Publication Search

70,876 articles from 634 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1021-1040 of 1,048

Analytics

Aniroh, Anifatin; Mansur, Ely; Agrosamdhyo, Raden

Jurnal Maisyatuna 2020 STAI Denpasar Bali

ABSTRAKPerilaku seseorang dalam memutuskan untuk memilih produk dalam pembiayaan multijasa di setiap lembaga keuangan pasti dipengaruhi oleh rasionalitas ekonomi yakni bagi hasil, fasilitas, pelayanan, kemudahan, kenyamanan dan keamanan transaksi. Karena sebagai indentitas dan juga sebagai langkah untuk menarik nasabah yang pada pencapaiannya yaiu kepercayaan nasabah. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Apakah proses pemberian pembiayaan dapat berpengaruh terhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa pada PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Fajar Sejahtera Bali? (2) Apakah preferensi dapat berpengaruh terhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa? (3) Apakah proses pemberian pembiayaan dan preferensi dapat berpengaruhterhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pengaruh proses pemberian pembiayaan terhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa (2) pengaruh preferensi terhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa (3) pengaruh proses pemberian pembiayaan dan preferensi terhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa. Metode penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptifdengan sumber data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Populasi penelitian yaitu, nasabah pembiayaan multijasa PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Fajar Sejahtera Bali dengan teknik pengumpulan data melalui angket/kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah ujiregresi linier berganda, uji parsial, uji simultan dan uji determinan dengan menggunakan SPSS (Statistical Package For Social Seince) versi 24. Berdasarkan hasil perhitungan uji regresi linier berganda dengan persamaan Y = 5,719 + 0.134X1 + 0,634X2 + e hasil koefisien korelasi secara terpisah diperoleh X1 5C sebesar 0,134 dengan nilai signifikan 0,037 < 0,05 sedangkan variabel X2 preferensi sebesar 0,634 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dengan secara simultan 30,761 dengan signifikan 0,00 besarnya nilai koefisien determinasi tersebut menunjukan adanya pengaruh antara 5C dan preferensi terhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa di PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Fajar Sejahtera Bali baik secara parsial atau terpisah maupun secara simultan.   ABSTRACTA person's behavior in deciding to choose a product for multi-service financing at any financial institution is definitely influenced by economic rationality, namely profit sharing, facilities, services, convenience, convenience and security of transactions. Because as an identity and also as a step to attract customers whose achievements are customer trust. The formulation of the research problems are (1) whether the process of providing financing can affect the trust of multi-service financing customers in PT. Fajar Sejahtera Bali Sharia People's Financing Bank? (2) Can preferences affect customer trust in multi-service financing? (3) Can the process of providing financing and preferences affect customer trust in multi-service financing? The purpose of this study was to determine (1) theeffect of the process of providing financing on customer trust in multi-service financing (2) the effect of preference on customer trust in multi-service financing (3) the effect of the process of providing financing and preferences on customer trust in multi-service financing. This research method is a descriptive quantitative approach with data sources used in the form of primary and secondary data. The study population, namely, multi-service financing customers of PT. Sharia People's Financing Bank (BPRS) Fajar Sejahtera Bali with data collection techniques through questionnaires / questionnaires and documentation. The data analysis technique used is multiple linear regression test, partial test, simultaneous test and determinant test using SPSS (Statistical Package for SocialSeince) version 24. Based on the results of the calculation of multiple linear regression with the equation Y = 5.719 + 0.134X1 + 0.634X2 + e, the results of the correlation coefficient are separately obtained by X1 5C of 0.134 with a significant value of 0.037 <0.05 while the variable X2 preference is 0.634 with a significant value of 0.000 <0 , 05 with 30.761 simultaneously with a significant 0.00 of the value of the coefficient of determination shows the influence between 5C and preferences on customer trust in multi-service financing in PT. Sharia People's Financing Bank (BPRS) Fajar Sejahtera Bali either partially or separately or simultaneously.

Rafika, Diah; Kusjuniati, Kusjuniati; Kurniawati, Kurniawati

Jurnal Maisyatuna 2020 STAI Denpasar Bali

DSM's efforts in helping the government to reduce poverty. One of the things done by DSM is to create a Food House as a form of program for underprivileged families in Bali. The purpose of this study was to determine: 1) Fostering underprivileged families through a food house program in the DSM Jembrana region of Bali. 2) Efforts for economic empowerment for underprivileged families through a food house program in the DSM Jembrana region of Bali. and 3) The results of fostering underprivileged families through a food house program on the family economy in the DSM Jembrana region of Bali. This type of research is descriptive with a qualitative approach. Descriptive qualitative research and using purposive sampling technique. The author uses three techniques namely; interviews, observations and documentation. Data analysis techniques include; data reduction, data presentation and decision making. Based on the results of this study indicate that the underprivileged families and DSM parties who have been studied and interviewed regarding the development of underprivileged families have the stages of the process to be able to follow the guidance of the food house program, after being investigated the economic empowerment efforts that DSM has done have received a good response by members because it is very helpful increase income with the facilities provided and the results obtained after coaching is done is a change in the behavior of members and members can meet their daily needs.

Fadly, Ahmad; Mansur, Ely; Iswahyuni, Iswahyuni

Jurnal Maisyatuna 2020 STAI Denpasar Bali

ABSTRAKMotivasi merupakan proses mempengaruhi atau mendorong dari luar maupun dari dalam terhadap seseorang atau kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang telah ditetapkan. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepada karyawan. BRI Syariah KC Denpasar mempunyai strategi untuk bisa berbaur dengan masyarkat di Bali dengan memperkerjakan karyawan non muslim supaya nasabah yang non muslim bisa menerima BRI Syariah itu sendiri. Penelitian ini fokus tentang: 1. Bagaimana motivasi karyawan non muslim di PT BRI Syariah KC Denpasar. 2. Bagaimana kinerja karyawan non muslim di PT BRI Syariah KC Denpasar. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui motivasi karyawan non muslim di PT BRI Syariah KC Denpasar. 2. Untuk mengetahui kinerja karyaman non muslim di PT BRI Syariah KC Denpasar. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berbentuk kalimat, kata, atau gambar berdasarkan hasil pendekatan secara langsung melaui metode wawancara secara langsung atau secara online mengenai motivasi dan kinerja karyawan non muslim yang dipraktekan di BRI Syariah KC Denpasar. Wawancara ini dilakukan kepada para informan dalam hal ini adalah pemimpin perusahaann dan karyawan non muslim di BRI Syariah KC Denpasar. Hasil yang diperoleh: 1. Adanya dorongan dari luar untuk menumbuhkan semangat dalam bekerja yang diberikan oleh perusahaann seperti gaji yang sesuai, harapan yang terpenuhi dan bonus bagi karyawan yang berpestasi akan manambah semangat bekerja karyawan non muslim di BRI Syariah KC Denpasar dan menghasilkan karyawan yang memiliki kinerja lebih baik lagi. 2. Apabila Kinerja karyawan non muslim baik dalam bekerja maka tujuan BRI Syariah KC Denpasar akan terwujud yaitu menjadi perbankan yang rahmatal lil ‘alamin.   ABSTRACTMotivation is the process of influencing or encouraging from outside or from within a person or work group so that they are willing to carry out something that has been determined. Performance is the work result in quality and quantity achieved by an employee in carrying out his duties in accordance with the responsibilities assigned to the employee. BRI Syariah KC Denpasar has a strategy to be able to mingle with society in Bali by employing non-Muslim employees so that non-Muslim customers can accept BRI Syariah itself. This study focuses on: 1. How is the motivation of non-Muslim employees at PT BRI Syariah KC Denpasar. 2. How is the performance of non-Muslim employees at PT BRI Syariah KC Denpasar. The objectives of this study are 1. To determine the motivation of non-Muslim employees at PT BRI Syariah KC Denpasar. 2. To find out the performance of non-Muslim employees at PT BRI Syariah KC Denpasar. This type of research uses a qualitative approach in the form of sentences, words, or images based on the results of the direct approach through direct or online interviews regarding the motivation and performance of non-Muslim employees practiced at BRI Syariah KC Denpasar. These interviews were conducted with informants, in this case, company leaders and non-Muslim employees at BRI Syariah KC Denpasar. The results obtained: 1. The encouragement from outside to foster enthusiasm for work given by the company such as appropriate wages, fulfilled expectations and bonuses for high-performing employees will increase the enthusiasm for work of non-Muslim employees at BRI Syariah KC Denpasar and produce employees who have even better performance. 2. If the performance of non-Muslim employees is good at work, the goal of BRI Syariah KC Denpasar will be realized, namely to become a banking that is rahmatal lil 'alamin.

Purnomo, Ade; Fawaid, Mohammad; Ismail, Syarof Nursyah

Jurnal Faidatuna 2020 STAI Denpasar Bali

In order to improve the ability to read Arabic texts in elementary school students, the efforts of teachers are needed, especially here, the efforts of Arabic teachers. Because students at the elementary school level still really need guidance in reading and writing Arabic texts. MI Al-Kalam Denpasar Bali is one of the Madrasah Ibtidaiyah in West Denpasar sub-district whichaims to make students ableto read Arabic texts well. Where as in fact the portion of Arabic learning hours in the 2013 curriculum (K13) was only 2 meetings. There for, there search wants try to reveal how the efforts of Arabic teachers in improving the ability to understand Arabic texts at MI Al-Kalam Denpasar Bali. This study aimsto: (1). To find out how the efforts of Arabic teachers in improving the ability to read Arabic text with the mubasyaroh method of grade V students at MI Al-Kalam Denpasar in the 2019/2020 academic year, (2). What are the inhibiting and supporting factors of the mubasyaroh method in learning Arabic in improving the ability to read Arabic text for fifth grade students of MI Al-Kalam Denpasar for the 2019/2020 academic year. The methods used are qualitative methods, research approaches and types, determiningin formants, data collection techniques, data validity, and data analysis techniques. As well as the methods used in data collection techniques, namely: observation, interviews, and documentation. The technique for collecting research informants uses 6 informant consisting of: theprincipal, subject teacher, and class V student guardian.The results of the study revealed that: (1) the efforts made by the Arabic teacher to improve the students' ability to read Arabic texts were being accustomed to repeating mufradat and practicing it everyday. (2) the supporting factor of the application of the mubasyaroh method is that children canget to know more quickly without having to know the writing but directly put into practice. while the inhibiting factor is the lack of students in understanding vocabulary.

Jane Leo Mangi

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Masalah gizi terbagi menjadi masalah makro dan mikro.  Masalah gizi makro adalah masalah yang utamanya disebabkan oleh kekurangan atau ketidakseimbangan asupan energi dan protein. Manifestasi masalah gizi makro bila terjadi pada wanita subur dan ibu hamil yang kekurangan energi kronis (KEK) adalah berat badan bayi baru lahir yang rendah (BBLR). Keadaan tersebut bila terjadi pada anak balita akan mengakibatkan marasmus dengan kwashiorkor atau marasmic kwashiorkor dan selanjutnya akan terjadi gangguan pertumbuhan pada anak usia sekolah. Masalah gizi terbagi menjadi masalah makro dan mikro.  Masalah gizi makro adalah masalah yang utamanya disebabkan oleh kekurangan atau ketidakseimbangan asupan energi dan protein. Manifestasi masalah gizi makro bila terjadi pada wanita subur dan ibu hamil yang kekurangan energi kronis (KEK) adalah berat badan bayi baru lahir yang rendah (BBLR). Keadaan tersebut bila terjadi pada anak balita akan mengakibatkan marasmus dengan kwashiorkor atau marasmic kwashiorkor dan selanjutnya akan terjadi gangguan pertumbuhan pada anak usia sekolah. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh pemberdayaan keluarga  terhadap  pengetahuan pengelolaan  makanan lokal Bagi Balita di Desa Noepesu. . Besar sampel 120 ibu yang mempunyai balita untuk kelompok eksperimen dan 60  orang ibu balita sebagai kelompok control 60 orang.Hasil penelitian  variable pengetahuan gizi (X1) mempunyai pengaruh positif terhadap perilaku gizi ibu dengan koefisien regresi sebesar 0,333. artinya bahwa apabila pengetahuan gizi meningkat sebesar 1 persen maka perilaku gizi akan meningkat sebesar 0,333 persen. Simpulan dari penelitian ini pemberdayaan keluarga berpengaruh terhadap pengetahuan  ibu dalam memanfaatkan makanan local untuk balita  

Aniroh, Anifatin; Mansur, Ely; Agrosamdhyo, Raden

Perilaku seseorang dalam memutuskan untuk memilih produk dalam pembiayaan multijasa di setiap lembagakeuangan pasti dipengaruhi oleh rasionalitas ekonomi yakni bagi hasil, fasilitas, pelayanan, kemudahan,kenyamanan dan keamanan transaksi. Karena sebagai indentitas dan juga sebagai langkah untuk menarik nasabahyang pada pencapaiannya yaiu kepercayaan nasabah. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Apakah prosespemberian pembiayaan dapat berpengaruh terhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa pada PT. BankPembiayaan Rakyat Syariah Fajar Sejahtera Bali? (2) Apakah preferensi dapat berpengaruh terhadap kepercayaannasabah pembiayaan multijasa? (3) Apakah proses pemberian pembiayaan dan preferensi dapat berpengaruhterhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pengaruhproses pemberian pembiayaan terhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa (2) pengaruh preferensiterhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa (3) pengaruh proses pemberian pembiayaan dan preferensiterhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa. Metode penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptifdengan sumber data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Populasi penelitian yaitu, nasabahpembiayaan multijasa PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Fajar Sejahtera Bali dengan teknikpengumpulan data melalui angket/kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah ujiregresi linier berganda, uji parsial, uji simultan dan uji determinan dengan menggunakan SPSS (Statistical PackageFor Social Seince) versi 24. Berdasarkan hasil perhitungan uji regresi linier berganda dengan persamaan Y = 5,719+ 0.134X1 + 0,634X2 + e hasil koefisien korelasi secara terpisah diperoleh X1 5C sebesar 0,134 dengan nilaisignifikan 0,037 < 0,05 sedangkan variabel X2 preferensi sebesar 0,634 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dengansecara simultan 30,761 dengan signifikan 0,00 besarnya nilai koefisien determinasi tersebut menunjukan adanyapengaruh antara 5C dan preferensi terhadap kepercayaan nasabah pembiayaan multijasa di PT. Bank PembiayaanRakyat Syariah (BPRS) Fajar Sejahtera Bali baik secara parsial atau terpisah maupun secara simultan.

Iswahyuni, Iswahyuni

ABSTRAK Minat kewirausahaan mahasiswa sebagai generasi muda harus dieksplorasi semaksimal mungkin dan diberikan pelatihan yang dapat mendukung minat tersebut sehingga diharapkan dapat memberikan andil dalam menurunkan angka pengangguran di Indonesia dan menciptakan lapangan pekerjaan baru yang lebih inovatif. Dengan pembuatan business plan merupakan treatment awal untuk mengetahui mindset dari pola minat mahasiswa dalam menciptakan usaha dengan keterbatasan modal, mengingat mahasiswa pada dasarnya pribadi yang belum memiliki tabungan yang cukup untuk membuka usaha sehingga mereka perlu diberi training yang berhubungan dengan business plan sehingga dapat berdampak pada perkembangan minat mahasiswa. Selain pendidikan informal dan nonformal, pendidikan formal juga cukup berperan dalam membentuk minat berwirausaha karena pendidikan formal telah memberikan bekal yang baik bagi tumbuhnya minat berwirausaha. Jadi pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha. Ada hubungan yang signifikan antara minat kewirausahaan dengan pembuatan business plan pada mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah STAI Denpasar Bali, dimana minat kewirausahaan mahasiswa tinggi sehingga mampu membuat business plan dengan baik. Sehingga tidak ada keraguan bahwa pembuatan Bussines Plan dapat menumbuhkan minat kewirausahaan.   ABSTRACT Student entrepreneurial interest as a young generation must be explored as much as possible andtraining that can support this interest is expected to be expected to contribute to reducing unemployment in Indonesia and creating new, more innovative jobs. Making a business plan is the initial treatment to find out the mindset of the pattern of student interest in creating businesses with limited capital, considering that students are basically individuals who do not have enough savings to open a business so they need to be given training related to business plans so that it can have an impact on the development of student interest. In addition to informal and informal education, formal education is also quite instrumental in shaping entrepreneurial interest because formal education has provided a good stock for growing entrepreneurial interest. So education is one of the factors that influence entrepreneurial interest. There is a significant relationship between entrepreneurial interests with the making of a business plan for students of the Department of Sharia Economics STAI Denpasar Bali. where the entrepreneurial interest of students is high so they are able to make a good business plan. So there is no doubt that making a Business Plan can foster entrepreneurial interest.

Fitriani, Eka Suci; Agrosamdhyo, Raden; Mansur, Ely

Dalam membantu masyarakat yang terdampak akibat dari pandemi wabah Covid-19, Baznas melakukan operasi pengelolaan ZIS dengan strategi penghimpunan dan penyaluran ZIS dalam bentuk program penyaluran Sembako untuk masyarakat yang terdampak langsung pandemi Covid-19. Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui Strategi Penghimpunan ZIS Dan Penyaluran ZIS Dalam Program Sebar Sembako Pada Masa Pandemi Covid-19 di Baznas Provinsi Bali. Metode penelitian ini dengan kualitatif deskriptif. Informan 10 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penyimpulan dan verifikasi serta kesimpulan akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi penghimpunan ZIS oleh Baznas meliputi Sosialisasi kepada Instansi pemerintah tingkat I, lembaga keuangan, dan majelis ta’lim, mengirimkan laporan pertanggung jawaban keuangan, mempromosikan program melalui tiga media yaitu media cetak, media sosial, dan media elektronik, memberi pelayanan pembayaran ZIS dengan cara pembayaran langsung, jemput zakat, membentuk UPZ di lembaga pemrintahan dan swasta, membuka rekening di beberapa Bank, scan barcode dan menjalin hubungan yang baik dengan muzaki/donatur, (2) Strategi penyaluran ZIS meliputi kepatuhan terhadap ketentuan syariah dan sesuai dengan UU, mengikuti protokol penanganan Covid-19 dengan physical distancing, social distancing, dan penggunaan masker, pendekatan penyaluran antara push approach dan pull approach, memberikan surat tembusan kepada gugus tugas Covid-19.   ABSTRACTIn assisting the affected communities as a result of the Covid-19 pandemic, Baznas carried out ZIS management operations with a ZIS collection and distribution strategy in the form of a basic food distribution program for people directly affected by the Covid-19 pandemic. The purpose of this research is to find out the strategy of ZIS Collection and Distribution of ZIS in the Distribution of Grocery Programs during the Covid-19 Pandemic Period in the Bali Provincial Baznas. This research method uses descriptive qualitative method. 10 informants were selected using a purposive technique. Data collection through observation, interviews and documentation. While data analysis techniques use data reduction, data presentation, inference and verification as well as final conclusions. The results of the research show that: (1) ZIS collection strategies by Baznas include socialization to government level I institutions, financial institutions, and majelis ta ‟lim, sending financial accountability reports, promoting programs through three media namely print media, social media, and media electronic, providing ZIS payment services by direct payment, picking up zakat, forming UPZ in government and private institutions, opening accounts in several banks, scanning barcodes and establishing good relationships with muzaki / donors, (2) ZIS distribution strategies include compliance with regulations sharia and in accordance with the law, following the Covid-19 handling protocol with physical distancing, social distancing, and the use of masks, the distribution approach between push approach and pull approach, giving a copy to Covid-19 task force.

Rusmayani, Rusmayani

Penelitian evaluatif ini bertujuan untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya beda, dan taraf kesukaran pada soal Penilaian Akhir Semester Genap dengan bentuk soal pilihan ganda pada mata pelajaran PAI Kelas VII Semester Genap di SMP Bintang Persada Tabanan-Bali Tahun Pelajaran 2018-2019. Objeknya adalah 40 butir soal bentuk pilihan ganda yang dibuat oleh guru MGMP PAI di Kabupaten Tabanan. Jumlah responden 39 siswa, data didapatkan melalui dokumentasi hasil tes dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis campuran, yakni menyajikan data dalam bentuk numerik selanjutnya diinterpretasikan ke dalam kriteria yang telah ditetapkan. Hasil penelitian diperoleh, bahwa: 1) Dari 40 butir soal, terdapat 15 butir soal yang drop, dan 25 butir soal valid, 2) Nilai koefisien reliabilitas sebesar 0.855 dengan kategori sangat tinggi, 3) Terdapat 11 butir kategori sedang dan 14 butir soal kategori mudah, hal ini menunjukkan bahwa soal buatan guru terbukti belum memenuhi syarat taraf kesukaran butir soal yang proporsional, 4) Terdapat 8 butir soal memiliki indeks daya beda > 0.20 dengan kategori sedang, dan 17 butir soal memiliki indeks daya beda < 0.20 dengan kategori lemah, sehingga dari 25 butir soal, sebagian besar butir tersebut belum mampu membedakan antara siswa yang berada pada kelompok atas dengan siswa yang berada pada kelompok bawah.

Sudarsono, Sudarsono

Kurikulum sebagai salah satu bagian terpenting dalam pendidikan, harus dipersiapkan dan dilaksanakan dengan baik, sehingga akan mencapai hasil yang memuaskan sesuai dengan harapan semua pihak. Kurikulum di sini tidak dimaksudkan dalam pengertian sempit, yaitu kumpulan mata pelajaran/bahan ajar yang harus dipelajari oleh siswa/santri. Akan tetapi, kurikulum dalam pengertian yang luas, yaitu pengalaman belajar yang direncanakan untuk mencapati tujuan pendidikan. Atau sebagaimana kurikulum yang diartikan oleh Nana Syaodih Sukmadinata sebagai rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah. Dari kekhasan kurikulum ini menunjukkan bahwa berbagai tuntutan yang harus ada dalam kurikulum pendidikan agama Islam. Tuntutan ini terus berkembang sesuai dengan tantangan zaman yang sedang dihadapi. Tuntutan zaman Islam sekarang lebih kompleks. Dalam mengembangkan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, MA Al-Ma’ruf melaksanakan pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam didasarkan pada kurikulum Dinas Pendidikan yang dipadukan dengan kurikulum YPI Al-Ma’ruf. Dengan adanya pengembangan kurikulum tersebut, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Meliputi, sumber daya kurikulum (baik berupa sumber daya manusia, sarana dan prasarana, maupun pendanaan), kesiapan organisasi, kesiapan siswa, dan kepercayaan serta dukungan masyarakat terhadap kurikulum yang dikembangkan.

Hasibuan, Henny Triyana

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

This study aims to analyze application of zakat accounting in Baznas Bali Province in increasing transparency and accountability in management of zakat, infak and sedekah (zis) funds. This research is a qualitative research. The results of this study indicate that Bali Provincial Baznas have complied with PSAK No. 109. Receipts of zakat, donations and alms are assessed when cash or other assets are received. Accepted zakat, recognized as amil and non amil funds,  determination of the percentage of zakat funds received for each mustahiq based on sharia principles is 12.5%. Distribution of zakat, infak and  sedekah  funds as a deduction from zakat, alms and alms funds. The components Baznas Bali's financial statements are statement of financial position, report on changes in funds, reporting on cash flows and notes to  financial statements. The absence an asset management report in accordance with PSAK 109 is due to Baznas Bali Province not having fixed assets, all assets are in  form of current assets. Accountability is reflected in  financial statements that have been audited by independent auditors, while transparency of financial statements is contained in reports in the form of bulletins that are published periodically. The implication results of research is expected to be financial statements  Baznas of  Province of Bali which can be an example in management of infaq and alms funds throughout Indonesia. It is recommended for further research to be able to broaden scope of regional research throughout Indonesia, so that research results can be generalized nationally.

Soedjiwo, Novena Ade Fredyarini

AbstrakSebagai tugas akhir mata kuliah PAR, mahasiswa melakukan penelitian langsung ke lapangan untuk mengimplementasikan keilmuan yang telah didapat terpada masyarakat. Mereka melakukan penelitian di TPQ AL-Magfiroh di Denpasar. Kondisi TPQ yang terletak di Mushola Al-Magfiroh telah berdiri sejak tahun 2019 dengan jumlah peserta didik 145 siswa. Penelitian ini menggunakan acuan teori Zuber dan pendekatan metode PAR, dengan tahapan observasi, pengumpulan data, monitoring/aksi, dan evaluasi. PAR bersifat transformatif dan memberdayakan komunitas lokus penelitian, sehingga menghasilkan program kerja, yaitu mengajar di TPQ tersebut dengan metode Yanbua dan bersama wali murid memberikan semangat pada siswa berupa buku dan alat tulis, padakegiatan kenaikan jilid. Evaluasi penelitian adalah menemukan kondisi kelas kurang kondusif dan kurangnya tenaga pengajar. Sebagai bahan tindaklanjut, mengkondisikan penambahan dan meningkatkan kualitas tenaga pengajar. Abstract As a final assignment for PAR subject, students have done conduct research directly into the field to implement the knowledge they have gained in the community. They conducted research at the AL-Magfiroh TPQ in Denpasar. The condition of TPQ which is located in Al- Magfiroh Mosque has been established since 2019 with 145 students. This research uses Zuber's theory reference and PAR method approach, with stages of observation, data collection, monitoring / action, and evaluation. PAR is transformative and empowers the research locus community, so that it produces a work program, which is teaching at the TPQ with the Yanbua method and together with the guardians of students encourages students in the form of books and stationery, on the activities of increasing volumes. The evaluation of the research is finding the condition of the class is less conducive and the lack of teaching staff. As follow-ups are material, condition the addition and increase the quality of the teaching staff.

Wiwid Wahyudi

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2019 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Infant health can be known one of them through the assessment of nutritional status. In general, Body Mass Index (BMI) has been used as a method for measuring the nutritional status of children. If there are two children who have same body weight and height, they may have different nutritional status. Whenever this occurs, the use of BMI for measuring the nutritional status shall be deemed less accurate. The anthropometry will be vital in measuring the nutritional statuss. The guidelines for determining the nutritional status Anthropometry parameters are selected and recommended which includes an assessment of the age, weight, body length or height. This research aims to build a model of C4.5 adaboost so it can recognize patterns and be able to classify the nutritional status of children into five classes: normal, fat, very fat, thin and very thin. The variables used in this classification is Gender, Age (Months), Weight (kg) Height (cm). C4.5 (decision tree) Method has a good performance in dealing with the classification of nutritional status but the C4.5 has a weakness in the class imbalance. Adaboost isone ofboosting methods that could reduce imbalances class by giving weight to the level of classification error which may alter the distribution of data. Experiments carried out by applying the adaboost method C4.5 to obtain optimal results and a good degree of accuracy. The experimental results obtained from C4.5 method show that accuracy is 89.53%, the error rate is 10.47%, while the results of C4.5 with adaboost show 90.23% accuracy and 9.77% error rate. It can be concluded in the classification of nutritional status of children with C4.5 and adaboost proven method to solve problems of class imbalance and improve the high accuracy and can reduce the level of classification error.

Diana Dayaningsih; Erni Suprapti; Lia Puji Lestari; Novia Ariani; Priyono +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Anak Bawah Lima Tahun (balita) adalah anak yang telah menginjak usia diatas satu tahun atau biasa digunakan perhitungan bulan yaitu 12 – 59 bulan. Usia balita sebagai usia yang rentan terhadap berbagai serangan penyakit, termasuk penyakit yang disebabkan oleh kekurangan atau kelebihan asupan nutrisi jenis tertentu. Gizi kurang dapat dilihat sebagai suatu proses kurang makan yang terjadi pada balita ketika kebutuhan normal terhadap satu atau beberapa nutrien tidak terpenuhi atau nutrien-nutrien tersebut hilang dengan jumlah yang lebih besar daripada yang didapat. Pola pengasuhan yang berkontribusi dalam status gizi anak salah satunya adalah keterjaminan makanan. Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh peran ibu untuk mengasuh dan mendidik anak agar tumbuh dan berkembang menjadi anak yang berkualitas. Berdasarkan hasil pengkajian awal di wilayah RW IX Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang yang merupakan wilayah binaan Puskesmas Rowosari terdapat 64 balita yang terdaftar di Posyandu, terdapat 1 balita yang beresiko tinggi mengalami gizi kurang (bawah garis merah) serta pengetahuan Ibu dalam masalah nutrisi masih kurang. Tim Pengabdian Masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro mengadakaan kegiatan Parenting Class untuk mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan nutrisi balita melalui pendekatan keluarga.    

Taufik Hidayat, Nia Ariani Putri, Zulfatun Najah, Zulmaneri &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Dalam rangka menggerakkan roda perekonomian nasional, pemberdayaan Industri Kecil Menengah(IKM) dinilai menjadi salah satu solusi yang tepat. Dengan adanya IKM mengakibatkan terjadinyapeningkatan penyerapan tenaga kerja sehingga mampu menekan angka pengangguran. Pendekatankelompok juga dinilai sebagai salah satu pilihan yang lebih baik dalam pengembangan IKM yaitu dalambentuk sentra IKM. Sentra Industri Kecil Hasil Pertanian Dan Kelautan (SIKHPK) Teritip merupakansalah satu sentra IKM yang terletak di Kalimantan, tepatnya di Kota Balikpapan yang memanfaatkan hasilpertanian dan hasil perikanan khususnya untuk diolah menjadi suatu produk, salah satu contohnya yaituamplang. Amplang merupakan makanan menyerupai kerupuk yang terbuat dari ikan. Proses produksiamplang meliputi proses persiapan bahan baku, pencampuran bahan, pencetakan, penggorengan, penirisan,dan pengemasan. Untuk menghasilkan produk amplang yang seragam dan dapat bersaing dengan produksejenis di pasar, maka dibutuhkan SOP proses prduksi amplang untuk menjamin mutu produk amplang yangdihasilkan. SOP dirancang menggunakan swimlane flowchart. Dalam proses produksinya, dibagi menjadibeberapa bagian yaitu bagian penerimaan bahan, produksi, pengemasan dan pemasaran yang masing-masingbagian mempunyai tugas masing-masing.Kata kunci: Sentra IKM, hasil perikanan, amplang, SOP.

Retno, Nadiah Dwi; Widiatmoko, j

Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan 2019 Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

This study examines the effect of PAD, DAU, DAK, DBH, Area on Capital Expenditures and their impact on Economic Growth. The population in this study is the Province / Region of Sumatra, Java, and Bali in 2012-2017.The sampling method uses purposive sampling with the study period from 2012-2017 producing 96 samples. The relationship and or influence between variables is explained by using the multiple regression analysis method. the results of the study show that PAD, DAK and area have a significant positive effect on Capital Expenditures, DAU and DBH have no effect on Capital Expenditures, Capital Expenditures have a significant negative effect on Economic Growth. Testing the control variable shows that the relationship between the Human Development Index has no effect on Economic Growth, while Direct Foreign Investment has a significant positive effect on Economic Growth.  Keywords: Capital Expenditures, PAD, DAU, DAK, DBH, Area, Human Development Index, Direct Foreign Investment, and Economic Growth

Rusmayani, Rusmayani

Evaluasi program ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan praktik pengalamanlapangan (PPL) mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Prodi Manajemen Pendidikan Islam(MPI) STAI Denpasar Bali Tahun 2018. Evaluasi program ini difokuskan pada evaluasi proses dan evaluasihasil. Evaluasi ini menggunakan model CIPP yang salah satu dimensinya adalah procces serta product. Datadikumpulkan melalui metode wawancara, dokumentasi, serta observasi. Data yang terkumpul kemudiandianalisis dengan tahapan penetapan kriteria mengenai kualitas, menganalisis dan menginterpretasi databerdasarkan kriteria, yang selanjutnya sebagai bahan pertimbangan pengambil keputusan untuk menentukankebijakan pelaksanaan program selanjutnya. Hasil evaluasi menunjukkan, bahwa 1) Pelaksanaan programPPL berjalan dengan lancar, dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, 2) semua pihak bekerja sesuaidengan tugasnya masing-masing, 3) pelaksanaan program tidak ada hambatan yang berarti, namun kedepannya perlu dipertimbangkan untuk memperpanjang waktu pelaksanaan PPL, 4) Visi, misi, dan tujuanProdi khusunya tujuan institusi untuk mencetak tenaga pendidik dan kependidikan islam yang handal danmumpuni sudah tercerminkan dalam pelaksanaan program PPL, 5) Untuk kompetensi personal dan sosial,rata-rata kepala sekolah memberikan nilai 91.67 dengan kategori sangat baik, sedangkan untuk kompetensipedagogik yang meliputi persiapan praktek perkantoran pendidikan dan praktek mengajar guru pamong rataratamemberikan nilai 88.92 berada pada kategori baik.

Murti, Hari; Supriyanto, Edy; Sugiyamta, Sugiyamta

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Tujuan pemecahan masalah penjual atau wira niaga keliling (traveling salesman problem, TSP) adalah menentukan lintasan atau rute dengan total jarak atau biaya yang paling minimum. Penelitian ini berkenaan dengan proses optimalisasi pencarian alternatif lintasan atau rute pada masalah TSP. Penjual mencari rute atau lintasan untuk mengunjungi semua kota yang ada sebanyak satu kali kunjungan. Proses optimalisasi pencarian alternatif menggunakan algoritma backtracking. Terdapat lima buah kasus TSP yang akan digunakan yaitu TSP1 memiliki 4 buah kota dengan 6 lintasan (jalur), TSP2 memiliki 5 buah kota dengan 10 lintasan, TSP3 memiliki 6 buah kota dengan 15 lintasan, TSP4 memiliki 7 buah kota dengan 21 lintasan, dan TSP5 memiliki 8 buah kota dengan 28 lintasan. Dari hasil pengujian diperoleh algoritma runut-balik (backtracking) dapat digunakan untuk menghasilkan jumlah alternatif lintasan yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan total kombinasi alternatif lintasan. Semakin besar jumlah node (kota) dan jumlah lintasan (jalur) maka prosentase pengurangan variasi (alternatif) akan lintasan semakin besar.

Ni Putu Eka Febianingsih; NLP Suardini Yudhawati; Kmg Agus Jerry Widyanata; I Wayan Wardita; I Ketut Dira

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

New cases of Diabetes Mellitus (DM) in Bali Province from 2011 to 2013 were increased. Based on the report of Integrated Disease Surveillance or Surveilan Terpadu Penyakit (STP) from Puskesmas it is known that DM was ranked 3 out of the 10 highest diseases in health centers throughout the City of Denpasar. The purpose of this screening is to find out the prevalence of DM in Pemecutan Kaja Village, North Denpasar in 2015. Methods: Screening was carried out on 189 subjects aged ?15 in Pemecutan Kaja Village, North Denpasar on January 6 and 7, 2015. Screening was carried out by checking blood sugar levels while using Nesco Multicheck. The collected data is processed and presented descriptively about thecharacteristics of the sample and the proportion of DM based on the results of the examination. Results: The results showed that 6.4% of respondents suffering DM. Most of the subjects were women (58.3%). In this screening, there are 50% in the age group ?51 years, and most are only elementary school graduates (30%). Based on the type of work, most of the subjects are entrepreneurs/traders (50%). Based on the interview, there was none history of DM in the family. Conclusion: The proportion of DM in Pemecutan Kaja Village is 6.4% through examination of blood sugar levels while using Nesco Multi Check. The positive results of DM in this screening should be carried out further examination to confirm the diagnosis so that appropriate treatment can be carried out.

Ni Made Wina Krisnayani; I Gede Yudiana Putra; Ni Luh Made Asri Dewi

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Pos Pelayanan Terpadu or Posyandu are Post of Integrated Service. Posyandu were an effort to empower the community to support health development, especially in improving community health status through reducing infant mortality. Posyandu activities in Guwang Sukawati Gianyar village are one of the public health services. However, each banjar is still very minimal in terms of organizing the posyandu because the cadres do not really understand how the activities of the good posyandu. The purpose of this activity is to establish a Posyandu cadre of toddlers who are able to provide optimal health services for children under five through the implementation of a toddler posyandu. Method: Training was carried out through Community Empowering, involving 35 people who were trained as cadres. The training results are analyzed qualitatively (based on observations and results ofdiscussion). Results: Based on the evaluation in the form of pretest and posttest, it was found that there was an increase in cadre knowledge, namely from 30% to 70%. Posyandu has been conducted in 7 Banjar in the Guwang Gianyar Village. Conclusion: The establishment of skilled and trained Posyandu toddlers and able to provide optimal health services for children under five through the implementation of toddlers posyandu