Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 81-93 of 93

Analytics

Dilandra Karimatun Nisa; Tomi Hendra

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Adapun latar belakang penulis ini ialah objek wisata Pantai Air Manis merupakan destinasi wisata alam yang terkenal dengan sejarah batu Malin Kundang. Banyak sekali spot foto kekinian yang dikombinasikan dengan keindahan alam yang membuat wisatawan baik di dalam negeri maupun dari mancanegara berkunjung ke Pantai tersebut. Padahal destinasi wisata Pantai Air Manis tidak menyediakan pemandu wisata. Hal inilah menjadi menarik peneliti untuk meneliti bagaimana Strategi yang digunakan oleh PSM dalam mempertahankan eksistensinya serta bagaimana hambatannya?. Metode penelitian yang penulis gunakan ialah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Melalui tahap penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis data. sehingga dapat mengetahui bagaimana strategi komunikasi PSM, faktor penghambat dalam menerapkan strategi komunikasi dalam mempertahankan eksistensi objek wisata Pantai Air Manis Kota Padang. Hasil penelitian yang penulis temukan menunjukan bahwa Strategi komunikasi Staff Humas PERUMDA PSM dalam mempertahankan eksistensi Pantai Air Manis Kota Padang yaitu menggunakan strategi komunikasi tidak lansung dengan pemanfaatan instagram seperti (postingan foto dan video, hashtag,waktu postingan dan angelshoot foto/video) dan juga Layanan Pengaduan Pengunjung. Selain itu, sarana kegiatan promosi yang digunakan oleh staff humas PERUMDA PSM Pantai Air Manis Kota Padang yaitu memasang spanduk di area yang strategis dan mudah di lihat, kegiatan promosi dari mulut ke mulut dan melaksanakan event-event.  Adapun faktor penghambat terdapat dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Suwarti, Suwarti; Solichoel, Solichoel; Octafian, Ray

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Pengembangan Pariwisata merupakan andalan bagi masyarakat dalam mengelola usaha pariwisata yaitu agrobisnis pariwisata. Desa wisata wonolopo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, merupakan Desa Wisata rintisan dan sudah berkembang yang sangat berpotensi dan memiliki hasil bumi yang tidak dimiliki seperti daerah lain dan mempunyai keunikan tersendiri baik masyarakatnya maupun destinasinya. Dalam pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan model atau konsep On Site dan Off site menggunakan modul pelatihan dan Workshop dalam penyusunan agenda kegiatan. Pengabadian pada masyarakat ini merupakan suatu kegiatan yang berbentuk pelatihan dengan melakukan suveilan terhadap pengembangan pembuatan mengemas Paket Wisata dan pemasaran atau promosi secara Digital, dikaswasan desa wisata Wonolopo oleh masyarakat dan sekitarnya. Kegiatan pengabdain masyrakat ini diharapkan dapat berkelanjutan oleh para pelaku wisata, atau pengusaha pariwisata di Daerah Desa Wisata Wonolopo dan sekitarnya, dalam rangka memperluas kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang di selenggarakan

Jocom, Hary

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2022 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Penelitian ini bertujuan mengukur sejauhmana penggunaan smart tourism dalam kerangka mendukung industri pariwisata di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Pemilihan lokasi didasarkan atas latar belakang memiliki nilai historis, budaya, dan religi yang tinggi baik di tingkat nasional maupun internasional, dan merupakan destinasi favorit wisatawan asing dari Malaysia dan Singapura karena kedekatan historis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui serangkaian penyebaran kuesioner kepada wisatawan yang berkunjung dilanjutkan dengan wawancara terstruktur dan diskusi terfokus dengan tokoh kunci yang telah ditentukan oleh peneliti, baik itu tokoh masyarakat, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), tokoh adat, dan pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dan promosi wisata Pulau Penyengat masih dilakukan secara konvensional, belum mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi sebagai instrumen untuk mendukung pemasaran industri pariwisata secara luas. Kondisi empirik ini berakar pada berbagai persoalan yang ada, baik itu sumber daya manusia, kebijakan pembangunan pariwisata, dan kesadaran kolektif pembangunan industri pariwisata

Haniek Listyorini; Sri Yuwanti; Renny Aprilliyani; Henry Yuliamnir; Mokhamad Kholil Aswan

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Tourism has become a Leading Sector for the Government. The success of tourism destinations in the current era of society 4.0 cannot be separated from the regional ability to develop information systems and promotions based on digital 4.0. The purpose of this activity is to help the Tourism Office's human resources have the basics of destination marketing and open the paradigm of thinking of the Tourism Office's human resources about the importance of marketing. The method is the lecture method, FGD, and direct practice in the field. The Participants of this activity were 7 people who came from Bimtek, namely the West Kotawaringin Regency Tourism Office. This community service activity was carried out on Saturday and Sunday, 16-17 November 2019. The place for this activity took a place at the College of Tourism Economics in Semarang and the Bandungan area. The result of this dedication is the formation of lecture material which includes the Definition of Tourist Attractions, the Definition of Tourism Destinations, and the Uniqueness of Kalimantan's Tourist Attractions which are worth VRIN.

Octaviani Gita Putri; Denny Asmara

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Karanganyar adalah salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah, Indonesia, yang kaya akan potensi pariwisata yang mempesona bahkan dua diantaranya masuk dalam kategori Situs Warisan Dunia UNESCO serta kaya akan atraksi seni tradisional. Oleh karena itu Karanganyar sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata favorit yang bertaraf nasional maupun internasional. Berdasarkan metode analisis yang didasarkan pada survei obyek wisata, kajian pustaka, dan melakukan wawancara pada wisatawan, dan menggunakan teori Atraksi, Akses dan Amenitas (3A), maka didapatkan bahwa potensi pariwisata di Karanganyar yang sangat besar dan memiliki prospek yang sangat baik tersebut belum diikuti dengan pengembangan yang maksimal. Sehingga dengan mengembangkan potensi pariwisata dengan memperhatikan Atraksi, Akses dan Amenitas tersebut, maka potensi pariwisata di Karanganyar dapat semakin berkembang pesat, semakin meningkatnya kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara.    

Susi Ramayanti; Yulihasri Yulihasri

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2022 FEB Universitas Maritim Semarang

This study aims to examine the effect of training, capacity building, and reward provision on improving the performance of human resources at the Kapalo Destination of Banda Taram, Lima Puluh Kota Regency. This study used a questionnaire distributed in the Destination of Kapalo Banda Taram, Kabupaten Lima Puluh Kota as many 53 respondents using the Structural Equation Model (SEM) PLS data analysis technique. The results of this study indicate that Training and Rewards have a positive and significant effect on improving the performance of managers at the Kapalo Banda Taram Destination while the capacity building has no significant effect on improving performance at the Kapalo Banda Taram Destination. This research implies that the existence of training and rewards can make performance better, especially in the Destination of Kapalo Banda Taram, Regency of Lima Puluh Kota.

Katrini Endah Pamungkas; Nina Mistriani; Sri Mulyani

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pati menjadi trend wisata saat ini yaitu wisata alam di Hutan Pinus Pangonan. Hutan Pinus ini merupakan wisata Alam yang berada di pegunungan Muria, lebih tepatnya di Desa Pangonan, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Hutan pinus Pangonan merupakan lahan milik Perhutani yang sangat potensial. Pengelolaannya di bawah Bumdes Gunungsari Pangonan. Dari kajian melakukan penelitian mengenai Hutan Pinus Pangonan untuk dijadikan sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Pati. Masyarakat dan Pemerintah daerah ikut terlibat dalam pengelolaan daya tarik Hutan Pinus Pangonan. Daya tarik wisata Hutan Pinus Pangonan ini masih belum maksimal untuk anggaran yang dikeluarkan, sehingga membutuhkan suatu kerjasama yang maksimal antara pengelola dengan pemerintah daerah Kabupaten Pati. Perkembangan pariwisata dengan trend global back to nature terus mengalami peningkatan. Sebab pada umumnya pengembangan pariwisata di daerah tentu memiliki motivasi pada kemanfaatan ekonomi yaitu devisa bagi daerah, negara, serta peningkatan pendapatan masyarakat dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menyatakan, bahwa fasilitas yang sudah memadai menjadi faktor pendukung untuk dikembangkannya menjadi sebuah destinasi unggulan dengan konsep ekowisata. Pengembangan atraksi di Hutan Pinus Pangonan harus menjadi fokus utama dalam pengelolaannya.

Anton Wahyu Utomo

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif, yaitu menggambarkan suatu fenomena, kemudian mengembangkan konsep dan menghimpun fakta. Alat analisis data yang digunakan adalah alat analisis data kualitatif, beberapa tahapan dalam aktifitas analisis data yang digunakan antara lain reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah Pasar Karetan Radja Pendopo Camp melakukan beberapa hal untuk mendukung promosinya kepada wisatawan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan tahapan ini melalui strategi 3A yang merupakan attraction, amenities, accessibility, serta dengan menggunakan media lini atas (above the line) yang merupakan media cetak (surat kabar), media elektronik (televisi, radio) dan media lini bawah (below the line) yaitu (media sosial khususnya instagram dan facebook). Faktor pendukung nya yaitu dengan menggunakan media sosial yang cukup berperan aktif dapat menyebarkan informasi secara luas dan media massa, Beberapa kerja sama dilakukan mengundang Civitas Akademika mulai dari Dosen, Mahasiswa, Komunitas-Komunitas dan Dinas Kepemudaan Dan Pariwisata Kabupaten Kendal dan segala kegiatan di Pasar Karetan Radja Pendopo Camp. Faktor penghambat minimnya jangkauan internet yang berada di daerah Destinasi Wisata Pasar Karetan Radja Pendopo Camp sehingga menyebabkan keterbatasan dalam media publikasi yang digunakan seperti pengguna media sosial dan web organisasi.

PEMAYUN, A.A. ISTRI SHANTI LAKSEMI

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Ubud adalah sebuah desa adat sekaligus menjadi destinasi wisata yang terdapat di daerah kabupaten Gianyar. Ubud terkenal diantara para wisatawan mancanegara pengaruh pandemi virus Covid-19 ini cukup memberikan dampak buruk utamanya di bidang ekonomi, seperti hal nya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang dengan menurunnya produktifitas dalam memiliki usaha dan menurunya pariwisata yang awalnya menjadi daya Tarik di Ubud. Pandemi Covid-19 ini telah menghancurkan sisi terpenting ekonomi dalam mengatasi permasalahan ini, maka dalam pelaksanaan program Pengabdian Masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan strategi pemasaran. Maka dari itu dapat dilakukan Pelatihan Penggunaan Sistem Marketplce yang memanfaatkan fasilitas Sosial media untuk mampu bersaing dengan UMKM lainnya dimasa pandemi seperti ini. Pelaku UMKM bisa mulai berubah dalam membangkitkan usaha-usahanya dan menyesuaikan diri di era new normal dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT) di dalam bisnisnya. Manfaat dari dilakukannya KKN bagi mahasiswa yaitu memberikan pengalaman belajar maupun melatih agar mahasiswa dapat lebih terampil dalam memecahkan masalah yang ada di luar kampus

Khotibul Umam

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Pengembangan kemampuan dan pemberian motivasi sebagai bentuk peningkatan kinerja karyawan pada destinasi wisata kampoeng djowo sekatul Kendal, skripsi progam strata 1 (S1) dengan peminatan manajemen sumber daya manusia di Sekolah Tinggi Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI).rumah makan kampoeng djowo sekatul selain dikenal dengan berbagai menunya yang komplit dan harganya yang tidak begitu mahal, tempat ini tergolong nyaman untuk makan sambil beristirahat dengan udara yang sejuk dan di kelilingi berbagai bangunan rumah joglo yang ber nuansa jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelatihan dan Pemberian motivasi karyawan pada Desa wisataKampoeng Djowo Sekatu Kendal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi.Teknik penentuan informan yang digunakan oleh penulis adalah purposive sampling.Manager, divisi umum, serta para staff karyawan merupakan informan dalam penelitian ini.Penulis menggunakan teknik triangulasi sebagai teknik untuk menguji keabsahan data. Hasil dari penelitian menujukkan metode yang digunakan terbukti efektif, seperti proses pelatihan calon karyawan yang menggunakan metode pelatihan sambil bekerja, sedangkan dalam proses pengembangan karyawan, metode yang digunakan oleh Desa wisataKampoeng Djowo Sekatul adalah metode rotasi pekerjaan, persiapan untuk pengganti dan juga memakai kembali metode pelatihan (pelatihan sambil bekerja).

Agung Ardiansyah; Djatmiko Waloejono; Sumarwanto

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Indonesia adalah negara yang kaya akan adat istiadat dan budaya. Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki adat istiadat dan budaya. Keberagaman ini yang membuat terdapat banyaknya pariwisata di Indonesia dan membuat banyak wisatawan yang datang ke Indonesia. Pantai di Kecamatan Suradadi memang dikenal dengan pantainya yang bersih dan indah. Potensi lain yang dimiliki oleh kawasan wisata dan wisata kuliner saat ini menjadi sebuah jenis wisata yang sangat banyak dampaknya bagi perkembangan sebuah daerah (Stowe & Johnston, 2010). Salah satu nilai pentingnya adalah menumbuh kembangkan potensi makanan asli daerah yang sepertinya sudah mulai tergeser oleh produk-produk asing ataupun berorentasi makanan asing. Pusat Wisata Kuliner Nusantara di Pantai Suradadi adalah destinasi wisata kuliner yang bertemakan keberagaman kuliner khas nusantara dengan memanfaatkan keindahan view pantai Suradadi. Bangunan ini merupakan wadah bagi para pebisnis kuliner dan penggemar kuliner karena didalamnya terdiri dari beberapa stall guna menjual beragam jenis kuliner khas Indonesia, pengunjung dapat memilih dengan bebas dan menikmati hidangan kuliner sambil menikmati suasana pantai Suradadi. Pernerapan berbagai macam pertimbangan konsep Neo-Vernakular dipilih sebagai bentuk adaptasi dari desain bangunan khas lokal yang ditampilkan dalam bentuk lebih modern. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Lestari, Pebryani; Yusuf, Abdul

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

Pebryani Lestari, 2020. Analysis of Determinants of Interest in Revisiting the Taman Limo Jatiwangi Tourism Destination in Bekasi. Essay. Faculty of Economics and Business, Singaperbangsa Karawang University. This research was conducted using descriptive methods, namely collecting, presenting, analyzing and testing factor analysis, as well as making and suggesting. Samples were collected using random sampling technique with a sample size of 385 respondents and processed using SPSS 20. The results of this study indicate that there are 5 new factors that are formed from 21 indicators which are the influence of the determinants of interest in returning to the tourist destination of Taman Limo Jatiwangi Bekasi, these five factors are named Factor 1 which is named the Visitor Perspective Factor consisting of the Self indicator Fullfilment, Financial Security, Leisure Time, Relaxation, Amenities and Variety. Factor 2 is named the Expectation and Desire Factor consisting of indicators of Prestige, Romance, Wish Fullfilment and Local Activities. Factor 3 is named as the Destination Factor consisting of indicators of Fun Vacation Trip, Escape, Play, Strengthening Family Bonds, Educational Opportunity and Knowledge Driven. Factor 4 is named Implication Factor consisting of indicators of Business Travel and Government Business Travel. Factor 5 is given the name Factor consisting of indicators for Visiting Friends / Relatives and Sightseeing. Keywords:  Determinants, Revisit Intention

Nina Mistriani; Ovia Widayanti Pratamaningtyas

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Grand Maerakaca atau sering disebut Puri Maerakaca merupakan salah satu bagian dari Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan Jawa Tengah (PRPP). Daya tarik wisata tersebut cukup menarik dan potensial di Kota Semarang, seperti spot mangrove viral sebagai tempat instagramable saat liburan. Puri Maerakaca adalah satu-satunya tempat wisata budaya dan edukasi yang menampilkan miniatur kota dan kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Meskipun demikian perlu adanya strategi pengembangan yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan daya tarik wisata yang tepat untuk pengembangan daya tarik wisata Maerakaca. Penelitian ini pendekatan melalui strategi aspek penawaran dan permintaan pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui wawancara yang terdiri dari wisatawan, ahli pariwisata, serta dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan daya tarik wisata melalui aspek penawaran pariwisata meliputi aspek daya Tarik, trasportasi, fasilitas, dan kelembagaan, sedangkan aspek permintaan pariwisata meliputi harga, pendapatan, sosial budaya, sosial politik, intensitas keluarga, harga barang substitusi, harga barang komplementer. Kedua aspek tersebut saling berkaitan dan berdampak pada kemampuan destinasi untuk mampu menarik wisatawan berkunjung.