Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1101-1120 of 1,339

Analytics

Uung Ungkawa; Yassir Khalid; Erick Gunawan

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Tidak sedikit mahasiswa yang salah mengambil jurusan karena kaget dengan pekerjaan yang terlalu berat, materi yang kurang cocok serta tugas yang menumpuk. Simulasi ini bertujuan untuk dapat mengembangkan sistem pendukung keputusan pemilihan jurusan untuk siswa yang ingin berkuliah atau membantu guru Bimbingan konseling (BK) dalam mengarahkan para siswanya sehingga siswa semakin yakin dengan pilihan jurusannya. Metode Simple Additive Weight merupakan salah satu algoritma pengambilan keputusan dengan memberikan bobot pada setiap pertanyaan yang diberikan. Metode ini dapat membantu memprediksi jurusan untuk siswa yang ingin berkuliah khususnya anak SMA kelas 12 tanpa membebankan anak untuk mendapatkan nilai dari yang dia dapat tetapi dari minat dan bakat yang sangat di sukai anak tersebut.

Siti Aisyah Hanim

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Pendidikan karakter merupakan penanaman nilai karakter terhadap peserta didik yang meliputi kemauan atau kesadaran, dan tindakan dalam mengimplementasikan nilai, budi pekerti, karakter, serta akhlak yang baik ke dalam diri peserta didik, yang bertujuan untuk membentuk kepribadian yang baik pada peserta didik seperti jujur, menghormati orang lain, maupun berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter merupakan hal yang harus diperhaikan terutama bagi guru sebagai orang tua kedua bagi siswa dalam memberikan keteladanan sehingga menjadi contoh konkrit bagi siswa dalam bersikap, saat ini permasalahan karakter menjadi kajian yang penting karena saat ini bayak didapati  permasalahan-permasalahan yang menyimpang dari nilai, norma dan moral dalam masyarakat,  kebanyakan dari pelaku penyimpangan ini terjadi pada generasi muda terutama pada anak usia sekolah. Dengan melihat fenomena permasalahan krisis nilai, moral dan karakter pada generasi sekarang, maka kegiatan pengabdian masyarakat ini penting  dilaksanakan dengan tujuan  memberikan informasi terkait data dan fakta yang sedang terjadi yang berkaitan tentang permasalahan karakter remaja pada masa sekolah dan diperlukan pendekatan secara psikologis bagi guru untuk mengedukasi dan memberikan keteladanan kepada siswa sebagai peserta didik khususnya guru Madrasah Ibtidaiyah Swasta Baitul Muslimin Kecamatan Percut sei Tuan, kabupaten Deli serdang sumatera Utara agar menjadi solusi permasalahan karakter di sekolah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan sosialisasi dengan sasarannya adalah guru MIS Baitul Muslimin Kecamatan Percut sei Tuan, kabupaten Deli serdang sumatera Utara yang berjumlah 12 orang. Hasil kegiatan ini untuk memberikan informasi terkait data dan fakta permasalahan karakter pada siswa   dan memberikan edukasi pentingnya keteladanan guru dalam memberikan solusi terkait masalah pendidikan karakter khususnya di  sekolah MIS Baitul Muslimin Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang sumatera Utara

Boyani, Novita M; Seran, Mikhaela D; Tani, Desy F N; Kuabib, Stevy L; Tinenti, Kanisius F +10 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendampingan penguatan literasi untuk mendorong niat belajar dan mengajarkan anak-anak sekolah dasar dalam mengembangkan potensi membaca, menulis dan berhitung. Peningkatan pemahaman ini dapat membantu mereka saat menempuh pendidikan di bangku sekolah maupun untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kegiatan ini dilaksanakan selama sebulan pada bulan Juli sampai Agustus 2022 bertempat di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat dilaksanakan oleh 14 Mahasiswa KKNT-PPM Unwira tahun 2022 dengan menggunakan metode ceramah dan praktek langsung. Pada kegiatan ini mahasiswa menjalankan program AmanCalistung singkatan dari adikku mantap membaca, menulis, dan berhitung. Kegiatan amancalistung yang dilakukan membantu anak-anak ini secara bertahap dalam membaca, menulis dan berhitung. Amancalistung yang dibawakan tidak selalu terfokus untuk belajar namun diajari pula untuk menyanyi agar peserta didik tidak cepat bosan dan konsentrasi untuk belajar masih terarah sehingga hasil dari pengabdian ini peserta didik mampu membaca dengan jelas, menulis dengan baik dan berhitung dengan benar.  

Afrida Yanti; Syafwan Rozi

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya pembiasaaan ibadah di sekolah pada anak tunagrahita dan melakukan sebuah komunikasi. Tetapi beradasarkan observasi yang dilakukan anak tersebut masih belum bisa membiasakan ibadah sholat sendiri harus dibimbing dan di ajarakan oleh gurunya. Dalam komunikasi anak tersebut masih belum sempurna karena dalam berbicara anak masih kurang sopan dan kurang mampu dalam berinteraksi. Orang tua juga melakukan pembiasaan ibadah sholat kepada anaknya, namun masih belum sempurna karena anaknya masih sering lupa untuk melakukan sholat dan sering lupa bacaan sholat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan menggambarkan keadaan objek pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya. Adapun sumber data dari penelitian ini adalah orang tua dan guru. Sedangkan teknik pengolahan dan analisis data yang penulis gunakan adalah mereduksi data, menyajikan data, dan melakukan verifikasi serta menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian  ditemukan pertama faktor pembiasaan ibadah sholat anak berkebutuhan khusus tunagrahita yaitu faktornya terdapat pada diri sendiri dan juga faktor keluarga dan sosial dimana anak sudah membiasakan ibadah sholat dengan bantuan orang tua dan lingkungan seperti guru dan sekolah. Kedua bentuk komunikasi anak berkebetuhan khusus tunagrahita yaitu dalam melakukaan komunikasi anak ini melakukan komunikasi secara pribadi, kelompok dan massa. Komunikasi yang dilakukan secara pribadi terhadap anak tunagrahita sudah lancar, komunikasi kelompok anak di lingkungan sekolah lancar dengan anak yang berbeda ketunaan agak sulit melakukan komunikasi dan untuk komunikasi massa anak sudah bisa karena di sekolah anak di ajarkan untuk berkomunikasi melalui media-media.

Damaris Lalang; Elisabeth Brielin Sinu; Jumriati Kasim

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan metode goal programming pada penjadwalan shift perawat ruang perawatan anak dan untuk mengetahui implementasi metode goal programming dalam menyelesaikan penjadwalan shift perawat ruang perawatan anak di RSD Kalabahi. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Daerah Kalabahi dan waktu penelitiannya dimulai dari bulan Februari sampai bulan Juli 2022. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung Kepala Ruangan Perawatan Anak dan melalui teknik observasi yakni melalui pengamatan secara langsung pada kegiatan yang berhubungan dengan tugas-tugas perawat. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan metode Goal Programming dalam rangka menghasilkan penjadwalan yang optimal. Analisis data dilakukan dengan bantuan software Lingo 11.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjadwalan menggunakan metode goal programming memberikan hasil yang lebih optimal dan dapat memenuhi semua aturan kendala yang ada daripada penjadwalan yang dibuat secara manual oleh kepala ruangan di Rumah Sakit.

Sentikhe Tumanggor; Putri Amelia Siahaan; Jansen Surya Aruan; Wina Witara Sitorus; Ita Selviana Manik +2 more

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilakukan agar kita dapat memahami tentang Sekolah Luar Biasa (SLB) apa itu pengertian dari Sekolah Luar Biasa dan  media pembelajaran seperti apa  yang digunakan para tenaga pengajar disana untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang tentunya  Pendidikan Luar Biasa atau Sekolah Luar Biasa(SLB)  merupakan  pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam  mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental sosial, tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa (suparno, 2007: 97). Dalam Encyclopedia of Disabilitytentang pendidikan luar biasa dikemukakan sebagai berikut: “Special education means specifically designed instruction to meet the unique needs of a child with disability”. Pendidikan luar biasa berarti pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan yang unik dari anak kelainan fisik.Setiap anak memiliki latar belakang kehidupan budaya dan perkembangan yang berbeda-beda, dan setiap anak dimungkinkan akan memiliki kebutuhan khusus serta hambatan belajar yang berbeda beda pula, sehingga setiap anak sesungguhnya memerlukan layanan pendidikan yang disesuiakan sejalan dengan hambatan belajar dan kebutuhan masing-masing anak, seperti halnya dengan anak berkebutuhan. Pada Anak Berkebutuhan Khusus penggunaan media pembelajaran sangat diperlukan. Sebab mereka merupakan anak-anak yang relatif mengalami hambatan dalam perkembangannya. Penggunaan media belajar yang melibatkan keaktifan siswa akan lebih mempermudah proses belajar mengajar karena mampu membantu daya ingat siswa terhadap materi yang dipelajari oleh anak berkebutuhan khusus dengan kemampuan yang kita miliki. Betapa pentingnya peran dari media pembelajaran dalam membantu para anak berkebutuhan khusus dalam memahami materi pelajaran. Sehingga mereka yang mengalami kebutuhan khusus dapat merasakan seperti apa yang dirasakan oleh anak-anak yang normal dan materi pelajaran yang diterima dapat diserap sempurna oleh siswa.

Bryan Sedona; Ridolfroa S.Th. Manggoa; Felipus Nubatonis

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Minat belajar merupakan hal yang sangat penting dan perlu untuk ditingkatkan dalam proses pembelajaran. Karena apabila anak tidak memiliki minat belajar atau tidak mampu meningkatkan minat belajar maka proses pembelajaran pun akan sulit untuk diterima. Oleh karena itu peran orangtua Kristen sebagai pendidik sangat penting guna meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun. Situasi sosial dalam penelitian ini yaitu Dusun Tabik yang terletak di Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Ada beberapa masalah yang ditemukan di Dusun Tabik seperti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat menyebabkan anak lebih memilih bermain media sosial atau bermain game online ketimbang belajar, proses pembelajaran di sekolah yang kurang aktif sehingga anak merasa bosan dan tidak memahami pembelajaran, materi pembelajaran yang tidak terserap dengan baik, dan belum mampu calistung (baca, tulis, hitung). Melihat persoalan tersebut, maka peneliti ingin meneliti peran orangtua Kristen sebagai pendidik dalam meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk: Menjelaskan peran orangtua Kristen sebagai pendidik; (2) Memaparkan upaya meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun; (3) Menjelaskan peran orang tua Kristen sebagai pendidik dalam meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun. Metodologi penelitian yang peneliti gunakan yaitu metodologi penelitian kualitatif – studi lapangan dengan pengumpulan data observasi wawancara. Hasil penelitian yang diharapkan adalah dengan terlihatnya peran orangtua Kristen sebagai pendidik dan meningkatnya minat belajar anak usia 13-15 tahun di Dusun Tabik Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Rumusan teori yang ditemukan yaitu minat belajar anak usia 13-15 tahun akan meningkat apabila orangtua mampu menjalankan perannya sebagai pendidik dengan baik. Kesimpulan yang didapatkan yaitu orangtua Kristen harus mampu menjalankan perannya sebagai pendidik dengan sikap hati yang rela berkorban demi anak guna meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun di Dusun Tabik Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak.

Nikodemus

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Pada hakikatnya pendidikan bagi kebanyakan orang adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan, atau suatu sarana untuk mengembangkan potensi diri, Zaim Elmubarok member pandangan bahwa Pendidikan adalah proses menanamkan dan mengembangkan diri pada peserta didik tentang hidup.  Pendidikan sangat penting bagi anak-anak karena dengan pendidikan anak-anak akan di ajarkan bagaimana menjadikan dirinya dewasa dan memeimpinnya kearah kedewasaan. Senada dengan itu Ester Putri Setiyowati mengatakan bahwa pendidikan juga merupakan upaya dan psikomotorik. Oleh karena itu membangun aspek kognisi, afeksi, dan dalam mengembangkan seluruh potensi siswa, potensi itu meliputi kognitif, afektif psikomotorik secara seimbang dan berkesinambungan adalah nilai pendidikan paling tinggi.

Angelo Luciani Moa Dosi Woda

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Dalam karya terkenalnya, Mendaki Gunung Karmel, III, 1-15, Santo Yohanes Salib mengajarkan kepada segenap umat beriman bagaimana cara memurnikan ingatan melalui Pengharapan. Itu berarti suatu pemurnian terhadap ingatan melalui kebajikan teologal pengharapan. Dalam ingatan sendiri terdiri atas tiga macam objek pengetahuan, yaitu kodrati, imajinatif, dan spiritual. Karena itu hidup dalam pengharapan berarti kelepasan atas pengenalan kodrati dan pengenalan adikodrati. Dalam pemurnian tersebut, seorang harus mengabaikan segala macam bentuk, gambar, dan fantasi supaya ia semakin bersatu dengan Allah. Pada akhirnya, hidup dalam pengharapan sebagai anak-anak Allah ialah suatu hidup dalam pengenalan rohani yang melampaui segala pengertian.

Ledis Izzah Harahap; Silvia Fransiska; Dini Lestari

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami program pendidikan yang dilaksanakan oleh masjid. Masjid Nurul Huda yang terletak di desa Simpang Mandepo merupakan contoh masjid yang produktif dengan program-program aktif yang dilaksanakan setiap hari. Masjid ini dijalankan oleh pengurus masjid yang disiplin dan jujur. Penelitian ini dikaji secara kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program pendidikan dilakukan dengan cara aman dan menyeluruh, serta dana dikelola dengan baik dan benar. Pengelolaan masjid ini dilakukan secara profesional, dengan mambayar gaji para pengurus masjid. Tiap jumat dilakukan pelaporan untuk semua kegiatan dan berapa zakat, infaq maupun wakaf yang diterima, serta biaya pengeluaran masjid. Penelitian ini menggambarkan bagaimana pendidikan itu tidak hanya dilakukan di sekolah tetapi juga dilingkungan masyarakat dan keluarga. Namun kebanyakan masyarakat mengartikan bahwa pendidikan itu hanya formal yang  dilakukan di sekolah. Jarang yang beranggapan bahwa pendidikan secara luas mencakup seluruh tatanan yang ada di dalam kehidupan tak terkecuali pendidikan nonformal yang ada di dalam masyarakat itu sendiri. Seperti halnya di masjid Nurul huda sudah melakukan kegiatan, seperti pengajian rutin setiap malam bagi anak sd, smp dan sma dimulai setelah sholat magrib sampai dengan setelah sholat isya, pengajian tersebut mengajak anak-anak untuk ikut dalam sholat magrib dan isya secara jamaah.    

Dhabit Fauzan; Ilham Akbar Darmawan

JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

PLTU Banten 3 Lontar Merupakan salah satu Pembangkit Tenaga Uap yang berada di Lontar Kabupaten Tangerang Banten. PLTU Lontar ini milik anak buah PT. PLN (Persero) yaitu Indonesia Power yang memiliki 3 unit Pembangkit dengan kapasitas masing – masing unit Pembangkit sebesar 3 x 315 dengan Energi listrik yang dihasilkan PLTU Lontar akan disalurkan Jaringan Tranmisi 150 KV (SUTT) sepanjang 25 Kilometer ke Gardu induk Teluk Naga dan Gardu Induk New Tangerang untuk memperkuat pasokan tenaga listrik di area Jakarta, tangerang dan sekitarnya pada sistem kelistrikan di jawa. Dalam penggunaan peralatan di PT. Indonesia Power PLTU Banten 3 Lontar OMU yang berlangsung terus menerus sehingga sangat penting untuk memperhatikan kondisi peralatan proteksi dengan melakukan pemeliharaan dengan “Preventive Maintenance” agar peralatan dapat tetap berfungsi dengan baik. Pada kasus kerusakan peralatan Proteksi untuk saat ini belum terlihat adanya permasalahan yang terjadi pada kurangnya kinerja pengolahan batu bara pada Belt Conveyor. Mengingat sering terjadinya hal tersebut bahwa alat proteksi dalam suatu proses pengolahan batu bara. Maka dari pembahasan ini penulis melakukan penilaian terhadap data dilapangan sehingga mengetahui masalah pada suatu alat. Mengingat pentingnya dan besarnya manfaat dari pembahasan ini, maka penyusun tertarik membahas “Preventive Maintenance Kontrol intrumen Belt Conveyor C-7”.    

Mohamad Rofiq; Ilham Akbar Darmawan

Jurnal Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Abstrak PLTU banten 3 lontar OMU merupakan anak perusahaan PT. PLN (Persero) yaitu Indonesia Power yang memiliki 3 unit pembangkit dengan kapasitas masing-masing unit pembangkit sebesar 3 x 315 dengan Energi Listrik yang dihasilkan PLTU Lontar akan disalurkan Jaringan Transmisi 150 KV (SUTT) sepanjang 25 Kilometer ke Gardu induk Teluk Naga dan Gardu Induk New Tangerang untuk memperkuat pasokan tenaga listrik di area Jakarta, Tangerang dan sekitarnya pada sistem kelistrikan di jawa. Penggunaan belt conveyor di PT. Indonesia Power PLTU Banten 3 Lontar OMU berlangsung kurang lebih 24 jam sehari secara terus menerus, sehingga sangat penting untuk memperhatikan kondisi peralatan electrical pada area belt conveyor dengan cara melakukan pemeliharaan dengan “preventive maintenance” agar kondisi peralatan electrical pada area belt conveyor dapat tetap berfungsi dengan baik. Kasus kerusakan pada peralatan electrical pada area belt conveyor untuk saat ini belum terlihat hanya saja terdapat permasalahan yang terjadi pada beberapa peralatan electrical pada area belt conveyor yang dapat mengakibatkan terhambatnya proses produksi. Mengingat sering terjadinya hal tersebut pada peralatan electrical pada area belt conveyor dalam suatu proses produksi, maka dari pembahasan ini penulis akan melakukan penilaian terhadap kinerja peralatan electrical pada area belt conveyor C-2B terhadap data dilapangan sehingga mengetahui bermasalah atau tidaknya suatu peralatan electrical pada area belt conveyor C-2B. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Preventive Maintenance yang dilakukan pada Electrical C-2B Belt Conveyor, memahami manfaat dari Preventive Maintenance Electrical C-2B Belt Conveyor dan menganalisis hasil Preventive Maintenance pada Electrical C-2B Belt Conveyor.  

Asniar Khumas; Ainun Mardiah Amran; Nur Agnes Devina; Nurul Azisah

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Membaca merupakan suatu tahap terpenting dalam proses pembelajaran bagi anak-anak saat memasuki usia sekolah. Literasi membaca yang dilaksanakan di Kampung Duri Kota Pare pare bertujuan untuk mengetahui peran kegiatan literasi, hambatan dan usaha yang dilakukan peneliti dalam meningkatkan minat membaca serta membiasakan membaca buku pada anak-anak di Kampung Duri Kota Pare pare. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pendekatan ini diambil dengan tujuan untuk dapat memberikan gambaran secara deskriptif terkait pengembangan kegiatan literasi dalam meningkatkan minat baca kepada anak. Subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak yang berusia 7 – 12 tahun dan sedang menempuh sekolah dasar di Kampung Duri Kota Pare pare. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan setiap pekan. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi anak-anak di Kampung Duri, yaitu kosa kata meningkat, mengasah kemampuan menulis, meningkatkan keterampilan komunikasi, meningkatkan konsentrasi, meningkatkan daya ingat, dan meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.

Emmyra Shania Mayta; Ratna Dewi; Ira Zulfa

Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38 Celcius) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Memasukkan sendok kedalam mulut, menahan gerakan anak, memberikan selimut tebal, memberikan kopi, merupakan perilaku salah dalam penanganan kejang demam sebelum dibawa ke rumah sakit. Kejang demam pada dasarnya merupakan penyakit yang tidak berbahaya dan tidak berdampak pada sistem neurologi. Namun, kejang demam ini merupakan pengalaman yang menakutkan dan menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disadari sebagai salah satu faktor tingkat kecemasan pada sebagian orang tua bertambah. Tujuan penelitian untuk memberi pengetahuan keluarga tentang kejang demam dengan perilaku penanganan kejang demam sebelum dibawa ke rumah sakit.

Dyah Rosiana Puspitasari; Landia Natalie Ayu Pawestri; Fernandoz Jevon Laka; Dominikus Degede Kola Pati; Wahid Bintang Saputra +6 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Pengabdian masyarakat sebagai kegiatan ini merupakan salah satu kewajiban dari Tri Darma perguruan tinggi dimana hal inilah yang menjadi pedoman dan menjadi dasar, Universitas Janabdara Yogyakarta dalam hal ini mahasiswa hadir sebagai bentuk implementasi pengabdian terhadap masyarakat dalam mewujudkan tujuan untuk memberikan pengajaran kepada masyarakat dan membantu masyarakat dalam memanfaatkan serta mengembangkan potensi dari limbah sampah rumah tangga dan mengedukasi masyarakat dalam memahami pentingnya pengelolaan sampah, karena sampah di masyarakat Padukuhan Kretek tidak terlebih dahulu dipilah dari sampah plastik (an organik) maupun sampah sisa makanan (organik) dan lain-lain namun hanya terbuang begitu saja ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Akibat dari hal tersebut tentu akan berdampak buruk dalam jangka Panjang baik dalam segi Kesehatan, sosial, dan tata kelola lingkungan hidup yang baik. Sampah dapat dijadikan bahan- bahan kreatif dan inovatif apabila pengelolaannya dilakukan secara benar. Pada dasarnya tingkat kesadaran masyarakat akan pemahaman pengelolaan sampah sangat penting yang pada prinsipnya manusia adalah makhluk yang menghasilkan sampah, dan pengelolaan sampah harus dibangun mulai dari lingkungan yang paling kecil yaitu keluarga. Metode kegiatan ini adalah sosialisasi dan seminar yang dianggap langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran terhadap sampah. Terlepas dari itu penyajian materi dan mempraktekannya secara langsung tentang pengelolaan dan pemilahan sampah, adapun juga sesi tanya-jawab untuk menambah pemahaman kepada orang tua, pemuda/pemudi dan anak-anak, serta dapat membangan paradigma baru dalam melihat sampah. Dampak dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman kepada orang tua, pemuda/pemudi dan anak-anak di Padukuhan Kretek, Kelurahan Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, tentang pengelolaan dan pemilhan sampah, sehingga masyarakat dapat mempraktekan dan mengelola sampah di lingkungan rumah masing-masing. Secara substansial kegiatan pengabdian ini dapat disimpukan sebagai upaya membangun manusia dengan menekankan pada kesadaran diri masing-masing individu maupun kelompok masyarakat sehingga masyarakat benar-benar memanfaatkan sampah yang terdapat di lingkungannya secara khusus maupun lingkungan diluarnya secara umum dengan semaksimal mungkin.    

Anatia Simamora; Rosalinda Manullang; Pedro Renardo Naibaho; Dyva Claretta

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Citra nama baik perusahaan merupakan hal yang sangat penting untuk dijaga dan dikembangkan untuk mempermudah terbangunnya kepercayaan eksternal dan sehingga terjalin kerjasama yang dibutuhkan demi menunjang kesuksesan perusahaan. PT. Adiprima Suraprinta termasuk dalam anak perusahaan dari Jawa Pos Group. Dengan humas yang masih baru, perusahaan ini juga belum melakukan pembagian tupoksi terkait peran dan fungsi humas. Metode Penelitian yang digunakan peneliti pada riset ini adalah penelitian kualitatif, dimana pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara secara langsung dengan narasumber dan memberi pertanyaan yang terperinci dan mendalam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  bagaimana dan sejauh apa perkembangan Humas PT. Adiprima Suraprinta melihat dari kegiatan humas yang ada dan bagaimana mereka menjalankan fungsi dan peran humas itu sendiri, khususnya dalam menangani isu dan krisis.  Hasil yang ditemukan peneliti dalam penelitian ditemukan bahwa Humas dari PT. Adiprima Suraprinta terkena isu mengenai kerusakan lingkungan yang diasumsikan diakibatkan oleh kegiatan pabrik yang berlokasi dekat dengan warga. Keberadaan Humas yang baru ini kemudian menjadi perantara dalam menyampaikan informasi dan juga memberikan pengertian kepada masyarakat sekitar. Perusahaan PT. Adiprima Suraprinta kemudian menyadari pentingnya humas setelah perusahaan dilanda isu. Perusahaan perlu mengembangkan fungsi dan tugas dari humas perusahaan Sebaiknya Humas perusahaan berdiri sendiri dan terfokus hanya untuk menjalankan kehumasan agar lebih maksimal.

SUHARTONO SUHARTONO

Observing the news of crime committed by minors today certainly raises concerns and unrest in social life. The disturbing behavior of children, such as the behavior of children away from religious teachings, disrespecting their parents, dressing inappropriately, saying dirty words, smoking, and the most troubling thing is that children are now involved in criminal acts. This issue has become a hot topic that is often reported on television, such as news about crimes committed by students, violence against friends, brawls, rape, and even murder. Responding to the negative behaviors of children that often appear in the news of child crimes need special attention. Therefore, as a form of attention, it is necessary to first understand the condition of the child himself and his relationship with the surrounding environment, both parents and family as well as the school as the smallest unit in society that has the responsibility to help children grow and develop optimally. Parents are the first people to be known by children, the first people to give life understanding to children, so parents play an important role in the formation of children's character. However, ironically, the family becomes a source of threat and unrest for children, because of the wrong treatment given by parents to children. Basically, the relationship between children and their parents is an emotional and cognitive source for children. These relationships provide opportunities for children to explore the environment, including school and social life, and children's early relationships can serve as models for later relationships. This initial relationship begins when the child is born into the world, in fact it has started since the fetus was in the womb (Sutcliffe, 2002: 15).1. Furthermore, the role of Christian Religious Education is an effort made by educators continuously to equip students with sources of faith. Character formation is very important in the educational process which is a process of internalizing the values ​​of the Christian faith through education. So that the personality or noble character of students is formed through habituation that is constantly practiced, without stopping.

SUHARTONO SUHARTONO

Observing the news of crime committed by minors today certainly raises concerns and unrest in social life. The disturbing behavior of children, such as the behavior of children away from religious teachings, disrespecting their parents, dressing inappropriately, saying dirty words, smoking, and the most troubling thing is that children are now involved in criminal acts. This issue has become a hot topic that is often reported on television, such as news about crimes committed by students, violence against friends, brawls, rape, and even murder. Responding to the negative behaviors of children that often appear in the news of child crimes need special attention. Therefore, as a form of attention, it is necessary to first understand the condition of the child himself and his relationship with the surrounding environment, both parents and family as well as the school as the smallest unit in society that has the responsibility to help children grow and develop optimally. Parents are the first people to be known by children, the first people to give life understanding to children, so parents play an important role in the formation of children's character. However, ironically, the family becomes a source of threat and unrest for children, because of the wrong treatment given by parents to children. Basically, the relationship between children and their parents is an emotional and cognitive source for children. These relationships provide opportunities for children to explore the environment, including school and social life, and children's early relationships can serve as models for later relationships. This initial relationship begins when the child is born into the world, in fact it has started since the fetus was in the womb (Sutcliffe, 2002: 15).1. Furthermore, the role of Christian Religious Education is an effort made by educators continuously to equip students with sources of faith. Character formation is very important in the educational process which is a process of internalizing the values ​​of the Christian faith through education. So that the personality or noble character of students is formed through habituation that is constantly practiced, without stopping.

Fiola Dwi Mulyanto; Safitri, Diva Nur; Afnidzar Rahma Washifah; Nadia Lutfiah

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini menjelaskan evaluasi dari program mahasiswa jurusan pendidikan non formal fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa perihal efektivitas kelompok dalam tumbuh kembang anak usia dini. Masa anak-anak merupakan tumbuh kembang awal seorang manusia belajar untuk mendeteksi berbagai jenis fakta di lingkungannya sebagai proses stimulan untuk perkembangan kepribadian, keterampilan psikomotorik, kemampuan kognitif dan keterampilan sosialnya dengan menggunakan program kelompok bermain pada pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan metode CIPP. Evaluasi ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana pengumpulan, pengolahan dan penyajian data dengan informasi serta kenyataan yang terjadi di lapangan menggunakan metode studi kasus mengenai program kelompok bermain yang diselenggarakan PAUD Al-Ikhlas Banten Girang.

Satriadi Satriadi; Ranti Utami; Agus Tina; Kinanti Rahmadhani; Mohammad Hammam +1 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menjadi dewasa. Pada masa ini mereka mengalami perubahan baik secara fisik ataupun pola pikir. Para remaja menjadi lebih aktif apalagi terkait dengan perkembangan teknologi. Namun disini, pemanfaatan mereka akan teknologi hanya sebatas untuk hiburan seperti bermain game, menonton video dan lain sebagainya. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan untuk membantu remaja khususnya remaja di Kelurahan Melayu Kota Piring agar lebih berkreativitas dalam berkarya melalui pemanfaatan teknologi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah workshop dengan sasarannya adalah remaja yang tergabung dalam Forum Anak Kelurahan Melayu Kota Piring serta siswa-siswi SMPN 2 Tanjungpinang yang berjumlah 50 orang. Hasil kegiatan ini yakni meningkatnya kreatvitas dan pola pikir remaja di Kelurahan Melayu Kota Piring dalam hal menjadi seorang influencer. Terlebih lagi sulitnya lapangan kerja pada masa sekarang memaksa kita untuk bisa dalam berbagai hal dan melakukan kegiatan yang dapat menghasilkan pendapatan. Melalui kegiatan ini remaja juga sekaligus diajarkan untuk menjadi wirausaha dan bahkan bisa membuka peluang untuk lapangan pekerjaan.