Publication Search

80,260 articles from 776 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1021-1040 of 1,147

Analytics

Mu´amalah Rosita; Hosin As Ari; Sumriyah Sumriyah

Jurnal Hukum dan Sosial Politik 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Bisnis keluarga adalah jenis usaha unik yang menghadapi sejumlah tantangan dan peluang. Tiga isu utama yang sering muncul dalam bisnis keluarga adalah prinsip kepemimpinan, kepemilikan, dan manajemen. oleh karena itu anggota keluarga sebagai pemegang ssaham memiliki peranan oenting dalam pengambilan keputusan. Dalam konteks ini, pemegang saham minoritas dalam perusahaan keluarga sering kali menghadapi tantangan dalam memperoleh perlindungan hukum yang memadai. Keterbatasan perlindungan hukum ini dapat berdampak pada hak-hak pemegang saham minoritas dan integritas operasional perusahaan keluarga secara keseluruhan. Dalam jurnal ini membahas bagaimana perlindungan hukum bagi pemegang saham minoritas dalam perusahaan keluarga yaitu di PT Citra Muamalat Mandiri dikaitkan dengan prinsip-prinsip manajement perusahaan keluarga. Oleh karena itu Penelitian ini menggunakan metode normatif empiris dengan pendekatan deduktif. Pengumpulan data berupa teori-teori berbagai sumber dan kemudian menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT Citra Muamalat Mandiri dalam melindungi pemegang saham minoritas sudah sesuai dengan UU yang berlaku.  

Khalish Aunur Rahim; Siti Novita Rahmah Siregar; Dio Marcelino Hutauruk; Sherly Berliana; Ayu Puspita Sari +3 more

Jurnal Hukum dan Sosial Politik 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi e-commerce online menjadi topik penting di era digital saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerangka hukum yang ada untuk melindungi konsumen dalam transaksi jual beli online pada platform e-commerce. Melalui kajian literatur dan analisis peraturan yang berlaku, penelitian ini mengidentifikasi dan mengevaluasi perlindungan hukum yang tersedia bagi konsumen dalam transaksi online. Temuan penelitian ini menyoroti pentingnya peraturan yang jelas dan efektif dalam melindungi konsumen, seperti hak pembatalan dan pengembalian uang, perlindungan terhadap penipuan, dan penyelesaian sengketa yang adil dan bijaksana. Sementara banyak negara telah mengadopsi peraturan yang mengatur transaksi online, masih ada tantangan dalam menerapkan dan menegakkan perlindungan hukum yang efektif bagi konsumen. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran bagaimana perlindungan hukum konsumen dapat ditingkatkan dalam transaksi e-commerce online.

Rizka Azriani Tanjung; Nuri Aslami

JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI 2023 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Penerapan teknologi digital dalam aplikasi supply chain management (SCM) telah menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas proses bisnis. PT. Telkom Datel Sibolga juga telah mengadopsi teknologi digital untuk mengoptimalkan manajemen rantai pasok mereka.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknologi digital dalam aplikasi SCM Telkom sebagai alat bantu dalam proses manajemen perubahan di PT.  Telkom Datel Sibolga. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital dalam aplikasi SCM Telkom telah memberikan manfaat yang signifikan bagi PT. Telkom Datel Sibolga. Melalui penggunaan sistem manajemen rantai pasok yang terintegrasi dan berbasis teknologi.Penerapan teknologi digital juga telah membantu perusahaan dalam mengatasi beberapa tantangan dalam manajemen perubahan. Dengan adopsi aplikasi SCM yang canggih, PT. Telkom Datel Sibolga mampu mengoptimalkan alokasi sumber daya, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.Dalam kesimpulannya, penerapan teknologi digital dalam aplikasi SCM Telkom telah membantu PT. Telkom Datel Sibolga dalam mengelola perubahan dengan lebih efektif.. Namun, tantangan yang masih ada perlu diatasi agar manfaat teknologi digital dapat dimaksimalkan sepenuhnya.

Muhammad Fadhlillah Akbar; Diki Firmansyah

Jurnal Pelayanan Hubungan Masyarakat 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Teori ini menjelaskan tentang adanya tingkat pengangguran dalam terhadap relevansi tingkat tengan kerja yang mengalami sebuah wacana dalam pemberdayaan masyarakat yang menimbulkan jumlah penduduk miskin terbanyak dalam mengatasi adanya pemberataskan kemiskinan dalam relevasi tenaga kerja ini sebagai tingkat pertumbuhan dalam membangun manusia dalam makro ekonomi yang cukup kuat selama lebih dari satu dekade ini secara berlahan telah mampu menurunkan angka pengangguran di Indonesia. Namun, dengan kira-kira dua juta penduduk Indonesia yang tiap tahunnya terjun ke dunia kerja, adalah tantangan yang sangat besar buat pemerintah Indonesia untuk menstimulasi penciptaan lahan kerja baru supaya pasar kerja dapat menyerap para pencari kerja yang tiap tahunnya terus bertambah; pengangguran muda (kebanyakan adalah mereka yang baru lulus kuliah) adalah salah satu kekhawatiran utama dan butuh adanya tindakan yang cepat. Dengan jumlah total penduduk di Indonesia dalam terjadinya permasalahan   perekonomian     menjadi     salah     satu permasalahan yang sensitif dalam kehidupan masyarakat,   karena   dengan   adanya   gangguan   dalam perekonomian  secara  otomatis  masyarakat  merasakan kesulitan   dalam   menjalankan   kehidupan   serta   akan berdampak  atau  memicu  permasalahan  lainnya,  seperti kesehatan,    sosial    dan    lain    sebagainya.    Dengan demikian,    masyarakat    memprioritaskan    memenuhi kebutuhan    primer    kemudian    kebutuhan    sekunder dengan  menggunakan  prinsip  berbasis  ilmu  ekonomi. Isu-isu penting (yang merupakan tanggung jawab pemerintah) adalah penguatan sumber daya manusia Indonesia (sumber daya manusia mengacu pada pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan seorang karyawan). Ini berarti bahwa investor lebih suka berinvestasi di negara lain (di mana kualitas pekerja lebih tinggi), sehingga menyebabkan hilangnya peluang dalam hal penciptaan lapangan kerja di Indonesia.  

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Shella Bunga Slamet Lantini; Melisa Arinda Putri; Herlina Manurung

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pengelolaan keuangan desa memiliki signifikansi yang besar dalam meningkatkan infrastruktur, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat desa. Oleh karena itu, penelitian ini memilih tahun anggaran 2022 sebagai fokusnya. Desa Purwodadi dihadapkan pada berbagai tantangan dan peluang yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini berusaha mengungkap keadaan aktual dan memahami potensi masalah yang mungkin muncul dalam pengelolaan keuangan Desa Purwodadi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang digunakan untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai Pengelolaan Keuangan Desa secara langsung dilapangan bukan denegan mengkaji teori. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder. Data sekunder ini didapatkan dari Laporan Keuangan Pemerintah Desa Purwodadi pada tahun anggaran 2020-2021. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa Pendapatan, Belanja dan Belanja Klasifikasi Ekonomi Berdasarkan Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Purwodadi Tahun 2020-2021 menunjukkan pendapatan tertinggi pada tahun 2020 yaitu Pendapatan Transfer pada tahun 2020 yaitu sebesar Rp.1.196.217.300. sedangkan, pada tahun 2021 sebesar Rp. 1.199.092.400. dan belanja bidang tertinggi pada tahun 2020 yaitu Belanja Bidang I pada tahun 2020 yaitu sebesar Rp. 650.586.271. sedangkan, pada tahun 2021 belanja tertinggi sebesar Rp. 782.997.490.Penelitian analisis pengelolaan keuangan desa Purwodadi pada tahun anggaran 2022 dilakukan untuk memberikan wawasan yang berguna bagi pengambil keputusan dan pemangku kepentingan. dan saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan menambah data pendukung. Selain itu, diharapkan menambah metode yang digunakan dalam penelitian seperti pengamatan mendetail dan data-data lain seperti RKPDes dan RPJMDes, sehingga menghasilkan penelitian yang lebih umum terkait pengelolaan keuangan desa.

Praditya Sigit Ardisty Sitogasa; Mufti Syahirul Alim

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di industri rokok merupakan hal yang penting dalam upaya menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kabupaten Pasuruan, sebagai salah satu daerah yang memiliki industri rokok yang signifikan dan perlu dilakukan kajian untuk mengevaluasi pengelolaan limbah B3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri rokok di Kabupaten Pasuruan masih menghadapi beberapa tantangan dalam pengelolaan limbah B3. Pada umumnya, limbah B3 yang dihasilkan oleh industri rokok terdiri dari bahan kimia beracun seperti nikotin, logam berat, dan senyawa organik volatil. Sehingga, beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan pengelolaan limbah B3 di industri rokok Kabupaten Pasuruan. Dalam penelitian ini, disarankan adanya peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah, industri rokok, dan lembaga terkait lainnya untuk memperkuat pengawasan dan pemantauan terhadap pengelolaan limbah B3. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah B3 yang aman dan berkelanjutan. Kesimpulannya, pengelolaan limbah B3 di industri rokok Kabupaten Pasuruan masih memerlukan perhatian lebih lanjut. Diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak untuk meningkatkan infrastruktur, sumber daya manusia, dan kesadaran lingkungan dalam rangka mencapai pengelolaan limbah B3 yang lebih baik.

Susila, I Komang Dedik; Aryasuari, I Gusti Ayu Istri

ABSTRAK Pembelajaran berdiferensiasi merupakan upaya menyediakan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat pengetahuan dan minat peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan dan tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada pengajaran ESP dalam kemerdekaan belajar. Subyek dari penelitian ini adalah dua instruktur Bahasa Inggris yang mengajar mata latih English for Culinary dan English for FB Service yang mengajar pada Program Desember tahun ajaran 2022/ 2023. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah interview mendalam. Data dianalisis secara kualitatif dengan metode analisis data Miles dan Huberman (1994). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keunggulan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran ESP di Mediterranean Bali adalah 1) sajian materi yang sesuai dengan tingkat pengetahuan, preferensi belajar, dan minat peserta didik, 2) memberikan pembelajaran yang bermakna atau berkorelasi dengan kehidupan peserta didik, 3) perasaan untuk mencapai kesuksesan, 4) dan dapat memotivasi peserta didik dalam belajar. Sedangkan tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi adalah 1) memerlukan lebih banyak waktu persiapan, 2) mengatur waktu dengan baik, 3) memperlakukan peserta didik dengan ideal, 4) dan kekurangan waktu untuk fokus pada perkembangan individu.

Faridatun Najiyah; Noor Iffatin Nadhifah

JUREKSI (Journal of Islamic Economics and Finance) 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

This research has the purpose of finding out that tourism development can also be said to be a process in order to improve and improve something that already exists. Tourism development can be in the form of development, maintenance and preservation of plants, infrastructure and other facilities. Three main principles in sustainability development: 1) Ecological Sustainability, which is to ensure that the development carried out is in accordance with the existing ecological, biological, and diverse ecological processes. 2) Social and Cultural Sustainability, which is to ensure that the development carried out has a positive impact on the life of the surrounding community and is in accordance with the culture and values that apply to the community. 3) Economic Sustainability, which is to ensure that the development carried out is economically efficient and that the resources used can survive for future needs.

Hendy Juni Ar Rasyid; Hariman Juni Ar Rahman; Ahmad Fatihul Azzam; Bantar Febrian Sabila; Denny Oktavina Radianto

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Etika memiliki peran yang penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam konteks kehidupan kontemporer yang semakin kompleks dan dinamis.  Etika juga berhubungan erat dengan konsep moralitas, yang merupakan seperangkat norma, nilai, dan keyakinan yang mengatur perilaku manusia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif berupa tinjauan literatur terbaru. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data dari sumber-sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, buku, artikel, dan dokumen lainnya yang terkait dengan topik penelitian. Berdasarkan hasil kajian literatur, terdapat berbagai macam prinsip etika yang berkembang dalam kehidupan kontemporer, seperti utilitarianisme, deontologi, etika hak asasi manusia, etika lingkungan, dan etika profesional. Konflik moral sering terjadi dalam kehidupan kontemporer, baik dalam lingkungan kerja, kehidupan pribadi, maupun dalam konteks sosial dan politik. Konflik moral dapat disebabkan oleh perbedaan nilai atau prinsip etika yang berbeda antara individu atau kelompok, serta situasi yang kompleks dan sulit dipahami. Tantangan dalam kehidupan kontemporer menuntut individu untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip etika dan kemampuan untuk menerapkannya dalam situasi yang kompleks.

Birma Roberto Turnip; Alexandra Hukom

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini membahas pengaruh perkembangan industri esports terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan industri esports berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui beberapa aspek seperti peningkatan pendapatan, terbukanya lapangan pekerjaan baru, peningkatan penerimaan pajak, dan peningkatan pariwisata. Namun, terdapat pula beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengembangan industri esports seperti kurangnya regulasi yang jelas, minimnya dukungan pemerintah, dan kurangnya infrastruktur yang memadai. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah meningkatkan regulasi dan dukungan dalam pengembangan industri esports serta meningkatkan investasi dalam infrastruktur yang dapat mendukung perkembangan industri ini.

Yosafat Fantony; Lucky Nugroho; Zulfahmi Zulfahmi

Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to determine the challenges and opportunities of tourism in Singakawang, West Kalimantan. The method used in this research is using descriptive qualitative. Furthermore, the problem formulations used in this study include (i) How is the tourism sector in Singkawang; (ii) What are the advantages of the tourism sector in Singkawang; (iii) How to improve the tourism sector in Singkawang? Furthermore, the results of this study found that Singkawang has excellent tourism potential both from the aspect of tourist attractions, nature tourism, culinary tourism and besides that tourism in Singkawang must also be supported by various elements which include (i) Accommodation, (ii) Transportation, (iii) Transportation, (iv) Attractions and landmarks, (v) Tourist Information Centers, (vi) Restaurants and Eateries, (vii) Shopping Facilities, (viii) Recreation and Entertainment, (ix) Infrastructure for Safety and Security, (x) Universal Accessibility. Therefore, the implication of this research is to know the condition of tourism in Singkawang and the advantages of its tourism sector, as well as to know the supporting factors that can improve the tourism sector in Singkawang. In addition, the novelty of this research is related to the tourism sector in Singkawang whose information is still limited.    

Savina Anggun Lestari; Muhammad Rijal Sadida; Risyan Putri Maharani; Intan Wahyuningtyas Andini

Jurnal Relasi Publik 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

A rule of law is a country that upholds the rule of law as the main foundation in the administration of the state and government. In essence, a rule of law state also adheres to the meaning that every decision and action of the government must be based on law and mere will. It has been written clearly that the legal basis for the rule of law in Indonesia is contained in Article 1 Paragraph (3) of the 1945 Constitution which states that, "Indonesia is a country based on law". It is undeniable that in this Digital Age, Indonesia's challenges as a rule of law and its implementation are increasingly challenging. There are still many human rights violations, corruption and injustice in the justice system. To overcome these challenges, Indonesia has carried out many legal reforms. The purpose of this article is to find out how to analyze the challenges of the rule of law in enforcing constitutional law in the digital era. The type of research method used, using the method of literature study or literature review, by examining literature data that matches the theory within the scope of Constitutional Law. The results show that Indonesia as a rule of law country is still lacking in law enforcement and the justice system. In this digital era, technology has developed very rapidly, it also presents new challenges for constitutional law and of course also has an impact on the constitution. In conclusion, the existence of a rule of law remains important in this digital era in the implementation of constitutional law by adapting and developing an appropriate legal framework and strengthening the capacity of law enforcers to respond to these new emerging challenges.

Sigit Umar Anggono; Edy Siswanto; Laksamana Rajendra Haidar Azani Fajri; Munifah

Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika 2023 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Tujuan Utama:  Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menyediakan User-Interface (UI) berbasis web yang dapat mengatasi tantangan dan memberikan kontrol data secara real-time. Oleh karena itu, kami telah membuat prototipe User Interface yang dapat mendemonstrasikan konsep situs web pengelola IoT dan memberikan bukti penerapan konsep tersebut. Platform yang diusulkan dimaksudkan untuk berkontribusi dalam meningkatkan persepsi pengguna terhadap perangkat IoT. Background problem: Dengan kemajuan yang berkembang dalam teknologi Internet of Things (IoT), yang menggabungkan berbagai perangkat dengan fungsi, kemampuan, dan protokol komunikasi yang berbeda, penting untuk menyediakan platform yang memungkinkan pengguna IoT untuk berinteraksi dengan perangkat IoT mereka secara langsung dan dapat kelola mereka dengan mudah melalui platform itu dari berbagai lokasi kapan saja untuk melindungi privasi mereka saat menggunakan perangkat IoT. Metode Penelitian: Metode eksperimental dan survei digunakan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi persepsi pengguna terhadap penggunaan sebuah platform yang menggabungkan semua perangkat IoT mereka dan memungkinkan mereka mengelola perangkat berdasarkan preferensi mereka melalui platform tersebut dan melindungi privasi mereka. Temuan: Temuan menunjukkan perlunya membuat platform di mana pengguna dapat mengontrol berbagai perangkat IoT dari jarak jauh. Ini juga menunjukkan bahwa prototipe situs web adalah platform yang mudah digunakan, dan dapat digunakan dengan mudah tanpa pengalaman teknis apa pun. Pengguna dapat mengakses informasi tentang perangkat IoT yang terhubung serta mengontrolnya. Kesimpulan: Prototipe dapat digunakan untuk mendemonstrasikan konsep aplikasi web yang diusulkan, sementara hasil survei menunjukkan kebutuhan untuk platform yang mudah digunakan untuk mengontrol perangkat IoT dari jarak jauh dan meningkatkan persepsi privasi pengguna di lingkungan IoT.

Bugie Zurisdianto Pamungkas; Dety Mulyanti

DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to evaluate the level of patient satisfaction with home care services in West Java. The research method used is qualitative study with survey and face-to-face techniques on 10 home care patients and 10 patient families in West Java. The results of the study showed that patients and patient families were very satisfied with the home care services because they provided comfort and fulfilled patient needs. In addition, healthcare workers who worked in the field of home care felt connected and useful in providing personal care focused on the patient. However, the study also identified several challenges in home care services, such as coordination between healthcare workers and families, as well as accessibility and quality of home care services. Therefore, support and cooperation from various parties, such as patient families, the community, and the government, are needed to improve the quality of home care services and ensure that patients receive the best care at home.

Novita

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kemajuan industri e-commerce menciptakan tantangan bagi perusahaan ritel offline saat ini. Meskipun harus bersaing secara ketat dengan toko online, tetapi ritel offline masih diinginkan oleh konsumen. Ritel offline mampu bertahan karena sebagian konsumen masih memilih untuk datang ke toko dan melihat produk terlebih dahulu sebelum membelinya. Salah satu ritel besar yang populer di Indonesia adalah Transmart yang sedang mengalami penutupan 39 gerainya sepanjang 2021-2023. Tetapi ada beberapa gerai yang masih sangat potensial salah satunya adalah Transmart Cempaka Putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal yang mendorong konsumen untuk berbelanja secara offline di Transmart Cempaka Putih. Responden penelitian adalah orang-orang yang pernah mengunjungi Transmart Cempaka Putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa previous experience berpengaruh terhadap store layout, store merchandise dan store service. Sedangkan store familiarity tidak berpengaruh terhadap store layout, store merchandise dan store service.  

Mardiah Astuti; Herlina Herlina; Ibrahim Ibrahim; Yusniasari Yusniasari; Selpita Selpita +2 more

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

: This article is about Islamic education in dealing with global challenges. This is a very big challenge for Islamic education, because the amount and level of information cannot be filtered if the younger generation is accessing unlimited information. This research was conducted using two methods, namely qualitative research through questionnaires and literature studies by looking at previous studies whose theme is of course related to the title of this article.

Sedihati Bu’ulolo; Riste Tioma

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

In the context of the modern church, the leadership role of Christian women has become an increasingly important and complex issue. Despite increasing awareness of the importance of gender equality, there are still challenges and obstacles that hinder the advancement of Christian women in ecclesiastical leadership roles. This article aims to explore the influences and challenges faced by Christian women in ecclesiastical leadership and find solutions to promote their role in the modern church. Therefore, in this study the authors used a qualitative approach by applying a literature review and reflective analysis. A literature review was conducted to gather relevant literature on Christian women's leadership in the modern church, including scholarly articles, books, ecclesiastical journals, and theological sources. Reflective analysis was then carried out to deeply understand the influence that Christian women have on ecclesiastical leadership as well as to identify the challenges they face in the context of the modern church. Based on the literature review and reflective analysis conducted, this article reveals that Christian women have a significant influence in ecclesiastical leadership, including in ecclesiastical decision-making, public service, teaching, and spiritual guidance. However, they also face challenges such as restricted traditional roles, different interpretations of the Bible, gender stereotypes, lack of necessary support and training, and cultural conservatism. Therefore, this article concludes the need to recognize and promote the role of Christian women in ecclesiastical leadership by creating an inclusive environment, providing adequate training, overcoming cultural barriers, and promoting gender equality in the modern church.

Farah Qalbia; M. Reza Saputra

JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI 2023 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Digital transformation in Indonesia presents significant opportunities and challenges for the Islamic economy, particularly in digital-based entrepreneurship. This study aims to analyze the potential and barriers to implementing Islamic digital entrepreneurship and the role of technology in enhancing financial inclusion and business efficiency. The research employs a qualitative method with a literature review approach, examining relevant studies on the development of Islamic fintech, halal e-commerce, and blockchain technology. The findings show that Islamic digital entrepreneurship has the potential to expand global market access, improve transaction transparency, and strengthen adherence to Sharia principles. However, significant obstacles such as low financial digital literacy and the complexity of Sharia regulations still need to be overcome. Additionally, cross-sector collaboration and an increase in digital literacy within society are required in order to support the development of an inclusive and sustainable Islamic economy. The conclusion of this study emphasizes the importance of digital technology integration in Islamic entrepreneurship as a strategic step to strengthen the stability of the Islamic economy amid global changes.

Tamara, Depi; Rahayu, Sapna; Nasrida, Muhammad Farras; Benius, Benius

Jurnal Maisyatuna 2023 STAI Denpasar Bali

The rattan MSME business has long been part of the handicraft industry in Gunung Mas. However, this business is still faced with various challenges such as intense competition, limited raw materials, and a lack of understanding of the market. This study aims to evaluate the potential and challenges in the MSME rattan business in Gunung Mas. The research was conducted through interviews with several rattan MSME business owners and secondary data analysis. The results of the study show that the business potential of rattan SMEs in Gunung Mas is still quite large, especially because rattan is a raw material that is easy to obtain in Gunung Mas and has high aesthetic value. However, this business is faced with very tight competition from cheaper imported rattan products. In addition, the lack of understanding of markets and modern technology is a challenge that must be faced by MSME rattan business owners in Gunung Mas. Based on the results of this study, rattan MSME business owners need to improve their understanding of modern markets and technology and develop more effective marketing strategies. In addition, the government and the community need to provide support and appreciation for local rattan products as an effort to increase the competitiveness and sustainability of rattan MSME businesses in Gunung Mas.