkan dan diterapkan dalam usahatani jamur tiram putih milik Ibu Utami Asih. Alternatif yang diperoleh adalah strategi agresif lebih fokus kepada strategi S - O (Strengths – Opportunitie)