Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 121-140 of 141

Analytics

Firli Friyani Ahmad; Pipin Yunus; Dewi Modjo

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bencana bisa kapan saja terjadi tanpa diduga hal ini menjadikan masyarakat selalu berupaya berprilaku tanggap bencana. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan audio visual terhadap pengetahuan dan sikap siswa dalam siaga banjir. Jenis penelitian pre eksperimen design dengan one-group pretest-posttest design. Jumlah populasi 209 siswa, sampel 42 orang siswa, tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian sebelum diberikan pendidikan kesehatan mayoritas siswa berpengetahuan kurang sebanyak 36 orang dan bersikap positif sebanyak 41 orang, setelah diberikan pendidikan kesehatan mayoritas siswa berpengetahuan baik sebanyak 39 orang dan bersikap positif sebanyak 42 orang, hasil analisis uji wilcoxon untuk pengetahuan nilai ρvalue sebesar 0,000 dan uji paired sample t test untuk sikap ρvalue sebesar 0,000. Sehingga disimpulkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan audio visual terhadap pengetahuan dan sikap siswa dalam siaga banjir. Saran diharapkan kepada siswa agar tetap siaga terhadap banjir terutama pada musim penghujan hal ini untuk mengurangi dampak banjir di masyarakat baik dari segi ekonomi maupun kesehatan.  

Megawati Sumuri; Pipin Yunus; Haslinda Damansyah

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Kesiapan tanggap masyarakat dalam penanggulangan bencana memiliki peran yang cukup penting, karena akan berpengaruh pada tindakan masyarakat ketika bencana terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan tanggap bencana banjir. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian berdasarkan pada uji statistik chi square didapatkan faktor pengetahuan dengan p-value = 0,028 (p<0,05), faktor sikap dengan p-value = 0,035 (p<0,05 dan faktor pengalaman kesiaapan tanggap dengan p-value = 0,643 (p>0,05) serta berdasarkan uji analisis yang paling dominan dengan kesiapan tanggap bencana adalah faktor pengetahuan dengan nilai EXP (B) = 4,339. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan faktor pengetahuan dengan kesiapan tanggap, ada hubungan sikap dengan kesiapan tanggap, sedangkan pengalaman kesiapan tanggap tidak ada hubungan dengan kesiapan tanggap serta faktor pengetahuan yang paling dominan berhubungan dengan kesiapan tanggap. Diharapkan agar masyarakat lebih tanggap dalam menghadapi setiap kejadian bencana dan selalu aktif mengikuti kegiatan maupun pelatihan terkait bencana

Desty Endrawati Subroto; Fidziah; Cecep Warman

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2023 CV. Aksara Global Akademia

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, seperti: Gempa Bumi, Tsunami, Gunung Meletus, Banjir, Kekeringan, Angin Topan, Kebakaran dan Tanah Longsor (UU 24 Tahun 2007, b). Dalam menghadapi berbagai macam bencana yang datang silih berganti di Indonesia. Yang disebabkan oleh kondisi geografis Indonesia, khususnya wilayah Cianjur – Jawa Barat. Potensi bencana di wilayah Cianjur, Jawa Barat sangat besar dikarenakan berada di di 106 derajat 42’ sampai 107 derajat 25’ BT (Bujur Timur) dan 6 derajat 21’ hingga 7 derajat 25’ LS (Lintang Selatan), secara topografi kemiringannya 0-40%, struktur tanah yang lunak, banyak bangunan berada ditepi lereng atau lembah, kedalaman, kondisi tanah, kondisi topografi, dan kondisi struktur bangunan yang merupakan faktor penyebab bencana di wilayah tersebut. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini, adalah peningkatan produktivitas dosen dengan nilai aplikatif untuk masyarakat, khususnya terhadap korban gempa bumi di wilayah cianjur. Hasil kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, menunjukkan bagaimana perhatian dan  kepedulian PDPI untuk membantu sesama umat manusia yang terkena musibah, karena kepedulian kami ini dapat meringankan beban moril warga yang terdampak gempa.

Ayu Andira; Andis Febrian

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Pengembangan Perekonomian Masyarakat Pasca Gempa di Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan metodologi menyelidiki suatu fenomena alam dan masalah manusia. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer digunakan sebagai data utama dalam penelitian ini dengan menggunakan wawancara kepada masyarakat, Wali nagari, Camat, dan DPRD, untuk data sekunder digunakan senagai data pembantu dalam penelitian in melalui dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi perekonomian masyarakat sebelum dan pasca gempa sangat menurun diakibatkan habisnya sebagian lahan masyarakt oleh gempa disertai banjir. Strategi Pengembangan Perekonomian Masyarakat Pasca Gempa di Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman belum sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah..  Adapun hambatan dalam pengembangan perekonomian yang dilakukan pemerintah yaitu rendahnya sumber daya manusia.

Rahmawati, Ida; Fernalia, Fernalia; Sanisahhuri, Sanisahhuri; Ningsih, Dwi Putri Sulistiya; Effendi, Effendi +3 more

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar belakang: Curah hujan yang cenderung tinggi dan naiknya muka air laut akan memicu terjadinya banjir. Debit air sungai yang berlebih tidak dapat ditampung oleh laut, karena muka air laut naik (rob). Pada saat seperti ini tidak ada jalan lain bagi sungai kecuali menumpahkan debit airnya ke perkampungan di sekitar sungai dan terjadilah banjir. Kondisi seperti ini sering terjadi di Kota Bengkulu hampir setiap tahunnya. Tingkat kerawanan banjir yang ada disetiap Kecamatan Kota Bengkulu pada tahun 2020 dengan karakteristik informasi tingkat kerawanan banjir yang dibagi 3 warna yaitu merah untuk daerah dengan tingkat kerawanan sangat rawan, kuning untuk tingkat rawan dan hijau untuk tingkat aman. 3 kelurahan yaitu Kelurahan Bentering kecamatan Muara Bangkahulu, Kelurahan Sukamerindu kecamatan Sungai Serut dan Kelurahan Tanjung Agung Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu merupakan daerah kategori sangat rawan banjir. Tujuan: untuk  memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang mengalami musibah banjir di kelurahan Bentiring, Sukamerindu dan Tanjung Agung Kota Bengkulu. Metode: pemberian bantuan langsung kepada masyarakat berupa bahan makanan pokok dan pemeriksaan kesehatan yaitu tensi darah. Hasil: Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar. Hasil kegiatan yang diperoleh adalah masyarakat sangat senang dan berterimakasih dengan bantuan yang diberikan kepada mereka. Simpulan: setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Bentering, Sukamerindu dan Tanjung Agung Kota Bengkulu dapat membantu meringankan mereka dalam menghadapai bencana banjir tersebut.

Putra Pranida, Pipit Skriptianata

Jurnal Teknik Sipil 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Sungai Sente merupakan bagian dari WS Jratunseluna. Sungai Sente merupakan sungai ordo 3 dari anak Sungai Lusi ordo 2 dan sungai ini melintas di Kabupaten Grobogan. Untuk mengetahui kinerja suatu sungai perlu dilakukan penilaian terhadap kondisi fisik dan fungsi dari sebuah sistem sungai, sesuai dengan amanah dari Surat Edaran Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 05/SE/D/2016 Tanggal 9 Juni 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sungai serta Pemeliharaan Sungai. Penilaian terhadap komponen sarana Sungai Sente berdasarkan Surat Edaran Nomor 05/SE/D/2016 meliputi palung sungai, bantaran sungai, tebing sungai, dan daerah sempadan sungai. Penilaian terhadap komponen prasarana Sungai Sente berdasarkan Surat Edaran Nomor 05/SE/D/2016 meliputi tanggul sungai, revetment, krib, pelimpah banjir, pintu pengendali aliran, pompa banjir, bendung karet, retention pond, groundsill, jalan inspeksi, bangunan pos pantau H3, bangunan pendukung OP (laboratorium, bengkel, dll), prasarana peralatan (alat berat, kendaraan OP), dan peralatan informasi dan komunikasi. Nilai kinerja sarana Sungai Sente adalah sebesar 61,48 % dan nilai kinerja prasarana Sungai Sente adalah 89,46 % sehingga nilai kinerja Sungai Sente adalah sebesar 75,47% yang memerlukan jenis pemeliharaan Preventif.      

Dian Roshanti; Roudlotun Nurul Laili; Badrul Munif; Biji Bintang Habibitasari

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Abstrak. Perubahan tata guna lahan, pertambahan jumlah penduduk serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan DAS, menjadi masalah yang mengakibatkan tergannggunya kualitas air di Daerah Aliran Sungai. Masih adanya lahan pertanian yang mengakibatkan limbah pestisida pada aliran sungai, pemukiman penduduk yang kian padat, limbah industri disekitar aliran sungai juga turut menyumbang pencemaran aliran sungai di Kabupaten Banyuwangi. Dalam jangka pendek kerusakan DAS dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor atau kekeringan, sedangkan dalam jangka panjang bisa menimbulkan konflik sosial akibat masalah ketersediaan sumberdaya air. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran aktor dalam formulasi kebijakan program SEKARDADU (Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai di Banyuwangi).  Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data dengan wawancara dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini adalah adanya aktor yang terlibat dalam proses formulasi kebijakan tersebut dibagi menjadi 2 unsur yaitu Inside Goverment terdiri dari 10 instansi pemerintahan dengan peran untuk berkoordinasi dan 12 instansi pemerintahan sebagai pelaksana. Sedangkan Outside Goverment terdiri dari 9 pihak Perguruan Tinggi yang membantu dalam kegiatan formulasi kebijakan. Pembuatan kebijakan telah memberikan kesan bahwa peran elit lebih dominan sehingga partisipasi swasta dan ellite kurang terlihat.

Widiantara, I Wayan Andhika

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Ruang Terbuka Hijau mempunyai manfaat yang sangat penting bagi wilayah perkotaan. Salah satu manfaat yang dapat dirasakan yaitu melalui kenyamanan fisiknya yang tertata dengan baik, serta memiliki fungsi penunjang bagi warga kotanya. Bantaran sungai Banjir Kanal Barat Semarang merupakan salah satu potensi ruang terbuka hijau yang mampu dimaksimalkan melalui pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai sarana olahraga dan rekreasi. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana data diperoleh dengan melakukan pengamatan langsung ke lokasi. Hasil dari studi ini adalah konsep perancangan ruang tebuka hijau dengan berdasarkan teori yang tellah dikaji lalu kemudian di intrepetasikan ke dalam sebuah gagasan desain perancangan sarana olahraga dan rekreasi. Green open space has very important benefits for urban areas. One of the benefits that can be felt is through physical comfort that is well organized, and has a supporting function for the citizens of the city. The Riverbank of Banjir Kanal Barat Semarang is one of the potential green open spaces that can be maximized through the use of green open spaces as a means of sports and recreation. This research uses a qualitative method where data is obtained by making direct observations at the location. The result of this study is a concept for designing green open spaces based on theories that have been studied and then interpreted into a design idea for designing sports and recreation facilities.  

Cut Masyitah Thaib; Monica Suryani; Suharyanisa

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Bencana alam tanah longsor maupun banjir sering terjadi di Desa Garunggang Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Banjir merupakan peristiwa dimana daratan yang biasanya kering (bukan daerah rawa) menjadi tergenang oleh air, hal ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan kondisi topografii wilayah berupa daratan rendah hingga cekung. Untuk mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor dilakukan penanaman pohon matoa (Pometia pinnata) di daerah aliran sungai desa Garunggang Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat. Kegiatan ini dibuka oleh Pembawa acara, setelah itu Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Kata kata sambutan, Penandatanganan Kerjasama dan dilanjutkan dengan penanaman pohon serta foto bersama. Kegiatan sosialisasi penanaman pohon matoa (Pometia pinnata) di daerah aliran sungai desa Garunggang Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat. Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat penanaman pohon matoa (Pometia pinnata) di daerah aliran sungai desa Garunggang Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat. Maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini membawa dampak dan pengaruh yang baik terhadap pengetahuan masyarakat dalam melestarikan lingkungan alam di kawasan Hulu DAS Wampu Desa Garunggang. Marilah kita jaga lingkungan kita bersama sama, semoga dimasa yang akan datang, kegiatan ini dapat lebih bermanfaat untuk sekitarnya.  

Pascal Galih Sadana; I Wayan Andhika Widiantara; Astari Wulandari

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Taman Banjir Kanal Barat merupakan salah satu ruang terbuka publik yang dibangun pada area bantaran Sungai Banjir Kanal Barat yang dibangun pada 2009. Sebagai ruang terbuka publik aktif,  taman ini merupakan salah satu sarana edukasi dan relaksasi masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya dengan berbagai aktivitas yang berlangsung didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aktivitas pengunjung Taman Banjir Kanal barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang memanfaatkan observasi dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan,  berdasarkan jenis ruangnya, karakteristik aktivitas pada Taman Banjir Kanal Barat Semarang diklasifikasikan menjadi dua. Pertama, aktivitas pada badan air yang diklasifikasikan sebagai  necessary activity. Kedua, aktivitas pada tepi air yang diklasifikasikan sebagai optional activity dan social activity. Keberadaan fasilitas taman, elemen keras (hard scape) serta elemen lunak (soft scape) menjadi satu faktor penentu dalam menunjang aktivitas pengunjung Taman Banjir Kanal Barat.

Martha A. Patoding; Irja Tobawan Simbiak; Monita Yessy Beatrick

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Ketahanan kota (resilient city) adalah konsep yang erat kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan, yaitu konsep yang dibangun diatas tiga dimensi mitigasi, adaptasi, dan respons. Konsep tersebut sebagai bentuk kapasitas individu, masyarakat, dan sistem dari sebuah kota untuk bisa bertahan, beradaptasi, serta mengurangi dampak, dan dapat tumbuh terhadap tekanan dan guncangan besar yang dihadapi. Guncangan yang dihadapi pada Kota Jayapura yaitu bencana banjir, dimana bencana banjir sendiri merupakan siklus tahunan. Kota Jayapura merupakan ibu kota Provinsi Papua, dalam hal ini diperlukan sebuah konsep perencanaan kota yang dapat memiliki ketahanan terhadap bencana yang dihadapi. Upaya dalam menurunkan risiko terhadap bencana banjir dengan menggunakan konsep ketahanan kota (resilient city). Metode penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif, yang digunakan untuk penyimpulan pendapat mengenai aspek dan indikator yang berkaitan dalam ketahanan Kota Jayapura terhadap bencana banjir. Metode kedua yaitu analisis Delphi yang digunakan untuk menganalisis kriteria indeks ketahanan kota yang diperlukan untuk Kota Jayapura menjadi tangguh terhadap bencana banjir. Hasil yang di dapat adalah Aspek Kesehatan, Aspek Sosial Demografi, Aspek Infrastruktur, Aspek Budaya Masyarakat (kebiasaan) dan aspek strategi. Hasil dari analisis Delphi dan kualitatif juga mendapatkan konsep ketahanan kota berdasarkan pendapat partisipan (key informants). Ketahanan Kota sendiri yaitu bagaimana merencanakan aspek mitigasi dan adaptasi dengan strategi yang dibutuhkan ialah pengendalian pemanfaatan ruang dalam hal pembangunan, yang disesuaikan dengan fungsi penggunaan lahan menurut Perda No 1 Tahun 2014. Visi dan strategi kota dalam ketahanan menghadapi bencana banjir  adalah dengan menerapkan  mitigasi seperti tanggul, pintu air, sumur resapan, biopori dan mengembangkan ruang terbuka hijau. sebagai pengendalian banjir serta memperhitungkan kapasitas pasca bencana. Dengan belajar dari bencana-bencana terdahulu yang sudah pernah terjadi di Kota Jayapura dan mengatur strategi yang terstruktur, terencana dan terpadu untuk Kota Jayapura dalam menghadapi bencana banjir.  

Michael Narwastu Arunglangi; Lazarus Ramandei

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya rencana relokasi Pasar Induk Regional Youtefa lama ke Pasar Induk Regional Youtefa Baru, yang merupakan himbauan dari pemerintah Kota Jayapura. Karena pemerintah Kota Jayapura melihat bahwa Pasar Youtefa lama memiliki berbagai permasalahan, seperti terjadinya ahli fungsi lahan pada saat pembangunan Pasar Youtefa, dimana sebelumnya Pasar Youtefa merupakan hutan sagu dan daerah resapan air, adapun permasalahan lain akibat dari terjadinya ahli fungsi lahan adalah; banjir, sarana-prasarana tidak berfungsi baik. Akibat dari himbauan pemerintah untuk merelokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Youtefa baru timbul berbagai macam persepsi dari berbagai macam masyarakat yaitu; pedagang dan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Persepsi masyarakat terkait rencana relokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Youtefa baru (2) Faktor apa saja yang mempengaruhi relokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Induk Regional Youtefa baru (3) Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meyakinkan pedagang dan konsumen terkait rencana relokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Yooutefa baru. Dari berbagai macam tujuan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata persepsi masyarakat mengenai pemindahan Pasar Youtefa lama yaitu tidak setuju yang di dominas mayoritas adalah pedagang dan konsumen lama yang sudah berjualan lebih dari 5 tahun sedangankan rata-rata yang setuju di dominasi oleh pedagang baru dan kosumen baru yang baru berjualan dan berbelanja di Pasar Youtefa kurang dari  1 tahun.

Rahmanti, Ainnur; Anugrah Tegar L; Dita Ayu R; Damayanti A; Inka Nur S +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2021 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Indonesia merupakan negara yang secara geografis, demografis, sosioekonomis dan politis merupakan kawasan yang rawan bencana, dan juga perpotensi mengalami bencana alam, non alam dan sosial, seperti bencana: gempa bumi, banjir, letusan gunung api, kebakaran, tanah longsor, wabah penyakit, kegagalan teknologi, konflik sosial, terorisme. Kejadian bencana akan mengakibatkan timbulnya kedarurtan, korban massal serta permasalahan kesehatan pada masyarakat, selain itu kejadian bencana juga mengakibatkan, rusaknya fasilitas umum, fasilitas kesehatan, terganggunya saluran komunikasi dan lain-lain yang akan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Banjir besar melanda wilayah kota Semarang pada pekan pertama dan kedua Februari 2021. Banjir di ibu kota Provinsi Jawa Tengah itu merendam setidaknya 43 titik pada 5-7 Februari lalu, demikian data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah. Selain banjir kiriman dan banjir lokal, banjir rob merendam sejumlah kawasan di Kota Semarang, seperti di Kelurahan Kaligawe (Kecamatan Gayamsari) dan wilayah di Kecamatan Genuk. Kondisi pandemic Covid-19 memperburuk dalam penanganan bencana yang terjadi.    

Mohammad Debby Rizani; Teguh Imam Rahayu; Indra Permana

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Masalah   yang   ditimbulkan   dengan   budidaya   ikan   lele   adalah      bagaimana mengatasi limbah lele yang semakin meresahkan masyarakat dan membuat kotor lingkungan serta mengganggu kesehatan masyarakat secara umum dan menjadi pemicu timbulnya banjir sebagai akibat pembuangan limbah yang dialirkan di saluran air yang menimbulkan sedimentasi. Tujuannya adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan sanitasi saluran air yang  dilakukan oleh Pemerintah Desa Wonosari. Upaya yang dilakukan pemerintah desa untuk menanggulangi dan mungurai permasalahan yang ada, maka diterbitkanlah Peraturan Kepala Desa Wonosari Nomor 3 tentang Sanitasi Saluran Air, untuk mengatasi permasalahan- permasalahan yang ada. Berdasarkan pembahasan   dapat disimpulkan bahwa Implementasi Peraturan Desa Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Sanitasi saluran air Di Desa Wonosari belum berjalan dengan baik dan optimal, yang dapat diamati dengan fenomena Sumber daya, masyarakat pelaku usaha belum sepenuhnya memahami  sanitasi  dan  terutama  pihak  pemerintah  desa  belum  banyak  yang mendapat pelatihan pengolahan limbah, Anggaran juga minim. Karakteristik pelaksana, masih kurangnya kesadaran pada warga yang terkait dalam pembentukan Perkades. Sikap   pelaksana, kekurangsiapan pelaksana dalam memberikan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya sanitasi lingkungan, khususnya pembudidaya. Komunikasi antar organisasi dan aktivitas pelaksana, dilihat  dari  aspek  sikap  (disposition)  dalam  variabel  ini  masih  terkait  dengan adanya  kelompok  kepentingan  yang  pro  dan  kontra  terhadap  peraturan  kepala desa ini. Lingkungan ekonomi, sosial dan politik, peraturan kepala desa tentang sanitasi saluran air perlu mendapatkan dukungan dari semua elemen masyarakat, sebagai lingkungan ekonomi produktif dengan nuansa ramah lingkungan.

Harsoyo Harsoyo

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beragam potensi bencana, ditinjau dari aspek geografis, klimatologis dan demografis. Negara kita terletak diantara dua samudera (Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik) dengan jumlah pulau lebih kurang sebanyak 17.000 pulau yang kaya potensi alam, hutan, laut, bahan tambang- mineral dan sekaligus kerawanan bencana. Dari  aspek geologis,  terletak  pada tiga (3) lempeng utama, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Asutralia dan Lempeng Pasifik yaang menjadikan   kaya   cadangan mineral dan sekaligus memiliki potensi bencana gempa, tsunami dan tanah longsor. Selain itu, terdapat puluhan gunung berapi yang masih aktif dan berpotensi meletus dan menimbulkan bencana gunung berapi tetapi juga memebrikan kesuburan lahan dan potensi alam yang beragam. Sedangkan secara klimatologis memiliki potensi bencana angin ribut/puting beliung, gelombang pasang naik di  wilayah pesisir/rob, perubahan iklim, banjir  dan kekeringan yang berdampak pada berbagai  bidang kehidupan masyarakat. Dengan kondisi tersebutperlu dilakukan kajian analisis resiko bencana sebagai upaya untuk mengantisipasi dan menanggulangi resiki-resiko yang muncul akibat bencana alam. Urusan bencana ada urusan kita semua oleh karena itu partisipasi dan keterlibatan semua unsur baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan stakeholder lainnya perlu ditumbuhkan dan dioptimalkan, Dengan peran serta semua pihak diharapkan Indonesia menjadi negara yang Tangguh dalam menghadapi bencana alam.

Ahmad, Deni Nasir

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan pelayanan kepada lingkungan masyarakat mengenai perbaikan lingkungan serta menanamkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan, kesehatan dan mencegah banjir atau longsor dengan akibat terkikisnya tanah di tepian sungai ciliwung dengan menanam tanaman anti longsor. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah a. Observasi langsung, b. Melakukan kegiatan perencanaan proyek perbaikan lingkungan dimana kami membagi tim dengan beberapa tugas dan kegiatan yakni, langkah pertama membersihkan aliran sungai ciliwung, langkah kedua penanaman tanaman anti longsor dan terakhir melakukan pemilahan dan pengolahan sampah anorganik. c. Melakukan evaluasi dan shering bersama untuk menemukan kesepakatan bersama dalam melakukan perbaikan lingkungan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdi terdiri dari : a. peserta diberikan pengetahuan umum mengenai jenis tanaman tepian sungai dan diberikan bibit tanaman yang akan ditanam untuk tanaman pencegah longsor sekaligus untuk penghijauan sekitar tepian sungai kegiatan dilakukan bersama komunitas “ngumpal” (Ngumpul Anak Lintas Ciliwung). b. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tim pengabdi membagi 3 kelompok dengan lokasi tugas berbeda-beda dan dengan tugas kelompok yang sama. c. Setelah membagikan kelompok kerja maka tim pengabdi melakukan kegiatan membersihkan sekitar aliran sungai dan kegiatan penanaman pohon atau tanaman tahan longsor. Simpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat yaitu : a. Masyarakat sangat menerima dan menyambut secara positif dari kegiatan yang tim pengabdi telah lakukan. b. Masyarakat mulai terlihat peduli dengan mau mendengar penyuluhan dan mengikuti seluruh kegiatan yang telah tim pengabdi rancang untuk kegiatan pengabdian.

Wismarini, Th. Dwiati; Khristianto, Teguh

Dinamik 2016 Universitas Stikubank

Pemodelan spasial adalah representasi ataupun model spasial dari data yang digunakan danmerupakan penggambaran suatu bagian muka bumi. Pemodelan spasial dapat digunakan untukmenyelesaikan suatu masalah dari dunia nyata dan memodelkannya. Pemodelan ini terdiri dari berbagaivariabel yang dipetakan secara digital dan disesuaikan sistem proyeksi maupun koordinatnya denganmelibatkan aspek resolusi dan sistem klasifikasinya.Maka salah satu sarana bantuan yang sering digunakan untuk melakukan kegiatan dalam rangkamemperoleh gambaran situasi muka bumi atau informasi tentang ruang muka bumi yang diperlukan, yangdapat menjawab atau menyelesaikan suatu masalah yang terdapat dalam ruang muka bumi yangbersangkutan, diperlukanlah Sistem Informasi Geografis (SIG). Kegiatan tersebut merupakan rangkaiankegiatan yang meliputi mengumpulkan, menata, mengolah, menganalisis hingga menyajikan data/faktayang terdapat dalam ruang muka bumi yang kemudian sering disebut sebagai data/fakta geografis/spasial.Terungkap juga bahwa Sistem Informasi Geografis (SIG) terbukti mampu menyediakan informasi datageospasial untuk setiap objek di permukaan bumi secara cepat. Sekaligus juga mampu menyediakansistem analisa keruangan yang akurat.Maka dalam penelitian ini, yang mengharapkan dapat menghasilkan suatu visualisasi darizona/daerah rentan banjir di kota Semarang berikut informasi tingkat rentan pada masing-masing zonajuga informasi indikator-indikator banjirnya, dibutuhkan suatu pengolahan data spasial melalui prosesanalisa spasial untuk bisa mengintegrasikan data-data yang dibutuhkan, yang sifatnya lebih dari satu danmerupakan data komprehensif. Adapun proses analisa spasial ini akan mengimplementasikan prosessuperimpose yang dalam SIG dinamakan Overlay. Metode yang akan digunakan dalam Overlay yaitujoin-UNION dan join-INTERSECTION.Hasil dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu pemodelan spasial baru yang akan menjadisebuah Peta Tematik Digital dan dinamakan Peta Tematik Zonasi Tingkat Rentan Banjir di KotaSemarang.

Wismarini, Th. Dwiati; Sukur, Muji

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Daerah rentan banjir adalah daerah yang mudah atau mempunyai kecenderungan untuk terlanda banjir. Maka kawasan rentan banjir merupakan kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana banjir. Daerah atau kawasan tersebut dapat diidentifikasi dengan menggunakan pendekatan geomorfologi khususnya aspek morfogenesa, karena kenampakan seperti teras sungai, tanggul alam, dataran banjir, rawa belakang, kipas aluvial, dan delta yang merupakan bentukan banjir yang berulang-ulang yang merupakan bentuk lahan detil yang mempunyai topografi datar, sesuai karakteristik penyebab banjir.Sedangkan tingkat kerentanan banjir dapat ditentukan berdasarkan paramater-parameter yang berpengaruh terhadap terjadinya banjir. Dari beberapa penelitian mengenai banjir, telah diketahui bahwa kondisi lahan seperti penutup lahan, topografi, dan geomorfologi juga curah hujan, sebagai salah satu unsur iklim yang utama adalah merupakan faktor-faktor berpengaruh dalam menentukan terjadinya banjir di Indonesia.Terungkap juga bahwa Sistem Informasi Geografis (SIG) terbukti mampu menyediakan informasi data geospasial untuk setiap objek di permukaan bumi secara cepat. Sekaligus juga mampu menyediakan sistem analisa keruangan yang akurat. Selain itu, siapapun dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengantisipasi dampak bencana baik untuk respon darurat, pemulihan pasca bencana, penetapan strategi mitigasi bencana, ataupun perencanaan pembangunan berkelanjutan.Maka dalam penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan ulasan contoh-contoh parameter, metoda dan tahapan langkah dalam penentuan tingkat kerentanan banjir secara geospasial. Dalam hal ini, parameter rentan banjir yang ditentukan berdasarkan aspek lingkungan, dapat diterapkan untuk data geospasial indikator banjir dan yang nantinya akan dibentuk berupa data yang komprehensif antara data spasial dan atributnya data non spasial. Kemudian penentuan tingkat kerentanan banjir menggunakan metoda Analisis Weighted Scorring dalam perhitungan penentuan tingkatan parameter-parameter rentan banjir dan Analisis Penentuan Tingkat Rentan Banjir, sehingga menghasilkan model klasifikasi tingkat rentan Banjir.Hasil akhir dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu model klasifikasi tingkat rentan banjir yang terlihat implementasinya dalam model data tabel untuk data geospasial tingkat rentan banjir.

Wismarini, Dwiati; Sunardi, -; Anis, Yunus

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Klasifikasi sebagai aktivitas ilmiah yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan, meringkas dan menyederhanakan data ke dalam suatu format yang diinginkan, apabila diterapkan untuk klasifikasi data, merupakan proses yang dapat menemukan properti-properti yang sama dalam himpunan obyek pada sebuah basisdata dan kemudian terklasifikasi menjadi kelas-kelas berbeda menurut model klasifikasi tertentu. Pada data raster dan vektor klasifikasi spasial merupakan pemetaan suatu besaran dari berbagai interval (domain) tertentu pada interval-interval lain berdasarkan batas-batas ataupun kategori yang telah ditentukan. Sedangkan kenampakan dari metode klasifikasi tersebut dapat dilakukan berdasarkan warna dan simbol. Berbantuan Sistem Informasi Geografis dan penerapan suatu metode klasifikasi spasial, pembangunan dan penyajian informasi Kelas pada data spasial bagi data indikator banjir dapatlah dilakukan sehingga informasi tersebut akan dapat menjadi lebih informatif. Melalui penelitian ini, metode klasifikasi spasial berbentuk reclassify vector, dicoba untuk diterapkan dengan menggunakan rumus Sturges dalam penentuan jumlah kelas dan rumus Kingma dalam pembuatan interval kelasnya. Sehingga hasil akhirnya akan terbentuk pemodelan spasial baru berupa peta digital yang dapat menyajikan informasi secara spasial kelas-kelas pada data indikator banjir.     Kata kunci : Klasifikasi Spasial,  data spasial,  peta digital, data indikator banjir

Wismarini, Th. Dwiati; Ningsih, Dewi Handayani Untari

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Sistem Drainase Perkotaan merupakan salah satu komponen prasarana perkotaan yang sangat eratkaitannya dengan penataan ruang. Bencana banjir yang sering melanda sebagian besar wilayah dan kota diIndonesia disebabkan oleh kesemrawutan penataan ruang. Analisa ini bisa dilakukan denganmemanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografi dan ketersediaan data dijital untuk kawasan regionalatau skala global yang dihasilkan dari scanning peta wilayah, foto udara atau citra yang dihasilkan darisatelit, profil saluran drainase dan bangunan-bangunan drainase yang diperlukan sebelum perencanaanfasilitas drainase. Analisa pada System Drainase untuk mengetahui daerah yang tergenang danpengaruhnya pada tataguna lahan, sarana dan prasarana serta pada pemukiman penduduk.Denganmemanfaatkan prototipe sistem drainase perkotaan yang berkelanjutan  dengan alat bantu SistemInformasi Geografi secara optimal akan mempercepat pengambilan keputusan dalam upayapenanggulangan banjir yang terprogram dan terencana .