Publication Search

70,604 articles from 612 journals · 1,760 citations tracked

Showing 101-111 of 111

Analytics

Agita Yurinda Hasibuan; Dedi Masri; Muhammad Alfiansyah; Hikmal Akbar

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

This study describes the analysis of the controversy over the meaning of nasikh and mansukh in the verses of the Qur'an according to the scholars and the analysis of the meaning of Surah Al-Imran verse: 93 according to two interpretations, Tafsir Jalalain and Tafsir Ibnu Katsir as a comparison. The type of research method used in this research is literature research or literature review to collect relevant information about the meaning of nasikh wal mansukh. The results of the research show that (1) In essence there is no disagreement among the scholars about the possibility of making changes to the law, they intend and agree that changes to the law are produced by their own ijtihad or changes made by Allah for those who argues that there are texts in the Koran, (2) From the two Tafsirs used as references in this study that Surah Al-Imran: 93, that some types of food that were forbidden to the Children of Israel were not forbidden to followers of the Shari'a of the Prophet Abraham and other prophets before the Torah lowered. This is also stated in the Torah, their own book.

Kani Kani; Yeremia Hia

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Rahap is a prostitute who lives in the city of Jericho, the name "Rahab" appears the first time in the Bible, namely in the Book of Joshua, especially in chapter 2. She comes from Canaan whose life is not right before God. but Rahap and his family got salvation when he rescued and hid the two spies from Israel by deceiving the king of Jericho's envoys. while lying is an act that is not right before God because it can harm others and himself. .hsl this is the problem where many people think that it is permissible to lie as long as it is for the good even if we see in our daily lives more people commit lies than other crimes. in this study using qualitative and exege methods.The purpose of writing this article is to get answers and a correct understanding of why Rahap's lie is considered the truth and to serve as a guide so that believers don't lie anymore but instead become honest people

Lestari Br Silaban; Flesia Nanda Uli Boangmanalu; Anessa Mei Pasaribu; Herdiana Boru Hombing

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

God sent Jonah to warn the people of Nineveh. Nineveh will be overthrown by God because of the great sin they have committed. However, Nineveh had repented to God, so God did not overturn the city and God loved Nineveh. From this incident, the prophet Jonah was angry with God because God loves Nineveh, and Jonah wanted the salvation that God gave only for the Israelites. In the present context, there are also Christians who have the same thoughts as the prophet Jonah, who think that religions other than Christianity are not religions that are loved by God. The purpose of this research is to show that God's love is universal and He forgives the mistakes of all those who repent and to guide the prophet Jonah and Christians who think that God's salvation or love is only for the nation of Israel and Christians is wrong thinking. The research method used is a qualitative research method and a critical historical approach in the text of Jonah 4:1-11 with the steps of literal translation, comparison of literal translations and the Indonesian Bible Institute (LAI). The results of this research are that God has proven that He loves all nations who have returned to their ways and also that God guided the prophet Jonah about his erroneous thoughts, namely through castor trees and caterpillars.  

Sisga Desriman Zebua; Yubilate Chriswell Zebua; Ibelala Gea

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Kepemimpinan Kristen merupakan sebuah kepemimpinan yang perlu diterpakan dengan baik dan sesuai berlandaskan Alkitabiah. Seorang pemimpin Kristen yang tidak sesuai dengan landasannya yaitu Alkitab maka tidak disebut sebagai kepemimpinan Kristen. Salah satu upaya untuk menjadikan kepemimpinan Kristen ini sebagai pemimpin Kristen yang baik dan benar adalah seorang pemimpin Kristen harus memimpin dengan berpedoman kepada para pemimpin terdahulu yang telah dituliskan di dalam Alkitab. Ada banyak para pemimpin yang baik dan disenangi oleh orang-orang yang mereka pimpin yang diceritakan di dalam Alkitab, salah satunya adalah Daud. Daud memimpin bangsa Israel pada masanya dengan baik, karena ia adalah pemimpin yang taat serta tunduk kepada Tuhan yang telah mengutus dia. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah membandingkan bentuk kepemimpinan Kristen masa kini yang cenderung tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin Kristen. Oleh sebab itu, melalui tulisan ini, pemimpin di harapkan dapat menjadi pemimpin yang dapat berguna bagi manusia dan juga bagi  Tuhan. Dengan mempedomani bentuk kepemimpinan seperti Daud ini, maka akan dapat menghasilkan kepemimpinan yang baik dan menciptakan kesejahteraan di tegah umat Tuhan.

Antonius Laoli

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

The pattern of Israelite education found in the Torah has values that can be applied in the context of education today. The pattern is a holistic approach to education, which includes moral and ethical education, respect for authority, and character development. Thus, the application of Israel's education pattern found in the Torah can help build a young generation with integrity and quality. Thus, in this study, the author or researcher uses or qualitative method approach involving in data collection and analyzing the data obtained. Overall, the Israeli education pattern is an educational system that includes the development of technical skills, the formation of student character and morals, the teaching of Jewish religion and culture, inclusive education, and the development of technological skills, all of which are designed to create competent and globally minded human resources. In conclusion, the application of Israel's pattern of education according to the Torah has also proven successful in Israel and can serve as an example for other countries in developing an effective education system. Nonetheless, it should be kept in mind that the Israeli education pattern cannot always be applied directly in other countries, due to different cultural differences and social contexts.

Yus Oktofianus Fanggi

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Dan Kejadian 12:1-9 memberikan penjelasan Panggilan Abraham adalah dasar dan penopang bangsa Israel dalam posisinya sebagai bangsa dan sebagai gereja. bersama Atas panggilan Abraham, bangsa dan gereja dapat bersatu dan seragam Artikel ini berfokus khusus pada sejarah satu orang, yaitu Abraham dan keturunannya. Tuhan tidak kehancuran ciptaannya. Tetapi Dia mulai bekerja dengan satu Umat ​​pilihan-Nya dan umat yang Dia pilih untuk direformasi Di dalam dunia.[1] Kejadian 12:1-9 menjelaskan panggilan Abraham untuk meninggalkan tanah nenek moyangnya dan pergi ke tanah yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Di sana Tuhan melindungi dan memberkatinya. Kejadian 12:1-3 adalah berita panggilan Abraham dan janji Tuhan yang akan diterima Abraham. Kejadian 12:4-9 adalah jawaban atau respon Abraham terhadap panggilan Tuhan. Metode yang digunakan untuk menghimpun data bagi penulisan ini didasarkan pada penelitian perpustakaan dan metode deskriptif. Pada teks Kejadian 12 ini pemanggilan Allah kepada Abraham secara tiba tiba. Pemanggilan itu datang kepada Abraham tanpa petunjuk mengenai waktu, tempat, juga tidak ada keterangan lengkap tentang Abraham selain hanya silsilah singkat dan data keluarga dari ayat-ayat sebelumnya.   [1] Sandy Lane West, Handbook to the Bible (Bandung: Kalam Hidup, 2015), 144.

Periman Jaya Lahagu; Sandra Rosiana Tapilaha

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

The vision of passing from death to life is a glorious awakening. It is something that nature completely ignores, totally contrary to how it works (une privatione ad habitum non datur regressus-no way without ownership). Interestingly, the book of Ezekiel shows an unusual hope. In a valley full of human bones, God asked, "Can these bones rise again?" " Impossible! However, Ezekiel knows that nothing is impossible in God's hands. This paper uses qualitative research methods with a literary approach to present problems as well as analyze and collect data. With this in mind, the writer wants to discuss a number of things related to the text of Ezekiel 37 :1-14 itself. The main problem being considered is how to interpret the passage Ezekiel. 37:1-14. The conclusion is that through the text of Ezekiel 37:1-14, God actually wants to convey promises and messages of hope through Ezekiel. Text it mentions that Ezekiel saw a vision of dry bones in the valley, which was interpreted as a promise to save the Israelites.

Emanuel Kristinus Ndruru

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Kualitas kepemimpinan Yosua telah teruji oleh karena Yosua pernah menjadi asisten Musa selama 40 tahun, sehingga banyak belajar dari seniornya. Walaupun Yosua banyak belajar dari Musa tetapi panggilan dan pilihan Tuhan kepada Yosua untuk menjadi seorang pemimpin sangatlah nyata. Karena itu, pemimpin masa kini layak untuk mengimitasi para pemimpin sukses dalam Alkitab termasuk tokoh Yosua. Pemilihan menjadi seorang pemimpin harus sesuai dengan kehendak Tuhan bukan melihat elok parasnya. Tujuan penulisan artikel ini, dimulai dengan menghubungkan tujuan mendasar dari kepemimpinan dengan mengimitasi kepemimpinan yang berkualitas berdasarkan kitab Yosua. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, sehingga dapat mengeksplorasi permasalahan, mengumpulkan, dan menganalisis data. Hasil penelitian ini ialah pemimpin masa kini apabila mengimitasi kepemimpinan Yosua, maka akan semakin memiliki kapabilitas dalam memimpin suatu lembaga atau organisasi yang dipimpinnya. Kesimpulan: kepemimpinan Yosua sangatla baik untuk digali ketika di bawah pimpinan Musa hingga dia diangkat menjadi pemimpin atas umat Israel.

Woran, Ramlen; Sinaga, Janes; Sinambela, Juita Lusiana

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Tujuan penelilian ini adalah untuk memahami dasar perjanjian Allah kepada Abraham dan apa saja yang dijanjikan Allah kepada Abraham, serta korelasinya kepada umat Allah sepanjang zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian studi literatur. Abraham adalah salah satu tokoh terpenting dalam Perjanjian Lama. Melalui Abraham, Allah membuat perjanjian dengan seluruh umat manusia. Abraham memiliki kesetiaan dan kepatuhan terhadap perintah Allah. Kesetiaan dan kepatuhan kepatuhan Abraham ditunjukkan dengan melakukan perintah Allah dalam meninggalkan negrinya dan mengorbankan anaknya. Allah mengadakan perjanjian kepada Abraham sejak dipanggil keluar dari negrinya, Allah berjanji memberikan tanah, keturunan dan penyertaan berkat. Perjanjian Allah kepada Abraham berkelanjutan bagi keturunannya dan bagi setiap umat pilihan-Nya.

Ferry Hartono

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Posisi Samuel dalam 1-2Sam sangat besar. Dialah kingmaker yang dipilih oleh Allah. Dengan diurapinya Saul dan Daud sebagai raja, Israel memasuki suatu periode baru yang penting. Samuel lebih dikenal sebagai nabi, meskipun panggilannya yang terjadi di bawah bimbingan Imam Eli di Rumah Tuhan sangat pantas ‘dicurigai’ menempatkan posisi Samuel sebagai imam juga. Artikel singkat ini bertujuan untuk mencari bukti-bukti intrabiblis dari 1Sam 3,1-15 akan martabat dan status imamat Samuel. Ini tidak mudah pertama-tama karena mengingat institusi imamat pada masa Samuel belum terdefinisikan secara penuh. Belum lagi ditambah dengan latar belakang Samuel yang bukan berasal dari Suku Lewi. Untuk membedah masalah-masalah ini saya akan menggunakan kritik teks sederhana dan pendekatan sinkronistis.

Irwan Irwan

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Penderitaan adalah bagian dari hidup manusia. Manusia berusaha memahami  mengapa  ada penderitaan  dan  bagaimana harus menyikapinya. Kebijaksanaan Israel kuno berusaha memahami misteri penderitaan itu, salah satunya adalah Kitab Ayub. Melalui studi pustaka, artikel ini menyelidiki jawaban Kitab Ayub terhadap persoalan penderitaan manusia dan bagaimana manusia menjalani hidupnya (moralitas) tatkala penderitaan menimpanya.