This research is to discuss the leadership strategy of the head of the community learning activity center in developing life skills for the inner children in Bajubang District, Batang Hari Regency, as for the problems that can be encountered in this study are: how the leadership of the head of the community learning activity center in developing life skills for the inner tribe, how the strategy of the head of the community learning activity center in developing life skills These and what are the supporting and inhibiting factors in developing life skills for the Orang Rimba tribe? This research uses a qualitative approach by taking data derived from primary and secondary data through observation, interviews and documentation. Which is then analyzed using the usual stages so as to get the correct results efficiently. The results of this study are to answer the formulation of the problem that has been raised, with the hope that the results of this study can provide an explanation of the stages and strategies of a leader in developing life skills even in formal and non-formal education.
Penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular (CVD), obesitas, dan diabetes tipe 2 (T2D) meningkat secara dramatis di kalangan orang dewasa muda. Asupan kalori yang meningkat sebagian besar berkontribusi terhadap peningkatan tingkat obesitas di antara populasi umum, yang juga berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan tingkat diabetes. Massa jaringan adiposa yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan peradangan dan resistensi insulin pada penelitian sebelumnya, yang pada akhirnya dapat menyebabkan T2D dan CVD. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di kalangan mahasiswa di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga pada tanggal 23 Agustus 2022. Hasil Peserta pengabdian masyarakat ini berusia antara 18 hingga 22 tahun. Sejumlah mahasiswa dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kardiometabolik seperti seperti peningkatan tekanan darah, kelebihan berat badan, dan peningkatan kadar gula darah kapiler. Pemeriksaan kesehatan secara dini pada dewasa muda serta promosi kesehatan sangat dianjurkan.
Remaja akan mengalami pubertas dan perkembangan kepribadian dimana akan lebih bersifat mandiri, dapat memahami masalah yang dialami serta dapat terlibat didalam suatu kegiatan. Remaja di Kampung Mergangsan Lor Kelurahan Wirogunan, Yogyakarta berjumlah 33 remaja. Aktivitas yang dilakukan oleh remaja ini adalah bermain, mengaji dan belajar bersama. Kegiatan lain adalah mengikuti kegiatan posbindu remaja yang telah diadakan walau masih belum rutin. Kegiatan posbindu remaja biasanya diisi dengan pemberian informasi dan materi menarik untuk meningkatkan baik pertumbuhan dan perkembangan remaja. Remaja merupakan kelompok yang unik dengan kebutuhan yang khas, yaitu kebutuhan untuk mengenal identitas/ jati dirinya. Metode yang diterapkan yaitu pre-test, edukasi, dan post-test. Pengabdian dilakukan pada remaja sebanyak 33 orang. Hasil post-test pengetahuan menunjukkan 90,9% remaja memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sangat baik dan 9,1% dalam kategori baik. Perlunya pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi pada remaja untuk meningkatkan perilaku dan level dari kesehatan remaja itu sendiri, karena remaja merupakan generasi penerus bangsa.
Transformasi digital tidak hanya sekedar perkembangan teknologi informasi namun juga mengenai bisnis, orang dan teknologi yang dipandu oleh strategi bisnis yang luas. Dalam suatu organisasi ataupun lingkungann masyarakat pasti memiliki permasalahan dalam hal memaksimalkan tranformasi digital yang dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia yang ada pada masyarakat khususnya didesa Cibodas. Pemanfaatan media social diera tranformasi pada Desa Cibodas masih belum maksimal, maka dilakukan sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan edukasi arahan dalam memanfaatkan media social di era Transformasi digital saat ini. Dengan memanfaat teknologi informasi seperti media social ini dapat membantu dalam menyalurkan kembali informasi dan mencegah perilaku menyimpang yang didapat dari pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini. Maka dengan diadakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat membantu masyarakat desa Cibodas untuk dapat meningkatkan produktivitas efisiensi dalam penggunaan media social kedepannya. Sehingga dapat membantu memaksimlakan kegiatan di Desa Cibodas Kecamatan Cikajang dengan efekti dan efisien.
Kata ‘menyimak’ dalam bahasa Indonesia memiliki kemiripan makna dengan ‘mendengar’ atau ‘mendengarkan’. Oleh karena itu, kedua kata tersebut sering menimbulkan kerancuan pemahaman. Menyimak mempunyai arti menangkap suatu bunyi dengan telinga. Namun, mendengarkan dilakukan secara kebetulan dan tidak direncanakan. Menyimak berarti memperhatikan baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang. Akan tetapi, mendengarkan merupakan menangkap bunyi dengan sungguh-sungguh. Contohnya pada anak sekolah yang lagi belajar dan anak yang sedang membangunkan temannya karena ada gempa. Menyimak merupakan kegiatan keterampilan berbahasa mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasikan, dan mereaksi bunyi bahasa atas makna yang terkandung di dalamnya. Dengan pengertian lain menyimak berarti kemampuan memahami pesan yang disampaikan melalui bahasa lisan. Berbicara dan menyimak sangatlah berhubungan, terutama dalam proses komunikasi, saling tukar informasi, saling bergantian peran, dan saling memahami apa yang dikatakan oleh lawannya. Oleh karena itu menyimak dapat dikatakan sebagai kegiatan berbagasa reseptif dalam suatu kegiatan bercakap-cakap dengan medium audio atau visual. Misalnya pada saat khutbah jumat dan mendengarkan pengumuman di stasiun atau bandar udara. Kegiatan menyimak dilakukan oleh seseorang dengan bunyi bahasa sebagai sasarannya, sedangkan mendengarkan sasarannya dapat berupa bunyi apa saja. Selain itu menyimak dilakukan dengan sengaja, terencana dan ada usaha untuk memahami atau menikmati apa yang disimak dan ada tanggapan setelahnya, sedangkan mendengarkan dilakukan dengan bisa sengaja dan tidak serta tidak ada usaha untuk memahami apa yang didengar.
Pogram literasi yang dilaksanakan oleh sekolah mampu untuk meningkatkan minat literasi belajar siswa. Terutama di Kelas IV SDN 020 Pekanbaru, Riau. Sekolah menetapkan program – program literasi yang harus dilaksanakan oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan meningkatnya minat belajar siswa dari dilaksanakannya program – program yang telah ditetapkan oleh sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan Guru Wali Kelas IV. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitan menunjukkan program yang sudah dilaksanakan mampu meningkatkan minat literasi siswa karena guru wali kelas menggunakan cara – cara yang unik dan sederhana. Upaya untuk mengoptimalisasikan program literasi ini melibatkan orang tua untuk menyokong dan memfasilitasi program literasi ini. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang meningkatkan literasi siswa melalui program yang ditetapkan oleh sekolah dan menjadikan evaluasi bagi sekolah untuk memaksimalkan kekurangan yang terjadi pada program tersebut
Actualizing effective spiritual education for children is a very, very important thing. To achieve this, collaboration between parents and PAK teachers is needed. Children are the next generation. For this reason, every child must receive proper and correct spiritual education. This is so that children's lives can be educated in the truth of God's word and can live according to His commands written in the Bible. However, without the collaboration of parents and PAK teachers, it is certain that the child's spiritual education will not be realized satisfactorily. For this reason, what is needed is for the two educators to collaborate well in realizing effective spiritual education for children. This article uses a qualitative method with a literature research approach. The efforts made aim to contribute ideas to the weakening collaboration of parents and PAK teachers in meeting the spiritual needs of children. The final conclusion in this study is that the collaboration of parents and PAK teachers is needed in realizing effective spiritual education for children.
Pengangkutan didefinisikan sebagai perpindahan tempat, baik mengenai benda-benda maupun orang, karena perpindahan itu mutlak dibutuhkan dalam rangka mencapai dan meninggikan manfaat serta efisiensi. Dalam proses kegiatan pengangkutan, hal-hal yang harus diperhatikan ialah mengenai perlindungan terhadap konsumen sebagai orang yang menggunakan atau mengonsumsi barang dan jasa yang di sedikan pihak pengangkutan. Perlindungan terhadap konsumen ini sudah diatur oleh negara dalam bentuk undang-undang yang lebih dikenal dengan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Undang-undang ini berisikan mengenai seluruh upaya yang harus dilakukan sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap konsumen, Undang- undang ini menjadi patokan dasar terhadap pemenuhan Hak- hak konsumen guna menciptakan rasa aman dan kenyamanan pada konsumen. Maxim sendiri merupakan salah satu penyedia jasa pengangkutan yang wajib memenuhi hak-hak konsumen sebagai pengguna jasa pengangkuta. Namun berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa masih terdapat kekurangan dari pihak Maxim dalam memenuhi hak-hak konsumen.
Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian hukum normatif (normative law research) menggunakan studi kasus normatif berupa produk perilaku hukum, misalnya mengkaji undang-undang. Pokok kajiannya adalah hukum yang dikonsepkan sebagai norma atau kaidah yang berlaku dalam masyarakat dan menjadi acuan perilaku setiap orang.
Perlindungan hukum untuk konsumen pengguna transportasi online kendaraan roda dua berdasarkan ketentuan UUPK dalam pemenuhan hak asasi bagi konsumen selaku pengguna jasa transportasi online roda dua menjadi kewajiban penuh bagi pelaku usaha selaku penyedia jasa transportasi online untuk memberikan perlindungan dalam segi keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi konsumen dalam menggunakan layanan jasa tranportasi online yang disediakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.
The Lord Jesus taught His disciples during the sermon on the Mount, it was his teaching about being someone who would care about what they were struggling with at that time, based on the Gospel of Matthew 5-7. In Bible dictionaries, almsgiving is a source of material support for the poor and destitute whom almost no one knows. When giving alms, don't know what your left hand is doing with your right hand, because giving alms is everyone's duty. So, giving alms means doing justice, because alms is not a voluntary gift from the rich to the poor, but a religious obligation.
Kegiatan pembelajaran yang dilakukan menggerakkan pertisipasi orang tua dalam proses kegiatan pembelajaran siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kontribusi orang tua dalam pendampingan belajar siswa sekolah dasar. Macam-macam kegiatan yang dilakukan adalah kuantitatif dengan responden 150 orang tua kelas 1 sampai kelas 6 SD. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengisian angket dan melalui google from. Data yang diperoleh kemudian dicek dan di analisis bagaimana peran orang tua dalam mendampingi siswa selama pembelajaran dirumah ataupun disekolah. Kemudian, kendala yang dihadapi orang tua dalam mendampingi belajar siswa adalah waktu dan biaya serta pemahaman materi oleh orang tua.
Penelitian ini mengkaji Analisis Dampak Negatif Kecanduan Game Online Terhadap Minat Belajar Siswa Di SD, Yang bertujuan untuk mengetahui Dampak Negatif Kecanduan Game Online Terhadap Minat Belajar Siswa Di SD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner G-form yang di share ke orang tua siswa dan guru sekolah dasar. Validitas data ditentukan dengan triangulasi awal, karena hasil yang diperoleh dipergunakan untuk menjelaskan hasil yang terdapat pada penelitian. Teknik analisis data terdiri dari penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, kami dapat menyimpulkan bahwa bahwa adiksi siswa terhadap game online dipengaruhi oleh orang tua, lingkungan, masyarakat, serta internet yang dapat mempengaruhi minat belajar siswa.
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh komunikasi organisasi terhadap kinerja di kantor Desa Mulyasari. komunikasi organisasi adalah kegiatan saling bertukar pesan dalam satu jaringan hubungan untuk mengatasi masalah-masalah dalam organisasi yang tidak pasti atau yang selalu berubah-ubah dan melibatkan pesan, orang-orang juga dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dengan hasil kerja dan perilaku kerja yang telah dicapai dalam menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab berdasarkan persyaratan yang disebut dengan standar kerja dalam suatu priode tertentu. Staf kantor Desa Mulyasari merupakan objek dari penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan metode kuantitatif asosiatif, dan untuk metode pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan juga studi lapangan dengan cara observasi dan penyebaran kuesioner. Jumlah populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang yaitu staf kantor desa Mulyasari itu sendiri dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Skala dalam kuesioner menggunakan skala likert, dan untuk kelayakan data pada penelitian ini diuji menggunakan validitas dan realibilitas.
Setiap perusahaan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja karyawannya, dengan harapan tujuan perusahaan akan tercapai. Untuk mencapainya membutuhkan sumber daya yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rekrutmen, Seleksi dan Penempatan Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan pada PT.Yangtze Optical Fibre Indonesia. Sampel dari penelitian ini berjumlah 37 orang. Metode yang digunkaan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Dengan bantuan aplikasi SPSS 20 dan tehnik analisis dengan menggunakan uji validitas,uji realibilitas, uji asumsi klasik di mana terdiri dari uji normalitas data, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas dan regresi linaer berganda, uji hipotesa yang terdiri dari uji t dan uji f. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rekrutmen dan seleksi berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan pada PT.Yangtze Optical Fibre Indonesia sedangkan penempatan tidak berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan. Pimpinan PT.Yangtze Optical Fibre Indonesia haruslah lebih memperhatikan perekrutan dan seleksi bahkan penempatan karyawan, agar kinerja karyawan semakin meningkat.
Penelitian ini dilakukan karena strategi pemasaran yang perlu dikembangkan dalam perusahaan yang akan membuat nasabah semakin percaya dengan PT BPR NBP 32 Karawang, tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan minat nasabah dalam menentukan jenis produk tabungan.penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang di lakukan oleh penulis saat sesudah menjalani kerja praktik , lokus penelitian ini di beberapa pasar yang penulis kunjungi bertemu dengan nasabah BPR NBP 32 Karawang,informan dari penelitian ini adalah 4 nasabah laki-laki yang berada di pasar rengasdengklok , dan 3 nasabah perempuan yang berada di pasar karawang (Tuparev), 3 orang perempuan yang berada di pasar Johar. Data dikumpulkan melalui wawancara dan survey lapangan. penulis mengamati bahwa yang mempengaruhi nasabah dalam mengambil keputusan jenis tabungan yaitu salah satunya adalah suku bunga jenis tabungan tersebut. Selain itu kepercayaan nasabah kepada perusahaan salah satu kunci nasabah untuk menyimpan uang nya dikarena kan legalitas perusahaan yang sudah di awasi OJK sehingga nasabah merasa aman dalam menabung.Oleh karena itu nasabah menyimpan uang untuk dipergunakan sebagai modal usaha tanpa harus melakukan proses yang rumit saat pencairan. selain tabungan takesra ada pula tabungan pundi yang mana dipilih oleh nasabah sebagai tabungan berhadiah. Karena tabungan pundi ini memiliki undian mobil dan motor disetiap per enam bulan sekali. Sudah banyak sekali nasabah BPR karawang yang memenangkan undian tersebut. Oleh karena itu nasabah percaya dan tertarik untuk memilih tabungan pundi.
Legal counseling can be done through community empowerment which is one of the efforts made by lecturers at the Faculty of Law, Gorontalo State University in understanding legal knowledge to the community, including about, parents' civil responsibility for post-divorce in Kaaruyaan Village, Mananggu District, Boleoa Regency. Legal prohibition for violations of non-fulfillment of children's rights after divorce often occurs in a number of areas including in some villages where this is caused by ignorance of the community in general and parents are concerned about what are the rights and obligations of parents to children after divorce where the case is mostly dominated by fathers as insurers who have not fulfilled their obligations as fathers, Especially when the father re-married another woman. So the impact of empowering this legal counseling is the independence and understanding of the community in overcoming their legal problems through community initiatives and creativity and village officials assisted by lecturers in the environment of the Faculty of Law, Gorontalo State University. Of course, it requires people who are willing and able and have the knowledge, skills and attitudes to get out of their problems. This paper uses the quality descriptive method, in this case the descriptive analysis will discuss the condition of partners regarding understanding of the law. While quantitative analysis is carried out to calculate the feasibility of legal settlements carried out by partners. The result of this discussion is that with the growing understanding of law, the pillars of justice and expediency must be accompanied by efforts to foster and develop to legal counseling so that it becomes a law-conscious, independent and sustainable society.
The first education children get comes from their closest environment, namely the family environment, especially parents. Parental education is considered to have an influence on student learning achievement. The purpose of this study was to determine whether the level of parental education has an influence on student learning achievement at SD Islam AL Falah Bukittinggi. The method used in this research is quantitative method with simple linear regression statistical technique, with a significance level value of 5% or 0.05%. This research data was obtained by distributing questionnaires to parents to see the level of parental education and giving knowledge tests to students to measure the level of student achievement. The sample of this study were 23 students of class II of Al Falah Islamic Elementary School Bukittinggi. The results showed that grade II students of SD Islam AL Falah Bukittinggi who have high learning achievement do not always come from children who have parents with high educational backgrounds.
Internet adalah suatu akses yang sangat diminati oleh orang-orang di seluruh dunia. Di dalam kehidupan sehari-hari, internet digunakan oleh manusia, salah satunya adalah jual-beli. Namun demikian, permasalah yang muncul dari jual beli online sangat beragam, mulai dari keamanan data diri hingga respon penjual yang kurang peka terhadap keluhan yang disampaikan pembeli. Berkaitan dengan masalah yang ada, tentunya pelaku usaha harus responsive, karena respon atau tanggung jawab pelaku usaha terhadap keluhan konsumen memiliki dampak besar bagi toko online atau online shop itu sendiri.
Perkembangan hukum bisnis saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Selain itu, perkembangan teknologi juga kemajuan dan hukum harus mengikuti perkembangan zaman. Di Indonesia mulai berkembang istilah-istilah suatu perbuatan yang disebut transaksi jual-beli secara online. Mungkin itu akan terjadi menimbulkan masalah hukum. Di era yang sudah modern ini, banyak konsumen yang lebih memilih untuk berbelanja dan melakukan transaksi jual-beli melalui internet agar lebih memudahkan, salah satunya melalui situs Belanja Shopee. Meskipun, pemerintah dan pihak shopee selaku pelaku usaha telah memberikan jaminan mengenai hak konsumen dalam Undang-Undang, faktanya konsumen yang haknya sering dikesampingkan oleh pelaku usaha masih banyak sehingga membuat konsumen merasa dirinya dirugikan pada saat bertransaksi di situs Shopee.Perlindungan hukum terhadap konsumen dalam transaksi jual-beli online, diperlukan untuk mendapatkan penegasan tanggung jawab sehubungan dengan praktik jual-beli online serta masalah wanprestasi yang disebabkan oleh pelaku usaha. Sejauh mana peran marketplace dan pelaku usaha ikut bertanggung jawab atas kerugian wanprestasi yang diderita konsumen. Shopee merupakan salah satu perusahaan yang mengubah proses bisnisnya melalui e-commerce, yang berfokus Pada bidang jual-beli online. Sehubungan dengan undang-undang perlindungan konsumen di Indonesia, telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1998 Tentang Perlindungan Konsumen. Transaksi e-commerce memberikan kemudahan bagi konsumen dalam beraktifitas penjualan atau pembelian barang dan berdasarkan kebutuhan pelanggan pada saat itu
Spiritual education is an important aspect of a child's holistic development, which involves understanding religious values, beliefs, and practices. Parents play a crucial role in shaping and facilitating the spiritual education of their children. This abstract discusses the important role of parents in supporting and promoting children's spiritual education, as well as the implications for children's development. This study was conducted through a literature review and analysis of previous research. The results showed that parents act as role models and role models for their children. They can provide spiritual education by teaching moral values, involving children in religious activities, and providing an understanding of family religious beliefs and practices. In addition, open and deep communication between parents and children also plays an important role in spiritual education. Discussions about beliefs, values, and spiritual questions can help children understand and internalize spiritual principles. The role of parents in children's spiritual education has a significant impact on children's development. Children who get good spiritual education tend to have a better understanding of moral values, a sense of empathy, and a sense of connectedness with others. They also have a higher tendency to develop a positive attitude towards life, are able to overcome challenges, and have better psychological well-being.
Transparansi adalah prinsip yang menjamin akses atau kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi. Pendistribusian berarti penyaluran atau pembagian kepada beberapa orang atau beberapa tempat. Kepercayaan sebagai penilaian hubungan seseorang dengan orang lain yang akan melakukan transaksi tertentu sesuai dengan harapan dalam sebuah lingkungan. Rumusan masalahnya adalah 1) Apakah ada pengaruh transparansi manajemen terhadap kepercayaan masyarakat membayar zakat di BAZNAS Kota Denpasar, 2) Apakah ada pengaruh pelaporan pendistribusian zakat terhadap kepercayaan masyarakat membayar zakat di BAZNAS Kota Denpasar, 3) Apakah ada pengaruh secara simultan antara transparansi manajemen dan pelaporan pendistribusian zakat terhadap kepercayaan masyarakat membayar zakat di BAZNAS Kota Denpasar.Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui pengaruh transparansi manajemen terhadap kepercayaan masyarakat membayar zakat di BAZNAS Kota Denpasar, 2) Untuk mengetahui pengaruh pelaporan pendistribusian zakat terhadap kepercayaan masyarakat membayar zakat di BAZNAS Kota Denpasar, 3) Untuk mengetahui pengaruh secara simultan antara transparansi manajemen dan pelaporan pendistribusian zakat terhadap kepercayaan masyarakat membayar zakat di BAZNAS Kota Denpasar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket/kuisioner dan observasi. Tehnik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif analisis, uji regresi berganda, uji persial, uji simultan dan uji determinan dengan menggunakan SPSS for windows 8 versi 23. Dari hasil data menggunakan SPSS ditemukan hasil penelitian bahwa uji regresi linier berganda 1,027, 0,056 adalah 0,293, dari hasil uji koefisien determinasi R2 sebesar 0,758 Atau 0,752 besarnya nilai koefisien determinasi tersebut menunjukkan bahwa variabel independen yang terdiri dari transparansi manajemen dan pelaporan pendistribusian mampu menjelaskan variabel dependen yaitu kepercayaan masyarakat.
STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH
PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO
DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR
Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id
ABSTRAK
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
ABSTRACT
In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.
PENDAHULUAN
Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ
(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah [2]:83
Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab.
Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan.
Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan.
Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991).
Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan. Pendekatan bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata).
Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002)
Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif.
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini.
Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam.
Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal.
Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia.
Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat.
Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023.
Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis.
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada.
Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung.
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)?
Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara.
Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain.
Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo.
Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri, serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur
Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri.
Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar.
Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini.
Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.
Sumber : foto dari panitia
Sumber: foto dari panitia
Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023)
Metode Dakwah Bil Hal
Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah".
Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016).
Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya.
Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan.
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.
Kesimpulan
Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah.
Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.
Daftar Pustaka
Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.
Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).
Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.
A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5
Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).
Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.
Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).
Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.
Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press
Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.
Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5 No 2
Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.