Publication Search

64,628 articles from 527 journals · 1,699 citations tracked

Showing 101-120 of 148

Analytics

Beatriks Reo Weluk; Andreas Rengga; Konstantinus Pati Sanga

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This Study aimed to investigate the accountability of village fund allocation management in the implementation of defelopment in Adabang Village, Titehena Sub-district, East Flores Regency. This study was descrriptive qualitative that relied on primary and secondary data sources. Data was collected through observation, documentation, and interviews. Data was analyzed using some steps namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicated that the accountability of village fund allocation management had fulfilled several indicators of accountability for village fund allocation management, namely planning, implementing, and supervising stages. They were in accordance with the accountability indicators of village fund allocation management and applicable regulation. However, the accountability was not in accordance with the accountability indicator of village fund allocation management  and applicable regulations since one type of accountability  report was not submitted. Thus, the accountability stage was not in accordance With Permendagri Number 113 of 2014 and according to Sari and Wahidawati (2018).

anas, khoiruddin; Endah Wahyuningsih; Noer, Shobirin

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2023 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Artikel ini menjelaskan tentang lunturnya tradisi gugur gunung dan dampak yang ditimbulkannya, di desa Mundusewu, kecamatan Bareng, Jombang. Tradisi gugur gunung (atau dengan sebutan lain) yang mengandung nilai-nilai luhur, seperti kerekatan, guyub, dan oorientasi pada kepentingan bersama, perlahan-lahan semakin luntur bahkan mulai hilang keberadaannya. Kajian ini menggunakan metode kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Perspektif teori menggunakan kerangka pemikiran evolusi untuk menjelaskan realitas yang di kaji. Kajian ini menghasilkan beberapa kesimpulan : (1) Proses luntur dan hilangnya tardisi gugur gung terjadi ketika terjadi perubahan kepemilikan lahan pertanian, yang secara tidak langsung pemerintahan desa terlibat dalam proses tersebut, (2) Alokasi anggaran dari pemerintah untuk pembangunan desa, yang menyebabkan warga desa kehilangan kemandirian, dan tergantung kepada pemerintah, (3)  Luntur dan hilangnya tradisi ini berdampak pada berbagai bidang; ekonomi, sosial, dan kebudayaan.

Ni Wayan Ardiarani Utami

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Ditetapkannya Indonesia sebagai Presidensi G20 untuk tahun 2022, menyebabkan pembangunan untuk acara tersebut dipersiapkan. Penyelenggaran akan dilaksanakan di Provinsi Bali sebagai pusat lokasi penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Provinsi Bali sebagai salah satu Provinsi di Indonesia memiliki peraturan terkait dengan Bangunan, yaitu Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2005 mengenai Arsitektur Tradisional Bali. Penerapan Perda ini wajib dilakukan agar Bali tidak kehilangan jati diri akibat adanya kemajuan teknologi dan perkembangan budaya. Salah satu kemajuan teknologi saat ini dapat dilihat dari adanya konsep Suistainability Design. Bangunan Pengelola Showcase Mangrove ini tidak semata-mata dibangun dengan cepat dan bernafaskan Arsitektur Tradisinal Bali tapi juga diharapkan mampu menjadi bangunan yang sustainable karena berada di wilayah ekosistem Mangrove. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Bangunan Pengelola Showcase Mangrove TAHURA Ngurah Rai telah mengimplementasikan Arsitektur Tradisional Bali dan Sustainable Design dalam pelaksanaan pembangunanya.

Nurhikmah Sibua; Grandi Silva Lestari Forno

Jurnal Akuntan Publik 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The purpose of this study was to determine the effectiveness and efficiency of managing village fund allocations in increasing physical development in Loleo Jaya Village, Morotai District, North Morotai Island Regency.  The type of research used is descriptive qualitative analysis. Collecting qualitative descriptive analysis data utilizing observation, documentation and interviews.  Data in the form of village fund realization reports were taken in Loleo Jaya Village, North Morotai District, Morotai Island Regency.  The purpose of the analysis is to find out that the management of village fund allocations has been effective, to know that the management of village fund allocations has been efficient, and to find out what factors influence the effectiveness and efficiency of village fund allocations.  The results of this study are Loleo Jaya Village, North Morotai District, Morotai Island Regency for the last three years. Analysis of the effectiveness ratio of village funds from 2020 was 137.02%, in 2021 was 101.09% and in 2022 was 104.75% meaning budget absorption for the last three years has met the performance criteria for the effectiveness of village funds very well.  Analysis of the efficiency ratio of village funds from 2020 (73.86%) is not efficient, 2021 (98.11%) is not efficient, and 2022 (38.00%) is less efficient, meaning that the absorption of the village budget from the last three years has not been maximized according to the criteria performance is still lacking efficiency.  There are 3 factors inhibiting effectiveness and efficiency in allocating village funds in Loleo Jaya Village, North Morotai District, namely: 1. Delays in disbursing village funds, 2. Lack of quality human resources, 3. Lazy culture and lack of community participation.  

Daniel T. Todapa; Juemi Juemi

Maeswara : Jurnal Riset Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan 2023 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Management of Village Fund Utilization in Infrastructure Development carried out by the Village Government to support community development and empowerment. Qualitative research method with a descriptive approach by examining four aspects, namely planning, organizing, mobilizing and supervising. Data collection techniques include observation, interviews, documentation and triangulation. The determination of informants was carried out "Purposively", namely deliberately selecting 5 people to become informants. The data analysis stages are: Data Collection, Data Condensation, Data Presentation, Conclusion Drawing. The results of this research show that the Management of Utilizing Village Funds in Infrastructure Development in Puse Village, South Dampal District, Toli-Toli Regency begins with the planning process, namely the Village Development Planning Conference (musrenbang). then in the organizing stage at this stage the organizing in terms of division of work is carried out by the village head. Implementation Process where the implementation of activities and supervision processes is carried out by supervisors from the sub-district village and district supervisors.

Latifatul Qulub

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Pengembangan sektor pertanian di pedesaan seringkali menghadapi berbagai kendala dan tantangan. Kendala dalam pembangunan pertanian ini dapat berupa berbagai factor seperti factor manusia maupun lingkungan yang dapat terjadi di Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang. Desa Cupak memiliki potensi bidang pertanian dan peternakan yang cukup baik. Potensi yang ada di desa ini antara lain ketersediaan lahan pertanian, adanya sektor perkebunan, dan tanaman pangan, ketersediaan SDM pertanian, dan adanya kegiatan kelompok tani yang cukup aktif. Sayangnya, potensi ini tidak diimbangi dengan pengembangan kemampuan petani dalam meningkatkan kemampuan Bertani sehingga hanya terbatas pada pengelolaan umbi porang yang seharusnya bisa dijadikan produk tertentu. Dengan masalah tersebut perlu diadakan serangkaian pelatihan bagi petani porang desa cupak.  

Winda Kustiawan; Nadya Syakilah; Melda Wati Simanjuntak; Nandini Nandini; Heny Trie Dina Aliya

Public Service And Governance Journal 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This article discusses the role of development communication in developing villages. Through a literature review and case studies, this article attempts to provide a thorough understanding of how development communication can help speed up village development processes. This article will also cover some important points such as types of development communication, effective development communication methods, obstacles that are often encountered in implementing development communication programs, and the benefits that can be obtained from using development communication in developing villages.

Suhela Putri Nasution; Abdurrozzaq Hasibuan

JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI (JPMA), 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Under Law No. 32 of 2004, a village is a unit of legal community with territorial boundaries that has the power to regulate and manage the interests of the local community in accordance with local origins and customs recognized and respected by the government system. Indonesia. This study was conducted to collect sufficient information on innovation strategies for underdeveloped village development in the era of industrial revolution 4.0. The method used in this study is a literature study that reviewed related journals to answer how innovative strategies for rural development are lagging behind in the era of Industrial Revolution 4.0. The results of this study suggest that the strategy for the development of vulnerable villages should be carried out in stages, calculations are required, and the assistance of all parties is required. All problems in each field must be developed in line with the changes in the era of Industrial Revolution 4.0. In addition to implementing innovation strategies, communities must balance this with computerization or digitization

Elsa Wirda Yanti; As’ad Isma; Eja Armaz Hardi

Jurnal Riset dan Inovasi Manajemen 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

In managing village funds, the government in Tantan Village has limited human resources that have a role in managing them. Based on its type, this research is a qualitative research with primary and secondary data sources. The methods used for data collection in this study are observation, interviews, and documentation. The steps in the analysis are collecting data, summarizing the data, presenting the data, and then drawing conclusions. Based on the results of this study, it shows that the management of village funds under development in 2021 at the planning, implementing, organizing, implementing and also reporting stages has been carried out quite well. In an Islamic perspective, the management of village funds in Tantan village has not yet implemented the principle of justice in its implementation. And for the impact arising from the management of village fund management in the village of Tantan, it is felt that it has had a positive impact in the field of development.

Hendry Rumengan

Jurnal Hukum dan Sosial Politik 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

A role is a set of behaviors expected of a person according to his social position. Roles are based on rules and expectations because it is the role that explains what individuals must do in a given situation in order to meet their own expectations or the expectations of others. The purpose of this research is to know the role of Village Community Empowerment Institution in Binalang Village, and this research uses qualitative research method. Instrument researchers are researchers themselves. From the results of this study concluded that the role of LPMD in Binalang Village is not optimal, this is seen from the low ability of LPMD to increase community participation and lack of ability to plan development. To overcome the problems related to the low role of the Community Empowerment Institution, it is necessary to train the quality improvement program of human resources for LPMD management in the form of providing training with orientation to the main task and function of LPMD itself.    

Burhan Sesa; Kodrat R

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2023 CV. Aksara Global Akademia

           Salah satu strategi percepatan dan pemerataan  pembangunan sebagaimana yang tertuang dalam Nawacita ketiga, ditekankan  membangun Indonesia yang dimulai dari Pingggiran Desa untuk  memperkuat daerah 3 T (Terluar, Tertinggal dan Terdepan) dalam memperkuat bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembangunan infrastruktur desa merupakan aktivitas kegiatan pembangunan yang dilaksanakan ditingkat desa, yang meliputi beberapa aspek yang menunjang percepatan proses kehidupan masyarakat harmonis yang dilaksanakan secara terpadu dengan mengembangkan swadaya gotong royong masyarakat. Pembiayaan Alokasi Dana Desa, melaui pendekatan kearifan local, dalam mendukung percepatan seperti pembangunan jalan tani, embung desa, irigasi desa, sanitasi, jalan desa  dll. Ketersediaan dan akses pemanfaatan terhadap sarana prasarana Infrastruktur perdesaan yang masih sangat terbatas dan ditambah masih rendahnya kualitas tingkat pelayanan yang dapat dinikmati seperti jalan, irigasi, listrik, air minum, telematika, fasilitas pendidikan, kesehatan, Desa sebagai ujung tombak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.  diberikan kewenangan dan sumber dana yang memadai agar dapat mengelola potensi yang dimilikinya guna meningkatkan pendapatan  dan kesejahtaraan masyarakat.                         Pembangunan Infrastuktur khususnya jalan, jembatan, merupakan wadah transformasi  layanan public untuk mengakselerasi dan  memudahkan kelancaran arus barang dan jasa, membuka lapangan usaha dan lapangan kerja  seta membuka kesempatan /peluang masyarakat yang berdomisili dilembah pegunungan nan jauh dari akses jalan .untuk mengangkut dan memasarkan hasil produksi pertanian, perkebunan, hanya  menggunakan transportasi seadanya, seperti sepeda, dan  motor (ojek) untuk angkutan pedesaan berupa pete pete /roda empat belum seluruhnya tersedia/ terjangkau, sarana jalan dapat dilalui karena kondisi berlubang dan berlumpur.                Pembangunan Infrastruktur merupakan katalisator dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pengelolaan sumberdaya sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas yang dibutuhkan untuk dapat memenuhi berbagai macam kebutuhan dasar manusia baik itu kebutuhan sosial maupun kebutuhan ekonomi.

Petrince Julianingsih; Muhammad Din; Faruq Lamusa

Jurnal Nusantara Berbakti 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Perempuan berperan penting dalam pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rumah tangga. Namun kendala seperti ketakutan untuk memulai usaha, kurangnya pemahaman tentang peluang usaha, pengembangan usaha, kurangnya kreativitas wirausaha, dan kurangnya keterampilan dalam memproduksi industri rumah tangga menyebabkan banyak perempuan di Desa Tambu tidak memiliki usaha. Oleh karena itu, penting untuk fokus pada upaya pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi. Artikel ini akan membahas bagaimana memaksimalkan potensi perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga melalui pelatihan pembuatan batang kelor. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menggali dan mengasah kemampuan perempuan serta memberikan dorongan dan motivasi bagi perempuan untuk dapat mandiri menjalankan usaha. Hasil observasi dan analisis mengungkapkan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pelatihan, pendampingan dan pendampingan dapat membantu perempuan memperoleh pendapatan yang lebih baik dan memperkuat posisinya dalam keluarga dan masyarakat. Diharapkan pelatihan yang telah diberikan dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarganya dan mampu mengelola usaha.

Zerli Anita Dewi; Addiarrahman; Muhammad Subhan

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2023 FEB Universitas Maritim Semarang

Pembangunan pedesaan yang dikerjakan haruslah sinkron dengan masalah yang dihadapi, serta partisipasi masyarakatnya dengan menggunakan sumber daya yang di perlukan untuk merancang dan membangun perekonomian yang dimiliki, serta memanfaatkan potensi ekonomi yang ada sehingga bisa lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Fenomena yang ada pada desa jatimulyo kecamatan dendang kabupaten tanjung jabung timur yaitu masih banyak program kerja desa yang masih belum terealisasi. Sama sepeti dengan Desa – desa yang lain, Proses Pengelolaan Dana Desa pada Kantor Desa Jati Mulyo terdiri dari 3 Tahap Yaitu Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan/Pertanggungjawaban. Program desa yang masih belum terealisasi sebagaimana yang telah dijelaskan diatas, dikarenakan proses pegelolaan manajemen dana desa yang belum maksimal sehingga berdampak dalam proses perencanaan pembangunan desa. Manajemen Pengelolaan Dana Desa dari tahun 2018-2021 sudah menunjukan beberpa  peningkatan di banding dengan tahun sebelumnya akan tetapi masih saja ada program yang belum terealisai. Hal ini dibuktikan masih ada program pembangunan yang belum di laksanakan. Dalam proses pengelolaan Dana Desa pada kantor Desa Jati Mulyo terdir dari tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan/pertanggungjawaban. Tidak terealisasi nya program tersebut dikarenakan proses pengelolaan manajemen dana desa yang belum maksimal. Desa Jati Mulyo belum mencapai indicator diantaranya belum cukup baik akses masyarakat dalam kegiatan ekonomi, akses yang dimaksud ini adalah perkerasan jalan yang belum maksimal sehingga masyarakat masih kesulitan dalam mengeluarkan hasil bertani. Dalam tinjaun manajemen syariah terhadap pengelolaan Dana Desa sendiri bahwasannya pelaksanaan Dana Desa masih belum cukup memenuhi standar nilai-nilai dasar ekonomi islam, disini manajemen pengelolaan Dana Desa masih mengarah ke konvensional. Akan tetapi kalau dilihat dari sifat dari nilai syariah yang rabbani dimana pengawasan internal yang dilakukan dari hati nurani yang bergerak untuk menunjukkan ataupun mewujudkan sesuai tujuan, sudah dilakukan olehaparatur dan masyarakat dalam hal mengawasi pengelolaan Dana Desa baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Miranti, Indira Pipit; Cahyani, Arinda Nur; Yuliana, Rini Dwi

jurnal ABDIMAS Indonesia 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Desa Jatisaba memiliki geografis berupa pegunungan dan termasuk Desa yang memiliki lahan hutan yang cukup luas. Wilayah yang termasuk ke dataran tinggi ini sebenarnya memiliki potensial yang tinggi sebagai tempat wisata reiligi tetapi pada dasarnya kualitas promosi dari Desa Jatisaba masih kurang gencar sehingga hal tersebut belum terealisasikan. Hal ini membuktikan bahwa sampai pada saat ini belum ada perkembangan terkait dengan pembangunan tempat wisata religi karena kurangnya sosialisasi. Selain itu potensi yang dimiliki Desa Jatisaba yaitu adanya usaha UMKM berupa Home Made keripik pisang kelompok masyarakat. Kelompok masyarakat yang ada di Desa Jatisaba memiliki peranan yang sangat penting dalam membantu berjalannya proses pemanfaatan dan pembuatan baik keripik pisang. Sehingga mampu mengubah atau membentuk wawasan, pengertian, pemikiran minat, tekad dan kemampuan perilaku berinovasi menjadikan sistem usaha yang maju. Pemilihan desa ditentukan karena adanya permintaan dari perwakilan guru-guru TK dan Paud untuk penyuluhan tentang permasalahan yang belum terselesaikan.

Nina Sulistyowati; Nur Fitriyani; Febrianus Rio Sasuwang; Gary Darmawan; Risnawati Puji Lestari

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Desa Bedono yang terletak di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak memiliki potensi wisata yang unik, yaitu makam terapung Syekh Mudzakir, desa tenggelam, mangrove, pulau burung, dan kuliner brayo. Namun, potensi wisata tersebut akan sia-sia jika tidak disertai dengan usaha untuk mengembangkannya menjadi desa wisata berkelanjutan berbasis masyarakat yang mampu mengangkat perekonomian masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di Desa Bedono. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari obeservasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis SWOT diaplikasikan untuk mengetahui kelemahan, kekuatan, kesempatan dan tantangan pengembangan desa wisata Bedono sehingga dapat digunakan untuk menentukan strategi yang tepat dalam pengembangan desa wisata berbasis masyaakat di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Dalam penelitian ini, proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dilakukan secara bersamaan. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan dalam pengembangan desa wisata di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Desa wisata yang merupakan salah satu produk wisata yang diharapkan dapat memberikan dorongan bagi pembangunan Desa Bedono secara berkelanjutan. Selain itu, pengembangan desa wisata juga diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat lokal di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak dari segi ekonomi, sosial budaya, religi, dan lingkungan.  

Omar Saddam Bhamakerti; Ahmad Saifudin Mutaqi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari segala sisi yaitu program corporate social responsibility (CSR). Program CSR merupakan program wajib pemerintah yang diatur dalam salah satu Undang-Undang yaitu UU No 40 tahun 2007 mengenai perseroan terbatas. Tujuan program CSR yaitu memunculkan potensi masyarakat yang dimiliki serta dapat dikembangkan supaya masyarakat dapat mencapai kehidupan yang mandiri dan sejahera secara kontinus melalui kewirausahaan sosial. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, yaitu menjelaskan gambaran suatu data dan informasi yang diperoleh. Berdasarkan hasil laporan CSR PT Bank Mandiri Persero Tbk mengalokasikan dana untuk pembangunan Balai Ekonomi Desa di Desa Kenalan, Borobudur sebesar 1 miliar rupiah. Balai Ekonomi Desa tersebut dikelola secara professional yang dilengkapi dengan homestay dan dipamerkan produk souvenir, makanan, dan produk lainnya hasil kreasi masyarakat desa. Balai ini juga memiliki tempat pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas masyarakat desa. Oleh karena itu, masyarakat sekitar telah mengembangkan potensi yang ada di daerah tersebut melalui Balai Ekonomi Desa Kenalan, Borobudur sehingga masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Amalina Farhana; Ahmad Saifudin Mutaqi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Pembangunan desa adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar, mengembangkan sarana dan prasarana desa, mengembangkan potensi ekonomi desa, dan mengentaskan kemiskinan dengan memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara berkelanjutan. Desa Wukirsari merupakan desa yang terletak di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Fokus Pemerintah Desa Wukirsari, di mana strategi pembangunan lebih diarahkan pada infrastruktur dan pembangunan ekonomi di sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dan UMKM untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Metode penelitian menggunakan metode studi literatur untuk mencari hasil penelitian terdahulu melalui jurnal padamedia elektronik. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan dan menganalisis sektor-sektor ekonomi potensial sebagai dan penunjang pertumbuhan ekonomi Desa Wukirsari. Peningkatan ekonomi di desa wukirsari tidak terlapas dari peran pemerintah daerah, pendirian koperasi dan promosi menjadi prioritas utama guna meningkatkan perekonomian masyarakat di desa wukirsari yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Untuk sektor pertanian, peternakan dan perikanan dibutuhkan pemasaran yang luas guna meningkatkan harga jual komoditas. Untuk sektor wisata, desa wukirsari memiliki wisata alam yang cukup baik sehingga dibutuhkan peran pemerintah berupa pengenalan dan pemasaran ke daerah-daerah lain.

Wahyu Kuntoro; Ahmad Saifudin Mutaqi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

  Pandemi yang terjadi pada tahun 2020 cukup berdampak pada perekonomian dunia, salah satunya di Indonesia. Di Indonesia sendiri, banyak masyarakat yang mengalami keterpurukan ekonomi baik dari sektor perdagangan, bisnis hingga sektor pariwisata merasakan dampak tersebut. Dampak menurunnya perekonomian juga sangat dirasakan oleh masyarakat di pedesaan.  Ditengah menurunnya kondisi ekonomi di masyarakat, kewirausahaan sosial diperlukan sebagai solusi untuk membangkitkan kembali kondisi ekonomi dan mengatasi masalah – masalah sosial di Indonesia terutama di pedesaan. Peningkatan ekonomi di pedesaan dapat dilakukan dengan hadirnya kewirausahaan sosial. Desa dengan potensi yang menarik dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi masyarakat dengan diadakannya usaha berbasis desa wisata. Diperlukan peran masyarakat dan perhatian pemerintah guna mendukung peningkatan ekonomi masyarakat berbasis desa wisata. Oleh karena itu, sinergi antara masyarakat dengan pemerintah setempat sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu solusi tersebut adalah dengan melihat potensi yang ada pada desa dan dikembangkan menjadi desa wisata. Cangkringan sendiri memiliki ketujuh kriteria sesuai dengan peryataan Hadiwijoyo (2012). Peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk terwujudnya Cangkringan menjadi desa wisata.  

Monita Yessy Beatrick Wambrauw; Deannaz U. Avissaputri; Trinny M.C Letsoin

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Transportasi merupakan salah satu agen pembangunan yang mendorong kegiatan ekonomi dan pembangunan. Karena transportasi merupakan faktor yang sangat penting bagi kegiatan perekonomian, maka transportasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Namun kegiatan transportasi tidak hanya memberikan dampak positif tetapi juga akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan jika tidak diatur dan direncanakan dengan baik. Salahnya stu masalah yang ada  adalah tinggi kecelakan lalu lintas sangat mengkuatirkan pada masa ini dengan meningkatnnya pengguna jalan dan kurangnya pengawasan. Pelatihan safety riding (sepeda) dan sosialisasi peraturan lalu lintas bagi anak-anak SD dan SMP di Kecamatan Heram Kota Jayapura. Program pelatihan sepeda mungkin akan lebih efektif jika ada informasi tentang lalu lintas yang aman bagi anak-anak sekolah di SD dan SMP. Melalui latihan fisik mengendarai sepeda sebagai latihan tambahan di sekolah, dapat membantu perkembangan kognitif keterampilan motorik dan pemahaman berkendara yang aman serta mengenal peraturan lalu lintas sejak dini. Pelatihan Safety Riding (sepeda) dan sosialisasi peraturan lalu lintas bagi anak-anak SD dan SMP yang berada di Distrik Heram memberikan feedback yang baik dan antusias yang tinggi dari  anak anak dan para guru. Program ini disertai pelatihan bersepeda yang diharapkan akanlebih efektif jika penyampaian informasi untuk  keselamatan lalu lintas kepada anak-anak sekolah di SD dan SMP. Latihan fisik bersepeda sebagai latihan tambahan di sekolah dapat membantu perkembangan kognitif keterampilan motorik dan pemahaman berkendara yang aman serta mengenal peraturan lalu lintas sejak dini. Pelatihan dan penyuluhan bersepeda Safety Riding melibatkan empat sekolah di distrik Heram, Desa Yabansai. Dua SD, SD Negeri Impres Perumnas 1 Waena dan SD YPK Papua Kasih di Buper serta SMP Negeri 11 Perumnas 3 dan SMP YPK Papua Kasih Perumnas Dua

Deffi Haryani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

metropolis, and village improvement to gain stability and fairness in development. Allocation of Vilthe large price range is the right of the village as district/metropolis governments have the proper to reap trendy Allocation funds (DAU) and unique Allocation price range (DAK). The expected effects of the Village Fund Allocation are the advent beta the village budget to finance village government packages, both village operations, and village community empowerment to improve village authorities services, improvement, governance, and network empowerment. Goal to determine the effectiveness of the Village Fund Allocation policy in Marga Sungsang Village, Banyuasin II District, Banyuasin Regency, South Sumatra visible from the context, input, manner, and product and evaluation of the extent of Village Fund Allocation in the control category technique: this is quantitative research with a cross-sectional method drawing near. Result: typical, this size has a big move-sectional scale, particularly: the overall context is 79.05 the general input is 76.10, the overall process is eighty one.45 and the overall product is seventy six.88. limitations: based on the researcher's direct theel in the research process, there are numerous barriers, along with the range of respondents is simplest 33 people, direction, twhichiswhichetheless not enough to describe the state of aff, airs and the item of studies which specializes in the effectiveness of the add program in terms of context, input, method, and product and level of control of Village Allocation within the class of Sungsang Marga Village, Bnayausin II District, Banyuasin Regency, South Sumatra. Contribution: For Sungsang Marga Village, Banyuasin II place, South Sumatra Banyuasin, to take advantage of extra village subsidies and increase similarly development of network development and empowerment. F, or the aTher this research to boom knowledge and expand peproperlyon andregardingal inregardinghe problem of coping with the allocation of village budget to solidarity improvement and empowerment. For the Alma mater, the outcomes of this lexpecteddexpectedato dd new references from the analysis of add management in improving network improvement and empowerment.