Publication Search

79,575 articles from 739 journals · 2,111 citations tracked

Showing 10041-10060 of 10,069

Analytics

Muslim, Much Aziz

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

VoIP seperti halnya aplikasi real­time lainnya menuntut jaminan layanan minimum yang harus dipenuhi,  jaringan  berbasis    IP  biasa  /  jaringan  internet  saat  ini  tidak mampu memberikan  jaminan  itu karena  sifatnya  yang  hanya  memberikan  Best­effort  Service.  Masalah  pokok  kualitas  VoIP  yang  jelek sebenarnya  tergantung pada kestabilan bandwith bagi  traffic VoIP dan  sensitifitasnya  terhadap degradasi performansi  jaringan seperti delay,  jitter dan packet  loss.(Shu Tao  ; et al  ,2005). Permasalahan mengenai kualitas VoIP yang jelek di atas dihadapi pula oleh PT.Aplikanusa Lintasarta, keterbatasan bandwidth akses yang  dimiliki  pelanggan  telah menjadi masalah  utama  kualitas VoIP  pada  saat  ini,  upgrade  bandwidth jaringan  akses  tidak menjadi  referensi  solusi.  Proses  pembahasan  ini meliputi  :  analisa  jaringan  akses, pengukuran utilisasi bandwidth jaringan akses, analisa traffic data dan uji korelasi perubahan setting codec dan  payload  pada  perangkat VoIP  terhadap  konsumsi  bandwidth. Hasil  ini  adalah  sebuah model  sistem pengujian perangkat VoIP gateway dalam hal pengujian konsumsi bandwidth VoIP dan  referensi  standar setting codec dan payload yang paling efesien dalam konsumsi bandwidth.

Februariyanti, Herny

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Pemanfaatkan  komputer  sebagai  pendukung  alat  ukur,  akan memberikan  kemudahan  dalam penggunaanya, dan nantinya akan diperoleh alat ukur yang lebih akurat, lebih mudah penggunaannya. Hasil pengukuran. Hasil dapat ditampilkan secara digital oleh komputer di layar monitor. Dengan tampilan yang berbentuk  digital  akan  memudahkan  dan  mempercepat  dalam  mengamati  hasil  pengukuran.  Masalah penelitian  ini  adalah  bagaimana  cara  merancang  peralatan  ukur  keolengan  suatu  benda  secara  digital menggunakan  komputer dengan memakai parallel port sebagai media transfer data antara komputer dengan peralatan ukur. Masalah penelitian  ini adalah bagaimana cara merancang peralatan ukur keolengan  suatu benda  secara digital menggunakan   komputer dengan memakai parallel port  sebagai media  transfer data antara  komputer  dengan  peralatan  ukur. Metode  pengembangan  sistem  yang  digunakan  adalah  metode prototype.  Prototype merupakan  proses  pembuatan model  dari  alat  yang  akan  dibuat,  sehingga  pemakai dapat mengetahui hasil yang didapat. Dihasilkan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur  tingkat keolengan  suatu  benda,  tidak  dapat  digunakan  untuk  memperbaikinya  Hasil  pengukuran  ini  juga dipengaruhi oleh pergeseran alat pengukur dan benda kerja. Untuk mendapatkan hasil ukur yang optimal alat pengukur  dan benda kerja harus diusahakan tidak geser.

Supriyanto, Aji

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) saat ini telah umum digunakan ditingkatsekolah termasuk SLTP. Kendala yang sering dihadapi dengan pembelajaran tersebut yaitu anggaran yangterbatas untuk melakukan pengadaan, pemeliharaan, dan peng-update-an perangkat hardware dan softwareberlisensi seperti produk Microsoft. Karena teknologi informasi berkembang dengan begitu pesatnya, makamau tidak mau harus diikuti dan hal tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Padahal anggaranyang tersedia sangat terbatas, terutama untuk pengadaan perangkat pembelajaran TIK. Beberapa vendormenawarkan solusi untuk mengatasi kendala biaya tersebut, diantaranya produk yang disebut denganNComputing. NComputing merupakan perangkat pengganti CPU sebagai terminal client yang dapatdigunakan secara multi user. Operasi teknologi ini mirip dengan model jaringan thin-client, namun tanpamenggunakan CPU. Ini artinya beban pengaksesan software akan menjadi tanggung jawab penuh padaserver/host. Untuk itu dalam penelitian ini akan dikaji apakah dengan menggunakan teknologi NComputingini akan efektif digunakan untuk membangun laboratorium pembelajaran TIK disekolah SLTP. Hasil ujiefektifitas ini diharapkan menjadi rekomendasi bagi sekolah terutama SLTP apabila akan menerapkanteknologi NComputing untuk pembelajaran TIK.

Wibowo, Jati Sasongko

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Dalam model HSV (Hue Saturation Value) ini digunakan untuk segmentasi warna kulit manusia dan digunakan untuk mengklasifikasi citra khususnya dalam hal klasifikasi gambar pornografi. Pengelompokan warna kulit manusia ditunjukkan dalam ruang lingkup HSV. Dengan menggunakan sample warna kulit campuran warna kulit Eropa dan Asia, sehingga dapat menunjukkan bahwa model prototipe ini dapat digunakan untuk mendeteksi gambar pornografi.

Nurraharjo, Eddy

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Pada kesempatan penelitian saat ini adalah berkaitan dengan pemrosesan citra digital untuk mengamati dan memberikan analisa berkaitan dengan sebuah proses dalam serangkaian pengolahan citra yaitu dalam fokus penelitian tentang morfologi. Morfologi merupakan suatu proses dalam pengolahan citra, yang dimaksudkan untuk memberikan pendekatan morfologi secara matematis, yang dapat diimplementasikan pada sebuah citra, dan digunakan untuk mengekstraksi komponen citra. Proses ini mampu untuk digunakan untuk merepresentasikan sebuah citra dan mampu mendeskripsikan bentuk / area yang terbentuk seperti tepian/batasan tepi citra, kulit/kerangka citra maupun tingkat kecembungan citra (convex hull). Beberapa penerapan teknik dalam proses morfologi ini diantaranya adalah pada proses preprosesing dan postprosesing, seperti penyaringan (filtering), penipisan (thinning) serta pengikisan (pruning) terhadap citra yang diamati. Beberapa teori berkaitan tentang hal itu membuat peneliti tertarik untuk mencoba mengimplementasikannya dalam sebuah citra yang dibentuk dalam model citra biner (binary image) dengan variasi proses morfologinya, sehingga diperoleh pengamatan citra yang optimal terhadap obyek utama.

Utomo, Agus Prasetyo; Mariana, Novita

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Tata kelola TI atau IT (Information Technology) Governance merupakan struktur hubungan dan proses untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi untuk mencapai tujuannya dengan menambahkan nilai ketika menyeimbangkan risiko dibandingkan dengan TI dan prosesnya. Dalam penelitian ini dihasilkan suatu rekomendasi IT Governance yang merupakan pengembangan dari IT Governance yang sudah dilaksanakan oleh Institusi saat ini, namun saat ini proses IT Governance belum dilakukan secara menyeluruh. Rekomendasi IT Governance ini dibuat guna meningkatkan kinerja TI layanan akademik yang ada di UNISBANK, dimana aktivitas layanan akademik tersebut menjadi tanggung jawab kerja suatu biro yang bernama BAAK dan pengadaan dan pengelolaan TI yang ada  menjadi tanggung jawab suatu divisi yaitu P2ICT. Perancangan IT Governance dalam penelitian ini menggunakan kerangka kerja COBIT (Control Objective For Information and Related Technology) versi 4.0, Dalam penelitian ini hanya dibahas 2 domain dari 4 domain yang ada di COBIT dengan pembahasan dibatasi pada tingkat control process saja, tidak membahas aktivitas-aktivitas yang terdapat di setiap control process. Domain yang dipilih dalam penelitian ini untuk dibuatkan rekomendasi pengelolaan TI adalah domain Deliver and Support (DS), Monitor and Evaluate (ME). Dari pemetaan model maturity tersebut diperoleh bahwa tingkat maturity untuk DS mendidik dan melatih users berada pada level maturity 4 (diatur), sementara untuk DS mengelola data berada pada tingkat maturity 3 (ditetapkan), Domain untuk Monitor dan evaluasi kinerja TI berada tingkat maturity 3 (ditetapkan). Berdasarkan pemetaan maturity tersebut dirancang rekomendasi IT Governance untuk masing-masing control process agar tingkat maturity dari masing-masing control process tersebut bisa lebih baik. Berdasarkan visi, misi, tantangan masa depan, dan tingginya harapan manajemen UNISBANK terhadap proses IT COBIT, dapat disimpulkan untuk dapat mendukung pencapaian tujuan UNISBANK setidaknya tingkat maturity pengelolaan IT yang dilakukan harus berada pada tingkat 4 – diatur (managed) dimana proses di monitor dan diukur manggunakan indikator tertentu.

Astuti, Rif’ah Dwi

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2011 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

This study analyzes the effect of receive, tariffs and quality perceptions of the learning process and service to increase interest. The formulation of the questions examined in this study were 1). What impact will influence the perception of market acceptance for graduates of interest in selecting majors AN? 2). What impact do perceptions influence the rates of interest specified AN AN chose? and 3). What impact will influence the perception of the quality of the learning process and service in the AN of interests to choose majors AN? Furthermore, variables and indicators of research is also based on previous research.A model has been developed and three hypotheses have been formulated to address this research problem. The sampling technique was purposive sampling and quota sampling. Respondents from this study amounted to 100 respondents, where respondents were students of the Department AN Semarang State Polytechnic. Data analysis tool used is Structural Equation Modelling (SEM) in AMOS 16.0.The results of this study data analysis shows the model and research results were well received, and further research is proving the influence of perception on the market acceptance of graduates AN interest in the Department of the AN is positive an  significant. Effect of tariff AN Perception of interest in the Department of the AN is not significant. Then the influence of the effectiveness of advertising on consumer buying behavior is positive and significant. And the influence of the learning process and service quality in the AN of interest in the Department is positive and significant.

Santi, Rina Candra Noor

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Proses awal yang banyak dilakukan dalam image processing adalah mengubah citra berwarna menjadi citra gray-scale, hal ini digunakan untuk menyederhanakan model citra. Citra berwarna terdiri dari 3 layer matrik yaitu R-layer, G-layer dan B-layer. Sehingga untuk melakukan proses-proses selanjutnya tetap diperhatikan tiga layer di  atas. Bila setiap proses perhitungan dilakukan menggunakan tiga layer, berarti dilakukan tiga perhitungan yang sama. Sehingga konsep itu diubah dengan mengubah 3 layer di atas menjadi 1 layer matrik gray-scale dan hasilnya adalah citra gray-scale.

Murti, Hari; Setyoningrum, Nuk Ghurroh; Prihandono, Agung

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Salah satu persoalan dalam bidang komputer yang banyak menjadi perhatian adalah pengubahan bentuk aksara ( convert font ) . Pengubahan aksara dalam suatu kata atau kalimat digunakan untuk memudahkan dalam pembacaan yang mudah dipahami oleh user yang tidak mengenali font tertentu. Pengubahan aksara ini membahas tentang algoritma – algoritma dan teknik – teknik yang diterapkan pada pengalihan aksaranya untuk menghasilkan deskripsi  yang dikenali oleh komputer. Pengalihan aksara ini muncul karena kebutuhan efisiensi dalam menganalisis sebuah teks kata atau kalimat yang diinput melalui textbox yang disediakan. Dalam input suatu aksara dengan menggunakan font tertentu dan akan diubah ke dalam bentuk font yang lain membutuhkan suatu cara untuk mempermudahkan pengubahannya. Maka dari itu guna memudahkan dalam pengalihan aksaranya menggunakan suatu cara, salah satu caranya adalah dengan menggunakan kode ASCII yang telah ada. Penginputan aksara melalui keyboard dari font tertentu akan dilakukan dengan melakukan pencarian kode ASCII yang melalui tabel ASCII yang tersedia, sehingga pengalihan aksara dapat dilakukan. Kemudian pengalihan aksara tersebut bisa digunakan untuk memudahkan dalam pembacaannya.

Utomo, Mardi Siswo

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Media komputer sebagai alat bantu penyampaian informasi juga diharapkan siswa, khususnya siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama agar mereka tidak merasa bosan dengan mata pelajaranyang disampaikan oleh tenaga pengajar khususnya mata pelajaran Elektronika, dimana selama ini mata pelajaran Elektronika dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan karena hanya berisi materi teori yang sangat banyak sehingga membuat siswa kurang tertarik untuk mempelajari dan mendalami mata pelajaran Elektronika. Dengan adanya kendala - kendala tersebut diatas maka diperlukan suatu alat bantu yang akan mempermudah dalam proses belajar komponen dasar elektronika yang mampu merangsang siswa untuk belajar mandiri yang juga dilengkapi oleh soal-soal evaluasi sehingga kemampuan dari siswa dapat diketahui atau dipantau. Oleh karena itu perlu dibuat adanya suatu visualisasi yang ditampilkan lebih menarik sehingga siswa tidak merasa jenuh terhadap mata pelajaran elektronika. Aplikasi yang dibangun meggunakan aplikasi Borland delphi 6.0 sebagai bahasa pemrograman. Aplikasi akan memuat tampilan visual yang informatif tentang materi komponen elektronika dasar berdasarkan kurikulum yang ada. Menggunakan metode prototype, pembuatan model dari perangkat lunak yang memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara sistem akan berfungsi dalam bentuk lengkapnya. Dihasilkan aplikasi visual yang interaktif tentang komponen elektronika. Mudah pemakaiannya tetapi adakelemahan dengan ketergantungan atas komponen BDE delphi. Komponen BDE harus terinstall terlebih dahulu sebelum aplikasi di jalankan

Eniyati, Sri

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Metode adalah “prosedur untuk melakukan sesuatu”, sedang metodologi adalah “studi mengenai metode”. Sistem berbasis komputer harus merupakan hasil dari suatu analisis dan dirancangsebaik mungkin. Orientasi objek merupakan salah satu pendekatan pemrograman yang memandang persoalan menggunakan model-model yang diorganisasikan seputar konsep objek yang mengkombinasikan struktur data dan perilaku suatu entitas. Ada banyak metode pengembangan sistem yang berorientasi objek.Metode Fusion merupakan salah satu metode pengembangan perangkat lunak berorientasi objek “generasi kedua”. Fusion dikembangkan untuk menyediakan satu pendekatan secara sistematik bagi pengembangan perangkat lunak berorientasi objek yang mengintegrasikan dan mengembangkan beberapa pendekatan yang ada.

Supriyanto, Aji

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Teknologi komunikasi wireless yang banyak berkembang saat ini adalah Bluetooth, Wi-Fi, Wi-MAX. Masing-masing memiliki karakteristik yang berlainan meskipun sama-sama menggunakan pita frekwensi tinggi. Teknologi bluetooth menggunakan protokol IEEE 802.15.1, dan Wi-Fi berada di bawah spesifikasi 802.11.Sedangkan WiMAX dikembangkan mulai dari standar 802.16 kemudian berevolusi ke standar 802.16a (direvisi menjadi 802.16d) kemudian yang terakhir adalah 802.16e.Model penanganan kemanan yang dilakukan pada peangkat komunikasi yang menggunakan frekewensi diatas semestinya mengacu pada standar yang dikeluarkan IEEE yang dinamakan standar IEEE 802.1x yang merupakan standar keamanan jaringan yang mempunyai banyak mekanisme untuk autentifikasi.

Supriyanto, Aji

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Pemakaian perangkat teknologi berbasis wireless pada saat ini sudah begitu banyak, baik digunakan untuk komunikasi suara maupun data. Karena teknologi wireless memanfaatkan frekwensitinggi untuk menghantarkan sebuah komunikasi, maka kerentanan terhadap keamanan juga lebih tinggi dibanding dengan teknologi komunikasi yang lainnya. Berbagai tindakan pengamanan dapat dilakukan melalui perangkat komunikasi yang digunakan oleh user maupun oleh operator yang memberikan layanan komunikasi. Kelemahan jaringan wireless secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni kelemahan pada konfigurasi dan kelemahan pada jenis enkripsi yang digunakan. Secara garis besar, celah pada jaringan wireless terbentang di atas empat layer di mana keempat lapis (layer) tersebut sebenarnya merupakan proses dari terjadinya komunikasi data pada media wireless. Keempat lapis tersebut adalah lapis fisik, lapis jaringan, lapis user, dan lapis aplikasi. Model-model penanganan keamanan yang terjadi pada masing-masing lapis pada teknologi wireless tersebut dapat dilakukan antara lain yaitu dengan cara menyembunyikan SSID, memanfaatkan kunci WEP, WPA-PSK atau WPA2-PSK, implementasi fasilitas MAC filtering, pemasangan infrastruktur captive portal.

Sasongko, Jati

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Mahasiswa sebuah perguruan tinggi diberikan identitas sendiri untuk membedakan dengan mahasiswa perguruan tinggi yang lain. Untuk membedakan mahasiswa dari sebuah perguruan tinggiberdasarkan dari kartu mahasiswanya. Banyaknya mahasiswa yang aktif akan mempengaruhi jumlah kartu identitas yang dibagikan kepada mahasiswa. Mahasiswa akan menggunakan kartu mahasiswa tersebut selama masa studi belum selesai. Apabila kartu mahasiswa dalam masa studi tersebut mengalami kerusakan atau kehilangan maka mahasiswa tersebut wajib mengurus untuk mendapatkan kembali kartu mahasiswanya. Hanya aja apabila terjadi kerusakan atau kehilangan yang jumlahnya sangat sedikit dan waktu yang tidak bersamaan akan mengakibatkan proses pembuatan kartu mahasiswa tidak lagi efektif dan efisien. Dengan kondisi tersebut sangat tepat apabila sebuah perguruan tinggi mempunyai system pencetak kartu sendiri. Adanya system tersebut proses pembuatan kartu yang sangat random dalam masalah jumlah dan waktu dapat teratasi. Model yang ideal untuk membuat aplikasi pencetak kartu mahasiswa menggunakan aplikasi berbasis pada database sistem. Dengan model tersebut apabila sering terjadi proses pengurusan kartu dapat dengan mudah dan cepat dilakukan. Perumusan masalah yang didapatkan bagaimana merancang program untuk mencetak kartu mahasiswa dengan menggunakan barcode sebagai identifikasi kartu mahasiswa? karena masing-masing mahasiswa akan mendapatkan satu kartu mahasiswa.Program aplikasi yang di bangun ini menggunakan bahasa pemrograman Delphi dan SQL Server sebagai sistem basis datanya. Program aplikasi ini dapat digunakan menambah, mengedit, menghapus dan mencari data mahasiswa. Kartu mahasiswa di cetak menggunakan Quick Report. Tujuan yang dapat dicapai adalah menghasilkan suatu program aplikasi yang dapat untuk mencetak kartu mahasiswa dengan ada gambar foto mahasiswa dan barcode sebagai identifikasi kartu.

Murti, Hari

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Pemakaian perangkat teknologi informasi atau komputer pada UKM bukan tanpa resiko, apalagi jika perangkat tersebut terpasang dalam basis jaringan dan internet. Operasi pemanfaatan teknologi informasi pada UKM dimungkinkan terdapat perbedaan dibanding dengan bisnis dengan skala besar (enterprise). Perbedaan pendekatan penerapan TI dilatarbelakangi oleh keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh UKM. Namun keamanan komputer memiliki standar yang harus dipenuhi untuk menjamin keamanannya. Data atau informasi dianggap aman jika memenuhi persyaratan berupa kerahasiaan (confidentiality), integrasi (integraty), dan Otentikasi (othentication). Persyaratan tersebut merupakan bagian dari aspek keamanan yang harus dipenuhi. Model pengendalian resiko dan pembebasan dari bahaya ancaman keamanan terhadap sumber daya informasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pencegahan (preventive) dan penyembuahan atau perbaikan (recovery/corrective). Model pengendalian tersebut harus dapat diimplementasikan oleh UKM baik pada bagian front-office maupun back-office. Upaya perlindungan terhadap perangkat teknologi ionformasi harus dimulai dari atasan (top manjemen). Tanpa danya kemauan dari top manajemen maka tidak mungkin system keamanan dapat diimplementasikan. Top manajemen pada UKM dapat memutuskan prioritas manajemen atau manfaat keamanan sistem informasi. Setiap ukuran keamanan yang dirancang manajer usaha kecil dan menengah untuk menjaga keamanan komputer dan sistem informasi UKM harus diterapkan system keamanan secara yang komprehensif terhadap semua system yang berpotensi terhadap hilangnya keamanan computer. Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk pengendalian keamanan berupa pengendalian dan proteksi, melakukan  monitoring dan auditing, serta selalu memahami masalah-masalah yang muncul terhadap ancaman dan serangan. Kata kunci : UKM, implementasi, keamanan, dan pengendalian

Handayani U.N, Dewi

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Computer-aided design (CAD) atau computer-aided design and drafting (CADD), merupakan satu bentuk otomatisasi yang membantu perancang untuk memperbaiki gambar, spesifikasi, dan elemen-elemen yang berhubungan dengan perancangan yang menggunakan efek grafik khusus dan perhitungan program-program komputer. Teknologi yang digunakan untuk bermacam produk dalam lingkungan dan arsitektur, elektronik, dan erodinamika (ilmu dinamika udara), teknik otomotif dan desain produk. Walaupun sistem CAD biasanya tidak selalu menggambar otomatis, biasanya meliputi pemodelan 3 dimensi dan model operasi simulasi komputer. Sistem CAD dijalankan melalui PC untuk desain dan pemodelan 2D serta proses drafting, kemudian dijalankan dan diintegrasikan dengan sistem CAM (Computer Aided Manufacture) yang disesuaikan dengan format mesin CNC (Computer Numeric Control) yang akan digunakan.

Wismarini, Th. Dwiati

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

               Untuk membuat sebuah model produk yang berhubungan dengan cekatan/matras, maka dibutuhkan waktu yang cukup lama dengan tenaga kerja yang cukup banyak bila model tersebut tidak sederhana yaitu komplek. Bila ingin membuat sebuah model yang menyerupai bentuk aslinya, maka akan diperlukan semakin banyak peralatan yang dipakai untuk mendukung terbentuknya model yang menyerupai bentuk aslinya. Pemakaian AutoCad untuk design cetakan 2 dimensi sebagai dasar membentuk model 3 dimensi yang dimiliki oleh software Artcam Pro dalam membuat cetakan /moulding. Hasil akhir dari pembuatan cetakan model 3D dan pembacaan toolpath. Design produk yang dihasilkan oleh software ArtCam lebih mudah bila pemilihan model yang diambil memiliki kriteria yang dikenal secara umum, memiliki bentuk yang simetris, dan bila dikerjakan secara manual mengalami tingkat kesulitan pada proses simetris dan membutuhkan waktu penyelesaian yang begitu lama, dan nilai artistiknya akan hilang.Pemanfaatan software Artcam Pro dan Post Processor untuk Mesin Heidenhain (Mesin CNC) dalam membuat cetakan model 3 dimensi dapat membantu mempercepat dan mempermudah pemakai (user) didalam pembuatan cetakan model 3 dimensi dan membantu dalam peningkatan kualitas dan kuantitasmodel cetakan yang dihasilkan, sehingga model yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

Sasongko, Jati; Wismarini, Th. Dwiati

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Merancang dan memelihara aplikasi Web merupakan salah satu tantangan utama dalam industri perangkat lunak dari tahun 2000. Web Modeling Language (WebML), suatu pemodelan untuk menetapkan website yang kompleks ditingkatan konseptual. WebML memungkinkan uraian tingkat tinggi tentang  website di bawah dimensi orthogonal yang terpisah: isi datanya (structur model), halaman penyusunnya (compotition model), topologi dari relasi antar halaman (navigation model), tata letak dan persyaratan grafis untuk halaman yang dibuat (presentation model), dan pemilihan fitur untuk masing-masing isi (personalitation model). Semua konsep dari WebML dihubungkan dengan notasi grafis dan sintaksis XML. Spesifikasi WebML tidak terikat pada bahasa yang digunakan pada sisi-klien dalam mengirimkan aplikasi ke para pemakai, dan juga  platform yang digunakan pada sisi-server dalam memasukkan data ke site, tetapi dapat secara efektif digunakan untuk hasil implementasi halaman dalam pengaturan spesifikasi teknologi. WebML menjamin pendekatan model-driven pada pengembangan website, merupakan kunci utama dalam menggambarkan generasi CASE tool dalam membangun site yang kompleks, mendukung fitur tingkat lanjut seperti akses multi-device, personalisasi, dan manajemen evolusi.  

Supriyanto, Aji

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Pemrograman socket merupakan pemrograman yang digunakan untuk melakukan komunikasi proses (process-to-process) dalam sebuah jaringan. Selain komunikasi proses, dalam sebuah jaringan komputer juga melakukan komunikasi host (host-to-host). Dalam pengujian pemrograman socket dapat dilakukan dengan menggunakan jenis  socket networking  sock_stream pada client ke server dengan menggunakan alamat proses (IP dan Port) pada komputer yang sama dengan direktori yang sama dan yang berbeda serta dengan komputer lain yang berbeda. Untuk pengujian, akan dibuat server dan client yang akan melakukan komunikasi proses. Pada server dan client, socket yang digunakan adalah AF_INET. Pada komunikasi proses di server, mula-mula dilakukan proses pembuatan socket dengan fungsi call socket(), kemudian server mengikat socket yang dibuat tadi dengan jaringan berdasarkan nomor local address dan port dengan fungsi call bind(). 

Sugiharti, Sugiharti

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2010 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

Hospital is one of type effort for service that is now stays in very tightening emulation climate. Struggle to create recuring business with customeroccupies central point in the effort hospital to exeed at long-range emulation. Service quality and cutomer value becomes thing which necessary for hospital. This research analysis factors influence customer satisfaction to create hospital service reference enthusiasm in Hospital PKU Muhamadiyah Gubug Kabupaten Grobogan.Research problem is existence of gap or debate at antecedent research would consequence and from customer satisfaction. Other problems is thehappening of downdraft of number of outpatients continually at last four months and existence of improvement of number sighs from patient. Respondent in this research 120 patients with sampling method applies acidental sampling. This research applies analysis Structural Equation Modeling (SEM) what implemented through program AMOS as a means of assists its the analysis.Result of research proves that service quality, cutomer value and excellence of product has positive influence and signifikan to customersatisfaction. Hereinafter, customer satisfaction of influence positive and signifikan to hospital service reference enthusiasm. Excelsior service quality and cutomer value has customer satisfaction of excelsior and causes home service reference enthusiasm which excelsior.