Publication Search

73,980 articles from 714 journals · 2,111 citations tracked

Showing 121-132 of 132

Analytics

Silvia Nurvita; Siti Noor Chotimah; Viny Natalia Dewi; Ratih Kumala Dewi

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Background: COVID-19 is an emerging infectious disease that is sweeping the world. Patients with COVID-19 in Indonesia have continued to increase since 2020. Prevention to break the transmission of COVID-19 includes carrying out complete vaccinations and applying clean and healthy living habits to each individual. After the COVID-19 pandemic, it is necessary to carry out outreach activities to the community regarding clean and healthy living behaviors to stop the transmission of COVID-19 and other infectious diseases. Method: community service uses a descriptive method, to describe ongoing socialization activities for clean and healthy living behavior after COVID-19. This activity was held on September 28 2022 in the Bugangan. Results: The socialization of clean and healthy living behavior (PHBS) in Bugangan was attended by the village head with a total of 19 participants consisting of RT/RW heads/deputies, health cadres. Participants had distributed leaflets PHBS before socialization. Evaluation of community service activities to assess participants' understanding in the form of asking questions. The presenter gave 3 questions related to PHBS to the participants present. The conclusion is that the community service activities are going well and can add to participants' understanding of PHBS in the family, especially the understanding of PHBS after COVID-19.

Laura B. S. Huwae; Abdul R. Z. Latupono; Chandra Batuwael; Irene Seleky; Olivia Goiny +1 more

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2022 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah diharapkan menjadi perhatian khusus oleh seluruh masyarakat di lingkungan sekolah karena sangat berdampak pada aktivitas di lingkungan sekolah terkhususnya proses belajar mengajar sehingga dapat mempengaruhi prestasi dari para peserta didik. Pengabdian yang dilakukan di SD Negeri 2 Amahusu dengan memberikan sosialisasi mengenai PHBS di lingkungan sekolah dan praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang baik dan benar menurut WHO. Dengan diadakannya kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menerapkan PHBS di lingkungan SD Negeri 2 Amahusu dan mempraktikkan cara cuci tangan yang baik dan benar.    

Siti Robiah Adawiyah; Mujiyanto, Mujiyanto; Wanto, Wanto; Kuni Munawaroh; Avifah Faricha Nisa +7 more

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Desa Karangluhur yang cangkupan wilayahnya membentang dari arah timur dimulai dari Dusun Krakal Tamanan sampai wilayah barat. Karena letaknya yang strategis, dan hanya berjarak 1 km dari pasar kertek yang berada di Desa Karangluhur diantaranya Puskesmas 1 Kertek, koramil kertek, dan juga beberapa lembaga keuangan. Selain itu juga ada lembaga pendidikan formal yaitu SMP Negeri 1 Kertek. Selain itu juga ada tempat pendidikan dasar formal dan non formal seperti SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Karangluhur serta MI Maarif Karangluhur yang berlokasi di Dusun Marong. Selain itu juga letak geografis dengan penyebaran penduduk yang terbilang merata, tersebar di empat dusun dengan mata pencaharian sebagian besar adalah petani atau buruh tani. Potensi lain yang ada di Karangluhur yaitu potensi sumber daya manusia (SDM) dengan dibuktikan banyaknya para wirausaha atau usahawan yang menekuni bidang usaha dalam segala hal. Upaya untuk menularkan pengalaman mengenai perilaku hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan jalur-jalur komunikasi sebagai media berbagai informasi, dengan menggunakan Penelitian Community Based Participatory Research (CBPR), yaitu penelitian dengan pola kolaborasi antara komunitas dengan dunia pendidikan tinggi yang berorientasi aksi dengan service learning untuk mendukung gerakan sosial demi terwujudnya keadilan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat membantu dan meningkatkan kesadaran pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta keindahan lingkungan terkhusus masyarakat Dusun Marong, Desa Karangluhur, Kecamatan Kertek.  

Rima Iska Marito Marbun

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberkulosis. Umumnya setelah masuk ke dalam tubuh melalui rongga pernapasan, bakteri ini akan menuju ke paruparu.Tetapi bukan hanya di paruparu,bakteri ini juga dapat menuju organ tubuh lain,seperti ginjal, limpa, tulang dan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Hubungan antara kejadian penyakit Tuberculosis paru dengan beberapa faktor kondisi rumah yaitu Kepadatan penghuni, Kamarisasi, Ventilasi, suhu, kelembaban, dan pencahayaan . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan Uji Chi-Square, adapun sampel dalam penelitian ini yaitu 65 rumah. Hasil dari penelitian ini didapatkan kepadatan penghuni yang memenuhi syarat dan menderita penyakit TBC paru yaitu 11 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 39 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat sebanyak 14 rumah dan yang tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah. Kamarisasi yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 12 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 38 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 15 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 0 rumah. Ventilasi yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 15 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 35, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 14 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah. Suhu yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 15 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 35 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 14 dan tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah. Kelembaban yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 22 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 28 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 14 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah.Pencahayaan yang tidak memenuhi syarat dan menderita sebanyak 17 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 33 rumah yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 4 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 11 rumah. Kesimpulan yang didapatkan yaitu ada hubungan yang signifikan antara TBC paru dengan Kepadatan penghuni, Kamarisasi, Ventilasi, Suhu,dan Kelembaban,Tidak ada hubungan anatara TBC paru dengan Pencahayaan terhadap kejadian penyakit Tuberculosis Paru . Maka itu disarankan untuk mengadakan penyuluhan tentang bahaya serta penanganan penyakit Tuberculosi Paru secara rutin oleh tenaga kesehatan terkait PHBS.    

Gugum Gumilar; Depi Ardian Nugraha; Agi Ahmad Ginanjar

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The lack of public awareness in implementing Health protocols in the prevention and handling of Covid-19 is the reason for providing education or knowledge of citizens on the importance of maintaining health protocols. The objectives of this community service program are 1) to increase public knowledge and provide correct information on how to prevent and handle Covid-19, 2) to help realize government programs so that they can run the Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) and Healthy Living Community Movement (PHBS) program. GERMAS) which is programmed by the government such as washing hands in running water, using hand sanitizer, using mouth masks, maintaining distance, 3) assisting the government in disseminating correct information about how to prevent and handle COVID-19 through mass media, both print media such as brochures. / leaflets and electronically through social media, 4) increase the sense of security and comfort for the community to carry out activities outside the home such as worshiping in public places and other activities, because disinfectants have been sprayed regularly in certain places, 5) assisting the government in implement a vaccination program mass by providing correct information and knowledge about the vaccination program as a preventive effort to prevent and handle covid-19 and 6) the realization of people who are aware of the importance of maintaining health. The method of activities carried out is using the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, Observation, Focus group discussion (FGD) approach, counseling, mentoring/monitoring, providing follow-up and program evaluation. The results of this activity showed a very positive response from the residents of the Linggasirna Community, Sariwangi District, Tasikmalaya Regency with this activity, we even received a report from the village head that more than 60% of residents who had vaccinated so far had only 15% of the total population. inhabitant. The outputs of this activity are: 1) publication in local print mass media, and 2) producing scientific publication articles published in accredited National Journals with ISSN.

Bambang Irawan; Mujiburrahman, Mujiburrahman

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakan penyakit potensial KLB yang sering disertai dengan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber air bersih, perilaku cuci tangan pakai sabun dan penggunaan jamban sehat. Desain penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga di Lingkungan Kampung Sumbawa Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima yang berjumlah 673 KK. Sampel dalam penelitian ini 249 KK yang diperoleh dengan menggunakan teknik simple random sampling dan di analisis dengan menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian ini semua variabel penelitian ini bermakna, yaitu: sumber air bersih berpengaruh terhadap kejadian diare (p value = 0,000 < 0,05), perilaku cuci tangan pakai sabun berpengaruh terhadap kejadian diare (p value = 0,000 < 0,05) dan penggunaan jamban sehat berpengaruh terhadap kejadian diare (p value = 0,002 < 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini: 1) Ada pengaruh sumber air bersih. 2) ada pengaruh perilaku cuci tangan pakai sabun. 3) penggunaan jamban sehat. Disarankan:  1) Bagi dinas kesehatan agar membuat kebijakan tentang PHBS dan menyediakan alat penyerap kadar air yang bernama Water Softener. 2) Bagi puskesmas agar lebih meningkatkan penyuluhan tentang PHBS. 3) Bagi kelurahan agar membuat program kesehatan tentang PHBS dan mengajukan ke dinas kesehatan. 4) Bagi masyarakat agar mau menerapkan PHBS untuk mencegah terjadinya penyakit, terutama penyakit diare. 5) Bagi Peneliti lain perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan desain penelitian dan variabel yang berbeda untuk mengetahui faktor lain yang berpengaruh terhadap kejadian diare    

Sri Atikah; Ria Angelina Jessica Rotinsulu; Yoram Andhika Imanuel; Dahlia Mangantar

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Creativity if poorly developed from an early age can adversely affect future life. A child who cannot develop his creativity will lose confidence in him in the future because he feels in him there is nothing to be encouraged about. Promoting a child's creativity requires stimulus using a teaching strategy or method. The need for creativity to be developed at an early age is because at this age the child-children have the ability to respond to everything from the outside quickly. In addition to clean and healthy living behaviors (PHBS) in the school ward are conscious efforts of students and teachers to prevent disease, freeing a healthy environment from illness. The stages of brain development in preteens occupy the fastest possible position of up to 80% of brain development. The goal of devotion is to foster creativity and deliver health education in children of an early age. Public service activities have been conducted in the temple of hosana pineng district of minahasa sulawesi north on April 26, 2022. The development of children's creativity and PHBS application, through education and simulations. Applying the method of playing "slime" was one of the educational forms of preserving optimum development or growth of children ata very early age through creative, interactive and integrated play that jugan "slime" was a tool the teacher could observe and observe. Learners are also taught to do simple things as a child's routine of daily activities as an effort to maintain good health (washing hands and brushing teeth).The result of this PKM activity on the development of early childhood creativity in the creativity attainment indicator is that 16 children have a high level of creativity that shows the results are beginning to grow (MB) and 4 children show the undeveloped results (bb). As for PHBS children-a very early age children were especially conscious when teaching them how to wash their hands and brush their teeth.

Naheria Naheria; Nurjamal Nurjamal; Didik Cahyono; Muhammad Sukron Fauzi; Gyta Krisdiana

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The health profile book for the province of East Kalimantan in 2016 Sickness Rate (Morbidity) describes the incidence of disease in a population over a certain period of time, which can be in the form of incidence rates or prevalence rates of a disease. The morbidity rate also plays a role in assessing the health status of the community. Data on population morbidity comes from the community (community based data) obtained through a morbidity study, and the results of data collection from the District/City Health Office, the health program manager at the provincial level. The morbidity rate in 2013 was 11.74 and decreased in 2014 to 9.18 and increased in 2016 to 11.90. (Dinkes: 2016) The implementation of PHBS is low, because there are still many students who eat snacks carelessly and there is still garbage scattered in the school yard. The UKS exists but the program does not run due to the lack of supporting facilities, and their lack of knowledge regarding how to wash hands properly and correctly. Aims to increase the knowledge of elementary school students in clean and healthy living behavior through the Socialization of Clean and Healthy Life Behavior (PHBS) with the Three Thumb system, Provide understanding and awareness to elementary school students about the importance of the school PHBS program Able to reduce morbidity due to lack personal hygiene in the school environment. The method used in this activity is the lecture method, demonstration method and practical method, data collection techniques, namely the initial test and the final test. The result is that there is an increase of 21% of students' knowledge of the importance of PHBS.

Safriadi Darmansyah; Yuliana; Febri Sriyanti

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2021 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

  Awal tahun ini dunia digegerkan dengan pandemi COVID-19 yang bermula di Wuhan sudah menyebar ke banyak negara.Penyakit covid-19 ini menyerang sistem pernafasan manusia. Situasi ini membuat WHO memperingatkan masyarakat untuk melakukan tidakan pencegahan corona, yaitu dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air atau hand sanitizer, jaga jarak, memakai masker serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan  tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di masa pandemi covid-19 di Desa Tapandullu Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif  Analitik dengan pendekatan cross-sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat di masa pandemi COVID-19 ada pada kategori Kurang berjumlah 51 orang (85%) dan kategori Baik 9 orang (15%), dan responden yang berperilaku hidup bersih dan sehat pada kategori Kurang ada sebanyak 54 orang (90%) dan responden yang berperilaku hidup bersih dan sehat kategori baik sebanyak 6 orang (10%).Hasil uji statisctic  uji Fisher's Exact Test, menunjukkan nilai p-value = 0,000 lebih kecil dari nilai ?=0,05 yang artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan PHBS Di Desa Tapandullu Kecamatan Simboro Kabupaten  Mamuju. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan bagi peneliti selanjutnya dan bagi petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan  terhadap masyarakat di Desa Tapandullu tentang pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.    

Ni Made Nopita Wati; Ni Kadek Yuni Lestari; Desak Made Ari Dwi Jayanti; Tri Rahyuning Lestari

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Improving the quality of life of Indonesian people can be done through educational efforts both at school and outside of school. The School Health Business (UKS) is a basic health business aimed at schools and is the duty of the public health center to achieve health and improve learning achievement of school children). One of the functions of the UKS is as a forum for providing early health education especially for school children. Method: Before the implementation of the activity, the number of students involved amounted to 40 people, while the selection of students based on grade 8 and grade 9 would be selected again after getting extension activities and transforming as a UKS cadre. Activity Methods Used (1) Lecture and Demonstration Methods to discuss General Knowledge about School Health Enterprises (UKS), the role and participation of students in UKS activities, Efforts to Encourage, (2) Learning Methods Used to Transfer Assistance or Skills from the Value System Owned resource person to students. As a guest speaker providing health examination exercises for special UKS cadre students consisting of general physical examination and vital signs (blood pressure, temperature, pulse and breathing). Results: The results of the data collection obtained for SMP did not have its own UKS room ,but it was still combined with the primary school room which was still in the same building. Schools do not have UKS cadres and have never done UKS program activities. The level of student knowledge related to UKS is also very low. Conclusion: the level of student knowledge after counseling was found as many as 36 (86%) people have good knowledge and 6 people (14%) have enough knowledge. This shows that the provision of counseling and training can increase student knowledge. Suggestions, for SatyaSai Junior High School and Denut 3 Public Health Center to make a policy about the importance of UKS and to continue the program to have UKS space and to form a UKS structure so that good student behavior is formed to increase PHBS in schools and to follow up 

Novia Dwi Astuti

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Students are expected to get knowledge about clean and healthy lifestyle or in Indonesian is called Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). In fact, the program that is set by the government in PHBS application isn't optimally executed. The first survey data shows that the mental-disabled student's knowledge about PHBS (hand-washing) is less. The purpose of this research is for knowing the influence of hand-washing Education towards PHBS knowledge to mental-disabled students. Methods: The population of this research is 30 mental-disabled students from state mental-disabled elementary school of Tuban or SDLB Negeri Tuban with hand-washing learning SOP and questionnaire paper for knowledge scoring. The independent variable is clean hand-washing training and the dependent variable is PHBS knowledge to mental-disabled student  that scored by structural interview with pre-test and post-test. Results: As the result, it shows the most respondents have enough knowledge before the treatment, that is 18 (60,0%) students and almost all respondents have good knowledge after the treatment, that is 28 (93,3%) student. Conclusion: From this research result, the school is expected to apply the clean hand-washing training to develop PHBS knowledge learning in school periodically.

Margiyati Margiyati; Novita Wulan Sari; Lusi Arifirohwati; Robin Herlex Pattola; Ruwita Dwiyanti +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Masa remaja merupakan masa yang rawan dan kritis karena perkembangan emosi dan perilaku yang masih belum stabil. Banyak perilaku sehat serta perilaku tidak sehat berkembang selama masa remaja. Data menunjukkan berbagai ragam perilaku yang bersifat larangan banyak dilakukan oleh remaja seperti perilaku merokok, mengkonsumsi alkohol, seks bebas, pola makan tidak sehat dan kurang berolahraga. Meningkatnya perilaku hidup tidak sehat dan kenakalan remaja  ini juga didapatkan di SMP Islam Nurul Huda. Data hasil pengkajian menunjukkan 25% siswa laki-laki merokok di luar lingkungan sekolah, 2% siswa pernah melakukan hubungan seks di luar nikah saat berpacaran, 10% sering membolos sekolah, 35% sering makan makanan tidak sehat. Kepala sekolah menyampaikan Trias UKS belum optimal dijalankan sehingga edukasi baik tentang kesehatan fisik ataupun psikologis remaja kurang terfasilitasi. Lokasi sekolah tampak kotor, sampah dibuang sembarangan, dan kamar mandi tidak bersih. Kehidupan di sekolah merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai PHBS dan berpotensi sebagai agent of change untuk mempromosikan PHBS khususnya baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Perilaku ini perlu diedukasikan dengan strategi yang tepat pada remaja salah satunya melalui teman sebaya yang telah dilatih menjadi konselor. Kelompok konselor sebaya menjadi salah satu strategi baru untuk mengedukasi remaja karena periode remaja merupakan periode yang sangat dekat dengan peer group, membutuhkan pengakuan dari kelompok atau teman sebaya dan membutuhkan identitas baru yang bisa meningkatkan harga dirinya sehingga menjadi suatu pilihan yang tepat dalam upaya membentengi remaja dari pengaruh negative lingkungan dan membentuk perilaku hidup sehat pada remaja. Analisis fenomena tersebut menjadi latar belakang tim pengabdian masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro bekerjasama dengan Puskesmas Rowosari untuk melaksanakan kegiatan   bertema,   “Pelatihan   Konselor   Sebaya   sebagai   Upaya   Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Remaja di SMP Islam Nurul Huda”. Hasil yang didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan terkait PHBS pada remaja, serta terbentuk kader kesehatan remaja yang berfungsi sebagai konselor sebaya du SMP Islam Nurul Huda.