Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 121-140 of 806

Analytics

Erika Apriliani

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Hipertensi merupakan salah satu kondisi medis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal . Manajemen perawatan diri (self-care management) menjadi faktor penting dalam mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi . Self-care management mencakup regulasi diri, kepatuhan terhadap pengobatan, pemantauan tekanan darah, serta interaksi dengan tenaga medis . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan metode cross-sectional . Sampel penelitian berjumlah 159 pasien hipertensi yang berobat di RS Islam Sultan Agung Semarang. Dari analisis univariat, mayoritas responden berada dalam rentang usia 45-59 tahun, berpendidikan terakhir SD, bekerja sebagai wiraswasta, serta memiliki tekanan darah tinggi selama rata-rata 3 tahun. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara self-care management dan tekanan darah sistolik (p = 0,035) serta tekanan darah diastolik (p = 0,041) . Kesimpulannya terdapat hubungan antara self-care management dengan tekanan darah pada pasien hipertensi . Dengan meningkatkan self-care management, pasien dapat mengelola tekanan darah secara lebih efektif.

Setiawati, Estriana Murni; Kirana, Lakshita Nindya

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Prevelensi penderita DM sebanyak 10.3 juta jiwa dari 90% total tersebut merupakan diabates tipe 2. Kadar glukosa tidak terkendali memicu komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Kunci keberhasilan pengendalian diabates melitus adalah self-management, agar mencapai perilaku self -management yang baik dukungan keluarga sangat berperan penting pada manajemen penatalaksanaan DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga dengan self-management pada Pasien Diabetes melitus Tipe 2 di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 93 penderita DM tipe 2. Analisis data menggunakan uji statistik Kendal Tau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga dengan kategori sedang yaitu 57 orang (61.3%). Self mnagement dengan  kategori sedang sebanyak 62 orang (66.7%). Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan self-management p= 0,000 (nilai p<0,05). Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan self-management pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan manajemen mandiri diabetes melitus. Oleh karena itu, melibatkan keluarga dalam setiap aspek penatalaksanaan dan perawatan diabetes melitus sangat penting untuk meningkatkan hasil pengobatan dan memastikan kepatuhan jangka panjang terhadap rencana terapi.

Sari, Anggi Novita; Sulartopo, Sulartopo; Kholifah, Siti

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2025 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Perkembangan media sosial telah mengubah strategi pemasaran digital secara signifikan, dengan TikTok Shop menjadi salah satu kanal e-commerce yang berkembang pesat untuk memperkuat keterlibatan merek dan loyalitas konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi pemasaran online, konten marketing, dan brand engagement terhadap loyalitas merek pada platform TikTok Shop dengan studi kasus merek lokal Shiyu Shopeu. Pendekatan penelitian bersifat kuantitatif dengan desain survei potong lintang terhadap 120 responden yang dipilih secara purposive, mencakup konsumen aktif yang telah melakukan pembelian melalui TikTok Shop. Data primer diperoleh melalui kuesioner skala Likert lima poin, sedangkan analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas merek (nilai F-hitung = 103,26; Sig. < 0,001), dengan brand engagement sebagai variabel dominan (t-hitung = 5,922; Sig. < 0,001), sementara nilai R² = 0,692 mengindikasikan bahwa 69,2% variasi loyalitas merek dapat dijelaskan oleh model. Temuan ini menegaskan pentingnya interaksi emosional dan keterlibatan aktif konsumen dalam membangun komitmen merek di lingkungan digital yang dinamis. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya literatur pemasaran digital, serta memberikan rekomendasi strategis bagi pelaku usaha untuk mengoptimalkan komunikasi daring dan konten kreatif guna meningkatkan loyalitas pelanggan secara berkelanjutan.

Fajrie, Mahfudlah; Permatasari, Citra; Zahro, Nafissatus; Artalopa, Ryan; Fibrian Noor, Isnan +11 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran krusial dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi kendala dalam aspek pemasaran dan branding produk. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan, adalah minimnya inovasi dalam desain kemasan serta kurangnya pemanfaatan strategi pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik produk UMKM, khususnya Kerupuk Lala 73, dengan mengembangkan desain kemasan yang lebih menarik serta menerapkan strategi digital marketing. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup observasi, pendampingan, pelatihan, dan evaluasi terhadap pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaruan pada desain label dan kemasan mampu meningkatkan daya tarik produk, sedangkan pemanfaatan platform digital seperti TikTok, Facebook, dan marketplace lainnya berhasil memperluas jangkauan pasar. Dengan strategi pemasaran digital yang tepat, produk UMKM berpotensi lebih dikenal luas dan memiliki peluang yang lebih besar dalam meningkatkan penjualan.

Titik Lutfiana; Ratna Ratna; Akbar Amin Abdullah

Jurnal Kesehatan dan Kedokteran 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

On May 20, 2025, researchers conducted a preliminary study in the delivery room and it was found that there were 30 mothers giving birth. From the interview results, it was found that there were three mothers who were not accompanied by their husbands, but by their parents, because their husbands were working and therefore could not be present. Mothers who were not accompanied by their husbands admitted to feeling anxious and worried about bad possibilities during the delivery process. In contrast, three mothers who were accompanied by their husbands expressed feeling more enthusiastic and calm because of the direct support from their partners. This study aims to determine the relationship between husband's assistance and the level of anxiety of mothers giving birth normally in the Siti Hajar Room of RSI Sultan Hadlirin Jepara. The type of research is quantitative with a correlational design. The study population included all mothers giving birth normally in the Siti Hajar Room in July 2025 with a total of 30 respondents. The sampling technique used was total sampling, while the research instrument was a HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis used the Chi-Square test. The results showed that the majority of mothers gave birth accompanied by their husbands (70%), and most experienced mild anxiety (46.7%). The statistical test yielded an Asymp Sig value of 0.007 <0.05. Thus, it was concluded that there was a significant relationship between husband's support and maternal anxiety levels during childbirth..   Keywords: anxiety, childbirth, husband's suppor   Abstrak. Pada tanggal 20 Mei 2025, peneliti melakukan studi pendahuluan di ruang bersalin dan diketahui terdapat 30 ibu bersalin. Dari hasil wawancara diperoleh bahwa terdapat tiga ibu yang tidak didampingi oleh suami, melainkan oleh orang tua, karena suami bekerja sehingga belum bisa hadir. Ibu yang tidak didampingi suami mengaku merasa cemas dan khawatir akan kemungkinan buruk saat proses persalinan. Sebaliknya, tiga ibu yang didampingi suami menyampaikan perasaan lebih semangat dan tenang karena adanya dukungan langsung dari pasangan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendampingan suami dengan tingkat kecemasan ibu bersalin normal di Ruang Siti Hajar RSI Sultan Hadlirin Jepara. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain correlational. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu bersalin normal di Ruang Siti Hajar pada bulan Juli 2025 dengan jumlah 30 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, sedangkan instrumen penelitian berupa kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu bersalin didampingi suami (70%), dan sebagian besar mengalami kecemasan ringan (46,7%). Uji statistik menghasilkan nilai Asymp Sig = 0,007 < 0,05. Dengan demikian, disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara pendampingan suami dengan tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan. Kata kunci:kecemasan,persalinan,pendampingan suami

Andrian Hanturri; Bail Ihsan; Dina Aulia; Era Dania; Jibril Pratama Artha Sandi +4 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2025 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

The community service activity through KKN 15 UMRAH in Tanjung Uban Selatan Village, Bintan Regency, aims to emphasize the product identity of the KUBE Sejahtera MSME through packaging label design. This MSME previously experienced marketing problems due to simple, unattractive product labels that did not meet BPOM standards, making it difficult for consumers to recognize and compete in the formal market. KUBE Sejahtera consists of ten members offering various types of food products such as banana chips, potato chips, onion cuttings, cookies, and peyek. A participatory approach was implemented so that KUBE members not only received results but also actively participated starting from identifying problems, discussing needs, to designing labels using a simple application. The results of the activity showed an increase in members' understanding of the importance of labels as a marketing strategy, as well as the birth of new label designs that are more attractive, professional, and in accordance with regulations. Various products successfully developed new visual identities with more prominent names and appearances, such as Ketas Potato Chips, MaYure Sejahtera Onion Cuttings, Kerpi'la, and Suka-Suka Peyek. This change has had a positive impact, marked by increased member confidence in selling products and broader opportunities to expand market reach. Overall, this program demonstrates that simple interventions through label design can increase the competitiveness of local products and serve as an effective strategy for empowering MSMEs. It is hoped that this success can be emulated by other business groups to support sustainable community economic growth.

Agus Wibowo; Rahmad Purwanto W; Galuh Juniarto

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Permasalahan sampah di Kota Semarang semakin mendesak dengan produksi harian mencapai 1.200 ton. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Bank Sampah Maju Lestari dalam pengelolaan sampah anorganik melalui pelatihan daur ulang, pengembangan desain produk, manajemen usaha, pemasaran digital, dan penggunaan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kualitas produk, efisiensi pengelolaan sampah, partisipasi aktif masyarakat, pembentukan local leader, dan kesadaran baru terhadap pengelolaan sampah sebagai sumber ekonomi. Program ini berhasil memperkuat struktur organisasi, mengembangkan unit usaha berkelanjutan, serta mendorong transformasi sosial, ekonomi, dan lingkungan di Kampung Lestari.

Fikri Haikal; Mutamassikin Mutamassikin; Albert Triadi

Global Leadership Organizational Research in Management 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

As a team under the auspices of the BKKBN service, it has an important role in managing data such as birth data, deaths, stunted toddler data and others. However, at the end of the agency, namely cadres, they still do manual data collection, with manual recording in books. An information system is needed so that cadres are able to assist in inputting data processing data so that the data reporting process becomes faster, more efficient, smoother and will also have an impact on improving work operations. The design uses an entity relationship diagram to be able to clarify the purpose of the design made. The results of the system display are also in accordance with the design of the system display, have a logo from BKBBN because the Family Assistance Team is under the auspices of BKKBN. When the dashboard display is given a welcome greeting, to the login page. Researchers also try to apply all data structure designs, starting from the design of the profile data structure, the password change data structure, the toddler data structure, the pregnant woman data structure, the catin data structure, and the report data structure. The author produces a feasible system design that is very much in accordance with user needs, using Figma software. The design of the Family Assistance Team data recording information system in Kenali Asam Village, Kota Baru District, Jambi is feasible because it is in accordance with the needs

Wulandari, Septi; Rizka Syahira Ramadhani; Nadia Salsa Bila; Fiza Istanti Nur Rosida; Dimas Syahputra Aidil Laqod

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Desa Rendeng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu desa yang memiliki potensi culture site gerabah. Kerajinan ini telah ada sejak tahun 1930an, produk awal yang dihasilkan berupa bentuk boneka pengantin. Tantangan yang dihadapi pengrajin gerabah meliputi tantangan internal dan tantangan eksternal. Pengabdian masyarakat dilakukan menggunakan metode kualitatif pendekatan partisipatif perajin gerabah yang terlibat dalam merencanakan kegiatan berdasarkan wawancara untuk menelaah permasalahan, FGD (Focus Group Discusson), serta mengimplementasi sebagai solusi untuk mengatasi masalah. Tujuan pengabdian ini memberikan pendampingan kepada pengrajin gerabah untuk meningkatkan strategi pemasaran digital, membantu pengrajin gerabah untuk membuat desain inovasi yang sesuai dengan tren pasar. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman pengrajin gerabah terkait pengelolaan platform digital sebagai sarana pemasaran. Pendampingan ini mencakup pelatihan strategi digital marketing melalui penggunaan media sosial, pengelolaan marketplace (Shopee dan Tokopedia) yang digunakan untuk menjangkau pasar secara luas.

Rika

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Depresi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering ditemukan pada lansia di Indonesia. Depresi pada lansia dapat menyebabkan dampak yang besar bagi lansia, antara lain dapat menurunkan kemampuan, kemandirian, dan penurunan fungsi tubuh lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari, menurunkan kemandirian dan kualitas hidup lansia serta kesedihan ditinggal orang yang dicintai, factor kepribadian, genetik, dan faktor bilogis penurunan neuron-neuron dan neurotransmitter. Salah satu cara untuk mengatasi depresi pada lansia adalah dengan memberikan terapi progressive muscle relaxation (PMR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi progrssive muscle relaxation (PMR) terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia di Panti Rumah Kasih Emaus Pangkalan Baru Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pre test dan post test. Penelitian ini dilakukan pada 11 lansia di Panti Rumah Kasih Emaus Pangkalan Baru Tahun 2024. Peneliti melakukan pengukuran awal depresi, setelah itu melakukan terapi Progressive muscle relaxation (PMR) selama 20-30 menit, dan dilanjutkan dengan melakukan pengukuran akhir. Data yang sudah terkumpul kemudian dilakukan analisis secara univariat dan bivariat dengan paired t-test. Hasil penelitian menunjukan nilai rata rata depresi lansia pre test adalah 7,27 setelah lansia diberikan terapi progressive muscle relaxation (PMR), nilai tingkat depresi lansia mengalami penurunan menjadi 3,36. Hasil uji paired t-test didapatkan nilai p-value= 0,001 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi progressive muscle relaxation (PMR) terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia di Panti Rumah Kasih Emaus Pangkalan Baru Tahun 2024. Diharapkan bagi panti lansia bisa menyediakan program terapi progressive muscle relaxation (PMR) secara teratur, yang dapat membantu meningkatkan mood dan kesejahteraan fisik lansia.

Citra Berlianta Situmeang, Samsinar; Friska Sembiring; Mardiati Barus

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Keluarga yang menunggu pasien di ruang ICU dapat mengalami kecemasan, hal ini disebabkan karena menunggu anggota keluarga yang sedang mengalami perawatan kritis merupakan salah satu faktor kecemasan keluarga pasien dirawat di ruang intensive. Kelcelmasan melrulpakan sulatul keladaan pikiran dimana selselorang melrasakan keltakultan yang telruls-melnelruls dan belrlelbihan selrta sullit dikelndalikan selhingga dapat belrdampak bulrulk dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk Melngidelntifikasi Gambaran Kelcelmasan Kellularga Pasieln Di Rulang Intelnsivel Carel Ulnit (ICUl) Rulmah Sakit Santa Ellisabelth Meldan Tahuln 2024. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskritif menggunakan pendekatan desain studi cross sectional. Penelitian ini menggunakan tehnik purporsive sampling dengan kriteria inklusi, didapatkan jumlah sampel 96 responden di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kusioner ZSAS (Zulng Sellf-Rating Axielty Scalel). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat kecemasan berdasarkan kategori kecemasan paling tinggi adalah kecemasan sedang sebanyak 58 responden (60.4%), kecemasan berat sebanyak 22 responden (22.9%) dan kecemasan ringan sebanyak 16 responden (16.7%). Simpulan ini adalah peran keluarga terhadap pasien menjadi berkurang karena tidak banyak terlibat dalam perawatan pasif dan tidak dapat mendampingi pasien di ruang ICU setiap saat, sehingga keluarga akan mengalami kecemasan. Kecemasan ini disebabkan karena ketakutan keluarga yang dipengaruhi oleh terpisahnya secara fisik dengan anggota keluarga, takut akan kematian, biaya  perawatan, keadaan pasien makin memburuk/ngedrop, atau kecatatan tubuh yang disebabkan banyak terpasang alat.

Tumanggor, Lili Suryani; Barus, Mardiati; Naibaho, Romiani

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Kinerja perawat merupakan kegiatan perawat dalam mengimplementasikan sebaik-baiknya suatu wewenang, tugas dan tanggung jawabnya pada rangka pencapaian tujuan tugas utama profesi untuk terwujudnya tujuan dan target unit organisasi. Berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat yaitu kepuasan kerja. Kepuasan kerja merupakan cerminan perasaan pegawai terhadap pekerjaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Hubungan Kepuasan Kerja dengan Kinerja Perawat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang berjumlah 130 responden. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 130 responden sebanyak 68 responden (53,3%) memiliki kepuasan kerja rendah dan sebanyak 62 responden (47,7%) memiliki kepuasan kerja tinggi. Sedangkan dari 130 responden sebanyak 67 responden (51,5%) memiliki kinerja sedang dan sebanyak 63 responden (48,5%) memiliki kinerja baik. Data dianalisis dengan uji Fisher Exact Test dengan nilai p Value 0,000 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan kepuasan kerja dengan kinerja perawat. Peneliti menyarankan agar rumah sakit dapat memberikan kepuasan bagi perawat sehingga dapat meningkatkan kinerja perawat.

Purwasih, Intan

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Instalasi gawat darurat merupakan unit pelayanan di rumah sakit yang menangani pasien dalam kondisi darurat, kritis, dan membutuhkan tindakan segera. Pelayanan yang berkualitas sangat penting dalam kondisi ini karena berkaitan dengan nyawa seseorang. Dalam kondisi yang menuntut pelayanan cepat dan tepat, kepuasan pasien menjadi penilaian utama terhadap keberhasilan layanan gawat darurat. Kepuasan pasien adalah respon emosional yang muncul karena terpenuhinya ekspetasi pasien terhadap pelayanan. Kepuasan pasien IGD dapat memengaruhi citra rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang bertujuan untuk mengkaji apakah terdapat hubungan antara faktor usia, tingkat pendidikan, dan fasilitas pelayanan terhadap kepuasan pasien. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 109 pasien. Analisa data menggunakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menyimpulkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah fasilitas pelayanan (p=0,018). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah usia (p=0,475) dan tingkat pendidikan (p=0,340). Saran dari penelitian ini adalah diharapkan institusi kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di IGD, terutama pada aspek kenyamanan ruang tunggu.

Dyah Hendrawati; Meizhan Hady; Pandu Dewanata; Ismail Ammar Sauqi; Dwiwangga Sang Nalendra Hadi

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Taman Wisata Opak terletak di Desa Ringinsari, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, pada tepian Sungai Opak yang merupakan pertemuan tiga sungai dengan arus tenang. Kawasan ini memiliki potensi lanskap berupa sungai, sawah, dan hutan bambu dengan panorama langsung ke Taman Wisata Ratu Boko. Masyarakat telah berinisiatif mengembangkan kawasan secara swadaya sejak 2018, namun keterbatasan perencanaan membuat pemanfaatan potensi belum optimal. Permasalahan utama adalah ketiadaan arahan pengembangan yang komprehensif dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membantu masyarakat merancang masterplan kawasan wisata melalui pendekatan co-design, sehingga masyarakat terlibat aktif sejak perencanaan hingga penyusunan rancangan akhir. Hasil pengabdian meliputi dokumen masterplan, denah kawasan, prototipe bangunan berbasis material lokal, serta media promosi berupa video. Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan desain fisik, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam merawat dan mengelola kawasan wisata berbasis potensi alam dan budaya lokal.

Nenie Sofiyawati

Pajak dan Manajemen Keuangan 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study addresses common problems in start-up businesses: lack of financial management and low presentation of financial statements due to limited human resources. With a conceptual qualitative research (CQR) approach, the research integrates accounting theory and business life cycle theory to design a process for presenting relevant financial statements for business actors who run individual operations. The main findings point to two things: first, the need for resources that understand finance is an inevitability that can be met through education, training, and induction observation; Second, the synthesis of accounting theory and business life cycle maps the conceptual area for the report presentation model that is tailored to the conditions of the beginner business. The proposed model covers the scope of management ranging from recording transactions on the cash mutation book, journaling to reveal the double impact of transactions, to grouping account balances on the ledger to produce relevant information. This process differs from the conventional accounting cycle in that it starts from the cashier function combined with the accounting function, thus reducing the need for separate specialists. The combination of cashier and accountant functions in one practical and relevant accounting flow for individual businesses, allows business owners to supervise their financial performance and position through simple but informative reports.

Theresia Widiastuti; Apika Nurani Sulistyati; Setyawan; Darwoto

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Making batik designs requires the ability to visualize ideas for motifs or decorations. This process relies on the ability to move the visual processing process which was originally still an idea into something real, which can be seen in the form of an image. The ability to visualize is important because from this process motifs, patterns and decorations can be created. This work is quite complicated, requires precision, patience and takes time. When there are many orders, the work of drawing motifs must be faster. One solution to speed up making drawings is to use computer graphics to help create innovative written batik designs in a shorter time than if done manually. Through community service activities, the application of computer graphics technology for batik design innovation at the Pandansari Plupuh Sragen Batik Business uses training methods delivered offline and online. This is because both trainers and participants take time out of their busy work schedules. The participants are employees in the design department who are able to use computers. Through one face-to-face meeting for explanation and four online meetings for practice which aims to improve participants' skills in making various kinds of motifs. The result is a new design that can be completed relatively quickly compared to if it was done manually.

Barkhia Yunas; Yuni Purnama Syafri; Mutia Alius; Dyla Midya Octavia; Wiwin Putri Zayu +3 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The Nurul Ikhlas Mosque, also known as Surau Parak Mujua, located in Pakan Akek, Jorong Kajai, Nagari Koto Baru, Solok Regency, is an important center of religious and social activities for the local community. In June 2023, the mosque suffered a major fire that destroyed the entire structure, creating an urgent need to redesign it to be more functional, ergonomic, efficient, and adaptable to local conditions. This community service project aimed to produce an architectural design that not only met structural and functional needs but also accommodated the social aspirations and cultural values of the local community. The methods used in this project included field observations to understand the community's conditions and needs, participatory discussions with local community leaders to explore aspirations and hopes, technical drawings using AutoCAD software, and structural analysis using ETABS to ensure the building's earthquake resistance. Ergonomics were a key consideration in this design, encompassing circulation flow, room dimensions, natural ventilation, and the selection of materials that were friendly and safe for the elderly, children, and people with disabilities. The output of this activity is a variety of design documents, including floor plans, elevations, building sections, floor plans, columns and beams, and 3D visualizations that can be used as a guide for phased construction. This program demonstrates the importance of collaboration between universities and the community in responding to post-disaster infrastructure needs. This knowledge-based, participatory approach is expected to produce a final design that is appropriate to real needs and the local context, and supports better and more sustainable post-disaster recovery.

I Gusti Agung Rangga Lawe

Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Social campaign posters are one of the visual communication media that has an important role in conveying public messages, shaping perceptions, and encouraging changes in social behavior in society. With visual power, posters can express messages directly, effectively, and emotionally to the audience. This study aims to examine how key visual elements—color, typography, imagery, and layout—affect the emotional response and audience engagement to social campaign messages. A qualitative approach was used by collecting data through visual observation of a number of selected social campaign posters, design analysis, and literature review from relevant literature. The results of the analysis show that each visual element has a significant contribution to the power of the message. Colors, for example, are able to evoke emotional resonance by influencing the mood of the audience, such as the color red that conveys urgency or the color green that represents expectations and the environment. Imagery or illustrations provide the power of imagination and help the audience connect the message with social reality. Proper typography improves readability, emphasizes the main message, and establishes the desired tone of communication. Meanwhile, a well-planned layout creates a visual flow that makes it easier for the audience to understand the message in order. The harmonious interplay between colors, typography, imagery, and layout has been proven to strengthen visual appeal, evoke empathy, and motivate audiences to participate in social campaigns. 

Satriansyah Akhlaqul Karima; Firman Hawari; Susy Budi Astuti

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Perkembangan anak usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan dasar kemampuan kognitif, sosial, dan emosional manusia, terutama pada usia 3-4 tahun yang dikenal sebagai masa golden age. Lingkungan belajar yang mendukung menjadi elemen penting dalam membantu anak mengembangkan potensi secara optimal. Banyak lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memanfaatkan bangunan publik sebagai tempat pembelajaran, yang sering kali juga digunakan untuk berbagai fungsi lainnya. Bangunan publik yang bersifat multifungsi ini menghadirkan tantangan, terutama dalam hal adaptasi fungsi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tanpa mengganggu fungsi lainnya. Konsep fleksibilitas ruang menjadi solusi utama dalam menghadapi tantangan tersebut, melalui desain yang adaptif dan mampu mengakomodasi beragam aktivitas secara harmonis. Pendekatan literature review penelitian ini akan menganalisis berbagai studi kasus pemanfaatan bangunan publik untuk pendidikan PAUD. Temuan menunjukkan bahwa fleksibilitas ruang tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan ruang, tetapi juga berkontribusi pada kolaborasi sosial dan pengembangan desain ruang publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kajian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan konsep ruang multifungsi untuk mendukung pendidikan dan kebutuhan masyarakat secara bersamaan.

Diky Pangestu; Raziq Hasan; Lia Rosmala Schiffer; Yonav Partana

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat kota menuntut tersedianya ruang yang mendukung aktivitas produksi, kolaborasi, dan pengembangan komunitas kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan ruang berdasarkan subsektor ekonomi kreatif dominan di Kota Bogor, dengan fokus pada Bogor Creative Center (BCC) sebagai fasilitas utama. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan pengelola, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsektor kuliner, musik, dan kriya merupakan sektor dengan komunitas terbanyak dan aktivitas yang paling aktif. Namun, fasilitas ruang yang tersedia belum sepenuhnya mendukung kebutuhan spesifik masing-masing subsektor. Seperti pada ruang workshop kuliner belum tersedia, studio musik belum memenuhi standar akustik dan peredaman suara, dan ruang kriya belum dilengkapi zona kerja yang memadai. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan desain ruang yang lebih adaptif dan partisipatif, termasuk penyediaan dapur terbuka, studio terinsulasi, serta ruang kriya semi terbuka yang mendukung kegiatan produksi dan edukasi. Penyesuaian desain ruang yang berbasis kebutuhan subsektor diharapkan dapat meningkatkan efektivitas Bogor Creative Center sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.