Bullying remains a serious issue in the education sector, particularly at the junior high school level. The lack of students’ understanding regarding forms of bullying often leads to behaviors considered jokes, such as calling peers by their parents’ names, which can cause psychological harm. This community service program aimed to raise awareness among students of SMP Negeri 6 Pagelaran about the dangers of bullying and to build a collective commitment to its prevention. The method employed was Asset-Based Community Development (ABCD) through four stages: Discovery, Dream, Design, and Destiny. The results revealed that students developed a better understanding of the definitions, forms, and impacts of bullying. Active participation through discussions, games, and reflections encouraged students to design simple preventive strategies and establish class-wide agreements. The collective commitment generated by this program demonstrated that interactive educational approaches are effective in fostering awareness, empathy, and shared responsibility to create a safe, inclusive, and bullying-free school environment.
Bullying remains a serious problem in primary education because it affects children’s psychosocial development, academic performance, and mental health. This community service program focused on educational efforts to prevent bullying at SDN Pamoyanan, Padamaju Village, Pagelaran Sub-district, Cianjur Regency. The aim of this activity was to increase students’ understanding of the definition, forms, impacts, and prevention strategies of bullying, as well as to foster collective awareness in creating a safe and inclusive learning environment. The method applied was a participatory research approach that involved teachers and students in every stage, from planning, implementation, to evaluation. Activities were carried out through observation, discussion, material presentation, simulation, and reflection. The results showed a significant increase in students’ knowledge, where before the intervention most of them did not understand the concept of bullying, but after the program, the majority were able to identify its forms and prevention steps. In addition, the program successfully built positive interactions and encouraged students to be more courageous in sharing their experiences and perspectives regarding bullying. Overall, the findings indicate that participatory-based education is effective in strengthening students’ understanding while fostering more empathetic and collaborative social attitudes. This activity is expected to continue sustainably by involving teachers, parents, and the wider community to strengthen bullying prevention efforts in primary schools.
Pengabdian masyarakat Universitas Bojonegoro di Desa Mojoagung menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan berbasis feminisme, diskusi interaktif, dan distribusi tablet penambah darah (TTD) yang didukung oleh penyuluhan pola makan sehat dapat membantu meningkatkan kesadaran akan gender dan gizi perempuan.kesehatan. Program ini mampu menurunkan prevalensi anemia hingga 30%, memberdayakan perempuan secara sosial, dan meningkatkan kesadaran akan hak-haknya. Selain itu, keberlanjutan dan pertumbuhan program bergantung pada kerja sama dengan fasilitas medis dan organisasi masyarakat non-pemerintah. Menurut hasil dari beberapa penelitian terkait, pemberdayaan perempuan melalui kesadaran gender yang lebih besar dan akses ke perawatan kesehatan inklusif dapat membantu meningkatkan kesehatan dan status gizi perempuan sekaligus mendorong perubahan sosial yang tahan lama. Strategi berbasis komunitas yang melibatkan keluarga dan komunitas sangat penting untuk mencapai tujuan ini, terutama dalam hal mencegah anemia, meningkatkan kesehatan anak-anak, dan memajukan hak-hak perempuan di masyarakat.
Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan pendapatan petani sawit rakyat selama masa replanting dengan metode tumpang sari, untuk mengoptimalkan lahan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan penyuluhan, diskusi, dan kunjungan ke kelompok tani di Desa Jaharun, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Program ini mengedukasi petani mengenai tanaman hortikultura, rempah, dan tanaman bernilai ekonomis lain yang dapat ditanam di sela kelapa sawit. Hasilnya menunjukkan bahwa tumpang sari memberikan pendapatan tambahan. Petani memilih ubi kayu dan pisang barangan karena cocok dengan kondisi agroklimat lokal dan memiliki pasar yang stabil. Simpulan pengabdian ini meningkatkan kesadaran dan keterampilan petani dalam memanfaatkan lahan secara produktif dan berkelanjutan. Kontribusi keilmuan kegiatan ini adalah membuktikan efektivitas tumpang sari dalam mendukung ketahanan pangan lokal dan kesejahteraan petani selama replanting kelapa sawit.
Hikmaharyanti, Putu Desi Anggerina;Sri Rwa Jayantini, I Gusti Agung;Verayanti Utami, Ni Made;Deni Ariyaningsih, Ni Nyoman;Oktarina Wisudayanti, Kadek Heni+1 more
Artikel ini menyajikan rancangan, pelaksanaan, dan hasil dari program intensif empat sesi yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penerjemahan dan penjurubahasaan di kalangan mahasiswa. Program ini merupakan proyek kolaboratif pengabdian masyarakat antara dua universitas yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara pembelajaran teoretis dan penerapan di dunia nyata. Setiap sesi mengintegrasikan pembelajaran berbasis praktik langsung, dan kolaborasi antarmahasiswa, dengan fokus pada kompetensi utama seperti ketepatan linguistik dan kepekaan terhadap konteks. Mahasiswa berinteraksi dengan materi autentik dari berbagai bidang, termasuk penerjemahan dan penjurubahasaan hukum, akademik, dan komunitas. Latihan reflektif dan umpan balik formatif dimasukkan untuk mendukung keterampilan individu. Evaluasi awal melalui pre-test peserta dan penilaian post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kepercayaan diri mahasiswa. Hasil dari umpan balik memberikan komentar positif mengenai pelatihan ini sebab tema serta materi yang disajikan sangat relevan dengan substansi yang mereka sudah pelajari dan bisa diterapkan nantinya di dunia kerja.
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan perencanaan keuangan bagi pelaku industri rumahan, khususnya penjahit perempuan dan ibu rumah tangga di sentra konveksi Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Klaten. Permasalahan rendahnya literasi keuangan, tidak adanya pencatatan keuangan, serta tumpang tindih antara keuangan pribadi dan usaha menjadi hambatan utama dalam pengambilan keputusan finansial dan keberlanjutan usaha. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi penyuluhan interaktif, pelatihan pencatatan keuangan, simulasi perencanaan anggaran, diskusi kelompok, serta pendampingan individual. Materi disampaikan secara kontekstual menggunakan bahasa sehari-hari dan narasi kehidupan nyata, serta mengintegrasikan nilai kearifan lokal seperti prinsip “kembali ke akar”. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya pencatatan pemasukan-pengeluaran, penyusunan anggaran rumah tangga, serta perubahan sikap terhadap konsumsi dan manajemen keuangan keluarga. Kegiatan ini terbukti efektif dalam mendorong transformasi perilaku keuangan yang lebih bijak dan dapat direplikasi dalam pemberdayaan ekonomi rumah tangga berbasis komunitas
Panti Wreda Catur Nugraha di Kabupaten Banyumas merupakan lembaga sosial yang merawat sekitar 30 lansia dengan berbagai kondisi kesehatan. Pencatatan rekam medis yang masih dilakukan secara manual menyebabkan data rawan hilang, sulit dianalisis, dan kurang efisien. Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari STIKOM Yos Sudarso Purwokerto menyelenggarakan pelatihan pembuatan laporan rekam medis berbasis digital dengan memanfaatkan Google Forms untuk pengumpulan data dan Microsoft Word untuk penyusunan laporan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 pengasuh dan karyawan panti. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menggunakan komputer, terbukti dari kenaikan nilai rata-rata dari 47 pada pre-test menjadi 60,5 pada post-test, dengan dua peserta mencapai nilai sempurna. Pelatihan ini berhasil meningkatkan literasi digital peserta dan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan mutu dokumentasi kesehatan lansia di Panti Wreda Catur Nugraha.
Era digital membawa tantangan sekaligus peluang dalam pelestarian budaya lokal. Desa Ngaru-Aru, yang kaya akan warisan budaya seperti Tari Topeng Ireng, menghadapi kendala dalam promosi budaya akibat kurangnya dokumentasi dan media digital yang representatif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan website bundaru.com sebagai media edukasi dan promosi seni budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan FGD dengan pihak-pihak yang terkait. Hasil dari kegiatan ini meliputi peningkatan literasi digital, partisipasi aktif generasi muda, penguatan identitas budaya melalui platform digital dan sarana promosi kebudayaan. Website ini tidak hanya menyajikan informasi tentang sejarah dan filosofi Tari Topeng Ireng, tetapi juga menyediakan galeri, jadwal acara, profil komunitas seni lokal dan kontak dari setiap komunitas atau penggiat seni. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa digitalisasi dapat menjadi strategi efektif dalam pelestarian budaya, sekaligus memperkuat ekosistem sosial dan ekonomi desa berbasis budaya.
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran krusial dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi kendala dalam aspek pemasaran dan branding produk. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan, adalah minimnya inovasi dalam desain kemasan serta kurangnya pemanfaatan strategi pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik produk UMKM, khususnya Kerupuk Lala 73, dengan mengembangkan desain kemasan yang lebih menarik serta menerapkan strategi digital marketing. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup observasi, pendampingan, pelatihan, dan evaluasi terhadap pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaruan pada desain label dan kemasan mampu meningkatkan daya tarik produk, sedangkan pemanfaatan platform digital seperti TikTok, Facebook, dan marketplace lainnya berhasil memperluas jangkauan pasar. Dengan strategi pemasaran digital yang tepat, produk UMKM berpotensi lebih dikenal luas dan memiliki peluang yang lebih besar dalam meningkatkan penjualan.
Through the Field Work Lecture (KKL) program at PT Yakult Indonesia Persada, this community service activity was carried out with the aim of providing practical experience for students related to the implementation of Human Capital Management (HCM) in the industrial world. This program not only aims to provide theoretical insight, but also introduces students to the application of important concepts in human resource management in companies. The focus of the activity covers various aspects, such as the recruitment process, training programs and career development, and the reward system implemented at PT Yakult. This activity also provides an understanding of the important role of HCM in improving company performance through effective employee management. The results of the activity show that PT Yakult has developed a continuous training pattern aimed at improving employee competencies as a whole. In addition, the company also conducts employee talent mapping that allows for a systematic career path, which provides development opportunities for each individual within the company. The benefits obtained by students from this activity are not only increased knowledge of HCM, but also strengthened analytical skills, developed professional attitudes, and preparedness to face challenges in an increasingly dynamic workplace. Therefore, this KKL program is a very important tool for building stronger synergy between universities and the industrial world, so that students can be better prepared and competent in facing the ever-growing needs of industry.
Through the Field Work Lecture (KKL) program at PT Yakult Indonesia Persada, this community service activity was carried out with the aim of providing practical experience for students related to the implementation of Human Capital Management (HCM) in the industrial world. This program not only aims to provide theoretical insight, but also introduces students to the application of important concepts in human resource management in companies. The focus of the activity covers various aspects, such as the recruitment process, training programs and career development, and the reward system implemented at PT Yakult. This activity also provides an understanding of the important role of HCM in improving company performance through effective employee management. The results of the activity show that PT Yakult has developed a continuous training pattern aimed at improving employee competencies as a whole. In addition, the company also conducts employee talent mapping that allows for a systematic career path, which provides development opportunities for each individual within the company. The benefits obtained by students from this activity are not only increased knowledge of HCM, but also strengthened analytical skills, developed professional attitudes, and preparedness to face challenges in an increasingly dynamic workplace. Therefore, this KKL program is a very important tool for building stronger synergy between universities and the industrial world, so that students can be better prepared and competent in facing the ever-growing needs of industry.
Pematang Johar Village is a village in Labuhan Deli District, Deli Serdang Regency, which has great potential in the social, religious, and economic fields of the community. This study aims to describe the socio-religious conditions and the role of the community in maintaining local religious and cultural values amidst the flow of modernization. The research method used is the Participatory Action Research (PAR) method. Where researchers together with the community actively plan and implement the programs carried out. This village is the location of the Community Service Program (KKN) by Uinsu students, who carry out various programs to address social, economic, and educational challenges in the village. The KKN programs implemented include mutual cooperation, religious moderation with socialization of increasing religious values. Empowerment of digital-based MSMEs to increase the marketing of Johar Clean dishwashing soap products. Anti-bullying workshops, legal protection and business in Islam at local elementary schools. In addition, the KKN program also seeks to increase interest in education in the village by holding private tutoring, regular Quranic recitations, and teaching activities at schools.
Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) is a community service program integrated into the higher education curriculum, aiming for students to apply theoretical knowledge into real-world practice and contribute to community development and empowerment. This KKN activity was carried out in Dusun IV, Tuntungan II Village, Deli Serdang Regency, from July 1 to August 1, 2025. The main objective of this program was to address various local issues such as limited use of appropriate technology, low environmental awareness, and a lack of human resource development. The method used was field observation to ensure that the programs implemented were in line with the community's needs and potential. Various activities were carried out, including community clean-up (gotong royong), teaching at elementary schools, health counseling for mothers and the elderly, Qur'an recitation lessons for children, compost making, planting a "living pharmacy" (apotek hidup), and assisting with UMKM product marketing. The results of this program showed a positive impact, such as increased community knowledge of health, environmental cleanliness, and the use of organic fertilizer. Furthermore, UMKM assistance successfully improved business owners' understanding of digital marketing. Overall, this KKN activity successfully created synergy between the university, the village government, and the community, while also providing valuable experience for students in leadership and teamwork.
Masalah pengelolaan sampah di Kota Semarang semakin meningkat menuntut adanya solusi berbasis masyarakat. Progran Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis kemitraan bertujuan mengoptimalkan peran Bank Sampah Adi Dharma RW 06 Kelurahan Sendangguwo dalam mengolah sampah anorganik menjadi kerajinan bernilai ekonomi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research melalui tahapan sosialisasi, pelatihan produksi, pendampingan, serta penguatan manajemen usaha dan pemasaran digital. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat melalui aplikasi SampahKu, efisiensi produksi yang lebih tinggi dengan penerapan teknologi tepat guna, serta diversifikasi produk kerajinan yang semakin beragam. Program ini juga mendorong terbentuknya modal sosial, perubahan perilaku warga terhadap sampah, serta penurunan volume sampah yang dibuang ke TPA. Secara keseluruhan, hasil ini membuktikan bahwa integrasi Ipteks mampu mendorong transformasi sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan di tingkat komunitas.
Permasalahan sampah di Kota Semarang semakin mendesak dengan produksi harian mencapai 1.200 ton. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Bank Sampah Maju Lestari dalam pengelolaan sampah anorganik melalui pelatihan daur ulang, pengembangan desain produk, manajemen usaha, pemasaran digital, dan penggunaan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kualitas produk, efisiensi pengelolaan sampah, partisipasi aktif masyarakat, pembentukan local leader, dan kesadaran baru terhadap pengelolaan sampah sebagai sumber ekonomi. Program ini berhasil memperkuat struktur organisasi, mengembangkan unit usaha berkelanjutan, serta mendorong transformasi sosial, ekonomi, dan lingkungan di Kampung Lestari.
Program pengabdian masyarakat dengan tema Diversifikasi Olahan Bandeng Tanpa Limbah menjadi Nuget dan Stik untuk Meningkatkan Nilai Ekonomis Bandeng telah dilakukan di Kelompok Tani Tunas Harapan Kelurahan Mangkang Wetan Kota Semarang bulan Juli 2025 - Agustus 2025. Program ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomis bandeng yang merupakan komoditas utama tambak Masyarakat Mangkang Wetan. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi rendahnya diversifikasi produk dan tingginya limbah produksi. Limbah produksi yang berupa kepala, kulit dan tulang ikan bandeng masih dapat dioptimalkan untuk dimanfaatkan. Kegiatan pelatihan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif meliputi pelatihan pembuatan nuget, pelatihan pembuatan stik tulang bandeng, pelatihan menghitung harga pokok produksi dan menentukan harga jual. Hasilnya diversifikasi olahan bandeng menjadi nuget dan stik dapat meningkatkan nilai ekonomis bandeng dan mitra mampu mengolah bandeng tanpa menimbulkan limbah.
Community service (PKM) is one of the pillars of the Tri Dharma of Higher Education, aimed at improving the quality of life of society through the transfer of knowledge and technology. This study focuses on the strategic role of PKM in addressing the low literacy levels in Indonesia, an issue that directly impacts social-economic welfare. Based on literature studies, this article analyzes the relationship between PKM, literacy, and welfare, as well as identifying effective implementation methods. The analysis results show that PKM is not only limited to formal education but must also be solution-oriented, participatory, and sustainable. Relevant PKM programs, such as the establishment of reading gardens, digital training for MSMEs, and financial education, have proven effective in enhancing community literacy. Improving literacy, including digital and financial literacy, is an essential tool for empowering communities to access information, develop skills, and make informed decisions. Digital literacy, for instance, opens access to vast information, while financial literacy helps communities manage their finances wisely, ultimately increasing their economic competitiveness. Through a participatory approach, PKM can also encourage communities to be more actively involved in decision-making processes related to their welfare. Through PKM programs, academics can bridge the knowledge and skills gap in society, contributing to the reduction of poverty and inequality. Thus, literacy not only functions to enhance individual capacity but also serves as a bridge to better welfare, covering economic, social, and health aspects. Solution-oriented and sustainable PKM programs can be the key to creating a more prosperous and independent society.
Isu keterbatasan lahan di wilayah perkotaan mendorong perlunya solusi alternatif untuk mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berfokus pada pengembangan urban farming di Kelurahan Bukit Duri dengan melibatkan kader TP PKK sebagai mitra utama. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan teknis, keterampilan, serta kemandirian warga dalam memanfaatkan ruang mikro melalui sistem hidroponik dan pemanfaatan lahan vertikal maupun horizontal. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, workshop, praktik instalasi hidroponik, penyemaian, hingga panen dan pengelolaan pasca panen. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kapasitas kader PKK dalam praktik urban farming, terbentuknya kebun percontohan yang aktif dirawat, serta pemanfaatan hasil panen untuk konsumsi rumah tangga dan pengembangan produk melalui branding sederhana. Program ini memberikan manfaat multidimensi: sosial, ekonomi, dan lingkungan, serta mendorong keberlanjutan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.
Afrianto, A., Parjito, P., Rahma, E. A., & ... (2023). Rintisan desa cerdas: Penguatan literasi digital bagi Karang Taruna Neba. Prosiding Seminar.... https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/senadiba/article/view/8417
Akbarinasasi, A., & Panduwinata, L. F. (2023). Pengaruh pengetahuan kewirausahaan, social skill, dan peluang usaha terhadap keberhasilan usaha angkringan. Nomicpedia: Journal of .... https://journal.inspirasi.or.id/nomicpedia/article/view/232
Anisti, A., Sidara, S., Veranus, V., & Imran, M. S. (2024). Tantangan literasi digital generasi Z: Kajian systematic literature review. Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Bahana, 30(2), 152–161. https://doi.org/10.33751/wahana.v30i2.11870
Aribawa, D. (2016). Pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Jawa Tengah. Jurnal Siasat Bisnis, 20(1), 1–13. https://doi.org/10.20885/jsb.vol20.iss1.art1
Erstiawan, M. (2021a). Good corporate governance penyelenggara pendidikan dalam perspektif agency theory. Majalah Ekonomi, 26(1), 40–51. https://doi.org/10.36456/majeko.vol26.no1.a3952
Erstiawan, M. (2021b). Kepatuhan emiten dalam taksonomi extensible business reporting (XBRL). CAPITAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 5(1), 71–85. https://doi.org/10.25273/capital.v5i1.10308
Erstiawan, M. S. (2024). Menggali potensi diri bisnis santripreneur berbasis bimbingan teknis. ADIMA Jurnal Awatara Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 11–18. https://doi.org/10.61434/adima.v2i4.238
Erstiawan, M. S., & Y. R. (2022). Implikasi corporate social responsibility dalam perspektif akuntansi pada subsektor telekomunikasi. Jurnal Sosial Sains, 2(2), 385–396. https://doi.org/10.36418/sosains.v2i2.343
Erstiawan, M. S., et al. (2021). Efektivitas strategi pemasaran dan manajemen keuangan pada UMKM roti. Dikemas, 5(1), 57–61. https://doi.org/10.32486/jd.v5i1.574
Hodsay, Z. (2021). Pengaruh manajemen keuangan keluarga dan hasil belajar kewirausahaan pada era pandemi Covid-19 terhadap motivasi berwirausaha. Jurnal Neraca: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Ekonomi Akuntansi, 5(1), 91–103. https://doi.org/10.31851/neraca.v5i1.5890
Kartini, T. M., Suhendra, S., Tan, E., & ... (2024). Pelatihan pengelolaan SDM di era digital pada Karang Taruna dan usaha kecil di Provinsi Jawa Barat. SABAJAYA Jurnal .... https://journal.sabajayapublisher.com/index.php/jpkm/article/view/346
Mendari, A. S., & F. S. (2019). Hubungan tingkat literasi dan perencanaan keuangan. Jurnal Moduk, 31(2), 227–240.
Naufal, H. A. (2021). Literasi digital. Perspektif, 1(2), 195–202. https://doi.org/10.53947/perspekt.v1i2.32
Nurcahyawati, V., Wulandari, S. H. E., & Sutomo, E. (2020). Penerapan urun daya berbasis internet untuk pemenuhan bahan baku pada usaha kecil menengah (UKM) batik Sidoarjo dan UKM Mekar Sari Surabaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 26(2), 84. https://doi.org/10.24114/jpkm.v26i2.16829
Oetama, S. (2022). Orientasi kewirausahaan terhadap keunggulan dalam bersaing. Google Books. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=L1h-EAAAQBAJ
Poerna Wardhanie, A., Naufal, A. Z., & Eko Wulandari, S. H. (2021). Perancangan strategi digital marketing dengan metode RACE pada layanan online food delivery berdasarkan perilaku pelanggan generasi Z. Journal of Technology and Informatics (JoTI), 3(1), 1–11. https://doi.org/10.37802/joti.v3i1.187
Rahmawati, E., Wardhanie, A. P., Wulandari, S. H. E., & Effendi, P. M. (2023). Pelatihan perancangan prototype aplikasi pemasaran untuk mendukung keikutsertaan Gen Z pada festival inovasi dan kewirausahaan siswa Indonesia (FIKSI). Jurnal Abdi Insani, 10(2), 1002–1011. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v10i2.939
Rinaldi, M., & Ramadhani, M. A. (2024). Peningkatan literasi perpajakan dalam kalangan UMKM: Langkah menuju kemandirian finansial. Eastasouth Journal of Effective Community Services, 2(03), 158–169. https://doi.org/10.58812/ejecs.v2i03.240
Sagirani, T., Effendi, P. M., Erstiawan, M. S., Eko Wulandari, S. H., & Rahmawati, E. (2025). AI untuk siswa: Pendekatan experimental learning dalam pengenalan artificial intelligence di tingkat SMA. Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA), 5(3), 1014–1025. https://doi.org/10.31004/abdira.v5i3.846
Sagirani, T., Nugroho, L. E., Santosa, P. I., & Kumara, A. (2015). User experience model in the interaction between children with special educational needs and learning media. 2015 2nd International Conference on Information Technology, Computer, and Electrical Engineering (ICITACEE), 72–75. https://doi.org/10.1109/ICITACEE.2015.7437773
Septiani, R. N., & W. E. (2020). Pengaruh literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap kinerja UMKM di Sidoarjo (Doctoral dissertation, Udayana University). https://doi.org/10.24843/EJMUNUD.2020.v09.i08.p16
Slamet, S., & Sagirani, T. (2024). Peningkatan kesiapan kerja siswa SMK melalui pengembangan soft skills di SMKN 1 Sambeng Lamongan. Tekmulogi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 79–90.
Soebijono, T., & E. M. (2020). Peranan revolusi industri 4.0 terhadap mutu pendidikan sekolah menengah kejuruan jurusan akuntansi. Jurnal Bisnis Perspektif, 12(2), 115–122. https://doi.org/10.37477/bip.v12i2.97
Wardhanie, A. P., Kartikasari, P., & Wulandari, S. H. E. (2019). Analisis penggunaan media internet pada usaha mikro kecil menengah (UMKM) Jawa Timur untuk menembus pasar global dengan metode O2O. Jurnal Bisnis Terapan, 3(02), 179–188. https://doi.org/10.24123/jbt.v3i02.2513
Wulandari, S., & Rahmah, M. (2020). A survey on crowdsourcing awareness in Indonesia micro small medium enterprises. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 769, 012016. https://doi.org/10.1088/1757-899X/769/1/012016
Stunting is a chronic nutritional problem that impacts the physical growth and cognitive development of children, one of the causes is inappropriate parenting patterns such as exclusive breastfeeding, diet, and lack of nutritional fulfillment so that children are at risk of malnutrition. In Jember Regency itself, the high rate of stunting is a serious challenge for the government and the community that needs to be addressed. The selection of Gunungmalang Village as the location of community service is based on the high rate of stunting and early marriage as one of the causes of stunting. This community service activity began with training for Family Support Team (TPK) and Posyandu cadres, outreach to pregnant women, parents of infants/toddlers regarding the prevention and treatment of stunting, and a cooking demonstration of vegetable nuggets as an output of the activity by utilizing food ingredients that are easily available in the Gunungmalang community as an initial step to fulfill the nutrition of toddlers. This study uses a descriptive qualitative approach as a method from a case study of scientific paper research that describes factually and in detail related to the activities of the CINTA (Prevent Stunting and Increase Nutrition) work program. The objective of this scientific study is to implement a community service program through collaborative Community Service Programs (KKN) to prevent and address stunting in Gunungmalang Village. Data collection techniques used triangulation (observation, interviews, and documentation). This study demonstrates that the implementation of the community service program has a positive impact on increasing community awareness and changing behavior regarding stunting