Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 81-90 of 90

Analytics

Anggi Nurul Baity; Putri Kholida Faiqoh

KILMATUNA: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 2022 Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Kemunculan pembaharuan abad 21 telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap segala aspek kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Sistem pendidikan yang terus berkembang, menginisiasi para pendidik untuk senantiasa menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dengan memanfaatkan kemajuan zaman. Begitu pula dengan pembelajaran Bahasa Arab. Kedudukan Bahasa Arab sebagai bahasa asing yang dipelajari oleh banyak lembaga pendidikan di Indonesia, menuntut para pembelajarnya untuk dapat mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki untuk mendalami bahasa yang dipelajari. Meskipun demikian, pola pembelajaran bahasa Arab antara anak-anak dan orang dewasa tentulah berbeda. Mahasiswa sebagai manusia yang memasuki fase dewasa, memiliki karakterikstik tersendiri dalam mempelajari bahasa Arab sebagai bahasa asing. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualititatif jenis library research yang dilakukan oleh penulis, penelitian ini menghasilkan data bahwa pebelajaran abad 21 ini seyogyanya mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik. Utamanya dalam pembelajaran bahasa Arab untuk pembelajar jenjang perguruan tinggi, dengan menginternalisasikan keterampilan 4C (Critical thinking and problem-solving, communication, collaboration, dan creativity and inovation) yang digagas dalam era ini akan sangat mambantu pembelajar untuk lebih optimal dalam mempelajari bahasa Arab yang notabenenya bukan merupakan bahasa ibu mereka.

Mawikere, Marde Christian Stenly; Hura, Sudiria

Montessori Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini 2022 Institut Agama Kristen Negeri Manado

Artikel ini merupakan Studi Mengenai Implementasi Pendekatan Proses Pembelajaran dan Metode-metode Pembelajaran Pendidikan Kristen Anak Usia Dini.  Di dalamnya, peneliti mengungkapkan mengenai pentingnya pelayanan Pendidikan Kristen kepada anak-anak usia dini sebagaimana kepada orang-orang dewasa.  Oleh karena Alkitab menyatakan bahwa anak-anak adalah subyek pelayanan dan masa yang menentukan dalam pengenalan akan Tuhan dan pertumbuhan iman menuju masa dewasa. Dalam dunia pendidikan, kategori anak usia dini adalah masa usia emas (golden age) untuk menanamkan nilai-nilai rohani dan pembentukan karakter serta memperkenalkan mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dengan sederhana. Studi ini diawali dengan paparan sekilas dalam bagian pendahuluan mengenai hasil kajian Alkitab (hermeneutika Alkitab) mengenai pendidikan anak usia dini, baik dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.  Kemudian dilanjutkan dengan paparan sekilas dalam pendahuluan juga mengenai hasil kajian teoritis yang menelaah dengan fokus masalah penelitian dari tesis ini yakni pendekatan proses pembelajaran dan metode-metode pembelajaran terhadap anak usia dini.  Adapun penelitian empiris dalam penelitian ini dilakukan pada satuan pendidikan KBTRI dan TK Ceria Terpadu PESAT Wamena untuk memperoleh gambaran mengenai relevansi pendekatan proses pembelajaran dan metode-metode pembelajaran dengan mengumpulkan data-data yang diperoleh melalui pengamatan dan wawancara terhadap dinamika pembelajaran di kelas antara guru dan murid. Adapun penelitian dalam artikel ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dibangun dari penelitian literatur, dalam hal ini literatur mengenai kajian Alkitab dan kajian teoritis yang berkaitan dengan pendidikan Kristen anak usia dini serta penelitian empiris yaitu pengamatan lapangan yang dilakukan dengan metode pengamatan partisipan dan wawancara yang dilaksanakan tahun 2016 pada lokus penelitian. Hasil studi memperlihatkan bahwa pendekatan proses pembelajaran maupun metode-metode pembelajaran PAK yang relevan terhadap anak usia dini tidak sekedar mengikuti teori-teori pembelajaran sekuler yang cenderung menekankan pengetahuan dan ketrampilan seorang guru/pendidik, kurikulum dan bahan pelajaran atau sarana yang canggih serta fasilitas belajar yang memadai melainkan penting sekali adanya dasar-dasar Firman Tuhan (Alkitab) yang menjadi pedoman utama.  Hasil studi ini juga memperlihatkan adanya dua pendekatan proses pembelajaran yakni dari golongan interaksionisme dan kategorial yang masing-masing berorientasi kepada anak sebagai subyek pendidikan serta bermacam-macam metode  pembelajaran yang menekankan peran anak untuk memahami, menangkap dan mengetahui apa yang hendak diajarkan oleh guru terhadap mereka.  Hal ini yang nampak dan efektif dalam penelitian empiris terhadap KBTRI dan TK Ceria Terpadu Wamena, Papua, setidaknya dalam kurun waktu tahun 2016. 

Amalia Nuruul Azizah; Alwi Sofyan; Muflihatul Khofifah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan oleh pengabdi berupa pelatihan pemrograman aktivitas fisik melalui outbound dan braingym sebagai implementasi pembentukan karakter dan kedisiplinan bagi guru Sekolah Dasar di Kecamatan Patimuan. Kegiatan ini bertujuan untuk diantaranya: (1) saling memahami dan saling pengertian/peduli dengan orang lain dan belajar membangun kepercayaan diri dan mempercayai kepada yang lain, (2) belajar membangun tim kerja yang cakap dan handal dan memahami arti penting kerjasama kelompok dalam lingkungan kerja, (3) membangun individu dalam kelompok secara lebih energik dan mendorong individu dalam menghadapi tantangan kelompok yang ada, (4) memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan kreativitas dalam penyusunan pembelajaran olahraga rekreasi bagi siswa agar memiliki kompetensi yang kreatif dalam mengembangkan pembelajaran penjas di tingkat sekolah. Metode Pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi dan praktik/latihan. Metode Ceramah ceramah digunakan untuk menyampaikan informasi kepada para guru Sekolah Dasar di Kecamatan Patimuan tentang pemrograman aktivitas fisik melalui outbound dan brain gym. Metode demonstrasi sangat penting keberadaanya dalam kegiatan pelatihan ini, karena dalam pelatihan suatu proses kerja akan lebih mudah diikuti oleh peserta pelatihan manakala ketrampilan yang akan ditransformasikan bisa dieksplisitkan secara konkrit melalui demonstrasi. Metode Praktik dilakukan oleh para guru untuk mencoba menguasai gerakan braingym dan outbound yang dapat di implementasikan pada setiap pembelajaran penjas disekolah. Dalam evaluasi, Tim Pengabdi melakukan pengamatan langsung kepada para peserta dengan kriteria antusiasme, perhatian, dan kesungguhan dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Hasil Pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik sesuai dengan program yang telah dibuat. Hal ini ditunjukkan oleh animo peserta yang cukup tinggi. Pemrograman aktivitas fisik dan praktik yang terdiri dari penguasaan teknik dasar outbond training dan brain gym yang dapat membentuk karakter bagi siswa seperti: nilai-nilai kerjasama, kepercayaan, kemampuan memecahkan suatu masalah, proses pendewasaan diri, kebersamaan, leadership (kepemimpinan), kedisiplinan, kemampuan akselerasi untuk mencapai suatu tujuan, melatih mental dan keberanian serta kesenangan batiniah. Indikator keberhasilan ditandai dengan tingginya motivasi peserta dalam mengikuti kegiatan ini serta dimilikinya pengetahuan dan keterampilan baru tentang outbond dan brain gym.

Montessori Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini 2021 Institut Agama Kristen Negeri Manado

Studi ini merupakan Diskursus mengenai Prinsip, Pendekatan Dan Metode-metode Pembelajaran Yang Relevan Kepada Anak Usia Dini. Adapun kategori anak usia dini adalah masa usia emas (golden age) untuk menanamkan nilai-nilai rohani dan pembentukan karakter serta memperkenalkan mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dengan sederhana. Studi ini dilakukan dengan metode deskriptif melalui penelitian literatur yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini dengan menelaah prinsip, pendekatan proses pembelajaran dan metode-metode pembelajaran terhadap anak usia dini. Hasil studi memperlihatkan adanya dua pendekatan proses pembelajaran yakni dari golongan interaksionisme dan kategorial yang masing-masing berorientasi kepada anak sebagai subyek pendidikan serta bermacam-macam metode pembelajaran yang menekankan peran anak untuk memahami, menangkap dan mengetahui apa yang hendak diajarkan oleh guru kepada mereka. Karena itu, satuan pendidikan PAUD dapat menggunakan integrasi atau kombinasi antara pendekatan dari golongan interaksionisme dan kategorial. Demikian pula, satuan PAUD dapat menggunakan beragam metode yang relevan dengan memberikan penekanan bahwa anak-anak usia dini sebagai subyek pendidikan yang perlu diberikan rangsangan untuk menolong mereka bertumbuh dengan utuh (holistic/comprehensive approach) baik rohani, karakter, pengetahuan dan keterampilan.

Muskitta, Billy; Wibowo, Markus; Sianturi, Erwin

Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik 2020 Institut Agama Kristen Negeri Manado

Abstrak   Nine’s Voice merupakan salah satu kelompok paduan suara sekolah di Sulawesi Utara yang bertempat di SMA Negeri 9 Manado. Banyak prestasi yang sudah diraih oleh paduan suara ini baik nasional maupun internasional. Kesuksesan tersebut membuat peneliti tertarik melihat bagaimana kepelatihan yang dimiliki oleh Nine’s Voice. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti merumuskan dua masalah pada penelitian ini yaitu, apa saja yang menjadi kriteria dari seoarang pelatih yang profesional dan bagaimana peran dari seorang pelatih yang professional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukan, ada tiga aspek yang dimiliki oleh seorang pelatih yang profesional yang pertama  yaitu, Skill (keterampilan), Knowlegde (pengetahuan), dan Attitude (Sikap). Peran Seorang pelatih bukan saja hanya berfungsi sebagai pengajar namun pelatih yang profesional memliki peran sebagai pengambil keputusan, pembentuk karakter kelompok, menciptakan budaya kelompok dan sebagai pengelola paduan suara.

Euis Kusumarini; Ahmad Syafie Adha

Jurnal DIKMAS 2020 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat ini disusun dalam rangka pemecahan masalah: Bagaimana caranya untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada anak jalanan usia sekolah  dalam program Wajib Belajar Nasional dan Bagaimana cara membangun kesadaran dan motivasi  belajar bagi anak jalanan usia sekolah agar menjadi harapan masa depan sebagai kualitas dalam kemajuan pembangunan bangsa negara RI pada  baik bagi pihak peserta didik/ anak jalanan itu sendiri pun orang tua/wali, keluarga, pihak sekolah, pemerintah dan pihak lain  yang turut bisa mampu mendukung secara materil dan moril serta Diharapkan nantinya adalah bahwa dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat bermanfaat dan bisa berkelanjutan jika cukup berhasil akan hasilnya  untuk diharapkan dari para peserta didik yakni anak jalan usia sekolah terdapat perubahan sifat watak karakter dan nilai baik pengetahuan keterampilan dan perubahan sikap karakter yang dilihat dari adanya prestasi kecakapan keahlian yang bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak dengan nyata sehingga tujuan dari Wajib Belajar Cukup berperan serta, segi adanya Bimbingan Konseling Belajar untuk Anak Jalanan Usia Sekolah adalah hal yang paling cukup efektif dan efisien dilakukan dengan prosedur dan proses yang benar sesuai kondisi dan komunikatif serta kemampuan ilmu pendidikan yang dimilki oleh Konselor dalam memberikan layanan Bimbingan Konseling tersebut. Serta kesadaran motivasi serta dukungan dari peserta didik anak jalanan usia sekolah tersebut orangtua/wali keluarga pihak pemerintah steakholder  dapat berhasil mensolusikan tingkat pengangguran kriminalitas dan buta huruf atau berkelanjutan pendidikan hingga pada Wajib Belajar Nasional dapat cukup terpenuhi.

Euis Kusumarini; Ahmad Syafie Adha

Jurnal DIKMAS 2020 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat ini disusun dalam rangka pemecahan masalah: Bagaimana caranya untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada anak jalanan usia sekolah  dalam program Wajib Belajar Nasional dan Bagaimana cara membangun kesadaran dan motivasi  belajar bagi anak jalanan usia sekolah agar menjadi harapan masa depan sebagai kualitas dalam kemajuan pembangunan bangsa negara RI pada  baik bagi pihak peserta didik/ anak jalanan itu sendiri pun orang tua/wali, keluarga, pihak sekolah, pemerintah dan pihak lain  yang turut bisa mampu mendukung secara materil dan moril serta Diharapkan nantinya adalah bahwa dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat bermanfaat dan bisa berkelanjutan jika cukup berhasil akan hasilnya  untuk diharapkan dari para peserta didik yakni anak jalan usia sekolah terdapat perubahan sifat watak karakter dan nilai baik pengetahuan keterampilan dan perubahan sikap karakter yang dilihat dari adanya prestasi kecakapan keahlian yang bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak dengan nyata sehingga tujuan dari Wajib Belajar Cukup berperan serta, segi adanya Bimbingan Konseling Belajar untuk Anak Jalanan Usia Sekolah adalah hal yang paling cukup efektif dan efisien dilakukan dengan prosedur dan proses yang benar sesuai kondisi dan komunikatif serta kemampuan ilmu pendidikan yang dimilki oleh Konselor dalam memberikan layanan Bimbingan Konseling tersebut. Serta kesadaran motivasi serta dukungan dari peserta didik anak jalanan usia sekolah tersebut orangtua/wali keluarga pihak pemerintah steakholder  dapat berhasil mensolusikan tingkat pengangguran kriminalitas dan buta huruf atau berkelanjutan pendidikan hingga pada Wajib Belajar Nasional dapat cukup terpenuhi.

Mansur, Hamsi; Rafiudin, Rafiudin

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2020 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Pencapaian tujuan pembelajaran tidak lepas dari peran pendidik dalam menjembatangi kepentingan dan memfasilitasi kebutuhan peserta didik dalam belajar. Salah satu upaya yang dapat diterapkan pendidik dalam proses pembelajaran adalah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan dan mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penggunaan media pembelajaran yang cocok dapat meningkatkan minat peserta didik dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (a) menghasilkan media pembelajaran berbasis infografis, (b) mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis infografis, (c) mengetahui pengaruh media pembelajaran berbasis infografis terhadap peningkatan minat belajar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Tahapan pengembangan meliputi: Analysis, Design, Development, Implementasi and Evaluation. Pada uji ahli dilakukan 2 ahli, yaitu ahli media dan ahli materi untuk mengetahui kelayakan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) media pembelajaran infografis yang di hasilkan memiliki karakteristik memberikan umpan balik dengan penguatan secara otomatis, menyesuaikan dengan kecepatan, kesempatan, dan kebutuhan peserta didik, mempunyai daya tarik visual, memberi pengalaman belajar yang berbeda-beda, konsisten, efektif, dan efisien.  (2) media yang di hasilkan memenuhi kriteria layak digunakan. (3)  media infografis layak dan dapat meningkatkan minat belajar.

Ani Restuningsih, Mukhlis Mustofa &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Proses Pembelajaran pada jenjang Sekolah Dasar (SD) teramat krusial dalam pengembangan kecerdasan siswa sekaligus merupakan tonggak awal pembentukan karakter siswa. Pengembangan sikap, kemampuan, dan keterampilan dasar yang diperlukan siswa untuk hidup di masyarakat tersaji selama berlangsungnya proses pembelajaran. Tuntutan pemahaman materi pembelajaran lebih komprehensif dan bermakna bagi kehidupan siswa dimasa mendatang merupakan keniscayaan. Keberadaan Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai (IPS) sebagai salah satu mata pelajaran yang disajikan pada jenjang SD memiliki peran mulia penyiapan generasi mendatang menghadapi beragam ujian. Tujuan yang hendak dicapai dari pengabdian ini adalah: (1). Memberikan informasi kepada peserta agar mendapat tambahan wawasan ilmu pengetahuan tentang pembelajaran berbasis spasial (2) Memberikan teknik pelatihan kepada peserta agar dapat membuat draft pembelajaran berbasis spasial (3)Memberikan rancangan lembar kerja siswa berbasis spasial Pembelajaran Berbasis Spasial terdiri atas tujuh langkah. Ketujuh langkah tersebut adalah peyampaian tujuan pembelajaran, observasi, komunikasi dan konfir-masi, elaborasi dan integrasi, diskusi, kesimpulan, dan refleksi dan tindak lanjut. kesimpulan sebagai berikut: (1) Sosialisasi Program Pembelajaran Spasial dapat menigkatkan sikap peduli lingkungan dan sikap ilmiah siswa sekolah dasar.(2) Sosialisasi Pembelajaran berbasis spasial meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran berorientasi melek spasial. (3) Guru-guru dan pihak sekolah sudah melaksanakan pembelajaran berbasis spasial dengan melakukan integrasi dengan mata pelajaran yang lain denggan menggunakan media pembelajaran berbasis spasial. (4) Luaran yang dihasilkan yaitu RPP berorientasi pembelajaran berbasis spasial, dan implementasi program sekolah berbudaya spasial.Kata kunci: Pembelajaran IPS, Pembelajaran Spasial

Barokah, Fatheh Nur

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2016 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan anta-ra sikap sosial dan keterampilan kewarganegaraan dengan pembentukan karakter pada siswa kelas X SMA Negeri Colamdu Tahun Pelajaran 2015/2016.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif.Dalam penelitian ini, populasinya adalah siswa kelas X SMA Negeri Colomadu yang berjumlah 300 siswa. Sam-pel diambil dengan teknik random dengan cara Quota random sampling dengan mengambil sampel sebanyak 10-15% dari populasi, dengan hasil perhitungan yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket. Metode angket digunakan untuk mengumpulkan data mengenai Hubungan sikap sosial, keterampilan kewarganegaraan, pembentukan karakter. Uji coba instrument mengunakan uji validitas dan uji reliabilitas dengan rumus product moment dinyatakan valid untuk angket tentang sikap sosial ( X1 ), keterampilan kewarganegaraan ( X2 ), dan pembentukan karak-ter (Y).Teknik analisis data dengan mengunakan rumus korelasi ganda dan product momen. Hasil analis menunjukan bahwa nilai F hitung 6,84> F tabel 3,33 dengan demikian hipotesiss yang menyatakan “ Ada hubungan yang positif dan signifikan antara sikap sosial dan keterampilan kewarganegaraan dengan pem-bentukan karaakter pada siswa kelas X SMA Negeri Colomadu Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016”. Terbukti kebenarannya.Kata Kunci : Sikap Sosial, Keterampilan Kewarganegaraan, Pembentukan Karakter