Publication Search

67,429 articles from 569 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1561-1580 of 1,726

Analytics

Edi Suwasana; Bryan Farrelinda Trimanta

Garina 2020 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

One type of clothing is ready to wear, in the form of ready-to-wear clothing. Currently this clothing is a trend, with monochrome colors and geometric motifs. The goal to be achieved is to make Monochromatic Tri-Angle ready-to-wear clothes. The data collection methodology used was in the form of observation, documentation, and literature. The fabric motif in the form of geometric shapes can be found on the Jepara Troso woven fabric. This outfit is based on a monochrome source of ideas, a triangle shape, and a Bird of Paradise. This dress is a party dress for non-formal parties. Consists of three parts, namely a long sleeved blouse with a balloon style with hidden buttons and no collar, a sleeveless outer length, then a custom skirt with a slit and a span skirt inside. Making ready to wear Monochromatic Tri-Angle party dresses includes several processes. The first is to make a design, then from the design it is developed into a pattern with a predetermined formula and size. After that cutting the material, laying the pattern on the fabric should be as much as possible so as not to waste a lot of material. Then the sewing process, which is combining the pieces of material. The last one is the solution, which includes attaching the rubbing stone application using a special tool, cleaning clothes from threads and ironing clothes to make them tidier.

Fahmi A. Lihu; Rona Febriyona; Annisa Frizke Botutihe; Cahyani Napu

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2020 Universitas Muhamadiyah Manado

 Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Proses menua ini ditandai dengan perubahan pada fisik maupun mental lansia maupun kemunduran fungsi kognitif salah satunya demensia. Salah satu kelainan yang diduga memiliki hubungan dengan penurunan fungsi kognitif ini adalah adanya defisiensi vitamin D. Tujuan dari penelitian ini untuk Mengetahui Hubungan Antara Keadekuatan Asupan Vitamin D Dengan Kejadian Demensia Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga. Desain penelitian analitik dengan rancangan cross sectional untuk mengetahui hubungan antara keadekuatan asupan vitamin d dengan kejadian demensia pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Telaga. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di wilayah kerja puskesmas telaga yang menderita demensia sejumlah 38 orang, sampel berjumlah 38 orang yang telah terseleksi melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat.          

Salman Alparis Sormin; Dharma Gyta Sari Harahap

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui peran apa saja yang orang tua berikan selama mendampingi anak dalam kegiatan belajar di rumah pada anak usia Sekolah Dasar di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam kegiatan pegabdian kepada masyarakat ini melalui kegiatan yang dikemas secara workshop tentang peran orang tua di masa pandemic Covid-19 dalam pembelajaran daring bagi anak usia sekolah dasar, sedangakan yang menjadi khalayak sasarannya adalah para orang tua di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi orang tua dalam membantu, membimbing anak belajar secara daring di rumah dan memahami bagaimana pentingnya pengawasan bagi anak dalam proses pendidikan, sekaligus dapat merasakan bagitu berat tugas seorang guru dalam mendidik anak di sekolah.

Euis Kusumarini; Ahmad Syafie Adha

Jurnal DIKMAS 2020 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat ini disusun dalam rangka pemecahan masalah: Bagaimana caranya untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada anak jalanan usia sekolah  dalam program Wajib Belajar Nasional dan Bagaimana cara membangun kesadaran dan motivasi  belajar bagi anak jalanan usia sekolah agar menjadi harapan masa depan sebagai kualitas dalam kemajuan pembangunan bangsa negara RI pada  baik bagi pihak peserta didik/ anak jalanan itu sendiri pun orang tua/wali, keluarga, pihak sekolah, pemerintah dan pihak lain  yang turut bisa mampu mendukung secara materil dan moril serta Diharapkan nantinya adalah bahwa dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat bermanfaat dan bisa berkelanjutan jika cukup berhasil akan hasilnya  untuk diharapkan dari para peserta didik yakni anak jalan usia sekolah terdapat perubahan sifat watak karakter dan nilai baik pengetahuan keterampilan dan perubahan sikap karakter yang dilihat dari adanya prestasi kecakapan keahlian yang bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak dengan nyata sehingga tujuan dari Wajib Belajar Cukup berperan serta, segi adanya Bimbingan Konseling Belajar untuk Anak Jalanan Usia Sekolah adalah hal yang paling cukup efektif dan efisien dilakukan dengan prosedur dan proses yang benar sesuai kondisi dan komunikatif serta kemampuan ilmu pendidikan yang dimilki oleh Konselor dalam memberikan layanan Bimbingan Konseling tersebut. Serta kesadaran motivasi serta dukungan dari peserta didik anak jalanan usia sekolah tersebut orangtua/wali keluarga pihak pemerintah steakholder  dapat berhasil mensolusikan tingkat pengangguran kriminalitas dan buta huruf atau berkelanjutan pendidikan hingga pada Wajib Belajar Nasional dapat cukup terpenuhi.

Novita Wulan Sari; Margiyati; Tria Friska; Yusuf Ariadi; Tantri Suryani +3 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap suatu penyakit menular maupun tidak memular. Salah satu penyakit yang rentan muncul pada usia lansia adalah osteoporosis. Masyarakat atau populasi osteoporosis yang rentan terhadap fraktur adalah populasi lanjut usia yang terdapat pada kelompok di atas usia 85 tahun, terutama terdapat pada kelompok lansia tanpa suatu tindakan pencegahan terhadap osteoporosis. Proses terjadinya osteoporosis sudah di mulai sejak usia 40 tahun dan pada wanita proses ini akan semakin cepat pada masa menopause. Sekitar 80% penderita penyakit osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami penghentian siklus menstruasi. Hilangnya hormon estrogen setelah  menopause  meningkatkan  risiko  terkena  osteoporosis.  Penyakit osteoporosis yang kerap disebut penyakit keropos tulang ini ternyata menyerang wanita  sejak  masih  muda.  Tidak  dapat  dipungkiri  penyakit  osteoporosis  pada wanita ini dipengaruhi  oleh hormon estrogen.  Peran perawat dalam menangani masalah osteoporosis adalah dengan aktivitas fisik yaitu senam osteoporosis.    

Permana, Nanda; Pujani, Vera

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

This study aims to apply Lean Manufacturing to Reduce Waste in the Production Process (Pole Posh) of Guardrail Products. The object of research is the result of the production of posh pole PT. XXX. The approach used in this research is descriptive qualitative approach. Descriptive qualitative research is meant about understanding phenomena that occur in the object of research. The snowball sampling method which is a sampling technique based on interviews or correspondence by asking for information from the first sample to get the next sample until research needs are met, in this study the snowball sampling method is used to select the correspondence at PT. XXX to find out the type of waste that occurs during production process in order to conduct further analysis in this study. Data collection techniques with primary data and secondary data, while data collection techniques with secondary data, observation and interviews. Data analysis technique used Value Stream Mapping

Dewi, Septiana Novita; Haryanto, Aris Tri; Wariati, Ambar

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini merupakan pengabdian lanjutan dari proses pengabdian sebelumnyam bahwa di Kelurahan Desa Gebang memiliki potensi untuk ditingkatkan UMKM makanan ringan.  Dengan adanya peningkatan UMKM di Kelurahan Gebang, akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungannya. Akan tetapi dalam pemasaran produk UMKM masyarakat di Kelurahan Gebang belum diimbangi dengan adanya pemanfaatan alat tekhnologi, sehingga proses pemasaran belum optimal. Hal ini disebabkan karena rata-rata pelaku UMKM memiliki usia yang tidak muda lagi, sehingga perlu pendampingan yang lebih ekstra. Pada saat era milineal ini, semua disajikan secara praktis dan efisien yaitu dengan memanfaatkan tekhnologi informasi. Seperti pemasaran melalui akun facebook, Instagram, website, twitter dan lain-lain. Hal ini bertujuan bahwa dengan menggunakan tekhnologi informasi, semua informasi produk dapat tersampaikan secara luas, baik tingkat nasional maupun internasional. Permasalahan yang utama ketika UMKM tidak memanfaatkan tekhnologi informasi dengan baik adalah mereka hanya bisa menjual produknya secara lokal dan jenis-jenis produk yang dijual tidak tersampaikan secara luas. Dalam mensiatasi kompetensi bisnis di era digital diharapkan seluruh UMKM memahami dan menggunakan digital marketing dengan baik, agar mereka mampu bersaing dengan baik hingga mencapai keunggulan k;ompetitif lebih maksimal. Materi yang diberikan kepada UMKM di Kelurahan Desa Gebang adalah tujuh konsep pemasran ampuh dengan metode digital, diantaranya adalah Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), Pembuatan Konten, Mobile Marketing, Email Marketing, Affiliate Marketing, Pemasaran Media SosialUMKM, Digital Marketing, Kelurahan Gebang

Henry Yuliamir; Renny Aprilliyani

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Ekowisata adalah salah satu industri wisata yang makin berkembang. Salah satu kendala dalam manajemen ekowisata adalah bagaimana mencari keuntungan disamping tetap menjaga keaslian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat lokal. Salah satu keunikan ekowisata adalah bagaimana memberikan pengalaman unik berinteraksi langung dengan satwa Kera asli Indonesia. Penelitian ini menganalisa pengelolaan dan tantangan yang ditemukan di Goa Kreo, Desa Kandri, Gunungpati Semarang sebagai salah satu ekowisata yang mengandalkan keberlanjutan komunitas Kera jinak penunggu goa. Metode Penelitian ini Menggunakan Metode Kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan pengelola Goa Kreo, petugas kebersihan, dan pengunjung. Data dikumpulkan melalui proses in-depth interview. Hasil temuan di lapangan adalah masih terbatasnya anggaran pakan kera dari pengelola Goa Kreo dan lemahnya pengawasan seperti bebasnya pengunjung yang memberi sembarang makananan dan minuman pada Kera yang menjadi nilai negatif dalam keberlanjutan komunitas Kera. Diharapkan dengan menerapkan strategi ekowisata yang benar, pengelola bisa memanfaatkan peluang yang ada seperti menjual produk pakan khusus kera pada pengunjung, sehingga kesehatan kera bisa lebih terjaga. Perlu dibuat event-event wisata unik untuk lebih menarik pengunjung.

Fadlian Lontoh; Andre Sengkey; Mattew Amurizisiwa LDK Duha; Ribka Finka Rini

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2020 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Kompetensi guru sangat berpengaruh dan memberikan kontribusi dalam peningkatan hasil belajar. Penelitian ini menyatakan kepada setiap guru pendidikan agama Kristen, tentang kompetensi guru PAK dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Dalam penelitian ini di sebabkan banyaknya guru pendidikan agama Kristen tidak menguasai semua kompetensi sebagai guru pendidik, sehingga proses pembelajaran sulit untuk berjalan dengan sempurna dan hal ini sangat berpengaruh bagi prestasi belajar siswa sebagai hasil pembelajaran. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan pertama, apa yang melatarbelakangi guru PAK tidak menguasai semua kompetensi dalam mengajar dan dampaknya bagi prestasi belajar siswa. Kedua, bagaimana kajian teori tentang kompetensi guru PAK dan prestasi belajar siswa. Ketiga, bagaimana kompetensi guru PAK dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Ketiga apa yang menjadi implementasinya bagi pendidikan agama Kristen.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif murni literature pustaka, dengan mencari pengertian yang mendalam tentang, suatu gejala, fakta, realita, masalah, serta peristiwa yang dapat dipahami dan senantiasa memperhatikan kesesuaian antara teknik yang digunakan dengan alur pemikiran umum serta gagasan teoritis dengan melakukan kajian pustaka atau menggunakan pendekatan pustaka (library research).Adapun hasil penelitian ini adalah guru PAK mampu menguasai kelima kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik karena kompetensi guru PAK sangat mempengaruhi peningkatan prestasi belajar siswa, sebab guru mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar dalam membimbing, mendidik, mengarahkan peserta didik baik dalam bidang intelektual maupun dan bidang spiritual siswa. Guru PAK memahami panggilannya sebagai Pembina Rohani bagi siswa dan penunjang prestasi belajar.

Saul M. Lanmai; Gianto Gianto; Simai Simai

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2020 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Penelitian ini dapat tersusun dengan baik karena peneliti melakukan penelitian, dengan menggunakan  metode penelitian observasi, wawancara, dan dokumentasi di lapangan tentang realita yang terjadi di kalangan para peserta didik dan guru. Penelitian ini membahas tentang: Strategi Pengembangan Kedisiplinan Dalam   Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Sekolah Dasar Swasta Bina Setia Semaro Kecamatan Kuala Behe Kabupaten Landak. Strategi pengembangan kedisiplinan sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran terhadap peserta didik. Strategi yang mesti dimiliki oleh para guru mata pelajaran umum dan guru PAK antara lain ceramah atau seminar, Tanya jawab, diskusi, dan lain-lain yang dibutuhkan agar para peserta didik merasa diperhatikan dan dipantau secara berkesinambungan dalam proses pembelajaran di kelas.

Mulyanto, Bernaulli Putri; Wulandari, Yustina Wuri; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

      Brownies merupakan cake coklat yang terbuat dari tepung terigu, lemak, telur, gula pasir dan coklat. Metode pemasakan brownies ada dua yaitu pemanggangan dan pengukusan. Penelitian ini menggunakan tepung jewawut dan tepung maizena agar dihasilkan brownies kukus bebas gluten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi tepung yang memiliki kadar protein tertinggi pada brownies dan untuk mengetahui lama pengukusan yang optimal sehingga menghasilkan brownies kukus tepung jewawut dan tepung jagung yang paling disukai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktorial yaitu faktor pertama ratio tepung jewawut dan tepung jagung (50:50, 40:60 dan 30:70), sedangkan faktor kedua lama pengukusan (30 menit, 40 menit dan 50 menit). Hasil penelitian menunjukkan Brownies kukus tepung jewawut dan tepung jagung dengan ratio 50:50 dan lama pengukusan 50 menit merupakan ratio yang terbaik karena memiliki kadar protein paling tinggi yaitu 5.828%.  Pada perlakuan ini menghasilkan 19.967% kadar air, 1.585% kadar abu, 1.786% gula total, serta uji organoleptik terhadap warna 3.590 (coklat gelap), tekstur 3.340 (lembut), flavor jewawut 2.855 (sedikit terasa) dan kesukaan keseluruhan 3.285 (disukai). Kata kunci : Brownies, tepung jewawut, tepung jagung, kadar protein.  ABSTRACT      Brownies is chocolate cakes made from flour, fat, eggs, sugar and chocolate. There are two methods of cooking brownies namely roasting and steaming. This study uses millet flour and maizena flour to produced gluten free steamed brownies. This study aims to determine the best of flour formulated which has highest protein content in steamed brownies and to knew the optimal steaming time that produced the most favored  of  steamed brownies millet flour and  corn flour. This study used a completely randomized design (CRD) with two factorials, the first factor is ratio of millet flour and corn flour (50:50, 40:60 and 30:70), while the second factor was the duration of steaming process (30, 40 and 50 minutes). The result of the study showed steamed flour of millet flour and corn flour with ratio of 50:50 and with steamed process duration 50 minutes is the best ratio because it had the highest protein content of 5.828%.  In this treatment yielded 19.97% moisture content, 1.585% ash content, 1.786% total sugar and organoleptic test is 3.590 (dark chocolate) colors, 3.340 (soft) texture, 2.855 (slightly felt) millet flavors and 3.285 (preferred) overall preferences. Keywords :  Brownies, millet flour, corn flour, protein content

Nur Hasanah, Anggi Aswinda; Mustofa, Akhmad; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Es krim adalah produk pangan beku yang dibuat dengan kombinasi proses pembekuan dan agitasi dengan bahan-bahan yang terdiri dari susu, pemanis, pengemulsi, penstabil dan flavor. Penambahan buah bit dan berbagai jenis gula dapat meningkatkan nilai gizi es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang tertinggi pada produk dan mengetahui karakteristik kimia, fisika, dan sensori es krim buah bit. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan dua faktor. Faktor pertama adalah bubur buah bit (20%, 30%, dan 40%) dan faktor kedua yaitu jenis gula (gula pasir, gula stevia, dan madu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  perlakuan es krim yang terbaik diperoleh berdasarkan aktivitas antioksidan tertinggi es krim yaitu pada perlakuan bubur buah bit 40% dan jenis gula berupa madu. Pada perlakuan tersebut memiliki karakteristik: aktivitas antioksidan 32,474% kadar protein 2,139%; kadar lemak 0,145%; kadar gula total 7,064%; overrun 14,172%; kecepatan meleleh 36,660 menit; warna  2,958 (ungu); rasa manis 2,500 (sedikit manis); tekstur lembut 3,216 (lembut); flavor buah bit 3,342 (semakin nyata); dan kesukaan keseluruhan 2,705 (sedikit suka). Kata kunci: Es krim, buah bit, jenis gula ABSTRACTIce cream is a product of frozen food that made with a combination of the process of freezing and agitation with ingredients consisting of milk, sweetener, emulsion, stabilizer, and flavor. The addition of beet fruit and the kind of sugar can improve the nutrition value of ice cream. The purpose of this research were to determine the highest antioxidant activity in a product and to determine the characteristic of physicochemical and sensoric characteristic of beet ice cream. This research used the method of Completely Randomized  Design (CRD) with two factors. The first factor was porridge of beet fruit (20%, 30%, and 40%) and the second factor was the type of sugar (cane, stevia, and honey). The result of this research indicates that the best treatment of ice cream based on the highest antioxidant activity was on the treatment of porridge beet fruit 40% and the type of sugar is honey. These treatment has a characteristic antioxidant activity 32,474%; protein 2,139%; fat 0,145%; the total of sugar 7,064%; overrun 14,172%; the velocity of melting 36,660 minutes; color 2,958 (purple); sweet taste 2,500 (a little sweet); soft texture 3,216 (soft), flavour of beet fruit 3,342 (more real); and the total of predilection 2,705(a little like).Keywords: Ice cream, beet fruit, type of sugar

Ahmad Musyafa

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini dilakukan pada di Desa Kebumen Kecamatan Banyubiru .yang bertujuan Untuk mengetahui pengelolaan keuangan desa di Desa Kebumen Kecamatan Banyubiru dan kesesuaian perencanaan pengelolaan keuangan desa di Desa Kebumen dengan perencanaan pengelolaan keuangan desa menurut Permendagri No. 113 Tahun 2014. Data penelitian diperoleh menggunakan metode penelitian hukum yang bersifat Normatif Empiris dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Kepustakaan dan Penelitian Lapangan yang terdiri dari Pengamatan, Wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengelolaan Keuangan Desa di Desa Kebumen belum memenuhi pelaksanaan pengelolaan keuangan desa dan belum mencapai tujuan dari    pada    pengelolaan    keuangan    itu    sendiri    dalam    proses    pelaksanaan pemerintahan desa. pada tahap Perencanaan, APBDesa yang disusun tidak menggambarkan kebutuhan desa. Pada Tahap Pelaksanaan, proses pelaksanaan kegiatan pembangunan desa rawan manipulasi, pada Tahap Penatausahaan, penyusunan laporan    pertanggungjawaban bendahara desa kurang transparan, pada  tahap  pelaporan,  laporan  keuangan  dana  desa belum   mengikuti standar akutansi keuangan, dan pada tahap Pertanggung jawaban, pertanggung jawaban APBD Desa kepada masyarakat tidak dilakukan.

A, Dahniar

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2020 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses peningkatan pembelajaran memahami materi rangkaian listrik melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas IX SMP Negeri 14 Takengon. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 14 Takengon tahun pelajaran 2018/2019. Setiap siklus dilakukan melalui empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.  Data penelitian diperoleh dalam bentuk data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi dan catatan lapangan. Selanjutnya, data kuantitatif diperoleh melalui tes unjuk kerja dan angket respon siswa terhadap pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran memahami rangkaian listrik dapat meningkat.

Oktaviani, Eling Diar

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2020 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Fenomena mengenai permasalahan yang berhubungan dengan siswa berkebutuhan khusus atau siswa yang membutuhkan pengajaran dalam menuntut ilmu secara lebih mendalam. Siswa tersebut nantinya akan mengikuti sistem pembelajaran reguler terutama di Sekolah Dasar yang menuntut untuk menyelenggarakan pembelajaran secara inklusi yang menyatukan proses belajar mengajar antara siswa reguler (siswa yang normal) dengan siswa berkebutuhan khusus. Maka dari itu kompetensi Guru di Sekolah akan dituntut lebih mendalam dalam mengajar siswa yang berkebutuhan khusus. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research), sedangkan pengumpulan data dengan menelaah dan mengeksplorasi beberapa Jurnal, buku, serta beberapa artikel dimana sumber data atau informasi lainnya relevan (terkait) dengan kajian yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis peranan Guru dalam Pendidikan inklusif kepada siswa yang berkebutuhan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah melakukan pembelajaran adaptif bagi anak  yang kesulitan belajar dengan  menyesuaikan kondisi  peserta  didik itu sendiri, penyesuaian  tersebut  berkaitan  dengan  metode  strategi,  materi,  alat/media pembelajaran, dan lingkungan belajar.

Sri Yuwanti

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Tulisan ini adalah hasil penelitian tentang perkembangan bentuk dan fungsi rumah rakyat guna menemukan makna rumah bagi penghuninya di masa kecepatan perkembangann informasi, komunikasi, teknologi, dan pengaruhnya pada bentuk dan fungsi atau manfaat runah sebagai tempat hidup. Pembahasaannya secara kualitatif dengan memanfaatkan studi dan konsep kebudayaan,dalam hal ini kulturalism, yang menunjukkan segi keseharian dari suatu kultur. Selain itu penelitian ini juga berusaha mempelajari realita budaya rakyat yang berkembang, untuk menunjukkan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat dalam upaya melestarikan nilai tradisional bangunan rumah tinggal,dan menemukan makna kearifan lokal yang dapat ditarik dari proses pembangunan perumahan rakyat di masa kini, yang dapat dimanfaatkan untuk merumuskan kebijakan bidang perumahan di masa datang. Pengambilan samplenya secara purposif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pemilik rumah yang diteliti,   dan pendekatan penelitian kualitatif dengan studi kasus. Hasilnya adalah: tumbuhnya bentuk baru dan munculnya gaya-gaya hibrida yang lebih mendominasi perkembangan arsitektur rumah rakyat masa kini di perkotaan, fungsi ruang yang tidak biasa, dan perubahan nilai makna  tradisi rumah dari perlindungan menjadi wadah kegiatan, dari simbol capaian hidup dan martabat kehormatan keluarga menjadi simbol  kepemilikan aset dan fungsi penyimpanan.

Harsoyo Harsoyo; Christine Diah Wahyuningsih

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Perpustakaan bukan hanya sebuah institusi penyedia layanan untuk membaca, namun sebuah proses belajar bagi masyarakat untuk membangun peradapan sebuah bangsa. Perpustakaan merupakan elemen penting bukan hanya dalam dunia pendidikan namun secara luas menjadi jantung bagi pengembangan karakter dan kecerdasan bangsa. Kehadiran perpustakaan masih belum mampu mendorong minat membaca masyarakat. Anggapan bahwa perpustakaan hanya tempat menyediakan buku, bukan tempat belajar, menjadikan perpustakaan kurang diminati. Kebijakan penyelenggaraan  perpustakaan sudah ada, bahkan mewajibkan kepada seluruh pemerintah daerah menyediakan layanan tersebut. Implementasi atas penyelenggaraan perpustakaan inilah yang harus terus diperjuangkan agar makin mendekati tujuan yaitu peningkatan kecerdasan masayrakat. Penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan bagaimana imlementasi kebijakan penyelengagraan perpustakaan di Kabupaten Rembang. Tujuannya untuk mengekplorasi sejauhmana perpustakaan mampu mendorong masyarakat untuk gemar membaca.

Rini Werdiningsih

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Lembaga Pendidikan sebagai sarana yang mampu mengasah dan mengarahkan potensi anak sebagai bekal kehidupan di masyarakat kelak. Persepsi yang terbangun selama ini adalah bahwa tanggungjawab proses pendidikan masih dibebankan pada institusi pendidikan saja. Keterlibatan masyarakat dalam perwujudan dan penyelenggaraan pendidikan seringkali diabaikan. Padahal, dalam hal penyelenggaraan pendidikan, masyarakat memiliki hak dan tanggungjawab untuk menyelenggarakan pendidikan berbasis masyarakat ( Community based education) berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh dan untuk masyarakat Fokus penelitian ini adalah mengkaji Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan, kelompok, keluarga dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan. Masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber, pelaksana, dan pengguna hasil pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang mengacu pada fenomenologis. Penentuan subyek penelitian dipilih berdasarkan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: partisipasi masyarakat dalam peningkatan mutu antara lain partisipasi bentuk sukarela, pengambilan keputusan, pemikiran dan pembiayaan

Mariyani, Anna

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pada saat pembelajaran tematik PKn dalam konsep bangga sebagai anak Indonesia banyak sekali siswa kelas III SD Muhammadiyah Blora yang mendapatkan nilai yang kurang optimal. Dari hasil observasi, guru menggunakan metode pembelajaran yang kurang variatif sehingga kurang menunjang keaktifan siswa dan kurang fokus terhadap materi pelajaran. Oleh sebab itu, untuk memperbaiki proses pembelajaran, dengan menggunakan model problem based learning diharapkan membantu siswa dalam memperbaiki dan meningkatkan hasil belajarnya. Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi langkah-langkah dan meningkatkan hasil belajar siswa melalui model problem based learning dalam pembelajaran tematik PKn. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di SD Muhammadiyah Blora dengan jumlah siswa 35. Hasil penelitian ini banyak mengalami peningkatan pada aktivitas dan hasil belajar.dari hasil obeservasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu 57%, dengan kategori cukup dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 84%, dengan kategori Amat baik. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pra siklus 36, siklus I 75,2, dan siklus II meningkat menjadi 92, Sehingga dari hasil yang dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran problem based learning pada pembelajaran tematik PKn pada konsep bangga telah berhasil dengan meningkatnya hasil belajar siswa. Rekomendasi kepada guru sebagai acuan untuk menyusun RPP dalam meningkatkan kemampuan profesional dalam mengajarkan materi PKn bagi siswa di kelasnya, serta memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam menerapkan model pembelajaran problem based learning.Kata Kunci: Pembelajaran problem based learning, Penelitian Tindakan Kelas, PKNABSTRACTAt the time of thematic civic learning in the concept of being proud as Indonesian children, there were many grade III students at SD Muhammadiyah Blora who received suboptimal grades. From the observations, the teacher uses learning methods that are less varied so that they do not support student activity and are less focused on subject matter. Therefore, to improve the learning process, using a problem based learning model is expected to help students improve and improve their learning outcomes. The specific purpose of this research is to identify the steps and improve student learning outcomes through the problem based learning model in the thematic learning of Civics. This type of research used was Classroom Action Research conducted at SD Muhammadiyah Blora with a total of 35 students. The results of this study experienced an increase in activity and learning outcomes. From the results of observation of student activity in the first cycle that was 57%, with enough categories and had increased in the second cycle to 84%, with a very good category. While the average value of student learning outcomes in pre-cycle 36, cycle I 75.2, and cycle II increased to 92, so that from the results it can be concluded that learning using the problem-based learning model of learning in the Civics thematic learning on the concept of pride has been successful with increasing student learning outcomes. Recommendations to teachers as a reference for developing lesson plans in improving professional abilities in teaching Civics material to students in their classrooms, as well as broadening teachers' insights and knowledge in applying problem based learning learning models.Â

Lestari, Nanik; Mayasari, Mega; Santiputri, Metta; Brajawidagda, Uuf

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Polibatam press bergerak dalam bidang usaha penerbitan buku ajar dan modul praktikum yang merupakan hasil karya dari civitas akademik Politeknik Negeri Batam. Sejak berdirinya Polibatam Press belum memiliki prosedur yang baku mengenai penerbitan buku ajar dan modul praktikum. Pembahasan mengenai prosedur ini untuk mengetahui bagaimana proses implementasi penerbitan buku ajar dan modul praktikum di Polibatam Press. Metode yang digunakan berupa analisis diskriptif, penulis mengumpulkan data yang diperoleh dari perusahaan berupa dokumen dan keterangan yang diberikan perusahaan mengenai prosedur penerbitan buku ajar dan modul praktikum, selanjutnya penulis akan menguraikan secara rinci proses penerbitan buku ajar dan modul praktikum. Hasil analisis menyimpulkan bahwa prosedur penerbitan buku ajar dan modul praktikum di Polibatam Press terdiri dari kegiatan yaitu sales order dari penulis, administrasi (Down Payment/DP), penyerahan naskah, design sampul atau re-layout, proofreading penulis, proses revisi setelah proofreading dari penulis (bila ada yg di revisi), proses proofreading akhir penulis (apabila sudah bebas koreksi, lanjut ke-), pengajuan ISBN, pendaftaran Perpusnas RI, proses cetak dummy buku dan proses cetak massal, serta penyelesaian administrasi.