Background One of the health problems that still exist in Indonesia is the death of children under five years of age (toddlers). malnutrition status is still be the big cause. The condition of providing nutrition to children in Indonesia is very bad compared to the nutrition of children in the world. Therefore, this is a very important to children get good and balanced nutritional intake to support the child's growth in the future and permanently and at high risk, namely stunting. The purpose of this community service is to provide counseling on nutrition fulfillment in preventing stunting in toddlers. The method of implementing community service is directly using counseling methods, and physical examination of toddlers at posyandu in Rawang Itek Village, Panton Labu District, North Aceh Regency. The results of counseling and physical examinations at the posyandu indicated that the nutrition of toddlers in Rawang Itek village was in a good category, only mothers who had toddlers were still not doing frequent and routine health checks up for toddlers by bringing their children to the posyandu. Conclusion of community service it can be concluded that the role of the mother is very important in the development of toddlers. Toddlers must be routinely brought to the posyandu and carry out physical examinations and checks for nutritional status.
Background : Stunting is a problem because it can cause morbidity, death, slow down the process of motor development and hinder the mental growth process of sufferers. Stunting not only interferes with physical growth but also in other growth such as mental, cognitive and intellectual children. The purpose of this community service is to conduct socialization and counseling in an effort to prevent stunting in the Betungan Health Center work area, Bengkulu City. The implementation method is by counseling about stunting in children. This Community Service activity was carried out at the Betungan Bengkulu Health Center. The time for implementation is in November 2022. The participants in this community service activity are mothers who have toddlers at the Bentungan Health Center in Bengkulu City with a total of 20 people. Activities are carried out in stages (1) providing an explanation of the material to be provided and the purpose of the activity; (2) provide knowledge about child stunting and its prevention. The results of this activity show that there is an increase in public understanding of what stunting is, the causes of stunting, the dangers of stunting for the short and long term as well as growing awareness in overcoming the effects of stunting so as to minimize the occurrence of stunting in children.
Keywords: Children, Stunting, Health Education
The prevalence of stunting in the world is still relatively high, including in Indonesia and the Thousand Islands where the prevalence of stunting under five in the Thousand Islands Region is 27.1%. The purpose of this study was to determine the effect of a history of exclusive breastfeeding, sanitation and parenting styles on stunting in toddlers at the Puskesmas in the Panggang Island Sub-District, Seribu Islands in 2023. The type of research used in this study was to use a quantitative analytical descriptive method. The research design used was a cross-sectional or cross-sectional study. This research was conducted in the Thousand Islands Region in 2023. The time of the research was January – February 2023. This research was focused on parents who had toddlers in the Working Area of the Panggang Island Village District Health Center in Thousand Islands in 2023 as many as 559 people. The required sample is 85 respondents. The sampling technique for respondents used a simple random sampling technique. The research instrument used to collect data is by using a questionnaire or questionnaire and collecting data by observation. Based on the results of the study, the effect of history of exclusive breastfeeding (P value = 0.001), sanitation (P value = 0.000) and parenting style (P value = 0.000) on stunting. The conclusion is that there is an effect of a history of exclusive breastfeeding, sanitation and parenting styles on stunting in toddlers in the Working Area of the Panggang Island Village Health Center Seribu Islands in 2023.
Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu masalah kekurangan gizi yang masih cukup tinggi di Indonesia terutama masalah pendek (stunting) dan kurus (wasting) pada balita serta masalah anemia dan kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil. Gununglurah adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Pemerintah menetapkan 1.000 desa prioritas intervensi stunting yang berada di 100 kabupaten/kota dan 34 provinsi.Desa Gununglurah termasuk dalam 1.000 desa prioritas intervensi stunting di Indonesia. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta resiko stanting dan penyakit degenerative kepada masyarakat. Dari hasil dari pengabdian masyarakat yang telah dilakukan diharapkan dapat digunakan untuk menyusun luaran publis media. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan diskusi.
Garina•2023•Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang
Balinese cotton knitting yarn is the main material in making knitting applications on ready to wear. The author applies knitting applications including techniques, materials, color harmony, and design. The goal is to find out how to apply the knitting technique using balinese cotton knitting yarn on ready to wear. The research method used is R&D which contains potential problems, data collection, product design, design validation, design revision, product trial, product revision, usage trial, and product revision, and descriptive data analysis. The manufacturing stages start from the design, tools and materials, tailoring, to the finishing process. The application of knitting on this ready to wear uses a hand sewing technique that is done before the sewing process, in order to get a neat result. The author also pays attention in the selection of the color of the base material that matches the knitting thread. The application of knitting applications must consider the texture of the yarn with the base material to be used, so that when applied in ready to wear it looks neat and does not seem heavy.
Jumlah sampah meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi. Kota Tarakan yang berada di Provinsi Kalimantan Utara hingga saat ini juga dihadapkan pada persoalan sampah dan upaya yang sudah dilakukan adalah menggalakkan program sampah semesta (Semua Mesti Terlibat) dengan melibatkan masyarakat melalui program 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pengabdian ini bertujuan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik bernilai jual. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan dan praktik lapangan, masyarakat diajak untuk memisahkan sampah organik dari sampah lainnya dan melakukan pengolahan dengan cara mengumpulkan, memisahkan dan mengolah sisa-sisa sampah tersebut menjadi kompos. Dilanjut dengan tanya jawab dan diakhiri dengan umpan balik menggunakan form untuk mengetahui tingkat penyerapan materi oleh masyarakat. Diharapkan melalui pengabdian masyarakat ini dapat terbentuk kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kualitas lingkungan di sekitarnya.
Dalam suatu target yang telah ditentukan, perlu ditetapkan penilaian sebagai bentuk perhatian terhadap kinerja para karyawan karena di saat yang bersamaan karyawan memerlukan penilaian tersebut sebagai umpan baliknya. Kinerja karyawan bisa dicapai oleh kelompok atau individu dalam suatu perusahaan secara kualitatif atau kuantitatif. Karena adanya bukti yang menunjukan bahwa penggunaan website sistem informasi pengelolaan dokumen (SIPMEN) juga memiliki peranan yang signifikan dalam kinerja karyawan dengan mengelola seluruh data pegawai dan melakukan evaluasi penilaian terhadap capaian kinerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang yang tersistem dan sangat efektif untuk mendata kinerja pegawai di BPS Karawang agar tidak banyak menghabiskan waktu dalam memproses Capaian Kinerja Pegawai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada Kantor Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang, di Jl. Cakradireja No.36, Nagasari, Kec. Karawang Barat, Karawang, Jawa Barat. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer melalui wawancara dengan para informan yang telah ditentukan sebelumnya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif. Pembahasan penilaian kinerja pada hasil kerja dan kehadiran memiliki cakupan mencapai 90% (cukup) karena adanya beberapa kendala yang dihadapi, jika melihat indikator lainnya, memiliki tingkat kinerja mencapai 100% (Baik). Hal ini disebabkan oleh ketersediaan dan kelengkapan yang telah memudahkan pelaksanaan prosesnya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penulis mendapatkan pengetahuan serta wawasan baru mengenai penilaian kinerja pada karyawan Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang. Penulis juga dapat mengetahui proses penilaian kinerja hingga melakukan evaluasi kinerja kerja baik secara internal maupun dengan eksternal. Terdapat beberapa saran seperti mempercepat evaluasi pada kendala.
Malnutrition has always been a global problem and is the main cause of child mortality in developing countries. Nutritional status is a measure of success in meeting the nutritional needs of toddlers which can be seen from the achievement of toddler's weight. The short-term effects of malnutrition on toddlers are physical growth disorders in children, metabolic disorders, brain development disorders, and intelligence disorders. In the long term, malnutrition will cause a decrease in learning outcomes and cognitive abilities, decreased immunity, the risk of developing diabetes, heart and blood vessel disease, obesity, stroke, cancer, and disability in old age. To find out about the growth and development of early childhood, especially in relation to the development of early childhood nutritional values, regular measurements of the height and weight of toddlers from an early age are carried out through Posyandu activities. Toddler height and weight data will be grouped according to the nutritional characteristics of each toddler. In this study, infants will be clustered based on their nutritional characteristics using the K-Means algorithm clustering method. Based on the evaluation results, the number of clusters 3 is more optimal than the number of clusters 5 in the toddler dataset used in the study. It is hoped that the research results obtained can serve as a basis or recommendation material for posyandu throughout Indonesia to determine the nutritional status of the under-five age group, so that the handling is more appropriate and can help prevent malnutrition in under-fives.
The provision of nutrition education and healthy food for pregnant women and toddlers is crucial in promoting maternal and child health. This project aims to implement a nutrition education program at the Kemuning 2 Keturen Integrated Health Post (Posyandu) to improve the nutritional knowledge and practices of pregnant women and caregivers of toddlers.
The project will involve a series of educational sessions conducted by healthcare professionals and trained volunteers. The sessions will cover topics such as the importance of balanced nutrition during pregnancy, appropriate complementary feeding for infants and young children, and the selection of nutritious foods. Visual aids, interactive discussions, and practical demonstrations will be used to enhance the learning experience.
Additionally, a nutritious food distribution program will be implemented to provide pregnant women and caregivers of toddlers with access to healthy and affordable food options. Local partnerships will be established with farmers, suppliers, and community organizations to ensure the availability of fresh and nutritious ingredients.
The project's success will be evaluated by assessing the participants' knowledge and practices related to maternal and child nutrition before and after the intervention. Feedback from participants and healthcare providers will also be gathered to assess the program's effectiveness and identify areas for improvement.
By providing nutrition education and access to healthy food, this project aims to empower pregnant women and caregivers of toddlers in making informed choices regarding their own and their children's nutrition. Ultimately, it is expected to contribute to improved maternal and child health outcomes in the Kemuning 2 Keturen community.
Current technological developments are closely related to the millennial generation learning system and from elementary schools to tertiary institutions. This phenomenon is closely related to the use of learning software based on information and communication technology. Technology development with the Quizizz application is the right choice because Quizizz makes learning fun, challenging and interactive and adds to the knowledge, education and creativity of participating educators. A paradigm shift where learning develops with the application of technology that continues to grow rapidly, so it is not outdated and boring. This learning requires active learning, interactive communication and participation between students and teachers. Learning activities must also be created to achieve learning objectives.
STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH
PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO
DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR
Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id
ABSTRAK
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
ABSTRACT
In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.
PENDAHULUAN
Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ
(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah [2]:83
Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab.
Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan.
Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan.
Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991).
Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan. Pendekatan bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata).
Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002)
Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif.
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini.
Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam.
Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal.
Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia.
Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat.
Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023.
Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis.
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada.
Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung.
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)?
Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara.
Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain.
Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo.
Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri, serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur
Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri.
Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar.
Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini.
Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.
Sumber : foto dari panitia
Sumber: foto dari panitia
Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023)
Metode Dakwah Bil Hal
Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah".
Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016).
Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya.
Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan.
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.
Kesimpulan
Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah.
Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.
Daftar Pustaka
Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.
Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).
Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.
A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5
Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).
Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.
Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).
Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.
Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press
Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.
Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5 No 2
Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.
PAK ABASS yaitu program Pembiasaan Akademik Keagamaan: Asmaul Husna, Berdoa, Al-Qur’an, Sholat Berjamaah dan Sholawatan”. Pembiasaan diri di bidang keagamaan ini merupakan salah satu bentuk usaha mendidik siswa melalui proses pengulangan tentang ilmu keagamaan yang terus menerus agar diperoleh kebiasaan berupa karakter beragama yang diharapkan. Syarbini (2014) menyampaikan bahwa pembiasaan yang dilakukan sedak dini/sejak kecil akan membawa kegemaran dan kebiasaan tersebut menjadi semacam adat kebiasaan sehingga menjadi bagian tidak terpisahkan dari kepribadiannya. Penelitian ini merupakan penelitian terapan (applied research), yaitu penelitian aplikasi untuk memecahkan permasalahan- permasalahan tertentu sebagai best practice untuk Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) di MTs. Insan Mulia Badung-Bali. Metode yang digunakan adalah metode evaluasi (evaluation methode) yaitu metodhe yang diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan atau alternatif tindakan. Hasil penelitian menunjukan, bahwa: 1. rancang bangun program PAK ABASS Program pembiasaan akademik keagamaan di MTs. Bina Ihsan Mulia, Badung tercantum di dalam Rencana Kerja Tahunan Madrasa (RKT) pada setiap tahunnya berdasarkan kalender akademik tahun Pelajaran; 2. Tingkat keberhasilan program PAK ABASS secara menyeluruh dapat diidentifikasi dari arah pilihan selalu memperoleh skor rata-rata 43,89%. Sedangkan kategori sering memperoleh skor rata-rata persentase adalah 33,80%, arah pilihan kategori jarang memperoleh rata-rata skor 21,56%. Sisanya 0,65% sebagai arah pilihan tidak pernah. Konversi persentase maka diperoleh skor rata-rata 77,69% dengan kategori keberhasilan tinggi; 3. Karakter Islami dalam membentuk akhlakul karimah baik di rumah maupun di madrasah melalui program ini, dimana pilihan selalu memperoleh skor 48,21%. Sedangkan rata-rata skor pilihan sering yaitu 39,48%; rata-rata skor pilihan jarang adalah 12,16%; dan arah pilihan tidak pernah adalah 0%. Konversi skor persentase tingkat keberhasilan adalah sangat tinggi dimana perolehan skor rata-rata keduanya mencapai total 87,68%, sedangkan sisanya adalah 12,32% belum menunjukan karakter Islami berakhlakul karimah yang diharapkan; 4. Dampak (impact) berupa karakter Islami berakhlakul karimah yang dapat diambil melalui program PAK ABASS ketika siswa/i berada pada proses akademik full day school di MTs. Bina Ihsan Mulia, Badung adalah: a. siswa mudah diatur; b. minimnya tingkat pelanggaran siswa; c. ta’dzimnya pada guru yang tinggi; d. tingkat kejujuran siswa yang tinggi; e. berprestasi tinggi.
This study aims to what extent the role of the new organizational culture that was implemented could increase work motivation and employee performance after the merger that occurred at Bank Syariah Indonesia Renon Denpasar Bali branch office. This study found that organizational culture has a relationship with an increase or decrease in work motivation and employee performance. it can be seen that at the time of the merger there was a decrease in the target achieved, but after the socialization process began there was an increase in the target achieved. This study uses descriptive qualitative research, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis uses the Miles and Huberman models, with data analysis techniques using data reduction, data display, and verification. The results of the study show that the new culture applied to Bank Syariah Indonesia is able to increase work motivation and employee performance. This is due to the effectiveness of implementing a new performance-based organizational culture. Performance-based organizational culture directs employees to focus on achieving company goals through predetermined targets.
Peran pendidik untuk mencerdaskan siswa merupakan tanggung jawab dan kewajiban. Perkembangan teknologi yang semakin canggih, menimbulkan perkembangan dalam metode pembelajaran. Selain itu siswa yang terbiasa menggunakan handphone mulai tertarik dengan media komunikasi melalui jaringan internet. Siswa merasa bosan apabila pendidik mengajar dengan menggunakan metode ceramah dan bercerita, mereka membutuhkan realita melalui media audio visual. Dari fenomena ini, tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisa bentuk media pembelajaran dan upaya pendidik dalam meningkatkan minat belajar siswa. Metode penelitian adalah kualitatif dan dideskripsikan berdasarkan informasi yang diperoleh dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah bentuk media pembelajaran sebagai media komunikasi berupa audio visual seperti ppt, slide, gambar, dan youtube. Upaya pendidik meningkatkan minat belajar melalui observasi, memberikan umpan balik agar siswa lebih terbuka, mengikutsertakan dalam memilih penyelesaian tugas, memberikan pujian dan reward pada siswa, memberikan dukungan dalam pemanfaatan membuat proyek melalui media pembelajaran.
This article discusses the legal status of WALHI Bali in filing a lawsuit at the Bali Governor's Court regarding Bali Governor's Decree No. 1.051/03-L/HK/2012. The method used in this research is normative legal method. The focus of this research is to examine PTUN decisions with case registration number: 01/G/2013/PTUN.Dps, as well as to analyze the existence of AAUPB violations in the issuance of the Bali Governor's Decree, as well as to ensure the proper implementation of AAUPB in the preparation and issuance of the Governor's Warrant according to observations Panel of Judges in Decision No: 01/G/2013/PTUN. dps
Suwung Garbage Landfill is the largest landfill in Bali with a land area of 32.48 hectares. Scavengers are a profession that is prone to skin diseases. Previous observational studies concluded that most of scavengers at the landfill had complaints of skin disease which might be caused by the scavengers’ low knowledge of personal hygiene. This community service was carried out in January-February 2023, starting with interview and dialogue with the Suwung Landfill manager, transfer the science and technology, and evaluate the activities. The activities carried out included: counselling on skin diseases and their prevention, socialization of personal protective equipment (PPE), demonstration and exercise 7 steps of hand washing, and providing personal hygiene and PPE assistance. The entire series of activities was attended by 20 scavengers with active participation. The results of posttest using 10 multiple choice questions showed that all participants were able to score more than 70. Through this community service, it is hoped that scavengers will be able to increase their awareness regarding of skin disease and be able to take appropriate precautions
Kerta Village is one of the villages located in Gianyar Regency. Along with the development of Kerta Village, currently Kerta Village already has a Waste Management Site (TPS). However, waste management in Kerta Village is not yet optimal. People still like to throw garbage carelessly and do not know how to handle waste, especially household domestic waste. This zero waste-based waste management training was held at the Penyabangan Banjar Hall, Kerta Village, Payangan District, Gianyar with the target being teenagers. The material presented to partners includes socialization of the concept of zero waste in waste management, counseling and training on waste segregation, training and demonstrations on making eco enzymes, and ends with a discussion or question and answer session. Waste management training activities for youth groups in Kerta Village were successfully carried out smoothly and were able to increase youth knowledge about waste management. Through this activity, youth are expected to become agents of change in creating a healthy and environment caring society that is sustainable.
Analisis kinerja keuangan desa dengan menggunakan rasio keuangan daerah menjadi sangat relevan dalam mengidentifikasi masalah keuangan, melihat kinerja desa, serta langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kinerja keuangan Desa Sarimekar menggunakan rasio keuangan daerah yang telah terstandarisasi. Dengan menggunakan rasio keuangan daerah, peneliti akan mengevaluasi tingkat kemandirian keuangan desa, efisiensi pengelolaan anggaran, dan efektivitas dana desa.Dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan kualitatif dan kuantitatif. Sumber data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Sarimekar tahun anggaran 2020-2022. Rasio keuangan daerah yang digunakan adalah Rasio Kemandirian Keuangan, Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Rasio Belanja, dan Rasio Pertumbuhan.Dari hasil tabel perhitungan dapat dilihat bahwa rasio kemandirian Desa Sarimekar masih tergolong sangat rendah, Desa Sarimekar pada tahun 2020 sebesar 56,74% dalam hal ini efektivitas Desa Sarimekar tergolong tidak efektif dan pada tahun 2021-2022 rasio efektivitas sebesar 100% dengan kategori efektif, efisiensi Desa Sarimekar tergolong kurang efisien, belanja Desa Sarimekar tergolong kurang maksimal, dan rasio pertumbuhan tergolong kurang maksimal.Rasio Kemandirian sangat rendah dikarenakan belum maksimalnya pendapatan asli desa yang diterima terdapat beberapa sumber pendapatan yang pengelolaannya belum dilaksanakan secara maksimal dan pada tahun 2020 tidak efektif dan pada tahun 2021-2020 efektif karena telah mencapai target, pada setiap tahunnya tidak signifikan karena tidak ada pertumbuhan, pada tahun 2021 mengalami penurunan yang drastis sehingga tidak terjadi pertumbuhan di Desa Sarimekar.
ABSTRAK
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan upaya menyediakan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat pengetahuan dan minat peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan dan tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada pengajaran ESP dalam kemerdekaan belajar. Subyek dari penelitian ini adalah dua instruktur Bahasa Inggris yang mengajar mata latih English for Culinary dan English for FB Service yang mengajar pada Program Desember tahun ajaran 2022/ 2023. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah interview mendalam. Data dianalisis secara kualitatif dengan metode analisis data Miles dan Huberman (1994). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keunggulan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran ESP di Mediterranean Bali adalah 1) sajian materi yang sesuai dengan tingkat pengetahuan, preferensi belajar, dan minat peserta didik, 2) memberikan pembelajaran yang bermakna atau berkorelasi dengan kehidupan peserta didik, 3) perasaan untuk mencapai kesuksesan, 4) dan dapat memotivasi peserta didik dalam belajar. Sedangkan tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi adalah 1) memerlukan lebih banyak waktu persiapan, 2) mengatur waktu dengan baik, 3) memperlakukan peserta didik dengan ideal, 4) dan kekurangan waktu untuk fokus pada perkembangan individu.
In Indonesia, 8% of pre-school children experience speech and language disorders. Almost 20% of 2 year old children have speech delays and language disorders, speech delays most often occur at ages 3-16 years. The research method is correlative with a cross sectional approach. Sampling used a total sampling technique, namely where samples were taken from the entire population, namely 67 mothers with toddlers. Data collection in this research used primary and secondary data. Data analysis was carried out univariate and bivariate using the chi-square test. Mothers' knowledge in the good category regarding growth and development was 26 respondents (38%). Mothers' knowledge in the poor category regarding growth and development was 41 respondents (61%). Able to detect growth and development disorders in toddlers, namely 30 respondents (44%) The statistical test results with a p-value of 0.023 < 0.05 and OR= 4.26 so that the alternative hypothesis is accepted, which means there is a significant relationship between the relationship between mother's knowledge about toddler growth and development. early detection of growth and development disorders for toddlers at Posyandu, Bangun Rejo village, Tanjung Morawa sub-district. The results of this research are to increase mothers' knowledge and insight regarding the growth and development of toddlers so that they are better able to detect the growth and development of toddlers.