Publication Search

67,742 articles from 584 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1301-1320 of 1,445

Analytics

Ratna Sari Dewi; Nopi Dwi Lestari; M. Rizky Febriansyah; M. Faizal; Dhea Amalia Putri +2 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Usually applying for a job one has to prepare supporting documents, one of which is a CV or Curiculum Vitae. However, in this globalization era, people usually make CVs as attractive as possible to attract users to continue to the next stage. Therefore, many people use platforms, applications or websites that can make an attractive CV, one of which is the Canva application. Canva is a graphic design application used to create social media graphics, presentations, posters, documents and other visual content. This application provides a variety of design examples to use. Canva consists of two types of services, namely free and paid. For paid services, Canva provides Canva Pro and Canva for Enterprise. In addition, users can also pay for products physically to be printed and shipped. Muhammadiyah 3 South Tangerang Vocational School, which was established on July 1 2009, has two Department Programs, namely Business Management with Accounting Skills Competency and Informatics Technology with Computer Network Engineering Skills Competency. Because of this, we hope that this training on making CVs can help friends at school to make CVs and later can be used to apply for jobs when friends have graduated from the Vocational School.

Dian Nugraheni; Evi Nur Mala Sari; Putri Dzakiyyatul Khotimah; Nida Rufaida; Asep Purwo Yudi Utomo +1 more

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Phrases can start with a preposition or a verb and also can just be the subject.  Phrases are in a syntactic function which is formed from a combination of words.  Often found in the text in a sentence, for example, is one of which is in the Book-Based Play and Learning Guide for Early Childhood Teachers.  This study discusses the analysis of the use of phrases in the textbook.  The aim is to find out the relevance of the sentence study of the types of phrases contained in book-based play and study guides for early childhood teachers.  This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The data collection method uses observation techniques and examines how the language is applied, and the note-taking method is also used to record the structure being analyzed.  This study found that there are 3 verb phrases, 3 adjektiva phrases, 3 numeral phrases, 3 noun phrases, 3 exocentric phrases, and 3 endocentric phrases.  One of the benefits of this research is that we understand more about the types of phrases in each sentence.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Citra Wahyu Ningrum; Edo Stanzah; Assyeh Annasrul Majid

Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Geothermal energy is a renewable energy source that can be used to generate electricity, heat homes and businesses, and provide hot water for industrial processes. The interior of the Earth is hot, and this heat can be transferred to the surface through geological structures such as faults, fractures and sedimentary basins. These structures provide pathways for geothermal fluids to flow, and they can also trap these fluids, creating geothermal reservoirs. The type and size of geological structures that affect geothermal energy can vary depending on the location. For example, in some areas, faults and fractures are the most important structures, while in other areas, sedimentary basins are the most important. The distribution of these structures also plays a role in determining the potential for developing geothermal energy. The study of geological structure is very important to understand the distribution and potential of geothermal energy resources. By understanding how these structures influence the circulation and accumulation of geothermal fluids, we can develop and better manage these resources. This abstract provides a brief overview of the topic of geothermal energy and the role of geological structures in this field. It is intended to provide a starting point for further research and discussion.

Juita Masumy; Febrianto Rompis

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Integrity is a condition in which a servant of God can be trusted because the words issued and actions are similar. The integrity of a servant of God must be seen in his life of service and personal life because both of these will have an impact on eternity, namely eternal salvation. As a very young shepherd, the apostle Paul gave several pieces of advice so that he could become a servant of God with integrity. To become a servant of God with integrity, there are several pieces of advice that must be followed regarding public life. and personal life. Three things that  the main things that Timothy had to do with regard to public life were to provide sound teaching, maintain respect and have a balance in service. The congregation will still have respect  if  Timothy has always been an example to the congregation in words, behavior, love, faith and purity or holiness of life. Furthermore, what is meant by balance in ministry is that Timothy remains diligent in reading God's Word, giving advice and teaching God's Word. In relation to his personality, Timothy had to use the gifts that God had given him. In addition, have a commitment to be obedient to do everything that the Apostle Paul has taught. As a result of doing these things, Timothy will save himself and every church he serves.

Umbu Ndapa Kahali; Jonidius Illu

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

The electronic media discussed in this paper are temporarily only focused on the use of internet media and professions which are currently trending. This is because it is the use of the internet that is currently the most popularly used by many people, apart from being something that can be categorized as something that is 'booming'. It should be underlined, with the existence of technological developments in the future, it is possible to use other network media besides the internet in e-commerce. So our thinking should not only be fixated on the mere use of internet media. Community service this time is to provide training/debriefing for students aged 13-17 years. The negative impact arising from the effectiveness of TikTok's social media has also made it impossible for them to play TikTok. Teenagers often lose track of time and neglect other work or become obsessed with the TikTok application itself. There is still a lot of content on the TikTok application that is not appropriate for teenagers to see. The positive impacts of using social media are as follows: a. Can make social media a means or media used to communicate with other users. Through this communication individuals can have a motivation to develop themselves to be better. For example, having a desire to study hard is obtained from the results of interpersonal communication with other users. b. Develop yourself by honing capacity through videos watched on social media. For example, by watching a video that has a moral message for the lives of teenagers, they should not give up in carrying out the educational process they are facing and continue to be enthusiastic and persistent in achieving all their desires. c. Can express emotions owned by teenagers through a post on social media. Apart from that, the existence of positive content on social media makes individuals have positive reinforcement to form better character or self-development. Meanwhile, the negative impact obtained from the use of social media which is used as a medium for strengthening character for adolescents can be seen through accessing the negative content chosen by teenagers. In this research, the writer or researcher uses qualitative researchers in order to get the right sources to develop hypotheses related to the subject or research topic. A proper qualitative approach involves analyzing and describing every source, information, and data in the literature. Qualitative research emphasizes the depth of data obtained by researchers. The deeper and more detailed the data obtained, the better the quality of this qualitative research. So, qualitative research is a research approach used by the author to describe information and data analysis that is relevant to the topic of discussion.

Julia Ayu Puspita; Agung Setyawan

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Technological developments are increasing rapidly in the world of education, therefore human skills must also go hand in hand with these technological developments.  But besides that, there are also educators or teachers who have not taken advantage of the sophistication of this technology, so that it can also affect student learning interest.  So that it requires a memorable learning process that is interesting and fun which aims to increase student learning interest.  An example of an interesting and fun learning media is the powtoon learning media, which combines interesting audio, visual and animated media elements.  So that in this study the aim was to find out whether there was an influence from the use of powtoon learning media on learning interest in fifth grade students at SDN Socah 1. The type of research used by researchers was a type of qualitative research, with descriptive quantitative and descriptive qualitative data analysis methods, in this study  also used interview techniques, tests, observation, and documentation for data collection.  Then the results will show that the powtoon-based learning media has the effect of increasing students' interest in learning, especially in science subjects, because it is considered interesting and fun so that capturing material is easy to understand.

Gideon Setyo Budi Witjaksono; Dhewintha Kusuma Fachrani; Intan Febriana Samodro; Salsabilla Prabawati Hariyono; Zanetta Najlaa Putri Arfi +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

One of the problems that existed at the Rembang Village Office was due to the vacant land which was one of the obstacles, the UPNVJ Thematic Community Service students decided to use hydroponics as a planting medium to be developed because it did not require large areas of land, as well as the tools and materials needed to make hydroponics. easy to get and how to make it easy. Mustard greens are one of the easiest plants to grow using hydroponic growing media, so we decided to plant mustard greens because of its ease of cultivation. Compared to existing planting media, hydroponic growing media has better possibilities. So that the planting medium only needs to be fertilized, watered, and occasionally cleaned. In order for the Rembang Village Office to become an example of hydroponic planting for Rembang Village residents, UPNVJ Thematic KKN students established and planted using hydroponic planting materials to optimize this.

Itania Musri; Filmon Berek

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

The future of youth is a very important period and very prone to failure,that is why it is important to have spritual guaidance and how is our role in approaching them to provide understending to youth.why is our role so important to them, because if we don’t set an example and don’t introduce Jesus Christ how will they know.Adolescence is a time when they want to know a lot of things,thoughts that still can’t distinguish which one is good or vice versa make decisions and do everything without thinking.So it’s not often that children experience failure when there is no one to guide and direct what is good and what is not. Failure in relationships even in their character both physically and spiritually. We just still need guidance from our parzents moreover they need us to direct them.

Yohana Lanu; Riste Tioma Silaen

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

The example of faith from parents greatly impacts the firmness of the faith of children when they are adults. Therefore, the purpose of this research is to help parents implement their exemplary faith effectively. For this reason, the researcher examines the exemplary figures of Ayub and Yusuf in setting an example of their faith when they were in a downturn. So that their example can be used as a reference for Christian parents in particular. In addition to the exemplary faith of Bible figures, the author also examines the psychology of child development. This is meant to help parents to be able to provide an example of their faith in accordance with the development of their child so that the example becomes effective and has a significant impact. This research also provides knowledge on how parents implement this example holistically based on Bible knowledge and also the psychology of child development. So that the right ways are known for parents in giving exemplary faith to their children.

Firmawati Firmawati; Rona Febriyona; Renalda Rengkung

Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

People with mental disorders often experience a greater stigma than the surrounding community, stigma will further worsen the condition of mental patients, for example, sufferers find it difficult to interact socially with society and even cause suicide. The purpose of this study was to determine the stigma of the community towards people with mental disorders in the West Limboto Health Center Work Area. The research design used qualitative with a phenomenological study approach, the research participants were people in the West Limboto Puskesmas Working Area with 6 people who met the sample criteria and 1 health worker as the person in charge of the psychiatric section at the Puskesmas. The findings obtained there is a stigma of society in the form of stereotypes of the causes of mental disorders (stress, disappointment and desires that are not achieved) and people with mental disorders are considered dangerous, a form of stigma labeling, namely people with mental disorders are nicknamed lunatics to distinguish them from people around them and as someone who is dangerous, while the stigma form of discrimination, namely people with mental disorders are avoided, run, expelled and allow shackling actions. It can be concluded that community stigma in the form of streotypes, labels and discrimination still shows a bad stigma against people with mental disorders.  

Ahry Ramadhani

Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to determine the impact of teacher presence in class on student discipline in the learning process at UPT SDN Laiyolo No. 52 Selayar Islands The research method used is qualitative research. In this study the data collection techniques used included direct observation and interviews. Based on observations made, the effect of the teacher’s presence in class on student discipline in the learning process is still unsatisfactory based on the observations I have made for the past 3 months. Where these activities can be seen from teacher’s who are lazy to teach, teacher’s who are lazy to come to scholl and even come late to school. So that little the students are also lazy to go to school because they feel less enthusiastic about participating in learning. The results of the research that can be found are that the presence of the teacher greatly influences student discipline in the learning process at school. In order to from a disciplined and obedient nature, it is therefore important for a teacher to be present in every phase of the development of students in every lesson. Teacher’s also have to be a good example for their student.

Yulianti Yulianti; Muhammad Syukur

Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The problem in this study is that there are cases of bullying that occur in school students, and this is a very serious problem so it must be followed up again. So, the role of parents is very necessary in this case, and not just relying on the school. This study aims to provide an overview of the formation of parents in the process of forming children's character in responding to bullying cases. The method used in this research is descriptive research. The results of the study show that the role of parents is needed, especially in the process of forming children's character, because remembering that parents are the ones who will be used as role models by children, parents can shape character for children by setting an example, teaching good things, interact with their environment, and children's involvement in home activities. In this way the character that is instilled by parents from an early age in children will form good character such as forming children to be stronger and able to carry themselves in their environment, children will be more confident. In the case of bullying, parents are expected to educate and strengthen children to be braver and not afraid and always have self-confidence, provide the ability to defend themselves or even take revenge, select people who will be friends with them.

Cici Pramita; Filmon Berek

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

The teaching profession is a unique profession because many skills are needed to carry out one's duties in preparing future generations. The ideal teacher is not only one who fulfills the requirements, e.g. for example, he may be smart and skilled or an expert in his field of knowledge, but most importantly, the teacher must be able to position himself as an agent of change. Therefore, the Christian teacher must assume personal, social, intellectual, moral and spiritual roles and responsibilities. The responsibility of the Christian religion teacher as an educator is to encourage, teach, lead, guide, train, assess and evaluate students to achieve the expected learning objectives and learning outcomes. Jesus as an example for Christian religion teachers should be the standard for every Christian educator. Therefore, it affects work during learning and leads to achievement for students. The responsibility of a Christian religious education teacher is to improve student learning achievement and provide learning motivation in order to achieve an achievement for each student. From this writing, the author uses qualitative as a literature study and is supported by several references from books, journals for the completeness and refinement of writing. This. This study resulted in a conclusion that the responsibility of a teacher greatly influences the achievement of each student in the world of education.

Hasna Nur Alifah; Muhammad Gilang Ramadhan; Elisa Septiana; Nur Hanifah; Wieline Dewi Azzahra +1 more

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The problem that often occurs is that some people do not understand the existence of exemplary values contained in the folklore of Bulusan. This study aims to describe exemplary values in the Bulusan folklore, namely the religious values and moral values contained in the Bulusan folklore. The method used in this study is qualitative with a qualitative descriptive analysis method and the data sources come from community leaders, village heads, local residents, and practitioners who are experts in knowing and understanding Bulusan folklore. In this study using data collection techniques by way of observation, interviews, recording, recording, photographing, and transcription. In this study, the validity of the data was used, namely triangulation of sources, time, and techniques. Based on the analysis of the data obtained in the Bulusan Folklore, there are also character values that can serve as guidelines and examples for the whole community, especially young people for the next generation. The origins of the Bulusan folklore have several religious values and moral values contained in it. The content of religious values in Bulusan folklore includes obedience, belief, and practice. The moral values contained in the Bulusan folklore are the values of mutual cooperation, obedience, and politeness.  

Eka Fitria Ningsih; Maryono Maryono; Salis Irvan Fuadi

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This study aims to determine the role of PAI teachers in overcoming the moral degradation of students at SMA Takhassus Al-Qur'an Kalibeber Wonosobo. Moral degradation is a phenomenon of moral decline in the character of a person or group. This study uses qualitative research methods with data collection techniques through observation, interviews and documentation. Respondents in this study were PAI teachers, school principals and students at SMA Takhassus Al-Qur'an Kalibeber Wonosobo. Data analysis techniques were carried out using the Milews and Huberman interactive model, which included data collection, data reduction, data presentation, as well as conclusions and verification. The results showed that: The role of PAI teachers in overcoming student moral degradation is going well. Supporting factors for PAI teachers in overcoming student moral degradation are: co-workers who are compact, adequate facilities and infrastructure, while the inhibiting factors are: co-workers are not compact, lack of guidance and religious education in the family, lack of self-awareness in students. The role of the PAI teacher in overcoming the moral degradation of students is classified as being effective, for example changing the attitude of students who over time have begun to comply with existing rules at school and actively participate in religious activities, although not all of them.    

Ismi Rosyidatul Ummah; Achmad Alfian Azizi; Muhammad Yasin

CiDEA Journal 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This study aims to analyze the orientation strategy of the Surabaya city manufacturing industry. The method usedin this research is descriptive qualitative method. Source of data usedderived from secondary data through literature review or what is called a studyliterature collected by the researchers themselves through websites, journals, bulletins, for example taken from the Statistics Agency, company or organizational documents, newspapers and magazines, or other publications. Currently the manufacturing industry in Surabaya continues to experience increased productivity and business expansion after experiencing a decline due to the Covid-19 pandemic. This increase is inseparable from the increasing demand for an increasingly varied market, which has become a driving force for business players to grow and meet market needs. This is what is used in the manufacturing industry, namely market orientation, which includes customer orientation, competitor orientation, coordination between functions, and technology orientation. When a company is market oriented, it shows that the company pays attention to its consumers. Market orientation can be seen from customer orientation and competitor orientation. Customer orientation by researchers is placed as the highest priority in terms of providing superior values to customers.  

Harmoko W Purba; Mansur Tanjung; Yacub Hutabarat

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

  The organization is a means or tool for achieving goals, as a vehicle (vehicle) for the activities of workers who work together in their efforts to achieve goals. These goals certainly differ from one another, for example, they can be in the form of social services, education improvement, career development and so on. Every activity carried out by an organization certainly requires various resources, such as capital, materials, and machinery. Existing resources will be meaningless if not managed properly. To manage it requires other resources, namely, human resources. The formulation of the problem in this study is the formulation of whether work involvement and division of labor jointly affect the performance of employees in the Sibolga Kota District Government? This study aims to determine how much influence work involvement and division of labor have on employee performance in the Sibolga Kota District Government. The temporary hypothesis is that work involvement and division of labor have a joint effect on the performance of employees in the Sibolga Kota District Government. The population is 85 people and is used as a sample. Data collection techniques using library research and field research. The results of the study show that the variables of work involvement and division of labor can affect the performance of employees in the Sibolga Kota District Government by 54.2%. Work involvement and division of labor jointly or simultaneously have a positive and significant effect on the performance of employees in the Sibolga Kota District Government. Where the Fcount value is greater than the Ftable value (38.510 > 3.11). Partially, work involvement has a positive and significant effect on employee performance in the Sibolga Kota District Government. Where the value of tcount = (2.373) is greater than the value of ttable (1.992), Partially the most dominant division of labor affects employee performance, meaning that the variable of division of labor is more decisive in improving employee performance compared to work involvement. Where the value of tcount = (4.453) is greater than the value of ttable (1.995).

Kania Rizqita Dewi; Putri Regita Miolda; Triayu Nur Afifah; Novita Dwi Istanti

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

The JKN Program is an effort to equalize the quality of health services for all Indonesians, with a wide range of health services and affordable contributions. The JKN program has many benefits, but there are still many participants who do not comply with the JKN program rules, for example, do not pay contributions on time. This study aims to determine the factors that can influence public compliance with the JKN program in each region of Indonesia. The method in this study uses a literature review design by collecting research sources in the form of valid articles. After several article sources have been collected, the researcher reviews the published article sources to produce a new analysis. Based on the results of the study, it can be concluded that the factors that influence the compliance of JKN participants in paying contributions are the level of knowledge, income level, and perceptions of health risks that are owned by each member of the community. The use of first-level health facilities can also affect participant compliance in seeking health services and social, economic, and cultural presence are also a number of external factors in JKN participant compliance.

Fadillah Sauma Ramadani; Muhammad Davin Dwi P; Tarish Auliasari Narulita

Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The art of Reog Ponorogo is one that has quite long values and history in the process of Islamization of the people of the land of Java, particularly in East Java. This is particularly true for East Java. In Islamizing people in East Java, the values contained in Reog Ponorogo include traditional, religious, cultural, social, political, and historical values. These values are all interrelated in some way. Since Islam was introduced to Java, the traditional art of Reog has been transformed into a form of propaganda that is utilized to disseminate Islamic principles. The purpose of this study is to shed light on the ways in which Reog is utilized as a tool for Islamization in Java. There are a number of symbols connected to the religion of Islam that can be found in Reog. One example of this is the depiction of a horse, which represents the Mi'raj Isra journey that the Prophet Muhammad undertook. Ulrich Beck's theory of the risk society faces is utilized in the method of analysis. Ulrich Beck investigates the ways in which contemporary dangers mold and transform society, as well as the difficulties inherent in mitigating these dangers in a way that is both equitable and environmentally responsible. In the context of the Islamization of Reog culture, through the lens of Ulrich Beck's point of view, it is possible to interpret that the culture of Reog Ponorogo is the result of a modernization process and also a response to increasingly complex changes in both the global and local contexts.