Publication Search

76,969 articles from 728 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1121-1131 of 1,131

Analytics

Listiyono, Hersatoto

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Setiap area fungsional dalam suatu perusahaan memiliki bentuk sumbang peran yang berbedadalam rangka mendukung pencapaian tujuan organisasi. Fungsi perencanaan pada area fungsional jasainformasi adalah membuat perencanaan yang disebut Perencanaan Strategis Sumber Daya Informasi.Perencanaan yang dibuat oleh area fungsional jasa informasi tersebut dalam rangka mendukung perusahaandalam mencapai tujuan strategis perusahaan. Garis besar dari perencanaan strategis sumber daya informasiadalah penetapan tujuan dan memenuhi kebutuhan sumber daya informasi yang berupa software, hardware,brainware, database, informasi, fasilitas, pemakai akhir.

Diartono, Dwi Agus

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Dalam pengoperasian sehari – hari sebuah warnet memerlukan suatu sistem billing yang berfungsi untuk menentukan besarnya pulsa pelanggan yang telah terpakai, perhitungannya didasarkanpada durasi waktu akses internet yang dilakukan oleh pelanggan. Pada warnet dengan sistem pembayaran biasa, pembayaran dilakukan ketika seseorang telah selesai mengakses internet. Pelanggan menuju operator dan membayar sesuai dengan lama waktu akses internet. Besarnya pembayaran yang dilakukan olehpengguna tercatat dalam database server yang terkoneksikan pada seluruh komputer klien yang digunakan untuk mengakses internet. Secara otomatis server akan melakukan perhitungan pulsa dan akan menghentikan akses internet bila pulsa telah habis. Jadi, operator tidak perlu menunggu sampai pelanggan selesai, baru kemudian memberikan tagihan.

Sasongko, Jati

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Mahasiswa sebuah perguruan tinggi diberikan identitas sendiri untuk membedakan dengan mahasiswa perguruan tinggi yang lain. Untuk membedakan mahasiswa dari sebuah perguruan tinggiberdasarkan dari kartu mahasiswanya. Banyaknya mahasiswa yang aktif akan mempengaruhi jumlah kartu identitas yang dibagikan kepada mahasiswa. Mahasiswa akan menggunakan kartu mahasiswa tersebut selama masa studi belum selesai. Apabila kartu mahasiswa dalam masa studi tersebut mengalami kerusakan atau kehilangan maka mahasiswa tersebut wajib mengurus untuk mendapatkan kembali kartu mahasiswanya. Hanya aja apabila terjadi kerusakan atau kehilangan yang jumlahnya sangat sedikit dan waktu yang tidak bersamaan akan mengakibatkan proses pembuatan kartu mahasiswa tidak lagi efektif dan efisien. Dengan kondisi tersebut sangat tepat apabila sebuah perguruan tinggi mempunyai system pencetak kartu sendiri. Adanya system tersebut proses pembuatan kartu yang sangat random dalam masalah jumlah dan waktu dapat teratasi. Model yang ideal untuk membuat aplikasi pencetak kartu mahasiswa menggunakan aplikasi berbasis pada database sistem. Dengan model tersebut apabila sering terjadi proses pengurusan kartu dapat dengan mudah dan cepat dilakukan. Perumusan masalah yang didapatkan bagaimana merancang program untuk mencetak kartu mahasiswa dengan menggunakan barcode sebagai identifikasi kartu mahasiswa? karena masing-masing mahasiswa akan mendapatkan satu kartu mahasiswa.Program aplikasi yang di bangun ini menggunakan bahasa pemrograman Delphi dan SQL Server sebagai sistem basis datanya. Program aplikasi ini dapat digunakan menambah, mengedit, menghapus dan mencari data mahasiswa. Kartu mahasiswa di cetak menggunakan Quick Report. Tujuan yang dapat dicapai adalah menghasilkan suatu program aplikasi yang dapat untuk mencetak kartu mahasiswa dengan ada gambar foto mahasiswa dan barcode sebagai identifikasi kartu.

Saefurrohman, -

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Sistem Informasi Geografi tidak hanya menangani peta atau gambar, tetapi yang terpenting adalah kemampuan menangani database dalam volume besar. Konsep database merupakan pusat dari SIG dan merupakan perbedaan utama antara SIG dan sistem drafting sederhana atau sistem pemetaan komputer yang hanya dapat memproduksi keluaran berupa grafik yang baik. Pengembangan Database Sistem Informasi yang terbentuk memiliki stuktur topologi data spasial , dan bisa digunakan sebagai data dasar untuk membuat bermacam aplikasi yang berbasis Sistem Informasi Geografi. Database internal terbentuk secara otomatis dari hasil rancangan data spasial, database ekternal bisa direlasikan dengan database internal untuk menghasilkan database Sistem Informasi Geografi yang baru hasil penggabungan.

Muslim, Much Aziz

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Masyarakat membutuhkan informasi mengenai bank yang dirasa masih kurang di semarang, baik berupa lokasi kantor maupun jenis produk pelayanan yang ditawarkan secara cepat dan akurat. SistemInformasi Geografis (SIG) mampu mengatasi permasalahan ini dengan cara pengguna memasukkan nama bank melalui input pencarian, kemudian sistem akan memberikan informasi yang diinginkan oleh pengguna. Sedangkan SIG berbasis web mampu memberikan informasi secara lengkap kepada nasabah dandapat diakses secara online oleh masyarakat melalui media internet. Penelitian ini merancang suatu aplikasi berbasis SIG yang dapat dijalankan dan diaplikasikan pada suatu web browser yang mampu memberikan informasi mengenai lokasi, jenis-jenis layanan produk jasa yang ditawarkan pada BCA wilayah Semarang.Penelitian ini dimulai dengan memperoleh data-data yaitu data primer dan data sekunder yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan SIG kemudian melakukan rancang bangun SIG danmengimplementasikannya pada suatu web secara keseluruhannya. Perencanaan kebutuhan SIG terdiri dari metode pengumpulan data, data spasial dan data non spasial/atribut. Data spasial berupa lokasi BCA yang ditunjukkan dengan peta kota Semarang dan layer-layer peta yang terdiri dari layer wilayah, layer jalan, layer lokasi dan sebagainya. Sedangkan data non spasial terdiri dari data lokasi dan produk jasa pada kantor BCA wilayah Semarang. Perancangan SIG berbasis web terdiri dari perancangan proses dan perancanganhalaman web. Perancangan proses yang memberikan gambaran mengenai bagaimana informasi dihasilkan, yang terdiri dari proses pembuatan peta, editing peta dan pembuatan database. Sedangkan perancangan halaman web memberikan gambaran mengenai bagaimana informasi akan ditampilkan. Implementasi aplikasi SIG ini memerlukan hardware, software dan brainware.

Wibisono, Setyawan

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sistem informasi terintegrasi yang dapat mengakomodasikan kebutuhan – kebutuhan sistem informasi secara spesifik untuk departemen –departemen yang berbeda pada suatu perusahaan. ERP Terdiri dari bermacam – macam modul yang disediakan untuk berbagai kebutuhan dalam suatu perusahaan, dari modul untuk keuangan sampai modul untuk proses distribusi. Penggunaan ERP menjadikan semua sistem di dalam suatu perusahaan menjadi satu sistem yang terintegrasi dengan satu database, sehingga beberapa departemen menjadi lebih mudah dalam berbagi data, dan lebih mudah pula dalam melakukan komunikasi. Perangkat lunak ERP yang beredar di pasaran, tidak hanya dalam versi komersial saja, tetapi juga sudah tersedia dalam versi open source. Penerapan ERP dalam suatu perusahaan tidak harus dalam satu sistem yang utuh, tetapi dapatditerapkan dengan hanya menggunakan satu modul saja dulu sebagai pilot project. Jika penerapan satu modul dinilai berhasil, maka dapat menerapkan modul lain dengan referensi modul yang sudah berhasil. Proses bisnis yang berbeda antara satu perusahaan satu dengan perusahaan lain, memungkinan dilakukan kustomisasi ERP dalam penerapannya.

Munawaroh, Siti

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Dengan perkembangan dunia IT (Information Technology) yang begitu pesat saat ini,memberikan alternatif software yang begitu banyak, terutama software database. Dengan begitu banyaknya software database, baik dari yang komersil maupun yang gratis (bebas lisensi). Dalam hal ini PostgreSQL tampil sebagai salah satu database server yang bebas lisensi, dengan berbagai macam kemampuan yang tidak kalah tangguhnya dibandingkan dengan database server yang komersil.

Muslim, Much Aziz

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Sistim informasi spatial (GIS) sekarang sudah mulai digunakan pada berbagai bidang dengan tujuan untuk  memecahkan masalah yang ada. Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk memanagemen data supaya lebih  efektif dalam mendukung pengambilan keputusan secara optimum. Dalam hal ini, Address-Based Information System (AIS) adalah suatu hal penting bagi pemerintahan / negara untuk menyediakan beberapa layanan yang berharga kepada masyarakat. Sebab system ini dapat menghubungkan antara layer data geospatial yang merupakan  dasar suatu wilayah dengan data geospatial yang dapat secara langsung menunjukkan suatu lokasi objek tertentu. Sehingga, AIS dapat menghemat waktu maupun biaya pada institusi dan pemerintah untuk menentukan dan mencari suatu data alamat yang ada. Hubungan antara peta digital dan database alamat yang saling berhubungan merupakan komponen yang utama dari AIS. Pekerjaan awal yang harus dipersiapkan adalah penomoran alamat dan identifikasi dari sebuah alamat. Penggunaan layer peta seperti bangunan, jalan, dan wilayah daratan serta data-data yang menghubungkan antara layer itu dengan alamat harus ditunjukkan didalam AIS. Address Base Information System sangat penting untuk pencarian keruangan (query) dan analisys keruangan (analysis spatial). Sebab sistem ini adalah berbasis Peta (map-based), dan dapat digunakan secara efektif di segala bidang, seperti menganalisa keadaan darurat, pencarian lokasi tertentu, penentuan pajak hak milik, penentuan jarak terpendek dan lain sebagainya. Dalam penulisan ini, disajikan tentang bagaimana mendisain dan mengimplementasi suatu Address Base Information System (AIS). 

Muslim, Much Aziz

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Sistem informasi geografis adalah aplikasi desain komputer secara digital yang digunakan untuk mengambil, menyimpan, memanipulasi, menganalisa dan menampilkan informasi geografi. Analisa Spatial Penentuan Rute Efektif dengan ArcView Network Analyst digunakan untuk mendapatkan jalur yang efektif dari informasi yang berbentuk data-data spatial maupun non spatial yang berkaitan dengan jaringan jalan / transportasi. Tujuan dari analisa ini adalah mengolah data dari masukan, mendesain database spatial dan non spatial yang diperlukan untuk analisa penentuan rute terdekat, tercepat dan termurah. User interface memungkinkan pengguna untuk mengkombinasikan data-data dari area studi dan memodelkannya sehingga menghasilkan proses dalam membantu pengambilan keputusan. Hasil dari analisa menyediakan rekomendasi tentang jalur jaringan jalan / transportasi. Penentuan rute efektif dapat ditunjukkan dengan serangkaian tampilan yang dikoordinasikan dalam satu project network_analyst.Sistem ini mampu menentukan rute efektif dari tujuan yang diinginkan.

Eniyati, Sri

Dinamik 2003 Universitas Stikubank

Teknik Rekayasa Perangkat Lunak tidak saja berlaku bagi system yang bersifat besar dan organisasional, tetapi teknik ini juga dipakai secara pribadi. Salah satu database pribadi yang dapat dibuat untuk itu adalah database perpustakaan. Rekayasa Software untuk SIPP (Sistem Informasi Perpustakaan Pribadi) terdiri dari langkah-langkah : planning, design, coding, testing, maintenance. Dalam tahap analisis yang perlu dilakukan adalah : identification of need,  feasibility study, analisis secara teknis dan architecture design. Pada desain software langkah-langkah yang dilakukan adalah : membuat scope, reference documents, design description dan membuat rancangan input dan output.

Ningsih, Dewi Handayani Untari

Dinamik 2003 Universitas Stikubank

When creating databases for GIS-applications often existing maps are scanned and vectorised for used. However, vectorisation becomes obsolete when GIS-objects can be referred to both in theme and geometry in a raster environment. This article shows to use model spatial data raster and vector for GIS - applications in both the graphical and image structure. Geographical data must first be converted into a computer- readable format before it can be used in a GIS. Spatial data are "elements that can be stored in map form." These elements correspond to a uniquely defined location on the Earth's surface. Spatial data have also been describe as “any data concerning phenomenon a really distributed” in two or more dimensions. (Peuquet and Marble, I990.) Data model is the rules to convert real geographical variation into discrete objects. There are two main GIS data models - vector and raster. Each of the two data models has specific types of data, analysis and displays that can handle better than the other system. The vector model represents geographical reality as a series of discrete objects or features, classified as points, line's or areas (polygons). The geographical co-ordinates describing the locations of these features are stored in the computer database which lies at the heart of the GIS. In the raster model a regular grid of cells, or pixels, is used to encode the features found on the earth's surface. Each pixel has a number associated with it representing; the value of a geographical phenomenon, such as terrain elevation, soil type or biomass. Layers of raster grids covering the same region can be built up to represent further variables.