Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1321-1340 of 1,383

Analytics

Agnes Indra Runisa

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan sikap toleransi bagi peserta didik beragama Katolik di SMP Negeri 14 Palangka Raya. Sikap toleransi bagi peserta didik akan menjadikan  generasi muda  yang kreatif dan berguna bagi bangsa namun fenomena yang terjadi saat ini banyak peserta didik melakukan suatu perbuatan yang menyimpang. Misalnya tidak menghargai teman yang berbeda agama, tidak menghargai pendapat teman dan bahkan ketidakmampuan peserta didik untuk berinteraksi dan bersosialisai yang akan menimbulkan kurangnya rasa empati terhadap sesama. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2021 di SMP Negeri 14 Palangka Raya. Informan dalam penelitian berjumlah 12 orang yang terdiri dari Kepala Sekolah, guru agama Katolik, dan peserta didik beragama Katolik.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model  Miles and Huberman  yang terdiri dari 3 tahap  yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan sikap toleransi bagi peserta didik beragama Katolik di SMP Negeri 14 Palangka Raya sudah cukup baik. Dengan adanya pembelajaran sikap toleransi dapat membimbing dan membantu memperbaiki pribadi peserta didik menjadi lebih baik. Pendidikan sikap toleransi menjadi pedoman dan memiliki peran penting dalam membentuk untuk dan mengembangkan pribadi peserta didik dengan menanamkan nilai-nilai disiplin, jujur dan tanggung jawab, peduli, saling menghormati, dan saling menghargai satu sama lain.

Ismayati HS; Fransiskus Janu Hamu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karunia keberanian meninggalkan iman awal dan menjadi seorang Katolik umat di Stasi Santa Maria Sepang Kota dan untuk mengetahui alasan seorang non Katolik berpindah agama menjadi umat Katolik. Melalui Studi ini diharapkan umat Katolik dapat ikut serta aktif dalam kegiatan menggereja dan juga bisa menjadi motivasi bagi setiap orang Katolik yang baru masuk menjadi umat Katolik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2021 distasi Santa Maria Sepang Kota Paroki Santo Arnoldus Janssen Kuala Kurun. Informan berjumlah 8 orang yang terdiri dari 7 umat dan 1 Pastor Paroki. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman yang terdiri dari 3 tahap yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Ismail Ismail; Hasruddin Dute; Moh. Ali Mahmudi; Muhamad Thoif; Muh. Abdul Mukti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to analyze the principal’s efforts in improving the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning at SMP Hikmah Yapis Jayapura. PAI learning plays a significant role in shaping students’ faith, morals, and personality in accordance with Islamic teachings derived from the Qur'an and Hadith, as well as the exemplary conduct of the Prophet Muhammad SAW. In this context, the principal, as an educational leader, holds a strategic role in managing, guiding, and enhancing the performance of PAI teachers to ensure that the learning process is carried out effectively and contributes positively to students’ spiritual and character development.This research employs a qualitative approach with a descriptive design. The subjects of the study include the principal, PAI teachers, and students of SMP Hikmah Yapis Jayapura. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation to obtain comprehensive and contextual information regarding the implementation of PAI learning. The data analysis process was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. To ensure the validity and reliability of the findings, source and technique triangulation were applied.The results indicate that PAI learning at SMP Hikmah Yapis Jayapura is not only conducted in the classroom through the delivery of materials related to aqidah, morals, fiqh, and the Qur'an and Hadith, but is also strengthened through various religious programs integrated into the school culture. The principal’s efforts to improve learning quality include conducting regular academic supervision, involving teachers in professional development programs, providing work motivation, and consistently monitoring the learning process. Additionally, religious activities such as Qur'an memorization programs, daily Qur'an recitation before lessons, and routine dhikr and salawat activities support the internalization of Islamic values.Supporting factors include the principal’s active leadership and professional experience, while inhibiting factors consist of limited infrastructure, administrative burdens, and varying levels of teacher competence. Overall, these efforts have contributed positively to improving the quality of PAI learning and fostering students’ character development.

Khoirun Nisa

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

 Islamic education at the Elementary School (SD) level significantly impacts the formation of character and morality in children. This research focuses on the role of the family in supporting Islamic education at the SD level, identifying parents' perceptions, the family's role in reinforcing Islamic values in children, and the challenges faced by families in supporting Islamic education in the modern era. The research method used is a qualitative-literature approach.. The conclusion of this research provides a profound understanding of the dynamics of the relationship between the family and Islamic education at the SD level. These findings can contribute to educators, parents, and policymakers in creating an educational environment that supports the holistic development of children, especially in understanding the vital role of the family in supporting Islamic education at the SD level.

Mimi Mimi; Markus Amid

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Peran guru PAK dalam membimbing peserta didik agar terhindar dari pergaulan bebas di SMP Negeri 1 Jelimpo. Guru PAK perlu membimbing, mengarahkan, dan membentuk karakter peserta didik supaya tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Peserta didik perlu taat dan bertanggung jawab setelah mendapatkan nasihat, bimbingan, pengajaran, pembentukan, dan dorongan dari guru PAK melalui proses pembelajaran pendidikan agama Kristen supaya medapatkan pengetahuan yang benar tentang pergaulan bebas.

Rodiyah, Siti Kholidatur

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

In choosing the right learning model, a teacher must pay attention to students' abilities and choose a learning model that can motivate them to learn and develop their potential so they can overcome problems in life. Problem-Based Learning is considered a learning model that can help students maximize their potential and develop skills in solving problems in everyday life. This study aims to critically analyze the application of problem-based learning models in the field of study of Islamic Religious Education. Through a literature study approach, this study focuses on a critical analysis of the basic concepts, principles, and procedures for applying the Problem-Based Learning method in learning Islamic Religious Education. The results of the research show that in order to implement PBL in the learning process, teachers should follow the procedures or implementation stages. The procedure for implementing PBL is divided into several steps, namely: problem orientation, organizing students to study (in groups), investigation or data collection, developing and presenting work results, and finally; evaluation and reflection.

Su’udin Aziz; Farida Isroani

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Islamic education in general can be understood as an effort to increase students' faith, understanding, appreciation and practice of the religion of Islam so that they become Muslim individuals who believe and are pious and have noble character in personal, social, national and state life. This study aims to reveal the effect of Islamic Religious Education on the Attitudes of Single Parent Children: 1) Implementation of Islamic Religious Education. 2) Attitude of Single Parent Children. 3) The Effect of Islamic Religious Education on the Attitude of Single Parent Family Children This research is a field research with quantitative approach with correlation method. The data collection techniques used are: 1) Observation Method 2) interviews (interviews) 3) questionnaires (questionnaires) 4) documentation. Data analysis techniques include calculating the average value (mean), product moment correlation techniques, and drawing conclusions. Based on the research that has been done, it can be concluded that Islamic religious education has a good influence on the attitude of single parent children.

Ikhsanudin, Ikhsanudin; Wahyu Setiadi; Mukh Nursikin

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Adanya inovasi atau perubahan dalam bidang kurikulum yang diterapkan dalam pendidikan institusi. Khususnya untuk kurikulum PAI, inovasi juga harus dilakukan dengan tujuan: mewujudkan lulusan yang cerdas dan berakhlak mulia. Implementasi perubahan yang dilakukan pada era globalisasi lebih bertumpu perubahan material yang sebenarnya bertentangan dengan ajaran agama Islam karena masyarakat revolusi 4.0 lebih diwakili oleh kapitalisme dan sosialisme dengan ketergantungan internet. Keagamaan adalah salah satu lembaga yang mewadahi tentang bagaimana pembentukan siswa dengan kepribadian islami yang memiliki ilmu teknologi dan kualitas yang mampu bersaing dalam globalisasi tanpa meninggalkan budaya daerah. Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan peluang inovasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di era globalisasi. Metode penelitian adalah studi literature dengan mengumpulkan data-data tertulis dari sumber referensi yang terkait. Hasil tulisan artikel ini memetakan inovasi dan literasi kurikulum PAI, dan tahapan penyusunan kurikulum PAI di era globalisasi.

Sri Mulyani; Edipeni Pramusinto

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Pembelajaran etika tata karma dimulai dari usia dini dengan cara yang mudah dikenalkan di tempat umum dimana masyarakat berkumpul baik dilingkunan RT ,sekolah sampai tempat tempat hiburan. Untuk mencapai tempat tersebut diperlukan  jasa angkutan atau tranportasi.Tranportasi bisa mengunakan milik pribadi atau tranportasi umum. Salah satunya tranportasi umum  yang ada di Semarang adalah Bus Rapid Transit ( BRT) Semarang. Di angkutan ini tempat berkumpulnya segala lapisan masyarakat yang menggunakan kendaran untuk mencapai tujuannya. didalam kendaraan ini ada suatu etikan dalam pergaualan yang harus ditaati dan dilaksanakan masyarakat untuk menjaga hubungan baik dan santun didalam masyarakat supaya tidak terjadi keteganan baik ditinjau dari masalah sosial maupun perbedadaan agama ,budaya yang berkambang di Indonesia. Etika tatakrama selalu dijaga oleh penupang maupun krun penyelengara BRT SEMARANG sehingan mengajarankan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang santun seling membentuh  baik hubungan antar sesame .juga mendidik generasi muda menjadi tranpil cekatan kreatip dan suka menolang  dan menghormati yang tua dan menyajai yang muda .Membisakan kerjasama yang baik antar penupan ,teluransi antran agama dan mencitain sesame manusia sehinga dari sini bisa ditanamkan cita Negara dan merasa memiliki Negara sehing membentuk generasi yang santun dan cinta tanah air.Disamping itu peraturan pemerintah dalam menyikapi keadaan sekaran BRT  Semarang berpegangan pada prinsip  aman bertranportasi umum di Semarang dalam upaya menyelamatkan hidup warga dan menjaga agar Negara tetap bisa berupaya menjalankan fungsidan aturan /etika  di New Normal ini.

Sudarsono, Sudarsono

Komunikasi efektif bagi kiai penting dimiliki. Ada pelbagai dasar yang mendukung pentingnya komunikasi egektif bagi kiai. Pertama, komunikasi adalah proses pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan dan pengendalian manajemen yang cukup banyak dilakukan oleh kiai di pesantren, kiai terus berupaya untuk menempatkan setiap orang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Kedua, komunikasi sebuah aktifitas yang cukup banyak menyita waktu pemimpin, kiai sebagai sosok sentral di pesantren tidak hanya melakukan komunikasi dengan santri dan pengurus pesantren akan tetapi dengan masyarakat luas. Saat terjadi komunikasi pemimpin bisa melakukan segala hal yang terkait dengan tugas yang menjadi tanggungjawabnya. Semua informasi harus disampaikan melalui pelbagai bentuk media atau saluran komunikasi terhadap pemimpin. Supaya pemimpin memiliki dasar untuk membuat sebuah perencanaan dan kebijakan. Rencana oleh kiai dikomunikasikan dan disosialisakan bagi orang lain untuk kemudian dilaksanakan. Sebagaimana kiai dalam melakukan kebijakan yang menyangkut upaya menjaga komitmen dan kompetensi SDM yang dimiliki Pondok Pesantren Bali Bina Insani tanpa melihat perbedaan latar belakang.

Savitri, Indah Erwina; Kusjuniati, Kusjuniati; Iswahyuni, Iswahyuni

Jurnal Maisyatuna 2021 STAI Denpasar Bali

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui : 1) Strategi model kencleng dalam meningkatkan jumlah munfiq di Baznas Kota Denpasar. 2) Kendala yang dihadapi Baznas Kota Denpasar dalam melaksanakan strategi model kencleng untuk meningkatkan jumlah munfiq. Metodepenelitian ini deskriptif-kualitatif. Informan 12 orang yang dipilih secara purposive.Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, strategi model kencleng yang dilakukan Baznas Kota Denpasar berasaskan agama, amanah dan kemanfaatan, dapat meningkatkan jumlah munfiq yang meliputi agama dan kemanusiaan. Faktor penghambat yaitu : kurangnya SDM dalam mengelola kencleng sehingga terjadi tumpang tindih pekerjaan, kurangnya antusiasme dan semangat dalam mensosialisasikan program kencleng, kurangnya fasilitas yang memadai termasuk pengadaan kaleng kencleng, kurangnya kesadaran masyarakat akan wajib bersedekah jika seseorang telah dikatakan mampu, kurangnya kepercayaan UPZ, kurangnya pemahaman orang tua mengenai maksud dan tujuan program kencleng, adanya badan amil lain selain Baznas Kota Denpasar sehingga jumlah munfiq mengalami peningkatan yang kurang maksimal, Pandemi Covid-19 sehingga menghambat proses sosialisasi, pendistribusian dan pengumpulan kencleng.

Dominggus Umbu Dingu; Prihadi Kristiyan; Yublina Tefa

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Development to achieve educational goals certainly leads to instruments that are responsible for the implementation. The teacher is the instrument, which is required to bring out all the potential possessed, both knowledge and review of self-aspects as a reflection that should be imitated. Thus, it is absolutely necessary to have a complete personality professionalism and role model points that are certainly inherent in every teacher. Teachers are required to maintain stability in speaking and acting as a reaction to the practice of integrity values that do not know place, time and situation. The personality in question does not create a chasm to limit oneself in interacting with others, but how the whole existence can be a role model. School is a place of interaction in the daily life of a teacher, here the teacher does what is his responsibility and obligation in fostering students (towards the desired goal). The implementation pattern certainly requires good performance starting from personality, discipline and how a teacher can be relied on and become a role model for students. The moral integrity of students is the expectation of a teacher, of course. In relation to this review, a teacher, especially a PAK teacher, is required and of course has a very strategic and core role in the implementation of the process of forming moral integrity as a role model for students.

Mariana Rita; Marthen Mau

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Penelitian ini membahas tentang pentingnya peran guru pendidikan agama Kristen dalam mengatasi kenakalan peserta didik  di SMP Kristen Setia Bakti Empaong. Guru PAK adalah seorang yang berperan untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, membina, dan mengembangkan potensi peserta didik, serta berperan  penting untuk mengatasi kenakalan peserta didik.

Dellis Dellis; Ina Martha

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Penelitian ini membahas tentang “Peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam memotivasi Peserta Didik agar memiliki semangat belajar di SMA Negeri 2 Mandor. Penelitian ini dapat tersusun dengan baik karena peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode pengumpulan data penelitian yaitu observasi, wawancara, dan dukumen dilapangan tentang realita yang terjadi di kalangan para peserta didik dan guru.

Beriana Simorangkir; Meryantje Anabokay; Joni Sirenden

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Pergaulan bebas merupakan suatu tindakan yang bertolak belakang dengan tindakan moral, karakter, dan spiritual. Mengantisipasi pergaulan bebas di kalangan peserta didik di Sekolah Menengah Atas (SMA) Shalom Bengkayang sangat penting untuk dilakukan oleh guru pendidikan agama Kristen.

Yusulli Yusulli; Fatimatus Sahro

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2021 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Tamanan sub district is a developed sub district, always keeping up with the times. Especially with today's socialization, parents must also participate in monitoring the socialization of their children, because one of the factors causing underage marriage is uncontrolled socialization so they are afraid of causing accidents. The above fact is an interesting phenomenon to study. Therefore, it provides an opportunity for writing to analyze the factors that cause early marriage in Tamanan District. In addition, the opinions and solutions of religious leaders regarding early marriage.In this study, the research used by the compiler is a type of field research (field research), to the Tamanan KUA and several Tamanan religious leaders regarding their views on early marriage. The nature of the research used is descriptive, analytical, primary data, namely the original source without previous intermediaries, which is the source of data on the words or actions of a person who is observed or interviewed. In this study, the authors used Law No. 16 of 2019 concerning marriage, especially articles related to the discussion in this thesis. Based on the methods used above, it was revealed that the factors causing early marriage in the District itself, namely: environmental factors, economic factors and also factors regarding understanding of religion. these factors are what cause many early marriages in Tamanan District. Then the opinion of the figures is that there are some who agree with the existence of early marriage or in the legal language of marriage dispensation. Because there are dasrnya that allow marriage dispensation. Some religious leaders disagree with early marriage. Because a marriage needs readiness from various aspects. One of the figures agreed with early marriage, as long as the marriage was carried out in accordance with the terms and conditions.

Maria Eupaharasia Sena Bha; Paulina Maria. E.W; Romanus Roman

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

This study aims to determine the effect of social media on learning outcomes in PAK (Catholic religious education) learning at Santa Maria Palangka Raya Middle School, especially for class VIII students. Through this research, the researcher wants to see further whether there is an influence of social media on the learning outcomes of Catholic Religious Education. This study uses a quantitative approach. The research location is at St. Catholic Junior High School. Maria Palangka Raya. The research population is all students in class VIII. The research sample is class VIII B and C taken by cluster random sampling technique. Data collection techniques used questionnaires distributed via google form and additional interviews with Catholic religious education teachers. The data analysis technique used Pearson's product moment correlation technique.

Padja, Anita Pa; Tari, Ezra; Lao, Hendrik A.E

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2021 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Tujuan dari riset ini ialah mengevaluasi proses belajar dengan menggunakan pendekatan Model Context, Input, Process, Product pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Dalam pra penelitian di SMP Negeri 12 Kupang, peneliti menemukan guru belum mengetahui kebutuhan dasar siswa. Guru belum mengetahui latar belakang siswa serta kurangnya penggunaan media pembelajaran. Tipe riset ini menggunakan pendekatan context, input, process, product. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pertama, pelaksanaan proses belajar dilihat dari segi konteks tergolong baik. Kedua, perencanaan program, ditemukan tidak terdapat analisis kebutuhan. Pelaksanaan program pembelajaran ditinjau dari segi input masuk dalam kategori baik. ketiga, pelaksanaan pembelajaran masih dalam kategori kurang efektif ditinjau dari segi proses. Keempat, guru melaksanakan pendahuluan dengan baik dan benar sesuai dengan rancangan yang ada di dalam RPP. Kelima, program pembelajaran perlu dirancang terstruktur sesuai dengan alokasi waktu karena menjadi faktor penentu dalam proses pembelajaran, keluasan dan kedalam materi pelajaran.

Adhe Lisna Gayuh Sasiwi; Nelawati Radjamuda

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2021 Universitas Muhamadiyah Manado

Salah satu penyebab kematian ibu antara lain masih rendahnya pemahaman tentang kontrasepsi dan kesehatan reproduksi, rendahnya akses terhadap pelayanan kontrasepsi dan banyaknya pasangan usia subur (PUS) tidak mendapat pelayanan kontrasepsi, pada hal itu beresiko meningkatkan jumlah kematian ibu karena aborsi yang tidak aman (Budijanto, 2013).      Berdasarkan data wilayah kerja puskesmas Kombos pada tahun 2017 diketahui bahwa Jumlah peserta KB aktif berjumlah 3.711 (68,6%) dari total 5.408 Pasangan Usia Subur (PUS). Ini berarti masih ada 1.697 (31,4 %) PUS yang bukan merupakan peserta KB aktif. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan masih tingginya PUS yang tidak menggunakan alat kontrasepsi di wilayah kerja puskesmas Kombos tahun 2017.       Desain penelitian dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Penelitian ini telah dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas Kombos Kota Manado pada  bulan Mei 2019. Variabel dalam penelitian ini adalah mono variable yaitu Faktor PUS tidak menggunakan alat kontrasepsi. Populasi dalam hal ini adalah semua PUS yang bukan peserta KB aktif di puskesmas Kombos yaitu berjumlah 1697 peserta. Sampel dalam hal ini adalah sebagian PUS yang bukan peserta KB aktif di puskesmas Kombos yaitu berjumlah 94 peserta. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan aksidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Analisa data ada penelitian ini menggunakan tabel distribusi frekwensi. Faktor penyebab Pasangan Usia Subur (PUS) tidak menggunakan alat kontrasepsi di wilayah kerja puskesmas Kombos Kota Manado menunjukkan 19,1% ingin punya anak, 16,4 % takut efek samping, 15,3% tidak nyaman, 14,5% fertilitas (ingin banyak anak0, 14,5% tidak ingin, 9,2% masalah akses alat KB, 6,5% masalah kepercayaan/agama..    

Maria Lidya Agustina; Fransiskus Janu Hamu; Timotius Tote Jelahu; Widya Ariyani

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa penting bagi seorang guru agama Katolik memiliki kompetensi profesional dalam dirinya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pengajar dan sebagai seorang pendidik. Diharapkan seorang guru agama Katolik bertanggung jawab atas tugas mulia yang dipercayakan kepadanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif.  Teknik pengumpulan data menggunakan  tiga cara  yaitu,  observasi,  wawancara,  dan  dokumentasi.  Untuk teknik analisis data diperoleh menggunakan model interaktifdengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Ada 10  informan  dalam  penelitian  ini,  kesepuluh  informan  dibagi  menjadi  empat bagian yaitu, guru agama Katolik, kepala sekolah, murid dan pastor paroki. Langkah-langkah penelitian meliputi   percakapan dengan informan, profil informan, penentuan tema, refleksi, implikasi, sintesis, dan prospek atau kemungkinan yang terjadi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa guru agama Katolik   memahami tugas dan kewajiban mereka sebagai seorang guru. Namun,  mereka tidak begitu menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan dalam diri mereka sebagai seorang guru. Adapun upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sebagai seorang guru yaitu dengan mengikuti berbagai macam kegiatan dan pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan.