Publication Search

68,705 articles from 589 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1081-1100 of 1,265

Analytics

Qoidul Khoir; Ainur Rofiq

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

: The 2013 Curriculum is known as a scientific approach. Scientific approach means a scientific approach that generally involves observation or observation activities needed to collect data. Considerations in choosing the appropriate learning model or method for a particular subject matter are also related to the characteristics that exist in the material. For example, when learning about funeral prayers if a teacher only relies on lecture and expository methods, it is very difficult for students to be able to understand and practice good and correct funeral prayer procedures. The purpose of this study is to describe the steps for applying the scientific assignment method in learning Islamic Religious Education to improve the emotional intelligence of grade X students at SMA Nurul Ma'rifah and the steps for applying the scientific assignment method in learning Islamic Religious Education to improve the spiritual intelligence of grade X students at SMA Nurul Ma'rifah Poncogati. The research method used is a qualitative approach that produces narrative data in the form of natural explanations. The data collection method uses observation, interviews, and documentation. While the analysis method uses interactive model analysis methods. While the presentation of the data by drawing a conclusion, and to obtain the validity of the data using data validity with triangulation techniques. Based on the results of the study, it can be found that the application of scientific assignment methods in learning Islamic Religious Education to improve the intelligence of grade X students at SMA Nurul Ma'rifah Poncogati in improving teachers' emotional intelligence uses 3 scientific assignment methods in the learning process, namely articulation, reciptrocal teaching and inquiry. Meanwhile, in improving spiritual intelligence, teachers use 2 methods, namely habit forming, and memorization

I Gede Widhiana Suarda; Ainul Azizah; Ahmad Fahrudin

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Ethnicity, religion, race and intergroup (SARA) are social elements that have an important role in human life, therefore, the freedom of each party must be respected and guaranteed. Religion is an important element of human existence and perhaps the most impressive element that can exert an important influence on the behavior of individuals. Indonesian positive law regulates punishment for perpetrators of religious blasphemy regulated in Article 156a of the Criminal Code. The initial purpose of enacting this article was against the backdrop of the many sects of belief and mysticism teachings that were considered heretical and not in accordance with the religious teachings of the Indonesian people. Article 156a of the Criminal Code is intended to prevent religious teachings from being distorted which are considered as the main teachings by the leaders or religious leaders concerned; and this rule protects religious peace in society and maintains the values of religious teachings that are maintained by the community from insults/humiliations and from teachings not to embrace a religion based on Belief in the One Supreme God.

Elfin Warnius Waruwu; Enisabe Waruwu

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

PAK is an education that focuses on teaching Christian values and doctrines to students. The aim is to help students understand the teachings of Christianity, deepen their relationship with God, and form good character and morals. However, the fact is that some students do not understand Christian values. Students often only understand Christianity theoretically without being able to apply it in everyday life. This can hinder the development of student independence. In this study or study the authors used qualitative research methodologies and literature studies. The results of the study show that PAK can make a positive contribution to the development of student independence. Through teaching Christian values that encourage self-awareness and responsibility, students can acquire skills and attitudes that support independence, such as the ability to make decisions, be independent in learning, and play an active role in society. In the context of an independent curriculum, students can be integrated into the curriculum to support the development of student independence.

Valentinus Endy; Anni Sinaga; Juliyanti

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Stroke merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah terbesar dalam bidang kesehatan di dunia.  Stroke ini juga dapat membuat pasien akan menjadi stres, merasa tidak berguna dan tidak ada gairah hidup namun dengan memiliki komitmen agama, dimana spiritual di percaya berperan penting dalam pencegahan penyakit, mengurangi penderitaan saat sakit serta mempercepat penyembuhan selain terapi medis yang diberikan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional digunakan dalam penelitian terhadap 62 responden. Spiritual diukur menggunakan SWBS (Spiritual Well Being Scale) 20 soal dan kualitas hidup menggunakan kuisioner Stroke specific quality of life (SSQOL-12 item). Hasil uji statistik pada kedua variabel didapatkan nilai significancy p (p-value) yaitu 0,000 dimana hasil tersebut < 0,05. Hasil dari penelitian ini di dapatkan data adanya hubungan spiritual dengan kualitas hidup pada pasien stroke. Semakin baik tingkat spiritual, maka semakin baik juga tingkat kualitas hidup. Penderita stroke perlu melakukan pendekatan spiritual kepada Tuhan untuk meningkan kualitas hidup sehingga dapat memiliki pikiran yang tetap positif yang akan memberikan pengaruh yang baik bagi penyembuhan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait hubungan spiritual dengan kualitas hidup terhadap pasien stroke, mengingat sumber-sumber terkait ini masih terbatas dengan variabel – variabel lainnya seperti psikologis pasien.

Valentinus Endy; Anni Sinaga; Juliyanti

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Stroke merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah terbesar dalam bidang kesehatan di dunia.  Stroke ini juga dapat membuat pasien akan menjadi stres, merasa tidak berguna dan tidak ada gairah hidup namun dengan memiliki komitmen agama, dimana spiritual di percaya berperan penting dalam pencegahan penyakit, mengurangi penderitaan saat sakit serta mempercepat penyembuhan selain terapi medis yang diberikan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional digunakan dalam penelitian terhadap 62 responden. Spiritual diukur menggunakan SWBS (Spiritual Well Being Scale) 20 soal dan kualitas hidup menggunakan kuisioner Stroke specific quality of life (SSQOL-12 item). Hasil uji statistik pada kedua variabel didapatkan nilai significancy p (p-value) yaitu 0,000 dimana hasil tersebut < 0,05. Hasil dari penelitian ini di dapatkan data adanya hubungan spiritual dengan kualitas hidup pada pasien stroke. Semakin baik tingkat spiritual, maka semakin baik juga tingkat kualitas hidup. Penderita stroke perlu melakukan pendekatan spiritual kepada Tuhan untuk meningkan kualitas hidup sehingga dapat memiliki pikiran yang tetap positif yang akan memberikan pengaruh yang baik bagi penyembuhan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait hubungan spiritual dengan kualitas hidup terhadap pasien stroke, mengingat sumber-sumber terkait ini masih terbatas dengan variabel – variabel lainnya seperti psikologis pasien.

Suaidi Suaidi

Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This paper presents the results of research on the implementation of the model for implementing character education in high schools with the case at SMAN 2 KS Cilegon City, Banten Province. the school components and Islamic religious education teachers are the main actors, with the support of conducive policies from the principal of SMAN 2 KS Cilegon City, Banten Province. The presence and involvement of campus activists through monitoring requires scrutiny and coordination that is integrated with the Islamic religious education teacher program.

Zainudin Hasan; Kristina Safitri; Zulva Ica; Renia Pragusta Putri

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Masalah utama yang sering muncul dalam proses perceraian adalah perceraian karena perselingkuhan. Terus meningkatnya fenomena perceraian setiap bulannya dan tidak henti-hentinya berita mengenai perceraian sering terdapat di media. Perceraian sebagai fenomena saat ini dikarenakan terdapat perselingkuhan dari pasangannya. Perselingkuhan biasanya sering terjadi dalam anggota keluarga yang kurang mempunyai kualitas agama yang baik, dasar cinta yang lemah, kurang lancarnya komunikasi dan kurang harmonis, perilaku egois dari masing-masing, emosinya yang kurang stabil, dan kurang mampu menyesuaikan diri. Metode penelitian ini yaitu penelitian lapangan yang bersifat kualitatif dengan mengumpulkan data penelitian menggunakan teknik wawancara. Hasil diskusi menunjukkan bahwa permasalahan perselingkuhan dalam perkawinan adalah perselingkuhan bisa menjadi sumber stres yang besar. Ketidakmampuan pasangan dalam beradaptasi dan menyelesaikan permasalahan dengan efektif bisa menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Upaya mengatasi perselingkuhan antara lain komunikasi yang baik antar pasangan, saling menunaikan tanggung jawab, saling mendukung dan menjaga.

Diki Tri Bagus Dermawan; Dety Mulyanti

JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI 2023 sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Putra Semarang

Introduction: The internet provides various conveniences, including in buying and selling transactions or so-called e-commerce. E-commerce provides many benefits, and there were 2,361,423 e-commerce businesses in Indonesia in 2020. E-commerce is a legitimate buying and selling transaction if it does not deviate from the principles of Islamic sharia law. Purpose: To understand the meaning of e-commerce, its development, and the Islamic law perspective on it. Method: The method used is literature study from relevant journals, books, and fatwas. Results and Conclusion: E-commerce is a buying and selling transaction process carried out through the internet. E-commerce has several advantages compared to traditional commerce, such as the buying and selling process can be done anywhere and anytime. E-commerce in Indonesia has developed since 1999 until now, and it has always been accompanied by improvements. The largest e-commerce service providers in Indonesia are Lazada, Tokopedia, Shopee, Elevania, Bukalapak, Blibli, and Matahari Mal.com. E-commerce has been declared legitimate by MUI, NU, and ulama.

Muhammad Basri; Pebrina Hesty Sagala; Aulia Khairani Br Nasution; Amalia Mahfudza

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kekaisaran Ottoman, yang berlangsung dari tahun 1326 hingga 1924, dapat dibagi menjadi tiga periode berbeda: periode ekspansi (1326-1451), masa kejayaan (1452-1568), dan kemunduran dan keruntuhan (1569-1924). Pada masa kejayaan Turki Usmani, pendidikan mulai dikembangkan dan dipusatkan di sekitar madrasah, satu-satunya lembaga pendidikan umum pada saat itu. Lembaga-lembaga ini berfokus pada hafalan daripada pemikiran kritis, dan hanya mengajarkan ilmu agama, meninggalkan kesenjangan dalam pendidikan umum siswa dan bahkan pelajar dewasa. Namun, menjelang akhir pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah, reformasi pendidikan dilaksanakan dengan memasukkan metode Barat. Runtuhnya Kesultanan Utsmaniyah juga membawa konsekuensi yang signifikan terhadap sistem pendidikan, termasuk pengenalan sekularisme, yang menjadi dasar ideologi kapitalis dan mendukung ide-ide seperti demokrasi, nasionalisme, liberalisme, dan hak asasi manusia.  

Erwin Zai; Yanuar Ada Zega; Nikarni Zai

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Implementation of PAK through family education is really very important to do. To describe the implementation of PAK in the family, the authors use library research as a method. The background of this research is because there are obstacles in the process of applying PAK in families that are affected by the weakening of parents as educational figures. Of the many, one of the causes of PAK not manifesting satisfactorily in the family is parents who have not yet been born again. It means that parents still don't really think about themselves as disciples of Christ and feel that they are the main and first educators in the family. For this reason, parents must be aware that actualizing PAK in the family is their responsibility. Realizing effective PAK in the family, parents must educate their family members that PAK has a role and function as a change carrier that is dynamic, progressive, and transformative towards spiritual growth and development. The research carried out aims to contribute ideas to the problem of implementing PAK in families that have not been realized satisfactorily. The final conclusion of this article is that the implementation of PAK through family education is very much needed by today's Christian families.

Rut Frida Hastuti Nduru; Nehemia Nome

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

The 5.0 era is marked by rapid technological advances and social changes, affecting various aspects of life, including the field of education. Christian religious education plays an important role in shaping the character and morals of the younger generation. But in reality, the lack of emphasis on developing soft skills can be a problem, because the teacher's ability to interact empathetically, have creativity, leadership, and adaptability becomes very important in guiding students in a spiritual, moral, and emotional context. In addition, an excessive focus on hard skills, such as understanding theology and religious practice, can ignore the importance of developing soft skills in dealing with the changes faced in the 5.0 era. In this study, the authors used a literature study, therefore to achieve the objectives of this study, superior teacher quality was needed, which had a balance between software and hardware. The purpose of this study is to present software and hardware in improving the quality of Christian religious education teachers in the 5.0 era. Soft skills include interpersonal, communication, leadership, empathy, and adaptability skills, which support teachers in interacting with students, colleagues, and a changing environment. While hard skills include specific knowledge, information technology, teaching methodology, as well as expertise in the field of Christianity.

Hamu, Fransiskus Janu

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh prosocial engagement dalam pendidikan agama Katolik terhadap pembentukan karakter siswa melalui keteladanan guru. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru agama Katolik, dan survei siswa. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa prosocial engagement memainkan peran krusial dalam membentuk karakter siswa, seperti empati, toleransi, dan kepedulian sosial. Selain itu, keteladanan guru memiliki dampak yang signifikan dalam mendorong siswa untuk terlibat dalam perilaku sosial yang positif.  Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pendidikan agama Katolik dalam memperkuat nilai-nilai kristiani dan menciptakan siswa yang bertanggung jawab dan peduli terhadap sesama. Implikasi praktis dari penelitian ini juga dibahas untuk membantu pengembangan pendekatan dan strategi yang lebih efektif dalam pendidikan agama Katolik.

mughni, Muhamad Syafiq

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

This article was written to examine the new policy of the Ministry of Kemendikbud, namely the Kurikulum Merdeka Belajar Design, and its Implications for Evaluation of Islamic Religious Education Learning. The emergence of this new curriculum is due to the results of an assessment conducted by PISA (Programme for International Student Assessment) assessing that the quality of education in Indonesia is ranked 74th out of 79 countries. Broadly speaking, Indonesian education has experienced a very significant decline in literacy and numeracy. Starting from this phenomenon, the Ministry of Education and Culture designed a new curriculum design called independent learning. This study uses the Library Research method. Namely by collecting data and information in the form of texts, policy documents and previous studies on curriculum design in a formal institution. After studying the design of the Kurikulum Merdeka Belajar, this study analyses the implications of the Kurikulum Merdeka Belajar design with evaluation in Islamic religious education learning. The results of this study include, among others, that the new policy on the design of the Kurikulum Merdeka Belajar that will be applied in all formal education institutions in Indonesia is broadly as follows: 1) The national exam which previously only focused on the cognitive competence of students in the Kurikulum Merdeka Belajar has changed. become a minimum competency assessment that is held halfway through the education level process. 2) National standard school exams, which were formerly administered by the state, in this Kurikulum Merdeka Belajar were given to related educational institutions. 3) Simplification in compiling learning device documents. 4) Changes in the Zoning system in the admission of new students. Islamic religious education is a subject that is different from other subjects, this is because the learning process of Islamic religious education is coloured by divine spirits, from these divine spirits used to design an Islamic religious learning. Seeing the characteristics of the Kurikulum Merdeka Belajar that have been analysed above, the evaluation of Islamic religious education learning should be transformed into Authentic Assessment. In authentic research, Islamic education does not only assess students cognitively, but also assesses affectively (qolbiyah) and also morally (amaliyah).

Andhika Nanda Perdhana

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Peran pendidikan dalam mengembangkan potensi manusia yang beriman, sesuai dengan UU SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003. Menurut undang-undang tersebut, pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan kemampuan, membentuk watak, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan juga bertujuan agar peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Pendidikan memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi individu, termasuk bagi peserta didik Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Namun, dalam beberapa kasus, mereka tidak mendapatkan akses yang memadai terhadap mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Namun, dengan dikeluarkannya Permendikbud Nomor 27 Tahun 2016 tentang Layanan Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa pada Satuan Pendidikan, penghayat kepercayaan kini mendapatkan legalitas pendidikan dan dapat mengikuti mata pelajaran tersebut. Hal ini merupakan langkah strategis dalam memberikan ruang kaderisasi dan mengembalikan eksistensi penghayat kepercayaan, sehingga mereka dapat memiliki pelayanan pendidikan yang setara dengan penganut agama lainnya.

Viktor Deni Siregar; Ester Debora br Siburian; Elfrida Elena Br Silaban; Sinta Tiarnauli Siburian; Yunira Nababan

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Teenagers as the future generation of the church and nation must be given proper attention and education so that their behavior is in accordance with existing norms. Christian Religious Education in the family is the most important education to teach how the person of God is with Humans. Christian Religious Education cannot be limited by space and time because it is very flexible and can be done anywhere. The role given by Christian Religious Education itself, of course, must provide teaching about the realities of life so that adolescents are able to have an understanding of their life goals. Christian Religious Education is role includes in the family to provide good behavior in the present, namely; Family behavioral education center, setting an example, restoration, family place of worship. This research was conducted using a qualitative descriptive literature method, by collecting studies related to research conducted either through books, proceedings, national and international journals. Then do the analysis, provide arguments and find the results of the study. The purpose of the research was conducted so that today's Christian youth have better behavior through Christian Religious Education in the Family and so that Christian youth do not deviate from the person of Jesus himself as a perfect person in all respects.

Jenius Harita

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The meaning of Abraham's call for Christian Religious Education is important in practicing Christian teachings today. By understanding Abraham's calling, Christian teachers can apply the steps that Abraham used during his life to the teaching of Christianity. The research method used is qualitative through analysis of scriptural texts and related literature. The values contained in the history of Abraham's call, such as faith, patience, obedience, and submission are very relevant to Christian religious education. This paper also discusses how to apply these values in the context of Christian education, including reflective and interactive learning. However, understanding the meaning of Abraham's call in the context of Christian religious education presents challenges, including differences in interpretation and understanding that arise from different Christian traditions. The solution to this challenge is to increase insight and understanding through dialogue between Christian traditions and interfaith studies. This paper also provides solutions to overcome challenges in understanding the meaning of Abraham's call, and the need for greater insight and understanding through dialog between Christian traditions and interfaith studies.

Hafizh Ahmad Fajar Rizal Hadi; Zulfatuz Zakiyah; Izatil Hidayah Sajidah

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini memuat sebuah analisis yang berasal dari penelitian dengan metode etnografi yaitu melalui wawancara dengan tokoh Reog Ponorogo dan juga observasi Reog Ponorogo di Jember. Reog Ponorogo merupakan kesenian asli Ponorogo, Jawa Timur yang tersohor di Indonesia bahkan juga beberapa wilayah di dunia. Sebagai kesenian tradisional, Reog Ponorogo erat dengan sesuatu yang bersifat mistis dalam praktik kebudayaannya, seperti yang terjadi dalam upacara ritual yang biasa dilakukan. Ritual-ritual yang biasa disajikan merupakan perwujudan dari penghormatan kepada harimau yang digunakan sebagai ikon dari Reog. Dengan keadaan tersebut menjadikan Reog dapat diidentifikasi sebagai kesenian yang didalamnya memuat prinsip totemisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kesenian Reog Ponorogo memuat keadaan yang merupakan bagian dari prinsip totemisme yang sejalan dengan praktik dasar dalam dasar kehidupan agama sebagaimana yang dijelaskan oleh Emile Durkheim. 

Igo Satria; Malik Malik

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Iman yang sejati dalam kehidupan orang Kristen adalah iman yang menyelamatkan.  Itulah sebabnya Sproul menuliskan bahwa, iman dibangun di atas dasar alasan yang sudah dipikirkan dengan matang, koheren, konsisten, dan bukti empiris yang absah. Namun ada juga kelompok yang menyatakan bahwa iman adalah sekedar alat untuk sampai kepada tujuan keselamatan itu sendiri. Tujuan penelitian yang ingin dicapai melalui penulisan artikel ini adalah untuk memaparkan tentang pengertian iman secara umum, enjelaskan tentang kontribusi pengajaran dari perspektif Reformed mengenai keselamatan bagi pertumbuhan iman Kristen, menjelaskan apa apilkasinya bagi orang percaya masa kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pandangan Agama Kristen mengenai iman adalah beriman kepada Yesus Kristus atau yang disebut orang yang beriman hanya kepada Yesus Kristus untuk memperoleh keselamatan. Iman yang sejati dalam kehidupan orang Kristen adalah iman yang menyelamatkan. Iman yang menuju kepada Tuhan untuk mendapatkan keselamatan yang kekal melalui Yesus Kristus

Restu Gulo; Mei Mesrawati Zega

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Melakukan kekerasan terhadap murid, suka membeda-bedakan status suku dan ras serta melayani dengan motivasi yang salah dengan berfokus pada kepentingan diri sendiri merupakan pelayanan yang dilakukan tanpa kasih. Tujuan dari artikel ini adalah membahas wujud kasih Yesus yang dapat diteladani oleh guru pendidikan agama kristen yang kurang merealisasikan kasih terseut dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik. Penelitian ini menggunakan metode kaulitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian wujud kasih Yesus yang perlu diteladani oleh guru agama kristen adalah sebagai berikut: Tidak pilih kasih terhadap murid, peduli dengan murid, kesabaran, suka mengampuni, rela berkorban dan teladan dalam pengajarannya.

Moh Rosyid

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Artikel in membahas tentang respon Komunitas Samin di Kudus terhadap peraturan wajib belajar dalam dua bentuk, sekolah formal, ada pula yang belum sekolah formal. Bagi yang sekolah formal belum mendapat pendidikan agamanya, Adam. Kata agama Adam oleh negara dikategorikan aliran kepercayaan. Data riset tahun 2022 ini diperoleh penulis dengan wawancara, observasi, telaah Pustaka dan dianalisa dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil riset, Pemerintah perlu menelaah secara mendalam amanat UUD 1945, UU Nomor 20/2003, dan prinsip HAM dalam realisasi pelaksanaannya. UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 12 ayat (1) huruf (a) tiap anak didik pada satuan pendidikan berhak mendapat pendidikan agama sesuai agama yang dianut dan diajarkan oleh guru seagama, (b) mendapat pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. Di sisi lain, pemerintah perlu ‘membuka lebar’ daya dengarnya bahwa warga Samin merespon wajib belajar dalam dua bentuk: tidak sekolah formal dan sekolah tetapi belum mendapat pendidikan agama lokalnya (Adam). Hal ini memerlukan kebijakan afirmatif dari pemerintah dengan mengedepankan kearifan lokalnya dengan pendekatan persuasif agar menaati perundangan. Selain itu melibatkan MLKI sebagai lembaga yang menaungi warga penghayat.