Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 101-120 of 127

Analytics

Sulistiani A. Ilohuna; Fadli Syamsuddin; Sabirin B. Syukur

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hipertensi atau yang lebih di kenal masyarakat dengan sebutan penyakit darah tinggi yaitu terjadinya peningkatan tekanan darah. Jika hipertensi terjadi secara berkepanjangan, maka akan beresiko terjadinya penyempitan pembuluh darah, stroke, gagal jantung dan gagal ginjal kronis. Salah satu alternative pengobatan non farmakologis pada pasien hipertensi adalah pemberian jus buah papaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah papaya terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode penelitian ini adalah pre-ekperimental, dengan desain penelitian one group pretest-posttes. Analisis data menggunakan uji paired sample t test. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan secara signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi setelah diberikan jus buah pepaya dengan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 24,00 mmHg dan tekanan diastolik 16,00 mmHg, hal ini dikarenakan peranan kalium yang terkandung  dalam  buah pepaya, yang dalam mekanisme penurunan  tekanan darah menyebabkan vasodilatasi yang dapat melebarkan pembuluh darah  sehingga darah dapat mengalir lebih lancar.  Sehingga ini diharapkan pasien hipertensi dapat mengkonsumsi jus buah pepaya sebagai salah satu alternative yang aman untuk menurunkan tekanan darah.  

Aragibinafika Aragibinafika; Mohamad Mimbar Topik

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Nekrolisis epidermal toksik (NET) adalah peradangan sistemik akut yang melibatkan kulit, membran mukosa, epitel pernafasan dan pencernaan. Dalam banyak kasus, obat-obatan merupakan penyebab utama NET akan tetapi dapat juga disebabkan oleh infeksi dan faktor-faktor resiko lainnya. Membran mukosa (rongga mulut, konjungtiva dan anogenital) adalah bagian tubuh yang paling awal terlibat pada NET. Lebih dari 200 obat dari berbagai golongan berhubungan dengan terjadinya NET. Penggunaan obat-obatan yang memiliki resiko tinggi dan sering menyebabkan terjadinya NET seperti antigout (allopurinol), antiepilepsi (carbamazepine, fenitoin, fenobarbital, lamotrigin), antibiotik (kotrimoksazol dan sulfonamid lain, floroquinolone), anti inflamasi (sulfasalazine), anti-HIV (nevirapine), obat anti inflamasi golongan oxicam(meloxicam), dan analgesik (parasetamol). Pengobatan NET adalah pendekatan multidisiplin dan hingga kini belum ada panduan yang diakui secara internasional untuk terapinya.Tujuan dari studi kasus adalah membahas mengenai Nekrolisis epidermal toksikyang dipicu oleh obat penurun panas serta manajemen terapinya.

Datin Suhailah; Yesi Hasneli N; Herlina Herlina

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan jumlah penderita sangat tinggi  didunia. Penyakit diabetes ini merupakan penyakit yang memerlukan waktu cukup lama untuk diobati serta dapat membuat penderitanya merasa putus asa akan kesembuhannya. Untuk penatalaksanaan pengobatan diabetes ini dukungan keluarga sangat dibutuhkan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Sail Kota Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 120 orang yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga. Hasil:  Hasil penelitian menunjukkan  Berdasarkan dari tabel 8 diatas menunjukkan bahwa sebagian besar dukungan keluarga baik yakni 62 responden (51,7%) dan 58 responden (48.3%) menunjukkan dukungan keluarga buruk. Kesimpulan: Dukungan keluarga yang diberikan kepada penderita diabetes berada pada kategori dukungan yang baik. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan disarankan kepada masyarakat (khususnya yang menderita diabetes melitus) dan keluarga agar dapat memberikan dukungannya dalam penatalaksanaan pengobatan pada penderita diabetes mellitus.    

Solehudin, Solehudin; Sancka Stella; Ahmad Rizal; Lannasari, Lannasari

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Identifikasi yang salah menyebabkan pasien menerima prosedur tindakan medis yang tidak benar. Kesalahan yang mengakibatkan pasien cedera dapat berupa ketidaktepatan identifikasi pasien yang berakibat kesalahan atau keterlambatan diagnosis, kegagalan dalam bertindak, kesalahan pengobatan, dan kesalahan dosis atau metode dalam pemberian obat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran penerapan identifikasi dalam melakasakan sasaran keselamatan pasien di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan merupakan study kasus. Peneliti melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan identifikasi pasien di salah satu ruangan perawatan rumah sakit di Bogor. Instrumen penelitian menggunakan lembar cecklist yang disesuaikan dengan Standar Operasional Prosedur identifikasi pasien di rumah sakit tersebut. Peneliti melakukan pengamatan kepada 5 orang perawat setiap hari dalam jangka waktu 5 hari berturut-turut. Hasil observasi didapatkan masih ada perawat yang belum patuh dalam melaksanakan penerapan Standar Operasional Prosedur Identifikasi Pasien. Hasil wawancara didapatkan bahwa; “…SPO tersebut sudah disosialisasikan oleh kepala ruangan, perawat sudah memahaminya. Tetapi saat akan melakukan tindakan kepada pasien langkah-langkah identifikasi tidak dilakukan…” Kesimpulan hasil penelitian yaitu Identifikasi Pasien yang dilakukan oleh perawat belum optimal.

Hermayani Hermayani; Maria Kurnyata; Ferly Yacoline; Hasniati Hasniati; Maria Kurni Menga +1 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Latar Belakang: Masa pandemi COVID-19 menimbulkan dampak negatif dalam kesehatan mental salah satunya kecemasan, pasien dengan GGK yang menjalani hemodialisis (HD), cenderung mengalami kecemasan karena pengobatan HD di rumah sakit yang tidak bisa dihindarkan membuat pasien HD lebih berisiko tertular COVID-19. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di masa pandemi COVID-19 di RS Bhayangkaran dan RSUD Labuang Baji Makassar.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik. Responden berjumlah 45 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner ZSAS (Zung Self-rating Anxiety Scale) yang dikembangkan oleh peneliti dan sudah teruji validitas dan reliabilitas. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan dalam penelitian ini terbanyak mengalami kecemasan ringan sebanyak 35 responden (78%), terkecil mengalami kecemasan sedang sebanyak 10 responden (22%) dan tidak ada (0%) responden yang mengalami kecemasan berat.Simpulan: Diharapkan perawat di unit HD lebih memperhatikan intervensi untuk menurunkan kecemasan terutama di masa pandemi COVID-19.    

Maya Cobalt Angio Septianingtyas; Danny Putri Sulistyaningrum; Juliana Dwi Puspita Widiati

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang paling banyak terjadi pada lansia karena mengalami penurunan fungsi fisiologis akibat proses degeneratif. Faktor risiko hipertensi yang dapat diubah salah satunya yaitu obesitas. Penyebab kejadian hipertensi pada lansia dengan obesitas yaitu asupan natriumnya yang tinggi. Pengobatan non farmakologis merupakan hal penting, seperti memaksimalkan kepatuhan dalam memodifikasi gaya hidup  dengan diit rendah garam. Kepatuhan dalam menjalankan diit rendah garam dipengaruhi oleh self efficacy dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self efficacy dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan diit rendah garam penderita hipertensi lansia dengan obesitas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dilakukan di Puskesmas Manyaran Semarang. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 107 responden. Uji statistik menggunakan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan self efficacy dengan kepatuhan diit rendah garam penderita hipertensi lansia dengan obesitas dengan arah korelasi positif dan berkekuatan sedang (p value=0,001; r=0,537) dan ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diit rendah garam penderita hipertensi lansia dengan obesitas dengan arah korelasi positif dan berkekuatan sedang (p value=0,001; r=0,579). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah diharapkan perawat dapat meningkatkan self efficacy dengan memberikan penguat positif dan motivasi serta kalimat-kalimat positif pada lansia hipertensi agar yakin dapat mematuhi diit rendah garam dan perawat juga dapat membentuk  kelompok pendukung (Support Group) yang terdiri dari keluarga yang memiliki lansia hipertensi, sehingga diharapkan antar anggota kelompok dapat berbagi informasi terkait bagaimana memberikan dukungan keluarga yang baik seperti menyediakan menu makanan khusus diit rendah garam kepada  lansia hipertensi di rumah untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol.

Azhari, Nanang Khosim; Rahayu, Desi Ariyana

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Abstrak Prevalensi kekambuhan pada klien skizofrenia terbilang tinggi yaitu berada dalam rentang 50-92%, secara global. Kekambuhan sering terjaid akibat dari kurang pengetahuan dari keluarga terhadap masalah kejiwaan yang dialami oleh klien. Klien dan keluarga perlu mendeteksi secara dini fase prodromal yang terjadi pada klien agar potensial kambuh dapat ditangani. Faktor penyebab kekambuhan adalah ketidakpatuhan pengobatan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) sebesar 36,1 % tidak minum obat karena merasa sudah sehat dan 33,7% tidak rutin berobat ke fasilitas layanan kesehatan. Dukungan keluarga yang buruk juga memberi peluang terjadinya kekambuhan hingga enam kali lipat pada klien skizofrenia. Klien dengan episode kambuh berulang berisiko tinggi meningkatkan keparahan penyakit, fungsi sosial dan peningkatan risiko bunuh diri. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan ODGJ agar mampu merawat sehingga angka kekambuhan dapat ditekan.

Anik Enikmawati; Ana Mar’atus Sholihah; Siti Sarifah

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit menahun atau kronis yang ditandai oleh hiperglikemiaatau kadar glukosa darah melebihi nilai normal. Pengobatan non farmakologi diabetes mellitus dapat menggunakan tanaman herbal, seperti kulit manggis. Data yang di peroleh dari Puskesmas Joho terdapat 12 responden yang memiliki riwayat diabetes mellitus di desa Joho Baru, Joho, Sukoharjo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kulit buah manggis terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus. Metode penelitian menggunakan pretest-posttest Design. Teknik penggambilan sampel Accidental Sampling, sejumlah 12 responden. Uji normalitas yang dilakukan adalah uji shapiro-walk dan teknik analisa menggunakan Wilcoxon test. dengan hasil didapatkan ada pengaruh kulit manggis terhadap penurunan kadar gula darah yang signifikan (p) 0.002 karena nilai p (<0.05) ), maka hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang artinya dimana ada pengaruh kadar gula darah sebelum dan sesudah diberikan kulit manggis

Rizkan Halalan Djafar; Amir Fatah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Pemantauan tekanan darah merupakan salah satu kegiatan posyandu lansia yang dilakukan para kader posyandu, Kader posyandu mempunyai potensi yang sangat besar karena kader sangat dekat dengan masyarakat, sehingga pasien dengan hipertensi menjadi lebih terkontrol tekanan darahnya. Peran serta perguruan tinggi STIKES Muhammadiyah Manado dalam menjalankan Tridharma perguruan tinggi salah satunya pengabdian kepada masyarakat terkait dengan pengukuran tekanan darah dan pemanfaatan herbal untuk pemeliharaan kesehatan dan gangguan penyakit hingga saat ini sangat dibutuhkan dan perlu dikembangkan, terutama dengan melonjaknya biaya pengobatan. Metode : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara pemberian pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang manajemen hipertensi yang terdiri dari gaya hidup sehat bebas hipertensi dan pemanfaatan TOGA untuk menurunkan tekanan darah. Hasil : masyarakat dapat melakukan pengukuran tekanan darah dan mengetahui serta membuat alternatif pengobatan tanaman obat hipertensi.

Rizal Rizal; Suwandi I. Luneto

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Target terapi suatu penyakit dapat tercapai jika pengobatannya rasional. Rasionalitas penggunaan obat meliputi tepat diagnosis, tepat indikasi penyakit, tepat pemilihan obat, tepat dosis, tepat cara pemberian, tepat interval waktu pemberian, tepat lama pemberian, waspada terhadap efek samping, tepat tindak lanjut (follow-up), tepat penyerahan obat, dan patuh terhadap perintah pengobatan. Efek farmakologi suatu obat dalam penggunaanya menimbulkan respon klinis berupa efektivitas atau efek yang dikehendaki dan efek toksisisitas atau efek yang merugikan dari suatu obat. Indonesia merupakan mega centre tumbuhnya berbagai spesies tanaman yang berkhasiat obat. Masyarakat Desa Munte memiliki tingkat pemahaman rasionalitas penggunaan obat yang masih rendah (6,4%), dan persentase penggunaan tanaman sebagai bahan obat yang tinggi (90%). Tujuan pengabdian ini yaitu masyarakat mampu memformulasikan dan memanfaatkan tanaman obat yang rasional untuk penanggulangan penyakit berdasarkan bukti klinis. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan pemberian edukasi dan pelatihan tentang prinsip dasar obat sintesis dan herbal, prinsip dasar penggunaan obat yang rasional, penggunaan obat herbal yang berdasarkan bukti ilmiah, dan praktik formulasi obat dari herbal/ tanaman obat, serta dilaksanakan pemeriksaan deteksi dini penyakit degeneratif. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Munte, Kec. Likupang Barat, Kab. Minahasa Utara, pada tanggal 4 Maret 2020. Kegiatan ini dihadiri oleh 55 orang yang sebagian besar merupakan tokoh masyarakat, kepala-kepala lingkungan, aparat-aparat desa, pemuda masjid dan gereja, serta masyarakat Desa Munte secara umum. Luaran pada pengabdian masyarakat ini yaitu masyarakat Desa Munte mengetahui dan memahami lebih mendalam tentang prinsip-prinsip dasar obat sintesis maupun herbal, mengetahui cara penggunaan obat yang rasional, masyarakat mampu memformulasikan obat herbal yang tepat berdasarkan prinsip-prinsip kefarmasian, rasional, dan berdasarkan bukti-bukti ilmiah.  

Siti Salma; Mutmainnah Mutmainnah; Amir Fatah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Keberadaan tanaman sebagai obat sudah dikenal sejak ribuan tahun lampau. Penggunaan dan cara pengolahan yang benar dari tanaman obat dapat membantu mengobati dan mengurangi masalah kesehatan masyarakat. Peran serta perguruan tinggi STIKES Muhammadiyah Manado dalam menjalankan Tridharma perguruan tinggi salah satunya pengabdian kepada masyarakat terkait dengan kurangnya pengetahuan dan pengembangan tumbuhan obat tradisional di lingkungan masyarakat sehingga diperlukan “Swamedikasi dan Pelatihan Pembuatan Infusa Tanaman Herbal Di Desa Ilo-Ilo Kelurahan Pandu Kecamatan Mapanget” dari tumbuhan yang berada di sekitar lingkungan.. Metode pelaksanaan kegiatan dengan melakukan penyuluhan, diskusi, tanya jawab dan pelatihan tentang pembuatan sediaan herbal berupa infusa dari berbagai tanaman yang berada di sekitar lingkungan seperti daun afrika, daun gedi, daun jeruk, rimpang jahe, rimpang kunyit, buat tomat, buah lemon, bunga rosella kepada masyarakat. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat dapat melakukan swamedikasi dan mengetahui serta membuat alternatif pengobatan terhadap penyakitnya sendiri.

Rahmat Ismail; Moh. Perdana M. Mo’o; Abulkhair Abdullah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

  Masyarakat di Kel. Kampung Jawa, Kec. Tondano Utara, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara cukup banyak, namun berbagai sarana kesehatan yang minim membuat masyarakat kurang memperhatikan cara menggunakan, menyimpan, serta membuang obat yang baik dan benar. Masalah ini muncul dikarenakan pengetahuan masyarakat tentang obat masih sangat minim. Selama ini pemberdayaan masyarakat belum dioptimalkan sehingga penanganan terhadap masalah kesehatan dan pengobatan belum mendapat perhatian khusus. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan, menyimpan, serta membuang obat yang baik dan benar. Metode pelaksanaan kegiatan dengan melakukan pelatihan Dagusibu dengan metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) kepada Masyarakat Kel. Kampung Jawa, Kec. Tondano Utara, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara. Materi terkait penyimpanan obat menekankan terhadap perlunya memperhatikan aturan pakai dan cara penyimpanan obat yang tertera pada etiket.Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini, masyarakat Kel. Kampung Jawa, Kec. Tondano Utara, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara memahami tentang cara mendapatkan obat, menggunakan obat, menyimpan obat dan membuang obat, mengetahui perbedaan klasifikasi obat (obat bebas, bebas terbatas, obat keras) dan bagaimana cara serta dimana tempat legal yang memiliki izin untuk menjual obat-obat tersebut, dan mengetahui cara menggunakan antibiotik dengan cerdas

Selvia Assoburu

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini berjudul praktek ziarah masyarakat Melayu Palembang ke kubur kiai Marogan. dalam masyarakat Melayu Palembang. Paktik ziarah kubur merupakan sebuah tradisi lokal yang memiliki makna dan nilai yang  penting dan menjadi acuan tingkah laku oleh masyarakat dalam menjalani kehidupan. Namun, keberadaan tradisi ziarah kubur tersebut terdapat dua pendapat yang kontradiktif di kalangan masyarakat, yaitu mereka yang membolehkan ziarah dan mereka yang melarang. Metode penelitian adalah penelitian deskritif kualitatif dan merupakan jrnis penelitian lapangan. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah cicit keturunan kiai Marogan akademisi dan penziarah. Sedangakan teknik yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik ziarah kubur   ke makam kiai Marogan memiliki beragam makna, diantaranya; a) mengenang jasa kiai Marogan dalam mengembangkan Islam; b) berburu berkah dari tokoh yang dikkeramatkan; c) pengobatan, yakni ziarah ke makam kiai Marogan sebagian penziarah diyakini memiliki efek pengobatan bagi jasmani dan rohani yang sedang sakit atau dilanda kekalutan dalam menghadapi kehidupan keseharian; d) melestarikan tradisi Islam, yakni dengan adanya beberapa penziarah yang mengajak keluarga, teman dekat, atau murid-muridnya dan mengajarkan pentingnya ziarah makam para wali; e) wisata religi, yakni sebagian yang merasa dalam berwisata orang tidak harus mengejar kesenangan jasmani, tapi juga kesenangan rohani; f) motif politik baik dalam rangka pencitraan dalam mendulang dukungan politik maupun sebagai upaya mencari restu dan legitimasi dari sosok yang dianggap dekat dengan Allah, hal itu terbukti dengan ramainya para politisi yang berziarah jelang pemilu; g) motif ekonomi.   Kata Kunci: Ziarah Kubur, Kiai Marogan, Mayarakat Melayu

Alice Luhulima; Amelia Niwele; Sartika Sari Kadimas

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Anggur laut (Caulerpa racemosa) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang bermanfaat untuk pengobatan terapi, anggur laut (Caulerpa racemosa) mengandung senyawa kimia yang berfungsi sebagai antibakteri seperti alkaloid, flavanoid, tanin, saponin dan steroid. Antibakteri adalah zat yang menghambat dan membunuh. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang menyebabkan infeksi bernanah pada kulit manusia. Penelitian ini merupakan penelitian experimental laboratorium. Penelitian menggunakan ekstrak kental etanol 70% anggur laut (Caulerpa racemosa), variasi konsentrasi ekstrak yaitu 20%, 40%, 60%, dan 80%, untuk kontrol negatif menggunakan aquades dan untuk kontrol positif menggunakan cloramphenicol. Pada pengujian antibakteri ekstrak etanol 70% anggur laut (Caulerpa racemosa) terhadap bakteri Staphylococcus aureus menunjukan bahwa pada konsentrasi 80% dan 60% sensitif untuk menghambat pertumbuhan bakteri dengan diameter zona hambat sebesar 32 mm dan 29 mm, sedangkan konsentrasi 20% dan 40% intermedian menghambat pertumbuhan bakteri dengan diameter zona hambat 24 mm dan 26 mm. Kontrol negatif tidak terjadi aktifitas antibakteri dan tidak memiliki diameter zona hambat, kontrol positif mempunyai diameter zona hambat yaitu sebesar 30 mm. Dari hasil tersebut maka anggur laut (Caulerpa racemosa)berfungsi sebagai antibakteri.

Syariful Hadi; Hetyorini

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Feng Shui merupakan pengetahuan arsitektur dari China. Arsitektur Feng Shui adalah pengem-bangan dari budaya Tiongkok purba yang pada awalnya pengembangan dari illmu astronomi untuk mengetahui pengaruh musim dan cuaca yang membantu para petani dalam bercocok tanam dan para nelayan dalam mencari ikan. Dari waktu kewaktu ilmu astronomi purba  ini mulai dekembangkan menjadi beberapa ilmu pengetahuan, diantaranya Astrologi, pengobatan dan Feng Shui  diantaranya. Masyarakat Tiongkok percaya dalam mendesain rumah tinggal dengan menggunakan prinsip – prinsip  Feng Shui  akan menyatukan antara penghuni rumah, rumah, dan lingkungan sekitar rumah menjadi seimbang. Prinsip-prinsp Feng Shui  yang digunakan dalam penelitian kali ini merupakan prinsip Wu Xing. Wu Xing merupakan penggambaran dari 5 unsur alam yaitu, Air, Kayu, Tanah, Logam dan Api . Salah satu rumah tinggal yang menggunakan prinsip-prinsip Feng Shui  adalah rumah kediaman bapak Djoko darmawan.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip –  prinsip Feng Shui  pada sebuah rumah tinggal. Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara dan observasi langsung, kemudian menganalisa penerapan prinsip Feng Shui  menurut studi pustaka yang ada.

Luh Kadek Suteri Bawantari; Kadek Agus Dwija Putra; I Made Sukma Wijaya; Desak Made Srinadi

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Tuberculosis is a major public health problem and Indonesia's future threat. The World Health Organization (WHO) states that Asia is one of the regions with the highest spread of TB in the world. And Indonesia is the third largest contributor in the world with 539,000 cases and 101,000 deaths per year. This study aims to describe the level of knowledge of tuberculosis patients about preventing tuberculosis transmission. Methods: This study uses descriptive analytical design with Cross Sectional approach. The sample in this study were patients who underwent tuberculosis examination and treatment at the Blahbatuh Health Center II in Gianyar Regency, amounting to 30 people, using the Nonprobability sampling sampling technique namely Total sampling. Data collection was carried out by interview using questionnaire guidelines which included prevention of tuberculosis transmission. The data obtained then carried out descriptive statistical analysis using the SPSS program. Results: Based on the analysis of the characteristics of respondents obtained that of the 30 respondents studied, as many as 12 people (40%) respondents aged 41-50 years, 15 people (50%) respondents attended education up to high school (SMA), and as many as 11 people (37%) respondents work in the private sector. Descriptive analysis on the level of knowledge about prevention of tuberculosis transmission found that, as many as 16 people (54%) had a good level of knowledge, 10 people (33%) respondents had sufficient level of knowledge, and 4 people (13%) had less knowledge. Conclusion: Most respondents (54%) had a good level of knowledge, 33% had sufficient level of knowledge and only 13% of respondents had insufficient knowledge about preventing tuberculosis transmission. It is expected that the related parties will be more aggressive in promoting tuberculosis, especially for sufferers and their family members.Keywords: Level of Knowledge; Tuberculosis; Prevention of Transmission   ABSTRAKLatar belakang: Penyakit tuberkulosis merupakan masalah utama kesehatan masyarakat dan ancaman masa depan Indonesia. World Health Organization (WHO), menyatakan Asia termasuk kawasan dengan penyebaran TBC tertinggi di dunia. Dan Indonesia merupakan penyumbang terbesar ke-3 di dunia dengan 539.000 kasus dan 101.000 kematian pertahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien tuberkulosis tentang pencegahan penularan tuberculosis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pasien yang menjalani pemeriksaan dan pengobatan TBC di Puskesmas II Blahbatuh Kabupaten Gianyar yang berjumlah 30 orang, dengan menggunakan teknik sampling Nonprobability sampling yaitu Total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan pedoman kuesioner yang meliputi tentang pencegahan penularan tuberkulosis. Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis statistic deskriptif menggunakan program spss. Hasil: Berdasarkan analisis pada karakteristik responden diperoleh bahwa dari 30 responden yang diteliti, sebanyak 12 orang (40%) responden berumur 41-50 tahun, 15 orang (50%) responden mengenyam pendidikan hingga sekolah menengah atas (SMA), dan sebanyak 11 orang (37%) responden bekerja di bidang swasta. Analisis deskriptif pada tingkat pengetahuan tentang pencegahan penularan tuberculosis diperoleh bahwa, sebanyak 16 orang (54%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 10 orang (33%) responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 4 orang (13%) memiliki pengetahuan kurang. Simpulan: Sebagian besar responden (54%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 33% memiliki tingkat pengetahuan cukup dan hanya 13% responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang pencegahan penularan tuberkulosis. Diharapkan pihak terkait lebih gencar dalam mempromosikan tentang penyakit tuberculosis khususnya pada penderita dan anggota keluarganya.Kata kunci: Tingkat Pengetahuan; Tuberkulosis; Pencegahan Penularan

Cici Farhana Ambarwanty Mohtar; Epsi Marwati; Delita Septining Tyas

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2021 Universitas Muhamadiyah Manado

Tuberculosis is a lung infection caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. Early detection is one of the ways to detect tuberculosis. The first detection of tuberculosis is with the Molecular Rapid Test, which is one of the technologies being developed using GeneXpert. Patients with positive Molecular Rapid Test results will be treated with rifampicin for 6 months, then further screening of Acid-Fast Bacilli microscopically will be carried out to determine whether the patient is still positive for pulmonary tuberculosis or not. The purpose of this study was to determine the relationship between acid-fast bacillus examination in tuberculosis patients with positive molecular rapid test results. This study will be conducted experimentally. The results of calculations using the Wilcoxon Test showed that there was a relationship between TCM examination results and BTA follow-up screening in TB patients after and before rifampicin treatment for 6 months.    

Tuti Anggarawati; Nanang K.A; Khairun Nisa; Alfatihah H.A.F; Andi Widianto +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2021 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Prevalensi   diabetes   tipe 2   terkait   usia   lansia   sampai   tahun   2030 mengalami peningkatan tajam karena diprediksi lebih dari 82 juta populasi lansia di negara berkembang menderita diebetes. Tipe 2 merupakan bentuk penyakit yang sering di lansia dan merupakan ancaman serius terhadap kesehatan karena terjadi komplikasi kronis. Tanda dan gejala diabetes pada lansia sering kali tidak jelas  dan  diagnosa  biasanya  terlambat.  Gejala  diabetes  dapat  muncul  tidak spesifik  dan  tidak  pasti,  seperti  keletihan,  inkontinensia  urin,  atau  perubahan status mental seperti depresi, konfusi, dan apatis. Beberapa ahli berpendapat bahwa dengan meningkatnya umur maka intoleransi terhadap glukosa juga meningkat. Peningkatan kadar gula darah pada lansia disebabkan oleh beberapa hal, yaitu fungsi pankreas dan sekresi insulin yang berkurang, perubahan karena lansia sendiri  yang berkaitan dengan resistensi insulin akibatnya kurangnya massa otot dan perubahan vaskuler, aktifitas fisik yang  berkurang,  banyak  makan  dan  kegemukan,  stress,  sering  menggunakan obat-obatan, dan adanya faktor keturunan. Stres memicu  reaksi  biokimia  tubuh melalui  2  jalur,  yaitu  neural  dan neuroendokrin. Reaksi pertama respon stres  yaitu  sekresi  sistem  saraf  simpatis untuk  mengeluarkan  norepinefrin  yang menyebabkan    peningkatan    frekuensi jantung. Kondisi ini menyebabkan glukosa darah meningkat guna sumber energi untuk perfusi.  Peningkatan hormon  stres yang diproduksi dapat  menyebabkan kadar gula darah menjadi meningkat. Kondisi yang rileks dapat mengembalikan kotra-regulasi  hormon  stres  dan  memungkinkan  tubuh  untuk  menggunakan insulin lebih efektif. Seseorang  yang  terkena  diabetes  akan  memerlukan  pengobatan  yang terus-menerus untuk  mengontrol  kadar gula  darah  dan  mencegah  komplikasi. Tapi ada pengobatan lain yang bisa dilakukan sendiri untuk membantu mencegah penyakit ini bertambah buruk. Stres yang tinggi yang dialami penderita dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian, sehingga dibutuhkan kemampuan penderita dalam melakukan perawatan diri   dengan memanajemen stress yang dialami.    

Wiwi Rumaolat

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sarang semut merupakan tumbuhan epifit yang menempel di pohon-pohon besar. Penggunaan sarang semut untuk pengobatan masyarakat di papua sudah sejak lama dilakukan. Tujuan penilitian ini untuk uji kandungan bioaktif sarang semut (Myrmecodia pendens) sebagai antioksidan, dan mengetahui senyawa antioksidan yang berperan dalam  menghambat radikal bebas. Metode yang digunakan yaitu metode Spektrofotometer UV-vis. Hasil penelitian ini menunjukan komponen senyawa aktif yang yang terdapat dalam sarang semut yaitu saponin, tannin, dan flavanoid,dan pengujian nilai IC50  yaitu nilai IC50 vit C yang diperoleh sebesar 8,406 μg/mL, ini menunjukan bahwa antioksidan vit C merupakan antioksidan dengan aktivitas yang sangat kuat (< 10 μg/mL). Sedangkan ekstrak etanol sarang semut (Myrmecodia pendens) yang di ambil dari Desa Titawaai kab. maluku tengah memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 31,94 μg/mL, (< 50 μg/mL). Berdasarkan pengujian skrining fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak sarang semut (Myrmecodia pendens) yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa komponen senyawa aktif yang terdapat pada sarang semut adalah saponin, flavonoid, dan tannin dan yang memiliki afektifitas sebagai antioksidan yaitu flavanoid.  

Hetty WA Panggabean; Marni Siregar

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar Belakang. Kanker serviks, masih menempati posisi kedua terbanyak pada keganasan setelah kanker payudara, diperkirakan, kanker serviks diderita perempuan sebanyak 500.000 wanita setiap tahunnya. Di Indonesia kasus kanker serviks tahun 2019 sebanyak 14,368 orang, dari jumlah itu meninggal dunia  sebanyak 7,297 (50 %) dari jumlah kasus yang ada, dan prevalensi kasus kanker serviks sebanyak 10,823 orang per tahun. Kasus kanker serviks di Indonesia diperburuk dengan banyaknya kasus hampir 70 % diketahui dan datang ke petugas kesehatan atau fasilitas kesehatan pada stadium lanjut. Mayoritas wanita yang terdiagnosa kanker serviks biasanya tidak melakukan deteksi dini (Skrining), ada juga yang tidak menindaklanjuti pemeriksaan maupun pengobatan setelah ditemukan hasil yang abnormal. Tujuan. Kegiatan PKM meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam hal ini ibu sekaligus ikut serta dalam pemeriksaan IVA test sehinga secara dini terdeteksi dengan menggunakan IVA test. Metode.Kegiatan diawali dengan koordinasi dengan Puskesmas Muara dan bidan koordinator, Kepala Desa, Bidan Desa dan Kader tentang sosialisasai, penyuluhan dan pelaksanaan pemeriksaan IVA Test sebagai strategi untuk mendapatkan peserta. Hasil. Hasil yang didapat 66 orang wanita usia subur tanpa memandang usia sampai usia 45 telah ikut dilakukan pemeriksaan, Hasil pemeriksaan diperoleh dengan dicurigai 14 orang (21,21 %) dan negatif sebanyak 52 orang (78,78 %). Simpulan. Pengetahuan wanita usia subur akan IVA Test masih  kurang, bahkan ada wanita usia subur yang tidak hadir untuk mengikuti pemeriksaan IVA Test, walaupun dalam penyuluhan hadir. Pengetahuan akan IVA Test masih perlu ditindak lanjuti, sehingga wanita usia subur memiliki kesadararn sendiri, sebagai deteksi dini akan kanker serviks, sehingga mengurangi agka kematian ibu.